PENGARUH KONSENTRASI
SURFAKTAN TERHADAP KELARUTAN ZAT
PRAKTIKUM 1
CAPAIAN PEMBELAJARAN
CPL :
• Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral, dan etika.
• Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri.
• Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan bidang farmasi
• Menguasai teori, metode, aplikasi ilmu, dan teknologi farmasi (farmasetika, kimia farmasi, farmakognosi, farmakologi) konsep dan aplikasi ilmu biomedik (biologi, anatomi manusia, mikrobiologi, fisiologi, patofisiologi, etik biomedik, biostatistik), konsep farmakoterapi, pharmaceutical care, pharmacy practice serta prinsip pharmaceutical calculation, epidemiologi, pengobatan berbasis bukti dan farmakoekonomi.
CPMK : Mahasiswa mampu melakukan pengujian evaluasi dan menganalisa hasil evaluasi sifat fisika zat dan sediaan farmasi
Sub-CPMK :
• Mahasiswa mampu menjelaskan factor-faktor yang mempengaruhi kelarutan senyawa (C2, A3)
Tujuan Praktikum
a. Menjelaskan arti kelarutan suatu zat dalam sediaan farmasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan
b. Menjelaskan peningkatan kelarutan dengan metode solubilisasi miselar c. Melakukan peningkatan kelarutan dengan metode solubilisasi miselar
Teori (1)
1. Kelarutan besaran kuantitatif sebagai konsentrasi zat terlarut dalam larutan jenuh pada temperatur tertentu, dan secara kualitatif didefinisikan sebagai interaksi spontan dari 2 atau lebih zat untuk membentuk dispersi molekuler homogen
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan zat:
a. sifat fisika dan kimia zat terlarut dan pelarut b. suhu
c. pH (derajat keasaman) d. tekanan
e. untuk jumlah yang lebih kecil bergantung pada hal terbaginya zat terlarut
3. Cara modifikasi kemampuan melarut zat:
a. pemakaian bentuk garam
Teori (2)
4. Surfaktan senyawa kimia yang pada konsentrasi tertentu dapat menurunkan tegangan permukaan dari dua cairan yang tidak bercampur
5. Misel Jika konsentrasi surfaktan ditingkatkan maka surfaktan memiliki kecenderungan untuk berkelompok
6. CMC (Critical Micell Concentration) konsentrasi yang ditambahkan saat terbentuk kelompok misel
7. Solubilisasi Proses molekul zat yang sukar larut berasosiasi dengan misel surfaktan membentuk larutan yang jernih dan stabil secara termodinamika
Alat dan Bahan
Tween 80, asam salisilat, larutan FeCl3, aquades, labu volume 100 mL, labu volume 50 mL, pipet volume 10 mL, spektrofotometer UV-Vis, corong, kertas saring dan peralatan gelas lainnya.
Prosedur Kerja (1)
1. Pembuatan kurva spektrum dan kurva kalibrasi asam salisilat
296 nm
Prosedur Kerja (2)
2. Penentuan kadar asam salisilat dalam larutan surfaktan
Hitung % as.
salisilat dan buat grafik % lart. surfaktan
thdp % as.
salisilat 10mL filtrat +
aquadest labu ukur 50mL
ukur absorbansi dg
spektro (AA-D) Saring
campuran larutan tsb
filtrat (A-D) 50mg as.
salisilat + 10mL lart. surfaktan
(A-D) labu ukur 100mL
kocok 15”
Buat larutan surfaktan 1%
(A); 1,5% (B);
2% (C); 2,5%
(D)
lart. induk lart. sampel
Data Praktikum (1)
A. Data pembuatan larutan surfaktan dan penimbangan asam salisilat
Kode Konsentrasi (%) Vtween 80 (mL) Vaquadest(mL) Bobot as. salisilat (mg)
1 0 (blangko) - - 50,07
2 1 50,04
3 1,5 50,03
4 2 49,98
5 2,5 50,09
Hitung kebutuhan pembuatan larutan surfaktan tween 80!
Data Praktikum (2)
B. Kurva kalibrasi asam salisilat
No Konsentrasi
as. salisilat (ppm) Absorban
1 20 0,2472
2 30 0,3254
3 40 0,4966
4 50 0,6018
5 60 0,7252
C. Pembacaan absorbansi lart. sampel
No Konsentrasi Tween 80 (%)
Selasa Kamis
A1 A2 A3 A1 A2 A3
1 Blanko 0,2004 0,2010 0,2009 0,2054 0,2010 0,2039 2 1 0,2252 0,2283 0,2256 0,2322 0,2283 0,2296 3 1,5 0,2464 0,2487 0,2456 0,2504 0,2487 0,2496 4 2 0,2616 0,2654 0,2634 0,2696 0,2654 0,2704 5 2,5 0,2858 0,2876 0,2888 0,2908 0,2876 0,2888
Perhitungan dan Pembahasan
Buat grafik dan hitung persamaan garis linier pada kurva kalibrasi!
Hitung % asam salisilat dalam sampel berdasarkan persamaan kurva kalibrasi!
Hitung jumlah bobot dan % asam salisilat dalam larutan induk!
Buat grafik antara % larutan surfaktan dengan % asam salisilat yang terlarut dan amati hubungan antara konsentrasi surfaktan dengan kelarutan asam salisilat!
Laporan Individu
Dari data dan hasil percobaan lakukan analisa dan pembahasan tentang pengaruh konsentrasi surfaktan terhadap kelarutan zat aktif yang digunakan dalam sediaan farmasi dan tuliskan kesimpulan yang diperoleh dari percobaan ini.
Pengumpulan dilakukan pada H+2 setelah hari praktikum.
~ Sekian ~
ada pertanyaan?
PENGARUH PENGGUNAAN PELARUT CAMPUR TERHADAP KELARUTAN
ZAT
PRAKTIKUM 2
CAPAIAN PEMBELAJARAN
CPL :
• Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral, dan etika.
• Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri.
• Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan bidang farmasi
• Menguasai teori, metode, aplikasi ilmu, dan teknologi farmasi (farmasetika, kimia farmasi, farmakognosi, farmakologi) konsep dan aplikasi ilmu biomedik (biologi, anatomi manusia, mikrobiologi, fisiologi, patofisiologi, etik biomedik, biostatistik), konsep farmakoterapi, pharmaceutical care, pharmacy practice serta prinsip pharmaceutical calculation, epidemiologi, pengobatan berbasis bukti dan farmakoekonomi.
CPMK : Mahasiswa mampu melakukan pengujian evaluasi dan menganalisa hasil evaluasi sifat fisika zat dan sediaan farmasi
Sub-CPMK :
• Mahasiswa mampu melakukan metode solubilisasi miselar dan kosolvensi untuk meningkatkan kelarutan zat dalam formulasi
Tujuan Praktikum
a. Menjelaskan peningkatan kelarutan dengan metode kosolvensi b. Melakukan peningkatan kelarutan dengan metode kosolvensi c. Membedakan pelarut polar, semi polar, dan non polar
Teori (1)
1. Kelarutan obat sebagian besar disebabkan oleh polaritas pelarut, yaitu oleh dipol momennya.
2. Kosolvensi Pemakaian pelarut campur sebagai modifikasi polaritas dari sistem pelarut terhadap kelarutan zat
3. Kosolven pelarut yang digunakan dalam kombinasi untuk meningkatkan kelarutan solut
4. Berdasarkan polaritas maka pelarut terbagi 3, yaitu :
a. pelarut polar
Teori (2)
5. Pelarut polar yaitu memiliki nilai konstanta dielektrik yang tinggi, dapat memecahkan ikatan kovalen dari elektrolit kuat dengan reaksi asam-basa, dan dapat membentuk ikatan hidrogen
6. Pelarut nonpolar memiliki nilai konstanta dielektrik yang rendah, tidak dapat memecahkan ikatan kovalen serta tidak dapat membentuk ikatan hidrogen
7. Pelarut semipolar dapat menginduksi derajat polaritas pelarut nonpolar sehingga dapat larut dalam pelarut polar
8. Like dissolve like pelarut polar suka zat polar; pelarut non polar suka zat non polar 9. Menurut Moore, besarnya konstanta dielektrik dapat diatur dengan penambahan pelarut
lain atau pelarut campur. Konstanta dielektrik campuran pelarut merupakan hasil
Alat dan Bahan
Aquades, gliserin / propilen glikol, asam salisilat, larutan FeCl3, labu volume 100 mL, labu volume 50 mL, pipet volume 10 mL, spektrofotometer UV-Vis, corong, kertas saring dan peralatan gelas lainnya.
Prosedur Kerja (1)
1. Pembuatan kurva spektrum dan kurva kalibrasi asam salisilat
296 nm
Prosedur Kerja (2)
2. Penentuan kadar asam salisilat dalam pelarut campur
lart. induk lart. sampel
Hitung % as.
salisilat dan buat grafik %
gliserin/PG thdp % as.
salisilat 10mL filtrat +
aquadest labu ukur 50mL
ukur absorbansi dg
spektro (AA-E) Saring
campuran larutan tsb
filtrat (A-E) 50mg as.
salisilat + 10mL pelarut campur
(A-E) labu ukur 100mL
kocok 15”
Buat campuran pelarut gliserin/PG &
aquadest (A-E) 5-20%
Data Praktikum (1)
A. Data pembuatan pelarut campur dan penimbangan asam salisilat
Kode Aquadest (mL)
Gliserin/PG (mL)
Jumlah (mL)
Vpipet dari
filtrat (mL) % Gliserin/PG Bobot as. salisilat (mg)
A 50 0 50 10 0 50,05
B 47,5 2,5 50 10 5 50,01
C 45 5 50 10 10 49,95
D 42,5 7,5 50 10 15 50,00
E 40 10 50 10 20 49,98
Data Praktikum (2)
B. Kurva kalibrasi asam salisilat
No Konsentrasi
as. salisilat (ppm) Absorban
1 20 0,2272
2 30 0,3054
3 40 0,4766
4 50 0,5818
5 60 0,7052
C. Pembacaan absorbansi lart. sampel
No
Konsentrasi gliserin/PG
(%)
Selasa Kamis
A1 A2 A3 A1 A2 A3
1 Blanko 0,2087 0,2099 0,2136 0,2007 0,2049 0,2136 2 5 0,2628 0,2592 0,2603 0,2428 0,2592 0,2603 3 10 0,3349 0,3367 0,3462 0,3149 0,3327 0,3462 4 15 0,4016 0,4051 0,4105 0,3916 0,4011 0,4105 5 20 0,4615 0,4587 0,4590 0,4615 0,4587 0,4590
Perhitungan dan Pembahasan
Buat grafik dan hitung persamaan garis linier pada kurva kalibrasi!
Hitung % asam salisilat dalam sampel berdasarkan persamaan kurva kalibrasi!
Hitung jumlah bobot dan % asam salisilat dalam larutan induk!
Buat grafik antara % gliserin/PG dengan % asam salisilat yang terlarut dan amati hubungan antara konsentrasi kosolven dengan kelarutan asam salisilat!
Laporan Individu
Dari data dan hasil percobaan lakukan analisa dan pembahasan tentang pengaruh konsentrasi kosolven terhadap kelarutan zat aktif yang digunakan dalam sediaan farmasi dan tuliskan kesimpulan yang diperoleh dari percobaan ini.
Pengumpulan dilakukan pada H+2 setelah hari praktikum.