• Tidak ada hasil yang ditemukan

Budidaya Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) pada Lahan Kering Menggunakan Irigasi Sprinkler pada berbagai Volume dan Frekuensi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Budidaya Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) pada Lahan Kering Menggunakan Irigasi Sprinkler pada berbagai Volume dan Frekuensi"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Hasil perhitungan kebutuhan volume air irigasi untuk budidaya bawang merah per 7.5 m 2 Komponen
Tabel 3. Tinggi tanaman bawang merah pada beberapa taraf perlakuan persentase volume air irigasi
Tabel 6. Kadar air tersedia yang diserap tanaman pada beberapa taraf perlakuan volume irigasi
Tabel 8. Tinggi tanaman bawang merah pada berbagai perlakuan frekuensi irigasi
+2

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian di dapat bahwa interaksi antara perlakuan pemberian hidrogel dan frekwensi penyiraman berpengaruh nyata terhadap bobot kering jual umbi per paralon

Pemberian pupuk nitrogen nyata meningkatkan tinggi tanaman 8 MST, total luas daun, laju pertumbuhan tanaman, kehijauan daun dan bobot kering per sampel..

Pada kegiatan ini memperlihatkan bahwa irigasi sprinkler lebih efisien dalam kecepatan mengairi lahan irigasi dibandingkan dengan penggunaan irigasi yang sudah

Hasil uji BNJ (Tabel 2) menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang 25 ton/ha menghasilkan anakan lebih banyak pada berbagai umur tanaman dan berbeda nyata dengan

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dosis hidrogel dan frekuensi penyiraman air yang sesuai pada pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah pada sistem

Hasil penelitian Tabel 3 menunjukkan bahwa di antara perlakuan frekuensi penyiraman tidak berbeda nyata pada berat segar vegetatif tanaman bawang merah.. Hal

Tabel 3 memperlihatkan bahwa pemberian Trichokompos TKKS terformulasi dan pupuk nitrogen tidak terjadi interaksi secara nyata terhadap tinggi tanaman bawang merah,

HASIL DAN PEMBAHASAN Tinggi Tanaman Rata-rata tinggi tanaman bawang merah pada umur 2 dan 4 MST berbeda tidak nyata antara yang diberi perlakuan abu sekam dengan perlakuan tanpa abu