• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN ANTARA BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN ASFIKSIA NEONATORUM Hubungan Antara Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)dengan Asfiksia Neonatorum.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "HUBUNGAN ANTARA BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN ASFIKSIA NEONATORUM Hubungan Antara Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)dengan Asfiksia Neonatorum."

Copied!
11
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel diatas menunjukkan bahwa dari jumlah bayi yang diteliti dengan berat badan lahir rendah sebanyak 55 bayi (18,7%) dan berat badan lahir cukup sebanyak 239 bayi (81,3%)
Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar bayi merupakan bayi

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan angka kejadian asfiksia neonatorum antara bayi kurang bulan dengan bayi cukup bulan pada bayi dengan berat

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan status gizi antara balita dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dan berat badan lahir cukup (BBLC) di Kecamatan

Berat Badan Lahir yang tidak normal (<2500 gram) sangat mempengaruhi terjadinya ikterus neonatorum terutama pada bayi BBLR (Bayi berat lahir rendah), Hal ini

kemudian dari data antopometri bayi yaitu berat badan bayi 1700 gram sesuai dengan kriteria BBLR yaitu berat bayi lahir kurang dari 2500 gram dan jika berat badan

155 Berat Badan Lahir Ekstrim Rendah (BBLER), hal ini bisa saja terjadi dilihat dari kondisi bayi pada saati lahir, karena responden dalam kategori ini pada saat lahir bayi

Dismaturitas adalah bayi baru lahir dengan berat badan kurang dari berat badan seharusnya untuk masa kehamilan atau bisa disebut bayi cukup bulan kecil masa

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan angka kejadian asfiksia neonatorum antara bayi kurang bulan dengan bayi cukup bulan pada bayi dengan berat

HUBUNGAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH BBLR DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RUMAH SAKIT UMUM DEWI SARTIKA PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2016 Nasrawati1, Elisa Erma Wati2