HUBUNGAN ANTARA INSIDEN IKTERUS NEONATORUM DENGAN ASFIKSIA.
Teks penuh
Dokumen terkait
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar bayi merupakan bayi tidak asfiksia dan berat badan lahir cukup (BBLC) yaitu sejumlah 178 bayi (60,5%), sedangkan
Nilai OR pada penelitian ini adalah 4,111, hal ini berarti bahwa bayi dengan berat badan lahir rendah memiliki resiko terjadi asfiksia 4 kali lipat dibandingkan dengan bayi
Hasil penelitian tersebut sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yaitu pada neonatus yang lahir di RSUD Raden Mattaher Jambi pada tahun 2013
Latar Belakang: Bayi baru lahir dengan infeksi neonatorum merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting pada bayi di Indonesia, baik bayi baru lahir dengan infeksi
Dari fenomena diatas yaitu semakin tingginya angka persalinan secara induksi dan masih banyaknya kejadian ikterus neonatorum serta mengingat pentingnya pengelolaan
Asfiksia neonatorum adalah keadaan bayi baru lahir yang tidak dapat bernapas secara Asfiksia neonatorum adalah keadaan bayi baru lahir yang tidak dapat bernapas
Hasil studi pendahuluan di RSUD Ade Mohammad Djoen Kabupaten Sintang pada minggu kedua bulan April 2020 dengan mempelajari data rekam medis menunjukkan jumlah bayi baru
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan prematuritas dengan kejadian asfiksia neonatorum menit pertama pada bayi baru lahir di RSUD Wonosari tahun 2012.. Hal