t/
,*^Kliwon,20
Juti 2015
WACANA
"I,{ARIAI.[
BERNAS
,
Uqf07rH@
LEBARAN telah usai. Satu yang
khas
di
Indonesia, berlebarantal
dapat dilepaskandari
arus mudik dan balik. Berbagai alternatif trans-portasi menjadi pilihan- Dari keretaapi yang
dianggap nyaman
danrelatif terl'angkau sampai berkonvoi sepeda
motor.
Akan
tetapi
meng-gunakan mobil pribadi niaupun sewajuga
masih menjadi pilihan banyakorang karena dapat
mengangkut banyak anggota keluarga danba-rang. Membawa
mobil
ju-ea dapat digunakan untuk berekreasi ramai-ramaidi
kampung halaman.Selama ini, jalur pantai utara Jawa (Pantura) menjadi
jalur
utama arusmudik
danbalik
setiap tahunnya, terutama sebelum jalantol
Cikopo-Palirnanan
(Cipali)
dibuka.
Jalurpentiii
g
ini
rneitilidkeA-f,a!ffi-&ffi
Jalan Raya Pos yang diban-eun olehOleh:
Hendra Kurniawan
Akibat
sikap
tanganbesinya, Daendels merr-dapat julukan Mas Galak
(konon sebenarnya pele. seta,n
dari
pangkatnya Marsekal).Korban
terus berjatuhan ketikapemba-ngunan ruas
jalan
Cire-selatan
yan-e menghu-bungkanBayah,
Bantensampai
ke
Banyuwangi,Jawa
Timur.
Penamaansebagian ruas
jalur
ini
dengan nama Jalan
Daen-dels
Selatan
seringkalimenimbulkan
anggapan keliru bahwa jalan ini juga diban-eunoleh
Gubernur Jenderal
H.W.
Daendels.
falan Daendels Selatan remyata sudah ada
jauh
sebelum Daendels membangunJalur
Pantura. Ketika itu,jalan ini rnerupakanjalan kerajaan yang disebutUrut
Sewu karenase-ini
sebenarnya sangat berpotensiuntuk
dikemban_ekan. Sudah lama Jalan Daendels Selatandiproyeksi-kan adiproyeksi-kan dapat mengurangi beban
jalur Pantura. Selain itu; diharapkan
pula
dapat men-eatasi kesenjangan kesejahteraan antara utara denganselatan Jawa.
Jalur
Pantura yangdulu menjadi
jalan
pos lambat launmengalami perkemban-ean sebagai jalan pabrik. Kawasan indusrri sejauh
ini
terkonsentrasidi jalur
Panturaakibat mobilitas barang dan jasa di selatan
yang
kuran-e' mendukung.Ftral
ini
mendorong
perlunya pusat-pusat pertumbuhanbaru
dise laun.
Tlk
harus industri, perkem-bangan sektor pariwisata dan jasayan-e kini mulai hidup di jalur selatan
t
t
I
Gubemur Jenderal Herman
Willem
Daendels. Jaian sepanjang kurang lebih I .000 kilometer ini membentang
dari
Anyer,
Banten sampaiPana-rukan,
Jawa
Timur.
Ruas jalan
Anyer-Batavia danBatavia-Buiten-zorg
(Bogor)
saatitu
sudah ada,tinggal diperbaiki dan
diperlebar. Pembangunanjalan
sesungguhnyadimulai untuk rute
Buitenzorg-Cirebon pada 5
Mei
1808.'Pembangunan
rute
ini
meng-hadapi berbagai kendala
karena beratnya medan. Kerasnya tanah diMegamendung membuat Daendels
mengerahkan
kuli
tambahan dari' Priangan dan Cirebonru-pii
5.000orang.
Di
Cadas Pangeran, parapekerja harus memapas
bukit
batupadas dengan mpnggunakan meriam
yang didatangkan khusus dari
Batavia. Penderitaan para pekerjadigambarkan dalam
Monumen
Pangefan KusumadinataIX
(pa-ngeranKornel)
yang
menyambut uluran.tangan Daendels
dengantangan'kiri.
bon-Semarang-Surabaya
mulai
di-lakukan dengan memobilisasite-naga
rakyat
oleh
penguasa lokalse
tempat.
Sepanjang
Panrura, tanah-tanah sudahmenjadi
milik
Governemen (pemerintah kolonial
Belanda) sehingga
memudahkan pembangunan.Bermula
dari
Per-lanjian Gryariti 1755; nraka wilayah
pesis-iran tidak
di
bawah kekuasiarrKeraton (Vors*enlanden).
Pembangunan
Jalan
Anyer-Panarukan
menjadi salah
satu
tra-eedi genosida dalam sejarah ko.
lonial di Indonesia. Meski demikian,
jalan
ini
sangat bermanfaat tidakhanya untuk
lalu lintas
manusia,namun
juga
pos surat,
angkutanbarang, dan keperluan militer.
Pendek kata,jalan
ini
memenuhiharapan Daendels sebagai sarana
ekonomi
kolonial
sekali-eus perta-hanandari
seranganInggris.
Kini
setelah 207 tahun silarh,jalan terbaik
dan terpanjang
di
dunia padamasa-nya
ini,
masih :memegang peran penting sebagai sarana omum.Jalur
selatanApabila Jalur
Pantura
seringdisebut
sebagaiJalan
Daendels-, demikian pula denganjalur
selatan. Jalan raya pantai selatan Jawa yangmembentang
dari
Kulonprogo,
Daerah Istimewa Yogyakarta
@Iy)
hingga Kebumen, Jawa Tengahini
juga dikenal oleh masyarakat dengan nama Jalan Daendels. Jalan
ini
me-rupakan bagian
dari
jalur
lintas-JjJar
de-tl.Cau:slgu-flll..Pcgunungat
_${3!Xt"
-d,4p4 rne4j4d!. rirodal awalse.wu
di
sepa'jang-pesisir
pa'tai-
yiii!-5iiti.
Paritai se-lutin sangar kayaselatan Jawa. MenuruE cerita,
jalan
akan potensi wisata.pest,ui
alain,yi
menjadj.rute
gerakanpasukan
ludaya,
dankuliner
dapat menjadilan-s9lT- -Dipg1e-eoro saat
Perang
dayalarik yang khas. Tentu ini mem_.Jawa(1825-1830).Takheranapabila
buiuhkan peribangunan infrasffuk-jaringan ulama Islam terbentukse-
tur
yang memadal terutamaakses
panjang
jalur ini.
Pesantren-pesan-
jalanyangmemadai.Dala*rbeberapalren_yalg khas dengan pohon
sawo
kali Lebaran terakhir, kepadatan lahr kecikdi
pelataran menjadipenanda
lintas dijalur
selatan pada beberapajaringan
Diponegbro.
titik lebih padatdibandingjalu.uiaiu. PangeranDiponegoro
memu-
Jalan baendels sela-;nkini
kon-satkan p_ertahanannyadi
wilayah
disinya begitu memprihatinkan danPanjgl,
Bagelen Selatan.Bagelen
harui
sege-ra dibenahi. Upaya per_memiliki
beberapaafdeling,
salah
baikanying
serius tentuitun
i"".
satunya Ambal. Daerah ini
sekarang
numbuhkan- kegiatan ekonomi ma-terkenal dgngan kulinEr sareambar
syarakat. Jalurilatan
dapat menjadiyangmemilikibumbukhas.Afdeling
aiternatif persinggahan dan destiirasi*ry9"1
ejirn.a.ndiperintah
oleh
wisata.Ketikamiialrbarantiuujuiu,
Asisten
Residen bernama
A.D.
selatari dapat menjadipilihan
yangDaendels (1838).
Dari
namainilah
sama menguntungkannya denganjalan
yang
-menj1$i
pertahanan
jaluruara.S-ekto."fono,rrikh;Jfii"
Diponegoro kemudiandinamakan
jasa pasti akan semakin rert'mbun. Jalan Daendels. PemerintahKllo-
Akhfrnya
masyarakatpula
yangnial
Belanda menyebutnya
Be-
mempeioleh minfaatnyaiika'ialur
langrijke
Weg untukmembedakan-
seiatan menjadi.u-u;.
ii*'
--''--'
nya
dengan Jalan DaendelsUtara
.yang disebut
De
GroteP-9stweg.
Hendra
Kurniawan Mpd,
Dosen Keberadaanjalur
lintasselatan
SanaiaDharmi
yogyakarn.-r#E