• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. sebagian besar berasal dari pertanian dan perkebunan. Komoditi perkebunan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. sebagian besar berasal dari pertanian dan perkebunan. Komoditi perkebunan"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang

Indonesia merupakan negara agraris, mata pencaharian penduduknya sebagian besar berasal dari pertanian dan perkebunan. Komoditi perkebunan merupakan salah satu sektor yang memiliki peran yang strategis dalam pembangunan perekonomian nasional. Perkebunan sangat berperan sebagai pendorong pengembangan wilayah juga sebagai pendorong pengembangan ekonomi kerakyatan. Salah satu komoditas perkebunan yang penting di Indonesia adalah tembakau deli. Banyak petani dan pengusaha melirik tanaman tembakau deli untuk dijadikan bisnis. Produksi yang maksimal dapat tercapai apabila tanaman berasal dari bibit yang baik dan berkualitas. (Reni Ayudia, 2014).

Tembakau (Nicotiana tabacum L.) merupakan tanaman berdaun lebar, berasal dari Amerika Utara dan Selatan, dan tanaman ini termasuk kedalam famili Solanaceae. Pada umumnya daun tembakau dimanfaatkan untuk membuat rokok dan cerutu. Selain itu juga digunakan sebagai bahan utama insektisida karena mengandung zat alkaloid nikotin, sejenis neurotoxin yang sangat ampuh jika digunakan pada serangga.

Demikian halnya pemanfaatan Sistem Pendukung Keputusan sangat tepat jika diterapkan di SBU Tembakau Dinas BPTD PTPN II yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan dalam pembudidayaan tanaman tembakau deli

(2)

khususnya pada proses pembibitan. Oleh karena itu pemilihan bibit berkualitas terbaik dapat dibudidaya guna menghasilkan tembakau yang layak di produksi.

Berdasarkan uraian permasalahan diatas, maka penulis memutuskan untuk mengambil judul skripsi “Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Bibit Tanaman Tembakau Deli dengan Metode SAW (Simple Additive Weighting)”.

Keputusan yang diharapkan dapat membantu kinerja dalam pemilihan bibit tanaman tambakau deli.

I.2. Ruang Lingkup Permasalahan I.2.1 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka identifikasi masalah dalam penulisan skripsi ini adalah :

a. Pemilihan bibit tanaman tembakau deli belum diolah dengan dengan efektif dan efisien.

b. Belum adanya metode yang digunakan untuk membantu dalam pengambilan keputusan.

I.2.2. Perumusan Masalah

Adapun permasalahan yang dihadapi dan diharapkan dapat diselesaikan melalui penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Bagaimana cara merancang dan membangun suatu sistem pendukung keputusan dalam pemilihan bibit tanaman tembakau deli yang layak dibudidaya?

(3)

b. Bagaimana penerapan Metode SAW (Simple Additive Weighting) dalam sistem pendukung keputusan pemilihan bibit tanaman tembakau deli?

I.2.3. Batasan Masalah

Adapun batasan masalah yang penulis ambil adalah :

a. Sistem yang di bangun hanya membahas masalah pemilihan bibit tanaman tembakau deli.

b. Input sistem berupa data kriteria pemilihan bibit pemilihan tembakau deli yang paling sering digunakan pada SBU Tembakau Dinas BPTD PTPN II.

c. Output yang dihasilkan berupa jenis bibit tembakau deli yang berkualitas terbaik dengan Metode SAW (Simple Additive Weighting).

d. Sistem yang akan dibangun menggunakan Visual Basic .NET sebagai bahasa pemrograman, SQL Server sebagai database-nya, dan Crystal Report sebagai pembuatan laporan.

e. Perancangan sistem yang akan dibuat menggunakan Unified Modeling Language (UML) dengan bantuan aplikasi Microsoft Visio 2010.

I.3. Tujuan dan Manfaat I.3.1 Tujuan

Adapun batasan masalah yang penulis ambil adalah :

a. Membangun sebuah Sistem Pendukung Keputusan dalam pemilihan bibit tanaman tembakau deli.

(4)

b. Menerapkan metode Simple Additive Weighting (SAW) sebagai metode pada Sistem Pendukung Keputusan.

I.3.2. Manfaat

Adapun manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah :

a. Sebagai salah satu alternatif yang berguna bagi para pegawai SBU Tembakau Dinas BPTD PTPN II dalam pemilihan bibit tembakau berkualitas.

b. Menambah pengetahuan penulis dalam merancang Sistem Pendukung Keputusan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW).

I.4. Metodologi Penelitian

Pada tahap ini penulis juga melakukan pengumpulan data yang dilakukan melalui :

1. Studi Lapangan (Field Research)

Penelitian lapangan adalah suatu cara untuk mendapatkan data, yang di lakukan dengan cara melakukan penelitian langsung ke lokasi studi.

Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis adalah : a) Wawancara (Interview)

Wawancara yaitu teknik pengumpulan data dengan cara mengadakan tanya jawab secara langsung dengan narasumber yang terkait. Penulis mengadakan wawancara secara langsung dengan

(5)

salah satu pegawai SBU Tembakau Dinas BPTD PTPN II yang mengenai pembibitan tanaman tembakau deli.

b) Pengamatan (Observation)

Merupakan salah satu metode pengumpulan data yang cukup efektif untuk mempelajari suatu sistem. Penulis melakukan pengamatan langsung pada kantor BPTD PTPN II agar data yang di dapatkan lebih akurat.

2. Studi Kepustakaan (Library Research)

Penulis melakukan studi pustaka untuk memperoleh data-data yang berhubungan dengan penulisan skripsi dari berbagai sumber bacaan seperti: buku, internet, dan lain-lain.

Pengembangan sistem dapat berupa menyusun suatu sistem yang baru dan menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang berjalan. Setiap tahap harus diselesaikan terlebih dahulu kemudian diteruskan kepada tahap berikutnya untuk menghindari terjadinya pengulangan tahap. Penelitian ini akan melalui beberapa tahapan. Tahapan dalam penelitian ini dapat di modelkan pada diagram Waterfall yang ditunjukkan pada Gambar I.1.

Analisa Kebutuhan

Desain Sistem

Penulisan Kode Program

Pengujian Program

Hasil

Gambar I.1. Diagram Metodologi Penelitian

(6)

a. Analisa Kebutuhan

Pada tahap ini merupakan analisa terhadap kebutuhan sistem yang diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian. Penulis akan memberikan analisa kebutuhan yang harus dilakukan yaitu dengan menginputkan data jenis bibit tembakau deli ke dalam Database, setelah itu melakukan penerapan metode SAW (Simple Additive Weighting).

b. Desain Sistem

Desain sistem ini dirancang menggunakan permodelan UML (Unified Modelling Language), dimana untuk menggambarkan fungsionalitas sistem dengan menggunakan Use Case Diagram, untuk menjelaskan interaksi antar objek baik di dalam maupun di sekitar sistem menggunakan Squence Diagram, untuk menjelaskan spesifikasi objeknya meggunakan Class Diagram, dan untuk menggambarkan alir aktivitasnya menggunakan Activity Diagram.

c. Penulisan Kode Program

Cooding merupakan penerjemahan design dalam bahasa yang bisa dikenali

oleh komputer. Pada tahap ini desain sistem yang telah dirancang akan diimplementasikan ke dalam kode program. Pemrograman dimulai dengan membuat program dengan bahasa pemrograman Visual Basic .Net dan database SQL Server R2.

d. Pengujian Program

Setelah pembuatan program selesai, maka tahap selanjutnya adalah melakukan pengujian terhadap program yang telah dibuat menggunakan Black Box. Pengujian program dilakukan dengan cara menggunakan program secara

(7)

keseluruhan untuk mengetahui koneksi database dan kelancaran proses pengolahan data. Tujuan pengujian program adalah untuk menemukan kesalahan- kesalahan terhadap sistem tersebut untuk kemudian bisa diperbaiki.

e. Hasil

Setelah pengujian program selesai dilakukan dan program telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan, maka tahap selanjutnya adalah menerapkan hasilnya. Yaitu menerapkan aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Bibit Tanaman Tembakau Deli Dengan Metode SAW (Simple Additive Weighting).

I.5. Keaslian Penelitian

Penelitian yang akan dilakukan penulis dengan pembahasan judul “Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Bibit Tanaman Tembakau Deli dengan Metode SAW (Simple Additive Weighting)” ini benar-benar ide dari penulis dan belum pernah dibuat atau dipublikasikan oleh pihak lain. Walaupun penelitian tentang Sistem Pendukung Keputusan dengan metode yang sama telah banyak dilakukan untuk berbagai kasus seperti yang dapat dilihat pada Tabel I.1.

Tabel I.1. Penelitian dengan Metode yang Sama No. Penulis Judul Penelitian Hasil Penelitian 1. Reni Ayudia

(2014)

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Bibit Kelapa Sawit Dengan Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) (Studi Kasus : PTPN III Sei Karang)

Pemanfaatan sistem pendukung keputusan dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) sangat tepat jika diterapkan pada permasalahan ini. Metode ini dipilih karena mampu menyeleksi alternatif terbaik

(8)

dari sejumlah alternatif, dalam hal ini alternatif yang dimaksudkan yaitu bibit yang layak di tanam di Desa Sei Karang berdasarkan jenis tanah dan kriteria-kriteria yang ditentukan.

2. Riski Ade Saputri (2012)

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Bibit Ikan Mas Berkualitas Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) – Di Desa Sukaraja

Untuk itu dalam memutuskan pemilihan benih ikan mas yang berkualitas sangat di butuhkan demi kelancaran perkembang biakan, salah satu sistem pendukung keputusan dalam memilih benih ikan mas yang berkualitas menggunakan Metode SAW (Simple Additive Weighting) sangat efektif dan efisien dalam permasalahan yang di hadapi pada studi kasus ini guna mendapatkan bobot yang tertinggi dari berbagai macam kriteria- kriteria yang sudah di tentukan pada proses perancangan sistem pendukung keputusan tersebut.

3. Yeni Oktasari (2012)

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Kualitas Bibit ayam petelur dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW) menggunakan aplikasi DELPHI 7

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sistem pendukung keputusan untuk optimasi produksi ayam petelur dapat dilihat dari beberapa faktor dimana tiap faktor mempunyai kriteria tertentu dengan nilai tertentu yang digunakan sebagai parameter dalam kualitas produksi ayam petelur

I.6. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SBU Tembakau Dinas BPTD PTPN II. Jalan Sampali No. 06 Medan.

(9)

I.7. Sistematika Penulisan

Langkah-langkah atau tahapan-tahapan yang ditempuh dalam menyelesaikan skripsi ini adalah :

BAB I : PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan tentang Latar Belakang, Ruang Lingkup Permasalahan, Tujuan dan Manfaat, Metodologi Penelitian, Lokasi Penelitian, dan Sistematika Penulisan

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini menjelaskan tentang teori-teori yang berhubungan dengan program yang dirancang, seperti pengertian sistem informasi, pengertian sistem pendukung pengambilan keputusan, alat bantu perancangan sistem, database, dan bahasa pemograman yang digunakan.

BAB IV : ANALISA DAN DESAIN SISTEM

Bab ini mengemukakan tentang analisa sistem yang sedang berjalan, evaluasi sistem yang sedang berjalan dan desain sistem yang diusulkan.

BAB IV : HASIL DAN UJI COBA

Bab ini menjelaskan tentang tampilan hasil implementasi sistem yang diusulkan, pembahasan hasil uji coba sistem, serta kelebihan dan kekurangan sistem yang dirancang.

(10)

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisi kesimpulan penulisan dan saran dari penulis sebagai referensi perbaikan di masa yang akan datang.

Gambar

Gambar I.1.  Diagram Metodologi Penelitian
Tabel I.1. Penelitian dengan Metode yang Sama  No.  Penulis  Judul Penelitian  Hasil Penelitian  1

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan tahapan proses penyusunan peraturan daerah yang terdapat dalam Undang-Undang No 10 tahun dan Peraturan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bandung

Berikut ini beberapa kesimpulan dan pembahasannya yang dapat diambil dari serangkaian kegiatan Kampanye Politik Public Relations dalam Pemilihan Walikota dan

Keluarga yang berkualitas akan menjadi wahana efektif untuk membentuk SDM berkualitas karena keluarga tersebut dipastikan memiliki ketahanan yang tinggi, dan akan

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk merancang sebuah bisnis kedai kopi yang memfokuskan kepada peracikan minuman kopi dengan menggunakan metode seduh

Dengan kebutuhan manusia yang serba praktis seperti sekarang, kita bisa memilih beragam material bermotif alami namun perawatannya tidak sulit, seperti Tile Polished GRANITO ™

Untuk penelaahan data sifat fisis mekanis (kerapatan dan keteguhan tarik sejajar serat) dari 23 jenis rotan berdiameter kecil (<1,2 cm), digunakan analisa keragaman

Rasa takut kepada Allah termasuk ibadah hati yang agung, Allah Ta'ala berfirman: Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan

Namun apabila limbah hasil produksi dapat di gunakan kembali sebagai bahan campuran beton, maka akan mengurangi jumlah bahan utama yang di gunakan, di dalam