• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. Oken 2004 dikutip dari(maryani & hartati 2013) : maret 21:20

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. Oken 2004 dikutip dari(maryani & hartati 2013) : maret 21:20"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I PENDAHULUAN

A. .Latar Belakang Masalah

Pembacaan audio murottal merespon ke dalam tubuh melalui indra pendengaran dan proses masuk ke impuls suara melalui sel-sel dalam tubuh. Suara Audio murottal yang di terima oleh saraf pusat melalui telinga yang didengar kemudian ditransmisikan menyeluruh ke dalam tubuh. Pembaca Murottal Al-quran berpengaruh ke dalam tubuh yang memiliki getaran dalam sel-sel dan menyebabkan bulak- balik keseimbangan sel. Saraf yang paling luas untuk mengatur pergerakan detak jantung, oksigen, pembicaraan, membawa integral terhadap selang ke tenggorokan, jantung, laring, jantung dan diafgrama. bahkan memberikan efek yang mampu meningkatkan kemampuan seseorang. Saraf kranialis dan bagian otak yang sangat berperan tingkah laku emosi.1

Etos kerja merupakan tindakan yang datang atas kehendaknya dan sadar sendiri yang sadar oleh sistem perkenalan untuk mengenalkan nilai budaya pada kerja. Etos kerja memiliki pemula nilai budaya, bagaimana nilai budaya yang merumuskan etos kerja masing-masing individu2.

1 Oken 2004 dikutip dari(maryani & hartati 2013)

2http://jurnal-sdm.blogspot.com/2010/10/etos-kerja-definis-fungsi-cara.html : maret 21:20

(2)

Etos kerja bukan hanya kerja keras dan berpikir tetapi butuh juga semangat dalam bekerja, apalagi saat ini kita jarang membaca Al- Qur’an semakin zaman semakin maju sehingga kita lupa untuk beribadah, oleh karena itu seseorang harus memiliki etos kerja yang baik guna memperolrh hasil yang baik. Dalam bekerja kita harus meningkatkan ibadah dalam bekerja, dalam mejalankan kerja mampu mengembangkan dan menjadikan kerja lebih baik.

Pendapat sifat atau etos WWUD (Webstrs World University Dictionary) menjelaskan prilaku itu etos adalah kebiasaan prilaku bangsa atau sekutu3. Koentjaraningrat berpendapat tentang etos adalah ciri khas yang terlihat dari luar dan terlihat oleh orang lain4.

Manusia merupakan makhluk yang bekerja yang ada persamaan dengan hewan, melakukan tindakan dengan caranya. tapi beda halnya dengan caranya. Hewan bekerja secara naluriah saja tidak memiliki etos atau kesadaran, etika dan akal seperti manusia. Menghasilkan tenaga kerja yang bagus adalah dari hasil kerja kerasnya yang terbatas atau bisa melebihi hasilnya, manusia memiliki etos, moral dan prilaku jika tidak mempunyai maka akan disamakan dengan hewan dan bisa melebihi dari hewan, manusia bekerja menggunakan akal untuk

3

Buchari, Mochtar, 1994. “Penelitian Pendidikan dan Pendidikan Islam di Indonesia”, Jakarta: IKIP Muhammadiyah Pres.

4

Koentjaraningrat, 1980. “Rintangan-rintangan Mental dalam

Pembangunan Ekonomi di Indonesia”, Jakarta: LIPI

(3)

berpikir jika tidak mengerjakan pekerjaannya tidak akan pernah mendapatkan hasil sekarang dan kedepannya.5

Dalam al-quran dan Hadits ada tentang nilai pentingnya manusia yang untuk bekerja yang telah diungkapkanya terhadap orang-orang yang beragama Islam. Khususnya dalam arti ini sangat penting bagi para mahasiswa/i berkeinginan untuk terus belajar, masyarakat yang menerapkan dari kitab suci dan secara mudah untuk memiliki peran bukan hanya suatu ciptaan masa yang akan datang manusia yang beragama islam, melainkan juga dalam bentuk kedepan bagi umat manusia didunia.6

Perwujudan amal saleh ialah melakukan pekerjaan amal saleh bahwa bekerja merupakan ibadah. Dan pekerjaan itu bentuk beribadah kehidupan manusia yang tidak akan lepas dari kerja. Allah SWT menciptakan manusia melainkan beribadah dengan melakukan pekerjaan.

Pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an istilah suatu wujud dzikir yang mewajibkan kepada islam bagi seluruh umat Nabi Muhammad SAW melainkan bacaan tahmid, tasbih, tahlil, dan takbir. Demikian mendengar dan membaca Al-Qur’an ialah suatu wujud dzikir dan menganalogikan menggunakan meditasi transendensi ke dalam tubuh yang dapat merasakan positif , Allah berfirman: kitab (al-quran) yang

5 Hamzah ya’qub, “etos kerja islami: petunjuk pekerjaan yang halal dan haram syariah islam”, jakarta: CV. Pedoman ilmu jaya, 1992.

6 Murtadha muthahari, “memahami keunikan Al-Qur’an, terjemahan Irman Abdurrahman”, jakarta: pustaka intermasa, 2003,

(4)

kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran”(QS.Shad ; 29).

Dalam Al-quran Allah Berfirman :” Sungguh, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan menasehati untuk kesabaran.” (QS. Al-Asr ; 2:3) dalam al-quran juga ada ayat- ayat yang menjelaskam tentang akidah , akhlak, keimanan, kerja dan sebagainya yang dikaitkan dengan kemaslahatan, ada yang dikaitkan dengan hukum dan pahala dunia akhirat. Al-quran juga menjelaskan suatu kerja baik dan buruk itu kerja.

Waktu yang terus berjalan manusia mulai sadar akan mukjizat yang mendekatkan diri kepada Tuhan yang diperintahkan oleh Allah swt. Terutama dalam bidang dokter dan ahli terapis, dan para ilmuwan islam yang mempelajari tentang pengaruh apa yang dibutuhkan oleh tubuh secara islam seperti beribadah atau shalat, sedekah, puasa, mebaca al-quran, dzikir dan sebagainya. Nah seperti dzikir adalah salah satu bentuk ketenangan keagamaan yang dapat memberikan respon mengurangi ketegangan kecemasan. Selain itu, dari sebuah memprediksi bahwa faktor keagamaan dapat terlibat dalam meningkatkan usia harapan hidup, menurunkan yang memakai alkohol, rokok, dan obat, menurunkan depresi, marah menurunkan tekanan darah dalam kecemasan dan perbaikan kualitas hidup bagi

(5)

orang sakit terkena kanker dan penyakit jantung7. Itu adalah pengaruh dzikir dan peniliti ingin meniliti pengaruh mendengarkan murratal al- quran disaat kerja.

Sesuai yang peniliti ambil judul adalah Peran Audio Murrattal Terapi Al-Quran Terhadap Etos kerja Bisa kita pahami penjelasan dari berbagai sumber yang peniliti mencari dan mengetahui ternyata objek dalam peneliti yang lain adalah orang sakit atau sakit, Siswa, jiwa atau bertempatan dengan sekolah, rumah sakit, rumah sakit Jiwa, atau yang menonjol yang mempunyai penyakit dan lain-lain. Jadi peniliti ingin objeknya adalah dalam pekerjaan tentang Spiritual mental dalam bekerja pasti terasa sakit disaat bekerja nah untuk itu penulis mengambil judul tentang “Peran Audio Murattal Al-Quran Terhadap Etos Kerja”.

Untuk itu. Apakah ada Pengaruh Audio Murattal Al-Quran Terhadap Etos kerja kepada karyawan? Mungkin dengan judul peneliti bawa ini akan bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya untuk semua Jurusan Tasawuf Psikoterapi yang bertentangan dengan Terapi Al-Quran.

B. Rumusan Masalah

Secara umum, masalah yang akan dibahas yaitu apakah peran audio terapi Murrotal al-quran kepada karyawan terhadap etos kerja

7http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/PENELITIAN PENDIDIKAN.pdf (4/3/21)

(6)

konveksi Bags Kecamatan Soreang, secara khusus, rumusan masalah dapat di uraikan sebagai berikut;

1. Bagaimana gambaran etos kerja karyawan Konveksi HR Bags Soreang?

2. Bagaimana pelaksanaan audio murrotal al-quran Terhadap etos kerja karyawan konveksi Bags Kecamatan Soreang?

3. Bagaimana peran audio murrotal al-quran Terhadap Etos Kerja karyawan Konveksi Bags Kecamatan Soreang?

C. Tujuan Penelitian

Secara umum, penilitian merupakan untuk mengetahui Peran Audio Terapi Murottal al-quran Terhadap Etos Kerja adapun tujuan penilitian secara khusus di arahkan untuk mendeskrispsikan mengamati penelitian di lapangan, yang dibawah ini:

1. Mengetahui gambaran etos kerja karyawan Konveksi HR Bags Soreang.

2. Mengetahui pelaksanaan peran audio murrotal al-quran Terhadap Etos kerja kepada karyawan konveksi HR Bags Kecamatan Soreang.

3. Mengetahui peran audio murratal al-quran terhadap etos kerja kepada karyawan konveksi HR bags Kecamatan Soreang.

(7)

D. Manfaat

1. Secara Teoritis

Penilitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk perkembangan ilmu pengetahuan terkhusus dalam bidang tasawuf, terutama yang berkaitan dengan materi terapi al-quran terhadap etos kerja.

2. Secara Akademis

Penilitian ini di harapkan dapat menjadi sumber rujukan atau referensi bagi siapa saja yang bermaksud mendalami ilmu tasawuf dan mengutamakan di bidang tasawuf untuk meningkatkan ilmu dalam Terapi Murottal Al-Qur’an.

khususnya Terapi Murottal Al-Quran. penulis berharap dapat menjadi data atau tolak ukur kedepannya bagi siapa saja yang kan menambah ilmu serta sumbangan pikiran sebagai informasi mengenai terapi al-quran terhadap etos kerja.

3. Secara Praktis

Penelitian ini dapat memberikan untuk ahli Terapis untuk mengetahui bahwa peran audio terapi murrotal Al-Quran dalam etos kerja dan harapan dalam masalah menghadapi kegiatan atau proses terapi murottal Al-Quran untuk meningkatkan kemampuan dalam etos kerja di konveksi bags kecamatan soreang. Dan bisa ditambahkan menjadi referensi oleh mahasiswa/I yang hampir sama dengan judul peniliti tentang

(8)

terapi murratal al-quran terhadap etos kerja yang harus dikembangkan.

E. Tinjauan Pustaka

Telah mengkaji beberapa permasalahan permasalahan yang telah di kemukakan atau karya-karya ilmiah yang mengkaji mengenai terapi al-quran, namun yang khusus membahas mengenai terapi al- quran dalam etos kerja. Hal ini dibantu dari penilitian karya ilmiah yang terdahulu sebagai landasan untuk penilitian. Berikut adalah ada beberapa Skripsi yang relevan dengan peilitian penulis:

1. Penilitian yang dilakukan oleh Irma Yolanda mamahit (2019), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati dengan Judul “Terapi Al-Quran untuk meningkatkan Kemampuan interaksi sosial Anak Autis” di sekolah luar biasa (SLB) Autisma Bunda bening Selakshahati, Kampung Cibiru Beet Hilir RT 05/RW 13, Desa Cileunyi Wetan, kabupaten Bandung. Hasil Dari penilitian tersebut bahwa terapi Al-Quran dapat meningkatkan kemampuan interaksi sosia anak autis.

2. Penilitian yang dilakukan oleh Illias dan Sabri (2017), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islama Negeri Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh dengan Judul “Terapi Al- Quran Dalam Upaya Pemulihan Orang Dengan Masalah Kejiwaan” di BLUD Rumah Sakit Jiwa Aceh. Hasil Dari

(9)

penilitian tersebut bahwa terapi Al-Quran dapat memulihkan orang dengan masalah kejiwaan.

3. Penilitian yang dilakukan oleh Mas’udi dan Istiqomah (2017), STAIN Kudus, Jawa Tengah Indonesia dan PP.Nurul Ulum Kudus dengan Judul “Terapi Qur’an Bagi penyembuhan gangguan kejiwaan” analisis pemikiran Utsman Najati tentang Spiritualitas Al-Quran Bagi penyembuhan gangguan kejiwaan. Hasil Dari penilitian atau analisis tersebut bahwa terapi Al-Quran dapat memulihkan orang dengan masalah gangguan kejiwaan.

F. Kerangka Berpikir

Terapi murottal al-quran adalah untuk penyembuhan pikiran ke seluruh sel-sel dalam tubuh, secara psikologis dapat menyembuhkan dari gangguan secara psikis. Ditemukan dalam kamus besar bahasa indonesia tentang terapi ini yaitu memulihkan kembali orang yang terkena penyakit. Al-Quran merupakan wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada nabi Muhaammad SAW melalui malaikat jibril sebagai petunjuk bagi umat Islam Yang berisi firman Allah SWT.

Dengan Perantaraan malaikat jibril untuk menyampaikan kebenaran, yang harus paham dan mengamalkan kepada orang-orang yang

(10)

beriman sebagai petunjuk atau pegangan untuk hidup yang mulia.8 Ada juga yang berpendapat tentang Al-Quran adalah pesan pesan Allah SWT Yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW untuk mengarahkan umat manusia sebagai petunjuk dan segala sumber ilmu pengetahuan dan membimbing untuk ke jalan yang benar.9 Dan pengertian Secara istilah Al-Quran adalah Firman Allah SWT, melalui perantaraan malaikat jibril yang harus disampaikan kepada Baginda kita Nabi Muhammad SAW menyampaikan kepada Umatnya sebagai keajaiban atau mukjizat.

Terapi Al-Quran adalah seseorang yang membacakan ayat-ayat Al-Quran selama 10-15 menit yang telah diteliti oleh penilitian dan rentang waktu pemberian terapi. menurunkan atau meningkatkan prilaku yang menjadikan aplikaso ilmu pengetahuan mengenai tujuan prilaku bagi terapi, yang pada intinya adalah terapi Murottal Al- quran akan memberikan dampak pada tubuh dan prilaku yang baik

8 Media pustaka Phoenix, “Kamus besar Bahasa Indonesia”, Jakarta: 2002

9 Manna Khalil Al-Qathan, “Studi Ilmu-Ilmu Al-Quran, Terj,

Mudzakir Ali”, Jakarta : Lentera Ilmu, 2002.

(11)

jika mendengarkan rekaman qori yang Membaca Al-Qur’an dengan baik dan suara yang merdu. Surah yang paling baik untuk dibaca adalah Al-Fatihah karena intisari dalam Al-Quran yaitu Surah Al- Fatihah dan Al-Quran yang dapat dipahami untuk mengawalinya Al- Ikhlas, karena surah tersebut dapat menurunkan perasaan cemas di ungkapkan Mustamir.

Penilitian yang dilakukan oleh Al-Qadhi di Klinik Florida Amerika Serikat semaksimal mungkin melakukan penilitian yang mendengarkan suara bacaan ayat-ayat suci Al-Quran penilitian berhasil membuktikan, orang yang mampu berbicara bahasa arab atau yang tidak bisa bahasa asing lainnya dapat merasakan perubahan secara psikologis yang sangat besar. Bisa mencelah orany yang sakit di dalam tubuh ataupun luar, sangat berpengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang yang merasakan ada rasa sakit atau tidak sakit. Proses terhadap kerja dalam tubuh yang suara ditransmisikan kedalam tubuh dan memengaruhi sel-sel tubuh memberikan efek dari terapi Al-Quran.

Kata “etos kerja” sendiri diambil dari bahasa Yunani ethos, yang berarti watak dan karakter. Etos kerja, dengan demikian adalah

(12)

“karakter dan sikap, kebiasaan dan kepercayaan yang bersifat khusus tentang seseorang atau sekelompok manusia.10 Selain itu, istilah etos itu sendiri artinya semangat. Jadi, etos kerja itu berarti semangat kerja.

menurut Toto Tasmara, kerja adalah suatu upaya yang sungguh- sungguh, dengan mengerahkan seluruh aset, pikir, dan zikirnya untuk mengaktualisasikan atau menampakkan arti dirinya sebagai hamba Allah yang harus menundukkan dunia dan menempatkan dirinya sebagai bagian dari masyarakat yang terbaik (khairul ummah).

Makna kerja dapat diartikan sebagai suatu upaya untuk memenuhi kebutuhannya, baik di dunia maupun akhirat. Bekerja bukanlah sekedar untuk memperoleh penghasilan, namun bekerja yang lebih hakiki merupakan perintah Tuhan untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesamanya. Melalui bekerja, dapat diperoleh beribu pengalaman, dorongan bekerja, bahwa hari ini harus lebih baik

10 Badri khaeruman, “memahami pesan Al-qur’an (kajian tekstual dan kontekstual”, bandung, pustaka setia,2004.

(13)

dari kemarin, dituntut kerja keras, kreatif, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Apabila etos dihubungkan dengan kerja, maka maknanya menjadi lebih khas. Etos kerja adalah kata majemuk yang terdiri dari dua kata dengan arti yang menyatu. Dua makna khas itu adalah semangat kerja, dan keyakinan seseorang atau kelompok. Selain itu juga sering diartikan sebagai setiap kegiatan manusia yang dengan sengaja diarahkan pada suatu tujuan tertentu. Tujuan itu adalah kekayaan manusia sendiri, entah itu jasmani maupun rohani atau pertahanan terhadap kekayaan yang telah diperoleh

Bekerja adalah sebuah citra diri. Dengan bekerja, seseorang dapat membangun kepercayaan dirinya. Seorang yang bekerja tentu akan berbeda dengan seorang yang tidak bekerja sama sekali, atau disebut juga pengangguran, dalam masalah pencitraan dirinya.

Bahkan, dengan bekerja seseorang akan merasa terhormat di hadapan orang lain. Karena, dengan hasil tangannya sendiri, mereka mampu

(14)

bertahan hidup. Sungguh berbeda jika dibandingkan dengan seorang pengemis yang selalu meminta belas kasih orang lain.11

Setiap pekerjaan yang baik, yang dilakukan oleh seorang muslim karena Allah SWT, berati ia sudah melakukan kegiatan jihad fi sabilillah. Sebuah jihad tentu memerlukan motivasi, dan motivasi membutuhkan pandangan hidup yang jelas dalam memandang sesuatu. Itulah yang dimaksud dengan etos, dan etos kerja setiap muslim harus selalu dilandasi al-Qur’an dan Hadits seorang muslim akan menorehkan etos kerjanya dalam kehidupan di dunia dan akhirat.12

Manusia tidak bisa lepas dari pekerjaan. Manusia diciptakan oleh Tuhan bukan hanya sebagai hiasan pekerjaan saja, tetapi juga makhluk yang harus bekerja dan berusaha, dengan kemampuan yang telah Tuhan berikan kepada pribadi setiap insan. Bukan hanya sekedar bekerja untuk mengabdi kepada Allah, namun juga bertujuan

11Muwafik saleh, “bekerja dengan hati nurani”, jakarta: Penerbit erlangga, 2009

12Thohir luth, “antara perut & etos kerja dalam perspektif islam”, jakarta:

gema insani press, 2001

(15)

untuk mempertahankan hidup agar lebih baik. Maka manusia diharuskan untuk memiliki etos kerja yang tinggi dan usaha, agar bisa merubah kehidupannya menjadi lebih baik.

Tujuan bekerja setiap orang berbeda-beda, tergantung pada niatnya. Sebagian orang tidak menghadirkan rasa religius dalam niat bekerjanya akan berakibat tidak merasa bahagia dalam bekerja, mereka hanya mendapat tujuan dari bekerjanya atau cukup secara jasmani namun tidak bahagia batinnya, Ayat diatas mencerminkan salah satu etos kerja Qur’ani yang harus meninggalkan dosa atau perbuatan yang jelek. Seperti, korupsi, berbohong, meninggalkan kewajiban kita sebagai umat Islam (yaitu shalat). Dan masih banyak ayat-ayat al-Qur’an yang lain yang dapat dijadikan sebagai motivasi dalam bekerja.

Pendapat tentang yang disebut etos kerja adalah pandangan dan perbuatan seseorang yang bekerja atau sifat-sifat atau metode

(16)

mengenai cara untuk bekerja yang dimiliki seseorang ataupun bekerja sama dalam kerja dikemukan oleh muchtar buchari.13

Etos kerja adalah hal yang dasar dalam sikap yang dapat merefleksikan disaat bekerja, sifat yang mendasar saat kerja ialah etos. Nilai-nilai dimensi transeden yang merupakan cerminan orientasi, itulah yang disebut dengan dasar etos kerja menurut musa asy’arie14.

13 Buchari, Mochtar, “Penelitian Pendidikan dan Pendidikan Islam di Indonesia”, Jakarta: IKIP Muhammadiyah Pres. 1994

14 Asy'arie, Musa, 1997. “Etos Kerja dan Pemberdayaan Ekonomi Umat Islam”, LESFI dan Institut Logam, Yogyakarta.

Referensi

Dokumen terkait

12 Dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara secara langsung kepada Juru Pelindung Pengembangan dan Pemanfaatan Benda Cagar Budaya Gapura Masjid Wali

Apabila tekanan sedang, tekanan akan diredam oleh cairan ekstravaskular yang akan didorong keluar dari ruang ligamen periodontal masuk ke ruang sumsum tulang melalui foramina

Kepala Seksi Pembinaan dan Pengembangan Industri Aneka pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten

Sehubungan dengan penelitian saya untuk skripsi yang berjudul “ Analisis perilaku konsumen dalam masalah kesehatan sebelum dan setelah adanya BPJS.. Studi kasus di

Kajian Lingkungan Hidup Strategis yang selanjutnya disingkat KLHS adalah proses mengintegrasikan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup dalam

3) Untuk mengetahui variabel yang berpengaruh dominan dari alat pemasaran hijau (eco-label, eco-brand dan environmental advertisement) terhadap perilaku pembelian

Jones dan Prusky (2002) melaporkan bahwa beberapa khamir antagonis juga telah dilaporkan efektif untuk menghambat patogen pascapanen pada beberapa buah-buahan dan

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh nisbah C/N campuran feses itik dan serbuk gergaji (Albizzia falcata) sisa proses pembuatan pupuk organik