36
Gambar grafik 2,Hasil akhir perhitungan Value kelayakan
Berdasarkan penilaian Value kelayakan diatas menunjukkan bahwa, alternatif yang memiliki tingkat kelayakan paling tinggi adalah alternatif dengan memasang Inverter, yang berfungsi mengubah arus listrik DC menjadi AC.
Adapun total nilai yang didapat dari tiap alternatif adalah sebagai berikut, 1.Merubah desain : 2.390
2.Memasang Inverter : 2.455
3.Memasang Dymer : 2.065
4.Memasang Timmer : 2.188
5.Memasang Temperatur suhu : 2.220 6.Menggunakan Elemen Pemanas solder : 2.190
Adapun perhitungan yang didapat adalah dari penjumlahan dari semua nilai yang diberikan para responden pada alternatif yang dipasang.
2390 2455 2065 2188 2220 2190 1800 1900 2000 2100 2200 2300 2400 2500
37
4.4 VALUE EVALUASI
Value evaluasi dilakukan analisis terhadap beberapa alternatif yang dipilih dan akan diambil berdasarkan urutan ranking yang mempunyai nilai baik yang telah dihasilkan pada matrik kelayakan.
Pada Value evaluasi ini akan diambil empat alternatif yang sama pada Value kelayakan.Ditampilkanya alternatif ini berguna untuk mengetahui sejauh mana kelebihan yang dimiliki alternatif dari alternatif lainya.Pada Value evaluasi diambil empat kriteria yaitu: 1. Kualitas tambalan pada ban
2. Keawetan dari alat 3. Cost pemeliharaan 4. Mudah digunakan
Gambar grafik 3.Grafik Value Evaluasi
2000 2180 2310 2245 2227 2178 2214 1800 1850 1900 1950 2000 2050 2100 2150 2200 2250 2300 2350
38
Berdasarkan perhitungan grafik Value evaluasi diatas,dapat dilihat bahwa dalam pengembangan alat tambal ban kurva yang dimulai dari desain lama terus meningkat,menunjukkan bahwa elemen alternatif yang dipasang Alat tambal ban elektrik mulai menuju keberhasilan.Dan berdasarkan grafik Value evaluasi diatas ,
alternatif yang mendapat nilai terendah dari 26 responden dan masih perlu untuk dikembangkan kembali ialah merubah desain, dengan total nilai yang didapat sebesar 2.180.Untuk lebih jelasnya perhitungan nilai yang didapat adalah sebagai berikut:
1.Desain awal : 2.000
2.Merubah desain : 2.180
3.Memasang Inverter : 2.310
4.Memasang Dymer : 2.178
5.Memasang temperatur suhu : 2.245
6.Memasang timmer : 2.227
7.Menggunakan elemen solder : 2.214
Didapatnya nilai pada value evaluasi ini juga dengan cara menjumlahkan semua nilai yang didapat dari para responden,untuk lebih jelasnya bisa dilihat dilampiran.
4.5 PENETAPAN SUHU
Dalam penetapan suhu haruslah ditentukan secara tepat.Suhu panas adalah unsur utama dalam penambalan pada ban.kualitas perekatan tambalan ban tergantung pada suhu panas yang mampu dicapai,dalam penentuan suhu kami melakukan beberapa kali percobaan tambal ban.Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabelpercobaan dibawah ini.
39
Tabel 7,tabel penetapan suhu
NO SUHU WAKTU HASIL
1 100 derajat celcius 10 menit Tambalan tidak
matang,dapat dikelupas secara manual.
2 120 derajat celcius 12 menit Tambalan masih belum
matang kerekatan tambalan pada ban, tidak
optimal
3 140 derajat celcius 14 menit Tambalan sudah tampak
bagus,tapi kerekatan tambalan pada ban mesih
belum optimal 4 160 derajat celcius 16 menit Suhu terlalu panas dan
waktu penambalan terlalu lama, tambalan
beserta ban yang ditambal meleleh. 5 150 derajat celcius 15 menit Pengaturan waktu dan suhu
tepat, permukaan tambalan bagus dan
rata,menunjukkan kerekatan tambalan pada
40
Dengan melihat tabel diatas,dapat kita ketahui.Dalam beberapa kali percobaan penetapan suhu tidak dapat dilakukan dengan mudah.Dalam setiap percobaan dapat kita simpulkan sebagai berikut;
Percobaan 1 : Dengan suhu 100 derajat celcius dan waktu 10 menit harapan untuk mendapat hasil tambalan optimal jauh dari kata berhasil.Karena dengan suhu dan waktu ini tambalan masih sangat buruk.Kanisir tambalan hanya merekat sebagian dan dapat dikelupas dengan tangan.
Percobaan 2 : Dengan suhu 120 derajat celcius dan waktu 12 menit,tambalan masih belum bagus atau bisa dibilang belum matang karena kanisir tambalan masih belum merekat sempurna.
Percobaan 3 : Dengan suhu 140 derajat celcius dan waktu 14 menit,lagi – lagi hasil tambalan yang diperoleh belum optimal,walaupun kanisir tambalan sudah terlihat bagus dengan permukaan yang masih bergelombang.
Percobaan 4 : Dengan suhu 160 derajat celcius dan waktu 16 menit,hasil yang didapat ialah ban yang ditambal mengalami kerusakan.Suhu terlalu panas dan waktu terlalu lama,kanisir dan ban yang ditambal meleleh.
Percobaan 5 : Dengan suhu 150 derajat celcius dan waktu 15 menit,Tambalan terlihat sempurna.Permukaan kanisir tambalan rata dan kerekatan tambalan sangat bagus dan hasil tambalan yang optimal pun dapat tercapai.
41
4.6 TAHAP PENGEMBANGAN
Pada tahap pengembangan akan dilakukan analisa biaya dan perhitungan value dengan menggunakan nilai performansi yang diperoleh dari hasil analisa dengan menggunakan value kelayakan untuk setiap alternatif terpilih dan alternatif awal.
4.7 ANALISA BIAYA
Dalam analisa biaya akan dijelaskan perihal biaya investasi dari Alat Tambal Ban Elektrik untuk dipakai dalam penentuan nilai.Adapun biaya dari setiap alternatif yang dipilih adalah sebagai berikut
Gambar grafik 4.Grafik Analisa biaya.
30,000 130,000 165,000 210,000 250,000 300,000 350,000 0 50,000 100,000 150,000 200,000 250,000 300,000 350,000 400,000
42 Keterangan gambar diatas adalah :
1.Mengubah desain dibutuhkan biaya Rp 30.000, 2.Memasang Inverter dibutuhkan biaya Rp 100.00,
3.Memasang Temperatur suhu dibutuhkan biaya Rp 35.000, 4.Memasang Dymer dibutuhkan biaya Rp 45.000,
5.Memasang Timmer dibutuhkan biaya Rp 40.000, 6.Biaya tukang sebesar Rp 50.000,
7.Menggunakan Pemanas solder dengan biaya Rp 50.000,
Adapun gambar grafik analisa biaya,ialah menunjukkan peningkatan biaya yang dibutuhkan dari awal pembuatan hingga selesai.
4.8 PENENTUAN NILAI
Berdasarkan hasil analisa pada tahap selanjutnya diperoleh nilai performansi dari pengembangan alat tambal ban menjadi produk alat tambal ban elektrik.Maka nilai tersebut akan dibandingkan
43
Gambar grafik 5.Grafik penentuan nilai
Berdasarkan hasil perhitungan nilai ( Value ),maka dapat diketahui nilai tertinggi dari Vn yakni 2.320 dengan performansi dari pengembangan alat yang terpilih adalah Proses penambalan pada Alat Tambal Ban Elektrik.Adapun nilai yang didapat dari hasil pengembangan alat adalah sebagai berikut,
1.Desain lama : 1.960
2.Desain baru : 2.245
3.Suhu panas alat lama : 2.105 4.Suhu panas alat baru : 2.245 5.Hasil tambalan alat lama : 2.185 6.Hasil tambalan alat baru : 2.250 7.Proses penambalan alat lama : 2.105 8.Proses penambalan alat baru : 2.320
1,700 1,800 1,900 2,000 2,100 2,200 2,300 2,400 1,960 2,245 2,105 2,245 2,185 2,250 2,205 2,320
PENENTUAN NILAI
44
Nilai diatas,didapat dari penjumlahan nilai yang diberikan para responden untuk tiap-tiap perbandingan antara tambal ban dan Tambal ban elektrik.Untuk lebih jelasnya nilai,dapat dilihat pada lampiran.
4.9 TAHAP PRESENTASI
Tahap presentasi merupakan tahap akhir dari Rekayasa Nilai ( VALUE ENGINEERING ) Dimana dalam tahap ini akan dipresentasikan alternatif yang terbaik.
4.10 HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam hasil dan pembahasan ini,akan kami bahas dan jelaskan Alat tambal ban redesain yaitu Alat Tambal Ban Elektrik dengan sistem portable,dari gambar desain alat hingga fungsi tiap elemen yang digunakan.
4.10.1 GAMBAR ALAT
Disini akan ditunjukkan gambar Alat tambal ban elektrik dari tiga pandangan yang berbeda dengan disertai penjelasan dan keterangan komponen yang terpasang pada alat tambal ban elektrik.
45
9,5 cm
1 2 3 4 5 6
12,5 cm
Gambar11,Gambar alat pandangan depan
Keterangan :
1. Tutup , Portable. 2. Kotak power supply. 3. Stainlees bergaris. 4. Dymer,pengatur suhu 5. Timmer, waktu. 6. Baut pengunci.
46
9,5 cm
1 2 3 4
10 cm
Gambar 12.Gambar alat, pandangan samping.
Keterangan :
1. Stainlees bergaris 2. Baut pengunci 3. Kotak power supply 4. Temperatur suhu
47
10 cm 1 2 3 4 5
12,5 cm
Gambar 13,gambar Alat,pandangan atas
Keterangan :
1. Stainlees bergaris 2. Kotak power suply 3. Tutup portable
4. Elemen pemanas solder,sumber panas 5. Baut pengunci
48
4.10.2 FUNGSI ELEMEN
Adapun fungsi dari tiap alternatif elemen yang dimunculkan ialah sebagai berikut:
1.Tutup portable
Gambar 14,gambar tutup portable
Tutup portable ini didesain sebagai tempat pasang sistem pemanas dan fungsi penjepit ban yang akan ditambal.Untuk mendapatkan hasil yang dibutuhkan pula tekanan yang maksimal.Dengan desain tutup portableini,diharapkan akan memudahkan proses penambalan .
2.Baut pengunci
49
Baut pengunci adalah elemen yang kecil,namun baut pengunci ini memiliki fungsi yang besar.Baut pengunci berfungsi untuk mengunci tutup portable dan memberi tekanan kebawah untuk menekan ban saat proses penambalan.
3.Elemen Pemanas Solder
Gambar 16,gambar elemen pemanas solder
Elemen pemanas solder ini merupakan elemen utama pada Alat Tambal Ban elektrik,berfungsi sebagai sumber panas yang dialirkan dari listrik accu 12 volt.Dengan elemen pemanas solder ini
50
4.Stainless bergaris
Gambar 17,gambar stainless bergaris
Stainless bergaris adalah besi penghantar panas berfungsi untuk mengepres ban.Dan dengan sistem pemanas yang dimiliki stainless bergaris ini merekatkan kanisir tambalan pada ban.
5.Kotak power supply
Gambar 18,gambar kotak power supply
Selain membuat desain alat tambal ban elektrik ini menjadi efisien,kotak power supply bekas ini menjadi tempat pasang inverter , dymer dan temperatur suhu yang terpasang didalam kotak.
51
6.Temperatur suhu
Gambar 19,gambar temperatur suhu
Dipasangnya temperatur suhu merupakan alternatif Central pada alat tambal ban elektrik,berfungsi sebagai Proses Hot Information.Pengguna akan dapat melihat suhu tepat yang digunakan saat proses penambalan,mengingat suhu panas sangat berpengaruh pada saat penambalan.
7.Dymer
Gambar 20,Gambar dymmer
Dymer memiliki fungsi untuk mengatur suhu panas pada saat proses penambalan.Dimungkinkan pada saat proses akan mengalami naik turun suhu.Dengan adanya Dymer ini kita bisa mengontrol panas yang diperlukan.Setelah melakukan proses