7
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi
Definisi sistem berkembang sesuai dengan konteks dimana pengertian sistem itu digunakan. Berikut akan diberikan beberapa definisi sistem secara umum ( Hanif Al Fatta, 2007 : 3 ) :
1. Kumpulan dari bagian - bagian yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama.
2. Sekumpulan objek - objek yang saling berelasi dan berinteraksi serta hubungan antar objek bisa dilihat sebagai satu kesatuan yang dirancang untuk mencapai satu tujuan.
Dengan demikian, secara sederhana sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur atau variabel – variabelyang saling terorganisasi, saling berinteraksi, dan saling bergantung satu sama lain.
2.2 Definisi Informasi
Informasi tanpa adanya data maka informasi tersebut tidak akan terbentuk. Begitu pentingnya peranan data dalam terjadinya suatu informasi yang berkualitas. Keakuratan data sangat mempengaruhi terhadap keluaran informasi yang akan terbentuk.
Dalam hal ini antara data dan informasi erat kaitanya dalam sistem, seperti yang dikemukakan oleh Jogiyanto (2005 : 08) :
“ informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya”
Sedangkan menurut Kusrini dan Andri Koniyo (2007 : 07), pengertian informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi
8
pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi.
2.3 Definisi Sistem Informasi
Untuk memahami pengertian sistem informasi. Harus dilihat keterkaitan antara data dan informasi sebagai entitas penting pembentuk sistem sistem informasi. Data merupakan nilai, keadaan, atau sifat yang berdiri sendiri lepas dari konteks apapun. Sementara informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berarti bagi penerimanya, dan bermanfaat dalam pengambilam kepeutusan ini atau mendatang. Sistem informasi dapat diartikan sebagai suatu alat untuk menyajikan informasi dengan cara sedemikian rupa, sehingga bermanfaat bagi penerimanya. ( Hanif Al Fatta, 2007 : 09 ).
2.4 Rekayasa Perangkat Lunak
Perangkat lunak di definisikan sebagai berikut :
1. Instruksi – instruksi ( program komputer ) yang biasa dijalankan akan memberikan fungsi dan bentuk kerja yang diharapkan.
2. Struktur data yang memungkinkan program untuk memanipulasi informasi yang memadai.
3. Dokumen – dokumen yang menjelaskan operasi dan penggunaan program – program.
Rekayasa perangkat lunak ( software engineering ) merupakan pembangunan dengan menggunakan prinsip – prinsip atau konsep rekayasa perangkat lunak yang bernilai ekonomi yang dipercaya dan bekerja secara efisien menggunakan mesin. (Rosa A.S – M.Shalahudin, 2011 : 04)
2.5 Metode Waterfall
Menurut Rosa A.S – M.Shalahuddin,(2011 : 26). Model SDLC air terjun (waterfall) sering juga disebut model sekuensial linier ( sequential linier ) atau alur hidup klasik (classic life cycle). Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisis, desain, pengodean, pengujian, dan tahap pendukung (support).
9
Model ini mengusulkan tentang sebuah pendekatan kepada perkembangan software yang sistematik dan sekuensial yang mulai pada tingkat dan kemajuan sistem pada seluruh analisis, desain, kode, pengujian, dan pemeliharaan.
Requirement Analysis Design Coding Testing Maintenance
Gambar 2.1 Metode Waterfall [Rosa A.S – M.Shalahuddin]
Teknik analisis data dalam pembuatan aplikasi menggunakan paradigma waterfall, yang meliputi beberapa proses diantaranya :
a. System Engineering ( Rekayasa Sistem )
Merupakan bagian dari sistem yang terbesar dalam pengerjaan suatu proyek, dimulai dengan menetapkan berbagai kebutuhan dari semua elemen yang diperlukan sistem.
b. Analysis ( Analisa Kebutuhan )
Merupakan tahap menganalisis hal – hal yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek pembuatan perangkat lunak.
c. Design ( Desain )
Tahap penerjemahan dari data yang dianalisis kedalam bentuk yang mudah di mengerti oleh user.
10 d. Code ( Pengodean )
Tahap penerjemahan data atau pemecahan masalah yang telah di rancang ke dalam bahasa pemprograman tertentu.
e. Testing ( Pengujian )
Merupakan tahap pengujian terhadap perangkat lunak yang dibangun.
f. Maintenance ( pemeliharaan )
Tahap akhir dimana suatu perangkat lunak yang sudah selesai dapat mengalami perubahan – perubahan atau penambahan ( pengembangan ).
2.6 Analisis Sistem dan Pengembangan Sistem
Analisis sistem didefinisikan sebagai “ bagaimana memahami dan menspesifikasi dengan detail apa yang harus dilakukan oleh sistem ” ( Hanif Al Fatta, 2007 : 24). Tahapan analisis adalah tahapan dimana sistem yang sedang berjalan dipelajari dan sistem pengganti diusulkan. Tujuan utama dari analisis adalah untuk memahami dan mendokumentasikan kebutuhan bisnis dan persyaratan dari sistem baru ( Hanif Al Fatta, 2007 : 27 ). Tahapan analisis akan menentukan masalah apa yang harus di selesaikan pada organisasi atau perusahaan. Analisis sistem merupakan tahap awal dari pengembangan sistem yang menjadi fondasi menentukan keberhasilan sistem informasi yang dihasilkan nantinya.
Kegiatan analisis sistem adalah kegiatan untuk melihat sistem yang sudah berjalan, melihat bagian mana yang bagus dan tidak bagus, dan kemudian mendokumentasikan kebutuhan yang akan dipenuhi dalam sistem yang baru. Hal tersebut terlihat sederhana, namun sebenarnya tidak . banyak hambatan yang akan ditemui dalam proses tersebut. ( Rosa A.S – M.Shalahudin, 2011 : 16 )
Pada banyak proyek sistem informasi, proses analisis dan desain seringkali berjalan bersama – sama. Jadi selama kegiatan analisis, kegiatan desain
11
juga dilakukan. Hal ini dilakukan Karena pada banyak kasus, user sering kesulitan untuk mendefinisikan kebutuhan sistem yang mereka inginkan, jika mereka telah melihat gambar rancangan yang baru, khususnya rancangan antarmuka ( interface ). ( Rosa A.S – M.Shalahudin, 2011 : 16 ).
2.7 Basis Data Object Oriented
Menurut Connolly dan Begg ( 2005 : 15 ), “ Basis data adalah sebuah koleksi logical data yang saling terhubung satu sama laindan gambaran dari data tersebut dirancang untuk menemukan kebutuhan informasi pada suatu organisasi atau perusahaan.” Konsep object oriented database ( OODB ) bermula dari object oriented programming ( OOP ) yang kemudian dikembangkan menjadi object oriented design ( OOD ) dan pada akhirnya menjadi object oriented analysis ( OOA ). Di dalam konsep object oriented database kita dapat melakukan pemodelan data dari semua atribut – atribut khusus dari tiap model dan dapat dinyatakan dalam bahasa umum ( natural ).
OODB pada dasarnya merupakan konsep dari pemprograman berorientasi objek secara umum ditambah dengan database sebagai media penyimpanan datanya yang berbentuk class – class, sehingga dalam hal ini masih berhubungan erat dengan diagram ER ( entity relational diagram ), walau sudah mengalami perubahan bentuk dalam hal memodelkan objek – objeknya. OODB masih menerapkan konsep dari relational database manajemen system ( RDBMS ). Mekanisme penyimpanan objek – objek di dalam RDBMS ini sering dikenal dengan istilah ORDBMS ( Object Relational Database Managemen System ).
2.8 UML (Unified Modelling Language)
Pada perkembangan teknologi perangkat lunak, diperlukan adanya bahasa yang digunakan untuk memodelkan perangkat lunak yang akan dibuat dan perlu adanya standarisasi agar orang di berbagai negara dapat mengerti pemodelan
12
perangkat lunak. Seperti yang diketahui bahwa menyatukan banyak kepala untuk menceritakan sebuah ide dengan tujuan untuk memahami hal yang sama tidaklah mudah. Oleh sebab itu diperlukan sebuah bahasa pemodelan perangkat lunak yang dapat dimengerti oleh banyak orang.
Banyak orang yang telah membuat bahasa pemodelan pembangunan perangkat lunak yang sesuai dengan teknologi pemograman yang berkembang pda saat itu, misalnya yang sempat berkembang dan digunakan oleh banyak pihak adalah Data Flow Diagram(DFD) untuk memodelkan perangkat lunak yang menggunakan pemograman prosedural atau struktural, kemudian juga ada State Transition Diagram(STD) yang digunakan untuk memodelkan sistem real time(waktu nyata). (Rosa A.S-M.Shalahudin, 2011 : 117)
Perkembangan teknik pemprograman berorientasi objek, muncullah sebuah standarisasi bahasa pemodelan untuk membangun perangkat lunak yang dibangun dengan menggunakan teknik pemograman berorientasi objek, yaitu Unified Modeling Language (UML). UML merupakan bahasa visual untuk memodelkan dan komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks-teks pendukung.
UML berfungsi untuk melakukan pemodelan. Jadi penggunaan UML tidak terbatas pada metodologi tertentu, meskipun pada kenyataannya UML paling banyak diguanakan pada metodologi berorientasi objek. Begitu juga dengan perkembangan UML bergantung pada level abstraksi penggunaannya. Jadi, belum tentu pandangan yang berbeda dalam penggunaan UML ada suatu yang salah, tapi perlu ditelaah dimanakah UML digunakan dan hal apa yang ingin divisualkan.[Rosa A.S-M.Shalahudin,2011 : 118]
13
Tabel 2.1 Komponen-komponen Diagram UML [Rosa A.S-M.Shalahudin,2011]
No Diagram Kegunaan
1 Activity Behavior prosedural dan pararel 2 Class Class, fitur, dan hubungan – hubungan 3 Communication Interaksi antar objek ; penekanan pada jalur 4 Component Struktur dan koneksi komponen
5 Composite structure Dekomposisi runtime sebuah class 6 Deployment Pemindahan artifak ke node
7 Interaction overview Campuran Sequence dan Activity diagram 8 Object Contoh konfigurasi dari contoh – contoh 9 Package Struktur hirarki compile – time
10 Sequence Interaksi antar objek ; penekanan pada sequence 11 State machine Bagaimana even mengubah objek selama aktif 12 Timming Interaksi antar objek : penekanan pada timing
13 Use case Bagaimana pengguna berinteraksi dengan sebuah system
2.8.1 Diagram – Diagram Yang Terdapat Pada UML
UML sendiri terdiri atas pengelompokkan diagram – diagram sistem menurut aspek atau sudut pandang tertentu. Diagram adalah yang menggambarkan permasalahan maupun solusi dari permasalahan suatu model. Beberapa penjelasan tentang macam – macam diagram pada UML, yaitu :
2.8.1.1 Diagram Use Case
Diagram use case menggambarkan apa saja aktifitas yang dilakukan oleh suatu sistem dari sudut pandang pengamatan luar. Yang menjadi persoalan
14
itu apa yang dilakukan bukan bagaimana melakukannya. Diagram use case dekat kaitannya dengan kejadian – kejadian. Kejadian ( scenario) merupakan contoh apa yang terjadi ketika seseorang berinteraksi dengan sistem. Diagram ini memperihatkan himpunan use case dan aktor-aktor (suatu jenis khusus dari kelas). Diagram ini terutama sangat penting untuk mengorganisasi dan memodelkan perilaku dari suatu sistem yang dibutuhkan serta diharapkan pengguna.use case diagram dapat sangat membantu bila kita sedang menyusun kebutuhan sistem,
mengomunikasikan rancangan dengan klien, dan merancang test khusus untuk semua desain yang ada pada sistem.
Tabel 2.2 Simbol – Simbol Use Case Diagram [Rosa A.S-M.Shalahuddin,2011]
Simbol Nama Simbol Keterangan
Aktor Orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat diluar sistem informasi yang akan dibuat sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor nelum tentu merupakan orang ; biasannya dinyatakan menggunakan kata benda di awal frase nama aktor.
Use Case Fungsionalitas yang disediakan sistem sebgai unit-nit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor; biasanya dinyatakan dengan
15 Tabel Lanjutan 2.2
menggunakan kata kerja di awal frase nama use case.
«uses»
Includedan uses Relasi use case tambahan ke sebuah use case dimana use case yang ditambahkan memerlukan use case ini untuk menjalankan fungsinya atau sebagai syarat dijalankan cae ini. Include berarti use case yang ditambahkan akan selaludipanggil saat use case tambahan dijalankan. Asosiasi Komunikasi antara aktor
dan use case yang berpartisipasi pada use case atau use case memiliki interaksi dengan aktor. Generalisasi Hubungan generalisasi dan
spesialisasi (umum-khusus) antara dua buah use casedimana fungsi yang satu adalah fungsi yang lebih umum dari lainnya.
16
Gambar 2.2 Contoh use case diagram
2.8.1.2 Diagram Class
Menurut Rosa A.S dan M.Shalahuddin [2011 : 122], diagram kelas atau class diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi, yaitu :
Atribut merupakan variable-variable yang dimiliki oleh suatu kelas.
Operasi atau metode adalah fungsi yang dimiliki oleh suatu kelas.
Kelas-kelas yang ada pada struktur sistem harus dapat melakukan fungsi-fungsi sesuai dengan kebutuhan sistem. Sususnan struktur kelas yang baik pada diagram kelas sebaiknya memiliki jenis yaitu kelas utama, kelas yang menangani tampilan sistem, kelas yang diambil dari pendefinisian use casedan kelas yang diambil dari pendefinisian data.
17
Tabel 2.3 Simbol Class Diagram[Rosa A.S – M.Shalahuddin]
Simbol Nama Simbol Deskripsi
Class
mengambarkan sesuatu yang meng-kapsulkan informasi di class menampung nama class, atribut dan method
Package Digunakan untuk mengelompokan kelas-kelas yang mempunyai persamaan.
1, 1…*, 0…1
Asosiasi Asosiasi yang menghubungkan class dengan class Multiplycity.
Boundary class Boundary class, mengambarkan class yang menjadi antar muka actors dengan system.
Control Class
Control Class, mengabarkan class yang menjadi control atau perantara antar class dengan database.
Aggregation
Aggregation mengambarkan suatu class terdiri dari class lain atau suatu class adalah bagian dari class lain.
Generalization
Generalization merupakan sebuah taxonomic relationship antara class yang lebih umum dengan class yang lebih khusus.
18
Gambar 2.3 Contoh Diagram Class transaksi pembelian barang
2.8.1.3 Diagram Sequence
Menurut Rosa A.S dan M.Shalahuddin,2011 : 137, Diagram sekuen (sequence diagram) menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan messageyang dikirimkan dan diterimaantar objek. Oleh karena itu untuk menggambar diagram sekuen, maka harus diketahui objek-objek yang terlibat dalam sebuah use case beserta metode-metode yang dimiliki keas yang diinstansiasi menjadi objek itu.
Banyak diagram sekuen yang harus digambar adalah sebanyak pendefinisian use case yang memiliki proses sendiri, atau yang penting semua use case yang telah didefinisikan interaksi jalannya pesan sudah dicakup pada diagram sekuen, sehingga semakin banyak use case yang didefinisikan, maka diagram sekuen yang harus dibuat juga semakin banyak.
19
Tabel 2.4 Simbol Sequence diagram[Rosa A.S-M.Shalahuddin]
Simbol Nama Simbol Keterangan
Object Life Line / garis hidup
Menyatakan objek yang berinteraksi pesan dan menyatakan kehidupan suatu objek.
Activation / waktu aktif
Menyatakan objek dalam keadaan aktif dan berinteraksi pesan.
Message Menyatakan bahwa suatu objek mengirimkan data / msukan / informasi ke objek lainnya, arah panah mengarah pada objek yang dikirimi. Message
(call)
Menyatakan suatu objek memanggil operasi / metode yang ada pada objek lain atau dirinya sendiri.
Message (return)
Menyatakan bahwa suatu objek yang telah menjalankan suatu operasi atau metode menghasilkan suatu kembalian ke objek tertentu, arah apabah mengarah pada objek yang menerima kembalian.
20
Gambar 2.4 Contoh diagram sequence pemesanan kamar di hotel
2.8.1.4 Diagram Activity
Menurut Rosa A.S dan M.Shalahuddin [2011 : 134], diagram aktivitas menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis. Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem.
Tabel 2.5 Simbol Activity Diagram[Rosa A.S-M.Shalahuddin]
Simbol Deskripsi
Status awal/initial state, status awal aktivitas sistem. Sebuah diagram aktivitas memiliki sebuah status awal. Status akhir/Final state, Status akhir yang dilakukan sistem. Sebuah diagram aktivitas memiliki sebuah aktivitas memiliki sebuah status akhir.
21 Tabel Lanjutan 2.5
Aktivitas,aktivitas yang dilakukan sistem, aktivitas biasanya diawali dengan kata kerja.
Percabangan / decision, Asosiasi percabangan dimana jika ada pilihan aktivitas lebih dari satu.
<no send action>
Tanda pengiriman.
Atau
Fork : digunakan untuk menunjukkan kegiatan yang dilaksanakan secara parallel atau untuk menggabungkan dua kegiatan parallel menjadi sayu.
<no receive action>
Tanda penerimaan.
2.9 Metode Pengujian Black Box
Roger S. Pressman ( 2005 : 551 ) mendefinisikan metode black box testing yaitu pengujian untuk menemukan kesalahan dalam lingkup kategori sebagai berikut :
22 1. Fungsi – fungsi yang salah atau hilang 2. Kesalahan interface
3. Kesalahan dalam struktur data atau akses database 4. Kesalahan performa
5. Kesalahan inisialisasi dan terminasi
Tujuan dari metode black box testing ini adalah untuk menemukan kesalahan fungsi pada program.
2.10 PHP (Personal Home Page)
PHP diperkenalkan pada tahun 1994 sebagai sebuah kumpulan script freeware yang berbasis Perl dan dikenal sebagai “Personal Home Page” tools. Pembuatnya bernama Rasmus Lerdorf. Ternyata paket tersebut banyak mengundang minat para developer dan profesional. Pada tahun 1995, sebuah milis dibuat untuk menyediakan tempat diskusi termasuk memberikan feedback, perbaikan bug dan ide-ide kode script tersebut.
Terdorong untuk mengembangkan paket aslinya dengan fitur-fitur tambahan, Lerdorf mengeluarkan PHP-F1 (atau PHP2 pada tahun 1995). Versi ini sudah memiliki kemampuan untuk mengambil informasi yang dikirim dari form web dan mengubahnya menjadi variabel yang dapat digunakan. Hal yang penting dari fungsi ini adalah bahwa kita bisa menangkap dan mengolah variabel tadi sehingga memungkinkan pengembangan aplikasi web yang interaktif dan lebih kompleks.
Kira-kira pada waktu yang sama, PHP berubah dari kerajaan satu orang menjadi pekerjaan kelompok yang terdiri dari 7 orang developer utama. Mereka memperbaiki syntax dan menambahkan fungsi dan metode tambahan, serta kemampuan bagi programer PHP lain untuk meningkatkan kemampuan bahasa PHP tersebut dengan modul-mudul plug in.
Dengan dirilisnya versi 3 pada tahun 1998, PHP akhirnya tumbuh dengan sendirinya. Seperti C dan Perl, PHP adalah bahasa pemrograman terstruktur dengan variabel, fungsi, dan kelas. Kemiripan PHP dengan bahasa-bahasa tersebut
23
mendorong para programer yang berpengalaman untuk pindah ke PHP dan kemudahan penggunaanya secara cepat menumbuhkan pengguna-pengguna baru.
Pada versi PHP3 ini, PHP juga sudah memiliki dukungan terhadap berbagai macam database antara lain MySQL, mSQL, ODBC, Oracle, dan Sybase. Selain itu, PHP versi ini juga sudah bisa bekerja dengan gambar, file, FTP, XML, dan teknologi lainnya.
Versi PHP4 dibangun kembali dengan prosesor utama yang lebih kuat, mesin PHP baru (mungkin anda lebih kenal dengan istilah Zend) menawarkan perbaikan kecepatan yang signifikan dibandingkan versi-versi PHP sebelumnya. PHP4 juga mendukung pengguna session (cara yang lebih mudah untuk bekerja dengan cookies), serta berbagai perbaikan tambahan kecil lainnya.
Hingga saat ini, PHP masih bersifat gratis dan merupakan pelopor dalam gerakan open source. Namun demikian, tidak seperti kebanyakan proyek-proyek open source lainnya, PHP semakin menjadi penting karena semakin banyak organisasi dan bisnis yang menggunakan PHP.
Bagi developer profesional, salah satu hal yang paling menarik adalah diluncurkannya Zend Encoder, yang memungkinkan kode sumber PHP di enkripsi. Encorder tersebut memang tidak gratis, tetapi menjanjikan kemungkinan untuk penjualan script-script PHP. [Adhi Prasetio, 2012].
2.11 MYSQL (Structured Query language)
MySQL (My Strukture Query Language) atau yang biasa dibaca “mai-se-kuel” adalah sebuah program pembuat database yang bersifat open source, artinya siapa saja boleh menggunakannnya dan tidak dicekal. Saat kita mendengar open source, kita ingat dengan sistem operasi handal keturunan Unix, yaitu Linux.
MySQL sebenarnya produk yang berjalan pada platform Linux. Karena sifatnya yang open source, dia dapat dijalankan pada semua platform baik Windows maupun Linux. Selain itu, MySQL jga merupakan program pengakses database yang besifat jaringan sehingga dapat digunakan untuk aplikasi Multi User (banyak pengguna). Saat ini database MySQL telah digunakan hampir oleh semua programer database, apalagi dalam pemrograman web.
24
Kelebihan lain dari MySQL adalah ia menggunakan bahasa Query standar yang dimiliki SQL (Structure Query Language). SQL adalah suatau bahasa permintaan yang terstruktur yang telah dstandarkan untuk semua program pengakses database seperti Oracle, Posgres SQL, SQL Server, dan lain-lain.
Sebagai sebuah program penghasil database, MySQL tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya sebuah aplikasi lain (interface). MySQL dapat didukung oleh hampir semua program aplikasi baik yang open source seperti PHP maupun yang tidak, yang ada pada platform Windows seperti Visual Basic, Delphi, dan lainnya.
Gambar 2.5 MySQL Server
2.12 Macromedia Dreamweaver
Dreamweaver merupakan perangkat lunak yang ditujukan untuk membuat suatu situs web. Versi terbaru dari Dreamweaver adalah Dreamweaver CS8. Versi baru ini memiliki performa lebih baik dan memiliki tampilan yang memudahkan anda untuk membuat dan mengelola halaman web, termasuk diantaranya dalam hubungannya dengan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. [Madcoms, 2009].
25
Gambar 2.6 Contoh Interface Macromedia Dreamweaver
2.13 Pengertian Rumah Sakit
Menurut WHO (World Health Organization), rumah sakit adalah bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pencegahan penyakit (preventif) kepada masyarakat. Sedangkan menurut Anonim (2009)Rumah sakit juga merupakan pusat pelatihan bagi tenaga kesehatan dan pusat penelitian medik.Dan sedangkan menurut undang-undang No. 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit, yang dimaksudkan dengan rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.
2.14 Pengertian Gedung
Gedung (Building) adalah Bangunan yang dimiliki oleh perusahaan guna menjalankan tindakan-tindakan yang akan dilakukan oleh perusahaan dalam menjalankan kegiatan-kegiatannya. (Kamus Istilah Akuntansi (Dhanny R Cyssco)
26 2.15 Definisi Pemeliharaan
Menurut para ahli dan lembaga,definisi dari pemeliharaan adalah sebagai berikut:
a. Arditi dan Nawakorawit (1999) Pemeliharaan digambarkan sebagai pemeliharaan suatu bangunan sehinggadapat melayani tujuan didirikannya bangunan tersebut.
b. Antony S. Corder Pemeliharaan adalah suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukanuntuk menjaga suatu barang atau untuk memperbaikinya sampai suatukondisi yang dapat diterima.
c. British Standarts (BS : 3811)Pemeliharaan adalah gabungan kegiatan baik dari awal pemunculan ide,kegiatan yang berhubungan dengan keuangan, organisasi maupun kegiatanfisik pemeliharaan itu sendiri yang dilakukan untuk menjaga.
d. Menurut Ebeling (1997), pemeliharaan atau maintenance didefinisikan sebagai aktifitas agar komponen / sistem yang rusak akan dikembalikan / diperbaiki dalam suatu kondisi tertentu pada periode tertentu. Manajemen pemeliharaan bertujuan untuk mempelajari, mengidentifikasi, mengukur, dan menganalisis serta memperbaiki kerusakan fungsi operasional suatu sistem dengan meningkatkan umur pakainya, mengurangi probabilitas, kerusakan dan mengurangi down time, yang pada akhirnya akan meningkatkan ketersediaan sistem tersebut untuk operasi. Karena walaupun suatu system atau komponen telah didesain, diproduksi, dan dioperasikan secara benar, tetapi kerusakan fungsional akan tetap ada.