30
PERANCANGAN PRODUK SPRING BED DENGAN MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT
Hady Widjaya1, Rosnani Ginting2, Aulia Ishak2
Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara Jl. Almamater Kampus USU, Medan 20155
Email: [email protected]1 Email: [email protected]2
Email: [email protected]2
Abstrak. PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur produk spring bed. Permasalahan yang terjadi pada PT XYZ yaitu terjadinya proses perancangan ulang desain komponen produk spring bed 6 feet sehingga mengakibatkan waktu proses perancangan dan pengembangan produk yang lebih panjang. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi atribut produk dan karakteristik teknis perancangan produk, dan memperbaiki rancangan produk spring bed 6 feet sesuai kebutuhan konsumen dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD).
Metode QFD adalah metode yang digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen yang dihubungkan dengan karakteristik teknis produk. Karakteristik teknis produk spring bed 6 feet dengan nilai tertinggi menunjukkan bahwa karakteristik teknis tersebut merupakan fokus permasalahan teknis yang dihadapi PT XYZ, sedangkan atribut kebutuhan konsumen dengan nilai tertinggi merupakan atribut yang memiliki pengaruh besar terhadap kepuasan konsumen. Hasil pendekatan dengan metode QFD menunjukan bahwa kinerja karakteristik teknik dengan nilai tertinggi adalah karakteristik teknik keakuratan geometri komponen dan kesesuaian struktur antar komponen sebesar 17%, sedangkan atribut kebutuhan konsumen yang memperoleh nilai relative weight tertinggi adalah variabel jenis rangka kayu pada divan sebesar 16,2%.
Kata kunci: Perancangan Produk, Quality Function Deployment (QFD), Spring Bed 6 Feet
Abstract. PT XYZ is a manufacturing company that produces spring bed. The problem occured in PT XYZ is redesign process of the product component 6 feet spring bed that cause the longer product design and development time. The purpose of this research is to identify the product attributes and technical characteristics and to improve the design of 6 feet spring bed according to the needs of consumers with Quality Function Deployment (QFD) method. QFD is a method used to identify consumer needs that connects between technical characteristics of the product.
Technical characteristics of 6 feet spring bed that have the highest value shows that these technical characteristics are the focus of the technical problem faced by the company, while the attributes of consumer needs with the highest value are attributes that have a big effect to the customer satisfaction. The approach with QFD showed that performance of the technical characteristics with the highest value is geometry accruracy of components and similarity in the base of the component structure by 17%, while the attribute of consumers needs that gain the highest relative weight is variable type of wood frame in the divan by 16,2%.
Keyword: Product Design, Quality Function Deployment (QFD), 6 Feet Spring Bed
1Mahasiswa Departemen Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara
2Dosen Departemen Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara
31
1. PENDAHULUAN
Proses perancangan produk suatu perusahaan berpengaruh terhadap kemampuan perusahaan tersebut bersaing di pasar. Perubahaan yang sangat cepat dalam lingkungan pengembangan produk, seperti kebutuhan dan permintaan konsumen, menuntut perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dari proses pengembangan yang dilakukan. PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur produk spring bed.
Permasalahan yang terjadi pada PT XYZ yaitu terjadinya proses perancangan ulang desain komponen produk spring bed 6 feet sehingga mengakibatkan waktu proses perancangan dan pengembangan produk yang lebih panjang.
Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan produk berorientasi pada pelanggan adalah metode Quality Function Deployment (QFD).
QFD merupakan metode yang digunakan untuk menerjemahkan keinginan konsumen ke dalam sebuah produk atau jasa (Lou Cohen,2010). QFD bertujuan untuk mendapatkan suatu matriks yang menghubungkan karakteristik teknis produk dan keinginan responden akan produk dan masalah yang dihadapi selama proses pengerjaan produk. QFD dapat digunakan untuk mengurangi waktu siklus pengembangan produk, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan meningkatkan persaingan. QFD terbagi menjadi empat fase yang digunakan untuk menghubungkan kebutuhan konsumen dengan karakteristik perancangan produk, dan kemudian menerjemahkannya ke dalam karakteristik part, operasi manufaktur, dan karakteristik produksi. QFD tahap identifikasi kebutuhan konsumen, dan karakteristik part diaplikasikan pada tahap perancangan produk (Ronald G. Day, 1993). Tujuan utama dari QFD adalah menentukan prioritas kriteria rancangan yang menjadi fokus utama dalam perancangan dan pengembangan produk.
Studi kasus pada penelitian ini dilakukan di PT. XYZ yang merupakan perusahaan manufaktur produk spring bed di Kota Binjai. Penelitian dibuat karena perusahaan ingin meningkatkan kualitas produk spring bed 6 feet dengan perancangan desain produk sesuai dengan kebutuhan konsumen. Langkah awal yaitu mengidentifikasi kebutuhan konsumen terhadap produk spring bed 6 feet. Kebutuhan konsumen terhadap produk kemudian dihubungkan dengan karakteristik teknis produk dengan menggunakan metode QFD. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi atribut rancangan produk, mengetahui prioritas dari tingkat kepentingan karakteristik teknis produk, dan memperbaiki rancangan produk spring bed sesuai dengan kebutuhan konsumen dengan menggunakan metode QFD
2. METODE PENELITIAN
2.1. Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat penelitian di PT XYZ yang berlokasi di Kota Binjai, Propinsi Sumatera Utara yang bergerak di bidang manufaktur produk spring bed. Waktu penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus 2013 sampai dengan November 2013.
2.2. Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah karakteristik atau atribut kebutuhan konsumen terhadap produk spring bed 6 feet.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu suatu jenis penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematik, faktual, dan akurat tentang fakta-fakta dan sifat-sifat suatu objek tertentu.
Penelitian juga merupakan action reasearch untuk mendapatkan suatu solusi yang akan diaplikasikan pada perusahaan sebagai bentuk perbaikan dari sistem semula (Sukaria S, 2011).
2.3. Variabel Penelitian
Variabel penelitian ditentukan bedasarkan literatur buku Pengantar Perkayuan (Soerjanto Basar,1974), buku Strategies for Product Design (John Wiley & Sons, 2008), dan buku Beds And Bedroom Furniture (Taunton Press,1997) serta dari brosur produk spring bed yang menunjukkan tipe-tipe konsumen dan kebutuhan konsumen, yaitu:
1. Pertimbangan utama model rangka sandaran spring bed
2. Bahan kain sandaran spring bed 3. Bahan kayu rangka sandaran spring bed 4. Jenis foam untuk sandaran spring bed 5. Jenis foam untuk matras spring bed 6. Ketebalan foam untuk matras spring bed 7. Bahan kain matras spring bed
8. Pertimbangan utama model rangka divan spring bed
9. Bahan kayu rangka divan spring bed
10. Faktor penentu daya tahan dan lama rata-rata umur produk spring bed
2.4. Metode Sampling
Populasi adalah keseluruhan anggota atau kelompok yang membentuk objek yang dikenakan investigasi oleh peneliti (Sukaria Sinulingga,2012).
Populasi pada penelitian ini adalah semua karyawan bagian produksi produk spring bed 6 feet di PT XYZ yang total berjumlah 57 orang. Penelitian ini, menggunakan teknik judgement sampling dimana sampel yang dipilih karena memiliki pemahaman dan berpengalaman terhadap objek penelitian (Sukaria Sinulingga, 2011).
2.5. Instrumen dan Jumlah Sampel
32
Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner.
Kuesioner yang digunakan terdiri dari kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup. Kuesioner terbuka digunakan sebagai survei awal untuk membantu penentuan atribut keinginan responden terhadap produk spring bed 6 feet Ukuran sampel untuk kuisioner terbuka sebanyak 30 orang. Hal ini sesuai dengan pendapat Urban dan Hauser (F. Franceschini, 2002). Kuesioner tertutup yang digunakan adalah kuesioner dengan menggunakan skala likert. Ukuran sampel untuk kuisioner terbuka dengan populasi yaitu karyawan perusahaan sebanyak 57 orang dan dengan nilai α= 0,05, ukuran sampel yang digunakan adalah sebanyak 50 orang responden (Sukaria Sinulingga, 2011)
2.6. Prosedur Pelaksanaan Penelitian
Tahapan-tahapan dalam menyusun matriks House of Quality (Lou Cohen, 2010) yaitu :
1. Penentuan customer requirement 2. Penentuan tingkat kepentingan
3. Penentuan importance weight dan relative weight 4. Membangun matriks house of quality (HoQ)
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1. Penentuan Customer Requirement
Penentuan kebutuhan konsumen bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen terhadap produk spring bed. Kebutuhan konsumen diperoleh melalui penyebaran kuesioner yang terdiri dari 10 daftar kebutuhan konsumen terhadap produk spring bed. Hasil identifikasi kebutuhan konsumen yaitu:
1. Bentuk adalah pertimbangan utama yang mempengaruhi desain model rangka sandaran 2. Kain Katun jenis bahan kain pada sandaran yang
paling sesuai dengan desain produk
3. Kayu Jati jenis bahan kayu rangka sandaran yang paling sesuai dengan desain produk
4. Busa Poliuretan jenis foam pada sandaran yang paling sesuai dengan desain produk
5. Busa Rebounded jenis foam pada matras yang paling sesuai dengan desain produk
6. 15 cm merupakan ketebalan foam pada matras yang paling sesuai dengan desain produk
7. Kain Katun jenis bahan kain pada matras yang paling sesuai dengan desain produk
8. Kayu yang menjadi pertimbangan utama yang mempengaruhi desain model rangka divan pada produk
9. Kayu Jati jenis bahan kayu rangka divan yang paling sesuai dengan desain produk
10. Per dan Busa faktor yang menjadi penentu daya tahan (umur pakai) produk spring bed 6 feet dan 10 tahun lama rata-rata umur produk tersebut
Kebutuhan konsumen yang diperoleh dari kuesioner tersebut akan digunakan sebagai dasar dalam penentuan karakteristik teknis produk dengan disertai wawancara dengan pihak manajemen perusahaan.
3.2. Penentuan Tingkat Kepentingan
Penentuan tingkat kepentingan atribut produk digunakan untuk mengetahui sejauh mana konsumen memberikan penilaian atau harapan terhadap atribut produk (Ronald G.Day, 1993). Penilaian tingkat kepentingan terhadap variabel kebutuhan konsumen diperoleh berdasarkan nilai modus pada kuesioner tertutup. Nilai modus yang menjadi tingkat kepentingan diperoleh berdasarkan frekuensi jawaban responden yang paling banyak terhadap setiap variabel. Berdasarkan hasil rekapitulasi diketahui bahwa dari 10 atribut produk terdapat dua atribut yang dinilai “Sangat Setuju” yaitu jenis bahan kain pada sandaran dan bahan kayu rangka divan. Enam variabel yang dinilai “Setuju” yaitu pertimbangan utama yang mempengaruhi desain model rangka sandaran, bahan kayu rangka sandaran, jenis foam pada sandaran, jenis foam pada matras, jenis bahan kain pada matras, dan pertimbangan utama yang mempengaruhi model rangka divan. Dua variabel yang dinilai “Netral” oleh responden yaitu ketebalan foam pada matras dan faktor penentu daya tahan (umur pakai) produk.
3.3. Penentuan Importance Weight dan Relative Weight
Bobot kepentingan (Importance Weight) menunjukkan tingkat kepentingan atribut perancangan produk sedangkan bobot relatif (relative weght) menunjukan nilai bobot perencanaan relatif terhadap total bobot kepentingan atribut.
Atribut perancangan desain produk spring bed 6 feet yang memiliki bobot relatif tertinggi yaitu jenis bahan kayu rangka divan sebesar 16,2%
3.4. Membangun Matriks House of Quality (HoQ)
Langkah terakhir dari QFD adalah membangun House of Quality (HoQ). Penentuan atribut Keinginan Konsumen (Customer Requirement/CR) ditentukan bedasarkan literatur buku Beds And Bedroom Furniture (Taunton Press, 1997). Penentuan Karakteristik Teknis (Engineering Characteristic) dilakukan dengan melakukan wawancara dengan kepala pabrik.
Penentuan Relation Matrix untuk menentukan tingkat hubungan antara keinginan konsumen dan karakteristik teknis produk. Tingkat hubungan yang dimaksud dimulai dari skala kuat, sedang, lemah, dan tingkat kepentingan dan perkiraan biaya. (Lou Cohen, 2010). House of Quality penelitian dapat dilihat pada Gambar 1.
33
Bentuk adalah pertimbangan utama yang mempengaruhi desain model rangka sandaran pada produk spring bed 6 feet Kain Katun jenis bahan kain pada sandaran yang paling sesuai dengan desain produk spring bed 6 feet
Kayu Jati jenis bahan kayu rangka sandaran yang paling sesuai dengan desain produk spring bed 6 feet
Busa Poliuretan jenis foam pada sandaran yang paling sesuai dengan desain produk spring bed 6 feet
Busa Rebounded jenis foam pada matras yang paling sesuai dengan desain produk spring bed 6 feet
Kain Katun jenis bahan kain pada matras yang paling sesuai dengan desain produk spring bed 6 feet
Kayu yang menjadi pertimbangan utama yang mempengaruhi desain model rangka divan pada produk spring bed 6 feet Kayu Jati jenis bahan kayu rangka divan yang paling sesuai dengan desain produk spring bed 6 feet
Per dan Busa faktor yang menjadi penentu daya tahan (umur pakai) produk spring bed 6 feet dan 10 tahun lama rata-rata umur produk tersebut
Derajat Hubungan :
+ = Hubungan positif kuat =4 - = Hubungan positif sedang =3 ∆ = Hubungan negatif sedang =2
▲ = Hubungan negatif kuat =1
4 4 4 3 4 4 5 3
Tingkat Kesulitan Derajat Kepentingan Perkiraan Biaya
4 3 3 4 3 3
17 17 9 13 14 14
17 13 13 17 13 13
Customer Requirement
Customer Importance KARAKTERISTIK TEKNIK
Sales Point
15 cm merupakan ketebalan foam pada matras yang paling sesuai dengan desain produk spring bed 6 feet
9
9 3
4 5
Importance Weight
Relative Weight 1,2
1,0
6,36 9,24
9,27 13,46
8,50 8,05 14,09
6,28 8,32 8,55 16,20
7,28 1,0
1,0 1,5 1,2 1,0 1,0 1,2 1,5
5,84 5,53 9,67 4,31 5,71 5,87 11,12
4,99
9 9 0
9
9 9 3 3 1
1
1 1 3 1 9
9
9 1 3 3 3
9
9 3 9 9 9
9
9 3 9 9 9
1
1 1 3 1 3
3
3 3 3 9 1
9
9 1 9 3 9
3
3 3 3 3 9
3 16 13 9
3 3 9 3 3
9 9 9 3 -
√
+
Kesesuaian struktur antar komponen Keakuratan geometri komponen Adjustable Standarisasi struktur komponen Ease of manufacturing Durability
- -
-
+ +
+ -
+ ∆
- + -
+
Design idea of shape
+ - ▲
+ -
+
Gambar 1. House of Quality Spring Bed 6 Feet
Pada Gambar 1 dapat dilihat karakteristik teknis perancangan produk spring bed 6 feet dengan tingkat kesulitan dan perkiraan biaya tertinggi adalah keakuratan geometri komponen dan standarisasi struktur komponen, sedangkan tingkat kepentingan tertinggi adalah keakuratan geometri komponen dan kesesuaian struktur antar komponen yaitu sebesar 17%. Hal ini dijadikan prioritas utama pihak perusahaan dalam melakukan perbaikan rancangan produk spring bed 6 feet untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
4. KESIMPULAN
Atribut perancangan produk spring bed 6 feet dengan relative weight tertinggi adalah jenis bahan kayu rangka divan produk spring bed 6 feet yaitu
sebesar 16,2%. Hal ini menunjukkan atribut tersebut memiliki pengaruh besar terhadap kepuasan konsumen. Kinerja karakteristik teknik dengan nilai tertinggi adalah karakteristik teknik keakuratan geometri komponen dan kesesuaian struktur antar komponen sebesar 17%. Karakteristik teknis tersebut dapat dijadikan prioritas utama pihak perusahaan dalam melakukan perbaikan rancangan produk spring bed untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
DAFTAR PUSTAKA
Basar, Soerjanto. 1974. Pengantar Perkayuan Yogyakarta: Yayasan Kanisius.
Cohen, Lou. 2010. Quality Function Deployment: How to Make QFD Work for You. USA: Addison- Wesley Publishing Company.
34
Day, Ronald G. 1993. Quality Function Deployment Linking A Company with Its Customers.
Wisconsin: ASQC Quality Press.
Ginting, Rosnani. 2009. Perancangan Produk.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Jonker, Jan dan Bartjan Pennink. 2010.The Essence of Research Methodology. Netherland: Springer, 2010.
Sinulingga, Sukaria. 2011. Metode Penelitian. Medan:
USU Press.
Fine Woodworking Magazine. 1997. Beds And Bedroom Furniture. USA : Taunton Press.