ii Denpasar Aquatic Centre
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan karunia-Nya, Laporan Tugas Akhir yang berjudul Denpasar Aquatic Centre dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Dalam penyusunan dan penyelesaian laporan seminar tugas akhir ini tidak terlepas dari bantuan, petunjuk, saran, dan bimbingan dari berbagai pihak. Maka dari itu, pada kesempatan ini, disampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Ibu Gusti Ayu Made Suartika,ST.,MEngSc., PhD. selaku Dosen Pembimbing I.
2. Bapak Ir. Ida Bagus Gde Primayatna, MErg. selaku Dosen Pembimbing II.
3. Ibu Prof. Dr. Ir. A.A.A. Oka Saraswati,MT. selaku Dosen Penguji I.
4. Bapak Ir. Nyoman Surata, MT. selaku Dosen Penguji II.
5. Ir. Anak Agung Gde Djaja Bharuna S., MT. selaku Dosen Penguji III.
6. Ibu Ni Made Swanendri, ST., MT. selaku Pembimbing Akademik.
7. Bapak Dr. Ir. Syamsul A.P., MSP., selaku Dosen Koordinator Mata Kuliah Seminar Tugas Akhir, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana.
8. Bapak Prof. Ir. Ngakan Putu Sueca,MT., P.hD. selaku Pembantu Dekan I Fakultas Teknik Universitas Udayana.
9. Seluruh Tim Dosen matakuliah Seminar Tugas Akhir.
10. Seluruh narasumber yang telah memberikan informasi dan berbagi ilmu guna penyelesaian laporan tugas akhir ini.
11. Orang tua dan seluruh keluarga yang telah memberi motivasi.
12. Teman-teman Jurusan Arsitektur angkatan 2013 yang telah membantu dalam pengerjaan laporan.
Laporan Tugas Akhir mengenai Denpasar Aquatic Centre ini merupakan sebuah awal pendalaman sebagai dasar dalam proses pengumpulan data dan merupakan salah satu proses yang harus dilalui sebagai bagian dari mata kuliah Seminar dan Studio Tugas Akhir Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Udayana. Laporan
iii Denpasar Aquatic Centre
Seminar Tugas Akhir ini tentulah masih memerlukan banyak sekali saran dan kritik yang membangun sehingga nantinya penulis akan dapat menciptakan sebuah laporan yang layak untuk diuji dan dapat bermanfaat.
Denpasar, 3 Juli 2017 Penyusun,
Angelina Made Yani Linda Sari 1304205107
iv Denpasar Aquatic Centre
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
KATA PENGANTAR... ii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR GAMBAR ... vii
DAFTAR TABEL ... xii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 3
1.3 Tujuan ... 3
1.4 Metode Perancangan ... 4
1.4.1 Permulaan ... 4
1.4.2 Persiapan ... 4
1.4.3 Pengajuan Usul ... 4
1.4.4 Evaluasi ... 4
1.4.5 Tindakan ... 5
1.5 Sistematika Penulisan ... 5
BAB II PEMAHAMAN TERHADAP AQUATIC CENTRE ... 7
2.1 Tinjauan Pustaka ... 7
2.1.1 Pemahaman terhadap Aquatic Centre ... 7
2.1.2 Olahraga Air ... 29
2.2 Tinjauan terhadap Objek Sejenis ... 35
2.2.1 London Aquatic Centre ... 35
2.2.2 Stadion Renang Senayan ... …41
2.3 Studi Banding Proyek Sejenis... 43
2.3.1 Kolam Renang Tirta Arum ... 43
2.4 Kesimpulan Tinjauan Objek Sejenis... 47
2.5 Spesifikasi Umum Proyek Aquatic Centre di Denpasar ... 48
2.5.1 Pengertian ... 48
2.5.2 Fungsi... 49
2.5.3 Tujuan ... 49
v Denpasar Aquatic Centre
2.5.4 Sasaran ... 49
2.5.5 Fasilitas ... 49
2.5.6 Jadwal Operasional ... 49
2.5.7 Sistem Pengelolaan ... 49
BAB III STUDI PENGADAAN DENPASAR AQUATIC CENTRE ... 50
3.1 Gambaran Umum Kota Denpasar ... 50
3.1.1 Aspek Fisik Kota Denpasar ... 50
3.1.2 Aspek Non Fisik Kota Denpasar ... 54
3.1.3 Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Denpasar ... 57
3.2 Studi Pengadaan Denpasar Aquatic Centre ... 61
3.2.1 Strength (Kekuatan/Potensi) ... 61
3.2.2 Weakness (Kelemahan/Kendala) ... 62
3.2.3 Opportunities (Peluang) ... 62
3.2.4 Threatning (Ancaman) ... 63
3.2.5 Kesimpulan Analisis S. W. O. T ... 63
3.3 Spesifikasi Khusus Denpasar Aquatic Centre ... 65
3.3.1 Pengertian ... 65
3.3.2 Fungsi... 66
3.3.3 Tujuan ... 66
3.3.4 Sasaran ... 67
3.3.5 Fasilitas ... 68
3.3.6 Jadwal Operasional ... 70
3.3.7 Sistem Pengelolaan dan Struktur Organisasi ... 70
BAB IV TEMA DAN PEMROGRAMAN ... 72
4.1 Tema Perancangan ... 72
4.1.1 Pendekatan Tema ... 72
4.1.2 Penentuan dan Penjelasan Tema ... 73
4.1.3 Perwujudan Tema ... 74
4.2 Program Ruang ... 74
4.2.1 Program Fungsional ... 74
4.2.2 Program Performansi ... 87
4.2.3 Program Arsitektural ... 93
vi Denpasar Aquatic Centre
4.3 Program Tapak ... 103
4.3.1 Studi Kebutuhan Luas ... 103
4.3.2 Pemilihan Lokasi Tapak ... 103
4.3.3 Analisis Tapak ... 108
4.3.4 Karakteristik Tapak... 119
BAB V KONSEP PERANCANGAN... 121
5.1 Konsep Perancangan Tapak ... 121
5.1.1 Konsep Entrance Tapak... 121
5.1.2 Konsep Zonning Tapak ... 124
5.1.3 Konsep Pola Sirkulasi Tapak ... 125
5.1.4 Konsep Pola, Bentuk dan Orientasi Massa pada Tapak ... 128
5.1.5 Konsep Parkir dan Ruang Luar ... 130
5.1.6 Konsep Utilitas Tapak ... 134
5.2 Konsep Perancangan Bangunan... 135
5.2.1 Konsep Entrance Bangunan ... 135
5.2.2 Konsep Zoning Bangunan ... 137
5.2.3 Konsep Tampilan Bangunan ... 138
5.2.4 Konsep Sirkulasi dalam Bangunan ... 140
5.2.5 Konsep Ruang Dalam ... 142
5.1.5 Konsep Struktur Bangunan ... 145
5.1.6 Konsep Utilitas Bangunan ... 147 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
1 Denpasar Aquatic Centre
BAB I PENDAHULUAN
Bab I ini memuat latar belakang pengadaan proyek, rumusan masalah, tujuan, metode perancangan serta sistematika penulisan. Rumusan masalah mengacu pada masalah yang akan diangkat pada laporan ini sedangkan tujuan mengacu pada hal-hal yang ingin dicapai dari penulisan laporan ini.
1.1 Latar Belakang
Olahraga merupakan salah satu kebutuhan manusia yang memberikan banyak manfaat bagi manusia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional mengatakan olahraga adalah segala kegiatan yang sistematis untuk mendorong, membina serta mengembangkan potensi jasmani, rohani dan sosial. Keberadaan peraturan dan undang-undang mengenai olahraga membuktikan bahwa negara ikut mendukung adanya budaya berolahraga pada masyarakat Indonesia.
Olahraga tidak hanya memberi manfaat bagi kesehatan jasmani dan rohani, namun dapat memberi manfaat dari segi prestasi. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 menyebutkan bahwa, olahraga prestasi adalah olahraga yang membina dan mengembangkan olahragawan secara terencana, berjenjang dan berkelanjutan melalui kompetisi untuk mencapai prestasi dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi olahraga.
Salah satu cabang olahraga prestasi yang dipertandingkan adalah olahraga air.
Olahraga air bisa dilakukan pada area fasilitas buatan seperti kolam renang, atau bisa dilakukan di perairan terbuka. Olahraga air yang menggunakan fasilitas kolam dan dipertandingkan pada tingkat nasional maupun internasional diantaranya adalah renang, renang indah, loncat indah, polo air dan selam nomor kolam.
Perkembangan olahraga air di Indonesia diawali dengan terbentuknya Persatuan Berenang Seluruh Indonesia (PBSI) pada tahun 1951. Persatuan tersebut menaungi beberapa olahraga air yaitu renang, renang indah, loncat indah dan polo air.
Perkembangan olahraga air di Indonesia saat ini ditandai dengan munculnya perkumpulan-perkumpulan olahraga air dibeberapa daerah di Indonesia salah satunya di Bali.
2 Denpasar Aquatic Centre
Olahraga air yang berkembang paling pesat di Bali adalah olahraga renang.
Berdasarkan hasil wawancara dengan pengurus PRSI Bali, sampai tahun 2016 sudah ada 17 perkumpulan renang di Bali yang resmi terdaftar. Dari 17 perkumpulan yang resmi terdaftar 6 diantaranya berasal dari Kota Denpasar. Jumlah atlet yang aktif mengikuti pertandingan di Bali sekitar 671 atlet dan hampir 50% dari jumlah tersebut merupakan atlet-atlet yang tergabung dalam perkumpulan renang di Denpasar. Atlet- atlet tersebut tentunya memiliki potensi dan prestasi dalam ajang perlombaan nasional maupun internasional.
Prestasi olahraga air Bali khususnya renang semakin meningkat dari tahun ketahun. Peningkatan prestasi olahraga renang Bali dapat dilihat dari perolehan medali emas dan perak pada PON XIX Jabar 2016. Prestasi tersebut meningkat karena mengingat pada PON XVIII Riau 2012 cabang olahraga renang Bali hanya menyumbangkan satu medali perunggu. Prestasi Bali pada bidang olahraga renang tersebut sayangnya tidak berlaku pada cabang olahraga air lainnya. Hal tersebut terlihat dari nomor pertandingan yang diikuti pada ajang PON XIX Jabar 2016. Bali hanya mengikuti dua dari lima cabang akuatik yang dipertandingkan yaitu cabang renang dan renang perairan terbuka.
Absennya Bali dari beberapa pertandingan akuatik pada ajang PON dikarenakan Bali belum memiliki atlet yang berkompeten dalam bidang olahraga air lainnya.
Menurut penuturan pengurus provinsi PRSI Bali, pembibitan terhadap olahraga air lainnya seperti olahraga selam baru dilakukan saat awal tahun 2016 dan baru terjaring 6 orang atlet yang sedang dibina dan untuk olahraga polo air masih dalam proses perencanaan. Menurut penuturan I Kadek Sudiasa selaku pengurus PRSI Bali, beberapa upaya telah dilakukan pihak pengurus untuk mewujudkan adanya fasilitas yang lebih layak seperti, dengan melakukan perbaikan fasilitas kolam renang yang ada dan mengajukan proposal mengenai pengadaan fasilitas olahraga air yang lengkap dan sesuai standar kepada pihak Provinsi Bali. Hal tersebut sayangnya masih belum ditindaklanjuti dan belum mendapat respon.
Fasilitas yang kurang memadai saat ini berdampak cukup besar bagi kemajuan olahraga air di Bali. Fasilitas yang kurang memadai menyebabkan beberapa atlet renang andalan Bali yang ingin meningkatkan kemampuannya memilih untuk pindah ke Ibu Kota karena dianggap memiliki fasilitas pelatihan yang lebih baik. Berdasarkan
3 Denpasar Aquatic Centre
penjabaran tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa olahraga air yang sedang berkembang saat ini memerlukan wadah yang lebih layak dan memenuhi standar agar dapat terus berkembang dan membuahkan prestasi bagi Bali.
Fasilitas aquatic centre nantinya akan berfungsi sebagai sarana untuk semakin meningkatkan prestasi atlet renang Bali yang hampir 50% lebih berasal dari perkumpulan renang di Denpasar dan juga berfungsi sebagai tempat pembibitan untuk olahraga air renang indah, loncat indah, selam (nomor kolam) dan polo air. Fasilitas ini nantinya tidak hanya ditujukan pada para atlet namun juga pada masyarakat umum yang memiliki hobi dalam olahraga serta sekolah-sekolah yang memiliki ekstrakurikuler dan pelajaran olahraga air.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan pada sub bab sebelumnya didapat rumusan masalah sebagai berikut:
A. Apa saja spesifikasi umum dan spesifikasi khusus dari Denpasar Aquatic Centre?
B. Bagaimana cara menentukan lokasi site yang tepat untuk pembangunan Denpasar Aquatic Centre?
C. Bagaiamana proses penentuan tema dan pemrograman dari Denpasar Aquatic Centre?
D. Bagaimana perencanaan konsep dari Denpasar Aquatic Centre?
1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas dapat dijabarkan tujuan perancangan sebagai berikut:
A. Untuk mengetahui spesifikasi umum dan spesifikasi khusus dari Denpasar Aquatic Centre.
B. Untuk mengetahui cara menentukan lokasi site yang tepat untuk pembangunan Denpasar Aquatic Centre.
C. Untuk mengetahui proses penentuan tema dan pemrograman dari Denpasar Aquatic Centre.
D. Untuk mengetahui perencanaan konsep dari Denpasar Aquatic Centre.
4 Denpasar Aquatic Centre
1.4 Metode Perancangan
Metode perancangan yang digunakan terdiri dari 5 langkah yaitu: permulaan, persiapan, pengajuan (usul), evaluasi dan tindakan. Langkah-langkah tersebut bertujuan untuk mencapai solusi bagi permasalahan perancangan (Snyder dan Catanese, 1979: 158).
A. Permulaan
Proses permulaan meliputi proses pengenalan dan penjabaran dari masalah yang harus diselesaikan. Permasalahan tersebut dapat digali oleh arsitek, pemilik proyek atau keduanya. Proses ini juga melibatkan peran dari imajinasi serta aspirasi. Pada tahap ini arsitek mengidentifikasi masalah secara umum, mengedukasi publik dan menyarankan beberapa alternatif solusi (Snyder dan Catanese, 1979: 158).
B. Persiapan
Tahap persiapan meliputi proses pengumpulan dan analisis informasi mengenai masalah yang harus diselesaikan. Lebih spesifiknya proses persiapan meliputi sistematika dari pengumpulan serta analisis data mengenai suatu proyek atau sering disebut “pemrograman”.
Tahap persiapan selain pemrograman adalah mengumpulkan map dari tapak, data mengenai lingkungan (trafik, utilitas dan lain-lain), data keuangan, kebijakan dan lainnya. Produk lain dari tahap ini adalah daftar dari kriteria yang menjabarkan karakteristik dari solusi secara arsitektural (Snyder dan Catanese, 1979: 159).
C. Pengajuan Usul
Proses pengajuan usul sering disebut juga “sintesa” yaitu usulan-usulan perancang yang harus menghimpun berbagai pertimbangan dari konteks sosial, ekonomi, fisik, program, tempat, klien, teknologi, estetika dan nilai-nilai perancangan.
Usulan diharapkan berbentuk fisik (gambar) dan menunjukkan integrasi antar beberapa masalah yang luas (Snyder dan Catanese, 1979: 160).
D. Evaluasi
Evaluasi pada desain arsitektural terjadi pada beberapa skala dan termasuk pada bermacam-macam peserta. Diskusi pada tahap ini berfokus pada evaluasi terhadap alternatif usulan perancang. Pada umumnya evaluasi dilakukan setelah bangunan berdiri dan telah digunakan untuk periode waktu tertentu. Namun dalam hal ini,
5 Denpasar Aquatic Centre
program dan desain dapat dievaluasi dalam hal realisasi dan performansi secara terukur.
Evaluasi dari usulan oleh arsitek termasuk dengan membandingkan antara solusi desain yang diajukan dengan tujuan dan kriteria yang dikembangkan dalam program (Snyder dan Catanese, 1979: 162).
E. Tindakan
Tahap tindakan meliputi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan mempersiapkan dan melaksanakan suatu proyek, seperti menyiapkan dokumen- dokumen konstruksi dan pemilihan kontraktor. Dokumen konstruksi meliputi gambar kerja dan spesifikasi tertulis dari bangunan (Snyder dan Catanese, 1979: 163).
1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan pada karya tulis ini terdiri dari Bab I sampai Bab V yang meliputi:
Bab I Pendahuluan
Bab ini memuat latar belakang pengadaan Denpasar Aquatic Centre, rumusan masalah, tujuan, metode penelitian termasuk metode pengumpulan data dan metode analisis data serta sistematika penulisan.
Bab II Pemahaman terhadap Aquatic Centre
Bab ini memuat tentang tinjauan pustaka mengenai aquatic centre dan olahraga air termasuk didalamnya fasilitas pendukung serta standar-standar fasilitas olahraga air. Bab ini juga memuat tinjauan objek sejenis serta studi banding yang dilakukan penulis pada fasilitas olahraga air yang ada di Kabupaten Badung. Pada akhir bab ini juga dimuat spesifikasi umum dari aquatic centre.
Bab III Studi Pengadaan Denpasar Aquatic Centre
Bab ini memuat gambaran umum Kota Denpasar baik dari aspek fisik dan non- fisik serta data-data yang menunjukkan perkembangan olahraga air di Bali khususnya Denpasar. Bab ini juga memuat analisis pengadaan Denpasar Aquatic Centre berdasarkan analisis S. W. O. T. serta spesifikasi khusus dari Denpasar Aquatic Centre.
Bab IV Tema dan Pemrograman
Bab ini memuat tema perancangan dan pemrograman yang dibagi menjadi pemrograman ruang dan pemrograman tapak. Program ruang terdiri dari program
6 Denpasar Aquatic Centre
fungsional, program performansi dan program arsitektural. Program tapak terdiri dari studi kebutuhan luas, pemilihan lokasi tapak, analisis tapak serta karakteristik tapak.
Bab V Konsep Perancangan
Bab ini memuat konsep perancangan yang terdiri dari konsep perancangan tapak dan konsep perancangan ruang. Konsep perancangan merupakan solusi untuk mengatasi masalah-masalah perancangan.