• Tidak ada hasil yang ditemukan

OPTIMALISASI PEMBELAJARAN KIMIA KELAS XI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "OPTIMALISASI PEMBELAJARAN KIMIA KELAS XI"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Oleh :

Dra. Maria Suharsini M.Si

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA KOTA SALATIGA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2 SALATIGA

(2)

Apakah dengan molarimeter optik

kegiatan pembelajaran di kelas dapat

lebih optimal?

Apakah dengan molarimeter optik

kegiatan pembelajaran di kelas dapat

lebih optimal?

Usaha untuk mengoptimalkan pembelajaran kimia

di kelas dengan menerapkan pendekatan dan

metode yang tepat.

Usaha untuk mengoptimalkan pembelajaran kimia

di kelas dengan menerapkan pendekatan dan

(3)

MOLARIMETER OPTIK

Gambar alat dari luar

(4)

Bahan Jumlah

Kabel jumper 2 meter

Pcb lobang IC 1 lembar

Holder/ battery 9 V 1

IC 7805 4 biji

Saklar togel 1 biji

Transistor 2N3906 4 biji

LED superbright biru, merah, kuning, hijau 1 biji

Volt meter 4

Aluminium 50 x 50 cm

(5)
(6)
(7)

Titrasi merupakan suatu metoda untuk menentukan kadar suatu zat dengan menggunakan zat lain yang sudah diketahui konsentrasinya

Titrant ditambahkan titer sedikit demi sedikit sampai mencapai keadaan ekuivalen (artinya secara stoikiometri titrant dan titer tepat habis bereaksi).

(8)

No Aspek Penilaian

Pengelompokkan Nilai Aktivitas

Jml siswa

Rendah Sedang Tinggi

Pra

kondisi Siklus 1 Siklus 2 kondisiPra Siklus 1 Siklus 2 kondisiPra Siklus 1 Siklus 2

1. Bertanya atau menyampaikan pendapat

21 16 8 16 8 15 1 8 15 38

2. Mendengarkan

dengan aktif 8 15 7 10 14 15 20 14 16 38

3. Melakukan penyelesaian masalah dalam diskusi

31 11 4 5 12 14 2 12 20 38

4. Mencatat hasil

diskusi 17 10 4 11 18 10 10 18 24 38

5. Mengkomunikasikan

hasil kerja 20 16 8 13 12 16 5 12 14 38

Jumlah 97 68 31 55 64 70 38 64 89 190 Persentase 51.05 35.79 16.31 28.95 33.68 36.84 20.00 33.68 46.84

(9)

No  Nilai 

Jumlah Siswa  Persentase 

Siklus 1 Siklus 2 Siklus 1 Siklus 2

1  4,1 – 5,0  1  0  2,63  0 

2  5,1 – 6,0  5  0  13,15  0 

3  6,1 – 7,0  15  6  39,47  15,78

4  7,1 – 8,0  13  27  34,21  71,05 

5  8,1 – 9,0  4  5  10,52  13,15 

Jumlah  38 38  100 100

(10)

Nilai

Jumlah siswa Prosentase

Siklus 1 Siklus 2 Siklus 1 Siklus 2

 60,00 0 0 0 0

60 – 69,90 4 2 10,53 5,26

 70,00 34 36 89,47 94,74

(11)
(12)
(13)

Simpulan

Pada setiap siklus, langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan guru menurut siswa dalam kategori nilai rendah mengalami penurunan

dan kategori nilai sedang dan tinggi selalu mengalami kenaikan secara signifikan

Aktivitas siswa setiap siklus mengalami peningkatan.

Artinya penggunaan alat peraga molarimeter optik dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa tentang satuan konsentrasi (molaritas).

Dengan meningkatnya tahapan pembelajaran yang dilakukan guru dan meningkatnya aktivitas belajar siswa, ternyata berdampak pula

terhadap hasil belajar siswa dibuktikan dengan meningkatnya rata-rata hasil belajar kimia dan ketuntatasan belajar disetiap siklus.

Penggunaan alat peraga molarimeter optik, dapat memudahkan siswa memahami konsep satuan konsentrasi

(molaritas) dan pengenceran larutan selain itu penggunaan molarimeter optik dapat membantu siswa dalam memahami/mencari titik ekivalen

(14)

Gambar

Gambar alat dari luar
Grafik Skor Aktivitas Siswa
Grafik Tes Hasil Belajar dan Nilai Psikomotor Siswa

Referensi

Dokumen terkait

Konsep klasifikasi kerja yang sedemikian sempit ini sama sekali tidak dalam Islam, konsep kerja yang diberikan Islam memiliki pengertian namun demikian jika menghendaki penyempitan

P 58.100 0,68 diambil Nilai C = 0,68 berdasarkan perhitungan Cr dari beragam jenis penggunaan lahan yang di dominasi perkantoran yang ada di DAS Cikapundung Bagian Tengah maka

Pada masa sekarang resin penukar ion pengkelat poli(asid hidroksamik) boleh disediakan dengan berbagai kaedah sarna ada dari tindakbalas pempolimeran monomer yang

Siswa menjawab alasan tentang urutan gambar yang sudah dibuat oleh tiap kelompok 10 menit Tahap 6 (Menanamkan Konsep) Guru memberikan penekanan konsep materi yang telah

Kota dilaksanakan dengan menghadirkan Bupati/Walikota, Ketua Tim Penggerak PKK tingkat Kabupaten/Kota, tokoh masyarakat, pimpinan ormas Islam tingkat Kabupaten/Kota, peserta

Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang peneliti lakukan yaitu pada tema utamanya tentang public relations dalam mensosialisasikan budaya perusahaan dan juga

Dari analisis yang dilakukan, penulis dapat menyimpulkan bahwa kekerasan yang terjadi pada para tokoh dalam drama Tumirah Sang Mucikari terjadi karena kurangnya

[r]