Analisis efisiensi usaha dan pendapatan………...Kevin Novarsy
Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran 1
ANALISIS EFISIENSI USAHA DAN PENDAPATAN PADA
PERUSAHAAN PETERNAKAN KELINCI PEDAGING
BUSINESS EFFICIENCY AND INCOME ANALYSIS
ON MEAT RABBIT COMPANY
Kevin Novarsy*, Linda Herlina**, Adjat Sudradjat**.
Universitas Padjadjaran
*Alumni Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran **Staf Pengajar Fakultas Peternakan Unpad
e-mail :[email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini telah dilakukan di PT. IMRA pada tanggal 14 Februari 2015 hingga 2 Maret 2015. Peternakan ini terletak di Kota Cianjur tepatnya di Kebun Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI), Jalan. Landbouw, Cipanas.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan tingkat efisiensi usahaternak kelinci pedaging di PT. IMRA, mengetahui nilai Break Even Point unit dan harga pada usahaternak kelinci pedaging di PT. IMRA, serta menganalisis pendapatan dan tingkat efisiensi usaha pada perusahaan kelinci pedaging PT. IMRA. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan usahaternak kelinci pedaging di PT. IMRA merugi sebesar Rp. 56.013.445,87 dengan tingkat efisiensi sebesar 0,82. Usahaternak kelinci pedaging di PT. IMRA Indonesia memiliki nilai Break Even Point
unit yaitu 3.574 ekor dan harga yaitu Rp. 199.466,38 / ekor hidup. Pendapatan
perusa-haan kelinci pedaging di PT. IMRA sebesar Rp. 86.810.187,47 dengan tingkat efisiensi sebesar 1,14.
kata kunci: break even point, efisiensi usaha, kelinci, pendapatan,
ABSTRACT
The research has been done at PT. IMRA from February 14, 2015 to March 2, 2015. This farm is located in Cianjur City, Kebun Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI), Landbouw Avenue, Cipanas. The research purposes are to know the income and efficiency, break even point unit and price, also to analyse Revenue and Business Efficiency on Meat Rabbit Company of PT. IMRA. The research method used is case study. The result of research shows that total revenue on Meat Rabbit Company at PT. IMRA is 56.013.445,87 rupiahs with efficiency 0,82. Break Event Point value is 3.574 heads and price are 199.466,38 rupiahs / heads. PT. IMRA’s revenue are 86.810.187,47 rupiahs with efficiency 1,14.
Analisis efisiensi usaha dan pendapatan………...Kevin Novarsy
Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran 2
PENDAHULUAN
Kelinci yang berkembang di Indonesia merupakan hasil penyebar-luasan program pemerintah pada Tahun 1980-an, yang bertujuan untuk mencu-kupi kebutuhan protein hewani. Per-kembangan kelinci saat ini sangat beragam tujuan produksinya, yaitu di-kembangkan sebagai ternak laborato-rium, ternak kesayangan, ternak peng-hasil kulit bulu dan ternak pengpeng-hasil daging.
Beternak kelinci memiliki pelu-ang usaha ypelu-ang cukup potensial, baik sebagai usaha pokok maupun sebagai usaha sampingan. Peluangnya sebagai penyedia daging untuk dikonsumsi, serta bila diusahakan akan mengun-tungkan dengan margin pendapatan dari 20 - 200% (Raharjo, 2010).
Peternakan kelinci yang ada di Jawa Barat yaitu PT. IMRA (Indonesian
Meat Rabbbit). Peternakan ini terletak
di Kota Cianjur tepatnya di Kebun Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI), Jalan. Landbouw, Cipanas. Visi PT. IMRA yaitu menjadi korporasi kelinci pedaging pertama dan terbesar di Indonesia. Produk yang dihasilkan oleh PT. IMRA yaitu kelinci, pakan berupa pellet untuk kelinci, Pupuk Organik Cair (POC) dan hay alfalfa.
Kelinci merupakan salah satu produk utama yang dihasilkan di PT. IMRA, namun hingga saat ini produksi kelinci masih belum stabil karena PT. IMRA masih dalam proses seleksi kelinci pedaging untuk menjadikan penghasil daging yang unggul.
Pakan berupa pellet untuk kelinci yang diproduksi sebagian besar untuk dijual karena penjualan pellet ini bertujuan untuk menutupi biaya produksi kelinci yang saat ini masih belum optimal. Selain dijual pellet yang diproduksi diberikan juga pada ternak agar pakan ternak tidak bergantung pada pellet lain dan biaya untuk pellet lebih murah dan terjangkau. Pupuk Or-ganik Cair diproduksi untuk meman-faatkan limbah urine, untuk selanjutnya diolah dan dijual untuk menambah pemasukan.
Hay alfalfa yang diproduksi di PT.IMRA berasal dari alfalfa yang ditanam langsung di lahan PT.IMRA. Hay alfalfa ini diberikan juga ke ternak untuk menambah asupan nutrisi, karena hay alfalfa ini merupakan tanaman legum yang tinggi protein. Jumlah ke-linci yang ada di PT. IMRA yaitu 630 ekor induk. Perusahaan tersebut masih dalam proses pengembangan karena
Analisis efisiensi usaha dan pendapatan………...Kevin Novarsy
Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran 3 baru berdiri pada tanggal 11 Januari
2013.
Pengelolaan usaha kelinci yang baik berhubungan erat dengan efisiensi usaha. Efisiensi usahaternak menjadi sangat penting karena akan berpengaruh terhadap pendapatan, apalagi perusa-haan tersebut masih dalam pengem-bangan maka harus diteliti apakah perusahaan tersebut sudah efisien atau belum karena dapat menjadi tolak ukur keberhasilan untuk masa depan. Berda-sarkan uraian tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai “Analisis Efisiensi Usaha dan Pendapatan Pada Perusahaan Peterna-kan Kelinci Pedaging” .
OBJEK DAN METODE 1. Objek Penelitian
Obyek dalam penelitian ini adalah perusahaan peternakan kelinci pedaging PT. IMRA.
2. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Studi kasus adalah suatu metode penelitian yang bertujuan untuk memperoleh informasi yang berhubungan dengan suatu kejadian (kasus) tertentu saja (Paturochman, 2005).
3. Penentuan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di PT. IMRA (Indonesian Meat Rabbit). Adapun pertimbangan pemilihan wilayah PT. IMRA ini adalah PT. IMRA merupakan perusahaan peternakan kelinci pedaging dengan populasi kelinci yang cukup banyak yaitu 500 ekor yang berada di Jawa Barat tepatnya di Kota Cianjur.
4. Jenis dan Sumber data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer bersumber dari hasil observasi dan wawancara langsung dengan responden (manajer bagian produksi dan karyawan PT. IMRA yang terlibat dalam penelitian ini. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh dari intansi yang terkait dalam penelitian ini yaitu antara lain dinas peternakan dan balai penelitian ternak (BALITNAK).
5. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Analisis efisiensi usaha dan pendapatan………...Kevin Novarsy
Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran 4 a) Indept interview (wawancara
mendalam) kepada pihak mana-jemen PT. IMRA.
b) Wawancara langsung dengan para karyawan (bagian produksi kelinci, pellet, Pupuk Organik Cair (POC) dan hay alfalfa ) yang bekerja di PT. IMRA. c) Observasi digunakan untuk
mendukung data yang diperoleh dari hasil wawancara. Observasi dengan cara mengamati secara langsung kondisi dari lingku-ngan kerja yang diamati. Peneliti melalui teknik ini dapat mem-peroleh data yang relatif lebih banyak dan akurat, karena pene-liti dapat secara langsung me-ngamati perilaku dan kejadian-kejadian dalam lingkungan so-sial yang diteliti.
d) Studi pustaka digunakan untuk mendapatkan data sekunder. Studi pustaka dilakukan dengan cara mempelajari literatur-literatur yang berhubungan dengan topik penelitian antara lain, jurnal, laporan dari lemba-ga-lembaga pemerintahan mau-pun non pemerintahan, serta ar-tikel.
6. Operasional Variabel
Berdasarkan tujuan penelitian dan kerangka pemikiran dalam penelitian ini, maka variabel yang diukur adalah variabel biaya produksi dan variabel penerimaan. Pendapatan usahaternak kelinci diperoleh dari selisih antara penerimaan dan biaya produksi yang dihitung selama satu tahun usaha. Penerimaan berasal dari penjualan kelinci, pellet, hay alfalfa dan Pupuk Organik Cair (POC).
HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Efisiensi Usaha
Analisis efisiensi usaha pada PT IMRA dapat dilihat pada Tabel 1. Ana-lisis efisiensi usaha dicari untuk melihat keuntungan suatu usaha. Besarnya im-bangan antara penerimaan dan biaya produksi dapat dilihat pada Tabel 1. Da-ri Tabel 1 dapat dilihat bahwa besarnya imbangan antara penerimaan dan penge-luaran (Revenue Cost Ratio) pada usa-haternak kelinci di PT IMRA adalah le-bih kecil dari 1 atau sebesar 0,82 yang artinya bahwa setiap Rp. 100,00 yang dikeluarkan usahaternak kelinci menda-pat penerimaan sebesar Rp. 82,00 atau kerugian sebesar Rp. 18,00. Oleh karena itu usahaternak kelinci dikatakan tidak
Analisis efisiensi usaha dan pendapatan………...Kevin Novarsy
Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran 5 Tabel 1. Penerimaan dan Biaya Produksi
Keterangan Rp/Bulan Rp/Tahun
Kelinci Penerimaan Rp. 8.432.500,00 Rp. 252.975.000,00 Biaya Produksi Rp. 10.299.614,86 Rp. 308.988.445,87 Pellet Kelinci Penerimaan Rp. 11.868.257,00 Rp. 356.047.710,00 Biaya Produksi Rp. 8.204.422,00 Rp. 246.132.660,00
Pupuk Organik Cair (POC)
Penerimaan Rp. 2.698.350,00 Rp. 80.950.500,00 Biaya Produksi Rp. 1.367.036,11 Rp. 41.011.083,33 Hay Alfalfa Penerimaan Rp. 430.666,67 Rp. 12.920.000,00 Biaya Produksi Rp. 665.027,78 Rp. 19.950.833,33 Total Penerimaan Rp. 23.429.773,67 Rp. 702.893.201,00 Total Biaya Rp. 20.536.100,75 Rp. 616.083.022,53
Efisiensi Usaha Kelinci 0,82
Efisiensi Usaha PT. IMRA 1,14
Sumber : Data primer 2014
efisien dan tidak mendapatkan peneri-maan sebagai manfaatnya.
Hal ini sesuai dengan pendapat Hernanto (1993), bahwa analisis efi-siensi usaha dapat digunakan untuk melihat keuntungan pada suatu usaha yang diuji dengan seberapa besar nilai rupiah dari biaya yang dipakai dalam kegiatan usaha yang memberikan penerimaan sebagai manfaat. Selanjut-nya pendapat Bishop dan Toussaint (1979) yaitu apabila R/C ratio < 1 maka usaha tersebut tidak efisien. Usahater-nak kelinci tersebut belum efisien karena masih dalam proses seleksi bibit
sehingga usahaternak kelinci tersebut masih belum mendapatkan keuntungan yang maksimal.
Hasil analisis efisiensi usaha PT. IMRA dalam setahun yang menca-kup keseluruhan usaha (Kelinci, pellet, POC, hay alfalfa) menunjukan bahwa nilai efisiensi usaha lebih besar dari 1 atau sebesar 1,11 yang artinya setiap Rp. 100,00 yang dikeluarkan PT.IMRA mendapat penerimaan sebesar Rp. 114,00 atau keuntungan sebesar Rp. 14,00.
Analisis efisiensi usaha dan pendapatan………...Kevin Novarsy
Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran 6
2. Pendapatan
Pendapatan merupakan selisih antara penerimaan dan pengeluaran (biaya produksi). Pendapatan perusaha-an peternakperusaha-an kelinci PT.IMRA dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Memperlihatkan peneri-maan sebesar Rp. 252.975.000,00 dan total biayanya yaitu Rp.308.988.445,87.
Biaya tersebut lebih besar dari peneri-maan yang didapat dari penjualan kelin-ci sehingga usahaternak kelinkelin-ci merugi, dengan kerugian Rp. 56.013.445,87. Kerugian ini disebabkan karena produk kelinci masih dalam tahap pengemba-ngan atau sedang dalam proses seleksi kelinci untuk menghasilkan kelinci unggul.
Tabel 2. Pendapatan Perusahaan Peternakan Kelinci PT. IMRA per Tahun.
Usaha Biaya Penerimaan Pendapatan
Kelinci Rp. 308.988.445,87 Rp. 252.975.000,00 Rp. (56.013.445,87)
Pellet Rp. 246.132.660,00 Rp. 356.047.710,00 Rp. 109.915.050,00
POC Rp. 41.011.083,33 Rp. 80.950.500,00 Rp. 39.939.416,67
Hay Rp. 19.950.833,33 Rp. 12.920.000,00 Rp. (7.030.833,33)
Total Rp. 616.083.022,53 Rp. 702.893.210,00 Rp. 86.810.187,47
Sumber: Data Primer (2014)
Tabel 2. menunjukan bahwa total pendapatan PT. IMRA pertahun adalah sebesar Rp. 86.810.187,47 yang pendapatannya berasal dari produk ke-linci, pellet keke-linci, Pupuk Organik Cair (POC), dan hay alfalfa. Perhitungan pendapatan dapat dilihat pada lampiran 2. Jumlah pendapatan terbesar di PT. IMRA yaitu pellet kelinci dengan jum-lah Rp. 109,915,050.00 lalu pendapatan terbesar kedua yaitu Pupuk Organik Cair dengan jumlah Rp. 39,939,416.67 dengan adanya produksi pellet kelinci dan Pupuk Organik Cair (POC) ini PT. IMRA bisa menutupi biaya produksi beberapa produk seperti
kelinci dan hay alfalfa yang memiliki pendapatan negatif. Produk kelinci dan hay alfalfa di PT. IMRA masih dalam tahap pe-ngembangan sehingga menghasilkan total pendapatan yang negatif.
3. Break Even Point
Titik impas atau Break Even Point merupakan keadaan suatu usaha dimana jumlah penerimaan sama dengan biaya produksi. Perhitungan titik impas berdasar-kan produksi kelinci dinyataberdasar-kan dalam sa-tuan ekor dan berdasarkan harga dinyata-kan dalam satuan Rp/ekor. Hasil
perhitu-Analisis efisiensi usaha dan pendapatan………...Kevin Novarsy
Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran 7 ngan titik impas usaha kelinci PT. IMRA
dapat dilihat pada Tabel 7.
Berdasarkan Tabel 7. Dapat dilihat bahwa produksi kelinci berada di bawah hasil perhitungan titik impas, sehingga usaha tersebut belum dapat menghasilkan keuntungan dari penjualan kelinci. Hasil perhitungan titik impas, untuk kelinci di PT. IMRA harus memproduksi minimal 3.708 ekor sedangkan yang ada sekarang yaitu 2.016 ekor. nilai penjualan minimal seharusnya Rp. 199.466,38/ekor hidup, sedangkan nilai penjualan yang terjadi sekarang yaitu Rp. 112.500,00/ekor hidup. Menurut pendapat Guritno (1996), analisis titik impas bagi perusahaan adalah untuk menetapkan tingkat produksi dimana tidak ada keuntungan ataupun kerugian.
Perhi-tungan titik impas digunakan untuk mengetahui pada tingkat produksi dan har-ga jual berapa, perusahaan tidak mendapat-kan untung maupun tidak mendapatmendapat-kan ke-rugian.
Perusahaan tersebut belum mencapi titik impas disebabkan penjualan kelinci penghasil daging yang diproduksi PT. IMRA saat ini belum menjadi produk utama, karena masih dalam tahapan seleksi dalam pening-katan mutu genetik. Tidak mencapai titik impas disebabkan juga kare-na bulan Agustus hingga bulan Oktober 2014 pada PT. IMRA terjadi wabah penya-kit yang menyerang kelinci dan diduga penyakit tersebut adalah Brucellosis yang mengakibatkan banyak ternak yang mati sehingga populasi kelinci menurun.
Tabel 3. Titik Impas Produk Kelinci di PT. IMRA
Uraian BEP Aktual
Unit (ekor) 3.574 2016
Rupiah Rp. 199.466,38 Rp. 112.500,00
Sumber : Data primer 2014.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di PT. IMRA mengenai efisiensi usaha dan pendapatan dapat disimpulkan bahwa :
1. Pendapatan usaha kelinci peda-ging PT. IMRA sebesar Rp. 86.810.187,47 dengan ting-kat efisiensi sebesar 1,14.
2. Pendapatan usahaternak kelinci pedaging di PT. IMRA merugi sebesar Rp. 56.013.445,87 de-ngan tingkat efisiensi sebesar 0,82.
3. Pada usahaternak kelinci pedaging di PT. IMRA nilai
Analisis efisiensi usaha dan pendapatan………...Kevin Novarsy
Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran 8 3.574 ekor dan harga yaitu
Rp. 199.466,36/ ekor hidup.
DAFTAR PUSTAKA
Bishop, C.E. dan W.D. Taussaint. 1979. Pengantar Analisis Ekonomi Pertanian. Mutiara, Bandung. Guritno, T. 1996. Kamus Ekonomi.
UGM Press, Yogyakarta.
Hernanto, F. 1993. Ilmu Usahatani. PT. Penebar Swadaya, Jakarata Paturocman, M. 2005. Hubungan
Antara Tingkat Pendapatan Keluarga Peternak dengan Tingkat Konsumsi (Kasus di Koprasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS
Pangalengan) Sosihumaniora Vol.7, 3 November 2005. www.resources.unpad.ac.id. Raharjo, Y. C. 2010. Prospek, Peluang,
dan Tantangan Agribisnis Ternak Kelinci. Prosiding. Disajikan pada Lokakarya Nasional Potensi dan Peluang Pengembangan Usaha Kelinci. Balai Penelitian Ternak, Bogor.
Analisis efisiensi usaha dan pendapatan………...Kevin Novarsy
Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran 9
LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING DAN PERNYATAAN PENULIS
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya:
Nama : Kevin Novarsy NPM : 200110110157
Judul Artikel : Analisis Efisiensi Usaha dan Pendapatan pada Perusahaan SASPeternakan Kelinci Pedaging
Menyatakan bahwa artikel ini merupakan hasil penelitian penulis, data dan tulisan ini bukan hasil karya orang lain, ditulis dengan kaidah-kaidah ilmiah dan belum pernah dipublikasikan. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya, tanpa tekanan dari pihak manapun. Penulis bersedia menanggung konsekuensi hukum apabila ditemukan kesalahan dalam pernyatan ini.
Mengetahui, Dibuat di Sumedang, 6 Juli 2015
Pembimbing Utama, Penulis
Dr. Ir. Linda Herlina, MP. Kevin Novarsy, S.Pt. Pembimbing Anggota,