• Tidak ada hasil yang ditemukan

CATATAN MONEV SOSIALISASI HASIL UJI COBA CBT BIDAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "CATATAN MONEV SOSIALISASI HASIL UJI COBA CBT BIDAN"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

CATATAN MONEV

SOSIALISASI HASIL UJI COBA CBT BIDAN

Jakarta, 22 Desember 2011

Catatan Umum Kegiatan :

 Sebelum kegiatan dimulai sudah banyak peserta yang hadir di tempat kegiatan. Peserta datang dan mengisi daftar hadir, database dan menyerahkan tiket, surat tugas dan SPPD kepada sekretariat. Meskipun demikian cukup banyak pula peserta yang terlambat masuk ke ruangan sehingga acara dimulai terlambat.

 Kegiatan dimulai sedikit terlambat yaitu pukul 10.30, lebih lambat setengah jam dari jadwal. Salah satu faktor penyebabnya adalah cukup banyak peserta yang mengalami kesulitan mencari lokasi acara. Meskipun demikian acara dapat diselesaikan lebih awal dari jadwal yaitu selesai pada pukul 15.00.

 Persentase peserta yang hadir pada acara ini cukup baik. Dari 55 undangan, hadir sebanyak 51 peserta yang terdiri dari Kaprodi Kebidanan dan stakeholders. Adapun peserta yang tidak hadir adalah perwakilan dari STIKES Aisyiyah Yogyakarta, POLTEKKES Manado, AKBID Budi Kemuliaan, dan STIKES MH Thamrin.

 Selama proses diskusi, banyak peserta yang terlihat antusias dan semangat dalam mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dalam menentukan rencana tindak lanjut terkait hasil uji coba CBT yang telah dilakukan.

 Pemimpin sidang dan tim uji coba yang hadir dalam kegiatan sangat akomodatif dalam pemaparan hasil uji coba, menjawab pertanyaan peserta dan mengkoordinasikan diskusi serta pleno. Selain itu pembagian hasil uji coba dapat dikoordinasikan dengan lancar. Terdapat 4 institusi yang tidak hadir sehingga belum mendapatkan hasil uji coba.

Detail Monitoring dan Evaluasi Kegiatan :

MONITORING EVALUASI REKOMENDASI

ASPEK INPUT Peserta Pertemuan

1. Peserta yang dilibatkan dalam sosialisasi ini adalah perwakilan dari institusi pendidikan kebidanan dan stakeholder yang terlibat dalam penyelenggaraan uji kompetensi tenaga kesehatan seperti ketua AIPKIND, ketua IBI, dan ketua MTKI

2. Secara umum participation rate dari kegiatan ini sebanyak 92% dengan 4 institusi yang tidak hadir sehingga belum dapat menerima hasil uji coba.

1. Agar sosialisasi hasil uji coba ini dapat bermanfaat tidak hanya untuk peserta uji coba, tetapi juga untuk institusi pendidikan kebidanan lainnya, peserta diharapkan dapat berbagi hasil uji coba ini kepada institusi-institusi lainnya.

2. Sebaiknya sebelum pelaksanaan kegiatan dipastikan dengan benar RSVP perwakilan institusi untuk mengambil hasil uji coba untuk menjamin hasil tersebut segera sampai ke institusi.

(2)

ASPEK PROSES

Proses Diskusi

1. Penjelasan pertama yang diberikan kepada peserta sosialisasi adalah tentang arah program komponen 2. Materi ini disampaikan oleh Sekretaris Eksekutif Proyek.

2. Materi yang disampaikan adalah hasil uji coba CBT bidan secara keseluruhan. Peserta aktif dalam mendengarkan dan memberikan pertanyaan kepada pemberi materi. Selain itu diberikan pula presentasi untuk mengingatkan kembali akan blueprint uji kompetensi serta pemaparan mengenai cara interpretasi laporan hasil uji coba yang diberikan ke setiap institusi.

3. Secara umum, proses diskusi berjalan lancar. Hasil diskusi dipresentasikan oleh setiap kelompok dalam pleno. Pada saat pleno, peserta banyak yang berbicara sendiri sehingga harus ditenangkan oleh narasumber.

1. Arahan sangat membantu bagi peserta untuk memahami program komponen 2 secara garis besar sehingga mendapatkan gambaran yang menyeluruh mengenai kegiatan proyek.

2. Untuk memperlancar kegiatan sosialisasi dan agar peserta lebih memahami materi sosialisasi, akan lebih baik jika sebelumnya peserta sudah memiliki hardcopy materinya. Dan materi bisa diberikan pada saat registrasi peserta. Pemaparan interpretasi laporan merupakan hal yang penting agar peserta tidak salah dalam memahami laporan yang diberikan.

3. Dari pleno yang disampaikan peserta, tampak peserta sudah memahami rencana tindak lanjut yang perlu dilakukan dalam meningkatkan sistem pendidikan di institusi masing-masing agar mampu mendapatkan hasil yang baik dalam ujian kompetensi. Sebaiknya peserta lebih memperhatikan presentasi agar dapat mempelajari pula langkah-langkah tindak lanjut yang disepakati oleh institusi-institusi lainnya

ASPEK OUTPUT Output

Pertemuan

1. Output kegiatan sosialisasi telah tercapai dengan baik. Dari hasil diskusi dan pleno tampak bahwa peserta sudah memahami bahwa hasil uji coba yang masih di bawah standar perlu ditindaklanjuti dengan penguatan mutu pendidikan di institusi baik dari segi input maupun proses.

2. Peserta belum ada yang mengajukan diri menjadi CBT center namun antusiasme ditunjukkan dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai persyaratan CBT

1. Hasil uji coba yang diberikan kepada setiap institusi perlu ditindaklanjuti dengan peningkatan kesadaran institusi dalam pengelolaan kurikulum, lebih berpartisipasi dalam pembuatan soal, serta perbaikan dalam pelaksanaan program pendidikan.

2. Diharapkan setelah pertemuan ini institusi lebih antusias dalam mendirikan CBT center untuk menunjang pelaksanaan uji

(3)

center agar institusi dapat memenuhi persyaratan tersebut sebelum mengajukan diri.

kompetensi ke depannya.

Dalam rangka menjaring feedback peserta untuk mengevaluasi beberapa aspek substansi dan teknis dari pelaksanaan workshop, tim monev telah menyebarkan kuesioner tingkat persepsi kepada seluruh peserta workshop. Dari 55 kuesioner yang disebarkan kepada peserta, 53 kuesioner terkumpul kembali untuk selanjutnya diolah dan dianalisis.

Tingkat persepsi dinilai terhadap parameter substansi dan teknis sesuai dengan yang tertera pada tabel di bawah ini, dengan skala likert 1 – 4, dimana angka 1 menunjukkan keadaan (saat ini) yang paling tidak sesuai dengan yang diharapkan dan angka 4 menunjukkan keadaan (saat ini) yang paling sesuai dengan yang diharapkan.

PARAMETER SUBSTANSI TINGKAT PERSEPSI

A Uji kompetensi sebagai exit exam adalah kebijakan yang tepat untuk memastikan bahwa pembinaan terhadap re-taker uji kompetensi masih menjadi tanggung jawab institusi pendidikan

1 2 3 4

B Uji kompetensi dengan CBT applicable untuk diterapkan di semua institusi pendidikan bidan yang ada di Indonesia

1 2 3 4

C Uji kompetensi CBT mampu menilai knowledge dan skills peserta uji kompetensi secara komprehensif

1 2 3 4

D Uji kompetensi dengan metode CBT dinilai lebih efektif dibandingkan dengan uji tulis

1 2 3 4

E Institusi telah memahami pentingnya uji coba uji kompetensi dan memahami prosedur uji coba secara komprehensif

1 2 3 4

F Sarana dan prasarana CBT di tiap institusi telah disiapkan dengan baik 1 2 3 4

PARAMETER TEKNIS TINGKAT PERSEPSI

G TOR dan arahan pada awal acara memberikan big picture mapping

pelaksanaan acara dan target yang hendak dicapai 1 2 3 4

H Metode pelaksanaan (kuliah, diskusi interaktif dan diskusi kelompok)

dinilai efektif dalam menghasilkan output sesuai target 1 2 3 4

I Output acara telah optimal dan sesuai dengan yang diarahkan pada TOR 1 2 3 4

J Responsiveness pelayanan yang diberikan oleh panitia telah optimal 1 2 3 4

(4)

Dari 53 kuesioner yang kembali, berikut adalah hasil rekapitulasi dari tingkat persepsi peserta terhadap pelaksanaan sosialisasi hasil uji coba CBT bidan.

Hal yang cukup jelas terlihat dari grafik diatas adalah bervariasinya persepsi peserta terhadap persiapan sarana dan prasarana CBT di setiap institusi. Dari 53 peserta, ada 14 peserta yang tingkat persepsinya paling tidak sesuai dan 20 peserta yang menjawab tidak sesuai dengan pernyataan tersebut. Hal ini dapat terjadi karena ada beberapa institusi yang merasa belum siap untuk menyediakan fasilitas berupa unit komputer untuk pelaksanaan uji kompetensi dengan CBT dan selain itu institusi juga belum memahami persyaratan teknis apa saja yang diperlukan untuk menjadi CBT center. Meskipun demikian sebagian besar peserta menganggap uji kompetensi dengan CBT applicable untuk diterapkan di semua institusi pendidikan bidan yang ada di institusi.(poin B). Sebagian besar peserta juga telah memahami uji kompetensi sebagai exit exam, metode CBT lebih efektif dibandingkan ujian tulis, serta pentingnya uji coba uji kompetensi.

Hampir semua parameter teknis dinilai dengan sesuai dan sangat sesuai oleh peserta. Akan tetapi, pada poin yang berkaitan dengan TOR dan arahan yang diberikan pada awal workshop, ada beberapa peserta yang menyatakan cukup sesuai dalam memberikan big picture mapping pelaksanaan workshop dan target yang hendak dicapai.

Hasil evaluasi dan rekomendasi yang diberikan oleh monev CPCU terhadap kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi input bagi stakeholders terkait uji coba CBT bidan dalam melakukan persiapan CBT bidan tahun 2012. Dengan sosialisasi hasil uji coba CBT terhadap calon lulusan Bidan, diharapkan hasil tersebut dapat menjadi feedback bagi setiap institusi yang terlibat untuk meningkatkan kualitas lulusannya dengan penguatan sistem pendidikan

0 5 10 15 20 25 30 35 40 A B C D E F G H I J K 1 2 1 2 3 14 0 0 1 1 0 6 11 9 2 4 20 8 6 7 2 5 28 18 35 23 23 14 26 27 33 27 15 23 28 14 31 28 11 25 26 18 28 39

Tingkat Persepsi Terhadap Sosialisasi Hasil Uji Coba

CBT Bidan

(5)

di institusi masing-masing. Selain itu, uji coba ini dapat berfungsi untuk memberi gambaran tentang uji kompetensi sebenarnya bagi peserta uji coba yang dilibatkan.

Jakarta, 24 Desember 2011

Syeida Handoyo Asisten Monev Program Proyek HPEQ

Referensi

Dokumen terkait