EKSPERIMEN PEWARNA KULIT MANGGIS
TERHADAP BATIK IKAT CELUP
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Sebagai Syarat Memperoleh Gelar
SarjanaPendidikan
Oleh:
DWI PUTRI PRATIWI
NIM. 2101151003
JURUSAN SENI RUPA
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
ABSTRAK
Dwi Putri Pratiwi NIM. 2101151003. Eksperimen Pewarna Kulit Manggis Terhadap Batik Ikat Celup. Skripsi. Medan Fakultas Bahasa dan Seni UNIMED.
Penelitian ini bertujuan untuk: “Mendeskripsikan Proses dan Menganalisis
Hasil Pewarna Kulit Manggis Terhadap Batik Ikat Celup”. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendali. Ekperimen dalam penelitian untuk mengetahui besarnya pengaruh lamanya perendaman kain dalam larutan pewarna kulit buah manggis terhadap hasil pencelupan pewarna pada kain blacu. Instrumen ini dijaring melalui perlakuan yaitu pembuatan membatik dengan teknik jumputan atau ikat celup dengan menggunakan pewarna alami yaitu kulit buah manggis yang diamati selama beberapa waktu tertentu, dengan demikian dapat diartikan bahwa butir-butir komponen tentang hasil warna ragam hias teknik ikat celup melalui pewarnaan kulit manggis dapat digunakan untuk menjaring data penelitian.
Hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan pengamatan secara visual, hasil yang diperoleh pada selama 1 jam, 3 jam, 1 jam, 6 jam, 1 jam 9 jam, perendaman kain blacu dan perendaman kulit manggis selama 3 jam, 3 jam, 3 jam, 6 jam, 3 jam, 9 jam bahwa belum terdapat hasil warna yang signifikan pada teknik ikat celup, maka dapat disimpulkan hasil perendaman kain blacu dan perendaman kulit manggis selama 6 jam, 3 jam, 6 jam, 6 jam dan 6 jam 9 jam terdapat pengaruh pewarnaan perendaman kulit buah manggis pada teknik ikat celup dan warna yang dihasilkan merah tua dan cerah, hasil motif terbentuk lebih terang dan jelas, terbentuk motif baru pada dasar kain.
Dengan demikian jika semakin lama waktu yang digunakan pada proses perendaman kain pada pewarnaan kulit buah manggis, hasil warna yang dihasilkan akan semakin gelap jika semakin lamanya perendaman kulit buah manggis, kemudian akan terbentuk motif sesuai dengan ikatan yang dibuat serta terbentuk motif baru pada warna dasar kain.
ii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala
rahmat dan berkat Nya yang memberikan kesehatan dan hikmat kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan Skripsi. Skripsi ini berjudul “Eksperimen Pewarna
Kulit Manggis Terhadap Batik Ikat Celup” Skripsi ini disusun untuk memenuhi
salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan, program S1 pada
Program Studi Pendidikan Seni Rupa Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni
Universitas Negeri Medan.
Penulis pun tidak luput mnggucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang membantu penulis menyelesaikan skripsi ini khususnya kepada:
1. Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, Rektor Universtas Negeri Medan.
2. Ibu Dr. Isda Pramuniati, M.Hum,Dekan Fakultas Bahasa dan Seni.
3. Dr. Wahyu Tri Atmojo, M.Hum, Ketua Jurusan Pendidikan Seni Rupa
4. Drs. Mesra, M.Sn, selaku seketaris jurusan Pendidikan Seni Rupa.
5. Drs. Sri Wiratma, M.Si, selaku Pembimbing Skripsi yang telah banyak
memberikan bimbingan dan saran-saran kepada penulis sejak awal sampai
dengan selesainya skripsi ini.
6. Drs. Dermawan Sembiring, M.Hum,Penasehat Akademik yang telah banyak
memberikan arahan kepada penulis selama perkuliahan.
7. Bapak/Ibu di Jurusan Pendidikan Seni Rupa, atas bimbingannya kepada
penulis selama perkuliahan dan penulisan skripsi ini.
8. Teristimewah penulis sampaikan kepada kedua orang tua tercinta bapak P.
Halomoan Suriyanto. Sianipar, SH, dan adik ku tersayang Ishak Rio
Triguna. Sianipar yang telah membrikan doa, materi, semangat dan motivasi
hingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
9. Buat para sahabat-sahabat penulis Destina Nurjanji Tambunan, Sry
Devyulina Tarigan, Ayu Lutfiah Taufik Lubis, Dewanty Dinityas, Kanna
Suhendra, dan semua teman-teman stambuk 2010 trima kasih buat
dukungan, saran, serta kebersamaan kita.
10.Buat abang, kakak, adik stambuk serta seluruh teman-teman PPL-T 2013 di
SMK Negeri 1 Lumbanjulu trima kasih buat dukungan dan saran yang
diberikan kepada penulis.
Penulis telah berupaya dengan semaksimal mungkin untuk menyelesaikan
skripsi ini, namun penulis menyadari masih banyak kelemahan baik dari segi isi
maupun tata bahasa, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat
membagun dari pembaca demi sempurnanya skripsi ini dan kiranya skripsi ini
bermanfaat. Akhirnya penulis mengucapkan banyak terima kasih.
Medan, September 2015 Penulis
Dwi Putri Pratiwi
iv
A. Kerangka Teoritis ……… 5
1. Pengertian Eksperimen ……… 5
2. Pewarna Alami ……….. 5
3. Sejarah Batik Ikat Celup ……….. 11
4. Macam-Macam Ikatan ………. 14
B. Kerangka Konseptual ……….. 22
BAB III METODELOGI PENELITIAN ……… 24
A. Tempat dan Waktu Penelitian ……….. 24
B. Populasi dan Sampel ………... 25
C. Metode Penelitian ……… 26
D. Desain Penelitian ……… 26
E. Defenisi Oprasional ………...... 27
F. Teknik Pengumpulan Data ……….. 27
G. Teknik Dasar Pembuatan Ikat Celup ……… 28
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN …………... 34
A. Deskriptif Hasil Penelitian ………... 34
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 3.1 Perincian Waktu Kegiatan ………... 24
Tabel 3.2 Desain Penelitian ………. 27
Tabel 3.3 Alat dan Fungsi ……… 28
Tabel 3.4 Bahan dan Fungsi ………. 29
Tabel 4.1 Hasil Perendaman Kain Blacu Pada Pewarnaan Kulit Buah Manggis ………... 34
Tabel 4.2 Pengamatan Pada Hasil Warna ……….. 45
vi
Gambar 3.1 Proses Pembuatan Teknik Ikat Celup Dengan Perendaman Kulit Buah Manggis………. 32
Gambar 3.2 Bagan Pewarna Kulit Manggis ………. 33
Gambar 4.1 Hasil Perendaman Kulit Buah Manggis Selama 1 Jam dan Pewarnaan KulitBuah Manggis Pada Kain Blacu Selama 3 Jam……… 36
Gambar 4.2 Hasil Perendaman Kulit Buah Manggis Selama 1 Jam dan Pewarnaan Kulit Buah Manggis Pada Kain Blacu Selama 6 Jam ……… 37
Gambar 4.3 Hasil Perendaman Kulit Buah Manggis Selama 1 Jam dan Pewarnaan Kulit Buah Manggis Pada Kain Blacu Selama 9 Jam ……….. 38
Gambar 4.4 Hasil Perendaman Kulit Buah Manggis Selama 3 Jam dan Pewarnaan Kulit Buah Manggis Pada Kain Blacu Selama 3 Jam ……….. 39
Gambar 4.5 Hasil Perendaman Kulit Buah Manggis Selama 3 Jam dan Pewarnaan Kulit Buah Manggis Pada Kain Blacu Selama 6 Jam ……….. 40
Gambar 4.6 Hasil Perendaman Kulit Buah Manggis Selama 3 Jam dan Pewarnaan Kulit Buah Manggis Pada Kain Blacu Selama 9 Jam ……….. 41
Gambar 4.7 Hasil Perendaman Kulit Buah Manggis Selama 6 Jam dan Pewarnaan Kulit Buah Manggis Pada Kain Blacu Selama 3 Jam ……….. 42
Gambar 4.8 Hasil Perendaman Kulit Buah Manggis Selama 6 Jam dan Pewarnaan Kulit Buah Manggis Pada Kain Blacu Selama 6 Jam ……… 43
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Batik merupakan salah satu kerajinan yang mempunyai nilai seni tinggi
dan menjadi budaya Indonesia yang terkenal sampai ke berbagai negara dan
diakui UNESCO. Diantara berbagai jenis batik, batik alam merupakan jenis batik
yang berkualitas tinggi, dan banyak diminati wisatawan baik domestik maupun
wisatawan mancanegara. Hal itu dikarenakan batik alam diproduksi dengan
pewarna alami dan memberikan kesan tersendiri, sebab pewarna alami ramah
lingkungan dan aman untuk kesehatan karena zat-zat yang terkandung dalam
pewarna alami dapat mudah terurai sehingga tidak menimbulkan polusi, bahkan
warna batik yang dihasilkan pewarna alam dapat bertahan sampai puluhan tahun.
Menurut pengalaman penulis ketika menyelesaikan tugas akhir di SMK
Negeri 1 Laguboti yaitu membuat batik ikat celup dengan menggunakan bahan
kain mori dan pewarna sintetis, keunggulan zat warna sintetis adalah lebih mudah
diperoleh, ketersediaan warna terjamin, serta jenis warna bermacam macam, dan
lebih praktis dalam penggunaannya lebih simpel, tetapi sulit untuk didapatkan
karena harus didatangkan dari kota lain seperti Yogkakarta.
Seni dan pengalaman serta pengamatan yang telah penulis terima dapat
2
manggis, kertertarikan penulis melakukan eksperimen menggunakan pewarna
alami khususnya limbah kulit manggis, karena di dalam kulit manggis terdapat
pigmen warna yang cocok untuk dijadikan sebagai pewarna serta mengandung
sejumlah pigmen. Jika semua kandungan yang terdapat pada buah manggis
tersebut diekstraksi, maka akan didapati bahan pewarna alami yang menghasilkan
warna merah, ungu, dan biru. Kulit buah manggis juga mengandung zat tanin
yang dapat digunakan sebagai pewarna alami pada kain. Tanin atau getah adalah
salah satu zat warna yang terdapat dalam berbagai tumbuhan dan yang paling baik
adalah dalam buah manggis.
Berdasarkan pada uraian di atas, peneliti tertarik untuk membuat suatu
penelitian yang berhubungan dengan pewarna alami yaitu “Eksperimen Pewarna
Kulit Manggis Terhadap Batik Ikat Celup”. B. Identifikasi Masalah
Bedasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas dapat diidentifikasikan
permasalahan yang berkaitan dengan penelitian ini adalah :
1. Permasalahan cara pembuatan warna alami pada kulit manggis ?
2. Masalah kain yang baik digunakan pada pewarnaan kulit manggis ?
3. Masalah berapa lamakah waktu yang diperlukan dalam perendaman air
kulit manggis setelah direbus ?
4. Masalah cara membuat teknik ikat celup pada kain blacu ?
5. Masalah lama waktu yang dibutuhkan pada perendaman kain blacu dalam
air kulit manggis ?
3
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, keterbatasan penulis, waktu,
tenaga dan agar penelitian lebih terfokus dan efektif, maka penelitian ini dibatasi
pada : “Pembuatan produk batik menggunakan bahan kulit manggis pada kain
blacu dengan teknik ikat celup”.
D. Perumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka masalah dalam penelitian
ini dapat dirumuskan sebagai berikut : Bagaimana Proses dan Hasil Pewarna Kulit
Manggis Terhadap Batik Ikat Celup ?
E. Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah : untuk “Mendeskripsikan Proses dan Menganalisis Hasil Pewarna Kulit Manggis
4
F. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat antara lain :
1. Bahan informasi bagi para mahasiswa / i jurusan Pendidikan Seni Rupa
bahwa kulit manggis dapat digunakan sebagai pewarna alami pada bahan
tekstil.
2. Mendapatkan pengalaman penelitian pertama tentang eksperimen pewarna
alami kulit manggis.
3. Sebagai pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
khususnya tentang proses pewarnaan dengan kulit manggis.
4. Bahan masukan bagi para mahasiswa / i jurusan Pendidikan Seni Rupa
UNIMED bahwa pentingnya melestarikan dan mengembangkan
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab IV, maka dapat
disimpulkan sebagai berikut:
1. Terdapat pengaruh pewarnaan perendaman kulit buah manggis pada teknik
ikat celup pada hasil perendaman kulit buah manggis selama 6 jam untuk
perendaman kain blacu selama 3 jam dimana warna yang dihasilkan merah
tua dan cerah, hasil motif terbentuk lebih terang dan jelas, terbentuk motif
baru pada dasar kain.
2. Terdapat pengaruh pewarnaan perendaman kulit buah manggis pada teknik
ikat celup pada hasil perendaman kulit buah manggis selama 6 jam untuk
perendaman kain blacu selama 6 jam dimana warna yang dihasilkan merah
tua dan cerah, hasil motif terbentuk lebih terang dan jelas, terbentuk motif
baru pada dasar kain.
3. Terdapat pengaruh pewarnaan perendaman kulit buah manggis pada teknik
ikat celup pada hasil perendaman kulit buah manggis selama 6 jam untuk
perendaman kain blacu selama 9 jam dimana warna yang dihasilkan merah
tua dan cerah, hasil motif terbentuk lebih terang dan jelas, terbentuk motif
baru pada dasar kain.
49
B. Implikasi
Berdasarkanhasilpenelitiandankesimpulanpenelitianiberikanimplikasiseba
gaiberikut:
Denganditemukannyajawabanpeneitianyaitueksprimenpewarnakulitmangg
isterhadap batik ikatcelupdenganmenggunakankainblacu,
makaperlukiranyaditelitilebihlanjutuntukdapatmengembangkan industry
Berdasarkankesimpulantersebut di atas,
50
3. Diharapkanuntukmahasiswa/i agar
hendaknyadapatmenggunakanataumemanfaatkanzatpewarnaanalamikarnaramahli
ngkungandanamanuntukkesehatan.
4. Sebagaibahanmasukankepadapenelitiselanjutnyauntukdapatmengembangkanpem
anfaatanbahan-bahanalamilainnyauntukmenghasilkanwarna yang
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian. Rineka Cipta: Jakarta.
Darmaprawira W.A, Sulasmi. 2002. Warna Teori Dan Kreativitas Penggunaanya. Bandung: ITB.
Dermawan Sembiring.1988. Pengangan Pendidikan Seni Rupa. Bandung: CV
Armico
Djoemena, Nian.S. 2002. Lurik Garis-Garis Bertuah. Jakarta: Djambatan.
Hamzuri. 1985. Batik Klasik. Jakarta: PT. Djambatan.
Elbe. 1966. Zat Pewarna Alami. Jakarta: PT. Erlangga.
Hamzuri. 2004. Kreasi Ragam Hias. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Hidayat, Nur. 2006. Membuat Pewarna Alami. Jakarta: Trubus Agrisarana.
Jumaeri. 2007. Pengetahuan Barang Tekstil. Bandung: ITB.
Netty Juliana. 2010. Kajian Jumputan Pelangi Palembang.Seni RupaVol.7 No.2 Medan: Desember.
Nofrial. 2011. Finishing Kayu Dari Bahan Alam. Corak Vol.1 No.1 Yogyakrta: Mei
.
Kamus Ensiklopedi Nasional Indonesia. 1988. Defenisi Eksperimen. Akses 10 Januari 2015.
Langewis, Laurens. 1962. Decorative Art In Indonesia Textiles.
Mila Karmila. 2002. Seni Tie Dye. Modul FPTK: UPI
Panggabean, Ratna. 2003. Tekstil Untuk Kelas 1 SLTP. Buku Piloting PSN. Jakarta.
Rasjoyo. 2002. Pewarna Alami. Jakarta: Harian Kompas.
Retno. (2009:11). Zat Pewarna Alami. Jakarta: Trubus Agrisarana
Sachari Agus. 2007. Seni Rupa & Desain. Jakarta: Erlangga.
Absolut.
Schwartz, 1966. Zat Pewarna Alami. Jakarta: PT. Erlangga.
Sugiyono. 2011. Metode Eksperimen. Bandung: Alfa Beta.
Sugiyono. 2014. Metode Eksperimen.Bandung: Alfa Beta.
Susanto, Sewan. 1973. Seni Kerajinan Batik Indonesia. Jakarta: Balai Penelitian Batik Dan Kerajinan.
Sulasmi. 2002. Zat Pewarna Alami. Jakarta: Trubus Agrisarana.
Sukardi. 2011. Metode Eksperimen. Jakarta: Erlangga.
Sukardi. 2003. Metode Eksperimen. Jakarta: Erlangga.
Suhartini. 2008. Perbedaan Hasil Warna Ragam Hias Teknik Ikat Celup. Skripsi Fakultas Teknik: Universitas Negeri Medan.
Soni. 2004. Manfaaf Kulit Manggis. Jakarta: Trubus Agrisarana.
http://google.com/sejarah/batik-ikat-celup.
http://google.com/kulit-buah-manggis.