• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Karya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Karya"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Karya

Pandemi virus covid-19 di tahun 2020 adalah isu yang cukup di resahkan oleh masyarakat dunia tidak terkecuali di Indonesia. Setelah WHO (World Health Organization) menghimbau masyarakat dunia untuk me-lockdown atau membatasi aktivitas keramaian di luar rumah pada negara-negara yang sudah terdampak wabah virus covid-19.

Pemerintah Indonesia menghimbau langsung untuk menutup sementara seluruh sekolah-sekolah dan intansi pendidikan serupa demi menutup akses penyebaran wabah virus covid-19. Di Indonesia salah dua sektor yang paling berdampak buruk langsung oleh wabah ini adalah sektor ekonomi dan sektor pendidikan. Himbauan selanjutnya dari pemerintah adalah sistem belajar dan mengajar akan di lakukan secara online di rumah masing-masing, Tindakan yang di ambil oleh pemerintah ini sebenarnya tindakan yang tepat. Namun satu hal yang menjadi hambatan dari hasil keputusan itu yaitu pemerataan infrasruktur internet dan kestabilan kecepatan internet di Indonesia yang belum baik. Fakta yang di tinjau di lapangan di kutip dari pemberitaan Tempo.co, Dari 40 negara lainnya kecepatan koneksi Internet rata-rata di seluruh provinsi Indonesia nyaris terendah dan berdasarkan riset pada Januari 2020 yang di dirilis oleh Hootsuite, kecepatan Internet di seluruh provinsi Indonesia rata-rata hanya 20,1 Mbps yang mana jauh sekali di bawah rata-rata internet di negara di dunia yang mencapai 73,6 Mbps (Christy F. , 2020).

Dampak nya banyak keluhan dari masyarakat Indonesia khususnya guru-guru dan murid-murid di Indonesia mengatakan belajar online belum cukup efektif di terapkan di setiap daerah di Indonesia khususnya di daerah terpencil. Seiring berjalan nya waktu banyak bermunculan berita di media, beberapa guru di beberapa daerah di

(2)

2 Indonesia rela mendatangi rumah murid nya dari rumah satu ke rumah lainya untuk memberikan pengajaran di tengah pandemi. Hal miris seperti ini sebenarnya tidak akan terjadi jika saja keluhan masayarakat Indonesia tentang kecepatan internet di Indonesia di tanggapi serius oleh pemerintah dan ada supaya yang cepat dan tepat untuk memperbaiki. Sebelumnya keluhan-keluhan semacam ini sudah kerap di utarakan masyarakat Indonesia beberapa tahun sebelum pandemi. Di kutip dari pemberitaan Kompas.com, Pada tahun 2014 keluhan tersebut terdengar sampai ke telinga Menkominfo yang menjabat saat itu yaitu Tifatul Sembiring. Lalu pada kamis 30 Januari 2014 Tifatul memulai komentar dengan sebuah pertanyaan melalui sosial media twitter yang mana berbunyi “Tweeps Budiman, Memangnya kalau Internetnya cepat mau di pakai buat apa?...:D *MauTauBanget*.

(Reza, 2014). pernyataan ini banyak di kecam masyarakat pada waktu itu. bagi masyarakat dasar dari ucapan ini akan melahirkan “bom waktu” di kemudian hari, Sistem belajar online di tengah pandemi di Indonesia yang kurang efektif adalah salah satu bukti dari “bom waktu” tersebut.

Media yang paling lengkap untuk memvisualkan sebuah cerita atau dongeng adalah media film. Jika menggunakan media film, Gambar dan bunyi dapat tergambarkan sesuai kenyaataan. Penonton dapat merasakan pesan dari pengalaman melihat dan mendengar sebuah peristiwa lewat sebuah menonton film. Kalimat sebelum nya ini dapat diartikan bahwa film adalah salah satu kefektifan sebuah media baru dalam seni penyampaian pesan.

Pesan yang akan disampaikan dalam bentuk film pasti memiliki value yang berbeda-beda dalam hal pemaknaan dan cara penyampaiannya. Hal tersebut salah satunya tergantung pada pengalaman hidup masing-masing individu terhadap memaknai sekitar, seperti apa isu yang terjadi di sebuah desa, kota bahkan sampai negara.

(3)

3 Isu yang tersampaikan pada paragraf diatas menginspirasi pembuatan film pendek fiksi berjudul “Sinyal Nol Biji Nol”. Film

“Sinyal Nol Biji Nol” adalah film yang bercerita tentang seorang anak bernama Tansah. yang bersusah payah mencari koneksi internet demi mengikuti upacara online di tengah pandemi yang di himbau sekolah nya di hari kemerdekaan Indonesia. Jika Tansah tidak mengikuti upacara tersebut nilai mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan nya akan mendapat nol. Tentu saja Tansah beserta Ibu nya Nanik tak akan membiarkan hal tersebut. Saat momen itu tiba, untuk segera mengejar absensi sebelum upacara di mulai, Tansah beregegas bersiap - siap. Tiba-tiba saja karena sinyal internet di pagi hari itu kembali tidak dapat ditemukan. Ibu nya menelfon adik nya Andik untuk segera membantu Tansah mengantarkan nya mencarikan sinyal seperti biasa nya. Alih-alih membantu, Andik malah menimbulkan masalah baru.

Namun akhirnya untuk menyelesaikan masalah tersebut, Andik menemukan cara diluar dugaan.

Film pendek “Sinyal Nol Biji Nol” mempunyai tujuan pasti untuk di kompetisikan di Shortfilm Competition Indiskop Online Film Festival 2020 bertema “Dari Rumah Untuk Indonesia”. Tema pada kompetisi tersebut memiliki kecocokan nafas isu yang sama dari inti sari cerita dari film pendek “Sinyal Nol Biji Nol”. Maka dari film tersebut di daftarkan di kompetisi tersebut dan memenangkan posisi ke tiga juara Shortfilm Competition Indiskop Online Film Festival 2020 yang mana ajang ini di nilai oleh dewan juri yaitu Marcella Zalianty, Hanung Bramantyo dan Hikma Darmawan. Karena terhambat di era pandemi malam penghargaan di selenggarakan secara online melewati kanal televisi NET.TV. yang mana tepat nya di acara program TV Tonight Show.

Secara naratif dan sinematik, Penyutradaran film pendek “Sinyal Nol Biji Nol” di buat dengan pendekatan komedi. Pendekatan komedi ini di rancang dan di tetapkan dari pembuatan dan pengembangan

(4)

4 naskah, penyutradaraan hingga proses editing. Pendekatan komedi di pilih oleh sutradara demi membawa nuansa ringan untuk membawakan isu wabah virus covid-19 yang cenderung berat dan sensitif di Indonesia. Selain itu komedi akan menjadi media aspirasi yang mudah di serap untuk menjelaskan suatu permasalahan kesejahteraan dan pemeratan koneksi internet di Indonesia saat pandemi yang berusaha di sindir dan pada film pendek ini. Sutradara membawa pendekatan komedi pada isi cerita film pendek “Sinyal Nol Biji Nol” juga bertujuan memberikan sebuah tayangan hiburan dan harapan yang kelak dapat menurunkan kepenatan masyarakat Indonesia akan pandemi, menjadi sebuah refleksi di kemudian hari akan isu pemerataan koneksi internet di Indonesia, dan sebagai pemicu untuk masyarakat untuk berdamai dengan momen-momen buruk yang terjadi pada saat pandemi.

Berkembang nya era perfilman genre komedi murni sulit kalah bersaing, Maka dari itu acapkali penyilangan genre komedi dengan genre lain di coba para sineas. Seperti komedi-aksi, komedi-drama bahkan komedi-horor. Film komedi adalah jenis film yang sajian utama adalah membuat atau memancing penonton untuk tertawa.

Biasanya film komedi berututur lewat drama ringan yang melebih- lebihkan bahasa,aksi bahkan situasi ataupun karakter nya itu sendiri.

Penyelesaian akhir film dari film komedi pula biasanya di hadirkan cenderung untuk memuaskan hati penonton seperti akhir yang bahagia. Salah satu sub genre dari genre komedi adalah genre komedi satir. Satir atau komedi satir adalah gaya komedi yang memilik bentuk lelucon yang memuat sindiran atau bahkan ejekan untuk menyenggol pihak yang di tuju.

(5)

5 1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dapat di rumuskan sebuah permasalahan yaitu bagaimana proses penyutradaraan yang dilakukan sutradara dalam pembuatan film pendek “Sinyal Nol Biji Nol”?

1.3. Tujuan dan Manfaat

Berdasarkan isu yang terurai di dalam latar belakang pada paragraf diatas, maka tujuan dan manfaat pembuatan film pendek “Sinyal Nol Biji Nol” di uraikan sebagai berikut:

1.3.1. Tujuan

a. Menghadirkan sebuah film pendek komedi yang mengangkat dan mengkritik isu fenomena kesejahteraan pemerataan koneksi internet di Indonesia.

b. Membuat sebuah karya film pendek komedi yang membawa aspirasi masyarakat Indonesia tentang kesejahteraan pemerataan koneksi internet di Indonesia.

c. Memberikan tayangan hiburan dan edukatif berupa film pendek untuk masyarakat Indonesia yang penat akan wabah pandemi.

d. Mengikuti kejuaraan film pendek tingkat nasional yaitu Shortfilm Competition Indiskop Online Film Festival 2020 bertema “Dari Rumah Untuk Indonesia”

1.3.2. Manfaat

a. Manfaat Masyarakat.

 Menjadi sebuah refleksi di kemudian hari akan penting nya kesejahteraan pemerataan koneksi internet di Indonesia,

 Tersalurkan aspirasi masyarakat Indonesia tentang kesejahteraan pemerataan koneksi internet di Indonesia.

(6)

6

 Sebagai pemicu masyarakat untuk berdamai dengan momen- momen buruk yang terjadi pada saat pandemi.

b. Manfaat Akademis.

 Menjadi sumber referensi bagi pembuat film pendek yang akan melakukan pembuatan film pendek tugas akhir karya serupa.

 Sebagai syarat memperoleh gelar strata-1 Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang

 Sebagai parameter dan media pembelajaran diri dalam proses membuat sebuah karya.

c. Manfaat Dunia Perfilman

 Menyumbang pustaka film pendek dan film komedi pendek dari yang telah di buat sebelumnya di Indonesia.

 Memicu sineas muda di seluruh Indonesia untuk tetap berkarya dan berkreasi walaupun di tengah pandemi.

Referensi

Dokumen terkait

- SAHAM SEBAGAIMANA DIMAKSUD HARUS DIMILIKI OLEH PALING SEDIKIT 300 PIHAK & MASING2 PIHAK HANYA BOLEH MEMILIKI SAHAM KURANG DARI 5% DARI SAHAM DISETOR SERTA HARUS DIPENUHI

Kedua, kebutuhan yang dipandang perlu dila- kukan sebagai solusi dari masalah-masalah di atas adalah sebagai berikut: (1) guru perlu memberi ke- sempatan siswa

Kuat lemah atau tinggi rendahnya korelasi antardua variabel yang sudah kita teliti dapat diketahui dengan melihat besar kecilnya angka indeks korelasi, yang

Sedang PT GGA memiliki prosedur pengelolaan fauna hanya mencakup sebagian kelompok jenis fauna (mamalia, reptilia dan burung) yang dilindungi dan/atau langka,

Pengelolaan risiko kredit dalam Bank juga dilakukan dengan melakukan proses analisa kredit atas potensi risiko yang timbul melalui proses Compliant Internal

Setelah diperoleh nilai pH optimum yaitu 3 untuk arang batok dan 2 untuk arang kayu, berat optimum 1 gram, dan waktu kontak optimum 5 jam untuk kedua jenis karbon

Kesiapan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dalam Pelaksanaan urusan yang sudah harus berlaku pada bulan Oktober 2016 sebagaimana telah diatur dalam perundang- undangan

Hasil penelitian menunjukkan terdapat 19 sasaran strategis yang ingin dicapai dengan prioritas sasaran adalah: meningkatkan penerimaan Fakultas (bobot 10%),