• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA PERBANDINGAN VISUAL METHOD DAN LIQUID PENETRANT METHOD DALAM PERBAIKAN CITRA FILM RADIOGRAFI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISA PERBANDINGAN VISUAL METHOD DAN LIQUID PENETRANT METHOD DALAM PERBAIKAN CITRA FILM RADIOGRAFI"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISA PERBANDINGAN VISUAL METHOD DAN LIQUID PENETRANT METHOD DALAM PERBAIKAN CITRA

FILM RADIOGRAFI

Hanafi (12110244)

Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Stmik Budidarma Medan Jl. Sisimangaraja No.338 Simpang Limun Medan

http://stmik-budidarma.ac.id// E-Mail : [email protected] ABSTRAK

Citra (digital image processing) adalah sebuah disiplin ilmu yang mempelajari tentang teknik-teknik mengolah citra. Citra yang dimaksud pada penelitian ini adalah gambar statis yang berasal dari sensor vision (webcame). Secara matematis, citra merupakan fungsi kontinyu dengan intensitas cahaya pada bidang dua dimensi. Agar dapat diolah dengan komputer digital,suatu citra harus dipresentasikan secara numeric dengan nilai-nilai diskrit. Sebuah citra digital dapat diwakili oleh sebuah matriks dua diimensi f(x,y) yang terdiri dari M kolom dan N baris. Melakukan suatu perbaikan citra film radiografi akan tercapai hasil yang optimal perlu ditunjang oleh pemeriksaan tambahan, diantaranya pemeriksaan radiografi, sehingga dapat membantu menegakkan suatu pixel pada perbaikan citra film. Gambaran yang dihasilkan dapat berupa: radiolusen, radiopak dan radio intermediate. Penulisan ini bertujuan untuk memberikan uraian bagaimana teknik menginterpretasi radiografi dengan gambaran perbaikan film pada citra asli dan bintik film radiografi, sehingga dalam menentukan perbaikan film ini perlu adanya suatu perbaikan film radiografi tersebut.

Kata Kunci: Citra, wbcame, Film Radiogradi,

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Radiografi adalah hasil gambaran dari suatu obyek dengan menggunakan sinar-x. Radiografi rongga mulut memberikan gambaran jaringan keras rongga mulut yang tidak dapat dilihat secara klinis atau dengan mata biasa (Wuehrmann dan Manson- Hing, 1998). Radiografi adalah hasil pembuatan gambar suatu obyek yang menggunakan sinar-x.

Dental radiografi tampak sebagai gambar hitam dan putih. Bila dilihat dari sumber cahaya, area paling gelap dari radiografi tampak hitam dan daerah yang paling tampak putih. Kedua istilah ini digunakan untuk menggambarkan daerah hitam dan putih dilihat pada film radiografi : radiolusen dan radiopak.

Agar dapat diolah dengan citra film radiografi, maka suatu citra film radiografi harus dipresentasikan secara numerik dengan nilai-nilai diskrit. Representasikan dari fungsi kontinyu menjadi nilai-nilai disebut digitalisasi citra. yang digunakan pada penelitian ini dapat diwakili oleh 8 bit, atau 1 byte. Rentang warna pada Black dan White sangat cocok digunakan untuk pengolahan file gambar. Pada pengolahan gambar ada bermacam-macam model. Model film merupakan model yang banyak digunakan salah satunya adalah perbaikan citra. Pada model ini untuk merepsentasikan sinar-x menggunakan 3 buah komponen tersebut.

Selain model film terdapat juga model bayangan dimana model ini terdapat 3 komponen yaitu, hue, saturation dan value. Hue adalah suatu ukuran panjang gelombang yang terdapat pada dominan yang diterima oleh penglihatan sedangkan Saturation adalah ukuran banyaknya cahaya putih yang

bercampur pada hue.

Dalam mengatasi citra film radiografi tersebut perlu dilakukan usaha untuk memperbaiki kualitas citra film radiografi itu dengan teknik sinar-X Adapun teknik sinar-X yang digunakan adalah visual method dan liquid penetrant method. Dalam metode tersebut, nilai perbaikan citra film radiografi setiap piksel di wilayah terdekat dalam mendeteksi perbaikan citra film radiografi.

“Margono, jurnal Radiografi Vol.2 No.1, 1998” Visual method merupakan merupakan metode yang memberikan dampak perbaikan film radiografi.

Metode ini digunakan untuk menemukan cahaya pada di permukaan film terbuka dari komponen solid, baik logam maupun non logam. Seperti kertas dan plastic fiber. Melalui metode ini, cahaya pada material akan terlihat lebih jelas pada film tersebut. Caranya adalah dengan memberikan cairan berwarna terang pada permukaan yang diinfeksi.. “LIQUID PENETRANT AND MAGNETIC PARTICLE TESTING AT Vol.2 No.2, IAEA, 2000” Liquid penetrant method merupakan merupakan metode yang paling sederhana.

Metode ini digunakan untuk menemukan cacat (discontinuity) di permukaan (open surface) terbuka dari komponen solid, baik logam maupun non logam.

Seperti keramik dan plastic fiber. Melalui metode ini, cacat pada material akan terlihat lebih jelas. Caranya adalah dengan memberikan cairan berwarna terang pada permukaan yang diinfeksi. Cairan ini harus memiliki daya penetrasi yang baik dan viskositas yang rendah agar dapat masuk pada cacat dipermukaan material. Selanjutnya, penetrant yang tersisa di permukaan material disingkirkan. Cacat akan terlihat

(2)

Analisa Perbandingan Visual Method Dan Liquid Penetrant Method Dalam Perbaikan Citra Film Radiografi 64 jelas jika perbedaan warna penetran dengan latar

belakang yang cukup kontras.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah diuraikan diatas maka dapat diambil masalah yang akan dibahas pada skripsi ini yaitu :

1. Bagaimana mengetahui jenis film radiografi?

2. Bagaimana membandingkan visual method dan liquid penetrant method untuk mereduksi film radiografi?

3. Bagaimana merancang sistem yang mampu melakukan proses film radiografi?

1.3 Batasan Masalah

Adapun yang menjadi batasan masalah dalam citra film radiografi ini adalah sebagai berikut : 1 Membandingkan visual method dan liquid penetrant

method untuk mengetahui jenis film radiografi.

2 Format film merupakan fim hitam putih dalam format jpeg dengan ukuran dimensi maksimal 300 x 300 pixel.

3 Perangkat lunak dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic.Net 2008 1.4 Tujuan

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Mengetahui jenis citra film radiografi`

2. Membandingkan visual method dan liquid penetrant method untuk mereduksi citra film radiografi.

3. Merancang perangkat lunak untuk mereduksi citra film radiografi.

1.5 Manfaat

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Dapat memberikan solusi berupa aplikasi dan informasi bagaimana cara mengetahui citra film radiografi yang lebih bagus dan lebih bermanfaat.

2. Dapat mengetahui bagaimana perbandingan kualitas film radiografi sebelum dan sesudah proses reduksi.

3. Dapat mengetahui bagaimana cara menghilangkan cacat pada film radiografi.

2. LANDASAN TEORI 2.1 Radiografi

Radiografi adalah hasil gambaran dari suatu obyek dengan menggunakan sinar-x. Radiografi rongga mulut memberikan gambaran jaringan keras rongga mulut yang tidak dapat dilihat secara klinis atau dengan mata biasa. Radiografi adalah hasil pembuatan gambar suatu obyek yang menggunakan sinar-x.

Dental radiografi tampak sebagai gambar hitam dan putih. Bila dilihat dari sumber cahaya, area paling gelap dari radiografi tampak hitam dan daerah yang paling tampak putih. Kedua istilah ini digunakan untuk menggambarkan daerah hitam dan putih dilihat pada radiografi gigi : radiolusen dan radiopak (Brotowasisto. 2003).

Gambaran radiolusen adalah lolosnya sebagian sinar-x. Pada radiografi, daerah radiolusen akan tampak lebih gelap dari pada daerah radiopak.

Struktur yang tampak radiolusen pada sebuah

radiografi tidak memiliki kepadatan (Goaz dan White, 1994). Gambaran radiopak dihasilkan karena tidak dapat lewatnya sinr-x. Daerah radiopak akan tampak terang atau putih, misalnya restorasi logam pada gigi yang akan tampak lebih putih dari pada sekelilingnya pada radiografi, enamel, dentin dan tulang (Brotowasisto. 2003).

2.2 Visual Method

Visual method merupakan merupakan metode yang memberikan dampak perbaikan film radiografi.

Metode ini digunakan untuk menemukan cahaya pada di permukaan film ( film open surface) terbuka dari komponen solid, baik logam maupun non logam.

Seperti kertas dan plastic fiber. Melalui metode ini, cahaya pada material akan terlihat lebih jelas pada film tersebut. Caranya adalah dengan memberikan cairan berwarna terang pada permukaan yang diinfeksi. Cairan ini harus memiliki daya penetrasi.

Dalam metode ini diterapkan cahaya yang baik dan viskositas yang rendah agar dapat masuk pada cahaya film dipermukaan material. Selanjutnya, visual yang tersisa di permukaan film material disingkirkan.

Cahaya akan terlihat jelas jika perbedaan warna film visual dengan latar belakang yang cukup kontras.

Sesuai inspeksi, visual yang tertinggal dibersihkan dengan penerapan developer. Kelemahan dari metode ini antara lain adalah bahwa metode ini hanya diterapkan pada permukaan terbuka. Metode ini tidak dapat diterapkan pada komponen dengan permukaan kasar, berpelapis, atau berpori (Lincoln R. Manson- Hing. 1973).

2.3 Liquid Penetrant Method

Liquid penetrant method merupakan merupakan metode yang paling sederhana. Metode ini digunakan untuk menemukan cacat (discontinuity) di permukaan (open surface) terbuka dari komponen solid, baik logam maupun non logam. Seperti keramik dan plastic fiber. Melalui metode ini, cacat pada material akan terlihat lebih jelas. Caranya adalah dengan memberikan cairan berwarna terang pada permukaan yang diinfeksi. Cairan ini harus memiliki daya penetrasi Dalam metode ini diter yang baik dan viskositas yang rendah agar dapat masuk pada cacat dipermukaan material. Selanjutnya, penetrant yang tersisa di permukaan material disingkirkan. Cacat akan terlihat jelas jika perbedaan warna penetran dengan latar belakang yang cukup kontras. Sesuai inspeksi, penetrant yang tertinggal dibersihkan dengan penerapan developer. Kelemahan dari metode ini antara lain adalah bahwa metode ini hanya diterapkan pada permukaan terbuka. Metode ini tidak dapat diterapkan pada komponen dengan permukaan kasar, berpelapis, atau berpori (Lincoln R. Manson-Hing.

1973).

Dalam pengambilan sampel atau teknik liquid penetrant adalah suatu cara mengambil sampel yang refresentatif dari populasi. Dalam penelitian ini digunakan teknik proportionate random sampling dengan menggunakan rumus Mayane sebagai berikut :

(3)

Keterangan :

m x n adalah mbaris dan kolom liquid penetrant g(s,t) adalah baris dan kolom piksel yang akan

diproses

x,y adalah kootdinat pixel pada citra 3. ANALIS DAN PERANCANGAN

Permasalahan yang dibahas adalah membuat aplikasi untuk menganalisa visual method dan liquid penetrant method untuk mereduksi perbaikan citra film radiografi. sistem merupakan tahapan awal yang dilakukan dalam memahami suatu sistem. Tahapan ini menjelaskan permasalahan-permasalahan yang akan membantu proses perancangan model sistem yang nantinya akan diperbaiki dan dianalisa untuk merubah film radiografi.

3.1 Analisa Visual Method

Permasalahan yang akan diangkat dari penelitian ini adalah bagaimana cara mereduksi film radiografi pada citra grayscale. Format file citra didalam penelitian ini adalah citra grayscale (hitam dan putih).

Didalam sistem akan dilakukan penambahan film sesuai dengan jenis radiografi, yaitu visual method pada film radiografi. Setelah ditambah film, maka sistem akan melakukan proses reduksi film radiografi dengan menggunakan visual method. Berikut ini merupakan contoh penggunaan metode visual method dengan menggunakan sebuah gambar dengan ukuran 300 x300 pixel dengan nama foto film.bmp

Gambar 1: Analisa Film Awal

dari gambar tersebut diatas diperoleh sebuah film matriks dengan ordo 5x5. Adapun matriks tersebut dapat dilihat dibawah ini:

Selanjutnya matriks tersebut dihitung dengan menggunakan rumus visual method, yaitu :

Perhitungan dimulai dari koordinat f dan dilakukan dengan mengambil matriks 3x3 dari matriks tetangga piksel yang akan direduksi. Perhitungan ini dilakukan pada setiap nilai piksel pada suatu matriks citra film radiografi.

Perhitungan dimulai dari koordinat f dan dilakukan dengan mengambil matriks 3x3 dari matriks tetangga piksel yang akan direduksi. Perhitungan ini dilakukan pada setiap nilai piksel pada suatu matriks citra film radiografi. Kemudian dilakukan pada rumus nilai piksel pada suatu matriks citra film radiografi.

Setelah transformasi dilakukan selanjutnya menghasilkan output yang merupakan proses visual method, dimana proses ini dapat dikatakan sebagai proses grayscale hitam dan putih. Proses ini dilakukan untuk warna hitam, putih dan grayscale yang kemudian akan menghasilkan citra film radiografi baru.

Gambar 2: Analisa Fim Baru 3.2 Analisa Liquid Penetrant Method

Kemudian permasalahan yang akan diangkat dari liquid penetrant method ini adalah bagaimana cara mereduksi film radiografi pada citra grayscale. Format file citra film radiografi didalam penelitian ini adalah citra grayscale atau hitam dan putih. Didalam sistem akan dilakukan penambahan film sesuai dengan jenis pemakaian jenis film tersebut, yaitu liquid penetrant method untuk memperbaiki bintik pada film radiografi Setelah ditambah filmnya, maka sistem akan

(4)

Analisa Perbandingan Visual Method Dan Liquid Penetrant Method Dalam Perbaikan Citra Film Radiografi 66 melakukan proses reduksi perbaikan film dengan

menggunakan liquit penetrant method Berikut ini merupakan contoh penggunaan liquid penetrant method dengan menggunakan sebuah gambar dengan ukuran 300 x300 pixel dengan nama foto film.bmp

Gambar 3: Analisa Film Awal

dari gambar tersebut diatas diperoleh sebuah film matriks dengan ordo 5x5. Adapun matriks tersebut dapat dilihat dibawah ini:

Selanjutnya matriks tersebut dihitung dengan menggunakan rumus visual method, yaitu:

Perhitungan dimulai dari koordinat f(4,4) dan dilakukan dengan mengambil matriks 3x3 dari matriks tetangga piksel yang akan direduksi. Perhitungan ini dilakukan pada setiap nilai piksel pada suatu matriks citra film radiografi.

Demikian seterusnya hingga f (4,4). Setelah dilakukan perhitungan seperti diatas, maka didapat lah citra output dari matriks 5x5 yang sebelumnya telah disebutkan.

Setelah transformasi dilakukan selanjutnya menghasilkan output yang merupakan proses visual method, dimana proses ini dapat dikatakan sebagai

proses grayscale hitam dan putih. Proses ini dilakukan untuk warna hitam, putih dan grayscale yang kemudian akan menghasilkan citra film radiografi baru

Gambar 4 : Analisa Film Baru 4.IMPLEMENTASI

Implementasi sistem merupakan lanjutan dari tahap analisis dan perancangan sistem. Sistem ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic.Net dan menggunakan Software Microsoft Visual Studio 2008. Pada sistem ini terdapat beberapa tampilan halaman, yaitu Halaman Utama, Halaman Proses, Halaman Tentang.

1. Tampilan Halaman Menu Utama

Halaman utama merupakan tampilan halaman yang muncul pertama sekali pada saat sistem dijalankan.

Halaman utama menu File memiliki beberapa menu bar, yaitu menu visual method dan liquid penetrant method. Tampilan Halaman menu utama dapat dilihat pada gambar 5 :

Gambar 5 : Tampilan Menu Utama 2. Tampilan Form Visual Method

Langkah pertama yang dilakukan adalah menginput gambar yang diidentifikasi oleh RGB (Black, White) dapat dilihat pada gambar 6.

Gambar 6 Tampilan Form Visual Method Keterangan :

Dalam melakukan identifikasi RGB film radiogrfi yang diinputkan adalah berupa gambar hitam putih atau foto yang sudah lama. Karena langkah-langkah dalam proses konversi RGB ke Film objek yang digunakan adalah gambar hitam putih termasuk dalam mengidentifikasi nilai RGB. Untuk mengetahui perbandingan film citra film radiografi dengan hasil film yang telah diproses oleh konversi RGB ke Film.

(5)

3. Tampilan Form Liquid Penetrant Method Langkah pertama yang dilakukan adalah menginput gambar yang diidentifikasi oleh RGB (Black, White) dapat dilihat pada gambar 7.

Gambar 7 Tampilan Form Liquid Penetrant Method Keterangan :

Dalam melakukan identifikasi RGB film radiogrfi yang diinputkan adalah berupa gambar hitam putih atau foto yang sudah lama. Karena langkah-langkah dalam proses konversi RGB ke Film objek yang digunakan adalah gambar hitam putih termasuk dalam mengidentifikasi nilai RGB. Untuk mengetahui perbandingan film citra film radiografi dengan hasil film yang telah diproses oleh konversi RGB ke Film.

4. Tampilan Halaman Tentang

Tampilan halaman menu tentang merupakan halaman tentang penulis dan penjelasan lainnya.

Gambar 8 dibawah ini menunjukkan tampilan halaman menu tentang.

Gambar 8 Tampilan Menu Tentang 5.KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil studi literatur, analisis, implementasi, maka kesimpulan yang didapat adalah sebagai berikut :

1. Mengetahui citra film sesudah di perbaiki dengan menggunakan visual method dan liquid penetrant method.

2. Citra film radiografi terkait dengan kontras dan grayscale.

3. Citra asli berupa gambar yang diproses dengan menggunakan visual method dan liquid penetrant method menghasilkan warna citra film radiografi yang berbentuk cahaya dan bintik cacat.

5.2 Saran

1. Adapun saran-saran yang diperlukan untuk penelitian maupun pengembangan berikutnya adalah : Sistem yang dihasilkan tidak hanya merubah satu warna saja tetapi terdapat banyak pilihan warna sesuai dengan kebutuhan.

2. Output dari sistem menunjukan perubahan tidak hanya pada satu objek, tetapi dapat menunjukan berapa banyak objek yang terdeteksi.

DAFTAR PUSTAKA

1. Brotowasisto. 2003. Komponen Film Radiografi, tanggal 24 Mei 2011

2. Trelia Boel. 2009. Prinsip dan Tehnik Dental Radiografi. 2 april 2011

3. Darma putra, 2010, Pengolahan Citra Digital, Penerbit Andi, Yogyakarta

4. Wuehrmann, Arthur H dan Lincoln R. Manson-

Hing. 1973. Dental

Radiografi..

5. Eko prasetyo, 2011, Pengolahan Citra Digital Dan Aplikasinya Menggunakan Matlab, Penerbit Andi Yogyakarta

6. Miles, D.A.1993. Radiographic Imaging for

Dental Auxiliaries. Second

edition

7. Priyanto, Rahmat, 2009, Langsung Bisa Visual

Basic.Net 2008 ,Penerbit

ANDI, Yogyakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Batasan penelitian ini pada ruang lingkup identifikasi dini penyakit diabetes dengan gejala-gejala awal yang meliputi knowledge base rules, table decision, dan

Hal ini sesuai dengan penelitian dari Schwantes (2016) yang menjelaskan bahwa pH yang digunakan dalam penyerapan ion logam berat timbal dalam air menggunakan kulit singkong

Data fokus keperawatan adalah data tentang perubahan – perubahan atau respon klien terhadap kesehatan dan masalah kesehatannya serta hal-hal yang mencakup tindakan

Kegiatan pengabdian dengan judul Workshop Bela Negara Pada Himpunan Mahasiswa Jurusan/ Program Studi Tadris IPS IAIN Metro dilaksanakan pada hari sabtu 16 Maret

Jika elemen-elemen nilai kesantunan, disiplin, tangguh, adaptatif, waspada, sabar, kebersamaan, jujur, hati-hati, dan bijaksana telah ditransfer atau telah menjelma

Laju rata-rata pertambahan panjang secara linier di kedalaman 9 meter, 6 meter, dan 3 meter selama empat bulan yaitu dari bulan agustus- november meningkat

Untuk menghitung pendapatan usaha dilakukan dengan mengurangkan pendapatan dengan jumlah biaya (biaya investasi dan biaya operasional). Pendapatan diperoleh dengan

Pengaruh pH terhadap aktivitas a-amilase kasar Nocardia no.7 diuji dengan mereaksikan larutan enzim padaberbagaiderajatkeasaman(pH).Hasilpengamatan menunjukkan bahwa apabila