• Tidak ada hasil yang ditemukan

IZIN ISTERI DALAM POLIGAMI PERSPEKTIF UNDANG UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "IZIN ISTERI DALAM POLIGAMI PERSPEKTIF UNDANG UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa akibat hukum dari status perkawinan poligami yang tidak diizinkan oleh istri pertama tidak sah, dan status hukum sebagai

serta , b agaimanakah pembagian harta bersama dalam hal terjadi putusnya perkawinan poligami menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974

Secara garis besar penulis perpendapat bahwa dasar hukum yang dijadikan dalam pertimbangan hakim ketika memutuskan suatu perkara pengajuan Izin Poligami adalah

Kebolehan poligami di UUP terdapat dalam Pasal 3 ayat (1) pada asasnya dalam suatu perkawinan seorang pria hanya boleh mempunyai seorang istri, seorang wanita hanya seorang suami

Izin berpoligami oleh Pengadilan Agama dapat diberikan apabila alasan suami telah memenuhi alasan-alasan alternatif sesuai ketentuan Pasal 4 ayat (2) UU Perkawinan dan

batin antara seorang pria dengan seorang wa- nita sebagai suami isteri dengan tujuan untuk membentuk keluarga bahagia dan kekal ber- dasarkan keTuhanan Yang Maha

Dalam hal istri tidak mau memberikan persetujuan, dan permohonan izin untuk beristri lebih dari satu orang berdasarkan atas salah satu alasan yang diatur dalam

10 Tahun 1983 tentang izin perkawinan dan perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan PP No. Selain poligami, Undang-undang perkawinan di Indonesia juga mengatur