• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Penelitian Profil Perusahaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Penelitian Profil Perusahaan"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Gambaran Umum Penelitian 1.1.1 Profil Perusahaan

PT Maruki International Indonesia berdiri pada 18 Juni 1997, yang sebelumnya dengan nama, PT Tokai Material Indonesia, pada tanggal 14 Januari 2003 berubah nama menjadi PT Maruki International Indonesia. PT Maruki International Indonesia berkedudukan di Jl Bonto Loe Batudoang (Kapasa) Kel.Kapasa Kec.Tamalanrea Kota Makassar, dan pada bulan Maret 2020 di lakukan perluasan lokasi ke Kima dengan alamat Jl Kima 3 Kav S 14, Tanggal 02 Juni 2020 PT Maruki International Indonesia telah beroperasi penuh dilokasi yang baru. Ekspor perdana september 1998 oleh ketua BKPM, Bapak Hamza Haz. Status perusahaan: 100 % PMA.

Produk utama yang dihasilkan adalah BUTSUDAN, furniture spesifik dengan nilai budaya dan seni yang tinggi, karena terkait dengan budaya masyarakat Jepang. Oleh mereka, Butsudan dijadikan sebagai media untuk berkomunikasi dengan para leluhur sehingga ditempatkan secara khusus dan bahkan menjadi simbol kelas sosial masyarakatnya. Tidak heran bila Butsudan memiliki variasi harga dari yang nilai jutaan rupiah hingga puluhan juta rupiah. Masyakarat Jepang sangat menghormati para leluhur sehingga mereka akan memilih Butsudan terbaik, sesuai kemampuannya, untuk dijadikan media komunikasi.

Sosok penting di awal perintisan usaha ini yaitu Mr. Kenichi Kobayashi sebagai penyedia modal sekaligus owners perusahaan, Mr. Hidehiro Asano sebagai Presiden Direktur pertama dan Dr. Ir .H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr. yang pada awal pendirian menjabat sebagai Vice President. Proses awal berdirinya perusahaan ini, menemui tantangan yang cukup berat, karena saat itu perekonomian di Asia mengalami krisis yang cukup dahsyat, tak terkecuali Indonesia. Dengan strategi dan perencanaan yang tepat oleh para perintisnya maka pembangun industri ini tetap berjalan baik ditengah goncangan ekonomi dan krisis moneter yang melanda negeri ini, bahkan memberi berkah tersendiri karena sebagai akibat dari krisis ini hasil pembangunan pabrik jauh lebih besar

(2)

dan lebih baik dari yang direncanakan. Salah satu strategi yang digunakan untuk membangun perusahaan ditengah krisis ekonomi waktu itu adalah dengan memanfaatkan fasilitas yang dikeluarkan pemerintah dalam rangka menarik investor asing agar dapat menjadi penggerak kegiatan usaha yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan perekonomian negara. Sebagai perusahaan yang akan berorientasi ekspor dengan bahan baku sebahagian di impor maka pemerintah memberikan fasilitas Kawasan Berikat (Bonded Area). Suatu fasilitas yang diberikan pemerintah untuk meringankan perusahaan dari kewajiban membayar bea masuk beserta pajak impor dengan tujuan untuk memacu peningkatan ekspor. , pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tanggal 12 Agustus 2002 menyepakati untuk merubah nama perusahaan dari PT Tokai Material Indonesia menjadi PT Maruki International Indonesia sekaligus melakukan pergantian Presiden Direktur dari Mr. Hidehiro Asano kepada Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M. Agr. Secara operasional keputusan ini mulai berlaku pada 14 Januari 2003, sesuai akte.

1.1.2 Logo Perusahaan

Logo yang dimiliki oleh PT. Maruki Internasional Indonesia adalah sebagai berikut:

Gambar 1.1 Logo Perusahaan PT Maruki Internasional Indonesia Sumber: PT Maruki Internasional Indonesia

(3)

1.1.3 Visi dan Misi Perusahaan

PT Maruki Internasional Indonesia memiliki visi dan misi perusahaan sebagai berikut:

a. VISI

Quality & Morality b. MISI

“Melibatkan segenap unsur karyawan yang mengarah kepada proses perbaikan yang berkelanjutan dan berkesinambungan”

1.1.4 Produk Perusahaan

Produk utama perusahaan adalah furniture untuk budaya masyarakat Jepang yang disebut Butsudan. Butsudan berfungsi sebagai tempat untuk menghormati dan berkomunikasi dengan para leluhur yang telah wafat. Terdapat berbagai macam jenis dan tipe Butsudan, namun umumnya berbentuk lemari. Butsudan produksi PT Maruki Internasional Indonesia berasal dari bahan baku Kayu. Butsudan yang diproduksi oleh PT Maruki International Indonesia diperuntukkan untuk kelas menengah ke bawah, dengan berbagai macam tipe yang ada. Beragam tipe yang diproduksi ini dimaksudkan untuk memenuhi selerah konsumen masyarakat Jepang yang setiap saat mengalami perubahan. Hasil produksi Butsudan hanya di export ke Jepang, karena sifatnya sebagai produk budaya jepang. Proses pendistribusian dan pemasaran di Jepang dilakukan oleh Maruki International Japan, Inc. dengan cara penyaluran kesetiap kantor cabang. Produk di PT Maruki International Indonesia terbagi 2 jenis:

a. Produk Traditional / Yuragi (Original Produk Japan) b. Produk Modan (Modern) (Style Minimalis)

Kehadiran PT Maruki International Indonesia selain memberi keuntungan secara ekonomis bagi perusahaan juga diharapkan memberi konstibusi yang positif baik secara ekonomi maupun social kepada masyarakat di sekitar, pemerintah daerah dan Negara.

Kontribusi perusahaan dalam pengembangan social tersebut diwujudkan lewat pembentukan Yayasan Maruki Makassar yang berdiri sejak tahun 1999.

Dalam rangka kepedulian perusahaan pada masyarakat sekitar serta membantu

(4)

program pemerintah dalam upaya secara terus menerus memperbaiki kualitas hidup dan kualitas lingkungan, perusahaan melakukan :

a. Bantuan rehabilitasi fisik juga diberikan pada sekolah dan tempat ibadah terutama yang berada di sekitar perusahaan serta fasilitas umum lainnya.

b. Menyiapkan fasilitas klinik umum untuk masyarakat sekitar perusahaan, kegiatan pengobatan gratis untuk ibu dan anak serta para janda dan manula.

c. Pemberian paket lebaran setiap Idul fitri dan pemberian hewan qurban pada Idul Adha serta perayaan hari besar Islam.

1.1.5 Struktur Organisasi a. Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah hal yang sangat penting pada perusahaan yang gunanya menata setiap kegiatan perusahaan dan mewujudkan tujuan perusahaan. Dengan adanya struktur organisasi maka setiap unit kerja dapat mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya kepada pimpinannya. Struktur Organisasi PT. Maruki Internasional Indonesia dapat dilihat pada gambar 1.3 berikut ini:

GAMBAR 1.2 Struktur Organisasi PT Maruki Internasional Indonesia Sumber: HRD PT Maruki Internasional Indonesia

(5)

b. Uraian Tugas

Diskripsi jabatan dari struktur organisasi PT Maruki Internasional Indonesia adalah sebagai berikut:

1) Presiden Direktur

Menyusun dan juga mengkomunikasikan serta menjalankan visi, misi, serta tujuan dan target -target yang ingin dicapai oleh perusahaan

2) General Manager

Bertanggung Jawab atas kelancaran seluruh proses produksi dan Mengelola order dari Jepang dan disusun dalam bentuk Schedule Produksi dan mengelola proses Administrasi Produksi, melakukan Evaluasi dan hasilnya selalu memenuhi persyaratan dan sasaran perusahaan, terutama realisasi target hasil eksport.

3) Manager

Mengelola data Shiosho dari Jepang untuk penyiapan Gambar & Cutting sesuai spesifikasi yang diinginkan konsumen berdasarkan ketentuan/standar kualitas dan sasaran perusahaan.

4) Assistant Manager

Membuat analisa laporan anggaran dan actual biaya serta Membuat perencanaan, pembinaan dan pengembangan tenaga kerja sesuai kebutuhan organisasi perusahaan.Mengelola dan mempertanggung jawabkan anggaran sesuai kebutuhan yang ada dalam departemennya.Mengkoordinir seluruh fungsi yang terdapat di departemennya, melakukan penyusunan program kerja, dan melakukan evaluasi terhadap program yang telah dijalankan.Mengawasi pelaksanaan tugas dan tanggung jawab seluruh staf departemen yang dipimpinnya, memberikan arahan dan masukan untuk kelancaran tugas secara teknis.Melaporkan setiap perkembangan dan permasalahan Human Resources Department kepada Dewan Direksi dan tembusan kepada Dewan Komisaris 1.1.6 Budaya Organisasi

Maruki Joss adalah budaya yang di lakukan setiap pagi yaitu senam bersama sebagai upaya untuk membangun semangat kerja, briefing pagi, dan budaya bersih dimana setiap

(6)

karyawan bertanggung jawab atas terciptanya lingkungan perusahaan yang bersih, serta kesadaran untuk merokok pada titik yang sudah ditetapkan

1.2 Latar Belakang Penelitian

Dalam era persaingan usaha yang semakin ketat, manajemen menuntut kinerja karyawan untuk terus ditingkatkan, sehingga perusahaan bisa menang dalam persaingan.

Menurut Hasibuan (2019:10) Manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyrakat. Untuk mengoptimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam organisasi perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan antara lain: Kepemimpinan yang diterapkan dalam organisasi tersebut. PT Maruki Internasional Indonesia sendiri memiliki 241 karyawan, dan dengan jumlah karyawan sebesar itu dibutuhkan menejemen yang baik oleh perusahaan, sehingga tercipta efesiensi dan efektifitas dalam mencapai tujuan organisasi.

Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur PT Maruki Internasional Indonesia memiliki tantangan untuk mengelola tenaga kerjanya, baik dari segi kenyamanan dalam bekerja maupun kinerja karyawan itu sendiri.

Menurut Suwatno dan Priansa (2018:40) Manajemen sumber daya manusia (MSDM) adalah suatu bidang manajemen yang khusus mempelajari hubungan dan peranan manusia dalam organisasi perusahaan. Menurut Bintoro dan Daryanto (2017:15) menyatakan bahwa Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal.

Dalam mencapai tujuan perusahaan PT Maruki Internasional Indonesia sangat bergantung pada kinerja yang diberikan oleh karyawannya. Menurut Sinambala (2017:480) Kinerja adalah pelaksanaan suatu pekerjaan dan penyempurnaan pekerjaan tersebut sesuai dengan tanggung jawabnya sehingga dapat mencapai hasil sesuai dengan yang diharapkan.

Pada Tabel 1.1 di bawah ini terlampir kinerja perusahaan yang diukur dari pendapatan (revenue) periode tiga tahun terakhir.

(7)

TABEL 1.1

KINERJA PT MARUKI INTERNASIONAL INDONESIA PERIODE TAHUN 2017-2019

Tahun Target Realisasi Pencapaian

2017 $ 5 000.000.00 $ 4,745,134.28 95 % 2018 $ 5 000.000.00 $ 4,178,270,59 84 % 2019 $ 3.450.000.00 $ 3,827,556,20 111 %

Sumber: HRD PT Maruki Internasional Indonesia

Berdasarkan table 1.1 di atas PT Maruki Internasional Indonesia, pencapaian target pendapatan di tahun 2017 sebesar 95% dimana perusahaan menargetkan $ 5.000.000.00 dollar dan yang tercapai hanya $ 4.745.134.28 dollar, kemudian mengalami penurunan pencapaian periode tahun 2018 menjadi 84% dari target yang sama yaitu $ 5.000.000.00 dollar dan hanya terealisasi sebesar $ 4.178.270.59 dollar. Menurut hasil wawancara dengan salah satu staff HRD PT Maruki Internasional Indonesia, jumlah karyawan yang ada pada saat itu terlalu banyak sehingga membuat kinerja menjadi kurang efektif dan efisien ditiap tahunnya. Maka pada tahun 2018 perusahaan memutuskan untuk melakukan pengurangan jumlah karyawan yang sebelumnnya kurang lebih 500 orang, menjadi 241 karyawan. Dan setelah adanya pengurangan jumlah karyawan ini kemudian ditahun 2019 presentase pendapatan mengalami kenaikan menjadi 111% tetapi nilai target yang ditetapkan oleh perusahaan berkurang menjadi $ 3.450.000.00 dollar dikarenakan target menyesuaikan dengan jumlah tenaga kerja yang ada, namun nilai realisasinya melebihi target yang ditetapkan sebesar $ 3.827.556.20 dollar.

Kinerja PT Maruki Internasional Indonesia dari sisi realisasi pendapatan (revenue) dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2018 ada kecenderungan terus menurun meskipun revenue di tahun 2019 cukup baik tetapi ini masih menjadi tantangan bagi manajemen perusahaan untuk memperbaiki dan mengevaluasi kinerja karyawan dan kinerja perusahaan. Untuk memperkuat penelitian dilakukan wawancara dengan salah satu manajer PT Maruki Internasional Indonesia diperoleh informasi sebagai mana pada tabel 1.2 di bawah ini:

(8)

TABEL 1.2 HASIL WAWANCARA

No Pertanyaan Jawaban

1 Bagaimana dengan kompensasi perusahaan, apakah dapat mendorong meningkatkan kinerja perusahaan, apakah ada yang perlu dikembangkan sistim kompensasi yang ada saat ini.

Kompensasi yang ada di perusahaan saat ini sudah cukup bagus, karena di terima dengan baik oleh karyawan yang lain juga, dari sisi sistem kompensasi juga sudah baik karena menurut saya cukup mendongkrak kinerja karyawan menjadi lebih baik adapun pengembangan sistem kompensasinya akan senantiasa direncanakan untuk lebih baik lagi 2 Bagaimana juga dengan

kepemimpinan dalam organisasi apakah sudah dapat meningkatkan kinerja karyawan dan perusahaan, apakah ada yang harus dikembangkan terkait dengan kepemimpinan untuk meningkatkan kinerja karyawan dan perusahaan

Kondisi kepemimpinan yang ada di perusahaan sudah cukup bagus, baik disetiap unit atau bagian yang ada di dalam perusahaan sudah cukup baik meskipun dari segi skill kepemimpinannya masih perlu di tingkatkan dan dikembangkan lagi disetiap bagian maupun unitnya

3 Bagaimana dengan kinerja karyawan dan perusahaan, apakah sudah baik atau memenuhi target perusahaan

Untuk 2018 sampai 2020 secara statistik kinerja perusahaan kita sangat membaik, alasannya jumlah karyawan sebelum tahun 2018 sebanyak 500 orang dan pencapaiannya stagnan kemudian setelah tahun 2018 sampai sekarang jumlah karyawannya kurang lebih setengan dari jumlah karyawan sebelum tahun 2018 dan pencapaian kinerjanya membaik,

Sumber: Wawancara Internal Peneliti (2021)

Berdasarkan tabel 1.2 di atas, hasil wawancara dengan staff HRD PT Maruki Internasional Indonesia dapat disimpulkan bahwa Kompensasi pada PT Maruki Internasional Indonesia sudah dalam kategori baik walaupun masih perlu disesuaikan terus untuk mendorong kinerja karyawan agar lebih maju lagi. Manajemen perusahaan terus merencanakan untuk mengembangkan rancangan sistem kompensasi yang baik dan cocok bagi karyawan untuk mendukung kinerja perusahaan. Dari segi kepemimpinan yang ada diperusahaan juga sudah cukup bagus meskipun dari segi skill yang dimiliki

(9)

masih perlu dikembangkan lagi. Berdasarkan hasil wawancara dengan staff HRD PT Maruki Internasional Indonesia, kinerja karyawan pada PT Maruki Internasional Indonesia tiga tahun terakhir cukup membaik karena setelah jumlah karyawannya berkurang dari 500 menjadi kurang lebih setengah dari jumlah awal yang membuat kinerja karyawannnya justru meningkat. Namun hal ini bertolak belakang dengan data Pendapatan Perusahaan karena pada data yang terdapat di dalam data pendapatan tersebut terjadi penurunan pendapatan pada dua tahun sebelumnya.

Tabel 1.3 di bawah ini hasil pra kuesioner dengan jumlah responden 30 karyawan terhadap Kinerja Karyawan di PT Maruki Internasional Indonesia.

TABEL 1.3

HASIL PRA KUESIONER KINERJA KARYAWAN

No Pertanyaan Keterangan Total

Skor

Presentase

Kinerja Karyawan 1 Saya dapat bertanggung

jawab dalam keberhasilan pekerjaan yang saya kerjakan

Sangat Setuju 9 33,3%

Setuju 6 22,2%

Cukup Setuju 5 18,5%

Tidak Setuju 4 14,8%

Sangat Tidak Setuju 3 11,1%

Jumlah 30 100 %

2 Saya dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan

Sangat Setuju 11 36,7%

Setuju 3 10%

Cukup Setuju 3 10%

Tidak Setuju 8 26,7%

Sangat Tidak Setuju 5 16,7%

Jumlah 30 100 %

3 Sangat Setuju 13 43,3%

(10)

Saya menghargai rekan kerja saya begitupun sebalikya mereka juga menghargai saya

Setuju 4 13,3%

Cukup Setuju 5 16,7%

Tidak Setuju 5 16,7%

Sangat Tidak Setuju 3 10%

Jumlah 30 100 %

Sumber: Hasil Olahan Data Penulis (2021)

Untuk Kinerja Karyawan pada PT Maruki Internasional Indonesia di Makassar menyatakan sangat setuju sebagian besar juga masih sangat rendah yaitu dibawah 40 persen, meskipun dalam pertanyaan “Saya menghargai rekan kerja saya begitupun sebalikya mereka juga menghargai saya” mencapai 43,3% presentase tersebut juga tergolong rendah. Melihat betapa penting peran sumber daya manusia bagi kelangsungan hidup perusahaan, yang juga bukan hanya sekedar asset tetapi juga sebagai mitra perusahaan yang menjadi penggerak jalannya aktivitas suatu organisasi atau perusahaan tersebut, yang kemudian organisasi atau suatu instansi harus bisa bersikap adil terhadap mitranya tersebut dengan memberikan imbalan yang sesuai atas kinerja yang telah dia berikan kepada perusahaan. Demikian juga sikap kepemimpinan suatu instansi memiliki peran yang penting yang dapat menggerakan dan juga memotivasi serta menginspirasi bawahannya untuk dapat mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut dibutuhkan kinerja dan hubungan yang baik dan saling menguntungkan bagi pihak perusahaan maupun bagi pihak karyawan. Tabel 1.4 di bawah ini hasil dari pra kuesioner Kompensasi sebagai berikut:

(11)

TABEL 1.4

HASIL PRA KUESIONER KOMPENSASI

No Pertanyaan Keterangan Total

Skor Presentase Kompensasi

1

Gaji atau upah yang diberikan kepada saya tepat pada waktunya sesuai dengan kinerja yang saya berikan

Sangat Setuju 9 30%

Setuju 5 16,7%

Cukup Setuju 4 13,3%

Tidak Setuju 6 20%

Sangat Tidak Setuju 6 20%

Jumlah 30 100 %

2

Saya menerima uang tambahan atau kompensasi tambahan atas prestasi dan kinerja yang baik yang menguntungkan perusahaan

Sangat Setuju 8 26,7%

Setuju 6 20%

Cukup Setuju 3 10%

Tidak Setuju 6 20%

Sangat Tidak Setuju 7 23,3%

Jumlah 30 100%

3 Perusahaan memberikan jaminan keselamatan serta bentuk perlindungan seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan dll.

Sangat Setuju 12 40%

Setuju 5 16,7%

Cukup Setuju 5 16,7%

Tidak Setuju 6 20%

Sangat Tidak Setuju 2 6,7%

Jumlah 30 100 %

Sumber: Hasil Olahan Data Penulis (2021)

Untuk Kompensasi pada PT Maruki Internasional Indonesia di Makassar para karyawan menyatakan sangat setuju masih dibawah 40 persen hal ini hanya indicator pernyataan “Perusahaan memberikan jaminan keselamatan serta bentuk perlindungan

(12)

seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan dan lain-lain” Yang mendapatkan jawaban sangat setuju. Hal ini perlu menjadi acuan manajemen perusahaan untuk bisa ditingkatkan menjadi diatas 60 persen, karena dengan hasil yang di bawah 40 persen sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan dan juga diharapkan mampu melakukan pendekatan dengan memberikan motivasi terhadap setiap karyawan agar dapat memberikan hasil yang positif. Hasil pra kuesioner kinerja terhadap 30 responden pada terhadap Kepemimpinan adalah sebagai berikut:

TABEL 1.5

HASIL PRA KUESIONER KEPEMIMPINAN

No Pertanyaan Keterangan Total

Skor Presentase Kepemimpinan

1 Pimpinan bertanggung jawab kepada bawahannya dan ikut berkontribusi dalam mencapai tujuan perusahaan

Sangat Setuju 9 30%

Setuju 3 10%

Cukup Setuju 6 20%

Tidak Setuju 7 23,3%

Sangat Tidak Setuju 5 16,7%

Jumlah 30 100 %

2 Pimpinan dapat menjadi panutan serta contoh yang baik bagi bawahannya

Sangat Setuju 7 23,3%

Setuju 7 23,3%

Cukup Setuju 3 10%

Tidak Setuju 6 20%

Sangat Tidak Setuju 7 23,3%

Jumlah 30 100 %

3 Pimpinan selalu

memberikan motivasi dan inspirasi dalam mencapai tujuan organisai

Sangat Setuju 5 16,7%

Setuju 3 10%

Cukup Setuju 7 23,3%

Tidak Setuju 6 20%

(13)

Sangat Tidak Setuju 9 30%

Jumlah 30 100 %

Sumber: Hasil Olahan Data Penulis (2021)

Untuk Kepemimpinan pada PT Maruki Internasional Indonesia di Makassar menyatakan sangat setuju juga masih sangat rendah, presentase paling tingginya masih 30% sedangkan presentase terendahnya adalah 16,7%, yaitu dalam indikator pertanyaan

“Pimpinan selalu memberikan motivasi dan inspirasi dalam mencapai tujuan organisasi”.

Dengan melihat dari latar belakang dan data hasil prakuesioner di atas maka peneliti merasa tertarik dan perlu untuk mengetahui dan meneliti lebih lanjut tentang Kompensasi dan Kepemimpinan yang diterapkan di PT Maruki Internasional Indonesia di Makassar, dengan judul penelitian: “Pengaruh Kompensasi dan Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Maruki Internasional Indonesia Makassar”.

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka peneliti dapat didefenisikan beberapa rumusan masalah, sebagai berikut:

a. Bagaimana Kompensasi di PT Maruki Internasional Indonesia Makassar?

b. Bagaimana Kepemimpinan di PT Maruki Internasional Indonesia Makassar?

c. Bagaimana Kinerja Karyawan di PT Maruki Internasional Indonesia Makassar?

d. Bagaimana Pengaruh Kompensasi dan Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan PT Maruki Internasional Indonesia di Makassar baik secara parsial maupun simultan?

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut:

a. Untuk mengetahui dan menganalisis Kompensasi di PT Maruki Internasional Indonesia Makassar

b. Untuk mengetahui dan menganalisis Kepemimpinan di PT Maruki Internasional Indonesia Makassar

c. Untuk mengetahui dan menganalisis Kinerja Karyawan di PT Maruki Internasional Indonesia Makassar

(14)

d. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Kompensasi dan Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan di PT Maruki Internasional Indonesia Makassar

1.5 Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian diatas, maka hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat:

a. Bagi Praktisi

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan petimbangan dan sumber informasi, sebagai masukan, sumbangan pemikiran bagi perusahaan dalam memecahkan masalah terkait Kompensasi dan Kepemimpinan dan untuk mengetahui hal-hal dan faktor apa saja yang meningkatkan kinerja karyawan

b. Bagi Peneliti

Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan dan memperkaya keilmuan dalam bidang sumber daya manusia serta pengetahuan baru terkait hubungan kompensasi, kepemimpinan terhadap kinerja karyawan.

c. Bagi institusi

Hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu acuan yang dapat digunakan oleh para akademisi yang juga meneliti di bidang atau variable yang sama dengan penelitian ini 1.1.1 Aspek Teoritis

a. Penelitian ini dapat dijadikan referensi dan bahan kajian dalam penelitian sejenis oleh para akademisi di masa yang akan datang dan diharapkan akan menambah wawasan yang lebih mendalam lagi mengenai Pengaruh Kompensasi dan Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan.

b. Bagi peneliti selanjutnya penelitian ini dapat di jadikan acuan dan referensi dalam menelakukan penelitian yang sejenis

1.5.2 Aspek Praktis

Penelitian ini dapat dijadikan masukan dan informasi tambahan kepada PT Maruki Internasional Indonesia di Makassar mengenai Pengaruh Kompensasi dan Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan yang ada di PT Maruki Internasional Indonesia di Makassar.

1.6 Sistematika Penulisan

(15)

Untuk memberikan gambaran yang jelas dan mempermudah pembaca dalam memahami gambaran materi serta isi yang terkandung dalam skripsi ini, maka penulis menyusun sistematika sebagai berikut.

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini diuraikan tentang objek penelitian, latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan serta sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini diuraikan tentang landasan teori yang digunakan sebagai dasar dari analisis penelitian, penelitian terdahulu, dan kerangka penelitian teoritis.

BAB III METODE PENELITIAN

Pada bab ini diuraikan tentang jenis penelitian dan sumber data, metode pengumpulan data, dan metode analisis.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini diuraikan hasil penelitian dan analisis mengenai pengaruh karakteristik individu dan lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja karyawan PT Tirta Investama Bandung.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini diuraikan simpulan dari hasil penelitisn dan saran-saran yang dapat dijadikan pertimbangan bagi perusahaan.

Gambar

Gambar 1.1 Logo Perusahaan PT Maruki Internasional Indonesia  Sumber:  PT Maruki Internasional Indonesia
GAMBAR 1.2 Struktur Organisasi PT Maruki Internasional Indonesia  Sumber: HRD PT Maruki Internasional Indonesia
TABEL 1.2   HASIL WAWANCARA
Tabel 1.3 di bawah ini hasil pra kuesioner dengan jumlah responden 30 karyawan  terhadap Kinerja Karyawan di PT Maruki Internasional Indonesia

Referensi

Dokumen terkait

Hasil yang didapat dari studi ini adalah tegangan aksial rata-rata yang terjadi akibat beban gelombang padakaki jack-up bracing K adalah 12.5% lebih rendalt jika

Kejadian ROTD yang lebih banyak terjadi pada kontrasepsi suntik tunggal medroksi progesteron asetat dibandingkan kontrasepsi suntik kombinasi dengan estradiol sipionat

Jika remaja adalah seseorang yang berada pada usia 13 sampai 18 tahun, maka pemuda merupakan seseorang atau sekelompok orang yang berada pada masa muda, yaitu masa transisi

Berdasarkan acuan efektivitas pelaksanaan program diatas, yaitu pencapaian tujuan, kepuasan kelompok sasaran, daya tanggap klien dan sistem pemeliharaan, dapat

Dari hasil uji lebih lanjut dengan uji BNJ pada taraf 5% menunjukkan bahwa pemberian pupuk dekastar (DS) saja, maupun kombinasi perlakuan pemberian pupuk

Pada hasil penelitian menunjukkan nilai panjang gelombang yang dihasilkan dari sintesis nanopartikel perak pada selang waktu 7 hari mengalami perubahan yang tidak

Analisis petrografi bertujuan untuk mengetahui tekstur, presentase mineral, yang nantinya digunakan untuk menentukan batuan asal, fasies metamorfisme serta pembagian zona

Program Studi Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, (Bogor: Fakultas Pertanian,IPB, 2006) hal 35... strategi khusus untuk bertahan hidup. Anak jalanan itu mobilitasnya tinggi,