12 Universitas Kristen Petra
Bab ini ditujukan untuk membuktikan hipotesis kerja yang telah dikemukakan, yaitu diduga ada pengaruh lingkungan kerja terhadap produktivitas karyawan di Restoran “X” Tunjungan Plaza 4 Surabaya. Oleh karena itu, pada bab ini akan dirancang pembuktian hipotesis yang meliputi sebagai berikut:
3.1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penulisan ini adalah kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang sejumlah besar orang, dengan cara mewawancarai sejumlah kecil populasi itu. Survei dapat digunakan dalam penelitian yang bersifat deskriptif yaitu untuk memberi gambaran yang lebih jelas tentang suatu fakta dan karakteristik mengenai populasi atau situasi dan kejadian tertentu.
3.2. Populasi dan Sampel 3.2.1. Populasi
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan operasional baik pria maupun wanita yang berusia lebih dari 17 tahun keatas, dengan alasan bahwa pada usia tersebut responden cukup mampu memahami pertanyaan yang diberikan dalam kuesioner, dan pendidikan minimal SMU atau sederajat serta telah bekerja lebih dari 1 tahun di Restoran “X” Tunjungan Plaza 4 Surabaya. Adapun jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 36 orang karyawan.
3.2.2. Sampel
Tentang ketentuan sampel sesuai dengan pernyataan Hadi (1984, p.221), dimana sebenarnya tidak ada suatu ketepatan berapa persen suatu sampel harus diambil dari populasi, biasanya diambil 75 % dari populasi. Maka dari jumlah 36 orang karyawan tersebut hanya diambil sebanyak 30 orang karyawan di Restoran
“X” Tunjungan Plaza 4 Surabaya yang memenuhi karakteristik populasi yang telah ditentukan.
3.3. Jenis dan Sumber Data 3.3.1. Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 jenis, yaitu:
1. Data kuantitatif, yaitu data berupa angka-angka yang dapat dihitung dengan alat-alat statistik seperti angka hasil kuesioner dengan menggunakan metode statistik.
2. Data kualitatif, yaitu data yang memiliki sifat tidak bisa dihitung (data yang bukan berupa angka-angka), berupa informasi atau penjelasan didasarkan pada pendekatan teoritis dan pemikiran secara logis atau merupakan kesimpulan dari data kuantitatif dalam bentuk kalimat.
3.3.2. Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua bagian, yaitu:
1. Data primer, adalah data yang dikumpulkan secara langsung dari karyawan operasional di Restoran “X” Tunjungan Plaza 4 Surabaya, yaitu angket atau kuesioner yang disebarkan ke para karyawan operasional yang sesuai dengan populasi yang telah ditentukan dan observasi lapangan.
2. Data sekunder, yaitu data yang digunakan untuk mendukung penelitian yang sedang dilakukan. Data ini diperoleh dari pihak pengelola di Restoran “X”
Tunjungan Plaza 4 Surabaya seperti struktur organisasi perusahaan, produktivitas karyawan, kajian teoritis penelitian, dan sebagainya serta melalui studi kepustakaan, berupa teori-teori, literatur atau catatan yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
3.4. Metode dan Prosedur Pengumpulan Data 3.4.1. Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi lapangan dan kuesioner dengan prosedur sebagai berikut: (1) Kuesioner dibagikan pada responden yang sesuai dengan sampel yang telah ditentukan; (2) Responden dibimbing dan diberikan penjelasan tentang cara pengisian kuesioner; (3) Responden mengisi kuesioner secara langsung di tempat tersebut; (4) Setelah
kuesioner selesai diisi oleh responden, kemudian kuesioner tersebut dikumpulkan untuk diolah, dianalisis, dan ditarik kesimpulan.
3.4.2. Prosedur Pengambilan Data
Pengumpulan data yang dilakukan melalui kuesioner dengan prosedur sebagai berikut: membagikan kuesioner pada karyawan operasional di Restoran
“X” Tunjungan Plaza 4 Surabaya. Setelah itu mengumpulkan hasil kuesioner yang telah diisi oleh karyawan tersebut. Kemudian menyeleksi hasil kuesioner yang terkumpul berdasarkan sampel yang telah ditentukan, yaitu sebanyak 30 orang.
Kemudian kuesioner tersebut diolah dan dianalisa sesuai dengan kepentingan penelitian ini. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner yang bersifat tertutup, artinya jawaban subyek telah disediakan dan dibatasi dengan beberapa alternatif jawaban. Penstruturan kuesioner yang dilakukan peneliti dibagi dengan jawaban:
SS S TT TS STS Keterangan:
SS = Sangat Setuju S = Setuju
TT = Tidak Tahu TS = Tidak Setuju
STS = Sangat Tidak Setuju
Bobot nilai tersebut secara rinci adalah sebagai berikut:
SS = 5 S = 4 TT = 3 TS = 2 STS = 1
3.5. Definisi Operasional Variabel
Berdasarkan model penelitian tersebut terdapat 2 macam variabel, yaitu:
1. Variabel tidak bebas
Variabel tidak bebas adalah produktivitas (Y), yaitu sikap mental yang mempunyai semangat untuk melakukan peningkatan perbaikan. Produktivitas karyawan di Restoran “X” diukur dengan:
a. Pola kerja karyawan yang lebih efektif, dilihat dari layout internal yang meliputi pengaturan tata letak meja dan kursi pengunjung, tata letak kasir yang strategis, serta pemilihan bahan untuk meja dan kursi.
b. Hasil kerja karyawan yang lebih efisien dilihat dari ketersediaan peralatan kerja, serta petunjuk penggunaannya.
c. Hasil kerja karyawan yang lebih efektif dilihat dari lingkungan kerja, yang meliputi kesesuaian penataan lampu dan pemilihan jenis lampu, sirkulasi udara, pembuangan sampah dan grease trap.
2. Variabel bebas
Variabel bebas yang dipakai pada penelitian ini adalah lingkungan kerja. Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para karyawan di Restoran “X” yang dapat mempengaruhi karyawan tersebut dalam menjalankan tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terbentuknya suatu lingkungan kerja terdiri dari:
a. Lingkungan Kerja Langsung (X1), terdiri atas
1. (X1.1) Layout Internal, merupakan pengaturan dari tata letak meja dan kursi pengunjung sehingga memudahkan karyawan dalam melayani pengunjung dan pengaturan tata letak meja kasir sehingga memudahkan karyawan dalam melayani pengunjung.
2. (X1.2) Tekstur, merupakan keterawatan meja dan kursi sehingga memudahkan karyawan dalam merawat dan membersihkannya serta tekstur dinding bangunan dalam ruangan yang memberikan suasana nyaman dalam bekerja.
3. (X1.2) Desain interior merupakan kesesuaian luas ruang pengunjung dengan ruas jalan di sela ruangan sehingga memudahkan karyawan
penataan meja yang ada sehingga memudahkan karyawan dalam membersihkan dan menata ulang meja dan kursi yang kotor.
b. Lingkungan Kerja Perantara (X2), terdiri atas:
1. (X2.1) Penerangan / cahaya di tempat kerja, yaitu kesesuaian penerangan lampu yang ada di Restoran “X” dan posisi atau tata letak lampu yang strategis sehingga memudahkan karyawan dalam bekerja.
2. (X2.2) Pertukaran udara di tempat kerja, yaitu kesesuaian sirkulasi udara yang cukup baik sehingga ruangan terasa nyaman.
3. (X2.3) Kebersihan di tempat kerja, yaitu kebersihan ruangan yang ada di Restoran “X”.
4. (X2.4) Keamanan di tempat kerja, yaitu penempatan peralatan kerja yang digunakan cukup teratur disertai petunjuk penggunaannya dan kondisi peralatan yang cukup baik.
3.6. Teknik Analisis Data
3.6.1. Uji Validitas dan Reliabilitas
Sebelum data diolah perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Validitas penelitian ini dilakukan dengan tujuan apakah responden menjawab pertanyaan pada kuesioner secara umum dan tidak menyimpang jauh dari jawaban responden lain. Validitas mengandung pengertian bahwa hasil pengukuran sudah valid atau tidak menyimpang dari ketentuan yang ada. Validitas memberikan kesesuaian antara hasil-hasil pengukuran tersebut dengan fakta di lapangan. Dimana Kriteria untuk uji validitas terhadap masing-masing variabel dilihat dari correction item total corelation di mana bila nilainya lebih dari 0,3 berarti data sudah valid.
Setelah dilakukan analisis validitas dilakukan juga analisis reliabilitas untuk item masing-masing variabel. Reliabilitas mengandung pengertian bahwa instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpulan data.
Instrumen tersebut mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tertentu. Jadi tujuan reliabilitas untuk mengetahui bahwa instrumen tersebut cukup baik sehingga mampu mengungkapkan data yang dapat dipercaya. Dimana
kriteria untuk uji reliabilitas bila nilai alphanya mendekati 100% atau lebih besar dari 50% (0,5), maka hal ini menjelaskan bahwa data sudah reliabel dan pertanyaan tersebut layak untuk diikutkan pada uji regresi selanjutnya. (Nugroho, 2005, pp.67-74)
Teknik analisis data secara deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini meliputi :
1. Rata-rata hitung (mean), baik untuk variabel X maupun variabel Y. Untuk mengetahui rata-rata dari variabel lingkungan kerja terhadap produktivitas karyawan di Restoran “X” Tunjungan Plaza 4 Surabaya.
Rumus :
∑
=
= n
1 i
xi
1 . x n
Dimana: x= Rata-rata nilai tanggapan responden.
xi = Nilai tanggapan responden kelas ke-i.
n = Jumlah sampel.
2. Deviasi standar (standard deviation), baik variabel X maupun variabel Y untuk mengetahui penyimpangan dari rata-rata variabel lingkungan kerja terhadap produktivitas karyawan di Restoran “X” Tunjungan Plaza 4 Surabaya.
Rumus :
1 n
) x (x .
f 2
n 1 i
i i
−
−
= σ
∑
=Dimana : σ= Deviasi standar sampel.
xi = Nilai tanggapan responden ke-i.
x = Rata-rata nilai tanggapan responden.
fi = Frekuensi kelas ke-i.
n = Jumlah sampel.
3. Regresi linier berganda, untuk menunjukkan pengaruh dari variabel lingkungan kerja yang terdiri dari lingkungan kerja langsung dan lingkungan
Plaza 4 Surabaya. Menurut Arcana (1996, p.113) rumus regresi linier berganda adalah sebagai berikut:
Rumus : Y = a+b1.X1+b2.X2+Ei
Dimana : Y = Variabel tidak bebas yaitu produktivitas karyawan a = Konstanta regresi
b1 = Koefisien regresi 1, yaitu menggambarkan pengaruh lingkungan kerja langsung terhadap produktivitas karyawan X1= Lingkungan kerja langsung
b2 = Koefisien regresi 2, yaitu menggambarkan pengaruh lingkungan kerja perantara terhadap produktivitas karyawan X2= Lingkungan kerja perantara
Ei = Faktor pengganggu 4. Koefisien korelasi berganda (R)
R terletak antara –1 < R < 1, dimana R yang mengukur kuatnya hubungan antar variabel bebas X1, X2 secara bersama-sama terhadap variabel tidak bebas (Y).
Bila R = 0 atau mendekati 0 maka hubungan antara variabel X1, X2 dengan variabel tidak bebas (Y) sangat lemah atau tidak ada hubungan sama sekali.
Bila R = 1 atau mendekati 1 maka hubungan antara variabel X1, X2 dengan variabel tidak bebas (Y) sangat kuat dan positif.
Bila R = -1 atau mendekati –1 maka hubungan antara variabel X1, X2 dengan variabel tidak bebas (Y) sangat kuat dan negatif.
Menurut Arcana (1996, p.116) rumus R adalah:
R =
( ) ( )
JKY
Y JKX b Y JKX
b1 1 + 2 2
Rumus ini dapat ditulis:
R=
( )
JKY g Re JK
Keterangan : b1 = Koefisien regresi lingkungan kerja langsung b2 = Koefisien regresi lingkungan kerja perantara
JK = Jumlah Kuadrat
Jk(Reg) = Jumlah kuadrat regresi 5. Koefisien determinasi berganda (R2)
Koefisien determinasi berganda dilakukan untuk mencari nilai R2 yang menggambarkan seberapa jauh variasi naik turunnya variabel tidak bebas yang dijelaskan variabel bebas. R2 terletak antara 0 dan 1, dimana jika R2 semakin mendekati 1 berarti variabel tidak bebas semakin baik dalam menjelaskan variabel bebasnya. Maksudnya kemampuan suatu model dalam menerangkan variasi perubahan variabel tidak bebas semakin tepat (sempurna).
Rumus Koefisien determinasi berganda menurut Arcana (1996, p.116):
R2 =
( ) ( )
JKY
Y JKX b Y JKX
b1 1 + 2 2
Keterangan : b1 = Koefisien regresi lingkungan kerja langsung b2 = Koefisien regresi lingkungan kerja perantara JK = Jumlah Kuadrat
Jk(Reg) = Jumlah kuadrat regresi 6. Koefisien korelasi dan determinasi parsial
• Koefisien korelasi parsial digunakan untuk mencari nilai r yang digunakan untuk mengetahui kuatnya hubungan antar variabel bebas X1, X2 secara parsial terhadap variabel tidak bebas (Y).
• Koefisien determinasi parsial untuk mencari nilai r2 yang digunakan untuk mengetahui seberapa jauh variasi naik atau turunnya variabel tidak bebas yang dijelaskan variabel bebas secara parsial.
Menurut Arcana (1996, p.124) rumus koefisien korelasi parsial adalah sebagai berikut:
ry1.2 =
(
1−ryr12−y2ry)( )
21r1r21ry2.1 =
(
1−ryr22y−1)(
ry11r2r22)
Dimana:
ry1.2 : Koefisien korelasi parsial antara Y dengan X1, dimana X2 tetap atau tertentu.
ry1 : Koefisien korelasi sederhana antara Y dengan X1
ry2.1 : Koefisien korelasi parsial antara Y dengan X2, dimana X1 tetap atau tertentu.
ry2 : Koefisien korelasi sederhana antara Y dengan X2 3.6.2. Uji Hipotesis
1. Uji hipotesis koefisien regresi secara menyeluruh (Uji F)
Hal ini dimaksudkan untuk mengukur seberapa besar pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel tidak bebas.
Menurut Arcana (1996, p.119) uji F menggunakan rumus:
F =
(
1 − R2R)
2(
N/k− k −1)
Dimana:
R2 = Koefesien determinasi K = Banyaknya variabel bebas N = Banyaknya sampel
Langkah-langkah pengujian dengan uji F adalah:
a. Menentukan hipotesis.
H0 : b1 = b2 = 0 berarti variabel-variabel bebas tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas karyawan di Restoran “X”
Tunjungan Plaza 4 Surabaya.
H1 : b1 ≠ b2 = 0 berarti variabel-variabel bebas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas karyawan di Restoran “X” Tunjungan Plaza 4 Surabaya.
b. Mencari nilai F hitung
c. Mencari nilai F (k, n-k-1,0,05) dari tabel
d. Membandingkan nilai F hitung dengan nilai F tabel, kemudian menentukan penerimaan atau penolakan dugaan atas dasar hipotesis kerja berikut:
H0 ditolak bila: F hitung > F (k, n-k-1,0,05) H1 diterima bila: F hitung < F (k, n-k-1,0,05)
2. Uji hipotesis koefisien regresi secara individual (Uji T)
Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan antara variabel-variabel bebas terhadap variabel tidak bebas secara parsial.
Uji t yang dimaksud menurut Arcana (1996, p.121) adalah:
t = Sbi
1 b
Dimana:
i = 1, 2, 3, …, k
S2bi = S2y1, 2, 3, ...k JK Xi (1-R2i)
S2y 1, 2, 3, …, k =
( )
1 k N
S JK
−
−
Langkah-langkah pengujian dengan uji T adalah:
a. Menentukan hipotesis, dilakukan pada setiap variabel lingkungan kerja yang terdiri dari lingkungan kerja langsung dan lingkungan kerja perantara yang akan diuji.
H0 : bi = 0 berarti variabel-variabel bebas (lingkungan kerja langsung dan lingkungan kerja perantara) tidak mempengaruhi produktivitas karyawan di Restoran “X” Tunjungan Plaza 4 Surabaya
H1 : bi ≠ 0 berarti variabel-variabel bebas (lingkungan kerja langsung dan lingkungan kerja perantara) mempengaruhi produktivitas karyawan di Restoran “X” Tunjungan Plaza 4 Surabaya
b. Membandingkan nilai dari t hitung dengan t tabel untuk tiap-tiap variabel bebas. Kemudian menentukan penerimaan atau penolakan dugaan atas dasar hipotesis diatas, ada 2 keadaan yaitu:
H0 ditolak bila t hitung < - t α/2 dan t hitung > t α/2 H1 diterima bila – t α/2 < t hitung < t α/2