Pengetahuan dan Sikap Suami terhadap Perubahan Fisiologis dan Psikologis Istri selama Kehamilan di Klinik Bersalin Hj. Nani, S. AMKeb
Halimah Tusya Diah Harahap Staf Dosen Akbid Ika Bina Labuhanbatu
Abstrak
Kehamilan merupakan suatu anugerah yang menyenangkan bagi setiap wanita. Proses kehamilan yang dialami setiap wanita akan menimbulkan perubahan– perubahan pada fisik, maupun psikologis. Direncanakan atau tidak, calon ibu perlu mempersiapkan diri secara psikologis sejak sebelum, selama, dan sesudah kehamilan. Perubahan–perubahan fisik yang terjadi selama kehamilan, merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui, bukan oleh si wanita saja akan tetapi suami. Artinya suami selalu siap saat istri membutuhkan bantuan fisik maupun psikologis dan dapat menerima perubahan-perubahan yang terjadi pada istrinya selama kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengetahuan dan sikap suami terhadap perubahan fisiologis dan perubahan psikologis isteri selama kehamilan di klinik bersalin Hj. Nani, S. AMKeb Tahun 2018. . Desain penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah jenis deskriptif dengan pendekatan Cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh isteri yang ditemani suami saat kunjungan periksa hamil atau ANC di Klinik Bersalin Hj. Nani,S. AMKeb sebanyak 57 orang. Hasil penelitian menemukan bahwa dari responden mayoritas usia 26-30 tahun sebanyak 25 orang (43,9%),mayoritas berpendidikan SMA sebanyak 29 0rang (50,9%),mayoritas bekerja sebagai wiraswasta sebanyak 37 orang( 64,9%), dan dari segi pengetahuan mayoritas suami berpengetahuan cukup sebanyak 28 orang (49,1%), minoritas berpengetahuan baik sebanyak 10 orang (17,5%), sikap suami mayoritas positif sebanyak 54 orang (94,7%), minoritas suami bersikap negatif sebanyak 3 orang (5,3%). Diharapkan kepada suami agar lebih ikut berpartisipasi terhadap perubahan- perubahan yang dialami isteri selama kehamilan dan memberikan dukungan selama kehamilan.
Pendahuluan
Kehamilan adalah sebuah proses adalah sebuah proses ketika fetus atau lazim dikenal dengan nama embrio yang tumbuh dalam rahim hingga lahir dan selanjutnya disebut Bayi. Dalam sebuah kehamilan, Janin yang tumbuh dalam rahim ibu akan mengalami berbagai fase hingga menjadi bayi dan siap dilahirkan. Pada proses ini seluruh asupan yang didapatkan oleh jenis berasal dari Ibu oleh karena sangat penting mengetahui seluruh aspek yang dapat mendukung proses kehamilan, masa hamil sampai melahirkan.
Proses terjadinya kehamilan diawali dengan konsepsi atau proses bertemunya spermatozoa dengan sel ovum sehingga terjadi pembuahan. Jika proses berlangsung dengan sukses makan zigot atau bakal janin akan tumbuh dan berpindah dan melekat ke Uterus. Proses ini selanjutnya adalah terciptanya dinding yang melindungi rahim yang disebut palsenta. Proses kehamilan dimulai dari proses konsepsi hingga aterm atau fase awal persalinan.
Menurut WHO kematian ibu adalah kematian selama masa kehamilan atau dalam periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, akibat semua
sebab yang terkait dengan atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya, tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan atau cedera. Di Indonesia sendiri, angka kematian ibu masih cukup tinggi.
Seperti yang tertulis dalam Infodatin Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, angka kematian ibu mencapai angka 359 per 100 ribu kelahiran hidup. Meskipun cukup tinggi, tapi angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan data survei yang didapat dari SDKI tahun 1991, sebesar 390 per 100ribu kelahiran hidup.
Selama kehamilan, ibu memerlukan adaptasi dengan berbagai perubahannya terutama pada ibu yang mengalami kehamilan pertama. Secara fisik ibu hamil akan merasa letih, lesu dan sebagainya. Sedangkan secara psikologis ibu hamil akan dibayangi dan dihantui rasa cemas serta takut akan hal-hal yang mungkin akan terjadi baik pada dirinya sendiri maupun pada bayinya. Hal-hal seperti itulah yang harus diketahui oleh sang ibu dan sang ayah.
Secara umum, sang ibu akan merasakan rasa cemas akan hal-hal yang tidak dipahami karena mereka merasa tidak dapat mengendalikan tubuhnya dan kehidupan yang mereka jalani sedang berada dalam suatu proses yang tidak dapat berubah kembali. Emosi wanita yang sedang hamil juga sangatlah labil.Ia dapat memiliki reaksi yang ekstrem dan suasana hatinya kerap berubah dengan cepat. Reaksi emosional dan persepsi mengenai kehidupan juga dapat mengalami perubahan.Ibu menjadi sangat sensitif dan cenderung bereaksi berlebihan. Seorang wanita hamil akan lebih terbuka terhadap dirinya sendiri dan suka berbagi pengalaman kepada orang lain (Varney, 2006).
Menurut Badan Kesehatan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN,2001) partisipasi suami dalam kehamilan dapat ditunjukkan dengan: memberikan perhatian dan kasih sayang kepada istri., mendorong dan mengantar istri untuk memeriksakan kehamilan ke fasilitas kesehatan minimal4 kali selama kehamilan, memenuhi kebutuhan gizi bagi istrinya agar tidak terjadi anemia, menentukan tempat persalinan (fasilitas kesehatan) bersama istri sesuai dengan kemampuan dan kondisi masingmasing
daerah, melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan sedini mungkin bila terjadi hal-hal yang menyangkut kesehatan selama kehamilan (perdarahan, eklampsi dan lain-lain), menyiapkan biaya persalinan
Penerimaan terhadap kehamilan pada 3 bulan pertama kebanyakan ibu bingung, lebih kurang 80% mengalami kekecewaan, penolakan, depresi dan kesedihan. Emosi ibu hamil berubah-ubah kadang gembira dalam beberapa detik bisa menangis tersedu sedu, sedíh tanpa sebab yang jelas (7). Perubahan fisik dan psikologis yang terjadi pada wanita hamil meningkatkan dependency need, kebutuhan akan perhatian yang lebih besar, keinginan memastikan bahwa bantuan yang dibutuhkan telah tersedia, dan keinginan akan keterlibatan teman dan keluarga. Faktor yang dapat mengurangi kecemasan yang terjadi pada wanita yang akan melahirkan adalah adanya dukungan keluarga dapat dari suami, keluarga atau saudara lainnya, orang tua, dan mertua.
Peran Suami saat istri hamil adalah SIAGA (Siap antar jaga). artinya suami selalu siap saat istri membutuhkan bantuan fisik maupun psikologis, seperti saat muntah atau
membantu tugas rumah tangga. suami juga bertugas mengantarkan istri untuk memeriksakan kandungannya dan saat istri ingin melahirkan. dan suami juga harus menjaga kesehatan istri dan kandungannya. Suami sebaiknya tidak membuat masalah dalam komunikasi. Jangan membuat emosi istri terganggu. Misalnya, marah atau bertengkar. Buatlah istri selalu dalam emosi positif. Saat hamil, istri mungkin akan lebih sensitif, jadi suami juga harus maklum. Jangan memancing hal-hal yang bisa membuat istri marah atau sedih/tertekan, karena bisa memengaruhi kandungan. Hindari segala sesuatu yang bersifat abuse, baik fisik maupun mental, termasuk dalam hal berbicara. Suami harus berempati. Misalnya, membantu pekerjaan rumah, dan sebagainya. (Manuaba,1999)
Dari hasil studi pendahuluan di Klinik Bersalin Hj. Nani, S.AMKeb paa tanggal 12 – 15 April 2018 terdapat 10 ibu hamil yang diantar oleh suaminya. Hasil wawancara terhadap suami yang mengantar istrinya periksa kehamilan menunjukkan bahwa 8 orang suami tidak mengetahui apa yang harus diperhatikan terhadap ibu yang sedang hamil. Padahal partisipasi suami saat kehamilan
sangatlah penting dan dapat membuat ketenangan jiwa ibu hamil. Selama kehamilan, ibu memerlukan adaptasi dengan berbagai perubahannya terutama pada ibu yang mengalami kehamilan pertama.
Oleh karena penjelasan diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai pengetahuan dan sikap suami terhadap perubahan fisiologis dan perubahan psikologis istri selama kehamilan.
Kerangka Konsep Penelitian
Adapun yang menjadi kerangka konsep penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Gambar 1. Kerangka Konsep
Metode Penelitian
Desain Penelitian
Desain penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah jenis deskriptif dengan pendekatan Cross sectional (Penelitian yang dilakukan hanya sekali saja) yakni bertujuan untuk
Pengetahuan n
Perubahan fisiologis
dan perubahan psikologis isteri selama kehamilan
Tindakan Sikap
mengetahui pengetahuan dan sikap suami terhadap perubahan fisiologis dan perubahan psikologis isteri selama kehamilan di Klinik Bersalin Hj.Nani, S. AMKeb tahun 2018.
Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh isteri yang ditemani suami saat kunjungan periksa hamil atau ANC di Klinik Bersalin Bidan Nurhalma Hasibuan Tembung sebanyak 67 orang dari Agustus sampai November 2010. 2. Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi. Besarnya sampel dalam peneliti adalah:
N = Besarnya populasi
d = Penyimpangan terhadap populasi atau derajat ketepatan yang diinginkan. Besarnya 0, 05 (Nursalam, 2008 hlm. 92).
Berdasarkan rumus di tersebut, maka dicari besar sampel adalah
57, 38
Jadi besar sampel dalam penelitian ini adalah 57 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan accidental sampling, di mana cara pengambilan sampel dilakukan dengan kebetulan bertemu, maka sampel tersebut diambil dan langsung dijadikan sebagai sampel utama (Hidayat, 2010).
Lokasi dan Waktu Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ini dilakukan di Klinik Bersalin Hj. Nani, S. AMKeb
Tahun 2018 dengan alasan karena lokasi penelitian dekat dengan rumah peneliti sehingga akan memudahkan peneliti dalam pengumpulan data.
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan mulai April sampai September 2018.
Hasil dan Pembahasan
Untuk mengidentifikasi pengetahuan dan sikap suami terhadap perubahan fisiologis dan perubahan psikologis isteri selama kehamilan peneliti menggunakan kuesioner yang berisikan 10 pertanyaan pengetahuan dan 10 pernyataan sikap.Berikut ini akan dijabarkan mengenai hasil penelitian tersebut yaitu karakteristik responden, pengetahuan dan sikap suami terhadap perubahan fisiologis dan psikologis isteri selama kehamilan.
Tabel 5.1
Distribusi Responden Berdasarkan Karakteristik Suami Terhadap Perubahan Fisiologis dan Psikologis
Isteri Selama Kehamilan di Klinik Bersalin Hj. Nani, S. AMKeb Tahun
No Karakteristik f % 1 Umur 1. 2. 3. 4. 5. 20 – 25 Tahun 26 – 30 Tahun 31 – 35 Tahun 36 – 40 Tahun >40 Tahun 21 25 5 4 2 36,8 43,9 8,8 7,0 3,5 Total 57 100,0 2 Pendidikan 1. 2. 3. 4. 5. SD SMP SMA DIPLOMA S1 1 15 29 4 8 1,8 26,3 50,9 7,0 14,0 Total 57 100,0 3 Pekerjaan 1. 2. 3. 4. Pegawai Negri Pegawai Swasta Wiraswasta TNI 9 10 37 1 15,8 17,5 64,9 1,8 Total 57 100,0
Tabel 5.1 menunjukkan bahwa mayoritas responden 43,9 % (25 orang) adalah berusia 26 – 30 tahun.Tingkat pendidikan mayoritas responden 50,9 %
(29 orang) adalah SMA dan mayoritas pekerjaan responden 64,9 % (37 orang) adalah wiraswasta.
Tabel 5.2
Distribusi Responden Pertanyaan Pengetahuan Suami terhadap Perubahan Fisiologis dan Psikologis
Isteri Selama Kehamilan di Klinik Bersalin Hj. Nani, S, AMKeb Tahun
2018
No
Pertanyaan Pilihan Jawaban Benar Salah
F % f
%
1 Menurut bapak,apakah yang
dimaksud dengan
kehamilan?
35 61,4% 2 2
38,6%
2 Manurut bapak,dibawah ini yang merupakan tanda – tanda pasti kehamilan?
17 29,8% 4 0
70,2%
3 Menurut bapak,perubahan-perubahan fisik apa saja yang dialami ibu selama kehamilan,kecuali?
20 35,1% 3 7
64,9%
4 Menurut bapak,mengapa kebutuhan nutrisi ibu harus ditingkatkan pada masa kehamilan?
18 31,6% 3 9
68,4%
5 Menurut bapak,mengapa ibu hamil usia kehamilan diatas 7 bulan sering buang air kecil?
37 64,9% 2 0
35,1%
6 Menurut bapak.pada 3 bulan pertama kehamilan bagaimana nafsu seksual ibu? 26 45,6% 3 1 54,4% 7 Menurut bapak,selama kehamilan ibu membutuhkan dukungan dari siapa? 45 78,9% 1 2 21,1% 8 Menurut bapak,selama kehamilan bagaimana kondisi kejiwaan ibu? 40 70,2% 1 7 29,8% 9 Menurut bapak,mengap a pada trimester akhir ibu hamil menjadi cemas? 36 63,2% 2 1 36,8% 10 Menurut bapak,mengap a pada saat kehamilan ibu hamil cenderung lebih sensitive? 25 43,9% 3 2 56,1%
Berdasarkan hasil pilihan jawaban pengetahuan suami, didapati bahwa suami yang banyak menjawab pertanyaan yang benar pada pertanyaan nomor 7 ada 45 orang (78,9 %),dan didapati suami yang sedikit menjawab pertanyaan yang benar pada pertanyaan nomor 2 ada 17 orang (29,8%). Sedangkan suami yang banyak menjawab salah pada pertanyaan nomor 2 ada 40 orang (70,2%),dan didapati suami yang sedikit menjawab salah pertanyaan nomor 7 ada 12 orang (21,1%).
Tabel 5.3
Distribusi Responden Berdasarkan Pengetahuan Suami terhadap Perubahan Fisiologis dan Psikologis
Isteri selama Kehamilan di Klinik Bersalin Bidan Nurhalama Tembung
Tahun 2011 No Pengetahuan Responden f % 1. Baik 10 17,5 2. Cukup 28 49,1 3. Kurang 19 33,3 Total 57 100,0
Tingkat pengetahuan suami terhadap perubahan fisiologis dan psikologis isteri selama kehamilan di klinik bersalin bidan Nurhalma terdiri dari tiga kategori yaitu baik,cukup,kurang.Dari tabel terlihat bahwa mayoritas responden suami memiliki tingkat pengetahuan cukup sebanyak 28 orang (49,1%) dan minoritas responden suami memiliki pengetahuan baik sebanyak 10 orang (17,5%).
Sikap Suami Terhadap Perubahan
Fisiologis dan Psikologis Isteri Selama
Kehamilan
Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau objek.Sikap secara
nyata menunjukkan adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulis tertentu.
Tabel 5.4
Distribusi Responden Pernyataan Sikap Suami terhadap Perubahan Fisiologis dan Psikologis Isteri selama
Kehamilan di Klinik Bersalin Hj. Nani, S, AMKeb Tahun 2018
No Pernyataan Pilihan Jawaban
Setuju Ragu-ragu
Tidak setuju
f % F % f %
1. Bila suami sibuk suami tidak harus menemani isteri periksa kehamilan ke tenaga kesehatan 18 3 1 , 6 % 1 4 24, 6% 25 43,9%
2. Apabila ibu hamil ingin makan sesuatu yang aneh (ingidam) suami akan memenuhi keinginannya itu. 53 9 3 , 0 % 2 3,5 % 2 3,5% 3. Selama kehamilan suami membantu isteri mengerjakan pekerjaan rumah tangga. 47 8 2 , 5 % 1 1,8 % 9 15,8% 4. Selama kehamilan suami akn menganjurkan isteri memakai pakaian yang longgar. 48 8 4 , 2 % 2 3,5 % 7 12,5% 5. Selama kehamilan suami akan melarang isteri untuk banyak minum agar tidak kencing-kencing terus 21 3 6 , 8 % 2 3,5 % 34 59,6% 6. Selama kehamilan payudara ibu akan mengalami perubahan bentuk 18 3 1 , 6 1 3 22, 8% 26 45,6%
karena persiapan laktasi oleh karena itu suami akan menganjurkan memakai BH yanf ketat agar payudara tidak turun nanti.
%
7. Selama kehamilan ibu harus banyak makan-makanan bergizi. 37 6 4 , 9 % 8 14, 0% 12 21,1% 8. Selama kehamilan suami harus menjadi suami siaga. 36 6 3 , 2 % 7 12, 3% 14 24,6% 9. Selama kehamilan isteri suami akan mendukung dan memberi kebutuhan. 37 6 4 , 9 % 1 2 21, 1% 8 14,0% 10. Bila isteri mengalami susah BAB suami akan menganjurkan isteri minum obat pencahar. 18 3 1 , 6 % 1 3 22, 8% 26 45,6%
Berdasarkan hasil pilihan jawaban sikap suami, didapat bahwa suami yang banyak menjawab pernyataan setuju pada nomor 2 ada 53 orang (93 %), dan didapat suami yang sedikit menjawab pernyataan setuju pada nomor 1,6 dan 10 ada 18 orang (31,6%). Didapat bahwa suami yang banyak menjawab pernyataan ragu-ragu pada nomor 1 ada 14 orang (24,6 %),dan didapat suami yang sedikit menjawab
pernyataan ragu-ragu pada nomor 3 ada 1 orang (1,8%). Sedangkan suami yang banyak menjawab pernyataan tidak setuju pada nomor 5 ada 34 orang (59,6 %), dan didapat suami yang sedikit menjawab pernyataan tidak setuju pada nomor 2 ada 2 orang (3,5%).
Distribusi Responden Berdasarkan Sikap Suami terhadap Perubahan Fisiologis dan Perubahan Psikologis Isteri selama Kehamilan di Klinik Bersalin Hj. Nani, S.AMKeb
Tahun 2018
No Sikap Responden f %
1. Positif 54 94,7
2. Negatif 3 5,3
Total 57 100.0
Sikap responden suami terhadap perubahan fisiologis dan perubahan psikologis isteri selama kehamilan di Klinik Bersalin Bidan Nurhalma yaitu sikap positif dan sikap negatif. Dari table terlihat mayoritas responden suami memiliki sikap positif sebanyak 54 orang (94,7%) dan minoritas responden memiliki sikap negatif sebanyak 3 orang (5,3%).
B. Pembahasan
Pengetahuan Suami Terhadap Perubahan Fisiologis dan Psikologis Isteri selama kehamilan.
Hasil penelitian tentang pengetahuan dan sikap suami terhadap perubahan fisiologis dan perubahan psikologis isteri selama kehamilan di Klinik Bersalin Hj. Nani, S. AMKeb, sebagian besar responden yaitu 25 orang (49,1%) memiliki tingkat pengetahuan cukup. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden sudah mengerti dan memahami tentang perubahanan fisiologis dan perubahan psikologis yang dialami isteri. Responden juga mengetahui penyebab perubahan dan cara mengatasi perubahan – perubahan yang terjadi baik perubahan fisiologis maupun perubahan psikologis.
Dikatahui bahwa 19 orang (33,3%) memiliki tingkat pengaetahuan yaitu kurang.Hal ini menunjukkan bahwa respomden masih ada yang belum mengerti tentang perubahan- perubahan fisiologis dan psikologis yang dialami isteri selama kehamilannya.hal ini sesuai dengan pendapat BKKBN (2000) ,kurangnya partisipasi suami dalam kesehatan reproduksi yang masih sangat rendah karena suami merupakan partner
atau pasangan dalam proses reproduksi,sehingga beralasan apabila suami isteri berbagi tanggung jawab dan peranan secara seimbang untuk mencapai kesehatan reproduksi dan kehamilan suami juga bertanggunmg jawab secara sosial,moral dan ekonomi dalam membangun keluarga.
Sikap suami terhadap perubahan
fisiologis dan psikologis isteri selama
kehamilan
Berdasarkan dari hasil penelitian tentang sikap suami terhadap perubahan fisiologis dan perubahan psikologis isteri selama kehamilan di Klinik Bersalin Hj. Nani, S. AMKeb Tahun 2018, diperoleh sebagian besar responden yaitu 54 orang (94,7%) memiliki sikap positif. Hasil penelitian ini didukung oleh pendapat (Notoadmojdo, dalam Saragih, 2009) yang menyatakan bahwa sikap demikian dapat merupakan sikap sementara dan segera berlalu akan tetapi dapat pula merupakan sikap yang bertahan lama.
Mubarak (2007) menyatakan bahwa sikap positif di pengaruhi oleh: orang lain, pengalaman, media massa dan faktor emosi dapat mempengaruhi pembentukan sikap. Suami merasa siap dalam menghadapi kehamilan isterinya
dan segala perubahan- perubahan yang menyertai kehamilan tersebut sehingga suami bisa menerima keadaan dan mencari cara untuk mengatasi semua perubahan. Suami menerima Isteri yang sedang mengalami perubahan fisiologis dan psikologis dengan cara meluangkan waktu lebih dan memberikan perhatian extra selama kehamilannya untuk membuktikan bahwa kehamilan isteri adalah hal penting, peduli terhadap setiap masalah yang dihadapi isteri.Suami memberi suport atau dukungan pada isteri yang mengalami perubahan fisiologis dan psikologis, memberikan pujian untuk setiap perubahan fisik yang dialami isteri.
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Dari hasil penelitian ”Pengetahuan dan Sikap Suami terhadap Perubahan Fisiologis dan Perubahan Psikologis Isteri selama Kehamilan di Klinik Bersalin Hj. Nani, S, AMKeb Tahun 2018.” maka dapat ditarik keimpulan sebagai berikut :
1. Mayoritas responden dari segi karakteristik tentang perubahan fisiologis dan perubahan psikologis isteri selama
kehamilan bahwa berdasarkan umur sebagian besar responden 25 orang (43,9%) pada rentang usia 26-30 tahun. Sedangkan sebagian besar pekerjaan responden sebanyak 37 orang (64,9%) adalah wiraswasta. Serta berdasarkan pendidikan, sebagian besar responden 29 orang (50,9%) responden berpendidikan SMA.
2. Mayoritas responden dari segi pengetahuan tentang perubahan fisiologis dan perubahan psikologis isteri selama kehamilan adalah cukup sebanyak 28 orang (49,1%). 3. Mayoritas responden dari segi
sikap tentang perubahan fisiologis dan perubaahn psikologis isteri selama kehamilan menunjukkan bahwa responden mempuyai sikap yang positif yaitu sebanyak 54 orang (94,7%).
Saran
Adapun saran pada penelitian ini yaitu: 1. Untuk masyarakat
Masyarakat khususnya para suami yang mempunyai istri yang sedang hamil agar lebih
menerima dan memberikan dukungan selama kehamilan terutama menghadapi perubahan fisiologis dan psikologis isteri selama kehamilan.
2. Praktek pelayanan kebidanan Diharapkan dapat memberikan informasi dan pelayanan yang terbaik khususnya pada ibu hamil yang sedang mengalami perubahan fisiologis dan perubahan psikologis selama kehamilan.
3. Peneliti lanjut
Peneliti lainnya yang ingin meneliti tentang perubahan fisiologis dan perubahan psikologis selama kehamilan, agar melanjutkan secara lebih spesifik dengan variabel yang lebih bervariasi (lainnya) atau peneliti diharapkan dapat meneliti dengan cara observasi langsung agar dapat lebih melihat pengetahuan dan sikap suami terhadap perubahan fisiologis dan perubahan psikologis isteri selama kehamilan.
Daftar Pustaka
Arikunto, S. (2006). Penelitian Suatu Prosedur Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta
Cunningham, G,F., Norman F,G., Kathreni D,W. (2006). Obstetri Wiliams. Jakarta : EGC
Ernawati, K. (2009). Perilaku Suami dalam Merawat Ibu Nifas Di Kelurahan Tanah Enam Ratus
Kecamatan Medan
Marelan.Medan : USU.
Farrer, H. (1999). Perawatan Maternitas. Jakarta : EGC
Hani, U., Jiarti, K,M.,Rita, Y. (2010). Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan Fisiologis. Jakarta :
Hidayat, A.A. (2010). Metode Penelitian Kebidanan Teknik Analisis Data. Jakarta : Salemba Medika.
Manuaba, I.G.B. (1999). Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta : Arcan.
Manik, M., Nur, A., Nur, A. (2010). Panduan Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Medan : tidak dipublikasikan.
Musbikin, I. (2005). Panduan Bagi Ibu Hamil Dan Melahirkan. Yogyakarta : Mitra Pustaka. Notoadtmojo, S. (2007). Promosi
Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka Cipta.
Nursalam. (2008). Konsep dan
Penerapan Metodologi
Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Prawirohardjo, S. (2006). Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Rukiyah, A,Y., Lia, Y., Maemunah., Lilik, S. (2009). Asuhan Kebidanan I (Kehamilan). Jakarta : Trans Info Media. Saragih. (2009). Pengetahuan dan Sikap
Keluarga Pasien Dalam Menghadapi Pasien Gangguan Jiwa di RSJ Provsu. Fakultas Keperawatan. USU.
Setiadi. (2007). Konsep Dan Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Sulistyawati, A. (2009). Asuhan
Kebidanan Pada Masa
Kehamilan. Jakarta: Salemba Medika.
Sudjana. (2005). Metode Statistika. Bandung : Tarsito
Suyanto, Ummi, S. (2009). Riset Kebidanan Metodologi dan Aplikasi. Yogyakarta : Mitra Media Press.
Varney,H. (2007). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Volume 1. Jakarta : EGC