• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. PENDAHULUAN. Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1. PENDAHULUAN. Universitas Kristen Petra"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Komunikasi merupakan unsur pokok dalam suatu organisasi karena di dalam organisasi terdapat interaksi sosial yang dilandasi adanya pertukaran makna untuk mengintegrasikan tindakan-tindakan individu. Dengan adanya komunikasi yang baik dalam sebuah organisasi, maka organisasi tersebut dapat berjalan dengan lancar dan berhasil. “Organisasi merupakan suatu sistem sosial yang mapan dari sekelompok individu yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama melalui jenjang hierarki dengan adanya pembagian kerja” (Soemirat, Ardianto, Suminar, 1999, p.3).

“Jaringan komunikasi dalam organisasi sangatlah penting. Dimana jaringan komunikasi merupakan pertukaran pesan diantara sejumlah orang-orang yang menduduki posisi atau peranan tertentu. Pertukaran pesan ini melalui jalan tertentu yang dinamakan jaringan komunikasi” (Muhammad, 2007, p.102). Suatu jaringan komunikasi berbeda dalam besar dan strukturnya misalnya mungkin hanya diantara dua atau tiga orang, atau mungkin lebih dan mungkin juga diantara keseluruhan orang dalam organisasi besar menunjukkan bahwa distribusi peranan jaringan penting untuk keefisienan berfungsinya organisasi. Tujuh Peran dalam Jaringan Komunikasi, yaitu klik, opinion leader, gate keepers, cosmopolites, bridge, liaison, dan isolate (Pace dan Faules, 2006).

Salah satu organisasi yang menarik untuk dilihat jaringan komunikasinya adalah Pakuwon City, khususnya pada divisi Badan Pengelola Lingkungan (BPL).

Divisi tersebut menarik untuk diteliti karena berdasarkan fakta yang didapat oleh peneliti melalui penelitian pendahulu, baik itu melalui pembagian kuisioner maupun observasi terhadap beberapa karyawan, seperti staff dan Operation Manager divisi Badan Pengelola Lingkungan (BPL), peneliti menemukan adanya

masalah komunikasi antara anggota dalam divisi tersebut, baik masalah

komunikasi antara atasan dengan bawahan maupun sesama anggota. Dampak dari

permasalahan komunikasi dalam divisi Badan Pengelola Lingkungan (BPL) di

(2)

Pakuwon City tersebut adalah adanya delay informasi yang menyebabkan tertundanya pekerjaan dalam divisi itu pula.

Masalah komunikasi terjadi pada contoh kasus seperti ini, pada saat Vita (Staf BPL) hendak menanyakan kebijakan perusahaan yang juga merupakan pertanyaan dari customer kepada Vincent (Operation Manager) seringkali tidak lancar karena Vincent seringkali tidak ada di tempat melainkan di lapangan dan dihubungi via telepon sering tidak diangkat. Hal ini menjadi penghambat komunikasi yang sering terjadi.

Berdasarkan jawaban dari kuisioner yang telah disebar sebelumnya, dapat dilihat bahwa anggota dalam divisi tersebut belum semuanya menerima informasi yang disampaikan oleh atasan karena kebiasaan atasan adalah menyampaikan informasi hanya kepada staf yang berada di ruangan customer service (CS) kemudian atasan menyuruh staf CS untuk menyebarkan kepada staf yang ada di ruangan lain. Seringkali dalam penyampaian informasi mereka menggunakan telepon, apabila seorang staf tidak bisa ditelepon karena masih ada kegiatan lain, maka komunikator biasanya menunda menyampaikan informasi dan terkadang mereka lupa untuk menyampaikan, maka dari itulah informasi tidak diterima oleh semua anggota divisi. Kemudian informasi yang dibutuhkan tidak dapat diterima pada saat yang dibutuhkan tersebut, kurang terbukanya antar anggota dalam divisi tersebut mengenai hal-hal yang berkaitan dengan divisinya. Kurang terbukanya antar anggota dalam divisi tersebut dikarenakan beberapa staf kurang bisa bersosialisasi dengan baik, sehingga beberapa orang yang memang telah menjadi teman dekat akan dengan mudah saling bertukar informasi mengenai pekerjaan maupun segala hal dan komunikasi diantara mereka akan lancar, sebaliknya dengan beberapa anggota divisi yang kurang dekat, mereka juga lebih susah berkomunikasi sehingga terjadi perbedaan penyampaian pesan.

Dalam penelitian ini, peneliti memilih salah satu blok yang menjadi bagian dari PT. Pakuwon Jati Tbk, yaitu Pakuwon City yang terletak di kawasan pesisir timur Surabaya Timur khususnya divisi Badan Pengelola Lingkungan (BPL).

Pakuwon City merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang properti

yang terbesar di Surabaya Timur.

(3)

Sebelum melaksanakan penelitian lebih lanjut, peneliti terlebih dahulu melakukan penelusuran terhadap hasil-hasil penelitian tentang jaringan komunikasi. Hasil trace study tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 1.1. Trace Study

Nama Peneliti Judul Penelitian Metode Hasil temuan

Ainur Rochmaniah

dan Dedy Iswanto (2010)

Jaringan Komunikasi Karyawan Water Park

Sun City Sidoarjo Dalam Penyelesaian

Pekerjaan

Metode Analisis Jaringan

- Pola jaringan roda dan semua saluran.

Geni Pratiwi (2009)

Analisis Jaringan Komunikasi Informal

Tentang Kepuasan Kerja Pegawai di Biro

Informasi dan Persidangan Kementrian Bidang Kesejahteraan Rakyat

Deskriptif Kualitatif

- Jaringan komunikasi informal.

- Model all channel, huruf Y, dan rantai.

- Terdapat opinion leader, gate keeper, cosmopolite, bridge, liaison, dan isolate.

Arief Fajar (2009)

Jaringan Komunikasi Dalam Pengolahan Kebijakan Pariwisata

Metode Analisis Jaringan

- Terdapat 4 klik.

- Pola Y dan rantai.

- Terdapat opinion leader, gate keeper, bridge, dan isolate.

Rini Setiyowati (2008)

Jaringan Komunikasi Partisipan Kelompok Gondhez’s (Studi jaringan komunikasi partisipan kelompok Gondhez’s di kota

Solo dalam mensukseskan pasangan Bibit-Rustri

pada pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2008)

Deskriptif Kualitatif

- Jaringan komunikasi informal.

- Terdapat peran star dan opinion leader.

Herlina Tri Cahyani (2007)

Jaringan Komunikasi Pedagang Emas Pasar Kepanjen Tentang Informasi Harga Emas

Terbaru

Metode Analisis Jaringan

- Pola jaringan roda dan Y.

- Terdapat opinion leader, gate keeper, cosmopolite, bridge, dan isolate.

Sumber : Olahan Peneliti

(4)

Berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang diungkapkan peneliti dalam tabel di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai jaringan komunikasi. Namun, penelitian tersebut dilakukan pada salah satu perusahaan yang bergerak di bidang properti yang terbesar di Surabaya Timur, yaitu Pakuwon City. Sebelumnya belum pernah dilakukan penelitian mengenai jaringan komunikasi dalam perusahaan tersebut. Penelitian ini akan dilakukan pada satu divisi saja, yaitu divisi Badan Pengelola Lingkungan dan penelitian ini dilakukan sesuai dengan fenomena komunikasi yang terjadi dalam divisi tersebut, yaitu masalah komunikasi yang menghambat koordinasi kerja di dalam divisi tersebut.

Masalah komunikasi antara atasan dengan bawahannya tersebut menyebabkan adanya individu atau anggota divisi yang menggantikan posisi atasan saat atasannya tersebut tidak ada di tempat, sehingga informasi yang seharusnya diterima secara merata dan memiliki kesamaan isi maupun makna, tidak diterima secara utuh, melainkan isi pesan tersebut ada yang termanipulasi.

Dalam penelitian jaringan komunikasi ini, peneliti hendak mencari siapa yang menggantikan posisi atasan tersebut atau dengan kata lain, pada peran-peran yang manakah yang membuat komunikasi tersebut menjadi bermasalah.

PT. Pakuwon Jati Tbk merupakan perusahaan yang cukup sukses di bidangnya, hal ini dapat dilihat dari beberapa penghargaan yang diperoleh oleh perusahaan tersebut, antara lain seperti Investor Award Best Listed Companies 2011, Pakuwon Superbrand Award 2010, Tunjungan Plaza Superbrand Awards 2010, Tunjungan Plaza Service Quality Award 2009&2010, Tunjungan Plaza The Most Favourite Mall 2009. Melihat prestasi tersebut, peneliti mengindikasikan bahwa Pakuwon Grup telah membuktikan suatu kerja organisasi yang solid.

Namun, ternyata didalam kesuksesan tersebut terdapat masalah komunikasi,

terutama mengenai aliran informasi yang membentuk jaringan komunikasi. Oleh

karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti masalah jaringan komunikasi, yang

setelah ditemukan jaringan komunikasinya maka peneliti dapat menganalisa peran

dari tiap individu yang berada dalam jaringan tersebut mulai dari klik, opinion

leader, gate keepers, cosmopolites, bridge, liaison, dan isolate. Dan setelah

mengetahui peran-peran tersebut, peneliti dapat mengetahui anggota divisi Badan

(5)

komunikasi dalam divisi tersebut. Jaringan komunikasi ini, dapat diteliti oleh peneliti dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, dan metode penelitian analisis jaringan dengan menggunakan kuisioner yang dibuat berdasarkan indikator keterangan untuk pengukuran jaringan komunikasi.

1.2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana jaringan komunikasi pada divisi Badan Pengelola Lingkungan (BPL) dalam koordinasi kerja di Pakuwon City Surabaya?”

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah peneliti ingin mengetahui peran dalam jaringan komunikasi yang menjadi pembuat masalah pada divisi Badan Pengelola Lingkungan (BPL) dalam koordinasi kerja di Pakuwon City Surabaya.

1.4. Manfaat Penelitian 1.4.1. Manfaat Akademis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi wacana yang bermanfaat dan bahan referensi bagi penelitian ilmu komunikasi, khususnya mengenai penerapan teori yang berkaitan dengan jaringan komunikasi.

1.4.2. Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan serta bahan evaluasi bagi divisi

BPL Pakuwon City mengenai jaringan komunikasi, sehingga dapat lebih

diperhatikan kemudian hari dan dilakukan perbaikan masalah yang berkaitan

dengan jaringan komunikasi ini, serta dapat bermanfaat bagi industri properti

lainnya..

(6)

1.5. Batasan Penelitian

Untuk menghindari luasnya pembahasan mengenai permasalahan, maka adapun batasan dalam penelitian ini adalah :

1. Hal yang diteliti adalah jaringan komunikasi, sehingga dapat diketahui peran tiap individu dari masing-masing divisi mulai klik, opinion leader, gate keepers, cosmopolites, bridge, liaison, dan isolate.

2. Perusahaan yang menjadi obyek penelitian adalah Pakuwon City pada divisi Badan Pengelola Lingkungan (BPL).

3. Subyek penelitian adalah seluruh karyawan yang bekerja pada divisi Badan Pengelola Lingkungan (BPL) Pakuwon City yang berjumlah 21 orang.

4. Metode penelitian menggunakan analisis jaringan komunikasi yang akan menghasilkan data sosiometri dalam bentuk sosiogram.

5. Jaringan komunikasi yang diteliti adalah jaringan komunikasi formal

dan jaringan komunikasi informal.

(7)

1.6. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan skripsi ini terdiri dari lima bab yang terbagi dalam sub-sub bab yang disusun secara bertahap dan berkesinambungan untuk mendukung isi dari bab-bab secara keseluruhan. Adapun sistematika penulisan proposal skripsi tersusun sebagai berikut :

1. PENDAHULUAN

Bab ini mencakup latar belakang penelitian yang diambil oleh peneliti yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti. Selain itu terdapat juga rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan penelitian, dan sistematika penulisan.

2. LANDASAN TEORI

Bab ini berisi tentang uraian teori-teori dasar yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain definisi komunikasi, komunikasi organisasi, teori jaringan komunikasi, model jaringan komunikasi, nisbah antar konsep, kerangka pemikiran peneliti dan hipotesis dari penelitian ini.

3. METODE PENELITIAN

Bab ini berisikan tentang definisi konseptual, definisi operasional, jenis penelitian dan metode yang digunakan dalam melakukan penelitian, populasi dan sampel, teknik penarikan sampel, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.

4. TEMUAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini merupakan bagian yang akan menjelaskan tentang deskripsi perusahaan, struktur organisasi, job description, hasil analisis dari uji validitas dan reliabilitas, kemudian distribusi frekuensi identitas responden dan juga sosiogram jaringan komunikasi.

5. KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini merupakan bagian yang akan menguraikan tentang hasil penelitian di dalam kesimpulan, yaitu bagaimana jaringan komunikasi pada divisi Badan Pengelola Lingkungan (BPL) dalam koordinasi kerja di Pakuwon City dan juga saran-saran untuk perusahaan, serta untuk penelitian selanjutnya.

 

Referensi

Dokumen terkait

Witjaksono (2010) “Analisis Pengaruh Tingkat Suku Bunga SBI, Harga Minyak Dunia, Harga Emas Dunia, Kurs Rupiah, Indeks Nikkei 225, dan Indeks Dow Jones terhadap IHSG”

Jika dilihat dari tuntutan, Jaksa Penuntut Umum meyakini bahwa perbuatan yang dilakukan terdakwa Amir Fauzi lebih sesuai dengan kriteria unsur dalam Pasal 12 huruf c Undang-Undang

Menunjukkan sikap menghindari plagiasi, bertanggungjawab, bekerjasama dan komunikasi yang baik dalam melakukan praktikum menguraikan dan menjelaskan variabel proses,

Ada beberapa faktor-faktor yang mem- pe ng aruhi niat berwirausaha menurut Indarti (2004): a) faktor kepribadian: dapat ditunjukkan dari beberapa variabel seperti self efficacy,

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas XI menurut langkah-langkah John Dewey ditinjau dari adversity

Sebagai institusi baru maka Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Jakarta secara khusus melaksanakan pembinaan lanjutan dari proses Pemasyarakatan yaitu tahap asimilasi

Nilai rata-rata kemampuan memotivasi siswa 3,875 menunjukkan babwa profesionalisme guru yang diwujudkan dalam kemampuan memotivasi siswa sangat baik.. Kemampuan kemampuan

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan dengan sumber protein yang semakin beragam pada ayam lokal persilangan dapat meningkatkan bobot akhir,