Pengaruh Undang-Undang Perkawinan Nasional (UU No. 1 Tahun 1974) Terhadap Frekuensi Perceraian Dan Poligami Di Sumatera Barat (Studi Kasus Di Lima Kaum Dan Sungai Tarab).
Teks penuh
Dokumen terkait
Praktik poligami dalam kehidupan masyarakat tentu masih terdapat pelanggaran-pelanggaran baik yang bersifat kecil maupun besar, salah satunya adalah dengan dilakukannya
[r]
Hukum agama yang secara prinsip tidak menganjurkan adanya suatu perceraian, khususnya hukum agama kristiani baik kristen protestan maupun kristen katholik. Karena
Puji Syukur senantiasa penulis panjatkan kepada Allah SWT karena hanya atas berkat dan Rahmat serta Hidayah – NYAlah penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini
(5) Dalam hal ada perbedaan antara orang-orang yang dimaksud dalam ayat (2), (3) dan (4) pasal ini, atau salah seorang atau lebih diantara mereka tidak menyatakan pendapatnya,
Dalam pasal 37 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyatakan bila perkawinan putus karena perceraian, harta bersama diatur menurut hukumnya
Di mana pemeliharaan anak yang belum mumayyiz atau belum berumur 12 tahun adalah hak ibunya, pemeliharaan anak yang sudah mumayyiz diserahkan kepada anak untuk memilih
Dimana mereka mempunyai hak yang sama (equality) untuk melaksanakan segala kepentingan pemeliharaan anak-anak, sama berhak dan bertanggung jawab, menyantuni baik