PENETAPAN
INDIKATOR KINERJA DAERAH
Secara umum indikator keberhasilan pemerintah daerah untuk untuk melaksanakan fungsi ekonomi pada masing-masing bidang sebagai berikut :
9.1. Indikator Kinerja Bidang Kesehatan
Isu Dalam Arahan Program Tolok Ukur Kinerja
Jumlah pelayanan kesehatan khusus dokter semakin berkurang
Jumlah dokter bertambah sesuai dengan ratio penduduk
Jumlah bidan semakin sedikit Jumlah Bidan bertambah sesuai dengan ratio penduduk
Sosialisasi akan keluarga berencana masih kurang optimal
Jumlah frekuensi sosialisasi akan keluarga berencana di tingkatkan
Program usia ideal dalam berkeluarga masih rendah
Jumlah nikah usia ideal semakin bertambah
Pembinaan peran serta masyarakat dalam pelayanan KB/KR Masih belum optimal.
Peserta binaan dan mengikuti program KB sesuai arahan pemerintah bertambah
Sarana dan prasarana rumah sakit umum daerah masih minim.
Standar kebutuhan pelayanan dan kesehatan khususnya Rumah Sakit terjangkau oleh setiap daerah
Sarana dan prasarana puskesmas/
puskesmas pembantu dan jaringannya masih minim.
Standar kebutuhan jumlah puskesmas terpenuhi
Pemberdayaan standarisasi tenaga dukun bayi terlatih masih rendah
Pemberdayaan dukun terlatih yang memiliki kualifikasi standar meningkat
Ketercukupan kebutuhan tenaga sarjana kesehatan
Jumlah lulusan sarjana kesehatan bertambah
Kualitas lingkungan sehat perumahan masih rendah
Pengelolaan lingkungan baik sampah maupun limbah teratasi untuk
perumahan
9
9.2. Indikator Kinerja Bidang Ekonomi
Isu Dalam Arahan Program Tolok Ukur Kinerja
Akses kebutuhan sandang masih tinggi
Adanya wadah penyediaan kebutuhan sandang yang bersaing
Kreatifitas dalam sektor pertanian masih rendah
Semakin banyaknya produk-produk hasil pertanian yang beragam dari pemanfaatan limbah maupun turunannya
Manajemen kelembagaan pertanian kurang optimal
Peningkatan dan pelatihan kapasitas kelembagaan untuk pertanian
Pemanfaatan lapangan kerja oleh industri kecil dan menengah masih rendah
Pemberdayaan masyarakat untukikut sebagai pekerja dalam kegiatan industri kecil dan menengah, dengan jumlah minimal tenaga kerja sesuai kebutuhan
Pemberdayaan dan pengelolaan terhadap usaha kecil menengah masih rendah
Terbentuknya wadah pengelola untuk usaha kecil dan menengah
Sistem pendukung usaha mikro kecil menengah dan koperasi masih belum memadai.
Peningkatan sistem pendukung untuk usaha mikro kecil menengah
Kerjasama pembangunan dalam bidang penelitian dan perencanaan pembangunan masih terbatas
Jumlah penelitian yang bekerjasama dengan perguruan tinggi semakin meningkat
Penyediaan lapangan kerja masih minim
Pengembangan lapangan kerja untuk sektor jasa meningkat
Kualitas dan produktivitas tenaga kerja masih rendah.
Pelatihan dan pengembangan tenaga SDM pemerintah bertambah
Minimnya pemberdayaan masyarakat yang memiliki umur angkatan kerja
Keterlibatan masyarakat dalam pengembangan mitra usaha sektor turunan dan jasa bertambah
Partisipasi angkatan kerja masih kurang
Penyuluhan terhadap angkatan kerja dalam kreatifitas bertambah
Pemanfaatan sektor jasa belum optimal
Jumlah lapangan kerja untuk jasa bertambah
Kurangnya pemanfaatan putra yang menempuh studi hingga perguruan tinggi dalam pemanfaatan tenaga kerja
Jumlah beasiswa putra daerah untuk studi di Perguruan Tinggi meningkat
Belum optimalnya kemampuan tenaga kerja bidang pertanian dalam berkreatifitas
Terciptanya produk-produk turunan di masyarakat yang semakin beragam
Minimnya penyuluhan dan pembinaan dari sektor jasa
Bertambahnya penyuluhan untuk pengembangan jasa
kemasyarakatan, sosial dan perorangan
Menurunnya pengadaan lembaga pelatihan dan kursus
Bertambahnya jumlah lembaga pelatihan dan kursus khususnya terkait dengan rencana
pengembangan jasa
Tidak meratanya distribusi tenaga kerja antar sektor dan antar wilayah, serta menciutnya lapangan kerja formal di perkotaan dan di perdesaan.
Jumlah tenaga kerja yang seimbang sesuai kebutuhan daerah
Peran perempuan di perdesaan masih terbatas
Jumlah keterlibatan perempuan dalam pengembangan usaha meningkat
9.3. Indikator Kinerja Bidang Pendidikan dan Olah Raga
Isu Dalam Arahan Program Tolok Ukur Kinerja
Belum optimalnya kesadaran dalam berpartisipasi untuk sekolah
khususnya SD
Meminimalkan jumlah yang tidak sampai lulus SD
Beasiswa untuk putra daerah masih rendah dalam peningkatan SDM tingkat perguruan tinggi
Memperbanyak jumlah beasiswa untuk memberikan bebas studi ke perguruan tinggi
Pendidikan anak usia dini masih rendah
Program dan jumlah lembaga PAUD yang terkoordinasikan
Pembangunan wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun masih rendah.
Jumlah lulusan minimal 9 tahun meningkat
Kurangnya penekanan terhadap budaya membaca di masyarakat
Jumlah masyarakat yang semakin berminat dalam membaca meningkat
Kualitas SDM tenaga pengajar belum optimal
Meningkatnya Capacity building tenaga pengajar
Peran serta kepemudaan masih rendah.
Peran serta dalam pengembangan olah raga dan pengikutsertaan kejuaraan bertambah
Kualitas manajemen olah raga masih rendah.
Perbaikan manajemen pengembangan olah raga daerah
Pembinaan dan pemasyarakatan olah raga masih belum optimal.
Memasyarakatkan olah raga secara wajib
9.4. Indikator Kinerja Bidang Infrastruktur
Isu Dalam Arahan Program Tolok Ukur Kinerja
Akses jalan masih Sedikit Jumlah dan panjang jalan serta jembatan di tingkatkan
Kualitas dan kuantitas jalan dan jembatan masih rendah
Peningkatan perbaikan kondisi jalan dan jembatan
Rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana dan fasilitas llaj masih belum memadai.
Meningkatnya prasarana dan fasilitas llaj
Sarana dan prasarana olah raga masih minim.
Meningkatnya kebutuhan sarana olah raga bertambah di tiap daerah
Pengendalian dan pengamanan lalu lintas darat, sungai dan udara masih terbatas.
Meningkatnya pengawasan dan pengamanan lalu lintas
Irigasi untuk pertanian masih kurang Tercukupinya kebutuhan air untuk kegiatan pertanian
9.5. Indikator Kinerja Bidang Tata Kelola Pemerintahan
Isu Dalam Arahan Program Tolok Ukur Kinerja
Kapasitas aparatur pemerintah desa masih kurang
Pengadaan program capacity building
Perkembangan lembaga ekonomi perdesaan relatif lambat.
Bertambahnya lembaga ekonomi perdesaan dengan manajemen yang baik
Data base berbasis teknologi dan informasi masih rendah
Terbentuknya data dan informasi yang mudah diakses baik berupa hard sistem maupun akses on line
System dan prosedur pengawasan masih perlu disempurnakan lagi
Meningkatnya pengawasan
dalambidang pertambangan secara rutin serta memiliki prosedur khusus
Pemanfaatan teknologi informasi masih kurang
Peningkatan jumlah akses teknologi informasi setiap dinas serta akses umum IT di setiap dinas
Pendidikan kedinasan masih rendah. Pemberian pendidikan tingkat lanjut kepada karyawan yang memiliki potensi
9.6. Indikator Kinerja Bidang Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup serta Penataan Ruang
Isu Dalam Arahan Program Tolok Ukur Kinerja
Kurang Optimalnya pemanfaatan sumberdaya pertanian dan
turunannya
Terciptanya usaha produk turunan pertanian yang semakin kondusif
Produktifitas komoditas pertanian masih rendah
Peningkatan program IP 300 secara intensif dan pengadaan bibit
unggulan
Peninjauan terhadap pemanfaatan Hutan Alam oleh perusahaan
Meningkatnya peninjauan terhadap usaha-usaha yang memanfaatkan hutan alam
Kontrol terhadap pemanfaatan sumberdaya perikanan perlu dilihat berdasar daya dukung
sumberdayanya
Jumlah sumberdaya ikan tetap memenuhi daya dukung jangka panjang
Pembinaan dan pengawasan potensi pemanfaatan sumberdaya alam batubara masih perlu di optimalkan
Kontrol meningkat untuk jumlah pemanfaatan batu bara agar sesuai antara jumlah, produksi dan kontribusi
Masih dijumpai pembangunan wilayah yang belum merata, belum sinkron dan belum konsisten dengan Rencana Tata Ruang.
Kontrol terhadap tata ruang dalam evaluasi izin pemanfaatan ruang, serta pembangunan secara merata sesuai kebutuhan daerah
Pembangunan infrastruktur perdesaan masih belum meningkat dan
menyebar secara luas.
Peningkatan infrastruktur baik secara kuantitas maupun kualitas
Masih dijumpai kerusakan
lingkungan akibat kegiatan-kegiatan pertanian baik dalam skala kecil atau besar.
Penggunaan pupuk organik untuk pertanian
Kinerja pengelolaan persampahan masih rendah
Jumlah armada pengelolaan sampah di tingkatkan dengan melihat
perkembangan laju pertumbuhan penduduk dan jangkauan terhadap TPS
Pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup masih rendah
Program pengelolaan dan
pemantauan lingkungan meningkat serta untuk kegiatan usaha rutinitas evaluasi laporan pemantauannya
Rehabilitasi dan pemulihan cadangan sumber daya alam masih rendah
Program GRHL ditingkatkan
Pembangunan ekowisata dan jasa lingkungan di kawasan-kawasan
Inventarisasi dan rencana lokasi pengembangan wisata sudah jelas
konvensional hutan masih belum berkembang
Pemanfaatan sumberdaya alam perlu di seimbangkan terhadap kontrol dan pengawasannya untuk dapat menjaga keberlangsungannya.
Pemanfaatan kegiatan penambangan batu bara perlu ditingkatkan
pengontrolan dan pengawasan agar sesuai dengan target dan realisasi serta kontribusinya
9.7. Indikator Kinerja Bidang kesadaran hukum, kerukunan beragama, kehidupan sosial budaya dan politik yang demokratis berbasis kearifan lokal
Isu Dalam Arahan Program Tolok Ukur Kinerja
Keamanan dan kenyamanan
lingkungan masih perlu ditingkatkan
Pencanangan program desa sehat dan aman
Pelayanan dan rehabilitasi
kesejahteraan sosial masih rendah
Jumlah pelayanan kesejahteraan sosial ditingkatkan
Kerjasama pengelolaan kekayaan budaya masih kurang
Inventarisasi dan promosi budaya daerah
Pemasaran Pariwisata belum baik Pengemasan jasa wisata dan intensif dalam promosi jasa wisata
Destinasi Pariwisata masih belum jelas
Inventarisasi dan perencanaan
terpadu dalam berbagai tujuan wisata daerah
Tabel Target Indikator Kinerja