vi
Judul : Pengaruh Anggaran Partisipasi, Informasi Asimetri, Penekanan Anggaran, Kompleksitas Tugas, Komitmen Organisasi dan Kejelasan Sasaran Anggaran Pada Senjangan Anggaran (Studi Kasus di SKPD Kabupaten Karangasem Bali).
Nama : Desak Made Ayu Pradnya Puspitha NIM : 1306305066
Abstrak
Anggaran merupakan pernyataan mengenai estimasi kinerja yang hendak dicapai selama periode waktu tertentu yang dinyatakan dalam ukuran finansial.
Pada proses penganggaran, anggaran memiliki dampak langsung terhadap perilaku manusia baik yang bersifat positif maupun negatif. Salah satu dampaknya yaitu timbulnya senjangan anggaran, sehingga faktor-faktor yang mempengaruhi senjangan anggaran perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris tentang pengaruh anggaran partisipasi, informasi asimetri, penekanan anggaran, kompleksitas tugas, komitmen organisasi dan kejelasan sasaran anggaran pada senjangan anggaran (studi kasus di SKPD Kabupaten Karangasem, Bali).
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SKPD di Kabupaten Karangasem yaitu sebanyak 40 SKPD. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan metode sampel jenuh, yaitu sebanyak 40 sampel. Responden penelitian ini adalah kepala SKPD, kepala sub bagian keuangan, dan kepala sub bagian penyusunan program, evaluasi dan pelaporan dari masing-masing SKPD, sehingga jumlah responden keseluruhan sebanyak 120 responden.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode survei dengan instrumen kuesioner. Hasil dari kuesioner penelitian ini diukur dengan menggunakan skala likert. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anggaran partisipasi, informasi asimetri, penekanan anggaran, dan kompleksitas tugas, berpengaruh positif dan signifikan pada senjangan anggaran sementara komitmen organisasi, dan kejelasan sasaran anggaran berpengaruh negatif dan signifikan pada senjangan anggaran.
Kata kunci: anggaran, senjangan anggaran, SKPD
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN... ii
PERNYATAAN ORISINALITAS... iii
KATA PENGANTAR... iv
ABSTRAK ... vi
DAFTAR ISI... vii
DAFTAR TABEL ... x
DAFTAR GAMBAR... xi
DAFTAR LAMPIRAN ... xii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah Penelitian ... 7
1.3 Tujuan Penelitian ... 8
1.4 Kegunaan Penelitian... 9
1.5 Sistematika Penulisan ... 9
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Landasan Teori dan Konsep... 12
2.1.1 Teori Keagenan ... 12
2.1.2 Penganggaran ... 14
2.1.3 Anggaran Sektor Publik ... 16
2.1.4 Senjangan Anggaran ... 22
2.1.5 Anggaran Partisipasi ... 24
2.1.6 Informasi Asimetri ... 26
2.1.7 Penekanan Anggaran... 27
2.1.8 Kompleksitas Tugas ... 29
2.1.9 Komitmen Organisasi……… 30
2.1.10 Kejelasan Sasaran Anggaran... 32
2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya... 34
2.3 Hipotesis Penelitian... 35
2.3.1 Pengaruh Anggaran Partisipasi Anggaran pada Senjangan Anggaran ... 35
2.3.2 Pengaruh Informasi Asimetri pada Senjangan Anggaran ... 37
2.3.3 Pengaruh Penekanan Anggaran pada Senjangan Anggaran ... 37
2.3.4 Pengaruh Kompleksitas Tugas pada Senjangan Anggaran... 38
2.3.5 Pengaruh Komitmen Organisasi pada Senjangan Anggaran... 39
viii
Senjangan Anggaran ... 40
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian... 42
3.2 Lokasi Penelitian... 43
3.3 Obyek Penelitian ... 43
3.4 Identifikasi Variabel... 43
3.5 Definisi Operasional Variabel... 44
3.6 Jenis dan Sumber Data ... 47
3.6.1 Jenis Data ... 47
3.6.2 Sumber Data... 48
3.7 Populasi, Sampel dan Metode Penentuan Sampel ... 49
3.7.1 Populasi ... 49
3.7.2 Sampel dan Metode Penentuan Sampel ... 49
3.8 Metode Pengumpulan Data ... 50
3.9 Transformasi Data ... 50
3.10 Pengujian Instrumen... 51
3.11 Uji Asumsi Klasik ... 53
3.12 Teknik Analisis Data... 54
3.12.1 Statistik Deskriptif... 54
3.12.2 Analisis Regresi Linier Berganda... 54
3.12.3 Uji Kelayakan Model (Uji F) ... 55
3.12.4 Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 56
3.12.5 Uji Hipotesis (Uji t)... 56
BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 58
4.1.1 Gambaran Umum SKPD... 58
4.1.2 Struktur Organisasi SKPD ... 59
4.2 Deskripsi Data Hasil Penelitian ... 60
4.2.1 Deskripsi Responden... 60
4.2.2 Karakteristik Responden ... 61
4.3 Statistik Deskriptif ... 63
4.4 Hasil Pengujian Instrumen ... 65
4.5 Uji Asumsi Klasik ... 68
4.6 Uji Regresi Linier Berganda ... 71
4.6.1 Uji Kelayakan Model (Uji F) ... 74
4.6.2 Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 75
4.6.3 Uji Hipotesis (Uji t)... 75
4.7 Pembahasan Hasil Penelitian ... 77
4.7.1 Pengaruh Anggaran Partisipasi pada Senjangan Anggaran ... 77
4.7.2 Pengaruh Informasi Asimetri pada Senjangan Anggaran ... 78 4.7.3 Pengaruh Penekanan Anggaran pada Senjangan
Anggaran ... 79
4.7.4 Pengaruh Kompleksitas Tugas pada Senjangan Anggaran ... 80
4.7.5 Pengaruh Komitmen Organisasi pada Senjangan Anggaran ... 81
4.7.6 Pengaruh Kejelasan Sasaran Anggaran pada Senjangan Anggaran ... 82
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan... 83
5.2 Saran... 84
DAFTAR RUJUKAN ... 85
LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 94
x
DAFTAR TABEL
No Tabel Halaman
1.1 Realisasi APBD Kabupaten Karangasem, Bali Tahun
Anggaran 2011-2015... 4
2.1 Penelitian Sebelumnya ... 34
3.1 Indikator Operasional Variabel ... 46
4.1 Rincian Pengiriman dan Penerimaan Kuesioner... 60
4.2 Karakteristik Responden ... 61
4.3 Statistik Deskriptif ... 64
4.4 Hasil Uji Validitas... 66
4.5 Hasil Uji Reliabilitas ... 68
4.6 Hasil Uji Normalitas ... 69
4.7 Hasil Uji Multikolinearitas... 70
4.8 Hasil Uji Heterokedastisitas... 71
4.9 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda ... 72
DAFTAR GAMBAR
No Gambar Halaman
3.1 Desain Penelitian... 42 4.1 Gambar Struktur Organisasi SKPD... 59
xii
DAFTAR LAMPIRAN
No. Lampiran Halaman
1 Daftar Nama SKPD Kabupaten Karangasem ... 93
2 Kuesioner Penelitian... 94
3 Tabulasi Data ... 100
4 Statistik Deskriptif Data Uji ... 112
5 Uji Validitas ... 113
6 Uji Reliabilitas ... 120
7 Uji Normalitas ... 122
8 Uji Multikolinearitas ... 123
9 Uji Heterokedastisitas ... 124
10 Regresi Linier Berganda ... 125
11 Deskripsi Data Penelitian ... 126
12 Frekuensi Jawaban Responden ... 128
13 Data Interval ... 135
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintah daerah dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah maka memberikan dampak perubahan pada tata kelola pemerintahan di daerah. Pada UU No. 32 Tahun 2004 dinyatakan bahwa pemerintah daerah diberikan kewenangan untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Hal ini bertujuan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan, pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat. Selain itu juga bahwa efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah perlu ditingkatkan dengan lebih memperhatikan aspek-aspek : hubungan antar susunan pemerintahan dan antar pemerintahan daerah; potensi dan keanekaragaman daerah; serta peluang dan tantangan persaingan global. Adanya sistem otonomi daerah tersebut, mengakibatkan pergeseran orientasi pemerintah dari command and control menjadi berorientasi pada tuntutan dan kebutuhan publik. Selain itu, pada UU No. 33 Tahun 2004 dinyatakan bahwa perimbangan keuangan antara pemerintah dan pemerintahan daerah mencakup pembagian keuangan antara keduanya secara proporsional, demokratis, adil, dan transparan dengan memperhatikan potensi,
2
kondisi, dan kebutuhan daerah. Hal ini juga menyebabkan perubahan pada proses penyusunan anggaran daerah.
Anggaran tidak hanya penting bagi perusahaan swasta tetapi juga penting dalam pelaksanaan program-program pemerintah. Jika pada sektor swasta anggaran merupakan bagian dari rahasia perusahaan yang tertutup untuk publik, namun sebaliknya pada sektor publik anggaran justru harus diinformasikan kepada publik untuk dikritik, didiskusikan dan diberi masukan. Anggaran sektor publik merupakan instrumen akuntabilitas atas pengelolaan dana publik dan pelaksanaan program-program yang dibiayai dengan uang publik (Mardiasmo, 2009: 61).
Anggaran merupakan rencana keuangan periodik yang disusun berdasarkan program yang telah disahkan dan merupakan rencana tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif dan umumnya dinyatakan dalam satuan moneter untuk jangka waktu tertentu (Listyaningsih, 2012). Anggaran dalam pemerintah daerah begitu penting bagi tiap–tiap instansi pemerintahan dalam menjalankan aktivitas kepemerintahan.
Pemerintah daerah terdiri dari berbagai instansi yang dikenal dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terdiri dari Dinas, Badan, Kantor, Kecamatan, dan Inspektorat. Anggaran akan digunakan dalam menjalankan aktivitas-aktivitas setiap SKPD. Pada proses penganggaran, anggaran memiliki dampak langsung terhadap perilaku manusia. Oleh karena itu, terdapat perilaku- perilaku manusia yang akan timbul sebagai akibat dari anggaran, baik yang positif maupun negatif. Perilaku yang positif akan timbul jika tujuan pribadi masing- masing manajer selaras, serasi, dan seimbang dengan tujuan perusahaan (goal
congruence) dan manajer mempunyai kemauan untuk memenuhinya. Sebaliknya,
tindakan negatif seperti senjangan anggaran (Warindrani, 2006: 99).
Senjangan anggaran merupakan perbedaan laporan anggaran yang dilaporkan dengan anggaran yang tidak sesuai dengan entitas terbaik dari suatu organisasi. Apabila terjadinya suatu keadaan senjangan anggaran, dimana bawahan akan cenderung mengajukan anggaran yang merendahkan pendapatan dan meninggikan biaya dibandingkan dengan entitas terbaik yang diajukan, sehingga target akan lebih mudah dicapai (Lestiana, 2016). Permasalahan yang sering terjadi di pemerintah yakni ketika bawahan atau setiap kepala unit dinas pemerintah tersebut dalam menetapkan anggaran berbeda dari pada penggunaannya, artinya anggaran yang dibuat atau ditetapkan lebih besar dari pada pengeluaran atau mengusulkan suatu kegiatan yang tidak menjadi prioritas utama, perilaku mengusulkan kegiatan yang memiliki peluang untuk mendapatkan keuntungan pribadi yang besar (lucrative opportunities), mengalokasikan komponen belanja yang tidak penting dalam suatu kegiatan, mengusulkan jumlah belanja yang terlalu besar untuk komponen belanja dan anggaran setiap kegiatan, dan memperbesar anggaran untuk kegiatan yang sulit diukur hasilnya (Halim dan Abdullah, 2006).
Perkembangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2011 – 2015 di Kabupaten Karangasem dapat dilihat pada Tabel 1.1
4
Tabel 1.1 Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karangasem, Bali Tahun Anggaran 2011-2015
(Milyar Rupiah)
Tahun Anggaran Pendapatan
Daerah
Realisasi Pendapata n Daerah
(%) Anggaran Belanja Daerah
Realisasi Belanja Daerah
(%)
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
2011 814.272,83 820.520,89 100,77 885.457,66 801.321,51 90,50 2012 896.559,44 907.014,57 101,17 1.048.355,37 942.886,35 89,94 2013 1.032.147,09 1.041.577,61 100,91 1.168.307,27 1.078.485,76 92,31 2014 1.223.103,01 1.248.392,02 102,07 1.293.486,98 1.164.216,35 90,01
2015 1.384.754,05 1.367.577,56 98,76 1.511.620,32 1.351.846,27 89,43
Sumber : Bagian Keuangan Setda Kabupaten Karangasem, 2016
Berdasarkan tabel 1.1 diatas, mencerminkan adanya senjangan anggaran di Kabupaten Karangasem. Terjadinya senjangan anggaran ini dapat dilihat dari realisasi pendapatan daerah rata-rata lebih tinggi dari anggaran pendapatan yang telah ditargetkan. Di sisi lain, realisasi belanja daerah rata-rata lebih rendah dari jumlah anggaran belanja yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal ini diduga dilakukan agar kinerja pemerintah daerah terlihat bagus, karena realisasi anggaran yang dicapai melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Terjadinya senjangan anggaran disebabkan oleh banyak faktor. Faktor- faktor tersebut antara lain, anggaran partisipasi, informasi asimetri, penekanan anggaran, kompleksitas tugas, komitmen organisasi, dan kejelasan sasaran anggaran. Anggaran partisipasi adalah proses yang menggambarkan individu- individu terlibat dalam penyusunan anggaran dan mempunyai pengaruh terhadap target anggaran dan perlunya penghargaan atas pencapaian target anggaran tersebut (Brownell, 1982). Anggaran partisipasi memberikan kesempatan para
manajer bawah dan menengah untuk melakukan senjangan demi kepentingan pribadinya. Informasi asimetri juga dapat menyebabkan senjangan anggaran.
Informasi asimetri sebagai keadaan apabila informasi yang dimiliki bawahan melebihi informasi yang dimiliki atasannya (Dunk, 1993). Senjangan anggaran terjadi ketika manajer bawahan memberikan informasi yang bias, misalnya dengan membuat anggaran yang relatif lebih mudah dicapai.
Faktor lain yang dianggap menjadi pemicu timbulnya senjangan anggaran adalah adanya penekanan anggaran. Penekanan anggaran merupakan sebuah desakan dari atasan kepada bawahan untuk melaksanakan anggaran dengan baik dan mencapai target anggaran (Jaya, 2013). Hal tersebut bisa terjadi apabila penilaian kinerja bawahan sangat ditentukan oleh anggaran yang telah disusun, maka bawahan akan berusaha meningkatkan kinerjanya dengan membuat anggaran mudah untuk dicapai dalam hal ini dengan melakukan senjangan anggaran. Sering kali perusahaan menggunakan anggaran sebagai satu-satunya pengukuran kinerja, sehingga berdampak langsung terhadap perilaku manusia. Orang-orang merasakan tekanan dari anggaran yang ketat dan kegelisahan atas laporan kinerja yang buruk sehingga anggaran sering kali dipandang sebagai penghalang kemajuan karier mereka (Yeandrawita, 2015). Hasil penelitian yang dilakukan oleh Mulyani dan Rahman (2012), Savitri dan Sawitri (2014), Yeandrawita (2015), menunjukkan bahwa penekanan anggaran memiliki pengaruh yang signifikan pada senjangan anggaran. Namun penelitian yang dilakukan oleh Sujana (2010), Damayanti (2013), menunjukkan bahwa penekanan anggaran tidak memiliki pengaruh yang signifikan
6
Selain itu kompleksitas tugas dapat juga mempengaruhi terjadinya senjangan anggaran. Kompleksitas tugas merupakan keadaan dimana suatu individu mendapatkan tugas yang tidak terstruktur dengan baik, begitu membingungkan, serta sulit untuk dipahami (Widiastuti, 2006). Jika dalam organisasi, individu mendapatkan suatu tugas yang begitu kompleks cenderung akan memicu terjadinya senjangan anggaran agar target anggaran dapat dicapai.
Faktor komitmen juga mempengaruhi terhadap senjangan anggaran, komitmen organisasi menunjukkan keyakinan dan dukungan yang kuat terhadap nilai dan sasaran (goal) yang ingin dicapai oleh organisasi. Komitmen organisasi yang kuat dalam diri individu akan menyebabkan individu berusaha keras mencapai tujuan organisasi sesuai dengan tujuan dan kepentingan organisasi. Manajer yang memiliki tingkat komitmen organisasi yang tinggi akan memiliki pandangan yang positif dan lebih berusaha untuk berbuat yang terbaik demi kepentingan organisasi, sebaliknya manajer yang memiliki komitmen yang rendah akan menggunakan anggaran untuk mengejar kepentingan dirinya sendiri dan menyebabkan slack anggaran (Alfebriano, 2013). Kejelasan sasaran anggaran juga mempengaruhi pejabat pemerintah dalam menyusun anggaran. Kejelasan sasaran anggaran merupakan sejauh mana tujuan anggaran ditetapkan secara jelas dan spesifik dengan tujuan agar anggaran tersebut dapat dimengerti oleh orang yang bertanggung jawab atas pencapaian sasaran anggaran tersebut (Agusti, 2011).
Berdasarkan uraian diatas dan beberapa penelitian terdahulu yang menunjukan hasil tidak konsisten, maka hal ini memotivasi penulis untuk meneliti kembali dengan mengambil judul “Pengaruh Anggaran Partisipasi, Informasi Asimetri, Penekanan Anggaran, Kompleksitas Tugas, Komitmen Organisasi dan Kejelasan Sasaran Anggaran Pada Senjangan Anggaran (Studi Kasus di SKPD Kabupaten Karangasem Bali)”. Pemerintah daerah dipilih karena mempunyai struktur penganggaran yang terorganisir dengan baik selain itu adanya pendanaan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah cenderung menyebabkan ketergantungan keuangan yang menimbulkan terjadinya senjangan anggaran, disamping itu pemerintah bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan kepada masyarakat.
1.2 Rumusan Masalah Penelitian
Berdasarkan uraian latar belakang masalah yang telah dijelaskan, dapat ditarik beberapa rumusan masalah sebagai berikut :
1) Bagaimana pengaruh anggaran partisipasi pada senjangan anggaran di SKPD Kabupaten Karangasem Bali?
2) Bagaimana pengaruh informasi asimetri pada senjangan anggaran di SKPD Kabupaten Karangasem Bali?
3) Bagaimana pengaruh penekanan anggaran pada senjangan anggaran di SKPD Kabupaten Karangasem Bali?
4) Bagaimana pengaruh kompleksitas tugas pada senjangan anggaran di
8
5) Bagaimana pengaruh komitmen organisasi pada senjangan anggaran di SKPD Kabupaten Karangasem Bali?
6) Bagaimana pengaruh kejelasan sasaran anggaran pada senjangan anggaran di SKPD Kabupaten Karangasem Bali?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan uraian latar belakang masalah dan rumusan masalah, dapat diketahui bahwa tujuan dari penelitian ini adalah :
1) Untuk menganalisis pengaruh anggaran partisipasi pada senjangan anggaran di SKPD Kabupaten Karangasem Bali.
2) Untuk menganalisis pengaruh informasi asimetri pada senjangan anggaran di SKPD Kabupaten Karangasem Bali.
3) Untuk menganalisis pengaruh penekanan anggaran pada senjangan anggaran di SKPD Kabupaten Karangasem Bali.
4) Untuk menganalisis pengaruh kompleksitas tugas pada senjangan anggaran di SKPD Kabupaten Karangasem Bali.
5) Untuk menganalisis pengaruh komitmen organisasi pada senjangan anggaran di SKPD Kabupaten Karangasem Bali.
6) Untuk menganalisis pengaruh kejelasan sasaran anggaran pada senjangan anggaran di SKPD Kabupaten Karangasem Bali.
1.4 Kegunaan Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kegunaan teoritis ataupun kegunaan praktis, sebagai berikut :
1) Kegunaan Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bukti empiris dalam menerapkan teori keagenan dan konsep penganggaran yang telah dipelajari dan dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan dunia pendidikan terutama mengenai pengaruh anggaran partisipasi, informasi asimetri, penekanan anggaran, kompleksitas tugas, komitmen organisasi dan kejelasan sasaran anggaran pada senjangan anggaran di SKPD Kabupaten Karangasem Bali.
2) Kegunaan Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pertimbangan bagi organisasi dan pihak-pihak terkait didalam menetapkan kebijakan di masa yang akan datang berkaitan dengan anggaran partisipasi, informasi asimetri, penekanan anggaran, kompleksitas tugas, komitmen organisasi dan kejelasan sasaran anggaran pada senjangan anggaran di SKPD Kabupaten Karangasem Bali.
1.5 Sistematika Penulisan
Skripsi ini terdiri dari lima bab yang saling berhubungan antara bab satu dengan bab lainnya serta disusun secara terperinci dan sistematis, yang dapat dilihat sebagai berikut:
10
Bab I Pendahuluan
Bab ini menguraikan latar belakang, rumusan masalah penelitian, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, dan sistematika penulisan Bab II Kajian Pustaka dan Perumusan Hipotesis
Bab ini memuat teori-teori yang mendukung penelitian yang meliputi teori keagenan, pengertian penganggaran sektor publik, pengertian senjangan anggaran, pengertian anggaran partisipasi, pengertian informasi asimetri, pengertian penekanan anggaran, pengertian kompleksitas tugas, pengertian komitmen organisasi, pengertian kejelasan sasaran anggaran, hasil penelitian sebelumnya dan hipotesis penelitian.
Bab III Metode Penelitian
Bab ini berisikan metode penelitian yang digunakan dalam menganalisis data yang meliputi desain penelitian, lokasi penelitian, obyek penelitian, identifikasi variabel, definisi operasional variabel, jenis dan sumber data, populasi, sampel dan metode penentuan sampel, metode pengumpulan data, transformasi data, pengujian instrumen, uji asumsi klasik dan teknik analisis data yang digunakan dalam memecahkan masalah penelitian.
Bab IV Pembahasan
Bab ini membahas mengenai gambaran umum lokasi penelitian, deskripsi data hasil penelitian, statistik deskriptif, hasil pengujian instrumen, uji asumsi klasik, uji regresi linier berganda, dan
pembahasan hasil penelitian.
Bab V Simpulan dan Saran
Bab ini menyajikan simpulan dan saran atas penelitian yang dilakukan.
Simpulan dibuat berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya. Saran- saran dikemukakan sebagai pertimbangan dan masukan bagi pihak- pihak yang berkepentingan.