• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN BAB II PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN BAB II PEMBAHASAN"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di era globalisasi ini, teknologi maupun industri semakin menunjukkan kemajuan yang sangat pesat terutama pada alat-alat kesehatan khususnya alat-alat

laboratorium. Banyak revolusi baru yang memudahkan penggunaan alat tersebut sehingga lebih cepat dipahami. Prinsip itulah yang diterapkan pula pada alat laboratorium diantaranya Hematologi Analyzer. Hematologi Analyzer merupakan alat yang praktis digunakan dalam pemeriksaan sampel darah. Pada dasarnya prinsip kerja Hematologi Analyzer hampir sama dengan Fotometer, yang membedakannya adalah alat ini lebih canggih dan lebih teliti dibandingkan dengan Fotometer.

B. Tujuan

1. Mahasiswa dapat mengenal alat hemotology analyzer yang akan digunakan di dalam laboratorium.

2. Mahasiswa dapat mengetahui fungsi hematology analyzer. 3. Mahasiswa dapat mengetahui cara kerja hematology analyzer.

4. Mahasiswa dapat mengetahui metode pengukuran hematology analyzer. 5. Mahasiswa dapat mengetahui cara kalibrasi hematology analyzer.

BAB II

(2)

A. Pengertian

Gambar 2.1 Hematologi Analyzer

Hematologi adalah cabang ilmu kesehatan yang mempelajari darah, sel-sel darah meliputi pembentukan, fungsi, morfologinya baik fisiologis maupun patologis, organ pembentuk darah dan penyakitnya. Hematologi berasal dari kata Yunani yaitu (haima) yang berarti "darah" dan (logos) yang berarti "ilmu". Secara singkat hematologi artinya ilmu kesehatan yang mempelajari darah.

Hematology Analyzer adalah alat untuk mengukur sampel berupa darah. Alat ini biasa digunakan dalam bidang Kesehatan. Alat ini dapat membantu mendiagnosis penyakit yang diderita seorang pasien seperti kanker, diabetes, dll.

Alat yang digunakan untuk memeriksa darah lengkap dengan cara menghitung dan mengukur sel darah secara otomatis berdasarkan impedansi aliran listrik atau berkas cahaya terhadap sel-sel yang di lewatkan. Mengukur sampel berupa darah. Alat ini biasanya digunakan dalam bidang kesehatan. Pemeriksaan hematologi rutin seperti meliputi pemeriksaan hemoglobin, hitung sel leukosit, dan hitung jumlah sel trombosit.

(3)

B. Prinsip kerja

Pengukuran dan penyerapan sinar akibat interaksi sinar yang mempunyai panjang gelombang tertentu dengan larutan atau sampel yang dilewatinya. Alat ini bekerja berdasarkan prinsip flow cytometer . Flow cytometri adalah metode pengukuran (=metri) jumlah dan sifat-sifat sel (=cyto) yang dibungkus oleh aliran cairan (=flow) melalui celah sempit Ribuan sel dialirkan melalui celah tersebut sedemikian rupa sehingga sel dapat lewat satu per satu, kemudian dilakukan penghitungan jumlah sel dan ukurannya. Alat ini juga dapat memberikan informasi intraseluler, termasuk inti sel.

Prinsip impedansi listrik berdasarkan pada variasi impedansi yang dihasilkan oleh sel-sel darah di dalam mikrooperture (celah chamber mikro ) yang mana sampel darah yang diencerkan dengan elktrolit diluents / sys DII akan melalui mikroaperture yang dipasangi dua elektroda pada dua sisinya (sisi sekum dan konstan ) yang pada masing masing arus listrik berjalan secara continue maka akan terjadi peningkatan resistensi listrik (impedansi) pada kedua elektroda sesuai dengan volume sel (ukuran sel) yang melewati impulst / voltage yang dihasilkan oleh amplifier circuit ditingkatkan dan dianalisa oleh elektonik system lalu hemoglobin diukur dengan melisiskan Red Blood Cels (REC) dengan sys. LYSE membentuk methemoglobin , cyanmethemoglobin dan diukur secara spektrofotometri pada panjang gelombang 550 nm pada chamber. Has yang didapat diprintout pada printer berupa nilai lain grafik sel.

Prinsip light scattering adalah metode dimana sel dalam suatu aliran melewati celah dimanaberkas cahaya difokuskan ke situ (sensing area). Apabila cahaya tersebut

mengenai sel, diletakkan pada sudut-sudut tertentu akan manangkap berkas-berkas sinar sesudah melewati sel itu. Alat yang memakai prinsip ini lazim disebut flow cytometri. Berikut ini akan ditampilkan sebuah blok diagram Hematology Analyzer dan

(4)

Gambar 2.2. Blok Diagram Hematology Analyzer Prinsip Kerja Blok Diagram :

Sampel darah yang sudah dicampur dengan reagent didilusi sebanyak 200x dan melalui proses hemolyzing untuk mengukur kadar jumlah hemoglobin dengan cara fotometri dan mengukur kadar jumlah sel darah putih, serta didilusi lagi sebanyak 200x (jadi 40.000x) untuk mengukur kadar jumlah sel darah putih dan platelet. Kemudian diproses pada blok data processing dan hasilnya akan ditampilkan pada display dan print out

C. Metode Pengukuran

Ada beberapa macam metode pengukuran yang digunakan pada alat Hematology Analyzer, antara lain sebagai berikut:

(5)

Gambar 2.3 Metode Electrical Impedance

Instrumen ini menggunakan metode pengukuran sel yang disebut Volumetric Impedance. Pada metode ini , larutan elektrolit (diluent) yang telah dicampur dengan sel-sel darah dihisap melalui Aperture. Pada bilik pengukuran terdapat dua electrode yang terdiri dari Internal Elektrode dan Eksternal Elektrode, yang terletak dekat dengan Aperture. Kedua elektroda tersebut dilewati arus listrik yang konstan.

Ketika sel-sel darah melalui aperture, hambatan antara kedua elektroda tersebut akan naik sesaat dan terjadi perubahan tegangan yang sangat kecil sesuai dengan nilai tahanannya dan diterima Detection Circuit. Kemudian sinyal tegangan tersebut dikuatkan atau diperbesar pada rangkaian amplifier, lalu dikirim ke rangkaian elektronik. Pada rangkaian elektronik terdapat rangkaian Treshold Circuit Yang berfungsi untuk menghilangkan sinyal noise yang diakibatkan oleh :

 Elektrik Noise (Gangguan listrik).  Debu.

 Sisa-sisa cairan.

 Partikel yang lebih kecil atau lebih besar dari sel darah yang diukur.

Untuk mendapatkan nilai puncak, sinyal dikirim ke A/D Converter, kemudian data yang diperlukan disimpan pada memori untuk setiap nilai maksimum. Data tersebut akan dikoreksi oleh CPU dan akan ditampilkan pada layar LCD.

Jumlah sinyal untuk setiap ukuran sel disimpan pada memori dalam bentuk histogram. Sel RBC dan PLT yang dihitung memiliki ukuran yang berbeda sehingga CPU dapat membedakan penghitungan untuk setiap jenis sel. Sedangkan ketiga jenis

(6)

sel WBC yang dihitung memiliki ukuran sel yang hampir sama sehingga CPU menggunakan histogram untuk membedakan populasi ketiga jenis sel WBC.

Terkadang terdapat dua sel atau lebih yang melewati aperture secara bersamaan. Peristiwa ini disebut Coincidence Apabila larutan sampel sudah cukup diencerkan dan dicampur, Coincidence ini dapat diprediksi secara statistik dengan tingkat keakuratan yang tinggi. Pada perangkat lunak terdapat tabel koreksi untuk kompensasi hal ini.

Fotometri (Mengukur jumlah Hb)

Fotometri adalah pengukuran yang hanya digunakan untuk mengukur Hb saja dengan prinsip kerja berdasarkan absorbasi cahaya oleh foto detektor.

Gambar 2.4 Metode Fotometri

 Sinar Polikromatik yang berasal dari lampu (Wolframat, Tungstan, Mercury), akan dilewatkankan pada sebuah filter, dan menjadi sinar Monokromatik

 Sinar Monokromatik ini melalui kuvet yang berisi sampel yang akan diperiksa.  Beberapa sinar akan diserap oleh sampel tersebut, dan sebagian akan diteruskan.  Sinar yang diteruskan ini akan diterima detektor.

 Kemudian nilai yang didapat akan diproses pada rangkaian pemroses data.  Flowcytometry (Sistem Optik )

(7)

Gambar 2.5 Metode Flowcytometry

 Sel melalui sebuah chamber flowcell, kemudian ditembakkan sumber cahaya (laser) yang difokuskan.

 Cahaya yang diterima sel akan dipendarkan saat laser ditembakkan.  Foto detektor menangkap cahaya dari berbagai sudut spesifik yang dapat

membedakan jenis sel darah. FS untuk membedakan ukuran, FLS untuk membedakan complexity-nya (komposisi inti), dan SDS untuk membedakan granularity-nya (komposisi granula).

 Informasi tentang jumlah dan ukuran sel yang telah didapat diproses dan dikonversikan dalam bentuk digital.

Histrogram/Kalkulasi

Adalah pengukuran Parameter – parameter selain yang diatas. Metode

pengukuran ini berdasarkan penjumlahan dari hasil – hasil yang didapat dari pengukuran oleh dua metode diatas. Metode ini dikenal dengan Complete Blood Count (CBC).

Complete Blood Count (CBC) adalah suatu penghitungan untuk menganalisis berbagai macam komponen darah :

 RBC : Red blood cell / Sel Darah Merah.

 HGB : Hemoglobin Concentration / Konsentrasi Hemoglobin.  HCT : Hematocrit .

(8)

 MCH : Mean Corpuscular Hemoglobin / rata-rata sel hemoglobin.  MCHC : Mean Corpuscular Hemoglobin Honcentration/ Rata-rata

konsentrasi sel hemoglobin.

 RDW : Red blood cell Distribution Width / lebar distribusi sel darah merah.

 PLT : Platelet Count / perhitungan trombosit  PCT : Platelet crit

 MPV : Mean platelet volume / Kelompok volume trombosit.  PDW : Platelet Distribution Width/ lebar distribusi trombosit

Berikut ini beberapa rumus penghitungannya: a) MCV : Mean Corpuscular Volume ( fL / µm3)

 MCV = Hematocrit (%) x 10/RBC# (million/μL) b) MCH : Mean Corpuscular Hemoglobin (pg)

 MCH = Hemoglobin (g/dL) x 10/ RBC# (million/μL) c) MCHC : Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration (%)

 MCHC = Hemoglobin (g/dL) x 100/Hematocrit (%) d) RDW : Red Blood Cell Distribution Width (%)

 RDW = Standard Deviation/MCV x 100 Berikut ini adalah contoh Penghitungannya:

Misal : RBC = 5 Juta sel / µm3 Hgb = 15 g/dL HCT = 45 % SD = 11 fL Jawab: a) MCV = Hematocrit (%) x 10/RBC# (million/μL) = 45 x 10 / 5 = 450 / 5 = 90 fL = 90 µm3 b) MCH = Hemoglobin (g/dL) x 10/ RBC# (million/μL) = 15 x 10 / 5 = 150 / 5 = 30 pg c) MCHC = Hemoglobin (g/dL) x 100/Hematocrit (%) = 15 x 10 / 45

(9)

= 150 / 45 = 33,3 % d) RDW = Standard Deviation/MCV x 100 = 1 / 90 x 100 = 0,122 x 100 = 12,2 %

D. Fungsi dari Hematologi Analyzer

Alat yang digunakan untuk memeriksa darah lengkap dengan cara menghitung dan mengukur sel darah secara otomatis berdasarkan impedansi aliran listrik atau berkas cahaya terhadap sel-sel yang dilewatkan.

Mengukur sampel berupa darah. Alat ini biasanya digunakan dalam bidang kesehatan. Alat ini dapat mendiagnosis penyakit yang diderita seorang pasien seperti kanker, diabetes, dll.

Pemeriksaan hematologi rutin seperti meliputi pemeriksaan hemoglobin, hitung sel leukosit, dan hitung jumlah sel trombosit.

Keuntungan dari Hematologi Analyzer 1. Efisiensi Waktu

Lebih cepat dalam pemeriksaan hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 menit dibandingkan dilakukan secara manual dan lebih tanggap dalam melayani pasien. 2. Sampel

Pemeriksaan hematologi rutin secara manual misalnya, sampel yang dibutuhkan lebih banyak membutuhkan sampel darah (Whole Blood). Manual prosedur yang

dilakukan dalam pemeriksaan leukosit membutuhkan sampel darah 10 mikro, juga belum pemeriksaan lainnya. Namun pemeriksaan hematologi analyzer ini hanya menggunakan sampel sedikit saja.

3. Ketepatan Hasil

Hasil yang dikeluarkan oleh alat hematologi analyzer ini biasanya sudah

melalui quality control yang dilakukan oleh intern laboratorium tersebut, baik di institusi Rumah Sakit atupun Laboratorium Klinik pratama.

(10)

Kerugian Hematologi Analyzer Tidak dapat menghitung sel abnormal

Pemeriksaaan oleh hematologi autoanalyzer ini tidak selamanya mulus namun pada kenyataannya alat ini juga memiliki beberapa kekurangan seperti dalam hal menghitung sel-sel abnormal. Seperti dalam pemeriksaan hitung jumlah sel, bisa saja nilai dari hasil hitung leukosit atau trombosit bisa saja rendah karena ada beberapa sel yang tidak terhitung dikarenakan sel tersebut memiliki bentuk yang abnormal.

E. Macam-macam Alat Hematology Analyzer

Berikut ini akan ditampilkan macam-macam dan jenis Hematology Analyzer dengan fitur pengukuran yang berbeda:

a) Jenis Semi Otomatis (dilusi dilakukan manual).  Merk Celtac

 Tipe MEK-5208  Buatan Nihon Kohden

 Menghitung WBC, RBC, Platelet, dan Hb.

(11)

b) Jenis Otomatis WBC 3-Part (dilusi, hemolyzing, count, display, dan print out dilakukan secara otomatis).

 Merk Celtac Alpha  Tipe MEK-6318  Buatan Nihon Kohden

Menghitung 3 jenis WBC, RBC, Platelet, dan Hb.

Gambar 2.3 Hematology Analyzer Merk Celtac Alpha MEK-6318

c) Jenis Otomatis WBC 5-Part (pengambilan sampel, dilusi, hemolyzing, count, display, dan print out dilakukan secara otomatis).

 Merk Celtac F  Tipe MEK-8222  Buatan Nihon Kohden

 Menghitung 5 Jenis WBC, RBC, Platelet, dan Hb.

Gambar 2.4 Hematology Analyzer Merk Celtac F MEK-8222

F. Cara Penggunaan

1) Hubungkan kabel power ke stabilisator (stavo)

2) Hidupkan alt (saklar on/off ada du sisi kanan atas alat) 3) Alat akan self check, pesan “please wait” akan tampil di layar

4) Alat akan secara otomatis melakukan self check kemudian background check 5) Pastikan alat pada ready

(12)

Cara kerja Pemeriksaan sampel Darah

1) Sampel darah harus dipastikan sudah homogen dengan antikoagulan 2) Tekan tombol Whole Blood “WB” pada layar

3) Tekan tombol ID dan masukkan no sampel, tekan enter

4) Tekan bagian atas dari temapt sampel yang berwarna ungu untuk membuka dan letakkan sampel dalam adaptor

5) Tutup tempat sampel dan tekan “RUN” 6) Hasil akan muncu pada layar secara otomatis 7) Mencatat hasil pemeriksaan.

Yang perlu diperhatikan pada layar alat hematology analyzer, setelah pengukuran spesimen darah, meliputi :

1) Perhatikan Hematokrit (PCV) 2) Hb kira-kira 1/3 Hematokrit. 3) Perhatikan MCHC

4) Kemungkinan ada kesalahan semua atau salah satu dari hasil 5) Alat yang baik maka MCHC ~ CHCM *

6) Perhatikan juga sel leukosit terutama distribusi diff. counting. G. Cara Perawatan

Cara perawatan hematologi analyzer adalah dengan menyimpan dengan baik di tempat yang datar dan kering. Alatnya pun harus dijaga dalam keadaan kering jika tidak digunakan untuk tetap menjaga keawetan alat. Kebersihannya pun penting juga dijaga agar ketelitiannya tetap terjaga.

Inilah yang harus diperhatikan oleh konsumen karena ada beberapa alat-alat yang bisa dikatakan “bandel”. Namun sebandel-bandelnya alat tersebut, tetap saja harus mendapatkan perhatian khusus seperti :

 Suhu ruangan

 Lakukan control secara berkala

 Selalu cek reagen : Diliuent, Rinse, Minidil, Minilyse, dsb.

 Sampel jangan smapai aglutinasi, gunakan sampel darah yang sudah

ditambahkan antikoagulan. Pastikan tidak ada darah yang menggumpal karena akan merusak hasil jika terisap.

Check, Recheck dan Troubbleshooting Kondisi

 Periksa teknik sampling dan jenis spesimen yang digunakan.

 Check suhu ruang memenuhi suhu pada 18-20 derajat celcius, kondisi meja harus dari beton dan gunakan termometer.

(13)

 Lakukan homogenisasi sebelum mengukur minimal 1 menit dan lebih bagus lagi setelah sampling masukkan darah dengan penggiling khusus. Perhatian alat yang digunakan bukan jenis “pengocok darah” tapi yang digunakan merupakan “penggiling darah”. Harus membedakan kedua kata ini.

 Pastikan alat telah di warm up dan telah dibuat background.

 Check kondisi volume dan kemasan reagent Diluent, Lyse dan Rinse.  Lakukan pencucian setiap 20 sampel running.

 Lakukan pemeliharaan dengan menggunakan larutan pencuci hipoklorit setiap minggu.

 Lakukan setiap 2 minggu sekali atau sebulan sekali menggunakan larutan enzim digestif (EZ cleanser) untuk menghancurkan sisa bekuan atau sisa pembuangan darah yang tidak sempurna.

 Jangan gunakan alat selama 24 jam penuh tanpa istirahat, karena dapat berakibat kesalahan pencucian alat dan kesalahan keakuratan alat berkurang.  Gunakan darah kontrol yang masih baru dan tidak expired date.

 Konsultasikan hasil printout hematology analyzer dengan staf ahli laboratorium dan atau DSPK bila mencurigakan.

Melakukan Koreksi pada Hematologi Analyzer:  Buatlah sediaan apus darah tepi yang bagus.

 Hitung jenis leukosit secara manual. Untuk mengkoreksi adanya normoblast, satelit trombosit, rouleaux formation dan lainnya.

 Perhitungan sel dengan hemositometer bilik hitung untuk jumlah masing-masing sel.

 Lakukan pemeriksaan hematokrit mikro secara manual.  Sediaan segar tanpa antikoagulan lebih baik.

 Hangatkan sampel bila terlalu dingin dalam freezer pada suhu ruang.  Spesimen pasien langsung segera diperiksa tanpa menunggu lagi

H. Kalibrasi

Kalibrasi instrumen mindray (Hematologi Analyzer) diperlukan untuk beberapa CBC parameter-Ters.Terutama HGB dan MCV dipengaruhi oleh perubahanvreagen. Panduan kalibrasi disebutkan di bawah ini :

1) Langkah 1: Menghitung rata untuk parameter WBC, RBC, HGB,MCV dan PLT dari sampel yangdiukur dengan reagen Mindray asli(nilai-nilai referensi).

2) Langkah 2: Mengukur sampel yang sama, tapi sekarang dengan JT Bakerreagen. 3) Langkah 3: Menghitung rata untuk parameter WBC, RBC, HGB,MCV dan PLT dari

sampel yang sekarangdiukur dengan reagen JT Baker.

4) Langkah 4: "Main" menu, klik ikon "Kalibrasi" untukmemasuki layar "Kalibrasi". Cetak lamafaktor-faktor kalibrasi

(14)

5) Langkah 5: Menghitung untuk setiap parameter baru kalibrasi. Sebagai contoh: MCVmindray = 92, MCVJ.T.Baker = 88 danfaktor kalibrasi yang lama adalah 99,0maka MCVmindray baru

Faktor Baru = Rata-rata nilai tes 97,2 x 89 = --- = 100,6%

1. 86

6) Langkah 6: Faktor-faktor baru masuk layar kalibrasi.

7) Langkah 7: Untuk verifikasi mengukur sampel samalagi dan membandingkan rata-rata dengannilai-nilai referensi

8) Langkah 8: Jika nilai masih tidak ok, ulangi langkah 5 untuk 7MCVJ.T.Baker92dan 88.

Bahan yang harus digunakan untuk verifikasi kalibrasi adalah berbagai bahan dengan konsentrasi yang diketahui dapat digunakan untuk memverifikasi kalibrasi.

Contohnya termasuk: sampel uji profisiensi dengan nilai-nilai yang diketahui; spesimen pasien dengan nilai-nilai yang diketahui; atau tersedia secara komersial standar, kalibrator, atau control bahan dengan nilai-nilai yang diketahui (yaitu, produsen nilai diuji). Untuk ini bahan, laboratorium harus menetapkan batas yang dapat diterima untuk perbedaan antara nilai yang terukur yang diperoleh, versus konsentrasi sebenarnya dari bahan. Karena tujuan verifikasi kalibrasi adalah untuk memeriksa apakah sistem uji memberikan hasil yang akurat sepanjang rentang dilaporkan, tiga tingkat harus diuji (satu di akhir tinggi dari kisaran dilaporkan, satu di akhir rendah dari kisaran dilaporkan, dan satu di dekat titik tengah kisarann dilaporkan).

Melakukan verifikasi kalibrasi setiap 6 bulan (atau lebih sering jika ditentukan dalam petunjuk tes system ini) dan setiap kali salah satu dari berikut terjadi:

 Semua reagen yang digunakan untuk prosedur uji berubah ke nomor lot baru, kecuali laboratorium dapat menunjukkan bahwa mengubah nomor banyak reagen tidak mempengaruhi kisaran digunakan untuk melaporkan hasil tes dan nilai-nilai kontrol pasien tidak dipengaruhi oleh reagen perubahan jumlah banyak.  Ada perawatan preventif besar atau penggantian bagian-bagian penting yang

mungkin mempengaruhi kinerja tes ini. Ini termasuk ketika laboratorium mengirimkan tes sistem untuk produsen untuk perbaikan. Laboratorium harus memverifikasi kalibrasi dari sistem tes diperbaiki sebelum melanjutkan pengujian pasien dan pelaporan hasil.

(15)

 bahan Pengendalian mencerminkan tren yang tidak biasa atau pergeseran, atau berada di luar batas yang dapat diterima laboratorium, dan sarana lainnya menilai dan mengoreksi nilai kontrol tidak dapat diterima gagal untuk mengidentifikasi dan memperbaiki masalah.

 Laboratorium telah menetapkan bahwa sistem tes ini kisaran dilaporkan untuk pasien, hasil tes harus diperiksa lebih sering.

BAB III PENUTUP

(16)

A. KESIMPULAN

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Hematologi Analyzer merupakan suatu alat yang digunakan untuk pemeriksaan darah untuk mendiagnosa penyakit-penyakit yang terkandug dalam darah tersebut. Selain itu, Hematologi Analyzer merupakan alat yang mempunyai keakuratan (presisi) yang sangat tinggi. Dari kelebihan yang dimiliki oleh Hematologi Analyzer terapat juga

kekurangan-kekurangan yang di sebabkan pemakaian alat yang tidak sesuai prosedur sehingga dapat mengurangi kepresisi-an dari alat ini.

B. SARAN

Sebelum melakukan pemeriksaan kita harus mengetahui dan mengenal terlebih dahulu bagaimana cara kerja hematology analyzer ini agar setelah melakukan pemeriksaan tidak terjadi kesalahan dalam melakukan pemeriksaan

DAFTAR PUSTAKA http://www.doh.wa.gov/portals/1/Documents/2700/Calibration.pdf https://www.scribd.com/doc/239752243/139357386-Makalah-Hematologi-Analyzer#download http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/155/jtptunimus-gdl-dianadwisu-7730-4-babiii.pdf http://andyrezkysulfajri.blogspot.co.id/2015/01/hematologi-analizer.html http://mohamadsofie.blogspot.co.id/2014/09/hematologi-analyzer.html http://septyasandika.blogspot.co.id/2014/08/hematology-analyzer.html http://blog-haris26.blogspot.co.id/2013/11/makalah-mindray.html

Gambar

Gambar 2.2. Blok Diagram Hematology Analyzer Prinsip Kerja Blok Diagram :
Gambar 2.3 Metode Electrical Impedance
Gambar 2.4 Metode Fotometri
Gambar 2.5 Metode Flowcytometry
+3

Referensi

Dokumen terkait

Al- Qur’an dan terjemahnya, (Kudus: CV Menara Kudus, 2006).. tidak ada kemajuan sama sekali. Meskipun pada kenyataannya setiap kurikulum pastilah memiliki kekurangan dan

5 Tahun 1974 mengatur tentang otonomi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, namun pada kenyataannya pemerintah melakukan kecenderungan melakukan sentralisasi kekuasaan,

Jika anda memiliki beberapa partner bisnis yang sudah menggunakan standar yang berbeda, maka anda harus memiliki sistem untuk melakukan konversi dari satu format ke format lain..

Balai Kemetrologian Bogor memiliki kesulitan untuk penjadwalan tera ulang dan kalibrasi dikarenakan kekurangan sumber daya penera dan pencatatan batas waktu masih

Alat ini dapat mengatur kecepatan aliran cairan infus dan terdapat pemilihan botol infus yang akan digunakan namun pada alat tersebut masih memiliki kekurangan yaitu tidak

Akan tetapi, kenyataannya bisa saja Sukuk tersebut tidak terbayar kembali akibat adanya kegagalan penerbit dalam memenuhi kewajibannya, maka investor perlu menghitung

Ditinjau dari perusahaan dan sistem kearsipan pada divisi HRD PT Bumi Sawindo Kabupaten Muara Enim yang belum teratur, masih memiliki kekurangan dalam hal

Sel leukosit normal merupakan sel dewasa yang terdiri dari eosinofil, basofil, neutrofil, limfosit, monosit dan beredar di darah tepi, sedangkan sel leukosit abnormal