• Tidak ada hasil yang ditemukan

biologisistempernapasan 160320021538

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "biologisistempernapasan 160320021538"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM PERNAFASAN

PADA MANUSIA DAN

HEWAN

KELOMPOK 4 :

ABDULLAH AL- BAITSU TENRI PADA

APRILIA SURANI SULBI

ARISKA AR

(2)

STRUKTUR DAN FUNGSI ALAT

PERNAPASAN

Pengertian pernafasan atau respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan oksigen,

pengeluaran karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh. Menusia dalam bernapas

menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang karbondioksida ke lingkungan

Sistem pernapasan pada manusia mencakup dua hal, yakni saluran pernapasan dan mekanisme

(3)
(4)

Udara dari luar akan masuk lewat rongga

hidung (cavum

nasalis).

Rongga hidung

berlapis selaput lendir, di dalamnya terdapat

kelenjar minyak

(kelenjar sebasea)

dan

kelenjar keringat

(kelenjar sudorifera).

Selaput

lendir berfungsi menangkap benda asing yang

masuk lewat saluran pernapasan. Selain itu,

terdapat juga rambut pendek dan tebal yang

berfungsi menyaring partikel kotoran yang

masuk bersama udara. Juga terdapat

konka

yang mempunyai banyak kapiler darah yang

berfungsi menghangatkan udara yang masuk.

A. Rongga Hidung (Cavum

Nasalis)

(5)

b. Faring

Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring

merupakan percabangan 2 saluran, yaitu saluran

pernapasan

(nasofarings)

pada bagian depan dan

saluran pencernaan

(orofarings)

pada bagian

belakang.

Pada bagian belakang faring (posterior) terdapat

laring (tekak)

tempat terletaknya

pita suara (pita

vocalis).

Masuknya udara melalui faring akan

menyebabkan pita suara bergetar dan terdengar

sebagai suara.

Makan sambil berbicara dapat mengakibatkan

makanan masuk ke saluran pernapasan karena

saluran pernapasan pada saat tersebut sedang

terbuka. Walaupun demikian, saraf kita akan

mengatur agar peristiwa menelan, bernapas, dan

berbicara tidak terjadi bersamaan sehingga

mengakibatkan gangguan kesehatan.

(6)

c. Tenggorokan (Trakea)

Tenggorokan berupa pipa yang

panjangnya ± 10 cm, terletak

sebagian di leher dan sebagian di

rongga dada (torak). Dinding

tenggorokan tipis dan kaku,

dikelilingi oleh cincin tulang

rawan, dan pada bagian dalam

rongga bersilia. Silia-silia ini

berfungsi menyaring benda-benda

asing yang masuk ke saluran

pernapasan.

(7)

d. Cabang-cabang Tenggorokan

(Bronkus)

Tenggorokan (trakea) bercabang

menjadi dua bagian, yaitu bronkus

kanan dan bronkus kiri. Struktur

lapisan mukosa bronkus sama

dengan trakea, hanya tulang rawan

bronkus bentuknya tidak teratur dan

pada bagian bronkus yang lebih

besar cincin tulang rawannya

melingkari lumen dengan sempurna.

Bronkus bercabang-cabang lagi

menjadi bronkiolus.

(8)

E. Paru-paru

Paru-paru manusia berjumlah

sepasang kanan dan kiri.

Masingmasing dibungkus oleh

selaput pembungkus paru-paru

yang dikenal dengan pleura. Pleura

ini merupakan selaput tipis

rangkap dua. Di antara selaput

tersebut dengan paru-paru

terdapat cairan limfa, yang

berfungsi untuk melindungi

paru-paru dari gerakan pada waktu

mengembang dan mengempis.

Mengembang dan mengempisnya

paru-paru disebabkan perubahan

tekanan dalam rongga dada.

(9)

F. Alveolus

Alveolus (saluran udara buntu)

merupakan saluran akhir dari alat

pernapasan. Alveolus berupa

gelembung-gelembung udara.

Pada bagian alveolus inilah terjadi

pertukaran O2 dari udara bebas ke

(10)

MEKANISME PERTUKARAN GAS

KARBONDIOKSIDA DENGAN

OKSIGEN

A. Pernafasan Eksternal

Ketika kita menghirup udara dari lingkungan luar, udara tersebut akan masuk ke dalam paru-paru. Udara masuk yang mengandung

oksigen tersebut akan diikat darah lewat difusi. Pada saat yang sama, darah yang

mengandung karbondioksida akan dilepaskan. Proses pertukaran oksigen (O2) dan

karbondioksida (CO2) antara udara dan darah dalam paru-paru dinamakan pernapasan

eksternal.

Saat sel darah merah (eritrosit) masuk ke dalam kapiler paru-paru, sebagian besar CO2 yang diangkut berbentuk ion bikarbonat (HCO- 3) . Dengan bantuan enzim karbonat anhidrase,

karbondioksida (CO2) air (H2O) yang tinggal sedikit dalam darah akan segera berdifusi

keluar

(11)

MEKANISME PERTUKARAN GAS

KARBONDIOKSIDA DENGAN

OKSIGEN

B. Pernafasan Internal

Berbeda dengan pernapasan

eksternal, proses terjadinya

pertukaran gas pada pernapasan

internal berlangsung di dalam

jaringan tubuh. Proses pertukaran

oksigen dalam darah dan

karbondioksida tersebut

berlangsung dalam respirasi seluler.

Setelah oksihemoglobin (HbO2)

dalam paru-paru terbentuk, oksigen

akan lepas, dan selanjutnya menuju

(12)

MEKANISME

PERNAPASAN PADA

MANUSIA

Pengambilan udara pernapasan dari udara

bebas untuk masuk ke dalam tubuh atau

paru-paru, serta mengeluarkan gas sisa ke udara

bebas dinamakan bernapas. Pengambilan

udara pernapasan ini dikenal dengan inspirasi,

sedangkan pengeluarannya dikenal dengan

ekspirasi. Berdasarkan otot yang berperan

aktif, pernapasan manusia dan mamalia dapat

dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:

(13)

MEKANISME PERNAPASAN DADA DAN

PERNAPASAN PERUT

A. Pernapasan dada

1) Inspirasi

Bila otot antartulang rusuk berkontraksi

maka tulang-tulang rusuk terangkat

sehingga volume rongga dada

membesar. Akibatnya, tekanan udara di

paru-paru mengecil sehingga udara di

luar yang mempunyai tekanan lebih

besar masuk ke dalam paru-paru.

2) Ekspirasi

Bila otot-otot antartulang rusuk relaksasi

maka tulang-tulang rusuk tertekan

sehingga rongga dada mengecil.

Akibatnya, tekanan udara di paru-paru

membesar sehingga udara keluar.

(14)

MEKANISME PERNAPASAN DADA

DAN PERNAPASAN PERUT

A. Pernapasan perut

1) Inspirasi

Bila diafragma berkontraksi sehingga mendatar, maka rongga dada membesar. Keadaan ini menyebabkan tekanan udara di

paru-paru mengecil sehingga udara luar masuk.

2) Ekspirasi

Bila otot diafragma relaksasi, maka rongga dada mengecil. Akibatnya tekanan di paru-paru

membesar sehingga udara keluar.

(15)

VOLUME, KAPASITAS,

DAN FREKUENSI

(16)

***Volume Udara Pernapasan***

Jumlah udara yang keluar masuk paru-paru bergantung pada cara kita bernapas.

-Udara pernapasan (tidal volume), yaitu udara yang dihirup dan dikeluarkan dalam keadaan biasa

(sekitar 500 cc). Setelah menghembuskan 500 cc masih tersisa 2500 cc lagi di paru-paru. 

-Udara komplementer, yaitu udara sebanyak 1500 cc yang masih dapat dihirup lagi dengan cara inspirasi

yang maksimum, setelah inspirasi biasa.

-Udara cadangan, yaitu udara sebanyak 1500 cc yang dapat diembuskan lagi pada ekspirasi maksimum dengan mengerutkan otot perut

kuat-kuat.

-Udara residu (udara sisa), yaitu udara sebanyak 1000 cc yang tidak dapat dihembuskan lagi, dan

menetap pada paru-paru.

-Kapasitas vital = volume tidal + udara komplementer + udara suplementer

(17)

Frekuensi pernapasan

Frekuensi pernapasan adalah intensitas memasukkan atau mengeluarkan udara per menit. Pada umumnya intensitas pernapasan pada manusia

berkisar antara 16 – 18 kali.

Faktor yang mempengaruhi kecepatan frekuensi pernapasan adalah: 1. Usia

-Balita memiliki frekuensi pernapasan lebih cepat dibandingkan manula. -Semakin bertambah usia, intensitas pernapasan akan semakin menurun

2. Jenis kelamin.

-Laki-laki memiliki frekuensi pernapasan lebih cepat dibandingkan perempuan

3. Suhu tubuh

-Semakin tinggi suhu tubuh (demam) maka frekuensi pernapasan akan semakin cepat

4. Posisi tubuh

-Frekuensi pernapasan meningkat saat berjalan atau berlari dibandingkan posisi diam.

- frekuensi pernapasan posisi berdiri lebih cepat dibandingkan posisi duduk.

-Frekuensi pernapasan posisi tidur terlentar lebih cepat dibandingkan posisi tengkurap

5. Aktivitas

-Semakin tinggi aktivitas, maka frekuensi pernapasan akan semakin cepat -Seorang penyelam (diver) bisa menyelam cukup lama karena udara

(18)

Energi Pernapasan

Energi hasil pernapasan merupakan energy

kimia yang disebut ATP. ATP dibentuk

melalui 3 tahapan, yaitu glikolisis, daur

krebs, dan transfer elektron. ATP dibentuk

dari pemecahan glukosa. Secara sederhana

(19)

KELAINA

N DAN P

ENYAKIT

PADA S

ISTEM

(20)
(21)
(22)

1. Faringitis

Faringitis adalah radang pada faring karena infeksi sehingga timbul rasa  nyeri pada waktu menelan makanan ataupun kerongkongan terasa kering. Gangguan ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Bakteri yang biasa menyerang penyakit ini adalah

Streptococcus pharyngitis.

2. Asma

Asma adalah kelainan penyumbatan saluran pernapasan yang disebabkan oleh alergi seperti debu, bulu, ataupun rambut.

3. Influenza (Flu)

Penyakit influenza disebabkan oleh virus influenza.

4. Bronkitis

Bronkitis berupa peradangan pada selaput lendir dari saluran

bronkial. Sementara itu, pleuritis adalah peradangan pada pleura, lapisan pelindung yang membungkus paru-paru. Laringitis adalah pembengkakan di laring, sedangkan sinusitis adalah

pembengkakan pada sinus atau rongga hidung.

5. Tuberculosis (TBC)

TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini dapat menyerang seluruh organ tubuh

manusia, namun yang paling sering diserang adalah paru-paru

(23)

6. Dipteri

Dipteri adalah infeksi pada saluran pernapasan bagian atas. Pada umumnya, disebabkan oleh Corynebacterium diphterial. Pada tingkat lanjut, penderitanya dapat mengalami kerusakan selaput jantung, demam, lumpuh, bahkan meninggal dunia.

7. SARS

SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) adalah sebuah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus Coronavirus dari ordo Coronaviridae. Virus ini menginfeksi saluran

pernapasan.

8. Tonsilitis

Tonsillitis adalah peradangan pada tonsil (amandel) sehingga tampak membengkak, berwarna kemerahan, terasa lunak dan timbul bintik-bintik putih pada permukaannya. Tonsilitis

(24)
(25)

1.

 

Protozoa

Mekanisme Pernapasan :

Oksigen di udara -> berdifusi melalui membran

ke sitoplasama -> menuju

mitokondria -> oksigen digunakan untuk memecah senyawa

organik -> menghasilkan energi dan zat sisa

berupa air dan karbon dioksida -> zat sisa

(26)

Cacing tanah tidak mempunyai alat pernapasan khusus.

Cacing tanah bernapas melalui kulit. Kulitnya banyak

mengandung kelenjar lendir, sehingga kulit tubuhnya

menjadi basah dan lembab. Oksigen yang diperlukan oleh

tubuhnya masuk melalui seluruh permukaan tubuh secara

(27)

Katak

Sebagaimana proses metamorfosis atau perubahan bentuk yang dialaminya, alat

pernapasan katak juga berubah-ubah. Pada waktu muda berupa berudu katak bernapas dengan

insang luar yang terdapat di bagian belakang kepala. Insang tersebut selalu bergetar yang mengakibatkan air di sekitar insang selalu

berganti. Oksigen yang terlarut dalam air berdifusi di dalam pembuluh kapiler darah yang terdapat

dalam insang.

Setelah beberapa waktu insang luar ini akan berubah menjadi insang dalam dengan cara terbentuknya lipatan kulit dari arah depan ke belakang sehingga menutupi insang luar. Saat dewasa katak hidup di darat, alat pernapasan utamanya adalah paru. Selain dengan paru-paru, oksigen dapat berdifusi dalam rongga mulut yaitu melalui selaput rongga mulut dan juga

melalui kulit.

(28)

Reptil 

Reptil juga bernapas dengan

paru-paru. Saluran pernapasan terdiri dari

lubang hidung, trakea, bronkus dan

paru-paru. Pengambilan oksigen dan

pengeluaran karbondioksida terjadi di

dalam paru-paru. Keluar masuknya

udara dari dan keluar paru-paru

karena adanya gerakan-gerakan dari

tulang rusuk.

(29)

Burung

Saluran pernapasan burung terdiri atas lubang hidung, trakea, bronkus dan paru-paru, tetapi burung juga mempunyai alat bantu

pernapasan yang disebut pundi-pundi udara. Pundi udara adalah gelembung yang berhubungan dengan paru-paru. Pundi-pundi udara

berfungsi untuk membantu pernapasan pada saat burung terbang dan membantu membesarkan rongga siring sehingga dapat

memperkeras suara. Siring adalah alat suara yang ada bagian bawah trakea .

Proses pernapasan pada burung terjadi sebagai berikut:  

Proses Inspirasi : Saat otot tulang rusuk berkontaksi, tulang rusuk bergerak ke arah depan dan tulang dada bergerak ke bawah, sehingga rongga dada menjadi besar dan tekanan udara dalam rongga dada menurun. Hal ini menyebabkan udara masuk ke dalam

paru-paru dan selanjutnya masuk ke dalam pundi-pundi udara. Proses Ekspirasi : Pada waktu otot tulang rusuk mengendur, tulang rusak bergerak ke arah belakang dan tulang dada bergerak ke arah

atas. Rongga dada mengecil dan tekanan udara dalam rongga menjadi besar, mengakibatkan udara keluar dari paru-paru. Pada saat yang sama udara dari pundi-pundi udara keluar melalui

paru-paru. 

(30)

Ikan

Ikan  bernapas dengan empat pasang insang yang terdapat pada sisi kiri dan kanan kepala. Insang yang

ditutup oleh tutup insang (operkulum). Proses

pernapasan pada ikan adalah dengan cara membuka dan menutup mulut secara bergantian dengan membuka dan menutupnya tutup insang. Pada waktu mulut membuka,

air masuk ke dalam rongga mulut sedangkan tutup insang menutup. Oksigen yang terlarut dalam air masuk berdifusi ke dalam pembuluh kapiler darah yang terdapat

dalam insang. Dan pada waktu menutup, tutup insang membuka dan air dari rongga mulut keluar melalui

insang. Bersamaan dengan keluarnya air melalui insang, karbondioksida dikeluarkan. Pertukaran oksigen dan

karbondioksida terjadi pada lembaran insang.

Pada ikan-ikan yang hidup di perairan yang berlumpur, misalnya ikan lele, terdapat lipatan-lipatan pada insang yang disebut labirin. Ikan-ikan tertentu juga mempunyai

gelembung napas yang berfungsi sebagi tempat menyimpan cadangan udara.

(31)

Serangga  

Sistem pernapasan pada serangga disebut sistem trakea. Oksigen yang dibutuhkan oleh  tidak diedarkan oleh darah tetapi diedarkan oleh trakea yang bercabang-cabang ke seluruh tubuh. Cabang kecil trakea yang menembus

jaringan tubuh disebut trakeolus. Masuknya udara untuk pernapasan tidak melalui mulut melainkan melalui stigma (spirakel).

Proses pernapasan pada serangga terjadi sebagai berikut. Dengan adanya kontraksi otot-otot tubuh, maka tubuh

serangga menjadi mengembang dan mengempis secara teratur. Pada waktu tubuh serangga mengembang, udara masuk melalui stigma, selanjutnya masuk ke dalam

trakea, kemudian ke dalam trakeolus dan akhirnya masuk ke dalam sel-sel tubuh. Selanjutnya Oksigen masuk ke

dalam sel-sel tubuh. Karbondioksida hasil pernapasan dikeluarkan melalui sistem trakea juga yang akhirnya dikeluarkan melalui stigma pada waktu tubuh serangga mengempis.

(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)

PARU-PARU REPTIL

(44)
(45)
(46)

Referensi

Dokumen terkait

- Saat mengeluarkan napas, otot diafragma dan otot- otot tulang rusuk melemas, akibatnya rongga dada mengecil dan tekanan udara di dalam paru-paru naik sehingga udara keluar..

Penularan TB paru terjadi dari individu ke individu lainnya melalui percikan dahak (droplet nuclei) yang menyebar di udara saat seorang penderita TB paru bersin,

Pada saat seseorang menarik napas, udara yang mengandung partikel akan. terhirup ke dalam

Bayi cukup bulan mempunyai cairan di paru-parunya. Pada saat bayi melewati jalan lahir selama persalinan, sekitar sepertiga cairan ini diperas keluar dari paru-paru. Seorang bayi

keluar dari paru-paru diserap kembali oleh tubuhnya melalui sel khusus yang terdapat khusus yang terdapat di hidung bagian dalam, membentuk kristal dan suatu saat dapat diambil.

Berawal dari proses respirasi dimana udara keluar dari paru-paru, kemudian menuju laring dimana terjadi proses phonasi, melewati plica vocalis, sehingga muncul getaran yang

Saat pernafasan biasa (quiet breathing), untuk ekspirasi tidak diperlukan kegiatan otot, cukup dengan daya elastis paru saja udara di dalam paru akan keluar saat

Dalam istilah lain, "konsonan" dapat didefinisikan sebagai "bunyi bahasa yang terjadi karena udara yang keluar dari paru-paru mendapat hambatan atau rintangan." Konsonan terbagi