• Tidak ada hasil yang ditemukan

Yustitia. KO SISTE I VERTlKAL PAOA SUB EK HU UM PERU OJ G PERJA JIA KERJA BERSAMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Yustitia. KO SISTE I VERTlKAL PAOA SUB EK HU UM PERU OJ G PERJA JIA KERJA BERSAMA"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

olume 31 j 0.2 Oktober2009 ISS 1978·340x

Yustitia

KO SISTE I VERTlKAL PAOA SUB EK HU UM PERU OJ G PERJA JIA KERJA BERSAMA

KRISJS PE EGAKA HUKUM OJ I DO ESIA

JUR AL ILMIAH FAKULT

niver ita

Muhammadiyah

PE. BAHARUA AUKUM ISLAM DI LI GKU G 1 BA K SYARIAH

PEMBERDAYAA LEMBAGA MEDIASl OJ P

PE ATAA KELEMBAGAA PERTA AHA OJ I DO ESIA DALAM PRESPEKTIF TATA KELEMB GAA • EG RA H K KO STITUSJO Al WARGA EGARA ATAS PEL

KESEHAT OJ ERA OTO OMI OAERAH

PEMBAGIA KEWE A GA PEMERJ TAHAN DAlAM PE GElOLAA P JAK

Oiterbitkan Oleh

Fakultas Aukum

j,(,lI\.l.VtysttAS ML.c.kA~~atl1Ah SL.c.YAbAl1A

(2)

Jurnal Ilmiah Yustitia terbit pertama kali

Yustitia

pada bulan April

2007. Diterbitkan dua kali JURNAL ILMIAH FAKULTAS HUKUM

Universitas Muhammadiyah Surabaya setahun pada bulan April

dan Oktober oleh Fakurtas Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya untuk mengkaji isu hukum secara mendalam dari berbagai segi guna menunjang pembangunan nasional. Untuk itu jurnal Ilmiah ini dapat dijadikan forum untuk saling tukar menukar informasi, khususnya di bidang

hasil-ha~il penelitian antara sarjana, cendikiawan dan pemerhati

masalah hukum. Diharapkan adanya kerjasama antara Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta khususnya di bidang penelitian dengan lembaga pemerintahan dalam rangka menciptakan hukum yang baik.

Susunan Redaksi

Pelaksana

di

jumal

ini terdiri

dari :

Pelindung : Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, Penasehat : Para Pembantu Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, Pimpinan Umum dan Penanggung Jawab : Dekan Fakultas HukuITI Universitas Muhammadiyah Surabayd, Ketua Penyunting dan Penyelia : Asri Wijayanti, S.H., MH., Wakil Penyunting : Sudarso, S.H., Penyunting Pelaksana : Umar Sholahuddin, S.sos dan Muridah Isnawati, S.H. Mitra Bestari : Prof. Dr. Sri Hayati, S.H., MH., Prof. Dr. Zaidun, S.H., MS, Dr. Vluhammlld Ridwan, S.H., MH. Pemasaran dan Distribusi : Umar Sholahuddin, S.sos.

Alamat Penerbit

Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya Gedung A U. 3 Ji. Sutorejo 59 Surabaya

Telp. 031-3811966, Faks. 031-3813096 [-mail: [email protected]

(3)

V(llume}, NO.2 Oklober 2009 ISS N 'I 978-340x

Yustitia

JDRNAL ILMIAH FAKULTAS HUKU1\tf

0niversitas

Muhan1nladiyah

Surabaya

Pcmb.lharuan lIukul1l [slam eli Lingkung.lll B,lnk Syarial'.

Pcmbcrdayaan LCl lb~ga

Mediasi di PN

Inkonsistensi vertikal pada subyek hukulll

perundingan perjanjian kerja bersama

Penataan Kelembagaan Pert;mahan di Indonesia dalam prespektif tata kelembagaall negara

Hak Konstitusional "Varga Ncgara Atas Pcl.lyanan Kcsehatan di Era Otono1l.1i Daerah

Krisis Penegakan Hukulll di Llli(wesia Pembagian Kcwenangan Pemerintahan daLlm

Pengelolaan Pajak Dilerbitkan Ol<?h :

FakuiLls Hukum

lA..V\-~\/ersLtGls MuVlU v~VV\.Cl

dLrJ aVI Sura ba

tJ

Cl

(4)

,~c.,-,Q-;"" .,111

._0 J _ . . . . " • ..,. "'v_'"

\/o!t:::nc 3, ~~o. 2 Oktcber 2009

Daftar lsi

Pembaharuan Hukum Islam di Lingkungan Bank Syariah

A bdShoiiic,d ( 13)

Pl'"!mberdayaan Lembaga Mediasi di PN

Bambang Sugeng AS (133)

perjanjian kerja bersama

Asri WijaycUlti

Inkonsistensi vertikal pada subyek hukum

(148)

penmdingan

Ppnllffliln Kelemhilg<litn P(>rllm~hiln di lndon(>si<l cf\ll<l1ll prp<;pE'kfif

tata kclembaga.m negara

Sri Winarsi «155)

Hak KOllstitusional War~a NeAara Atas Pelayanan Kesehatan di

Era Otonomi Daerah

lndria \Vahyuni «(176)

K isis Penegakan Hukum di Indonesia

r

.inda Kurnia I Iadi Putra ( I(5)

Pembagian Kewen.angan Pemerintahan dalam Pengelolaan }>ajak

idi'l i\)'l1 Cllsti Fill ri Ki'lrl iki'l (2011)

-,';' edaksi menerima suillhdngan lIIlisanl artikp

II

pubJikasi

peJwliticll1 adal'i b"rbagai pihClk y,U1g bertemakcU1 hukull\. Naskah

tuliSc.1l1 bersifat lln1iah ym1g beltll11 I~cn11111 ditrrbitl<Ul1 tialanl media cetak lain, diketik dengan menggunakan pengol<"~l dal" MS Word, book antiqua, spasi 1,5 selebal 8-Ei halaman, A4 dalam bentuk naskah di'l11 CD. Atau lnelalui e- mail. Margin atas dan \';;,14 em, bawa.h, dari kanan 3 em. serla menggtrnakan huruf book antiqua 12. Kutipan menggunakan catatan pemt. Abstrak menggunakan bahasa Inggris mak,ima15 barir. dengan 3 sampai 5 kata kunci. Redaksi nerhak mengarahkan penulisan tanpa

·.Hengubah is.idan maknanyct.

j

- - _ . _ - - ­

(5)

• •

PCliibagtdn K(-:Vi1eHc1Jlgall

I efnednlahan

(~alaln

Pengelolaan Pajak

TdJ

Ayu

Gush Putri KaTtika7

Pcndah ul t:an

Pajak adalah f,ejala masyarakat, <lrtinya pajak hanya ada di ddam masyarakat. Biaya hidup negara adaJah untuk kelangsungan alal-alilt n\~~ar(l: ilominist-rasi nt>f-ara, lemhaea nep;ara, dan setP'lllsnya

dim hams dibiayai dari penghasilan negaril. Penghasilan negara bE'l"asal dari rakyatnya melalui pungutan pajak, dan/1tau dari hasil kekayaan alam yang ada di dalam negaril itll (natural resources). DUel

s\,'mbef i!1.1 Il\I?I"UpakE"m ~umber yang terpenting y,mg memberikan p@nghasilan kepada negara unluk membiayai kepentingan llmum

}"mg tlkhimya juga men)'angkut kepcntingtl individu. Jadi dimana ada kepenLingan masyarakat, disitu timbul punguhm pajuk sehi.r1gl~a

n "J' L·",1;, Ld, Sf" n";l ,.,,,, ,1(On ,,, '" L "pi>!' t-i I" (T'·'11 U n\llm

t.~~ A'~ • •~_~ ~"" ~··)~·'·"'·""·'-·"'t?·~"".r... •· ,. \. ... 'll...,(...l ...

PPllyr,!pnggilrdcul P~'1l1 orinilihilll S CLlfil r'lill bdI1)'uk llwnggtUliIkdTl

.

-

st!mber U"ll1d, dpdl g diserl 'dengan pemb, 19LU1cU\.SLUUber-sumber

VClng palla daSdn1Yd dikclnla l~engan k tClt. Penerim,'an p~:m ~ri.ntah

!llt'll1jJiki arti yang hlas, melipuli jak, ildsiJ pnjualdl1 bMr111E d.ln jasa yang' dimiliki dan dihasilk<lll olch pcmerintah, pinjamrUl

F~ci11crb1tab B"LC11C\_'tilk ~~i.1n.g {h~11 J("b(lgc.~ir1}Pi.1~ PCI1ClJ..l.'1l1t 1i.11.nl

ll1f'ngalakcll1 bahwa pen >rilllilnn Ncgara berasal dari: (a), pung.Jlan, (b). pinjamaJ1 , (c). Pl'nciplClan uang barn; pungutan Sl'lIdiri mE'rnpakan nama himpunan yilng meliputi pajak, rl'tribusi, Siiillb(.11?~dii, nl\)il\)po~il pU;igl.itdli-r)tlil~~tita:n lau,. Selain itu cfikatakcl11

pula bahwd dpa yang dilerima deh pell1l'rintah suatu negm Cl dapat hermaC<1m-lllaCilm: pajak, retribusi, hasil perusahaan negara, dinas­

dinas, pinji'lman, granL (jika acta). Jika disederhanakan, penerilJl<1i:lll negu. ra d(~PCI t (1 ibe;\.it1 kall (l t,,1 S l;c n(~-rinlfi(111 pujak dill1 !-flll€rilrlaa1t

bukan pajak.

, DOSI.:I1 FE Linivt:l :;i(as LiJayana

(6)

'"

Dana J aJl~~ dipEigunakan si'bagai baltai' j1f>nyuStinari anggaran l1f:.'gara di Indtmesia berasal dClfi berbagai sumber ppndapatall, mcliputi: Pendapi:lI(Ul Di1Jmn Ncgc·ri (1<111 P('lwril1Will1

Pembanguna11. Pel'ldapatan Dalam Negcri InpUpul-i PE'rlPl'illlaan

\·1ii1},'ak Buntl dail Gas ~A.lanl (~v1jga5) .jan. I)f:lh~rijl',8(jil dih.iclr ~v"liilY(lk

13umi dan Gas Alam (Non-Migas) terdiri dari Pajak PCllghasil,m.;

Pajak Pertamb:than Nilai Barang dan Jasa, dilll Pajak Penjual<nl Alas

Barang Mewah; Bea Masak dan Cukai; Pajak Ekspor; Pajak Bllll1i dan Bangunan; Piljak lalImya; Pent;i'inlilitil )\,J --ji-]'(,j" k. f\··ncrli"nc",i' Pembangunan meliputi Bantuan Prognnn.dan B<1JlhliU1 I'royE'k.

Negara Republik Indonesia sebagai :'\egar, Kesahwn

ulengan1.1t asas deS€11tralisasi dalarrl 1,el1yelarlggarat-ul perri.erirltah.311,

dengan memberikcm kesempatan clan keleluasaan kepada Daerah untuk menyelcn,ggarakan Otonomi Daerah. B€'rdasarkzlJ1. kt"tenillan Pasal 18 Und,mp,- "ndang Dasar 1945, balm a pembagian daerah

Jnd· )liesifi ntas doeral1 bEsar dan k~Lil, (tt~il~~dl1 ben: Ll k ~a n sUS'..i"nC1i'i

pemerintahannya di'etapkan dengan Cndang-Undan, .

Dalam penjelasan pasal tersebut dijelaskankan ball\vd "Oleh

karel11 r'.Jegara Indonesia itu Stlatu eCiiheidssfac7f, nlakrt JT1dol1f:sio

tidak akan mempunyai Daerah dalam lingk."l.U1gannva yang bersifat staat juga". Daerah Indonesia akan dibagi daJam DaE'rah Propinsi, dan Daerah Propinsi ~kan d6agi dalam daerclh ) ang lebill keeB. Di

da(""ja.h-daerrUl..l y~ang bersifat otOfiOill (sf reck eii locale

rcehtgcmeellsc},lIppell) atau hersifat adlllinistrasi ht'lak<l, sellluanYil

I>lcnurul aturan yang akan ditetapkan d<.'I1!~(ln Undill1f'-Undilllg. Di di'erah-daerah yang bersifat olonom akal1 diadakan Baclan Pervvakil(ili Di,prah. Oleh karen" it,l di d.(wrc,hp"iiil, pt.'merintcd, "ki;j, bersendi atas dascu' penlltlsynwamlan.

Pt~nyelengg,lraan d.esentralisasi nHlsyarakal p\:'mbagian llrUSCltl ··~-"r·"'~l'~·· r:'1~ar" D~l"~-l1'""'!' .-l~. . . . ~_, Tl .••.,~'";... " I . r... -..1•

.P~J.1L~ uno 1a.L1 cu l a J e JlCJ. llC,lJ.l ' - l t J '!SCJ.1 I 1 c.::tJILoljJll(U, l../U'(-;~(Ul.

Pmnhtlgi<\l1. \l r\lsnn p('n,I.'ri n ti,hiU' tl'rs('bu I dida!:iA rk,lI" padII

pemikiran bahwa selalu terdapat berbagili llI"usan p('Ilwrinlahan yang sepenuhnya

I

tetap menjndi kewr.nnngal1 p('llH'rilllah. Dpl1giln

adanya penjelusan pasal18 UUD [945 terse-h..it tCi',l,lpat 5 l'dl p.'nhi1·~

ten tang pt'merintahan Dat::rah :

':1(V1 ~v,

(7)

1. Dalam negara Indonesia t.idak terdapat negara h.tgMn . .

dalam istilah Penjelasan tidak memiliki daerah yang

beasifal

staat juga. Artinya negara Indonesia sebagai negua kesatnan

tidak memilikinegara bagian di dalamnyai

2. Daerah Indonesia akan dibagi dalam daerah propinsi dan

d"lerah propinsi akan dibagi dalam daerah yang lebih

kecili

3. Daerah-daerall propinsi maupun daerah yang Iebih keeil ada

yang bersifat otonom dan ada pula yang bersifat daerah ac1ministrasi belakai

4. Pemerintah daerah baik propinsi maupwl daerah yang lebih kedl hams berdasarkan aturan yang ditetapkan dengan undang-uridang.

5. Pemerintah daerah hams memperhatikan bekas-bekas daerah s"vapnlja dan kesaluan hukum masyarakat pribumi. Daerah­ daerah swapraja dan kesatuan masyarakat hukum pribumi yang memHiki SUSW1aI\ asli hams diperhatikan untuk

dijadikan pemerintah daerah yang- bersifat istimewa setelah

dilakukiUl pembaman

yaitu dengan mengadopsi sistem demokrasi dalam siste m pemerintahannya.

..

Rondinelli memmuskan: Dcsmt,.alizlltioll is tile tralitifi:r of planning, decision making, or admillistratiTJe authority from the central Kovernment to its orgallimtions, Wall administrative units, semi auton011l0Uf and parastatf.il organi: Ation, lornl government, or '1OlJgcmemmfllt orgalliz,7ti-m. (Desentralisasi adalah penyerahan perencanaan, pembuatan kep,.1tusan, atau kewenangan administratif dari pemer:ntah pusat kepada organisasi wilayah, satuan administratif daerah, organisasi semi otonom, pemerintah daerah, atau orgmisasi non pemerintah/lembaga swadaya masyarakat)

Desentralisasi dalam pandangan Rondinelli mencakup dekonsentrasi, devolusi, pelimpahan pada lembaga semi otonom (delegasi), dan pelimpahan pada lembaga non pemerintah

(privatisasz).

(8)

1) Dekonsentrasi adalah penyera.'\...an beba.-. kerja da...-i kementrian pusat kepada pejabat-pejabatnya yang berada di wilayah. Penycrahan ini tidak diikuti oleh kewemmgan keputusan dan diskresi untuk melaksanakannya.

2) Devolusi yaitu pe]epasan fungsi-fungsi tertentu dari pemerintah pusat untuk membuat satuan pemerintah baru yang tidak dikontrol

secara

langsung. Tujuan devolusi untuk memperkuat satulUt pl'!merintahan di bawah pemerintah pusat dengan

caa

mendelegasikan fungsi dan kewenangan.

Devolusi dalam bentuknya' Y2'ng paling mum memiJiki lima em fundamental :Unit pemerintahan setempat bersifat otonom, mandiri, dan secara tegas terpisah dari tingkaHingkat pemerinta.;an. Pemerintah pusat tidak melakukan pengawasan langsung terhadapnya; Unit pemerintahan tersebut diakui memiliki batas geografi yang jelas dan legal yang mempunyni wewenang untuk melakukan tugas-tugas umum pemerintahan; Pemeiintah d lerah berstatus badan hukum dan memiliki kekuasaan untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya yang dimlliki. untuk mendukunG pelaksanaan tugasnya; Pemelintah daerah diakui oJeh warganya sebagai su"tiJ lembaga yang aklUt memberikan pe1ayanan kepada masyarakRt dan memenuhi kebutuhan mereka. Oleh karena itu, pemerintah daerah ini mernpunyai pengaruh dan kewibawaan terhddap warganya; Terdapat hubungan saling menguntungkan m€lalui koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerlnta..'; daerah Scrta unit-unit organisasi Jainnya dalam suatu sistem pemerintahan.

Oleh karena itu, pemerintah daerah adalah bagian dari

~emerintah nasional dan bukan sebagai elemen yang independen

dari pemerintah pusat. Dalam devolusi tidak ada h.irarki anlara pemerintah daerah satu dengan pemerintah daerah lainn)'d, karen" yang menjadi dasar adalah koonlinasi dan sisten:t saling hubungan antara satu unit dengan unit lain s~eara independen dlUt timbal balik.

Pelimpahan wewenang pada lembaga semi otonom (d(!le~ar.i).

Pendelegasian menyebabkan pemindahan atau penciptaan kewenangan yang luas pada suatu organisasi yang sef:ara teknis dan administratil mampu menanganinya, baik dalam mereneanakan maupun melak'.>8Dakan. Semua kegiatan yang dilakukan tersel ut

209

.

....

­

~

,

.

p ; ot--.-' . .

Po;ol.

J poj;Ik

­

.. pado", Paw'

..

bMZ.,.

..

.~

PmA'"

:am.. "

hqe. . . Indo- ­

Pajak !'II

Ln.1ani1

lUl/lLk , . ~

Pusat.. ....

pei"od;;.­ menyu,u"

"'­

Daera.~ da Kabupo"'q tenliri _

I<endaraau

(9)

tidak mendapatkan supervisi langsung dati pemerintah pusat. Penyerahan fungsi pemerintah. pusat kepada lembaga nonpemt!rintah (privatisasi), Privatisasi adalah suatu tindakan pemberian wewenang dati pemerintah kepada bddan-badan sukarela, swasta, untuk mengeluarkan izin-izin, bimbingan, dan pengawasan yang semula dilakukan oleh pemerlntah.

Dari adanya desentralisasi, terjadilah 'pembagian kewenangan pemer..ntahan teiltang pengelolaan pajak dan retribu"i antara

pem~rintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintall

kabupaten/kota. 5emngga, berdasarkan wewenang pemungutannya,

pemba~npajak dapat dibagi menjadi dua yaitu: Pajak pusat / pajak

Negara dan Pajak daerfh.

..

Pajak pusat/paja:, negara adalah pajak YWlR wewenang pemungutarUlya ada pada pemerlntah pusat yang pelaksanaannya dila.l-ukan olel-. D;;partemen Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak. Pajak pusat diatur dalam Undang-:.Indang dan hasilnya akan masuk ke AnggardIl Pendapatan dan Belanja Negara. Sedangkan pajak daerah adalah pajak yang wewenang pemungutannya ada pada Prmerintah Daerclh yang pelaksanatlnny..l di1.tlllkan oleh dinas Penclapatan Daerah. Pajak Daerah diatur dalam Undang-Undang dan hasilnya akan masuk ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah . Penggolongan Pajak Pusat dan Daerah secara leoritik sudah ada sejak lama. Penggolongan pajak tersebut dapat diterapkan di negara

..

kesaluun yang menggwlakan sislem ofonomi daerah, lernlasuk di Indonesia. Berkaitan dengan bentuk negara kesatuan, maka dri khas Pajak Nasional (Pusat), adalah pemungutannya bt~rdasarkan

Undang-Undang, hasH pemungutan dipakai sebagai salah satu baha:1 wl1uk pl'nyusun,,\11 Anggaran PendapnlaJl dan Belanja Negara, pp.ngp,unaan hasH pajiJk Untuk KepentinRan Nasional. Selain Pajak Pusat, terdapat Pajak Daerah yang mempakan salah satu slImbf'r pendapatan asli dderah, hasH pajak daerah dipergw1dkan unlllk menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Menurut Undang-Undang Nomor 34 TahWl 2000 tenla.tlJ Pajak Daerah dan Retrebusl Daerah, setiap Daeral1 Otonom (Propinfi dan Kabupaten/Kola) memiliki beberapa macam Pajak Daerall yang terdiri alas; Pajak-pajak Daerah Propinsi (teTdiri atas : Pajak Kendaraan Bermotor don Kendaraan di atas air; Bea Balik Nama

(10)

Kendaraan Bermotor da... Kendaraan di atas air; Pajak Ba..t.,an Bakar KenJ~ra<'l.n Derrn.olor ; Pajak Pengambilan da.n Pemanfaalan Air Bawah Tanah darl Air Permukaan) dan Pajak Daerah Kabupaten/Kota (terdiri alas: Pajak Hotel; Pajak Restauran; Pajak Hiburan; Pajak Reklame; Pajak Peneranga.. Jalan; Pajak Pengillnbilan Bahan Galian C;Pajak Parkir.).

Penyelenggaraan desentralisasi mensyaratkan pembagian urosan pemerintahan antara Pemer'illtah dengan Pemerintah Daerah. Pembagian urusan pemerintahan tersebut didasarkan pada pemikiran bahwa selalu terdapat berbagai lll11<Ian pemerintahan yang sepenuhnya/tetap menjadi kewenangan pemerintah.

Meskipun sistem pemetintahan di Indonesia. menganut 5istem ...iesentralisasi di dalam pcnyelenggaraan pemerilllahi:lIUlya, namun pengaturan bidang perpajakan daerah sejak 1957 samrai saat ini

tetap ctilakukan oleh Pemerintah Pusat, Pengarnran bidang perpajakan daerah oleh pemer..nta..' pusat dilakukan berdasar pada dua macam undang-undang, yaitu Undang-Undang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Pajak dan Retrebusi Daerah. Berdasarkan subtansi dati peraturan penmdang-undangan tersebut maka arab kebijakan (policy) pengaturart bidang perpajakan daera..'

yang dilakukan Pemerintah Pusat merupab.n cenninan politik

Imkum yang dikehendaki. LanRkah yang dilakukan oleh Pemerintah

ini paTalel d.engan pendapat salah seorang sarjana yang mengatakan

bahwa:

Menurut "sas NegRfa Kesatuan yang didesentralisasikan bahwa yang pemegang kekursaan tertinggi alas segenap urusan negara ialah Pemerintah Pusal (Central Govemmenl) tanpa adanya gangguan oleh suahl delegasi atau pelimpahan kekuasaan kepada Pemerinlahan Daerah (LoCill Gcmernmmf).

Menurut F. Sugeng Istanto seperti yang dikutip oleh Josep Riwu Kahot bahwa dalarr suarn negara kesatuan terdapat asas

bahwa segenap urosan-urusan negara ini tidak dibagi antara Pemerintah Posat (Central Government) sedemikian rupa, sehinp,ga

urusan-urusan Ncgara dalam Ncgara Kesatuan itu (etap mentpakan

Sl1<l!U kebulatan «(·clllIcit!) dan bal1\', a pemegang kekuasaan lertinAAi

di Negara itu adFllah Pemerintah Pusal. Negilra merupakan lal'a118n

211

...

...

.Ii sol iill Wi

...

i'oo eli do

""

UI' diI

-

m; ll!I ~

""

011

...

iO!I Plo P'" Plo be Ioz 1C.I liIl do be

(11)

,

hulaun (lEgal order), oleh karena itu pemgertian desent::ralisasi menyangkut berlakwlya sistem tatanan hukum dalam suatu negara; di dalam negara ada kaedah-kaedah hukum yang berlaku salt untuk seluruh wilayah negara yang sering disebut kaedah sentral (cf"ntral norm) dan ada pula kaedah hukum yang berlal-u sah dalam oo.gian wilayah yang berbeda clisebut desentral atau kaedah local (Local

"orm).

I

Berdasarkan Undang-1.1.J..dang Nomo! 32 Tahun 2004 tentRng I I

,

Pemerintahan Daerdl, pendelegasiaJ.l kewenangan pemerintahan : j dibagi berdasarkan l~rinsip ekstemalitas, akuntabilitas dan efisiensi

i ,

dengan memperhalikan keserasian hubungan anta! susunan pemerintaha...-t dh.. ujudkan dalam urosan wajib dan pilihan. Umsan­ urusan pengtlolaan pajak dan relribusi tersebut cti alas, tept..t diberikan kepada pemerintah pusat karena pajak tersebut mempunyai ddD1.pak Nasional.

Jika

ditinjau dari segi tanggungjawa.b, maka pemer.u.,tah pusat tepat diberikcn tlrusan pengelolaan pajak tersebut karena pemernlti:J1. pusat paling dekat dengan pengelolaan pajak t~rsebut. Dari segi efisiensi, maka uru5an-urusan pemerintah tersebut terkait pengeloldaIl pajak akan menjadi efisien jib dikelola oleh plmlerintah pusat karena pajak-pajak tersebut mempWlyai

...mpltk Nilaii:lJlAt

Pembagian kewenangan pemerintahan pengelolaan pajak dan

retribusi mempunyai dampak regional 6udah tepat m~njadi urusan ProyiJlsi karena dampaknya bersital regional. Dari segi akuntabilitas, perlanggungjawabaLUlya lebih tetap filenjadi 'urusan dad pemerinlah Provinsi. SedaIlgkan dari segi efisiensi, f&an berd.ya guna daIl berhasil guna ditcmgani oleh provinsi. Sedangkful. pembagian kewenangan yang bersifaf lokal ditangani oleh Pemerintahctrt KabupatC'nj Kota sUl1ah tepat kflrenil dengan memperhatikan bahwa tingkat pemerintahan yang lebih l.mgsung dengan dampakj akjbat dari unlsan yang ditangani t€fsebut sehingga b~rlwsil f:Wla dan berdaya guna sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

(12)

----

---~

Daftar Pustaka

Atmaja Arifin P. Soeria, 1986. Mekanj~me PertQngguJlgjawaban

Keuangan Negarll Suatu TinjllUall Yuridis, Grameclia, Jakarta. Hadjon PhilipU5 M. 1997. "TmtaHg Wewewmx", DalaHl. !viaja1al,

Yuridika, No. 5 & 6 Tahun XII Sep'ember 1997, hal .2 (SeJanjumya disingka' Philipus M. RadjoH Il).

--Pel1gertial1~Pengertia1t Dasar Twtal1g Tin(:'1k Pemerili-lal1ali,

Djumali f Surabaya.

Kaho Josep Riwu, 1991. Prospek Otonomi Daeraf1 di Negara Republi,',

Illdoue"ia, Rajawali Press, Jiiknrta.

Nusantara Abdul Hakim G., 1988. P{)litik Hukum Indcmesia, YI.8HL Sidharta Bernard A,.-i1, ReJl~ksi Tentang Stmktu.T Ilmu Huhm, Cet.

Pmama, Mandar Maju,. Bandun~

Soemirro Rochmat, Pajak dan Pembangunan, Eresco, Randung 5uparmoko. 1999. KeUaHgcliI Nfgara, BPFE, Yogyakarla.

Suparmoko.1998.Pe7lgantar Ekononti Makra, BPFE, Yogyakarta. Supriatna Tjahya, 1993. Sisteln Administrasi Pemeri11.talJaii di Datrall,

~

Bumi Aksara, Jakarta.

I

S

Syamsi Ibnu'-Dasar-1asar ~bijnksnllaon Keuangan Negara, Billa Aksara, Jakarta

::

Wibowo Basuki Rekso, Arbitrase Sebagoi Al,erllotif Penye1esaian Sengketa Perdagangan di IlldO/resia, Disertasi.

6 I

(13)

ISSN 1978-340X

I IIII

Referensi

Dokumen terkait

Jenis penelitian ini adalah menggunakan penelitian observasional yang bersifat analitik dengan rancangan potong lintang untuk menganalisa pengaruh pengetahuan, sikap dan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan literatur dibidang auditing dan akuntansi perilaku, khususnya yang berkaitan dengan risiko audit

Sindrome metabolik ditentukan berdasarkan kriteria International Diabtes Federation (IDF) salah satunya adalah kadar kolesterol HDL &lt;40 mg/dl. Penelitian yang

Bodgan dan Taylor (Moleong, 2005:4) menyatakan bahwa metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan

Dari parameter optimal tersebut didapat nilai MAPE sama dengan 7,0845%. Hasil dari memasukkan nilai parameter secara acak menghasilkan nilai MAPE yang lebih kecil daripada metode

Harga pokok produksi maksimum untuk memproduksi 1 kilogram cabai giling ialah sebesar Rp 19.899, harga tersebut dapat diterima oleh perusahaan karena harga tersebut berada

Mari kita simak pernyataan Imam al-Ghazali --- misalnya -- dalam karya monumentalnya Ihya' ‘Ulûmiddîn telah memaparkan lima hal penting yang harus diimplementasikan oleh siapa