• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. PERANCANGAN TAPAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "2. PERANCANGAN TAPAK"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Pemilihan lokasi proyek Fasilitas Pembinaan dan Ekshibisi Seni Putera Marjinal Metropolis Surabaya harus memiliki beberapa kriteria sebagai berikut:

• Berada di daerah kantong kemiskinan

• Tidak jauh dari wilayah perumahan kumuh besar, yang merupakan tempat tinggal anak-anak marjinal

Gambar 2.1. Peta Lokasi kawasan kumuh di Surabaya (Pemkot Surabaya, 2005)

• Lokasi dengan nilai jual atau harga tanah yang tak terlalu tinggi, karena merupakan fasilitas umum, sosial dan merupakan lahan milik pemerintah kota

(2)

• Akses atau pencapaian yang mudah

Karena lebih mudah menarik perhatian masyarakat Surabaya., dan memiliki akses kendaraan umum yang cukup banyak, karena merupakan salah satu sarana transportasi anak marjinal

• Relatif jauh dari daerah industri, agar area yang dipakai adalah area yang memiliki udara yang relative lebih bersih dan nyaman, jauh dari polusi kendaraan dan industri, dan kawasan yang berbahaya bagi anak, sehingga tidak mengganggu aktivitas yang ada dan tidak memberi dampak buruk bagi proses pembinaan dan ekshibisi seni. Juga tidak merusak hasil karya yang ada.

Karena alasan-alasan di atas maka harus memperhitungkan keadaan kota Surabaya yang menjadi site Fasillitas Pembinaan dan Ekshibisi Seni Anak Marjinal Metropolis Surabaya .

Gambar 2.2. RTRW Surabaya (Pemkot Surabaya, 2005)

Sehingga diambil kesimpulan area yang memenuhi persyaratan di atas adalah wilayah Surabaya Pusat :

(3)

Gambar 2.3. Analisa Pusat kegiatan Surabaya (Pemkot Surabaya, 2005)

Lokasi site : Taman Hiburan Rakyat Surabaya Jalan Kusuma Bangsa 116, Surabaya. Termasuk Unit Distrik Tambaksari, Unit Lingkungan Tambaksari ; berada di perbatasan kawasan Surabaya Pusat dengan Surabaya Timur.

Alasan pemilihan site ini berdasarkan kriteria :

• Terletak di jalan arteri sekunder

• Terdapat fasilitas khusus di sekitar site yakni fasilitas hiburan / rekreasi

• Fungsi bangunan sekitar : perumahan dan komersial

2.2. Pencapaian Tapak

Pencapaian/ akses ke lokasi melalui :

• Jalan Ambengan – Kusuma Bangsa

• Jalan Kalianyar – Kusuma Bangsa

• Jalan Kapasari – Kusuma Bangsa

• Jalan Wijaya Kusuma – Kusuma Bangsa Site dapat dicapai dengan menggunakan:

• Kendaraan pribadi: Mobil, sepeda motor, atau sepeda

• Angkutan umum: Bis kota, bemo, atau travel.

(4)

2.3. Peraturan daerah

• GSB : 7.5 m

• KDB : maksimum 50%

• Jumlah Lantai : maksimum 5 lantai

• Luas tapak : ± 2.56 hektar

• Batas fisik site :

Utara : Pemukiman penduduk ( menengah bawah )

Timur : Pemukiman penduduk menengah bawah & rel KA - Selatan : Taman Remaja, Kolam Renang, dan pemukiman penduduk

Barat : Surabaya Mall & Jl. Kusuma Bangsa

(5)

Gambar 2.4. Pencapaian lokasi site

(6)

2.4. Kondisi Tapak

Site terletak antara kawasan perdagangan dan pemukiman kumuh dengan tingkat kepadatan yang tinggi.

Peletakan tapak relatif jauh dari kebisingan kendaraan, namun sumber kebisingan yang perlu diperhatikan adalah dari Taman Remaja, khususnya pada sore dan malam hari, serta saat ada kereta api yang melintas, berhubung lokasi lintasannya berada tidak jauh di sebelah Timur site.

Gambar 2.5. Lokasi existing site A

B

C

E D

(7)

Gambar 2.6. Suasana existing site

Akses utama untuk menuju ke site ini adalah dengan melewati jalan kusuma Bangsa, masuk melalui entrance Surabaya Mall, langsung menuju site.

Akses menuju site ini dapat ditempuh dengan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi.

Daerah ini tercakup oleh saluran PDAM untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Pelayanan listrik sampai saat ini juga sudah menjangkau hampir sebagian besar dari wilayah perencanaan.

2.4.1. Sirkulasi udara

Lokasi tapak berada di Surabaya yang memiliki angin makro pada arah tenggara-barat laut dan memiliki angin mikro Timur laut-barat daya. Mengingat

C C

D E

(8)

lingkungan di sekitar site dengan bangunan yang cukup padat berupa perumahan, dan bangunan Surabaya Mall, maka sirkulasi udara di site cenderung mengalir dari arah pemukiman menuju Surabaya Mall dan dapat berbalik arah karena terhalang oleh Surabaya Mall.

Gambar 2.7. Skema sirkulasi udara

2.4.2. Potensi View

Lokasi tapak memiliki potensi view keluar yang kurang menarik, yaitu area perumahan (menengah-bawah) pada sisi Utara dan Timur. Sedangkan pada sisi Selatan merupakan view yang cukup baik, yakni area kolam renang dan pusat kebugaran. Begitu pula dengan sisi Barat yang adalah Surabaya Mall.

Sedangkan view ke dalam tapak juga dapat dioptimalkan dari arah perumahan di sisi Utara dan Timur, juga dari arah Barat yakni dari arah Surabaya

(9)

• Adanya perumahan di sekitar lokasi yang menjadi target anak2 marjinal di fasilitas

• Activity support kawasan amat mendukung target pengunjung kawasan.

• Memungkinkan untuk membuat RTH yang cukup besar

• Angkutan kota banyak yang melalui akses lokasi fasilitas.

2.4.4. Permasalahan Tapak

• Akses menuju dan dari lokasi yang terbatas ( karena dilingkupi oleh kawasan perumahan & Surabaya Mall )

• Sirkulasi ( Akses jalan ) yang seringkali mengalami kemacetan

• Rel Kereta Api yang memisahkan site dari kawasan perumahan

• Tingkat keamanan kawasan ( dari kriminalitas) , terutama bagi pedestrian cukup minim, berdasarkan pengamatan dan interview dengan warga.

• Orientasi hadap tapak dari timur-barat, sehingga perlu dipikirkan bagaimana mengatasi kesilauan matahari dengan baik dan efisien

2.5. Pengaruh Lingkungan Sekitar terhadap Tapak dan Pengaruh Perencanaan Tapak terhadap Lingkungan Sekitar

Perancangan tapak ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti analisa tapak. Bentukan massa bangunan, sirkulasi parkir, peletakan zoning bangunan dan pengolahan ruang luar yang ada sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang ada.

Bangunan yang dirancang ini memiliki beberapa massa bangunan yang menyebar sesuai dengan fungsinya dan sirkulasi yang ingin diciptakan. Pada desain tapak yang ada mencerminkan adanya suatu pola awal yang merupakan pengaruh dari lingkungan sekitar, yakni perumahan di sisi Utara-Timur-Selatan, sehingga penempatan zoning yang lebih privat ( hunian, pelatihan ) diletakkan di

(10)

area tersebut, dengan pembukaan akses, sehingga tercipta suatu kawasan yang terpadu dari lingkungan dengan fasilitas hunian- pendidikan – juga area PKL.

Gambar 2.8. Site Plan

Sedangkan di area yang berbatasan dengan Surabaya Mall, dimanfaatkan sebagai area penangkap, lahan parkir, juga area di dekat Kolam Renang dimanfaatkan sebagai side-entrance.

Dengan adanya terobosan gang dari kampung Ambengan Batu dan Ngaglik, maka ada area penangkap sebagai back-entrance, juga sebagai area transisi yang menyatukan antara kampung/perumahan dengan area fasilitas.

Menyatu dengan perumahan

kumuh di sisi Timur Area penerima,

yang menghubungkan dengan Surabaya

Mall

Side-entrance berupa PKL center dan penangkap dari arah

kolam renang

Back-entrance, penangkap dari

kampung Ngaglik

Back-entrance, penangkap dari

kampung Ambengan Batu

(11)

Referensi

Dokumen terkait

Karena tapak terletak pada tiga jalan dan yang terutama terdapat putaran yang terletak tepat di depan tapak di mana putaran ini merupakan pusat sirkulasi di daerah ini.

Ketinggian bangunan pada daerah sekitar bundaran ITS ini untuk fasilitas umum direncanakan untuk memanfaatkan lahan dengan ketinggian bangunan yang berkisar antara 1 lantai hingga

Pintu masuk utama dapat dicapai dari Jalan Gubeng Pojok dengan lebar 8 m yang dapat digunakan untuk 2 mobil, dan terdapat jalur menuju ke parkir karyawan dengan 2 arah

• Bagian Barat yang berbatasan dengan Jalan Chris Kencana dapat digunakan sebagai alternatif akses untuk menghindari kemacetan yang berada pada batas sebelah utara site

Pengudaraan alami dengan cara memanfaatkan udara luar yang masuk lewet lubang-lubang ventilasi, agar udara dapat mengalir dalam bangunan di gunakan sistem ventilasi silang,

Lingkar Dalam dilalui oleh kendaraan umum, maka pada site disediakan tempat untuk pemberhentian kendaraan umum yang langsung terhubung dengan plaza... Pengaruh

Dari analisa dan data diatas maka dapat diketahui bahwa jenis AC yang sesuai dengan kebutuhan sebuah bangunan seperti mall adalah jenis AC central, selain pendistribusian udara

Pada desain tapak yang ada mencerminkan adanya suatu pola awal yang merupakan pengaruh dari lingkungan sekitar, dimana elemen pola orientasi bangunan yang