• Tidak ada hasil yang ditemukan

Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia ABSTRAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia ABSTRAK"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS

GAMES TOURNAMENT) BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF

DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS

Ratu Ayu Astri Desianii

1

, I Komang Sudarma

2

, I Made Tegeh

3

1,2,3

Jurusan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Pendidikan Ganesha

Singaraja, Indonesia

e-mail: {[email protected]

1

, [email protected]

2

,

[email protected]

3

}@undiksha.ac.id}

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara Siswa yang mengikuti model pembelajaran Kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan multimedia interaktif dengan Siswa yang mengikuti model pembelajaran Konvensional di kelas VII SMP Negeri 7 Singaraja. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 7 Singaraja kelas VII.A yang berjumlah 22 orang dan kelas VII.D yang berjumlah 23 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes objektif yang berjumlah 37 soal. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Perhitungan hasil belajar secara manual diperoleh rata-rata skor hasil belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) berbantuan multimedia pembelajaran interaktif sebesar 29.26 lebih tinggi dari rata-rata skor siswa siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional sebesar 22.45. Hasil thitung = 4.419 > ttabel =2,000 pada taraf signifikasi 5%.

Jadi harga t hitung lebih besar dari pada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan yang menunjukkan bahwa pembelajaran yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) berbantuan multimedia pembelajaran interaktif berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa dibandingkan dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional

Kata-kata kunci: model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament), multimedia interaktif, hasil belajar IPS

ABSTRACT

Research is aimed at describing difference social studies lesson that significantly between students attending cooperative learning model type Teams Games Tournament (TGT) receive aid multimedia interactive with the students learning model that follow conventional class VII junior high school 7 Singaraja. Subject in this research is that the students are junior high school 7 Singaraja class, which VII-22 people and the class VII .D, which 23 people. The method data collection that was used in this research is what amount objective testing method 37 questions. Data analyzed by using analysis of descriptive terms of quantity. The count learning manually, average scores learning social studies students attending model of teaching TGT (Teams Games Tournament) receive aid multimedia interactive learning of 29.26 the average scores students learning model students who follow conventional of 22.45 . Thitung= 4,419 > ttabel =2,000 at any level 5

percent. So rates t count higher than the price t table so H0 was rejected and H1 received. There are differences that significantly to show that learning cooperative

(2)

learning that follow model type PRECARIOUS (Teams Games Tournament) receive aid multimedia interactive learning learning outcomes have an effect on to social studies students compared with groups of students who follow conventional teaching.

Key words: cooperative learning model TGT (Teams Games Tournament), multimedia interactive learning, learning outcomes IPS

(3)

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan prioritas utama untuk menghasilkan generasi penerus yang tidak hanya memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap akan tetapi mempunyai kemampuan untuk berpikir rasional.

Pendidikan sebagai suatu bentuk kegiatan manusia dalam kehidupannya juga menempatkan tujuan sebagai sesuatu yang hendak dicapai, baik tujuan yang dirumuskan itu bersifat abstrak sampai pada rumusan-rumusan yang dibentuk secara khusus untuk memudahkan pencapaian tujuan yang lebih tinggi. Begitu juga dikarenakan pendidikan merupakan bimbingan terhadap perkembangan manusia menuju ke arah cita-cita tertentu, maka yang merupakan masalah pokok bagi pendidikan ialah memilih arah atau tujuan yang ingin dicapai.

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yangdiberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pada jenjang SMP/MI mata pelajaran IPS memuat materi Sosiologi, Sejarah, Geografi, Ekonomi. Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai. Pada masa yang akan datang peserta didik akan menghadapi tantangan berat karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat.

Penerapan sistem pembelajaran konvensional secara terus-menerus tanpa variasi dapat menjadi kendala dalam pembentukan pengetahuan secara aktif khususnya dalam mata pelajaran IPS, maka diperlukan variasi dan kreativitas dalam model pembelajaran. Model Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang menekankan adanya kerja sama antar siswa dengan kelompoknya untuk mencapai tujuan belajar bersama. Model pembelajaran kooperatif ini dapat melatih

siswa untuk menemukan dan memahami konsep-konsep yang dianggap sulit dengan cara bertukar pikiran atau diskusi dengan teman-temannya melalui kegiatan saling membantu dan mendorong untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Semua model pembelajaran kooperatif menyumbangkan ide bahwa siswa yang berkerjasama dalam belajar dan bertanggung jawab terhadap teman satu timnya mampu membuat diri mereka belajar sama baiknya.

Pembelajaran kooperatif memiliki beberapa model pembelajaran yaitu: STAD (Student Teams Achievement Division), TAI (Team Assisted Individualization), TGT (Teams Games Tournament), Jigsaw (teka teki), penelitian kelompok (Group Investigation). Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), Team Accelerated Instruction (TAI) (Trianto 2009:67).

Model Teams Games

Tournament (TGT) pada mulanya dikembangkan oleh David Devries dan Keith Edward, Model Teams Game Tournament (TGT) ini merupakan model pembelajaran pertama dari Jhons Hopkins. Model ini menggunakan pelajaran yang sama dalam STAD (Student Teams Achievement Division), tetapi menggantikan kuis dengan turnamen akademik, dimana siswa memainkan game akademik dengan anggota tim lain untuk menyumbang skor bagi timnya.

Penerapan model pembelajaran kooperatif model Teams Games Tournament (TGT) pada mata pelajaran IPS diharapkan dapat tercipta suasana belajar siswa aktif dengan dimensi kegembiraan, yang saling berkomunikasi, saling berbagi, saling memberi dan menerima, yang mana keadaan tersebut selain dapat meningkatkan pemahaman terhadap materi juga meningkatkan interaksi sosial siswa, karena pembelajaran seolah-olah seperti permainan dan perlombaan. Sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran IPS.

Namun tercapainya harapan tersebut tidaklah lepas dari komponen

(4)

pendukung proses pembelajaran di kelas yaitu media pembelajaran. Beberapa media pembelajaran yang ada pada dasarnya merupakan suatu saran untuk menyampaikan pesan ataupun informasi agar dapat diterima dengan baik bahkan menarik. Pemilihan media pembelajaran yang tepat dapat ikut berpengaruh dalam mewujudkan tercapainya tujuan pembelajaran. Multimedia pembelajaran dapat membantu guru untuk mendesain pembelajaran secara kreatif. Dengan desain pembelajaran yang kreatif maka proses pembelajaran menjadi inovatif, menarik, lebih interatif, lebih efektif, kualitas belajar belajar siswa dapat ditingkatkan, proses belajar mengajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, dan sikap dan minat belajar belajar siswa dapat ditingkatkan.

Berdasarkan uraian tersebut menarik perhatian dan melatar belakangi penelitian untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS siswa kelas VII semester genap tahun ajaran 2014/2015 di SMP Negeri 7 Singaraja yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) berbantuan multimedia interaktif dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional

METODE

Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experimental) karena subjek penelitian adalah manusia yang tidak mungkin dikontrol secara ketat. Dengan memperhatikan variabel-variabel tersebut, maka penelitian ini menggunakan rancangan penelitian control group post test only design (Agung, 2012). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 7 Singaraja, yang berjumlah 114 orang yang dibagi ke dalam 5 kelas. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Cluster Sampling. Burhan (2013:123) menyatakan “Cluster Sampling tidak memilih individu-individu sebagai anggota unit sampel, tetapi memilih rumpun-rumpun populasi sebagai anggota unit populasi”. Yang

mendapat peluang untuk menjadi sampel bukan siswa secara individual, melainkan kelas (siswa secara berkelompok). Untuk pemilihan sampel yang digunakan sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan dengan cara random kelas. Dari empat kelas dilakukan pengundian untuk diambil dua kelas yang dijadikan subjek penelitian. Dari dua kelas tersebut diundi lagi untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas VII.A , dan VII.D dengan jumlah keseluruhan sebanyak 45 siswa.

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data tentang hasil belajar IPS siswa kelas VII SMP Negeri 7 Singaraja. Untuk mengumpulkan data maka dalam penelitian ini digunakan jenis metode tes. Menurut Agung (2012:60) “metode tes dalam kaitannya dengan penelitian adalah cara memperoleh seseorang atau sekelompok orang yang dites, dan dari tes tersebut dapat menghasilkan suatu data berupa skor (data interval)”.

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis statistik deskriptif. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui tinggi rendahnya kualitas dari dua variabel yaitu model pembelajaran Kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) hasil belajar IPS yang dihitung melalui mean, median, modus, dan standar devisiasi dan varians.

Dalam penelitian ini data disajikan dalam bentuk grafik polygon. Sedangkan teknik yang digunakan untuk menganalisis data guna menguji hipotesis penelitian adalah uji-t sampel independent (tidak berkolerasi). Untuk bisa melakukan uji hipotesis, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dan perlu dibuktikan. Persyaratan yang dimaksud yaitu: (1) data yang dianalisis harus berdistribusi normal dan (2) data yang dianalisis harus bersifat homogen. Untuk membuktikan dan mememenuhi persyaratan tersebut, maka dilakukanlah uji prasyarat analisis dengan melakukan uji normalitas, dan uji homogenitas.

(5)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Data yang disajikan dalam penelitian ini adalah skor hasil belajar IPS siswa yang terdiri dari dua kelompok yaitu (1) deskripsi data hasil belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) berbantuan Multimedia (2) deskripsi data hasil belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Selanjutnya data hasil belajar IPS pada dua kelompok disajikan ke dalam grafik polygon seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 1. Grafik Polygon Hasil Belajar IPS Siswa yang Mengikuti Pembelajaran dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Berbantuan Multimedia Pembelajaran Interaktif (A1)

Gambar 2. Grafik Polygon Hasil Belajar IPS Siswa yang Mengikuti Pembelajaran dengan Model Pembelajaran Konvensional (A2)

Tampak bahwa kurve sebaran skor kelompok siswa yang mengikuti model Dari kedua gambar tersebut tampak bahwa pada gambar 1 pembelajaran

kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) berbantuan multimedia pembelajaran interaktif merupakan kurve juling negatif, karena Mo>Me>M (30.57>29.7>29.26). Ini berarti sebagian besar skor cenderung tinggi. Sedangkan pada gambar 2 tampak bahwa kurve sebaran skor kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional merupakan kurve juling positif, karena Mo<Md<M (17.02<22.3<22,45). Ini berarti sebagian besar skor cenderung rendah.

Sebelum melakukan uji hipotesis maka harus dilakukan beberapa uji prasyarat terhadap sebaran data yang meliputi uji normalitas dan uji homogenitas terhadap data tes hasil belajar IPS siswa. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan rumus Chi-Kuadrat (𝑥2

)

, diperoleh data

hasil belajar IPS kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) berbantuan multimedia interaktif, kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional, adalah berdistribusi normal.

Setelah melakukan uji prasyarat yang pertama yaitu uji normalitas, selanjutnya dilakukan uji prasyarat yang ke dua yaitu uji homogenitas varians. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan Uji Fisher, varians data hasil hasil belajar IPS kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) berbantuan multimedia interaktif, kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional adalah homogen.

Setelah diketahui data hasil belajar IPS berdistribusi normal dan homogen, dilanjutkan dengan uji hipotesis. Hipotesis penelitian yang diuji yaitu; terdapat perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick berbantuan

0 5 10 15 21,5 24,5 27,5 30,5 33,5 36,5

F

re

k

u

en

si

Nilai Tengah 0 2 4 6 8 10 15,5 19,5 21,5 27,5 31,5

Fr

ek

u

en

si

Nilai Tengah Mo =17.02 Md = 29,7 Mo = 30.57 M = 29.26 Md = 22.3 M = 22,45

(6)

multimedia pembelajaran interaktif dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model konvensional.

Berdasarkan uji hipotesis menggunakan uji-t sampel independent maka diperoleh thitung = 4.419 > ttabel =

2,000 sehinggah H0 ditolak dan H1 diterima. Maka, terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPS kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) berbantuan multimedia pembelajaran interaktif dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VII SMP Negeri 7 Singaraja

PEMBAHASAN

Hasil uji hipotesis pertama telah berhasil menolak H0 yang menyatakan

bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament ) berbantuan multimedia pembelajaran interaktif dengan hasil belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Sehingga secara keseluruhan hasil belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament ) berbantuan multimedia pembelajaran interaktif lebih tinggi dari hasil belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Hasil rangkuman pengujian hipotesis dapat dilihat pada tabel 1. yang mencantumkan hasil perhitungan skor rata-rata hasil belajar IPS pada masing-masing kelompok.

Tabel 1 Rangkuman Hasil Perhitungan Skor Hasil Belajar IPS

Berdasarkan uraian tentang hasil uji hipotesis, tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) berbantuan multimedia pembelajaran interaktif dan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar siswa, untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) berbantuan multimedia pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar IPS telah dilakukan analisis data menggunakan uji-t unuji-tuk sampel independen (uji-tidak berkolerasi).

Berdasarkan hasil analisis diperoleh harga thitung sebesar 4.419

sedangkan harga ttabel sebesar 2,000 ini

berarti thitung > ttabel sehingga H0 ditolak

dan H1 diterima. Maka, terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPS kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) berbantuan multimedia pembelajaran interaktif dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VII SMP Negeri 7 Singaraja. Jika diperhatikan rata-rata hasil belajar IPS antara kedua kelompok, rata-rata hasil belajar IPS pada kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) berbantuan multimedia pembelajaran interaktif sebesar 29,22 lebih tinggi daripada kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional sebesar 22,45. Dengan demikian dapat disimpulkan hasil belajar IPS pada kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) berbantuan multimedia pembelajaran interaktif lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Berdasarkan temuan-temuan tersebut, maka model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) berbantuan multimedia pembelajaran interaktif memiliki pengaruh yang sangat penting Kelompok Rata-rata N S S2

A1 29.26 23 4.22 17.83 A2 22.45 22 5.92 35.11

(7)

dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Maka dari itu sudah tentu rata-rata hasil belajar pada siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) berbantuan multimedia pembelajaran interaktif berada pada kategori sangat tinggi.

SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan temuan diatas, maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) berbantuan multimedia pembelajaran interaktif dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VII di SMP Negeri 7 Singaraja. Rata-rata skor hasil belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) berbantuan multimedia pembelajaran interaktif sebesar 29.26 lebih tinggi dari rata-rata skor siswa siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional sebesar 22.45. Ternyata skor rata-rata hasil belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) berbantuan multimedia pembelajaran interaktif lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. thitung = 4.419 > ttabel =2,000

ini berarti pada taraf signifikasi 5%. Dengan demikian perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa pembelajaran yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) berbantuan multimedia pembelajaran interaktif berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa dibandingkan dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.

Berdasarkan temuan yang diperoleh dari penelitian ini, maka ada beberapa saran yang dapat dikemukakan adalah: (a) disarankan kepada siswa-siswi, agar mampu mengikuti pembelajaran yang sudah

dirancang dengan baik, membangun sendiri pengetahuan melalui pengalaman sehingga nantinya siswa selalu berusaha untuk meningkatkan hasil belajarnya. (b) disarankan kepada guru pengampu mata pelajaran IPS agar menggunakan model pembelajaran inovatif seperti model pembelajaran kooperatif TGT (Teams Games Tournament) berbantuan multimedia pembelajaran interaktif dalam proses pembelajaran sehingga pembelajaran yang dilakukan lebih berkualitas baik dari segi proses sehingga berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. (c) disarankan kepada kepala sekolah agar memotivasi guru-guru untuk mengambil kebijakan dalam penerapan model pembelajaran yang inovatif dalam pembelajaran di sekolah seperti model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) berbantuan multimedia pembelajaran interaktif (d) disarankan kepada para peneliti lain yang berminat untuk melakukan penelitian lanjutan tentang model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) berbantuan media interaktif dalam pembelajaran IPS atau pada mata pelajaran lain, disarankan agar menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan pembanding atau pertimbangan untuk perbaikan dan penyempurnaan penelitian yang akan dilaksanakan di sekolah atau institusi lainnya.

DAFTAR RUJUKAN

Agung, A A Gede. 2012. Metodologi Penelitian Pendidikan. Singaraja: Fakultas Ilmu Pendidikan

Bungin, H. M. Burhan. 2013. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Kencana.

Trianto. 2012. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara

(8)

Gambar

Gambar  1.  Grafik    Polygon    Hasil    Belajar   IPS  Siswa  yang  Mengikuti  Pembelajaran  dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe  TGT  Berbantuan  Multimedia  Pembelajaran  Interaktif (A 1 )
Tabel 1 Rangkuman Hasil Perhitungan  Skor Hasil Belajar IPS

Referensi

Dokumen terkait

Satpam Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) masih menggunakan absensi dengan sistem tanda tangan yang dibuat manual dan data yang berkaitan juga menggunakan

R &amp; D adalah perusahaan yang memproduksi produk celana panjang dan jaket, dalam menentukan harga pokok produksi atau total biaya produksi perusahaan menjumlahkan seluruh

Bagi sebaian perusahaan dengan hanya memusatkan pada segi jumlah, serta hubungan baik dengan pelanggan dirasakan cukup bagi mereka dalam merebut pasar, namun ada

 Repo SBSN OPT Syariah adalah transaksi penjualan SBSN oleh Bank kepada Bank Indonesia dengan janji pembelian kembali oleh Bank sesuai dengan harga dan jangka waktu

4.1.4 Hasil Pengujian Pengaruh Inputan Jenis Batik yang Salah terhadap Klasifikasi Motif Batik Pada pengujian sebelumnya di dapatkan parameter terbaik pada saat level

bahwa dalam rangka mendukung operasional Pelabuhan Perikanan Birea serta melaksanakan ketentuan Pasal 24 ayat (6) Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor

Hasil penelitian ini diperoleh bahwa pemberian mikoriza Glomus fasciculatum dengan dosis 25 gram meningkatkan efisiensi serapan Pb pada tanaman euphorbia serta

Selain paket satu, kami juga ada paket menengah, yaitu paket 3, Anda hanya butuh mengeluarkan Rp 1.350.000 dengan jumlah sate 60 porsi, gulai 70 porsi dan tengkleng solo 40