59
BAB IV
ANALISA DAN PEMBAHASAN
4.1 Sistem Pengadaan Perlengkapan Produksi pada PT. Puri Kadusirung Raya Farm.
PT. Puri Kadusirung Raya Farm merupakan perusahaan bergerak dalam bidang industri supplier telur ayam (eggs-wholesale), salah satu produk yang didistribusikan adalah telur ayam yang berkualitas baik dan mengandung omega karana pakan ayam yang digunakan adalah pakan berkualiatas baik dan pembahasan ini akan dijadikan oleh penulis sebagai objek penelitian.
Untuk dapat melakukan kegiatan produksinya PT. Puri Kadusirung Raya Farm harus melakukan pengadaan perlengkapan produksi dan mengendalikan persediaan perlengkapan produksi tersebut untuk mengatisipasi permintaan yang datang diluar perencanaan perusahaan.
Saat ini pengadaan bahan baku pakan produksi yang dilakukan di PT. Puri Kadusirung Raya Farm sudah menggunakan system pengadaan barang akan tetapi dalam jumlah pengadaan bahan baku pakan yang belum dalam perhitungan yang optimal.
Supplier bahan baku pakan pakan ayam, yang ditunjuk langsung akan
akan menghubungi supplier untuk mempercepat jadwal pengiriman atau meminta menambah jumlah persediaan bila perusahaan mendapat pesanan secara mendadak.
4.1.1 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengadaan Perlengkapan Produksi
Adapun faktor-faktor yang mendorong PT. Puri Kadusirung Raya Farm untuk selalu menyediakan perlengkapan produksi antara lain :
a. Terdapatnya gedung yang bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan perlengkapan produksi.
b. Mempunyai karyawan untuk dipekerjakan dalam memelihara dan pengawasan terhadap perlengkapan produksi tersebut.
c. Mengantisipasi apabila sewaktu-waktu perlengkapan produksi sulit didapat sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.
d. Menjaga apabila sewaktu-waktu perlengkapan produksi mengalami kenaikan harga sehingga perusahaan dapat mengalami kerugian.
4.1.2 Jadwal Induk Produksi (MPS)
Pada table berikut diketahui kebutuhan bersih untuk pakan ayam sebagai berikut :
Tabel 4.1 Kebutuhan bersih hasil rata-rata pemesanan
Sumber : Data Perrsediaan Bahan Baku PT. Puri Kadungsirung Raya Farm
Kode Pakan Jenis Pakan Keterangan Jumlah
511 CRUMBLE BRL STR AYAM PRESTARTER 0 - 10
MINGGU 250
521 CRUMBLE CHK STR AYAM PRESTARTER 7 - 14
MINGGU 150
520s CRUMBLE CHK PREST AYAM PRESTARTER 0 - 9
MINGGU 100
510 CRUMBLE BRL PREST AYAM PRESTARTER 0 - 3
MINGGU 150
R5+ LAYER PRIMA AYAM PRE GROWER 14-17
MINGGU 200
R5+P LAYER PRIMA AYAM PRE GROWER 14-17 150
324-17+ MASH CHK LAY AYAM PREGROWER 21-96
MINGGU 150
524PL CRUMBEL PRELAY AYAM PREGROWER
14-21MINGGU 150
524-17 CRUMBEL CHK LAY PLUS LARVADEX
AYAM GROWER - LAYING PHASE 26 - 120 MINGGU
150
524-1 CRUMBEL PRELAY PLUS LARVADEX (OBAT LALAT)
AYAM GROWER 37 - 48
MINGGU 200
322K MASH PUL GRW AYAM GROWER 80-95
MINGGU 150
322 MASH PUL GRW AYAMPRE GROWER 14-17
MINGGU 200
LIMESTONE batuan sedimen
karbonat SEBAGAI KALSIUM U/ AYAM 100
TOTAL
4.1.3 Biaya Persediaan
Biaya-biaya yang timbul akibat adanya persediaan :
a. Biaya Pemesanan
Biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan dalam satu kali pemesanan adalah Rp.2.240.000.000,- biaya tersebut termasuk biaya perlengkapan, biaya produksi, biaya transportasi dan biaya angkut.
b. Biaya Penyimpanan
Untuk penyimpanan perusahaan juga harus mengeluarkan biaya sebesar Rp. 550.000,- per bulan untuk per unit barang yang disimpan. Biaya tersebut merupakan biaya akumulasi dari biaya listrik, biaya gudang, biaya perawatan dan biaya kerusakan.
Besarnya biaya pemesanan dan biaya penyimpanan merupakan hasil akumulasi dari biaya-biaya yang termasuk didalamnya, karena perusahaan tidak bisa memberikan data untuk biaya-biaya tersebut lebih rinci kepada penulis.
4.2. Pengadaan Persediaan dengan Metode MRP
Setelah diketahui biaya-biaya yang dikeluarkan oleh PT. Puri Kadusirung Raya Farm untuk persediaan dengan system pengadaan yang diterapkan PT. Puri Kadusirung Raya Farm maka biaya tersebut akan dibandingkan dengan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk persediaan dengan menggunakan metode MRP
4.2.1 Metode Lot For Lot (LFL)
Metode Lot For Lot (LFL) dikenal juga sebagai metode persediaan minimal. Dengan metode LFL pemesanan perlengkapan produksi yang dilakukan oleh perusahaan asumsi dengan yang diperlukan untuk proses produksi pada periode tersebut. Metode ini mempunyai resiko jika terjadi keterlambatan dalam pengiriman perlengkapan produksi maka akan mengakibatkan terhentinya proses distribusi atau pemasaran. Dengan menggunakan metode LFL kebutuhan perlengkapan produksi dirumuskan seperti berikut :
Tabel 4.2 Rencana Kebutuhan pakan ayam dengan metode lot for lot
Sumber : hasil analisis penulis
Karena pemesanan sesuai dengan kebutuhan bersih setiap bulan maka dengan menggunakan metode ini tidak dapat persediaan
Bulan Keb. Jan Feb Maret April Mei Jun Jul Agst Sep Okt Nov Des Kebutuhan Bersih 2100 Unit 2100 Unit 2100 Unit 2100 Unit 2000 Unit 2100 Unit 2000 Unit 2100 Unit 2000 Unit 2100 Unit 2000 Unit 2100 Unit 2100 Unit Rencana Penerimaan 2100 Unit 2100 Unit 2100 Unit 2100 Unit 2000 Unit 2100 Unit 2000 Unit 2100 Unit 2000 Unit 2100 Unit 2000 Unit 2100 Unit 2100 Unit Proyeksi Persediaan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
perlengkapan produksi, dengan tidak adanya persediaan, perusahaan mengeluarkan biaya pemesanan yang dihitung sebagai berikut :
Biaya Pemesanan = 12 x Rp. 2.240.000.000,- = Rp. 26.880.000.000,-
Biaya Penyimpanan = = Rp. 0,-
Biaya Total Persediaan = = Rp. 26.880.000.000,-
Biaya Total Persediaan yang dikeluarkan oleh perusahaan sebesar Rp. Per tahun dengan menggunakan metode Lot For Lot maka perusahaan akan menghemat biaya sebesar = Rp. 4.720.000.000,-
4.2.2 Metode Part Periode Balancing (PPB)
Metode Metode penyeimbang sebagai periode (PBB) merupakan salah satu pendekatan dalam menentukan dalam lot untuk suatu kebutuhan materil tidak seragam bertujuan untuk memperkecil biaya total persediaan, meskipun tidak sepenuhnya diperoleh biaya total yang minimum, metode ini memberikan pemecahan yang cukup baik.
Metode ini dapat menggunakan jumlah pesanan yang berbeda untuk setiap pesanan yang dikarenakan jumlah permintaan setiap periode tidak sama, ukuran lot dicari dengan menggunakan pendekatan sebagai periode yang ekonomis (Economis Part Periode, EPP)
Kebutuhan setiap periode diakumulasikan hingga mendekati nilai EPP. Besarnya akumulasi persediaan yang mendekati nilai EPP merupakan ukuran lot yang dapat memperkecil biaya persediaan.
EPP = Biaya Pemesanan
Biaya Penyimpanan per unit per periode EPP = Rp. 2.240.000.000,-
Rp. 550.000,-
= 4072.72 atau 4073 Periode Bagian
Tabel 4.3 bagan untuk menentukan ukuran lot dengan menggunakan EPP
Periode Kebutuhan Lama Penyimpanan Periode Bagian Akumulasi Periode
Januari 2100 Unit 0 0 Unit 0 Unit
Februari 2100 Unit 1 2100 Unit 2100 Unit
Maret 2100 Unit 2 4200 Unit 6300 Unit
April 2000 Unit 0 0 Unit 0 Unit
Mei 2100 Unit 1 2100 Unit 2100 Unit
Juni 2000 Unit 2 4000 Unit 6000 Unit
Juli 2100 Unit 0 0 Unit 0 Unit
Agustus 2100 Unit 1 2100 Unit 2100 Unit
September 2100 Unit 2 4200 Unit 6300 Unit
Oktober 2000 Unit 0 0 Unit 0 Unit
November 2100 Unit 1 2100 Unit 2100 Unit
Desember 2100 Unit 2 4200 Unit 6300 Unit
Pada tabel 4.3 dibuat bertujan untuk menentukan setiap beberapa periode pemesanan yang akan dilakukan. Pemesanan dilakukan ketika akumulasi periodenya mendekati nilai 4073 periode bagian (EPP). Berdasarkan pada tabel 4.3 pemesanan dilakukan setiap tiga periode sekali yaitu pada periode januari dilakukan akumulasi pemesanan untuk periode februari dan maret. Pemesanan dilakukan kembali pada bulan april akumulasi untuk periode mei-juni. Untuk periode agustus dan september pemesanan dilakukan pada periode juli, pemesanan terakhir dilakukan pada oktober akumulasi periode november-desember.
Berdasarkan perhitungan lot diatas, pemesanan pada periode januari sebanyak 6300 unit untuk memenuhi kebutuhan dua periode berikutnya (februari dan maret).
Tabel 4.4 Rencana kebutuhan pakan ayam dengan metode PPB
Sumber : Hasil Analisis Penulis
Pada april sebanyak 6300 unit juga dipesan untuk memenuhi kebutuhan 2 periode berikutnya (mei dan juni), pada bulan juli sebanyak 6300 unit dipesan untuk memenuhi kebutuhan (agustus dan september)
Bulan Jan Feb Maret April Mei Jun Jul Agst Sep Okt Nov Des Kebutuhan Bersih 2100 Unit 2100 Unit 2100 Unit 2000 Unit 2100 Unit 2000 Unit 2100 Unit 2000 Unit 2100 Unit 2000 Unit 2100 Unit 2100 Unit Rencana Penerimaan 6300 Unit 6300 Unit 6300 Unit 6300 Unit 4 Kali Proyeksi Persediaan 4200 Unit 2100 Unit 0 4100 Unit 2100 Unit 0 4200 Unit 2100 Unit 0 4200 Unit 2100 Unit 0 25100 Unit
dan pada oktober sebanyak 6300 unit dipesan untuk memenuhi kebutuhan (november dan desember)
Biaya Pemesanan = 4 x Rp.2.240.000.000,- = Rp. 8.960.000.000,-
Biaya Penyimpanan = 25100 x Rp 550.000,- = Rp. 13.805.000.000,-
Biaya Total Persediaan Rp. 22.765.000.000,-
Dengan metode PPB pemesanan dilakukan sebanyak 4 kali dalam setahun, setiap tiga periode dan mengeluarkan biaya pemesanan Rp. 8.960.000.000,-,- secara akumulasi maka ada perlengkapan produksi yang disimpan sebelum proses yang mengakibatkan timbulnya biaya penyimpanan sebesar Rp. 13.805.000.000,- Dengan metode PPB biaya total persediaan sebesar Rp. 22.765.000.000,- maka perusahaan dapat menghemat sebesar Rp.8.835.000.000,- Untuk waktu satu tahun.
4.2.3 Metode Periode Order Quantity (POQ)
Metode kuantitas pesanan periode merupakan pengembangan dari metode EOQ untuk jumlah permintaan yang tidak sama dalam beberapa periode. Nilai POQ dapat diperoleh dengan menggunakan rumus berikut :
POQ = √ 2S DH
Dimana :
S = Biaya Pemesanan
H = Biaya Penyimpanan
D = Kebutuhan Rata=rata = ___unit/bulan = __unit/bulan
POQ = √2x(Rp.2.240.000.000,-) = √4.480.000.000,- (2100)(550.000) 1.155.000.000 = √3.8787 = 1.98 = 2 Periode
Hasil perhitungan diatas berarti, pemesanan dilakukan setiap 2 periode sekali dengan jumlah pesanan sesuai dengan kebutuhan untuk 2 periode yang bersangkutan. Pada tabel 4.5 dapat dilihat perencanaan kebutuhan perlengkapan produksi dengan menggunakan metode POQ. Pada bulan januari pemesanan dilakukan untuk 2 periode yaitu januari dan februari sebanyak 500 unit, dan akan dilakukan pemesanan kembali pada
Tabel 4.5 Rencana kebutuhan pakan ayam dengan metode POQ
Sumber: Analisis Penulis
Bulan Jan Feb Maret April Mei Jun Jul Agst Sep Okt Nov Des Kebutuhan Bersih 2100 Unit 2100 Unit 2100 Unit 2000 Unit 2100 Unit 2000 Unit 2100 Unit 2000 Unit 2100 Unit 2000 Unit 2100 Unit 2000 Unit 2100 Unit Rencana Penerimaan 4200 Unit 4100 Unit 4300 Unit 4100 Unit 4300 Unit 4100 Unit 6 Kali Proyeksi Persediaan 2100 Unit 2000 Unit 2100 Unit 2000 Unit 2100 Unit 2000 Unit 12300 Unit
Berdasarkan tabel diatas, dalam satu tahun perusahaan melakukan pemesanan sebanyak 6 kali karena pemesanan dilakukan setiap 2 periode, maka ada perlengkapan produksi yang disimpan untuk persediaan periode berikutnya. Hal ini menyebabkan timbulnya biaya penyimpanan. Untuk mengetahui besarnya biaya penyimpanan, perlengkapan produksi yang tersisa pada setiap periode harus diakumulasikan terlebih dahulu, maka akan diperoleh banyaknya unit yang disimpan dan biaya-biaya untuk persediaan akan diketahui dengan perhitungan berikut :
Biaya pemesanan = 6 x Rp.2.240.000.000,- = Rp.13.440.000.000,-
Biaya penyimpanan = 12300 x Rp. 550.000,- = Rp 6.765.000.000,-
Biaya Total Persediaan = Rp.20.205.000.000,-
Biaya total persediaan yang dihasilkan menggunakan metode POQ Sebesar Rp. 20.205.000.000,- Pemesanan metode POQ lebih sering dibandingkan dengan metode PPB namun dalam jumlah perlengkapan produksi yang disimpan, metode POQ jauh lebih sedikit yang dapat memperkecil biaya penyimpanan, dengan metode POQ dalam satu tahun perusahaan dapat menghemat sebesar Rp. 11.395.000.000,-
4.2.4 Metode Economic Order Quantity (EOQ)
Dengan metode kuantitas pemesanan ekonomis (EOQ) diharapkan dapat memperkecil biaya persediaan yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Jumlah perlengkapan produksi yang dipesan dengan
menggunakan metode ini dianggap konstan yaitu perlengakapan produksi yang dipesan sama banyak disetiap periode pemesanan. Untuk mendapatkan jumlah yang paling ekonomis pada setiap pemesanan, dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Keterangan :
Q : jumlah pesanan ekonomis K(Q*) : total biaya rata-rata tahunan c : biaya produksi per unit ($/unit) D : permintaan per unit per satuan waktu A : biaya pemesanan ($/order)
I : total biaya penyimpanan tahunan (%/tahun)
H : ic = total biaya penyimpanan tahunan ($/Unit/tahun)
Maka perhitungan nya EOQ (Economic Order Quantity)
EOQ = √ 2(24900)(2.240.000.000) 6.600.000 EOQ = √ 111.552.000.000,- 6.600.000 EOQ = √ 16.901.818 EOQ = 4109.098 = 4110
Q
cD ADh K h AD Q EOQ 2 * 2 * Tabel 4.6 Rencana kebutuhan pakan ayam dengan metode EOQ
Sumber: Analisis Penulis
Dari perhitungan diatas, diperoleh angka sebagai jumlah pemesanan yang
paling ekonomis, pada jumlah biaya total persediaan dapat dihitung sebagai berikut :
Biaya penyimpanan (total inventory cost) = EOQ . H
2
= 4110 x 6.600.000 2
= Rp. 13.563.000.000 Biaya Pemesanan = D/EOQ . S
= 24900 x 2240.000.000 4110
= Rp. 13.570.802.920
Total Biaya Persediaan = Biaya Penyimpanan + Biaya Pemesanan = Rp. 13.563.000.000 + Rp. 13.570.802.920
= Rp. 27,133,802,920
Dengan kuantitas pemesanan yang sama dengan metode POQ perlengkapan produksi yang disimpan lebih banyak yang mengakibatkan biaya penyimpanan yang dikeluarkan perusahaan lebih besar namun dengan
Bulan Jan Feb Maret April Mei Jun Jul Agst Sep Okt Nov Des Kebutuhan Bersih 2100 Unit 2100 Unit 2100 Unit 2000 Unit 2100 Unit 2000 Unit 2100 Unit 2000 Unit 2100 Unit 2000 Unit 2100 Unit 2000 Unit Rencana Penerimaan 4110 Unit 4110 Unit 4110 Unit 4110 Unit 4110 Unit 4110 Unit 6 Kali Proyeksi Persediaan 2010 Unit 90 Unit 2190 Unit 190 Unit 2200 Unit 200 Unit 2210 Unit 210 Unit 2220 Unit 220 Unit 2230 Unit 230 Unit 14200 Unit
menggunakan metode EOQ perusahaan masih bias menghemat biaya total persediaan sebesar Rp. sama dengan Rp. 4.466.197.080 selama satu tahun.
4.3 Hasil Perhitungan dengan menggunakan metode MRP
Dari metode-metode yang digunakan setiap metode diketahui berupa biaya persediaan yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Pada setiap metode-metode MRP mempunyai hasil yang berbeda-dan dari empat metode MRP hasil perhitungannya dapat dilihat sebagai berikut :
Tabel 4.7 Hasil Biaya Simpan dan Biaya Pesan dari metode-metode MRP
Sumber: Analisis Penulis
Dari table diatas dapat dilihat perbedaan pada setiap metode MRP yang digunakan dan dilakukan perhitungan, diperoleh hasil dengan menggunakan metode POQ yang menghasilkan biaya total persediaan paling rendah dibandingkan dengan yang lainnya, berdasarkan metode tersebut pemesanan sebaiknya dilakukan secara periodic yakni setiap beberapa periode sekali dimana setiap pemesanan mencangkup kebutuhan untuk beberapa periode sekaligus.
Dari hasil perhitungan diatas setiap metode MRP yang digunakan menghasilkan biaya persediaan yang lebih rendah dibandingkan dengan biaya
Jenis Biaya Metode LFL PPB POQ EOQ Biaya Pemesanan Rp22.680.000.000 Rp8.960.000.000 Rp 13.440.000.000 Rp13.563.000.000 Biaya Penyimpanan 0 Rp13.805.000.000 Rp 6.765.000.000 Rp13.570.802.920 Biaya Total Rp 22.680.000.00 Rp22.765.000.000 Rp 20.205.000.000 Rp27.133.802.920
persediaan yang dikeluarkan oleh PT. Puri Kadungsirung Raya Farm sebesar Rp. 31.600.000.000,- dengan metode POQ yang mempunyai biaya persediaan terendah dibanding yang lainnya, PT. Puri Kadungsirung Raya Farm bisa menghemat biaya persediaan sebesar Rp. 11.395.000.000 selama satu tahun.
Tabel 4.8 Perbandingan BiayaTotal Persediaan dengan metode-metode MRP
Biaya Total Persediaan PT Puri Kadungsirung Raya Farm. Metode MRP Biaya Total Persediaan dengan Metode MRP
Biaya Total yang dapat di hemat Rp. 31.600.000.000,- LFL 26.880.000.000 4.720.000.000 PPB 22.765.000.000 8.835.000.000 POQ 20.205.000.000 11.395.000.000 EOQ 27,133,802,920 4.466.197.080 Sumber: Analisis Penulis