• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH CITA RASA, HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN DI REZA BAKERY PADANGSIDIMPUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH CITA RASA, HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN DI REZA BAKERY PADANGSIDIMPUAN"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Vol. 5 No. 3 Juli 2021 JURNAL ILMIAH KOHESI

112

PENGARUH CITA RASA, HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN DI REZA BAKERY PADANGSIDIMPUAN

WISNU YUSDISTARA UNIVERSITAS GRAHA NUSANTARA

[email protected]

ABSTRACT

The growth of bakeries in Padangsidimpuan is exploding, the bakery business is one of the potential businesses. This study examines how consumer buying interest is shopping at Reza Bakery, based on the taste of the bread sold, consumer perceptions of the price given, and the quality of service provided by Reza Bakery. In this study, the samples used were consumers who had shopped over two times at Reza Bakery. The results indicate that the better the response of consumers to the taste of bread sold by Reza Bakery, the better the consumer’s perception of the price of bread sold and the quality of service provided to consumers the better it will increase consumer buying interest to buy bread at Reza Bakery.

Keywords : Taste, Price, Service Quality, Purchase Intention PENDAHULUAN

Pertumbuhan toko-toko penjual roti semakin berkembang pesat di Padangsidimpuan, bisnis ini menjadi salah satu yang menarik untuk ditekuni masyarakat yang ingin coba memulai bisnis. Semakin maraknya toko-toko roti tidak terlepas dari minat masyarakat yang mulai gemar mengkonsumsi roti. Berdasarkan data statistik yang di keluarkan oleh kementerian pertanian pada tahun 2017, konsumsi produk roti seperti roti putih mencapai kenaikan persentase hampir 100% setiap tahunnya, disusul oleh produk roti lainnya seperti kue kering, macam-macam roti dan cakes. Jika merujuk pada data ini tentu saja bisnis toko roti mempunya pasar potensial yang sangat menari bagi masyarakat maupun perusahaan-perusahaan besar. Hal ini menunjukan bahwa permintaan terhadap produk bakery terus meningkat. Persentase kenaikan tersebut mengalahkan makanan-makanan nusantara lainnya seperti lontong, rendang, nasi campur, dan mie bakso. masyarakat Indonesia sudah mulai menunjukan bahwa sebagian besar penikmat bakery secara berlahan sudah mulai menggantikan asupan sehari-hari dengan produk bakery, seperti: Roti tawar, Roti bakar dan lain-lain. Pada provinsi Sumatera Utara perkembangan toko roti meningkat pesat dari tahun ke tahun misalnya seperti Aroma bakery yang menjadi jawara di sumatera utara dan mempunyai cabang disetiap kotanya aroma bakery dan cakes shop mempunyai beragam macam jenis dan variasi rasanya diolah dengan, kreatifitas dan higienis rasa untuk menjamin kualitas rasa dan aroma yang menarik.

Persaingan bakery di sumatera utara sangatlah ketat dan mempunyai cita rasa khas masing-masing bakery seperti aroma bakery, madam lee, the bites brownies, bolu meranti, zulaikha bika ambon, ninety six bakery. Affinois, masih banyak lagi toko bakery di sumatera utara yang mempunyai kualitas dan rasa yang unggul. Jika melihat perkembangan toko roti pada provinsi SUMUT dapat disimpulakan bahwa pada saat ini, makanan praktis adalah hal yang paling dicari oleh masyarakat.

Masyarakat yang mulai sibuk bekerja, tidak memiliki waktu yang cukup untuk makan, dapat mengkonsumsi roti sebagai sarana pengganti nasi yang selalu menjadi konsumsi masyarakat Indonesia. Pada Padangsidimpuan, semakin banyaknya pedagang-pedagang kecil dan menengah yang menjual roti yang didistribusikan dari bakery, seperti warung kopi, cafe, warung burger dan sebagainya. Selain itu diberbagai sudut di kota Padangsidimpuan semakin banyak toko roti yang telah berdiri seperti Subur bakery, Horas bakery, Ondo bakery, Reza bakery dan lain-lain. Semakin banyaknya pelaku usaha yang meraup keuntungan dan keberhasilan pada bisnis ini tentu saja akan membuat semakin banyaknya toko roti yang akan berdiri di Padangsidimpuan. Tidak dapat dipungkiri bahwa keberhasilan dan kemajuan sebuah perusahaan ditentukan oleh penerapan strategi pemasaran yang tepat serta hubungan baik yang dijalani dengan konsumen, tidak sedikit pula yang mengalami kemunduran bahkan bangkrut/tutup. Tutupnya suatu toko roti dapat disebabkan oleh berkurangnya cita rasa, ketidaktepatan strategi pemasaran dan kualitas pelayanan yang kurang optimal. Jika melihat produk toko roti merupakan produk yang akan dikonsumsi oleh konsumen tentu saja cita rasa produk yang dijual menjadi salah satu yang penting untuk

(2)

Vol. 5 No. 3 Juli 2021 JURNAL ILMIAH KOHESI

113

diperhatikan. Konsumen tentu saja akan memilih produk yang memiliki cita rasa yang konsumen suka. Oleh karena itu, setiap usaha kuliner berlomba-lomba membuat inovasi dalam berbagai variasi rasa sesuai permintaan konsumen. Seperti di toko Reza bakery banyak variasi roti yang dijual seperti roti tawar, roti ulang tahun, bolu gulung, donat, kue pastri, pai banyaknya variasi rasa yang dijual di Reza bakery. Harga juga menjadi faktor penting dalam menjual produk yang dijual dalam hal ini adalah roti. Menetapkan harga yang tepat dan meyakinkan konsumen bahwa harga yang dibayarnya sebanding dengan kualitas roti yang dibelinya. Konsumen tentu saja tidak ingin merasa tertipu dengan sejumlah rupiah yang dihabiskannya untuk membeli roti. Reza bakery juga berusaha untuk menjaga kualitas roti yang dijualnya agar konsumen merasa puas dengan sejumlah rupiah yang telah dikorbankannya untuk membeli roti di Reza bakery.

Kualitas pelayanan juga sangat berperan penting didalam suatu pemasaran dimana pelanggan melihat respon dan sambutannya kepada pembeli di Reza bakery penulis melihat pelayanannya belum optimal dalam memberikan sambutan atau respon yang efesien dan efektif dalam melakukan proses jual beli maka dari situ minat beli akan menentukan ketertarikan akan produk yang kita pasarkan. Toko roti Reza bakery harus mampu membuat karyawan mereka memiliki rasa memiliki sehingga timbul komitmen dari karyawan terhadap tempat dia bekerja. Damanik, Purba dan Samosir (2020) menyatakan bahwa komitmen organisasional akan berdampak pada peningkatan kinerja. Kondisi ini tentu akan berdampak positif pada kualitas pelayanan yang akan diberikan kepada konsumen. Berdasarkan uraian diatas tentang minat beli konsumen, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan mengambil judul “Pengaruh Cita Rasa, Harga dan Kualitas Pelayanan Terhadap Minat Beli Konsumen di Reza Bakery Padangsidimpuan”.

KAJIAN PUSTAKA Cita Rasa

Menurut Drummond KE & Brefere LM.(2010) cita rasa merupakan suatu cara pemilihan makan yang harus dibedakan dari rasa makanan tersebut. Cita rasa merupakan atribut makanan yang meliputi penampakan seperti bau, rasa, tekstur, dan suhu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa cita rasa pada toko roti merupakan pembeda produk yang dijual dengan produk lain. Meskipun semua toko roti menjual toko roti yang sama akan tetapi cita rasa memberi daya tambah yang mampu menjadi pembeda dengan roti yang dijuak oleh pesaing. Seseorang dalam menikmati segala yang di konsumsi pasti mengutamakan rasa makanan ciri rasa atau food quality. Cita rasa yang tinggi membuat seseorang bisa menilai rasa dari makan tersebut layak dikonsumsi atau tidak. Berdasarkan pendapat (Drummond KE & Frefe LM: 2010) ada lima indikator untuk mengukur variabel cita rasa ini, yaitu: bau, rasa, ciri khas dan bentuk

Harga

Menurut Tjiptono, et.al, (2012) Harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pendapatan bagi organisasi. Secara sederhana harga dapat diartikan sebagai jumlah (satuan moneter) dan atau aspek lain (non moneter) yang mengandung utilitas atau kegunaan tertentu untuk mendapatkan suatu produk. Harga merupakan unsur yang penting untuk menilai perusahaan mendapatkan keuntungan atau malah rugi. Penetapan harga yang pas dan penjualan produk yang tinggi akan berdampak pada penerimaan yang tinggi meskipun harus melihat berapa biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk produk yang dipasarkan. Kotler dan Keller (2012), berpendapat bahwa harga harus mampu mencerminkan nilai, konsumen bersedia membayar harga dibandingkan harus mencerminkan hanya biaya pembuatan produk atau memberikan layanan. Pendapat ini tentu saja merujuk kepada konsumen yang akan mengorbankan sejumlah rupiah untuk mendapatkan produk ataupun jasa harus sebanding dengan nilai yang akan didapatkan oleh konsumen tersebut. Harga umumnya menjadi hal utama yang diperhatikan oleh calon konsumen ketika ingin membeli produk. Tinggi atau rendahnya harga akan menentukan seseorang dalam membeli satu barang. Melalui harga, seorang bisa memutuskan apakah produk tersebut akan dimiliki dan dikonsumsinya atau sebaliknya. “Harga adalah sejumlah uang yang ditukarkan untuk produk atau jasa, lebih jauh lagi harga adalah jumlah dari seluruh nilai yang konsumen tukarkan untuk jumlah manfaat dengan memiliki atau menggunakan suatu barang dan jasa” (Kotler & Amstrong 2001).

Kualitas Pelayanan

Terdapat delapan dimensi kualitas yang dikembangkan Garvin (Tjiptono, 2004), dan dapat digunakan sebagai perencanaan strategi dan analisis. Dimensi-dimensi tersebut adalah :

1. Kinerja (performace)

2. Ciri-ciri atau keistimewaan tambahan (features)

(3)

Vol. 5 No. 3 Juli 2021 JURNAL ILMIAH KOHESI

114 3. Kehandalan (realibility)

4. Kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to spesification), 5. Daya tahan (durability),

6. Serviceability 7. Estetika

8. Kualitas yang di persepsikan (perceived quality).

Menurut Kotler dan Keller (2012) “ jasa sebagai setiap tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu”. Kualitas pelayanan pada toko roti tentu saja merujuk bagaimana kemampuan Tenaga penjual yang dimiliki toko roti tersebut untuk dapat memuaskan keinginan konsumen. Menurut pandangan Albrecht dan Zemke (dalam Dwiyanto, 2006) kualitas pelayanan publik adalah hasil intraksi dari berbagai aspek yaitu: SDM pemberi pelayananan, strategi dan pelanggan. Sistem pelayanan publik yang baik akan menghasilkan kualitas pelayanan yang baik pula. dimana suatu sistem yang baik memiliki dan menerapkan prosedur pelayanan yang jelas dan pasti serta mekanisme kontrol dalam dirinya sehingga segala bentuk penyimpangan yang terjadi secara mudah dapat diketahui.

Minat Beli

Menurut Davidson (1998) “ Minat beli mencerminkan hasrat dan keinginan konsumen untuk membeli suatu produk tersebut”.

Sedangkan Permana dan Mudiantono (2015) berpendapat bahwa minat beli dipengaruhi oleh nilai pelanggan meningkatkan minat beli konsumen dipengaruhi positif oleh brand awareness, peningkatan brand awareness, dipengaruhi positif oleh efektivitas iklan dan word of mounth. Merujuk pada pendapat ini dapat disimpulkan bahwa toko roti harus mampu menumbuhkan keinginan konsumen untuk memiliki roti yang mereka jual dan salah satu caranya adalah dengan melakukan pemasaran yang tepat. Howard dalam Dwityanti (2008), pernyataan yang timbul dari dalam hati seseorang dan merencanakan membeli barang tersebut dengan merek tertentu. Howard memiliki pendapat yang berbeda, yaitu lebih menekankan membangun merek toko roti yang kuat di konsumen agar konsumen dapat dengan sendirinya karena telah mencintai merek tersebut.

METODOLOGI PENELITIAN

Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui ada tidaknya Pengaruh cita rasa, harga dan kualitas pelayanan terhadap minat beli konsumen di Reza Bakery padangsidimpuan. metode pengukuran variabel tersebebut dapat disusun dalam fungsi atau persamaan sebagai berikut :

Y = + 1X1 + 2X2 + 3X3+ e Dimana :

Y = Minat beli konsumen = Konstanta

1 = Koefisien regresi variabel X1 2 = Koefisien regresi variabel X2

X1 = Variabel Cita Rasa

X2 = Variabel Kualitas Pelayanan e = Error term.

(4)

Vol. 5 No. 3 Juli 2021 JURNAL ILMIAH KOHESI

115 HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Tabel 1. Hasil Perhitungan Regresi Linear Berganda

Dari Tabel diatas maka persamaan regresi linear berganda penelitian ini adalah : Y = 3,502+0,305X1+0,257X2+0,401X3

Dari hasil regresi diatas dapat disimpulkan bahwa :

1. Nilai koefisien regresi cita rasa ( 1) adalah sebesar 0,305, hal ini menunjukan bahwa apabila variabel cita rasa ditingkatkan sebesar 1% maka minat beli konsumen di toko Reza Bakery meningkat sebesar 30,5%.

2. Nilai koefisien regresi kualitas pelayanan ( 2) sebesar 0,257, hal ini menunjukan bahwa apabila variabel harga ditingkatkan sebesar 1% maka nilai minat beli konsumen di toko Reza Bakery meningkat sebesar 25,7%.

3. Nilai koefisien regresi kualitas pelayanan ( 3) sebesar 0,407, hal ini menunjukan bahwa apabila variabel kualitas pelayanan ditingkatkan sebesar 1% maka nilai minat beli konsumen di toko Reza Bakery meningkat sebesar 40,7%.

Pembahasan

Cita Rasa Terhadap Minat Beli Konsumen

Pada penelitian ini menunjukkan bahwa cita rasa merupakan salah satu unsur yang penting dalam mempengaruhi minat beli dari konsumen. Pada penelitia ini menemukan bahwa semakin baik cita rasa produk yang dijual oleh Reza Bakery akan memberikan pengaruh positif untuk meningkatkan minat beli konsumen yang berkunjung ke Reza Bakery. Merujuk pada pendapat Stanner dan Butriss (2009) cita rasa merupakan atribut makanan yg meliputi penampakan, bau, rasa, tekstur, dan suhu. Cita rasa merupakan bentuk kerja sama dari kelima macam indera manusia, yakni perasa, penciuman, perabaan, penglihatan, dan pendengaran. Sehingga jika Reza Bakery mampu memberikan cita rasa yang mampu mempengaruhi oleh indera konsumen seperi rasa, bau atapun tekstur roti, akan menyebabkan konsumen semakin ingin untuk membeli roti yang dijual pada Reza Bakery.

Harga Terhadap Minat Beli Konsumen

Harga tentu saja tidak lepas dari kemampuan daya beli konsumen, sehingga menjadi sangat sensitive dan sangat mempengaruhi konsumen untuk membeli produk. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa semakin baik persepsi konsumen terhadap harga yang diberikan konsumen tentu saja akan meningkatkan keinginan konsumen untuk membeli roti yang dijual pada Reza Bakery. Kesesuai harga dengan kualitas produk yang dijual sangat penting, sehingga konsumen merasa puas dengan pengorbanan yang dikeluarkannya untuk membeli roti di Reza Bakery.

Kualitas Pelayanan Terhadap Minat Beli Konsumen

Kemampuan tenaga penjual untuk dapat melayani konsumen dengan baik adalah salah satu kegiatan yang penting untuk bisnis toko roti. Toko roti tentu saja tidak hanya menjual produk roti saja tetapi juga harus mampu memberikan kenyamanan

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 3,502 1,052 3,218 ,002

Cita Rasa ,305 ,073 ,407 4,487 ,000

Harga ,257 ,066 ,396 4,399 ,000

Kualitas Pelayanan ,401 ,078 ,528 5,870 ,000

a. Dependent Variable: Minat beli konsumen

(5)

Vol. 5 No. 3 Juli 2021 JURNAL ILMIAH KOHESI

116

kepada konsumen pada saat berbelanja. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang semakin baik dilakukan pada Reza Bakery akan meningkatkan minat konsumen untuk berbelanja di Reza Bakery.

KESIMPULAN

1. Cita rasa yang baik dari roti akan meningkatkan minat konsumen untuk membeli roti di Reza Bakery.

2. Semakin baik persepsi harga konsumen terhadap produk yang dijual di Reza Bakery akan meningkatkan minat konsumen untuk membeli roti.

3. Semakin baik Reza Bakery melayani konsumennya maka minat konsumen untuk membeli roti juga akan semakin tinggi.

SARAN

1. Cita rasa menjadi hal yang penting untuk memikat pelanggan sehingga Reza Bakery harus mampu menciptakan cita rasa khas yang hanya bisa didapatkan di Reza Bakery.

2. Reza Bakery harus hati-hati dalam menetapkan harga produk roti yang dijualnya, penetapan harga sebaik disesuaikan dengan daya beli masyarakat tempat toko roti didirikan. Selain itu Reza Bakery harus mampu menyakinkan konsumen tentang kualitas yang sebanding dengan harga yang mereka jual.

3. Reza Bakery sebaiknya memiliki standart pelayanan kepada konsumen sehingga konsumen merasa mendapat sensasi belanja yang menyenangkan pada saat berada di toko roti Reza Bakery.

DAFTAR PUSTAKA

Damanik, Hanna; Purba, Martin L dan Samosir, Hendri E.S. 2020. Pengaruh Orientasi Bisnis dan Kepuasan Bisnis Terhadap Komitmen Organisasional dan Dampaknya Terhadap Kinerja Bisnis IBO. Jurnal Ilmiah Maksitek. Vol 5. No 3.

Davidson, William, R., dkk., 1998, Retailing Management, Sixth Edition, John Willey & Sons, New York.

Drummond, K. E., & Brefere, L. M. 2010. Nutrition for foodservice and culinary professionals. New Jersey: John Wiley &

Sons, Inc.

Dwiyanto, Agus. 2006. Mewujudkan Good Governance Melayani Publik. Yogyakarta : UGM Press.

Dwityanti, E. (2008). Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Minat Beli Konsumen Terhadap Layanan Internet Banking Mandiri (Studi Kasus Pada Karyawan Departemen Pekerjaan Umum Jakarta). Tesis Magister Manajemen, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro, Semarang.

Kotler dan Keler. 2012. Manajemen Pemasaran. Edisi 12. Jakarta: Erlangga.

______dan Gary Amstrong. 2001. Prinsip-Prinsip Pemasaran, jilid 2,edisi ke-8, Jakarta: Erlangga.

Permana, Panji dan Mudiantono . 2015. Analisis Pengaruh Efektivitas iklan dan Word of Mouth Terhadap Brnd Awareness dan Nilai Pelanggan Serta Dampaknya Terhadap Minat Beli Hand and Body Lotion Marina . Diponegoro Journal of Management.

Tjiptono, Fandy. 2012. Service Management Mewujudkan Layanan Prima. Yogyakarta: CV Andi Offset.

Stanner S, Thompson R, & Butriss JL. (2009). Healthy Ageing: The Role of Nutrition and Lifestyle.British Nutrition Foundation. Wiley-Blackwell: Oxford.

Gambar

Tabel 1. Hasil Perhitungan Regresi Linear Berganda

Referensi

Dokumen terkait

Kebijakan harga akan mempengaruhi kepuasan konsumen karena ketika seseorang yang membeli sebuah produk setelah memakai atau memakannya tidak sesuai dengan harga

Keunggulan suatu produk atau jasa yang tergantung pada keunikan dan kualitas pelayanan yang diberikan oleh perusahaan. Apakah sudah sesuai dengan keinginan dan harapan

Dalam penelitian ini kualitas produk berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan karena produk yang berkualitas akan dapat menambah keinginan konsumen untuk membeli suatu

Rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana pengaruh Persepsi Nilai konsumen yang terdiri dari persepsi kualitas, persepsi harga, keterlibatan, loyalitas,

Analisis Pengaruh Citra Merek, Persepsi Harga Dan Daya Tarik Iklan Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Galon Merek Aqua (Studi Kasus

sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) ada pengaruh harga terhadap minat beli konsumen kosmetik Puspa Indah Lancar dengan nilai probabilitas sebesar 0,004, 2)

Dan dengan menetapkan harga yang tepat maka akan dapat minat beli konsumen untuk membeli produk tersebut, harga yang tepat yaitu harga yang terjangkau oleh kemampuan

Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan dan harga terhadap minat beli ulang konsumen pada Portobello Café