• Tidak ada hasil yang ditemukan

BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Tengah No. 03/11/62/Th.VI, 1 November 2012 1  Pada Oktober 2012, Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Tengah tercatat tetap sebesar 98,95

persen atau tidak mengalami perubahan dibanding NTP September 2012. Hal ini disebabkan karena kenaikan Indeks harga yang diterima petani sama dengan kenaikan Indeks yang dibayar petani yaitu masing-masing sebesar 0,13.

 Dilihat dari 5 (lima) subsektor, terdapat 3 (tiga) subsektor Pertanian mengalami penurunan NTP, yaitu subsektor Hortikultura turun sebesar 0,70 persen, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (TPR) turun sebesar 0,20 persen, dan subsektor Peternakan yang turun sebesar 0,16 persen. Sedangkan dua subsektor yang mengalami peningkatan adalah subsektor Tanaman Pangan yang naik sebesar 0,34 persen dan Subsektor Perikanan yang naik sebesar 0,68 persen.

 Pada Oktober 2012, Indeks harga yang diterima petani (IT) naik sebesar 0,13 persen dibandingkan dengan IT Bulan September 2012. Peningkatan IT tersebut dikarenakan hanya ada 2 (dua) subsektor yang mengalami peningkatan IT. Subsektor yang mengalami peningkatan IT adalah Subsektor Tanaman Pangan yang naik sebesar 0,42 persen dan Subsektor Perikanan yang naik sebesar 0,85 persen. Subsektor yang mengalami penurunan IT adalah Subsektor Hortikultura yang turun sebesar 0,51 persen dan Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (TPR) yang turun sebesar 0,05 persen. Sedangkan Subsektor Peternakan tidak mengalami perubahan IT dibandingkan bulan sebelumnya.

 Indeks Harga yang dibayar petani (IB) Bulan Oktober 2012 naik sebesar 0,13 persen dibandingkan September 2012. Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya IB pada 5 (lima) subsektor yaitu subsektor Tanaman Pangan naik sebesar 0,08 persen, subsektor Hortikultura naik sebesar 0,20 persen, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (TPR) naik 0,15 persen, subsektor Peternakan naik sebesar 0,16 persen dan subsektor Perikanan naik sebesar 0,17 persen.

Perubahan Indeks konsumsi rumah tangga (KRT) mencerminkan angka Inflasi/Deflasi pada wilayah Pedesaan. Pada Oktober 2012 terjadi peningkatan sebesar 0,15 persen. Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya 5 (lima) kelompok konsumsi rumah tangga yaitu kelompok Bahan Makanan naik sebesar 0,03 persen, kelompok Makanan Jadi naik sebesar 0,42 persen, kelompok Sandang naik sebesar 0,68 persen, kelompok Kesehatan naik sebesar 0,61 persen dan kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah raga naik sebesar 0,08 persen. Sedangkan kelompok Perumahan dan kelompok Transportasi & Komunikasi tidak mengalami perubahan dibandingkan bulan sebelumnya.  Pada Oktober 2012, NTP Nasional sebesar 105,76 persen atau naik 0,33 persen dibandingkan

bulan September 2012. Hal ini disebabkan karena Indeks harga yang diterima petani naik 0,48 persen, sedangkan harga yang dibayar petani naik sebesar 0,15 persen.

o. 04/04/62/Th. I, 2 April 2007

No. 03 / 11 / 62 /Th.VI, 1 November 2012

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI

(2)

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di Kalimantan Tengah pada bulan Oktober 2012, NTP tidak mengalami perubahan dibanding NTP Bulan September 2012, yaitu sebesar 98,95 persen. Hal ini disebabkan karena kenaikan Indeks harga yang diterima petani sama besarnya dengan kenaikan Indeks yang dibayar petani yaitu masing-masing sebesar 0,13 persen.

1. Indeks Harga yang Diterima Petani (IT)

Indeks Harga yang Diterima Petani (IT) menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada Oktober 2012, Indeks harga yang diterima petani (IT) naik sebesar 0,13 persen dibandingkan dengan IT Bulan September 2012. Peningkatan IT tersebut dikarenakan hanya ada 2 (dua) subsektor yang mengalami peningkatan IT. Subsektor yang mengalami peningkatan IT adalah Subsektor Tanaman Pangan yang naik sebesar 0,42 persen dan Subsektor Perikanan yang naik sebesar 0,85 persen. Subsektor yang mengalami penurunan IT adalah Subsektor Hortikultura yang turun sebesar 0,51 persen dan Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (TPR) yang turun sebesar 0,05 persen. Sedangkan Subsektor Peternakan tidak mengalami perubahan IT dibandingkan bulan sebelumnya.

2. Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB)

Melalui Indeks harga yang dibayar petani (IB) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh manyarakat pedesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar masyarakat pedesaan. Selain itu, dapat dilihat juga fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

Indeks Harga yang dibayar petani (IB) Bulan Oktober 2012 naik sebesar 0,13 persen dibandingkan September 2012. Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya IB pada 5 (lima) subsektor yaitu subsektor Tanaman Pangan naik sebesar 0,08 persen, subsektor Hortikultura naik sebesar 0,20 persen, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (TPR) naik 0,15 persen, subsektor Peternakan naik sebesar 0,16 persen dan subsektor Perikanan naik sebesar 0,17

(3)

Perubahan Indeks konsumsi rumah tangga (KRT) mencerminkan angka Inflasi/Deflasi pada wilayah Pedesaan. Pada Oktober 2012 terjadi peningkatan sebesar 0,15 persen. Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya 5 (lima) kelompok konsumsi rumah tangga yaitu kelompok Bahan Makanan naik sebesar 0,03 persen, kelompok Makanan Jadi naik sebesar 0,42 persen, kelompok Sandang naik sebesar 0,68 persen, kelompok Kesehatan naik sebesar 0,61 persen dan kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah raga naik sebesar 0,08 persen. Sedangkan kelompok Perumahan dan kelompok Transportasi & Komunikasi tidak mengalami perubahan dibandingkan bulan sebelumnya.

Pada Oktober 2012, NTP Nasional sebesar 105,76 persen atau naik 0,33 persen dibandingkan bulan September 2012. Hal ini disebabkan karena Indeks harga yang diterima petani naik 0,48 persen, sedangkan harga yang dibayar petani naik sebesar 0,15 persen.

TABEL. 1

NTP GABUNGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH DAN NASIONAL September - Oktober 2012

(2007= 100)

No Rincian NTP Provinsi NTP Nasional

Sept Okt % Sept Okt %

1 Indeks Diterima Petani 137,03 137,21 0,13 147,58 148,29 0,48 2 Indeks Dibayar Petani 138,49 138,67 0,13 140,00 140,22 0,15 3 Konsumsi Rumah Tangga 143,90 144,12 0,15 143,85 144,05 0,14

Bahan Makanan 152,31 152,36 0,03 151,28 151,35 0,04

Makanan Jadi 143,81 144,42 0,42 142,96 143,26 0,21

Perumahan 133,46 133,46 0,00 144,28 144,73 0,31

Sandang 133,47 134,38 0,68 139,79 140,23 0,31

Kesehatan 125,17 125,93 0,61 129,64 129,94 0,24

Pendidikan, Rekreasi & Olah raga 120,25 120,35 0,08 125,95 126,21 0,21

Transportasi dan Komunikasi 113,80 113,81 0,00 115,63 115,76 0,12

4 BPPBM 121,32 121,39 0,05 128,64 128,88 0,19

Bibit 117,61 117,36 -0,21 130,67 130,95 0,21

Obat-obatan & Pupuk 137,14 137,27 0,10 127,96 128,05 0,07

Sewa Lahan, Pajak & Lainnya 103,37 103,40 0,03 124,24 124,43 0,16

Transportasi 126,81 126,82 0,01 124,40 124,62 0,18

Penambahan Barang Modal 120,60 120,73 0,11 131,55 131,95 0,31

Upah Buruh Tani 112,75 112,75 0,00 128,49 128,79 0,24

(4)

TABEL . 2

NTP SUBSEKTOR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH DAN NASIONAL September - Oktober 2012

(2007= 100)

No Sub Sektor NTP Provinsi NTP Nasional

Sept Okt % Sept Okt %

1 Tanaman Pangan :

Indeks yang diterima 143,87 144,48 0,42 149,57 150,30 0,49

Indeks yang dibayar 139,81 139,93 0,08 142,42 142,64 0,16

Nilai Tukar Petani ( NTPP) 102,91 103,26 0,34 105,02 105,37 0,33

2 Hortikultura :

Indeks yang diterima 145,57 144,84 -0,51 153,58 154,20 0,40

Indeks yang dibayar 140,98 141,26 0,20 140,47 140,67 0,14

Nilai Tukar Petani NTPH) 103,26 102,53 -0,70 109,34 109,62 0,26

3 Tanaman Perkebunan Rakyat :

Indeks yang diterima 122,12 122,06 -0,05 146,25 147,19 0,64

Indeks yang dibayar 137,60 137,81 0,15 138,60 138,82 0,16

Nilai Tukar Petani ( NTPR) 88,75 88,57 -0,20 105,52 106,03 0,48

4 Peternakan :

Indeks yang diterima 119,92 119,93 0,00 138,01 138,91 0,65

Indeks yang dibayar 133,64 133,86 0,16 136,10 136,30 0,15

Nilai Tukar Petani ( NTPT) 89,74 89,60 -0,16 101,40 101,91 0,50

5 Perikanan :

Indeks yang diterima 135,50 136,65 0,85 141,73 141,89 0,11

Indeks yang dibayar 129,82 130,04 0,17 134,29 134,48 0,14

Nilai Tukar Petani ( NTN) 104,37 105,09 0,68 105,54 105,51 -0,03

No Rincian Nov'11 Des'11 Jan'12 Feb'12 Mar'12 Apr'12 Mei'12 Juni'12 Juli'12 Agt'12 Sept'12 Nov'12

1 Indeks Diterima Petani 132,77 133,49 134,26 135,09 135,82 136,06 136,49 136,50 136,89 136,91 137,03 137,21 (IT)

2 Indeks Dibayar Petani 133,38 134,00 135,01 135,43 136,02 136,42 137,07 137,51 138,21 138,77 138,49 138,67 (IB)

3

NTP

99,55 99,61 99,44 99,75 99,85 99,74 99,58 99,26 99,04 98,66 98,95 98,95

TABEL . 3

NTP GABUNGAN PROVINSI KALTENG November 2011 sd Oktober 2012

(5)

TABEL. 4

Nilai Tukar Petani Provinsi Kalimantan Tengah per Subsektor September - Oktober 2012 (2007=100)

Kelompok dan Sub kelompok September 2012 Oktober 2012 Persentase Perubahan

(1) (2) (3) (4)

1. Tanaman Pangan (Padi & Palawija)

a. Nilai Tukar Petani Padi & Palawija (NTPP) 102,91 103,26 0,34 b. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) 143,87 144,48 0,42

- Padi 146,32 147,17 0,58

- Palawija 132,51 131,98 -0,40

c. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) 139,81 139,93 0,08

- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 143,63 143,77 0,09

- Indeks BPPBM 125,69 125,75 0,04

2. Hortikultura

a. Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) 103,26 102,53 -0,70 b. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) 145,57 144,84 -0,51

- Sayur-sayuran 141,04 141,55 0,36

- Buah-buahan 150,36 148,30 -1,37

c. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) 140,98 141,26 0,20

- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 144,53 144,87 0,24

- Indeks BPPBM 122,76 122,69 -0,06

3. Tanaman Perkebunan Rakyat

a. Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 88,75 88,57 -0,20 b. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) 122,12 122,06 -0,05

- Tanaman Perkebunan Rakyat 122,12 122,06 -0,05

c. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) 137,60 137,81 0,15

- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 145,09 145,32 0,16

- Indeks BPPBM 115,98 116,12 0,12

4. Peternakan

a. Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) 89,74 89,60 -0,16 b. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) 119,92 119,93 0,00

- Ternak Besar 106,67 106,97 0,28

- Ternak Kecil 115,38 115,38 0,00

- Unggas 124,93 124,64 -0,23

- Hasil Ternak 153,38 153,38 0,00

c. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) 133,64 133,86 0,16

- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 142,41 142,64 0,16

- Indeks BPPBM 115,28 115,47 0,17

5. Perikanan

a. Nilai Tukar Nelayan (NTN) 104,37 105,09 0,68

b. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) 135,50 136,65 0,85

- Penangkapan 132,69 133,81 0,84

- Budidaya 157,72 159,18 0,93

c. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) 129,82 130,04 0,17

- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 142,16 142,48 0,22

- Indeks BPPBM 109,20 109,24 0,04

Gabungan/Provinsi Kalimantan Tengah

a. Nilai Tukar Petani (NTP) 98,95 98,95 0,00

b. Indeks Harga yang Diterima Petani (It) 137,03 137,21 0,13 c. Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) 138,49 138,67 0,13 - Indeks Konsumsi Rumah Tangga 143,90 144,12 0,15

Referensi

Dokumen terkait

Laporkan kepada pengawas ujian apabila terdapat lembar soal yang kurang jelas, rusak atau tidak lengkap.. Mintalah kertas buram kepada pengawas ujian,

(4) Format Surat Pernyataan Kesanggupan untuk melakukan permudaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d adalah sebagaimana tercantum dalam lampiran II yang merupakan

Pengembangan delivery channel baru yang disediakan Artajasa adalah untuk memperluas channel yang dapat digunakan pelanggan dalam melakukan transaksi elektronis

BAB I PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP STANDAR MUTU STAIN SAR ... Latar Belakang ... Komponen Standar Mutu STAIN SAR ... Pelaksanaan Standar Mutu ... Strategi Pemenuhan Standar STAIN

Nilai signifikansi pada variabel pengalaman kerja kuadrat yaitu 0,001 sehingga nilai ini lebih kecil dari 0,01 atau tingkat signifikansi 1%, sehingga dapat diambil

Oleh karena kedua aspek di atas sangat penting dimiliki oleh siswa, maka peneliti tertarik untuk melihat hubungan antara kedua kemampuan tersebut, yang diharapkan

Hanya saja, Kebun Raya Liwa belum tertata dengan rapih dibandingan dengan Kebun Raya lainnya seperti Kebun Raya Bogor yang sudah memiliki banyak taman koleksi

ANALISIS BOOK TAX DIFFERENCES TERHADAP PERSISTENSI LABA (Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di Jakarta Islamic Index Tahun 2011-2013). adalah hasil karya