• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Penambahan Serat Ijuk Terhadap Stabilitas Campuran Aspal Emulsi Dingin

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengaruh Penambahan Serat Ijuk Terhadap Stabilitas Campuran Aspal Emulsi Dingin"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Pemeriksaan Karakteristik Agregat  1. Agregat Kasar (Coarse Aggregate)
Tabel  2  menunjukkan  hasil  pemeriksaan  agregat,  dimana  agregat  memenuhi  syarat  untuk  dijadikan  campuran aspal
Tabel 4 merupakan hasil pemeriksaan CAED dimana CAED memenuhi persyaratan.  Tabel 4. Hasil Pemeriksaan CAED
Gambar 2. Perbandingan nilai stabilitas CAED tanpa serat ijuk dengan umur curing 0 hari dan 7 hari
+3

Referensi

Dokumen terkait

satu dengan cara dicampur dalam skala penuh dan dihampar di lapangan serta dipadatkan dengan mesin gilas roda tiga.. 3) Menetapkan rancangan campuran aspal dingin dengan filler

Perlunya dilakukan penelitian lebih lanjut dengan penambahan semen pada campuran aspal emulsi dengan tipe agregat yang lebih banyak untuk lebih mengetahui pengaruh

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan serat ijuk sebanyak (1 – 5)% pada campuran semen-pasir mampu meningkatkan: (1) kuat tarik belah, dengan peningkatan

Pada studi mengenai campuran aspal emulsi dingin dengan menggunakan agregat abu batu, perlu dilakukan pengujian di laboratorium untuk mengetahui bagaimana

Jenis pekerjaan untuk lapis perkerasan yang menggunakan aspal emulsi, seperti : Burtu, Burda, dan Campuran Dingin (Cold Mix) yang pada buku ini hanya diuraikan Campuran

Pekerjaan ini mencakup pembuatan lapisan campuran beraspal dingin dengan asbuton butir dan peremaja aspal emulsi untuk lapis pondasi (lapis permukaan antara) atau lapis permukaan

Hubungan antara jumlah tumbukan dan campuran aspal emulsi dengan Flow Berdasarkan hasil pengujian Marshall, hubungan jumlah tumbukan dan aspal emulsi dengan flow

Diagram Hubungan IDP Dengan Durasi Rendaman Benda Uji Dilukai dan Dioven 85˚C-2Hari Campuran Emulsi Dingin dan emulsi Hangat Berdasarkan data indeks durabilitas pertama pada Gambar