Analisis Pengaruh Saluran Distribusi, Implementasi Erp dan Orientasi Kewirausahaan Terhadap Kinerja Pemasaran Dengan Keunggulan Bersaing Sebagai Variabel Intervening (Studi pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Pemalang)
Analysis of the Influence of Distribution Channels, Erp Implementation and
Entrepreneurship Orientation on Marketing Performance with Competitive Advantages as Intervening Variables (Studies on Micro, Small and Medium Enterprises in Pemalang Regency)
Fajar Ayu Suryani, Mudiantono
Departemen Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro [email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh saluran distribusi, penerapan ERP, orientasi kewirausahaan terhadap kinerja pemasaran dengan keunggulan bersaing sebagai variabel intervening. Populasi dalam penelitian ini adalah pemilik usaha mikro kecil dan menengah di Kabupaten Pemalang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 104 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara dan kuesioner. Penelitian ini menggunakan alat analisis menggunakan AMOS 24 dengan teknik analisis Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa saluran distribusi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keunggulan bersaing, penerapan ERP berpengaruh positif dan signifikan terhadap keunggulan bersaing, orientasi kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keunggulan bersaing, saluran distribusi berpengaruh positif dan signifikan. berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran, orientasi kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran, dan keunggulan bersaing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran. Dalam penelitian ini variabel keunggulan bersaing memiliki pengaruh paling besar terhadap kinerja pemasaran dengan nilai estimasi 0,508. Dengan menerapkan strategi keunggulan bersaing dalam kegiatan operasional UMKM di Kabupaten Pemalang maka kinerja pemasaran UMKM akan meningkat.
Kata Kunci: distribution channels. erp implementation, entrepreneurial orientation, competitive advantage, marketing performance
ABSTRACT
This study aims to analyze the effect of distribution channels, ERP implementation, entrepreneurial orientation on marketing performance with competitive advantage as an intervening variable. The population in this study were small and medium micro enterprises owners in Pemalang Regency. The sample in this study amounted to 104 respondents. The data collection method used in this study was using interview methods and questionnaires. This study uses analysis tool using the AMOS 24 with Structural Equation Modeling (SEM) analysis techniques. The results of this study indicate that distribution channels has a positive and significant effect on competitive advantage, ERP implementation has a positive and significant effect on competitive advantage, entrepreneurial orientation has a positive and significant effect on competitive advantage, distribution channels has a positive and significant effect on marketing performance, entrepreneurial orientation has a positive and significant effect on marketing performance, and competitive advantage has a positive and significant effect on marketing performance. In this research, the competitive advantage variable has the most influence on marketing performance with 0.508 of an estimated value. By implementing a competitive advantage strategy in MSME operational activities in Pemalang Regency, the marketing performance of MSMEs will increase.
Keyword: distribution channels. erp implementation, entrepreneurial orientation, competitive advantage, marketing performance
PENDAHULUAN
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peranan yang penting bagi perekonomian nasional, peranan UMKM di dalam perekonomian Indonesia setidaknya dapat dilihat melalui 5 poin menurut Kementerian Koperasi dan UMKM (2014) yaitu 1) Kedudukan dari UMKM yang bertindak sebagai pemeran utama di dalam kegiatan perekonomian dalam berbagai sector, 2) UMKM merupakan faktor yang menyediakan lapangan kerja terbesar, 3) Pemeran penting di dalam pengembangan kegiatan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat, 4) Sebagai pencipta sebuah pasar yang baru dan sebagai sumber dari inovasi, 5) Peranan UMKM dalam peranan menjaga neraca pembayaran melalui kegiatan ekspor. Peningkatan UMKM di Kabupaten Pemalang dapat dilihat dalam Tabel 1 yang menunjukan peningkatan jumlah UMKM dalam kurun waktu 2013 sampai dengan 2017.
Tabel 1 Jumlah UMKM di Kabupaten Pemalang
Tahun Jumlah
2013 10.778
2014 11.316
2015 11.959
2016 12.667
2017 13.451
Sumber : Diskoperindag Kabupaten Pemalang
Meningkatnya jumlah UMKM pada setiap tahunnnya menyebabkan persaingan semakin tinggi dan perebutan pasar menjadi semakin ketat. Inti dari keberhasilan adalah persaingan, agar perusahaan dapat memenangkan sebuah persaingan maka perusahaan tersebut harus memiliki sebuah strategi untuk bersaing. Sehingga pelaku UMKM perlu mengatur strategi bagaimana cara untuk meningkatkan keunggulan bersaing dan mempertahankan pasar agar penjualan produk dari UMKM tersebut semakin meningkat.
Keunggulan bersaing dengan demikian mengacu pada kondisi di mana produk atau jasa perusahaan dianggap lebih baik daripada produk pesaingnya. Jenis keunggulan bersaing yang paling umum adalah karena produk atau jasa memiliki harga rendah atau berbeda dari pesaing (Dash, 2013).
LANDASAN TEORI
Kesuksesan dari suatu perusahaan sudah pasti mempunyai dan menjaga suatu sistem saluran distribusi yang kuat, karena sistem distribusi yang kuat dapat memperluas pangsa pasar dari perusahaan. Saluran distribusi adalah suatu perorangan atau kelompok perusahaan yang bertujuan untuk membantu dan pengambil alihan hak didalam proses pengalihan produk dari produsen ke konsumen, adanya saluran distribusi proses pendistribusian produk ke konsumen lebih optimal. Saluran distribusi merupakan salah satu dari sumber keunggulan bersaing perusahaan dalam bidang pemasaran (Setiawan, 2013). Berdasarkan uraian tersebut dapat ditarik hipotesis sebagai berikut:
H1 Saluran distribusi berpengaruh Positif terhadap Keunggulan Bersaing.
Menurut Nurseto (2016) dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa adanya saluran
distribusi yang baik dapat memperluas jangkauan dari pemasaran produk sehingga ada peningkatan jumlah pelanggan serta dengan adanya saluran distribusi yang baik dapat memberikan keefektifan dan keefisienan dalam proses pendistribusian produk. Kedua poin tersebut akan bermuara kepada kinerja pemasaran yang semakin baik.
Ketepatan dalam proses pemilihan saluran distribusi untuk mengintegrasikan kepentingan antara distributor dan outlet didalam saluran distribusi serta menjaga suatu bentuk kerja sama dapat meningkatkan pangsa pasar yang merupakan salah satu dari indikator kinerja pemasaran. Maka dari itu salah satu penentu keberhasilan dari kinerja pemasaran adalah keefektifan dari saluran distribusi (Nasution, 2014). Berdasarkan uraian tersebut dapat ditarik hipotesis sebagai berikut:
H2 Saluran distribusi berpengaruh Positif terhadap Kinerja Pemasaran.
ERP merupakan suatu bentuk sistem informasi yang bertujuan untuk dapat mengintegrasikan suatu informasi yang telah teredia dalam perusahaan dari berbaga sumber daya perusahaan. ERP merupakan suatu sistem yang dirancang untuk dapat mengintegrasikan seluruh kegiatan eksternal dan kegiatan internal perusahaan yang dapat digunakan untuk mengakses data secara real-time (Utami dan Susilo, Heru, 2016).
Pengimplementasian ERP dalam perusahaan mencerminkan dari strategi keunggulan bersaing perusahaan manufaktur di Indonesia. Strategi keunggulan bersaing merupakan faktor utama untuk dapat meningkatkan kinerja dari perusahaan manufaktur di Indonesia (Hidayat dan Akhmad, 2016). Menurut Mudiantono (2013) menyatakan bahwa keberhasilan dalam implementasi ERP akan dapat meningkatkan keunggulan bersaing UKM..
Keunggulan bersaing merupakan suatu kondisi dimana produk atau jasa yang dimiliki oleh perusahaan jauh lebih unggul dibandingkan dengan kompetitor. Berdasarkan uraian tersebut dapat ditarik hipotesis sebagai berikut:
H3 Implementasi ERP berpengaruh positif terhadap Keunggulan Bersaing.
Orientasi kewirausahaan merupakan suatu proses dalam pembuatan strategi perusahaan yang dapat digunakan oleh pembuat keputusan yang utama digunakan untuk menjalankan tujuan dari organisasi, mempertahankan visi organisasi dan utntuk menciptakan suatu keunggulan bersaing. Perusahaan yang memiliki orientasi kewirausahaan akan dapat menjadikan karyawan untuk bisa berinovasi sehingga akan ada penciptaan produk yang menarik dan unik dibandingkan dengan kompetitor dan nilai keunggulan bersaing perusahaan akan meningkat (Syukron, 2016). Berdasarkan uraian tersebut dapat ditarik hipotesis sebagai berikut:
H4 Orientasi kewirausahaan berpengaruh positif terhadap Keunggulan Bersaing.
Menurut Wardi, Susanto dan Abdullah (2017) UKM yang mampu untuk terus bertahan menghadapi persaingan bisnis adalah apabila UKM tersebut memiliki perilaku kewirausahaan atau orientasi kewirausahaan seperti sikap proaktif atau dengan kata lain mampu secara sigap dan cepat dalam memberikan respon terhadap ancaman dan mampu memanfaatkan adanya peluang pasar. Selanjutnya, berani untuk mengambil risiko dari suatu peluang bisnis dan yang terakhir adalah melakukan inovasi secara terus menerus atas suatu produk atau jasa. Maka dari itu, suatu perilaku kewirausahaan seperti keproaktifan, keberanian dalam mengambil risiko serta keinovasian adalah yang mempengaruhi kinerja perusahaan. Begitu juga dalam penelitian yang dilakukan oleh Fatmawati (2016) yang menemukan bahwa orientasi kewirausahaan berpengaruh secara
postif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran. Berdasarkan uraian tersebut dapat ditarik hipotesis sebagai berikut:
H5 Orientasi kewirausahaan berpengaruh positif terhadap Kinerja Pemasaran.
Menurut Fatmawati (2016) dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa perusahaan yang berada dalam lingkungan persaingan menginginkan untuk lebih unggul dari kompetitor, dan penerapan strategi persaingan tersebut dilakukan secara jelas melalui berbagai macam kegiatan dalam departemen fungsional , apabila perusahaan memiliki kemampuan dalam berbagai bidang seperti bidang pemasaran, inovasi maupun manufacturing dapat menjadi sumber keunggulan bersaing perusahaan. Suatu keunggulan bersaing didapatkan dari kompetensi perusahaan untuk dapat mengelola serta memanfaatkan sumber daya dan juga modal yang dimiliki, apabila perusahaan mampu menciptakan suatu keunggulan bersaing akan mempunyai kekuatan bersaing sehingga pelanggan akan tetap minat dengan produk dari perusahaan tersebut.. Maka, keunggulan bersaing mempunyai pengaruh yang positif terhadap peningkatan kinerja pemasaran.
Berdasarkan uraian tersebut dapat ditarik hipotesis sebagai berikut:
H6 Keunggulan bersaing berpengaruh positif terhadap kinerja pemasaran.
Dari uraian diatas dapat digambarkan model penelitian sebagai berikut:
Gambar 1 Model Penelitian
Sumber : Nurseto (2016), Nasution (2014), Dolphina (2011), Hazizah (2013), Mudiantono (2013), Sa’diyah dan Mudiantono (2015), Djodjobo dan Tawas (2014), Hajar dan Sukaatmadja (2016), Musrifah dan Murwatiningsih (2017) dengan dikembangkan dalam penelitian ini (2018).
METODE PENELITIAN
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang didapat dari responden yaitu pemilik dari UMKM di Kabupaten Pemalang dan data sekunder yang didapat dari jurnal, internet dan dinas koperasi dan UMKM Kabupaten Pemalang.
Penelitian ini di fokuskan pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Pemalang dengan jumlah sampel sebanyak 104 UMKM di Kabupaten Pemalang yang telah mengimplementasikan ERP dengan metode non probability sampling dan pruposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara dan metode kuesioner dengan menggunakan 5 skala Likert. Alat analisis menggunakan Structural Equation Model (SEM) dengan software AMOS.
Tabel 2 Indikator Variabel
Variabel Sumber Indikator
Saluran Distribusi
Nasution, (2014), Dolphina (2011)
1. Volume produk yang sesuai.
2. Kelengkapan varian atau item produk.
3.Ketepatan atau kecepatan pengiriman produk.
Implementasi ERP
Mudiantono (2013) 4.Kualitas sistem.
5.Kualitas informasi.
6.Dampak terhadap individu.dan perusahaan atau UMKM
Orientasi Kewirausahaan
Witjaksono (2014), Wardi, Susanto dan Abdullah (2017), Alimudin, (2013).
7. Keberanian mengambil risiko (risk taking).
8. Keproaktifan (looking forward).
9. Kemampuan untuk berinovasi.
Keunggulan Bersaing
Musrifah dan Murwatiningsih, (2017), Febriatmoko, (2015)
10.Harga yang kompetitif.
11.Kemampuan merebut pasar.
12. Produk yang tidak mudah ditiru (unik).
Kinerja Pemasaran
Usvita (2014), Sugiyarti, (2016) 13..Peningkatan volume penjualan.
Sumber: Review Literatur
HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisis data merupakan tahapan yang terpenting dalam suatu penelitian yang bertujuan untuk mencapai suatu tujuan penelitian. Analisis data akan dilakukan untuk membuktikan bahwa keunggulan bersaing dan kinerja pemasaran UMKM di Kabupaten Pemalang dipengaruhi oleh saluran distribusi, implementasi ERP dan orientasi kewirausahaan. Data profil responden dapat dilihat pada tabel berikut
Tabel 3 Jenis Usaha Responden
No Modul Jumlah Presentase
1. Manajemen Koperasi dan Simpan Pinjam 0 -
2. Modul Penjualan 87 32%
3. Modul Pembelian 58 22%
4. Modul Gudang 35 13%
5. Modul Akuntansi 43 16%
6. Modul Sumber Daya Manusia 20 7,5%
7. Modul Administrasi 26 10%
Jumlah 269 100%
Sumber : Data primer yang diolah 2018
Berdasarkan Tabel 3 jumlah responden yang paling banyak adalah yang bergerak
dalam bidang makanan dan minuman (kuliner) yaitu sebanyak 50% dari total responden, kemudian konveksi 15%, dan yang paling sedikit adalh dalam bidang batik yang hanya 2%
dari keseluruhan responden.
Berdasarkan Tabel 4 modul Enterprise Resource Planning yang banyak digunakan oleh pelaku usaha adalah modul penjualan yang mencapai 32% dari total modul yang digunakan responden. Selanjutnya adalah modul pembelian sebesar 22%, modul akuntansi 16%, modul gudang 13%, modul administrasi 10%, modul SDM sebanyak 7,5 dan tidak ada yang menggunakan modul manajemen koperasi dan simpan pinjam.
Tabel 4 Jenis Modul ERP yang Digunakan Responden
No Modul Jumlah Presentase
1. Manajemen Koperasi dan Simpan Pinjam 0 -
2. Modul Penjualan 87 32%
3. Modul Pembelian 58 22%
4. Modul Gudang 35 13%
5. Modul Akuntansi 43 16%
6. Modul Sumber Daya Manusia 20 7,5%
7. Modul Administrasi 26 10%
Jumlah 269 100%
Sumber: Data diolah 2020
Sampel dalam penelitian ini adalah pemilik UMKM di Kabupaten Pemalang yang telah mengimplementasikan ERP. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 104 responden dan telah menjalankan usahanya minimal 1 tahun. Berdasarkan hasil analisis full model SEM memenuhi seluruh kriteria model fit sesuai dengan standar yang digunakan.
Hasil tersebut dapat dilihat pada Tabel dibawah ini.
Tabel 5 Pengujian Goodness of Fit Index
Goodness of Fit Index Cut-off Value Hasil Evaluasi Model Chi – Square Kecil (< 75,624) 69.088 Fit
Probability ³ 0.05 0.131 Fit
RMSEA £ 0.08 0.045 Fit
Chi square / df £ 2.00 1.212 Fit
GFI ³ 0.90 0.918 Fit
AGFI ³ 0.90 0.868 Marginal
TLI ³ 0.90 0.975 Fit
CFI ³ 0.90 0.981 Fit
Sumber : Data primer yang diolah 2018
Pada Tabel 5 menunjukan bahwa model memenuhi nilai dari cut-of-value sehingga, dapat disimpulkan bahwa model yang digunakan adalah fit. Berdasarkan Gambar 2 dihasilkan nilai Regresion weight structural equational sebagai berikut :
Tabel 6 Pengujian Path
Hubungan Antar Variabel Estimate S.E. C.R. P Keunggulan_Bersaing <--- Saluran_Distribusi 0.291 0.122 2.387 0.017 Keunggulan_Bersaing <--- Implementasi_ERP 0.295 0.114 2.603 0.009 Keunggulan_Bersaing <--- Orientasi_Kewirausahaan 0.597 0.130 4.611 ***
Kinerja_Pemasaran <--- Keunggulan_Bersaing 0.508 0.136 3.736 ***
Kinerja_Pemasaran <--- Saluran_Distribusi 0.338 0.130 2.607 0.009 Kinerja_Pemasaran <--- Orientasi_Kewirausahaan 0.352 0.145 2.422 0.015
Parameter estimasi pengaruh Saluran distribusi terhadap Keunggulan bersaing menunjukkan nilai koefisien dengan arah positif. Pengujian kemaknaan pengaruh diperoleh nilai C.R = 2.387 dengan probabilitas = 0,017 < 0,05. Nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa Saluran Distribusi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Keunggulan Bersaing. Dengan demikian hasil uji statistik ini berhasil menerima Hipotesis.
Parameter estimasi pengaruh Implementasi ERP terhadap Keunggulan bersaing menunjukkan nilai koefisien dengan arah positif. Pengujian kemaknaan pengaruh diperoleh nilai C.R = 2.603 dengan probabilitas = 0,009 < 0,05. Nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa Implementasi ERP memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Keunggulan Bersaing. Dengan demikian hasil uji statistik ini berhasil menerima Hipotesis.
Parameter estimasi pengaruh Orientasi Kewirausahaan terhadap Keunggulan bersaing menunjukkan nilai koefisien dengan arah positif. Pengujian kemaknaan pengaruh diperoleh nilai C.R = 4.611 dengan probabilitas = 0,000 < 0,05. Nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa Orientasi Kewirausahaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Keunggulan Bersaing. Dengan demikian hasil uji statistik ini berhasil menerima Hipotesis.
Parameter estimasi pengaruh Saluran distribusi terhadap Keunggulan bersaing menunjukkan nilai koefisien dengan arah positif. Pengujian kemaknaan pengaruh diperoleh nilai C.R = 2.607 dengan probabilitas = 0,009 < 0,05. Nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa Saluran Distribusi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Pemasaran. Dengan demikian hasil uji statistik ini berhasil menerima Hipotesis.
Parameter estimasi pengaruh Orientasi Kewirausahaan terhadap Kinerja Pemasaran menunjukkan nilai koefisien dengan arah positif. Pengujian kemaknaan pengaruh diperoleh nilai C.R = 2.422 dengan probabilitas = 0,015 < 0,05. Nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa Orientasi Kewirausahaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Pemasaran. Dengan demikian hasil uji statistik ini berhasil menerima Hipotesis.
Parameter estimasi pengaruh Keunggulan Bersaing terhadap Kinerja Pemasaran menunjukkan nilai koefisien dengan arah positif. Pengujian kemaknaan pengaruh diperoleh nilai C.R = 3.736 dengan probabilitas = 0,000 < 0,05. Nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa Keungulan Persaing memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Pemasaran. Dengan demikian hasil uji statistik ini berhasil menerima Hipotesis.
KESIMPULAN DAN SARAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh saluran distribusi, implementasi ERP dan orientasi kewirausahaan terhadap kinerja pemasaran dengan keunggulan bersaing sebagai variabel intervening (studi pada UMKM di Kabupaten Pemalang). Berdasarkan jawaban responden dalam penelitian ini, modul ERP yang paling banyak digunakan adalah modul penjualan, dan bidang usaha responden dalam penelitian ini paling banyak adalah pada bidang kuliner. Seluruh hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan pengaruh positif dan signifikan, dan variabel yang paling berpengaruh terhadap kinerja pemasaran adalah variabel keunggulan bersaing.
Pada penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu terdapat responden yang kurang bersungguh-sungguh didalam menjawab pertanyaan penelitian, terdapat variabel lain yang dapat mempengaruhi kinerja pemasaran, dan nilai AGFI yang marginal dikarenakan adanya variasi data dan jumlah sampel yang terlalu sedikit. Dari keterbatasan tersebut, maka saran penelitian yang akan dilakukan dimasa yang akan datang adalah menambah jumlah sampel penelitian, melakukan penelitian di daerah lain, serta menambah variabel-variabel lain yang dapat mempengaruhi kinerja pemasaran seperti orientasi pasar dan inovasi.
Dari hasil penelitian variabel yang sangat berpengaruh terhadap kinerja pemasaran adalah Keunggulan bersaing dengan indikator yang paling berpengaruh adalah kemampuan dalam merebut pasar. Dari hasil penelitian variabel yang sangat berpengaruh terhadap kinerja pemasaran adalah Keunggulan bersaing dengan indikator yang paling berpengaruh adalah kemampuan dalam merebut pasar. UMKM harus dapat meningkatkan keunggulan bersaing. Indikator yang paling utama dalam mempengaruhi tingginya keunggulan bersaing yang dimiliki oleh UMKM adalah kemampuan untuk dapat merebut pasar, UMKM diharapkan memiliki kemampuan untuk merebut pasar dengan cara menawarkan produk dengan harga yang kompetitif dari pesaing dan mampu menciptakan produk yang tidak mudah ditiru oleh pesaing serta memberikan nilai lebih kepada pelanggan pada produk atau jasa yang ditawarkan. Dengan adanya keunggulan bersaing yang dimiliki oleh UMKM diharapkan UMKM dapat memiliki pangsa pasar yang luas dan penjualan semakin meningkat serta produk yang dikenal luas oleh konsumen.
DAFTAR PUSTAKA
Alimudin, A. (2013) “Pengaruh Orientasi Wirausaha Terhadap Keunggulan Bersaing Berkelanjutan dan Kinerja Pemasaran Usaha Kecil Sektor Perdagangan (Consumer Goods) di Kota Surabaya,” Sustainable Competitive Advantage (SCA), 9.
Dash, A. K. (2013) “Competitive Advantage,” International Journal of Application or Innovation in Engineering Management IJAIEM, 2(12), hal. 7–10.
Djodjobo, V. C. dan Tawas, H. N. (2014) “Pengaruh Orientasi Kewirausahaan, Inovasi Produk, Dan Keunggulan Bersaing Terhadap Kinerja Pemasaran Usaha Nasi Kuning Di Kota Manado,” Jurnal EMBA, 2(3), hal. 1214–1224. Doi: 10.15408/akt.v10i2.5936.
Dolphina, E. (2011) “Analisis hubungan saluran distribusi terhadap kinerja pemasaran,”
17(2), hal. 116–132.
Fatmawati, R. A. (2016) “Pengaruh Orientasi Pasar, Orientasi Kewirausahaan Terhadap Keunggulan Bersaing Dan Kinerja Pemasaran Pada Warung Kucingan/Angkringan Di Kota Semarang,” 5(3).
Febriatmoko, B., Raharjo, S. T. dan Manajemen, M. (2015) “Meningkatkan kinerja bisnis melalui keunggulan bersaing kuliner khas semarang,” 24(1), hal. 139–144.
Hajar, S. dan Sukaatmadja, G. P.I. (2016) “Peran Keunggulan Bersaing Memediasi Pengaruh Orientasi Kewirausahaan terhadap Kinerja Pemasaran,” Jurnal
Management, 5(10), hal. 6580–6609.
Hazizah, S. (2013) “PT . CAHAYA SAKTI FURINTRACO,” Pelaksanaan Saluran Distribusi y a n g E f e k t i f p a d a P T . C a h a y a S a k t i F u r i n t r a c o . , 3 ( 9 ) . D o i : 10.13140/RG.2.2.35595.13609.
Hidayat, R dan Akhmad, S. (2016) “Effects of the Enterprise Resource Planning (ERP) on Competitive Advantage and Performance of Manufacturing Firms in Indonesia,”
11(10), hal. 2298–2303.
Mudiantono (2013) “Upaya Meningkatkan Keberhasilan Implementasi ERP untuk Membangun Keunggulan Bersaing Pada UKM di Jawa Tengah,” Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 15(2), hal. 153–164. doi: 10.9744/jmk.15.2.153-164.
Syukron, Z., M, Ngatno. (2016) “Pengaruh Orientasi Pasar dan Orientasi Kewirausahaan terhadap Inovasi Produk dan Keunggulan Bersaing UMKM Jenang di Kabupaten Kudus,” Jurnal Administrasi Bisnis, 5(1), hal. 24–34.
Musrifah dan Murwatiningsih (2017) “Pengaruh Orientasi Pasar dan Orientasi Kewirausahaan terhadap Kinerja Pemasaran melalui Keunggulan Bersaing,”
Management Analysis Journal, 6(4), hal. 496–505.
Nasution, A. A. (2014) “Analisis Kinerja Pemasaran PT. Alfa Scorpii Medan,” Riset Akutansi dan Bisnis, 14(2002), hal. 52–65.
Nurseto, S. (2016) “Pengaruh Saluran Distribusi dan Promosi Terhadap Kinerja Pemasaran,” 5(2), hal. 121–126.
Peranan UMKM didalam Perekonomian Indonesia. Kementerian Koperasi dan UMKM (2014).
Setiawan, H. (2013) “Bidang Pemasaran Terhadap Kinerja Perusahaan,” 2(8), hal. 105–130.
Sugiyarti, G. (2016) “Analisis Kinerja Pemasaran Usaha Kecil Menengah Batik di Provinsi Jawa Tengah,” ISBN: 978-979-3649-96-2, 5(2), hal. 643–650.
Sujoko, S. (2012) “PENGARUH DISTRIBUSI SELLING-IN TERHADAP KINERJA PEMASARAN,” Jurnal Sains Pemasaran Indonesia (Indonesian Journal of Marketing Science), 1(3), hal. 241–256. doi: 10.14710/JSPI.V1I3.241-256.
Usvita, M. (2014) “Pengaruh Orientasi Kewirausahaan terhadap Kinerja Pemasaran IKM Kota Padang dengan Differentiation STrategy Sebagai Variabel Intervening,” 2(1), hal. 26–32.
Utami, S. S. dan Susilo, Heru, R. (2016) “ANALISIS PENERAPAN ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP) (Studi pada PT Domusindo Perdana),” Jurnal Administrasi Bisnis, 33(1), hal. 165–170.
Wardi, Y., Susanto, P. dan Abdullah, N. L. (2017) “Orientasi Kewirausahaan pada Kinerja Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Sumatera Barat: Analisis Peran Moderasi dari Intensitas Persaingan, Turbulensi Pasar dan Teknologi,” Jurnal Manajemen Teknologi, 16(1), hal. 46–61. doi: http://dx.doi.org/10.12695/jmt.2017.16.1.4.
Witjaksono, H. P. (2014) “Analisis Orientasi Kewirausahaan dan Sumber Daya Internal Perusahaan Terhadap Kinerja Melalui Keunggulan Bersaing ( Studi pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah Furniture Kabupaten Jepara ),” Jurnal Bisnis Strategi, 23(1), hal.
83–110.