PENGARUH PPLK (PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN KEPENDIDIKAN) STKIP PGRI SUMBAR TERHADAP MINAT MAHASISWA UNTUK MENJADI
GURU SOSIOLOGI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Sri Wahyuninsih1, Buchari Nurdin 2, Irwan2 1
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat 2
Dosen Program Studi Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat [email protected]
ABSTRACT
This research is conducted by students who implement PPLK should be able to make syllabus, lesson plan, prepare learning media and create a conducive atmosphere for students while studying. If not then the purpose of learning will not be achieved maximally, because too much of a teacher's task will affect student interest to become a teacher. Therefore, the purpose of this study is to determine whether there is influence of PPLK on student interest to become a teacher of Sociology in High School. Quantitative research type with ex-post facto approach. The population of all students who implement PPLK in the academic year 2016/2017 amounted to 215 students, and the sampling of purposive sampling with the number of respondents who followed 68 students. The type of data used this research is the primary data and secondary data. Methods of collecting data in the form of a questionnaire. The data obtained were analyzed using the chi square test and adapted to Career Option theory from John L. Holland. The result of research shows that there is influence of activity of PPLK (X) to the interest of becoming teacher (Y) on student based on result of chi square value data analysis is equal to 31,625 bigger than table 23.685 because chi square value bigger than ttable hence can be concluded that result the hypothesis test proves that there is influence between PPLK (Practice Experience of Education) STKIP PGRI SUMBAR to student interest to become teacher of Sociology.
Keywords: PPLK and Interest Being a Teacher.
PENDAHULUAN
Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) No.20 tahun 2003 Bab 1 pasal 1 menggariskan pengertian pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,
bangsa dan Negara (Syafril, 2012:36).
Untuk menjadi guru harus dilandasi minat, karna minat adalah kecendrungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus-menerus yang disertai dengan rasa senang. Jadi berbeda dengan perhatian, karena perhatian sifatnya sementara (tidak dalam waktu yang lama) dan belum tentu diikuti dengan perasaan senang, sedangkan minat selalu diikuti dengan perasaan senang dan dari hal tersebut diperoleh kepuasan. (Slameto, 2010:57).
Minat bisa tumbuh melalui pelatihan yang disebut dengan microteaching. Menurut Sing & Sharma dalam Arifin (2015 :17) microteaching adalah teknik pelatihan, yang mengharuskan calon guru mengajarkan konsep tunggal, menggunakan keterampilan mengajar tertentu pada kelompok kecil siswa dalam durasi waktu yang singkat.
Setelah berhasil dalam microteaching, kemudian dilanjutkan dengan PPLK (Praktik Pengalaman
Lapangan Kependidikan). Menurut A. Kadir Munsyi dalam Asril (2011:91) Program pengalaman lapangan adalah kegiatan pelatihan untuk menerapkan berbagai pengetahuan, sikap, keterampilan dalam proses pembelajaran secara utuh dan terintegrasi, sehingga setelah mereka menyelesaikan pembelajaran micro, praktik pengalaman lapangan kependidikan diharapkan mahasiswa atau calon guru menjadi guru yang profesional dan punya dedikasi tinggi dalam pengabdian.
Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 24 Maret 2017 diSTKIP PGRI Sumbar bahwa jumlah mahasiswa yang melaksanakan PPLK pada tahun ajaran 2016/2017 sebagai berikut:
Tabel 1. Mahasiswa Sosiologi PPLK TahunAjaran 2016/2017 Angkatan Jumlah Mahasiswa 2010 1 2011 2 2012 2 2013 210 Jumlah 215
Sumber: UPPLK STKIP PGRI Sumatera Barat
Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan pada tanggal 26 Oktober 2016 di SMA N 2 Batang Kapas bahwa ketika masiswa PPLK mengajar siswa, mahasiswa PPLK ada yang tidak membuat RPP, tidak menggunakan media pembelajaran bahkan suasana belajar ada yang tidak kondusif. Berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan pada tanggal 26 Oktober 2016 di SMA N 2 Batang Kapas dengan salah satu mahasiswa PPLK menyatakan bahwa mahasiswa PPLK ketika akan mengajar siswa, mahasiswa PPLK harus mampu membuat Silabus, RPP, menyiapkan
media pembelajaran dan
menciptakan suasana yang kondusif bagi siswa saat belajar. Karena terlalu banyak tugas menjadi seorang guru maka disini timbul pertanyaan sejauh mana PPLK berpengaruh terhadap minat untuk menjadi guru Sosiologi pada mahasiswa peserta PPLK? jawabannya akan diteliti dan di analisis, hasilnya akan ditulis dalam bentuk skripsi. Dengan judul
“Pengaruh PPLK (Praktik
Pengalaman Lapangan
Kependidikan) STKIP PGRI
SUMBAR Terhadap Minat
Mahasiswa Untuk Menjadi Guru Sosiologi di Sekolah Menengah Atas”
METODE PENELITIAN
Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan tipe ex-post facto karena data yang diperoleh adalah data hasil dari peristiwa yang sudah berlangsung sehingga peneliti hanya mengungkap fakta berdasarkan pengukuran gejala yang telah ada pada responden.
Pemilihan responden dilakukan dengan cara teknik “purposive sampling dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan atas strata, random atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu Arikunto (2010:183). Dimana sampel dalam penelitian ini mahasiswa yang telah melaksanakan PPLK sebanya 68 orang. Teknik pengumpulan data berupa angket dan dokumen. Unit analisis individu, Analisis data dengan uji validitas dan uji reliabilitas menggunakan program SPSS versi 16, uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov,
dan uji hipotesis menggunakan uji Chi Kuadrat. Lokasi penelitian di STKIP PGRI Sumbar. Jadwal penelitian dilakukan selamaa 2 bulan yaitu dari Juni-Juli.
HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi data yang dimaksud dalam penelitian ini adalah deskripsi pengaruh PPLK terhadap minat mahasiswa untuk menjadi guru dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2. Distribusi Frekuensi Kegiatan PPLK No Kelas Interval (F) Presentase (%) 1 17 – 18 2 2,94 % 2 19 – 20 9 13,23 % 3 21 – 22 24 35,29% 4 23 – 24 14 20,58% 5 25 – 26 12 17,64% 6 27 – 28 7 10,29% Jumlah 68
Sumber: Diolah oleh Peneliti
Gambar 2 :Distribusi Kegiatan PPLK Hasil perhitungan statistik yang diperoleh dari jumlah 68
responden dari 8 pertanyaan pada angket dengan rentang skala 1-4. Berdasarkan hasil olahan data deskriptif statistik minat untuk menjadi guru mean (rata-rata) sebesar 22,86, median sebesar 0,93, modus 10,22 standar deviasi 2,37464, varians sebesar 2,37464. Tabel 3. Distribusi Frekuensi
Minat Untuk Menjadi Guru No Kelas Interval (F) Presentase (%) 1 33 – 34 7 10,3 % 2 35 – 36 16 23,5 % 3 37 – 38 23 33,8 % 4 39 – 40 17 25 % 5 41–42 5 7,3 % Jumlah 68
Sumber: Diolah oleh Peneliti
Gambar 3 :Distribusi Minat Untuk Menjadi Guru
Hasil perhitungan statistik yang diperoleh dari jumlah 68 responden dari 12 pertanyaan pada angket dengan rentang skala 1-4. Berdasarkan hasil olahan data
0 5 10 15 20 25 30 17 – 18 19 – 20 21 – 22 23 – 24 25 – 26 27 – 28 Kegiatan PPLK 0 10 20 30 33 – 34 35 – 36 37 – 38 39 – 40 41 -42 Minat untuk menjadi
deskriptif statistik minat untuk menjadi guru mean (rata-rata) sebesar 37,35, median sebesar 37,35, modus 20,93 standar deviasi 2.064, varians sebesar 2.064.
Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 16 berikut hasil uji normalitas: Tabel 4. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test responden N 68 Normal Paramete rsa Mean 60.22 Std. Deviation 3.363 Most Extreme Differenc es Absolute .100 Positive .100 Negative -.094 Kolmogorov-Smirnov Z .821
Asymp. Sig. (2-tailed) .511
Test distribution is Normal.
Sumber: Pengolahan Data Primer 2017
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa nilai sig pada kegiatan PPLK terhadap minat menjadi guru sebesar 0,511 nilai ini lebih besar dari (α) = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan PPLK terhadap minat menjadi guru terdistribusi normal.
Setelah melakukan uji normalitas yang membuktikan bahwa minat untuk menjadi guru terdistribusi normal, maka selanjutnya dilakukan uji non parametik chi kuadrat dengan menggunakan program SPSS versi 16. Berikut hasilnya :
Tabel 5. Responden
Observed Expected Residual
53 2 4.5 -2.5 54 2 4.5 -2.5 56 6 4.5 1.5 57 3 4.5 -1.5 58 5 4.5 .5 59 12 4.5 7.5 60 8 4.5 3.5 61 9 4.5 4.5 62 4 4.5 -.5 63 6 4.5 1.5 64 3 4.5 -1.5 65 3 4.5 -1.5 66 2 4.5 -2.5 67 2 4.5 -2.5 68 1 4.5 -3.5 Total 68
Sumber : Pengolahan Data Primer 2017
Membandingkan antara x2hitung dan x2tabel, x2hitung = 31, 635 x2tabel = 23,685 karena 31, 635 x2tabel
= 23,685 maka maka Ho ditolak, sehingga keputusannya adalah PPLK STKIP PGRI Sumbar berpengaruh terhadap minat mahasiswa untuk menjadi guru Sosiologi di Sekolah Menengah Atas.
Dalam teori Pilihan Karir dari John L. Holland. Menurut pandangan Holland bahwa pemilihan dan penyesuaian karir merupakan gambaran dari kepribadian seseorang. Dimana konsep Holland mengenai suatu perkembangan karir ini tumbuh dari pengalamannya dengan individu yang sedang membuat keputusan karir (Sukardi, 1987: 81). Menurut teori pilihan karir dari John L. Holland bahwa seseorang dalam memilih pekerjaannya dipengaruhi oleh pengetahuan diri dan pengaruh luar atau lingkungan. Menurut teori ini individu dapat menentukan karir melalui gambaran dari kepribadian seseorang individu, sosial yang mendukung untuk bekerja, dan perkembangan karir tumbuh dari pengalamannya dengan individu yang sedang membuat keputusan karir. Berdasarkan teori diatas, maka mahasiswa PPLK yang memiliki
pengetahuan diri yang tinggi ataupun rendah selama ia melakaksanakan PPLK akan berpengaruh terhadap minatnya untuk menjadi guru dan juga mahasiswa yang memiliki minat ataupun tidak untuk menjadi guru dipengaruhi oleh tekanan sosial yang terjadi pada dirinya.
Dengan adanya PPLK mahasiswa akan mendapatkan pengetahuan untuk dirinya seperti bagaimana cara menjadi guru yang professional, meyusun RPP, menggunakan media pembelajaran, mengelola kelas, dan melakukan evaluasi. Jika mahasiswa tersebut merasa senang ataupun sebaliknya dalam menjalankan tugasnya maka itu akan berpengaruh terhadap minatnya untuk menjadi guru, dan minat untuk menjadi guru juga dipengaruhi oleh pengaruh dari luar yaitu dari PPLK itu sendiri, misalnya dengan adanya PPLK mahasiswa meendapatkan pengalaman secara nyata tentang pengajaran di sekolah., jika mahasiswa tersebut mendapatkan pengalaman yang bagus maupun sebaliknya itu akan mempengaruhi minatnya untuk menjadi guru.
Implikasi dari penelitian ini adalah PPLK STKIP PGRI Sumbar berpengaruh terhadap minat mahasiswa untuk menjadi guru Sosiologi di Sekolah Menengah Atas. Dengan adanya PPLK
mahasiswa mendapatkan
keterampilan dalam memberikan pelajarann. Di sini mahasiswa benar-benar dapat merasakan bagaimana menjadi guru sesungguhnya, tahu bagaimana cara menjadi guru yan professional, dan juga mahasiswa tersebut akan mendapatkan pengetahuan dan informasi tentang profesi guru.
Jika mahasiswa tersebut mendapakan pengetahuan dan informasi tentang profesi guru maka itu akan berpengaruh terhadap minatnya untuk menjadi guru. Karena Minat menjadi guru dapat timbul karena adanya informasi mengenai profesi guru yang diikuti dengan perasaan senang dan ketertarikan terhadap profesi guru. Selanjutnya dia akan memberikan perhatian yang lebih besar atau terjadi pemusatan terhadap profesi guru sehingga timbul kemauan untuk menjadi guru
KESIMPULAN
Kesimpulannya adalah terdapat pengaruh antara PPLK STKIP PGRI Sumbar terhadap minat mahasiswa untuk menjadi guru Sosiologi di Sekolah Menengah Atas.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2010. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Asril, Zainal. 2011. Micro Teaching.
Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Slameto. 2010. Belajar & Faktor-
Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: RinekaCipta. Syafril, dkk. 2012. Pengantar pendidikan. Padang: sukabina Press.