• Tidak ada hasil yang ditemukan

S FIS 1002318 Chapter1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S FIS 1002318 Chapter1"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Firmansyah, Dicky. 2014

IDENTIFIKASI SISTEM PANAS BUMI MENGGUNAKAN METODE MAGNETOTELLURIK DI SEKITAR DAERAH TEGAL

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Krisis energi listrik beberapa tahun terakhir menjadi salah satu masalah

yang belum menemukan titik terang. Perusahaan Listrik Negara (PLN) selaku

satu-satunya perusahaan milik negara yang menyediakan layanan listrik belum

mampu melayani permintaan listrik untuk seluruh wilayah indonesia. Menurut

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan bahwa kebutuhan

listrik meningkat rata-rata 7 – 9 % per tahun sedangkan PLN hanya mampu

memenuhi sekitar 3,5 – 4 % per tahun maka ada sekitar 3,5 – 5 % permintaan

listrik yang tidak dapat terpenuhi setiap tahunnya.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh (PT PLN (Persero), 2012)

kapasitas total pembangkit listrik nasional tahun 2006 sekitar 22.000 MW. Pada

tahun 2012 kapasitas pembangkit listrik menjadi sekitar 33.000 MW. Setiap

tahun hanya terjadi penambahan kapasitas sekitar 5%. Permintaan listrik setiap

tahun sekitar 3000 MW maka dalam beberapa tahun kedepan Indonesia tidak

dapat memenuhi kebutuhan listrik nasional. Dari seluruh jenis pembangkit listrik

yang telah terpasang, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) masih

berada dikategori rendah yaitu sekitar 548 MW atau sekitar 1,67%.

Berdasarkan (Wahyuningsih, 2005) potensi panas bumi di Indonesia

sebesar 27.557 MW terdiri dari sumber daya (spekulatif dan hipotesis) sebesar

14.007 MW dan cadangan (terduga, mungkin dan terbukti) sebesar 13.350 MW.

Pemanfaatannya masih sangat kecil yaitu hanya sekitar 3% dari total potensi. Dari

252 lokasi panas bumi yang ada hanya 31% yang telah disurvei secara rinci.

Pasal 3 Undang – Undang Nomor 21 Tahun 2014 menyatakan bahwa

tujuan penyelenggaraan kegiatan panas bumi yaitu pemanfaatan energi terbarukan

berupa panas bumi untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Hal ini

menyatakan bahwa pemanfaatan panas bumi lebih diutamakan untuk pemanfaatan

secara tidak langsung yaitu pembuatan PLTP. Dalam rangka pemanfaatan panas

(2)

2

dengan melakukan kegiatan survei pendahuluan yang lebih lanjut diatur dalam

(3)

3

Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen

ESDM) Nomor 11 Tahun 2008 diperlukan data geosains untuk mengetahui

karakteristik sistem panas bumi yang terdiri dari survei Geologi, survei Geofisika,

survei Geokimia dan survei landaian suhu. Sebelum memasuki tahap eksplorasi,

diperlukan survei pendahuluan terlebih dahulu. Pada penelitian ini digunakan

survei Geofisika. Survei pendahuluan Geofisika adalah penyelidikan geofisika

pendahuluan dengan skala peta minimal 1 : 100.000 dengan cara pemetaan

(mapping) dan pendugaan (sounding) dengan metode gaya berat, metode

geomagnetik dan metode magnetotellurik. Pada penelitian ini hanya

menggunakan magnetotellurik. Hasil dari survei pendahuluan ini yaitu

penampang geofisika yang dapat menampilkan lapisan konduktif atau puncak

reservoir panas bumi tersebut. Pada sistem panas bumi, dengan mengetahui

batuan pada sistem panas bumi diharapkan dapat menjadi acuan awal untuk

melakukan eksplorasi panas bumi selanjutnya sehingga potensi panas bumi di

indonesia dapat dimanfaatkan dengan baik dan dapat membantu mengurangi

masalah energi yang terjadi khususnya di Indonesia.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimanakah sistem panas bumi di daerah sekitar Tegal berdasarkan

nilai resistivitas batuannya?

1.3 Batasan Masalah

Batasan masalah pada penelitian ini yaitu menggunakan data yang diolah

yaitu merupakan data sekunder yang diperoleh dari Pusat Penelitian (Puslit)

Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bandung pada

daerah Tegal. Data tersebut kemudian di proses menggunakan aplikasi

SSMT2000, MT Editor dan WinGlink yang menghasilkan model inversi dua

dimensi yang menampilkan distribusi nilai resistivitas batuan. Nilai resistivitas

batuan tersebut dapat diidentifikasi unsur – unsur panas bumi seperti cap rock,

reservoir dan heat source.

1.4 Tujuan Penelitian

Menganalisis sistem panas bumi di daerah Tegal berdasarkan nilai

(4)

4

1.5 Sistematika Penulisan

BAB 1 Pendahuluan

Bab 1 menjelaskan mengenai latar belakang melakukan penelitian, rumusan

masalah, batasan masalah, tujuan, sistematika penulisan dan manfaat penelitian

yang dilakukan.

BAB II Tinjauan Pustaka

Bab II menjelaskan mengenai konsep dasar dari metode yang digunakan yaitu

Metode Magnetotellurik dan konsep dasar sistem panas bumi.

BAB III Metode Penelitian

BAB III menjelaskan mengenai waktu, tempat dan proses penelitian dilakukan

dari tahap awal hingga tahap akhir.

BAB IV Temuan dan Pembahasan

Bab IV menjelaskan tentang proses pengolahan data secara rinci dan interpretasi

dari model penampang bawah permukaan dua dimensi yang didapatkan

berdasarkan pengolahan data yang dilakukan.

BAB V Kesimpulan dan Saran

BAB V Menjelaskan kesimpulan yang didapatkan dari proses penelitian dan

saran yang diharapkan dapat digunakan untuk pengembangan selanjutnya.

1.6 Manfaat Penelitian

Penelitian ini dapat memberikan manfaat mengenai unsur – unsur suatu

sistem panas bumi pada daerah penelitian dan sebagai bahan studi pendahuluan

Referensi

Dokumen terkait

Penerapan Strategi React Untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMP Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu..

RANCANG BANGUN PROTOTIPE MAGNETIZER MULTIPOLE DENGAN SISTEM KONTROL ARUS BERBASIS MIKROKONTROLER.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

PERAN REVERSAL WIND DALAM MENENTUKAN PERILAKU CURAH HUJAN DI KAWASAN BARAT INDONESIA.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Identifikasi Struktur Geologi Bawah Permukaan Dasar Laut Berdasarkan Interpretasi Data Anomali Magnetik Di Perairan Teluk Tolo Sulawesi.. Universitas Pendidikan Indonesia |

PENGARUH VARIASI SUHU PERLAKUAN PANAS MENGGUNAKAN GAS HIDROGEN TERHADAP KARAKTERISTIK TERMISTOR NTC BERBASIS Fe 2 O 3 -MnO-ZnO. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

“ IDENTIFIKASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN METODE MAGNETOTELLURIK DAERAH SEKITAR BOGOR JAWA BARAT SEBAGAI POTENSI SISTEM HIDROKARBON ” beserta seluruh

Pengaruh pendekatan quantum learning terhadap penguasaan konsep fisika siswa SMP.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Visualisasi Tiga-Dimensi dan Karakterisasi Struktur Rekahan Bantuan Reservoir Gheotermal Pada Sumurn KMJ 11Lapangan Panas Bumi Kamojang Jawa Barat..