• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM INFORMASI PELAYANAN PASIEN RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN BERBASIS WEB DI BPRB TALI KASIH.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "SISTEM INFORMASI PELAYANAN PASIEN RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN BERBASIS WEB DI BPRB TALI KASIH."

Copied!
80
0
0

Teks penuh

(1)

DI BPRB TALI KASIH

SKRIPSI

Disusun Oleh :

WAHYU SUSETYO

NPM : 0935010087

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”

J AWA TIMUR

(2)

SISTEM INFORMASI PELAYANAN PASIEN RAWAT INAP DAN

RAWAT J ALAN BERBASIS WEB

DI BPRB TALI KASIH

Oleh

WAHYU SUSETYO

NPM : 0935010087

Telah disetujui untuk mengikuti Ujian Negar a Lisan Gelombang IV Tahun Akademik 2013/2014

Menyetujui,

Mengetahui,

Ketua Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Industri

Univer sitas Pembangunan Nasional “Veteran” J awa Timur Pembimbing Utama

Dr. Ronny, S.Kom, M.Kom, M.H NPT. 3 7109 090 154 1

Nur Cahyo Wibowo, S.Kom, M.Kom NPT. 3 7903 040 197 1

Pembimbing Pendamping

(3)

SISTEM INFORMASI PELAYANAN PASIEN RAWAT INAP DAN

RAWAT J ALAN BERBASIS WEB

DI BPRB TALI KASIH

Oleh

WAHYU SUSETYO

NPM : 0935010087

Telah dipertahankan dihadapan dan diterima oleh Tim Penguji SKRIPSI Pr ogram Studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Industri

Univer sitas Pembangunan Nasional “Veteran” J awa Timur Pada Tanggal 22 J uli 2014

Pembimbing : Tim Penguji :

Nur Cahyo Wibowo, S.Kom, M.Kom NPT. 3 7903 040 197 1

Agung Brastama P., S.Kom, M.Kom

NPT. 3 8511 130 357 1

Mengetahui

Dekan Fakultas Teknologi Industri

Univer sitas Pembangunan Nasional “Veteran” J awa Timur

Rizka Hadiwiyanti, S.Kom, M.Kom NPT. 3 8607 130 350 1

Dr. Ronny, S.Kom, M.Kom, M.H NPT. 3 7109 090 154 1

(4)

Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa mahasiswa berikut :

Nama : Wahyu Susetyo

NPM : 0935010087

Program Studi : SISTEM INFORMASI

Telah mengerjakan REVISI SKRIPSI Ujian Lisan gelombang V, TA 2013/2014 dengan judul :

“Sistem Infor masi Pelayanan Pasien Rawat Inap Dan Rawat J alan Di BPRB Tali Kasih”

Surabaya, 22 Juli 2014

Dosen Penguji yang memeriksa revisi

Mengetahui,

1) Nur Cahyo Wibowo, S.Kom, M.Kom { }

NPT. 3 7903 040 197 1

2) Rizka Hadiwiyanti, S.Kom, M.Kom { }

NPT. 3 8607 130 350 1

3) Agung Brastama P., S.Kom, M.Kom { }

NPT. 3 8511 130 357 1

Pembimbing Utama

Dr. Ronny, S.Kom, M.Kom, M.H NPT. 3 7109 090 154 1

Pembimbing Pendamping

(5)

ii

Syukur Alhamdulillaahi rabbil ‘alamin terucap ke hadirat Allah SWT atas

segala limpahan Kekuatan-Nya sehingga dengan segala keterbatasan waktu,

tenaga, pikiran dan keberuntungan yang dimiliki penyusun, akhirnya penyusun

dapat menyelesaikan Skripsi yang berjudul “Sistem Infor masi Pelayanan Pasien

Rawat Inap Dan Rawat J alan Berbasis Web Di BPRB Tali Kasih” tepat pada

waktunya. Skripsi dengan beban 4 SKS ini disusun guna diajukan sebagai salah

satu syarat untuk menyelesaikan program Strata Satu (S1) pada program studi

Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Industri, UPN ”VETERAN” Jawa Timur.

Dengan selesainya tugas akhir ini, tidak lupa penyusun mengucapkan

terima kasih yang sebesar – besarnya, pada :

1. Kedua Orang Tua yang selalu mensupport dalam hal pembuatan tugas

akhir ini.

2. Bapak Ir. Sutiyono, MT selaku dekan Fakultas Teknologi Industri UPN

“Veteran” JawaTimur.

3. Bapak Nur Cahyo Wibowo, S.Kom, M.Kom, selaku Ketua Program Studi

Sistem Informasi FTI Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa

Timur.

4. Bapak Dr.Ronny, S.Kom, M.Kom, MH, sebagai dosen pembimbing 1

dalam pengerjaan tugas akhir ini.

5. Bapak Priza Pandunata, S.Kom, M.Sc, sebagai dosen pembimbing 2 dalam

pengerjaan tugas akhir ini.

6. Ibu Sri Pinti Rahmawati S.Km, M.Kes yang sudah memberi izin untuk

(6)

iii untuk pengembangan aplikasi lebih lanjut.

Akhir kata semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi semua

pihak yang berkepentingan dan semoga Allah SWT memberikan balasan kepada

semua pihak yang telah memberikan bantuan.

Surabaya, Juli 2014

(7)

iv

ABSTRAKSI ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR GAMBAR ... vii

DAFTAR TABEL ... ix

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Rumusan Masalah... 2

1.3. Batasan Masalah ... 2

1.4. Tujuan ... 3

1.5. Manfaat ... 3

1.6. Metodologi Penelitian ... 4

1.7. Sistematika Pembahasan ... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 7

2.1. Profil BPRB Tali Kasih ... 7

2.2. Sistem ... 10

2.3. Karakteristik Sistem... 11

2.4. Informasi ... 13

2.5. Sistem Informasi ... 14

2.6. Definisi Istilah Dalam Database ... 17

2.6.1. Database ... 17

2.6.2. Komponen – Komponen Database... 18

2.7. Perancangan Model Konseptual Database ... 18

(8)

v

2.9. DFD (Data Flow Diagram) ... 21

2.10. Server Side Language (PHP)... 24

2.11. CDM (Conceptual Data Model) ... 27

2.12. PDM (Physical Data Model)... 28

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM ... 29

3.1. Analisa Sitem ... 29

3.2. Analisa Masalah ... 29

3.3. Diagram Konteks ... 30

3.4. Diagram Level 0 ... 31

3.5. Conceptual Data Model ... 35

3.6. Physical Data Model ... 33

3.7. Struktur Tabel ... 32

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 44

4.1 Hasil Dan Pembahasan ... 44

4.2. Implementasi Aplikasi Antar Muka... 44

4.3. Implementasi Antar Muka Menu Utama ... 45

4.4. Uji coba sistem ... 58

BAB V PENUTUP………...70

5.1. Kesimpulan ... 70

5.2. Saran ... 70

(9)

Dosen Pembimbing I : Dr.Ronny, S.Kom, M.Kom, M.H

Dosen Pembimbing II : Priza Pandunata, S.Kom, M.Sc

ABSTRAK

Perkembangan teknologi informasi pada saat ini berkembang sangat pesat. Perkembangan inilah yang tidak akan dilewatkan oleh sebuah instansi dibidang kesehatan yang ingin dan butuh untuk mempermudah dalam membantu proses pencatatan data yang dijalankan oleh karyawan kesehatan. Salah satunya yaitu sistem informasi pelayanan rawat inap dan rawat jalan. Dimana sebelumnya BPRB ini secara keseluruhan masih menggunakan cara manual dalam hal penyajian laporan atau informasi. Dengan adanya sistem ini diharapkan dapat membantu dalam pencatatan pada BPRB Tali Kasih untuk meningkatkan kualitas instansi tersebut.

Dengan sistem komputerisasi yang cepat dan handal, pencatatan data akan dilakukan secara Realtime. Aplikasi ini dibangun dengan perangkat lunak php dan

Mqsql sebagai tempat penyimpanan data barang berupa database. Dan dengan

menggunakan Power Designer Versi 15.0 sebagai perangkat lunak yang

membantu dalam Desain database-nya yang berguna untuk mempermudah dalam

mendesain database yang sesuai kebutuhan dalam perusahaan.

Aplikasi ini untuk memberikan kemudahan kepada karyawan kesehatan sehingga dalam penyajian laporan atau informasi dapat diperoleh secara cepat dan akurat.

Kata kunci : Rawat inap, Rawat jalan, Php Mysql, Sistem Informasi, BPRB Tali

(10)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang sedemikian pesat,

maka tidak hanya perusahaan-perusahaan besar saja yang telah memanfaatkan

jaringan internet, melainkan hampir semua lembaga dan instansi mulai dari

sekolah-sekolah, perguruan tinggi hingga instansi pemerintah kota telah

memanfaatkan internet, khususnya penggunaan aplikasi website sebagai sarana

penunjang kegiatan aktivitasnya.

Sektor kesehatan yang merupakan salah satu sektor pembangunan yang

sedang mendapat perhatian besar dari pemerintah, merupakan salah satu sektor

pembangunan yang sangat potensial untuk dapat diintegrasikan dengan kehadiran

teknologi informasi. Salah satu contoh aplikasi teknologi informasi di bidang

kesehatan adalah dengan mengimplementasikan suatu sistem jaringan kesehatan

global dalam satu komunitas. Dengan kemajuan perkembangan instansi kesehatan

di BPRB Tali Kasih, baik dari aspek administratif atau teknologi, maka proses

pelayanan kesehatan di BPRB Tali Kasih dapat berlangsung secara efektif dan

efisien. Sehingga untuk mewujudkam hal tersebut serta mengembangkan mutu

instansi kesehatan dibutuhkan beberapa fasilitas pendukung, yang sebelumnya di

intansi kesehatan secara keseluruhan masih menggunakan cara manual maka dari

itu sangat diperlukan teknologi informasi dibidang kesehatan.

Dengan pertimbangan tersebut dan pribadi penulis yang ingin menerapkan

(11)

sebuah aplikasi berbasis web yang berjudul “Sistem informasi pelayanan pasien

rawat inap dan rawat jalan berbasis web di BPRB (Balai Pengobatan Dan

Rumah Bersalin) Tali Kasih

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, maka dapat dirumuskan

permasalahan dalam tugas akhir ini, yaitu :

1) Bagaimana merancang Sistem Informasi pelayanan terhadap pasien yang

dapat membantu proses pembuatan laporan pasien rawat inap, membantu

proses pengolahan data maupun administrasi di BPRB Tali Kasih,

mengefektifkan penyimpanan data, pencatatan dan pencarian data?

2) Bagaimana penyajian informasi data-data pasien rawat inap dan rawat

jalan yang sedang dirawat di BPRB Tali Kasih ?

1.3 Batasan Masalah

Agar pembahasan dan penyusunan tugas akhir ini dapat dilakukan secara

terarah dan tidak menyimpang serta sesuai dengan apa yang diharapkan, maka

perlu ditetapkan batasan – batasan dari permasalahan yang dihadapi, yaitu :

1) Data masukan dari sistem informasi pasien rawat inap ini yaitu : data

pasien rawat inap, data hasil perkembangan medis, data ruangan, data jenis

tindakan, data dokter, data kelas.

(12)

tidak membahas mengenai pembayaran biaya rawat inap pasien yang

menggunakan kartu askes.

3) Keluaran dari sistem sistem informasi pasien rawat inap ini yaitu : kartu

berobat, informasi ruangan, informasi bukti obat yang diberikan, daftar

rincian pembayaran pasien rawat inap, laporan data pasien, laporan

transaksi pembayaran pasien rawat inap.

1.4 Tujuan

Berdasarkan pada masalah yang telah didefinisikan di atas maka tujuan

skripsi ini adalah sebagai berikut :

1) Untuk mengetahui bagaimana sistem yang sedang berjalan di BPRB Tali

Kasih saat ini.

2) Untuk mengembangkan sistem informasi pelayanan rawat jalan dan rawat

inap pada di BPRB Tali Kasih.

1.5 Manfaat

Adapun skripsi ini diharapkan dapat bermanfaat:

1) Mampu memberikan informasi yang detail dan sistematis sehinggan

dapat mendukung dalam pembuatan laporan yang dibutuhkan.

2) Mempermudah dalam pencatatan pasien dan juga pencarian data pasien

jika diperlukan.

3) Untuk membantu meningkatkan kinerja pegawai di BPRB Tali Kasih

dan meningkatkan pelayanan rawat jalan dan rawat inap terhadap

(13)

4) Untuk mempercepat proses pembuatan laporan pasien rawat inap dan

rawat jalan sehingga menghasilkan infomasi yang tepat dan akurat.

1.6 Metedologi Penelitian

Adapun langkah - langkah metode penelitian yang dipergunakan dalam

pengerjaan Tugas Akhir ini adalah :

a. Studi Literatur

Mencari referensi dan bahan - bahan pustaka tentang teori-teori dan beberapa

informasi yang berhubungan atau memiliki manfaat dalam pemecahan

masalah berdasarkan permasalahan yang akan dikerjakan dalam tugas akhir

ini.

b. Pengumpulan Data Studi Kasus.

Mencari contoh-contoh kasus serupa yang berhubungan dengan permasalahan

yang dikerjakan dalam skripsi ini.

c. Analisis dan Perancangan :

Membuat analisa berdasarkan data-data yang sudah dimiliki, melakukan

analisa kebutuhan sistem. Membuat konsep perancangan aplikasi dimulai

dengan perancangan basis data dan desain antar muka aplikasi.

d. Implementasi Program :

Mengimplementasikan teknik dan metode yang akan digunakan. Detail

mengenai implementasi program dilakukan sesuai dengan hasil analisa dan

(14)

e. Pengujian Aplikasi

1) Melakukan pengujian pada aplikasi yang telah dibuat. Menguji ketepatan

data dan efektifitas sistem yang diterapkan pada aplikasi.

2) Evaluasi dan Penarikan kesimpulan.

3) Evaluasi dilakukan untuk mengetahui kinerja aplikasi apakah sudah sesuai

dengan rencana, dan selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan dari

hasil evaluasi tersebut.

1.7 Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahasan yang dibuat dalam skripsi ini disusun dalam

beberapa bab, yang dijelaskan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Berisi tentang pendahuluan dimana dilakukannya pra-tugas akhir

dan latar belakang yang menjelaskan tentang informasi dari

instansi yang bersangkutan dimana berkaitan dengan permasalahan

yang sedang dihadapi serta solusi pemecahannya, rumusan

masalah, batasan masalah, tujuan, manfaat bagi pengguna serta

sistematika penulisan yang digunakan dalam laporan Tugas Akhir

ini.

BAB II TINJ AUAN PUSTAKA

Berisi landasan – landasan teori dan hal - hal yang bersifat

informatif yang akan digunakan sebagai data pendukung dalam

(15)

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

Berisi tentang analisa masalah dari model penelitian untuk

memperlihatkan keterkaitan antar variabel yang diteliti dan

beberapa penjelasan dari analisa permasalahan yang di teliti.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Berisi tentang hasil yang diperoleh dari skripsi beserta

pembahasan perancangan sistem dan pengimplementasian hasil

perancangan sistem yang telah dibuat ke dalam bentuk aplikasi

yang akan dibangun. Membahas uji coba aplikasi yang dibuat,

untuk mengetahui tingkat keberhasilan sistem dan ketepatan

datanya, kemudian melakukan evaluasi terhadap kinerja sistem.

BAB V PENUTUP

Berisi kesimpulan dan saran yang sudah diperoleh dari hasil

(16)

BAB II

TINJ AUAN PUSTAKA

2.1. Pr ofil BPRB Tali Kasih

Sebelum mempunyai izin sebagai Balai Pengobatan Dan Rumah Bersalin instansi ini masih berupa Yayasan yang bernama Tali Kasih yang beralamatkan di

Jalan Cepu kecamatan Jepon kabupaten Blora. Didirikan tanggal 22 Agustus 2005 dan diprakarsai oleh keluarga besar Bapak Suparno.

Yayasan Tali Kasih merupakan Yayasan Sosial dan berperan aktif dalam

bidang Kesehatan. Sebagai wujud nyata, maka Yayasan Tali Kasih mendirikan

Balai Pengobatan dan Rumah Bersalin yang bernama BPRB Tali Kasih.

2.1.1. Visi Dan Misi BPRB Tali Kasih VISI :

Menyehatkan masyarakat dan memasyarakatkan kesehatan.

MISI :

1. Sebagai tempat masyarakat untuk mengkonsultasikan masalah

kesehatan yang mereka alami.

2. Sebagai mitra pemerintah dalam memberikan pelayanan prefentif dan kuratif serta rehabilitatif.

3. Sebagai wujud pengabdian kepada masyarakatdengan ikut serta dalam usaha warga untuk meningkatkan derajad kesejahteraan melalui

peningkatan kesehatan.

(17)

2.1.2. Maksud Dan Tujuan

Maksud dan tujuan balai pengobatan dan rumah bersalin Tali Kasih adalah:

1. Meningkatkan derajat kesehatan jasmani dan rohani.

2. Meningkatkan dan memberdayakan potensi sumbar daya manusia (SDM) dalam bidang paramedik.

3. Meningkatkan kehidupan sosial ekonomi.

4. Memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam bidang kesehatan.

(18)

2.1.3. BPRB Tali Kasih Melayani 1. KB

2. Pemeriksaan umum 3. Persalinan

4. Konsultasi kesehatan

5. Laboratorium (gula darah,asam urat,kolesterol dan golongan darah)

6. Tindakan medis dasar

7. Pelayanan gawat darurat sederhana 8. Pemeriksaan kesehatan

9. USG

2.1.4. Alur Pelayanan

1. Pendaftaran/administrasi 2. Ruang periksa

3. Penerimaan obat

4. Konseling

5. Pembayaran adminsitrasi

2.1.5. FASILITAS 1. Kamar rawat inap 2. Ruang pemeriksaan

3. Ruang tindakan

4. Ruang tempat tunggu pasien

(19)

Gambar 2.2 Statistik Pasien BPRB Tali Kasih

2.2. Sistem

Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma)

adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan

bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini

sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi,

di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat. menurut Andri

Kristanto (2008:1) adalah Sistem merupakan jaringan kerja dari prosedur –

prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama–sama untuk melakukan

suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Sistem dapat

didefinisikan dengan pendekatan prosedur dan dengan pendekatan komponen.

Dengan pendekatan prosedur, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur – prosedur yang mempunyai tujuan tertentu. Contoh sistem yang didefinisikan dengan pendekatan prosedur ini adalah sistem

(20)

Dengan pendekatan komponen, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan

dari komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain membentuk satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu. Contoh sistem yang didefinisikan dengan pendekatan ini misalnya sistem computer yang didefinisikan sebagai

kumpulan perangkat keras dan lunak.

2.3. Karakteristik sistem

Suatu sistem mempunyai suatu karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu sebagai berikut:

a. Komponen Sistem (component).

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen tersebut dapat berupa suatu sub-sistem atau bagian-bagian sistem.

Setiap sub-sistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

b. Batas Sistem (boundary).

Batasan sistem (boundary) adalah merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya ataupun dengan lingkungan

luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan.

c. Lingkungan Luar Sistem (environment).

(21)

bersifat menguntungkan dan merugikan sistem tersebut. Sifat menguntungkan

ini berarti energi dari sistem dan harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan agar tidak menganggu kelangsungan hidup sistem.

d. Penghubung Sistem (interface).

Penghubung Sistem (interface) adalah merupakan media penghubung

antara satu sub-sistem dengan sub-sistem yang lain sehingga memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu sub-sistem ke sub-sistem lainnya. Dengan penghubung satu sub-sistem dapat berintergrasi dengan sub-sistem

lainnya membentuk satu kesatuan. e. Masukan Sistem (input).

Masukan sistem (input) adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang

dimasukkan supaya sistem dapat beroperasi sedangkan signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.

f. Keluaran Sistem (output).

Keluaran sistem (output) adalah hasil dari energi yang diolah dan dikasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan keluaran

dapat merupakan masukan untuk sistem yang lain atau supra sistem. g. Pengolah Sistem (process).

(22)

lainnya untuk menghasilkan keluaran berupa laporan dan informasi yang

berguna.

h. Sasaran sistem (objective).

Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective).

Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran maka operasi tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang

dibutuhkan dan keluaran sistem yang akan dihasilkan oleh sistem itu sendiri.

2.4. Infor masi

Informasi adalah data proses bisnis yang sudah diolah menjadi laporan yang bermanfaat bagi siapa saja yang menggunakannya. Pada bidang akutansi,

data adalah transaksi harian, sedangkan informasi adalah jurnal harian, dll. Menurut Jogiyanto HM (1990) Menurutnya Informasi adalah sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih

berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang

nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi memiliki

beberapa karakteristik sendiri apabila sebuah informasi tersebut dikatakan baik. Berikut beberapa karakteristik informasi yang baik :

(23)

Informasi yang tidak didukung oleh karakteristik diatas tidak dapt

dikatakan sebagai informasi yang berguna. Dijaman sekarang ini, perkembangan informasi sangatlah cepat. Semua informasi dapat diperoleh secara mudah.

2.5 Sistem Informasi.

Sistem Informasi memiliki beberapa definisi dan pandangan dari beberapa

ahli. Menurut Robert A. Leitch/K. Roscoe Davis ( 1983) mengemukakan bahwa

sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang

mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi,

bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan

pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. Namun, secara umum

sistem informasi merupakan suatu rangkaian yang memilki suatu keterkaitan satu

sama lain dalam pengolahan data sehingga nantinya hasil pengolahan data ini

memilki sesuatu informasi yang berguna dan terhubung antar satu sama lainnya

Dalam beberapa dekade terakhir ini, persepsi sistem informasi selalu

diidentikkan dengan hal-hal yang bersifat komputerisasi, karena memang sistem

informasi yang terkomputerisasi mampu mengkoordinasi beberapa subunit dari

organisasi dan mengarahkan bagian-bagian tersebut untuk mencapai tujuan dalam

hal penghematan waktu, penghematan biaya, peningkatan efektivitas,

pengembangan teknologi, pengembangan personel akuntansi dan lain sebagainya.

(24)

a) Komponen input

Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini

termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan,

yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

b) Komponen model

Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik

yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data

dengan cara yag sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang

diinginkan.

c) Komponen output

Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang

berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem.

d) Komponen teknologi

Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi, Teknologi

digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan

mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu

pengendalian dari sistem secara keseluruhan.

e) Komponen hardware

Hardware atau perangkat keras berperan penting sebagai suatu media

penyimpanan vital bagi sistem informasi. Yang berfungsi sebagai tempat

untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data

dan informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem

(25)

f) Komponen software

Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah, menghitung dan

memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu

informasi.

g) Komponen basis data

Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan

berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di perangkat keras komputer

dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu

disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut.

Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya

informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga

berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau

dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS

(Database Management System).

h) Komponen kontrol

Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api,

temperatur, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem

itu sendiri, ketidak efisien, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa

pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa

hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau pun bila terlanjur terjadi

kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

Pada prakteknya, tidak semua sistem informasi mencakup keseluruhan

(26)

hanya melibatkan sebuah pemakai dan sebuah komputer tidak melibatkan

fasillitas jaringan dan komunikasi. Kadir (2003) mengemukakan sistem informasi

grup kerja (workgroup information system) yang melibatkan sejumlah orang dan

sejumlah komputer, memerlukan sarana jaringan dan komunikasi.

2.6 Definisi Istilah Dalam Database 2.6.1 Database.

Suatu Database Management System (DBMS) berisi suatu koleksi data

yang saling berelasi dan satu set program pengelola untuk menambah data,

menghapus data, mengambil data dan membaca data.Menurut Kadir (2003:17)

pengertian DBMS adalah:” Suatu program komputer yang digunakan untuk

memasukkan, mengubah ,menghapu emanipulasi dan memperoleh

data/informasi dengan praktis dan efisien”.

Database adalah kumpulan dari file yang saling berelasi, relasi tersebut

bisa ditunjukkan dengan kunci tiap file yang ada. Suatu database menunjukkan

satu kumpulan data yang dipakai dalam satu lingkup perusahaan atau instansi.

Dalam suatu file terdapat record yang sejenis, sama besar, sama bentuk,

merupakan suatu kumpulan entity yang seragam. Satu record terdiri dari field

yang saling berhubungan untuk menunjukkan bahwa field tersebut dalam satu

pengertian lengkap dan direkam dalam satu record. Untuk menyebut isi dari

record digunakan atribut atau merupakan judul dari satu kelompok etity

tertentu. Entity adalah satu objek yang nyata dan akan direkam. Set program

(27)

mengefisiensikan pemasukan atau perekaman informasi dan pengambilan atau

pembacaan informasi ke dalam database.

2.6.2 Komponen – Komponen Database

Bagian ini memberikan pengantar mengenai komponen – komponen

yang dapat dipakai untuk membangun aplikasi database.

a. Komponen Table. Cara paling mudah untuk mengakses database adalah

menggunakan komponen Table dari page BDE. Komponen Table mengacu

ke sebuah tabel database. Pada saat memakai komponen tabel, harus

menyatakan nama database pada property Database Name. Anda dapat

memasukkan nama alias atau menyatakan direktorinya.

b. Komponen Query. Komponen ini lebih kompleks dibandingkan denagn

sebuah table, karena memerlukan perintah SQL. Namun komponen Query

lebih fleksibel dibandingkan dengan komponen Table.

c. Komponen StoredProc. Komponen ini mengacu ke stored procedure yang

disimpan di dalam sebuah SQL server. Anda dapat menjalankan procedure

– procedure ini dan hasilnya dimasukkan ke dalam sebuah tabel.

StoredProc hanya dapat dipakai pada SQL server.

d. Komponen Database. Komponen ini dipakai untuk mengontrol transaksi,

sekuritas, dan mengontrol koneksi. Biasanya dipakai untuk berhubungan

dengan database remote pada aplikasi client/ server.

2.7 Perancangan Model Konseptual Database.

Model konseptual database bukanlah pendekatan proses informasi

(28)

memproses data untuk beberapa aplikasi. Model konseptual tidak tergantung

pada aplikasi individual, juga tidak tergantung pada DBMS (Database Management System) yang digunakan, juga tidak tergantung pada hardware yang digunakan.

Pada perencanaan model konseptual penekanan tinjauan dilakukan pada struktur data dan relasi antar file. Pendekatan yang dilakukan pada perancangan

model konseptual adalah menggunakan model data relational. Terapat dua buah teknik, yaitu : Teknik Normalisasi, Teknik Entity Relationship.

2.8 Basis Data (MySQL)

Kusrini (2007:2) Basis data adalah kumpulan data yang saling berelasi,

basis data bertujuan untuk mengatur data sehingga diperoleh kemudahan,

ketepatan, dan kecepatan dalam pengambilan kembali data yang diperlukan.

Banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan menggunakan basis data

diantaranya adalah :

a) Kecepatan dan kemudahan (speed)

b) Kebersamaan pemakai (sharability)

c) Pemusatan kontrol data

d) Efisiensi ruang penyimpanan (space)

e) Keakuratan (accuracy)

f) Ketersediaan (availability)

g) Kelengkapan (Completeness)

h) Keamanan (security)

i) Kemudahan dalam pembuatan program aplikasi baru

(29)

k) Kebebasan data (Data Independence)

l) User View

Banyak sekali perangkat lunak yang digunakan untuk sistem manajemen

basis data atau yang lebih dikenal dengan DBMS (Database Management

System), diantaranya adalah MySQL. Menurut Bunafit Nugroho (2004:140),

MySQL merupakan pemrograman atau sistem manajemen database (kumpulan

data yang terstruktur) yang menggunakan basis bahasa SQL (Structured Query

Language). MySQL merupakan system manajemen database yang dapat

dihandalkan dan penggunaannya mudah untuk dipahami. MySQL didesain untuk

menangani database yang besar dengan cepat, memiliki tingkat keamanan dan

konektivitasyang tinggi

MySQL adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang

didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License).

Dimana setiap orang bebas untuk menggunakan MySQL, namun tidak boleh

dijadikan produk turunan yang bersifat komersial. MySQL sebenarnya merupakan

turunan salah satu konsep utama dalam database sejak lama, yaitu SQL

(Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian

database, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang

memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis.

Kehandalan suatu database (DBMS) dapat diketahui dari cara kerja optimizer-nya

dalam melakukan proses perintah-perintah SQL, yang dibuat oleh user maupun

(30)

2.9 DFD (Data Flow Diagram).

Data Flow Diagram (DFD) merupakan diagram yang mengunakan notasi-

notasi atau simbol-simbol untuk menggambarkan sistem jaringan kerja antar

fungsi-fungsi yang berhubungan satu sama lain dengan aliran dan penyimpanan

data (Adi Nugroho, 2011). Pada tahap analisis, penggunaan notasi ini sangat

membantu sekali di dalam komunikasi dengan pemakai sistem untuk memahami

sistem secara logika. DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem

yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa

mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir atau dimana

data tersebut akan disimpan. Salah satu keuntungan menggunakan diagram aliran

data adalah memudahkan pemakai (user) yang kurang menguasai bidang

komputer untuk mengerti sistem yang akan dikerjakan.

DFD terdiri dari diagram konteks (context diagram) dan diagram rinci

(level diagram). Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu

proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. Diagram konteks

merupakan level tertinggi dari DFD yang menggambarkan seluruh input ke

sistem atau output dari sistem. Dalam diagram konteks biasanya hanya ada satu

proses. Tidak boleh ada store atau penyimpanan dalam diagram konteks. Diagram

rinci adalah diagram yang menguraikan proses apa saja yang ada dalam diagram

level di atasnya. Jogiyanto (1990) beberapa simbol yang di digunakan di dalam

DFD dengan maksud mewakili :

1. External entity (kesatuan luar) atau boundary (batas sistem);

2. Data flow (arus data);

(31)

4. Data store (simpanan data).

1. External Entity (kesatuan luar)

Setiap sistem pasti mempunyai batas sistem (boundary) yang memisahkan

suatu sistem dengan lingkungan luarnya. Sistem akan menerima input dan

menghasilkan output kepada lingkungan luarnya. Kesatuan luar (external entity)

merupakan kesatuan (entity) dilingkungan luar sistem yang dapat berupa orang,

organisasi atau sistem lainnya yang berada dilingkungan luarnya yang akan

memberikan input atau menerima output dari sistem, simbol external entity

digambarkan dengan simbol persegi panjang (Gambar 2.1)

Gambar 2.3 Simbol External Entity

External entity ini kebanyakan adalah salah satu dari berikut ini (Jogiyanto

,1990).

a) Suatu kantor, departemen atau divisi dalam perusahaan tetapi di luar

sistem yang sedang dikembangkan.

b) Orang atau sekelompok orang diorganisasi tetapi di luar sistem yang

sedang dikembangkan.

c) Suatu organisasi atau orang yang berada di luar organisasi seperti misalnya

langganan, pemasok.

(32)

e) Sumber asli dari suatu transaksi.

f) Penerima akhir dari suatu laporan yang dihasilkan oleh sistem.

1. Arus Data

Arus data (data flow) di DFD diberi simbol suatu panah (gambar 2.8), arus

data ini mengalir diantara proses (process), simpanan data (data store) dan

kesatuan luar (external entity). Arus data menunjukan arus data yang dapat berupa

masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem dan dapat berbentuk sebagai

berikut ini (Jogiyanto ,1990).

a. Formulir atau dokumen yang digunakan di perpustakaan.

b. Laporan tercetak yang dihasilkan oleh sistem

c. Tampilan atau output di layar komputer yang dhasilkan oleh

sistem.

d. Masukan untuk komputer.

e. Komunikasi ucapan.

f. Surat-surat atau memo.

g. Data yang dibaca atau direkamkan ke suatu file

h. Suatu isian yang dicatat pada buku agenda

i. Transmisi data dari suatu komputer ke komputer yang lain.

(33)

2. Proses

Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin

atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk kedalam proses untuk

dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses. Suatu proses di tunjukkan

dengan simbol lingkaran (Yourdan dan DeMarco) atau dengan simbol empat

persegi panjang tegak dengan sudut-sudut tumpul (Gene dan Serson). Simbol

suatu proses dalam DFD dapt di lihat pada Gambar 2.3 dan 2.4.

3. Data Store (simpanan data)

Simpanan data (data store) merupakan simpanan dari data yang dapat

berupa file atau database di sistem komputer, arsip atau catatan manual, kotak

tempat data di meja seseorang, tabel acuan manual, agenda atau buku. Simpanan

data di DFD dapat disimbolkan dengan sepasang garis horizontal paralel yang

tertutup di salah satu ujungnya.

2.10 Server Side Language (PHP)

Server Side merupakan teknologi webpage yang menerapkan jenis

pemrograman web dimana semua sintaks dan perintah program yang diberikan

Gambar 2.5

Simbol Proses Menurut Yourdan dan DeMarco

Gambar 2.6

(34)

akan dijalankan/diproses di web server, kemudian hasilnya dikirimkan ke browser

pengguna dalam bentuk HTML biasa. Sehingga pengguna tidak dapat melihat

kode asli yang ditulis dalam bentuk server side programming salah satu contoh

bahasa pemrograman yang dijalankan di sisi server adalah PHP.

PHP adalah akronim dari Hypertext Preprocessor, yaitu suatu bahasa

pemrograman berbasiskan kode-kode (script) yang digunakan untuk mengelola

suatu data dan mengirimkannya kembali ke web browser menjadi kode HTML.

Kode PHP mempunyai ciri-ciri khusus, yaitu :

a. Hanya dapat dijalankan menggunakan web server, misal Apache.

b. Kode PHP diletakkan dan dijalankan di web server.

c. Kode PHP dapat digunakan untuk mengakses database, seperti MySQL,

PostgreSQL,Oracle, dan lain-lain.

d. Merupakan software yang bersifat open source.

e. Gratis untuk di-download dan digunakan.

f. Memiliki sifat multiplatform, artinya dapat dijalankan menggunakan

sistem operasi apapun, seperti : Linux, Unix, Windows, dan lain-lain.

PHP sendiri adalah tekhnologi yang diperkenalkan tahun 1994 oleh

Rusmus Lerdorf yaitu sebuah bahasa pemograman yang berjalan dalam sebuah

web-server (server side). PHP diciptakan oleh programmer unix dan Perl yang

bernama Rasmus Lerdoft pada bulan Agustus-September 1994. Pada awalnya,

Rasmus mencoba menciptakan sebuah script dalam wesite pribadinya dengan

tujuan untuk memonitor siapa saja yang pernah mengunjungi website-nya. Pada

awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (Situs personal).

(35)

menamakannya PHP/FI pada sekitar tahun 1995, dan diperkenalkan kepada

beberapa programmer pemula dengan alasan bahasa yang digunakan oleh PHP

cukup sederhana dan mudah dipahami. Selanjutnya Rasmus menulis ulang PHP

dengan bahsa C untuk meningkatkan kecepatan aksesnya.

Mulai bulan September sampai Oktober 1995, kode PHP ditulis ulang dan

digabungkan menjadi PHP/F1. Baru di akhir tahun 1995 dirilis bagi umum secara

gratis. Mengapa Rasmus membagikan ke publik secara gratis? Rasmus

berangapan apabila kode PHP ini berguna bagi dirinya, tentu juga akan

bermanfaat untuk orang lain. Dan pada akhirnya memang akan kembali

bermanfaat bagi dirinya sendiri.

Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini, interpreter PHP

sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga

modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.

Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang

interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada

Juni 1998, perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan

meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0 dan singkatan PHP dirubah menjadi

akronim berulang PHP: Hypertext Preprocessing.

Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis

tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak

dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai disebabkan

kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki

(36)

Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter

PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model

pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan

bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek. Script PHP adalah

bahasa program yang berjalan pada sebuah webserver, atau sering disebut

server-side. Oleh karena itu, PHP dapat melakukan apa saja yang bisa dilakukan program

CGI lain, yaitu mengolah data dengan tipe apapun, menciptakan halaman web

yang dinamis, serta menerima dan menciptakan cookies, arti script server-side

adalah, agar dapat menjalankan script ini dibutuhkan tiga program utama, yaitu

web-server (dapat berupa IIS dari windows atau apache), modul PHP dan juga

web browser.

2.11 CDM (Conceptual Data Model)

Menurut Wiwit Siswoutomo (2006:179) mendefinisikan bahwa CDM

merupakan representasi struktur logika database dimana ia tidak tergantung pada

software dan struktur penyimpanan data apapun. Model konseptual ini sering

berisi objek-objek yang belum diimplementasikan dalam database secara fisik. Ia

memberikan representasi formal dari kebutuhan data untuk aktivitas enterprise

dan bisnis. Aturan dalam CDM adalah sebagai berikut :

1. Mempresentasikan pengorganisasian data dalam format grafis

2. Memverifikasi validasi desain data

3. Menghasilkan PDM (Physical Data Model) dimana menspesifikasikan

implementasi secara fisik pada database

CDM (Conceptual Data Model) secara grafis mempresentasikan interaksi

(37)

Tabel 2.1 Objek-objek pada CDM

Objek Keterangan

Domain Set nilai-nilai dimana sebuah data item valid

Data item Potongan dasar infor masi

Entyty Per son,tempat,sesuatu, atau konsep yang mempunyai kar akter istik yang menar ik dan tentang sesuatu di tempat anda ingin menyimpan infor masi Entity attr ibute Potongan dasar infor masi yang melekat

pada entitas

Relationship Koneksi yang diber i nama atau asosiasi antar a entitas

Inher itance link Hubungan sepesial yang mendefinisikan sebuah entitas sebagai sebuah sepecial case

2.12 PDM (Physical Data Model)

PDM atau Physical Data Model merupakan gambaran secara detail

rancangan basis data dalam bentuk fisik. Penggambaran rancangan PDM

memperlihatkan struktur penyimpanan data pada database yang digunakan

sesungguhnya. Menurut Wiwit Siswoutomo (2006:180) juga menyatakan bahwa

PDM menspesifikasikan implementasi secara fisik pada database, dengan PDM

juga harus mempertimbangkan dan memperhitungkan implementasi fisik secara

detail dan target software maupun struktur data penyimpanannya.

PDM memiliki aturan-aturan sebagai berikut :

1. Mempresentasikan pengorganisasian data secara fisik dalam format grafis.

2. Menghasilkan script pembuat dan pemodifikasi database.

3. Mendefinisikan referential integrity triggers andconstrains.

4. Menghasilkan extended attributes

5. Reverse engineer existing database.

(38)

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

3.1. Analisa Sistem

Penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian

komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi

permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang

terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan

perbaikan-perbaikannya. Atau gambaran mudahnya adalah, analisa sistem adalah

penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang

baru atau diperbarui.

3.2. Analisa Masalah

Sistem informasi pelayanan pasien rawat inap dan rawat jalan terbilang

masih kurang efektif dalam melakukan kegiatan pencatatan laporan rawat inap

dan rawat jalan, hal ini di karenakan pengelolaan data - data laporan masih

menggunakan cara manual dan pencatatan data - data pasien masih

menggunakan aplikasi sederhana. Sebagai contoh : dalam pembuatan laporan

pasien masih harus membuat laporan dengan cara ditulis pada lembar laporan

begitu juga dengan pencatatan laporan rawat inap dan rawat jalan, karena

dilakukan secara manual maka hal ini dapat memperlambat beberapa kinerja

proses pembuatan laporan, selain pemrosesan data yang lama, permasalahan ini

(39)

3.3. Diagram Konteks

Konteks diagram adalah suatu level tertingi dalam perancangan suatu alur

sistem dimana di dalam konteks diagram tersebut menggambarkan semua

interaksi dari pelaku dan aliran data ( input / output ) yang terlibat dengan sistem

secara keseluruhan, dengan begini maka entitas apa saja yang terkait dengan

sistem dapat di ketahui tidak hanya itu dalam konteks diagram ini kita juga dapat

mengetahui dari mana saja asal data yang masuk kedalam sistem.

Informasi data laporan

Sismem informasi pelayanan rawat inap dan rawat jalan

+

Admin

Kasir

Gambar 3.1 Diagram Konteks Sistem informasi Pelayanan Pasien Rawat Inap

Dan Rawat Jalan Berbasis Web.

Pada Data Flow Diagram ( Gambar 3.1 ) menggambarkan bahwa pada

DFD level konteks Proses sistem informasi ini terdapat berbagai macam aliran-

(40)

1) Admin: Bertugas meninputkan data user dan data dokter.

2) Kasir : dapat menginputkan pasien, data obat, data kamar dan data laporan

rawat inap dan rawat jalan.

3.4 Diagram Level 0

Setelah secara keseluruhan alur data yang ada dalam diagram konteks di

gambarkan maka kita dapat menarik beberapa alur proses yang pada diagram level

konteks untuk di decompose menjadi beberapa alur proses inti.

Data kamar

(41)

Berdasarkan Gambar 3.2 maka dapat diketahui bahwa dalam pengelolaan

Sistem Informasi Pelayanan Pasien Rawat Inap Dan Rawat Jalan terdapat

beberapa proses inti yaitu:

1) Proses Data User

2) Proses Data Dokter.

3) Proses Data Pasien.

4) Proses Data Obat.

5) Proses Data Laporan.

6) Proses Data Kamar.

3.5 Conceptual Data Model

Conceptual Data Model atau yang sering di sebut dengan CDM

merupakan suatu tahap awal perancangan / pembuatan tabel – tabel apa saja

yang akan di buat berdasarkan kebutuhan-kebutuhan data yang di digunakan

dalam menjalankan suatu proses di dalam aplikasi, perancangan sistem database

ini juga di gunakan untuk mendukung kinerja dari aplikasi yang dibuat.

perancangan CDM ini bersumber dari beberapa analisa yang mpemiliki

keterkaitan dengan sistem dan data yang diolah dari hasil analisa tersebut maka

kita dapat membayangkan table apa saja yang harus dibuat bagai mana relasinya

dengan tabel lainnya, berikut ini merupakan rancangan tabel - tabel CDM untuk

(42)

Mempunyai

Mempunyai slip rawat inap

Menggunakan banyak obat Mempunyai slip gaji

Pemakaian banyak

Banyak biaya pemakaian

Mempunyai banyak ruang kamar Mepunyai banyak detail kamar

Mempunyai banyak pasien

Gambar 3.3 Conceptual Data Model Sistem Informasi Pelayanan Pasien Rawat

Inap Dan Rawat Jalan.

3.6 Physical Data Model

Physical Data Model adalah suatu tahap ke dua dari perancangan database

setelah pembuatan CDM, dalam perancangan tahap ke dua ini desain table akan

terlihat secara fisik dan tipe datanya bersifat lebih khusus dan spesifik tidak

seperti pada CDM yang hanya membuat struktur tabel secara mandiri pada PDM

setiap tabel yang memiliki hubungan akan di relasikan dengan tabel induk dengan

(43)

hubungan dengan tabel lainnya akan terlihat jelas. Perancangan PDM ini

merupakan representasi fisik / sebenarnya dari database yang di buat.

pasien

Gambar 3.4 Physical Data Model Informasi Pelayanan Pasien Rawat Inap Dan

(44)

3.7 Struktur Tabel

Berikut ini merupakan penjelasan dari beberapa struktur tabel data yang

digunakan berdasarkan Rancangan database yang ada pada Gambar 3.4 :

a. Tabel Kamar

Nama Tabel : Kamar

Isi Tabel : Berisi field untuk data - data kamar

Primary Key : Id_kamar

Tabel 3.1 Tabel Kamar

No Kolom Tipe Data Panjang PK FK

1 Id_kamar Int - -

2 Nama_kamar Varchar 25 - -

3 Kelas Varchar 25 - -

4 Tariff Int - - -

5 Status_kamar Varchar - - -

6 Kapasitas_kamar Int - - -

7 Fasilitas Long varchar - - -

(45)

b. Tabel User

Nama Tabel : User

Isi Tabel : Berisi field untuk data - data user.

Primary Key : Id_User

Tabel 3.2 Tabel User

No Kolom Tipe Data Panjang PK FK

1 Id_user Int - -

2 Nama_lengkap Varchar 50 - -

2 Username Varchar 50 - -

3 Password Varchar 50 - -

4 Status Varchar 50 - -

c. Tabel Pasien

Nama Tabel : Pasien

Isi Tabel : Berisi field untuk data - data pasien.

Primary Key : Id_Pasien

Foreign Key :Id_Jenis_Kamar,Id_Slip_Rawat_Inap,Id_Dokter,

(46)

Tabel 3.3 Tabel Pasien

No Kolom Tipe Data Panjang PK FK

1 Id_pasien Int - -

2 Id_kamar Int - -

2 Id_slip_rawat_jalan Int - -

3 Id_Dokter Int - -

4 Id_slip_rawat_inap In - -

5 Nama_pasien Varchar 50 - -

6 Alamat Long Varchar - -

7 Kota Varchar 50 - -

8 Jenis_kelamin Varchar 25

9 Tgl_lahir Date - - -

10 Umur Int

11 Alergi_obat Varchar 50 - -

12 Keterangan Long varchar 100 - -

d. Tabel Dokter

Nama Tabel : Dokter

Isi Tabel : Berisi field untuk data - data dokter

(47)

Tabel 3.4 Tabel Dokter

No Kolom Tipe Data Panjang Primary Key Foreign Key

1 Id_dokter Int - -

2 Nama_dokter Varchar 50 - -

3 Alamat Long Varchar - - -

4 No_tlp Int - - -

5 Jenis_kelamin Varchar 25 - -

5 Tempat_lahir Varchar 50 - -

7 Status_posisi Varchar 30 - -

8 Hari_tugas Varchar 23 - -

9 Jam_tugas Varchar 25 - -

10 Jam_mulai Varchar 25 - -

11 Jam_pulang Varchar 25 - -

12 Spesialis Varchar 50 - -

13 Pendidikan Varchar 50 - -

14 Keterangan Long varchar - - -

15 Tarif Int - - -

e. Tabel Slip Rawat Inap

(48)

Isi Tabel : Berisi field untuk data – data slip rawat inap

Primary Key : Id_slip_rawat_inap

Foreign Key : Id_pasien

Tabel 3.5 TabeL Slip Rawat Inap

No Kolom Tipe Data Panjang PK FK

1 Id_slip_rawat_inap Int -

2 Id_pasien Int - -

3 Tgl_masuk Date - - -

4 Tgl_keluar Date - - -

5 Penyakit_yang_diderita Varcah - - -

6 Hasil_diagnosa Varchar - - -

7 Biaya_kamar Int - - -

8 Honor_dokter Int - - -

9 Total_biaya_obat Int - - -

10 Total_biaya_lain_lain Int - - -

(49)

12 Potongan Int - - -

13 Keterangan Long varchsr - - -

14 Status_pembayaran Varchar - - -

f. Tabel obat

Nama Tabel : Obat

Isi Tabel : Berisi field untuk data – data Obat

Primary Key : Id_Obat

Foreign Key : Id_pasien

Tabel 3.6 Tabel Obat

No Kolom Tipe Data Panjang PK FK

1 Id_obat Int - -

2 Id_pasien Int - -

3 Nama_obat Varchar 50 - -

4 Jenis Varchar 25 - -

5 Jumlah Int - - -

6 Harga Int - - -

7 Produksi Varchar 50 - -

8 Alamat Long varchar - - -

9 Keterangan Long varchar - - -

(50)

11 Komposisi Long varchar - - -

12 Indikasi Long varchar - - -

13 Kontra_indikasi Long varchar - - -

14 Efek_samping Long varchar - - -

15 Dosis Varchar 50 - -

16 Peringatan Long varchar - - -

g. Tabel Slip Rawat J alan

Nama Tabel : Slip Rawat Jalan

Isi Tabel : Berisi field untuk data slip rawat jalan

Primary Key : Id_slip_rawat_jalan

Foreign Key : Id_pasien

Tabel 3.7 Tabel Slip Rawat Jalan

No Kolom Tipe Data Panjang PK FK

1 Id_slip_rawat_jalan Int -

2 Id_pasien Int - -

3 Tgl_kunjungan Date - - -

4 Penyakit_yang_diderita Varchar 50 - -

5 Hasil_diagnosa Varchar 50 -

6 Suntik_dan_obat Varchar 50- - -

7 Tgl_kunjungan_berikut Date - - -

(51)

h. Tabel Biaya Pemakaian Obat

Nama Tabel : Biaya Pemakain Obat

Isi Tabel : Berisi field untuk data – data Biaya Pemakaian Obat

Primary Key : Id_biaya_pemakaian_obat

Foreign Key : Id_pasien,id_obat

Tabel 3.8 Tabel Biaya Pemakaian Obat

No Kolom Tipe Data Panjang PK FK

1 Id_biaya_pemakaian_obat Int - -

2 Id_pasien Int - -

3 Id_obat Int - -

4 Tgl_masuk Date - - -

5 Tgl_pulang Date 25 - -

6 Jumlah Int - - -

7 Harga Int - - -

i. Tabel Detail Kamar

Nama Tabel : Tabel_Detail_Kamar

Isi Tabel : Berisi field Detail Kamar

Tabel 3.9 Tabel Detail Kamar

(52)

1 Id_detail_kamar Int - -

2 Kd_nama_kamar Int - -

3 Kode_pasien Int - -

4 Tanggal Date - - -

5 Status Int

j.Tabel Nama Kamar

Nama Tabel : Tabel_Nama_kamar

Isi Tabel : Berisi field nama nama kamar

Tabel 3.10 Tabel Nama Kamar

No Kolom Tipe Data Panjang PK FK

1 Kd_nama_kamar Int - -

2 Kode_kamar Int - -

3 Nama_kamar Varchar - -

(53)

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Dan Pembahasan

Tahap hasil dan pembahasan merupakan tahap penciptaan perangkat

lunak, tahap kelanjutan dari kegiatan perancangan sistem. Tahap ini merupakan

tahap meletakkan sistem supaya siap untuk di operasikan dan dapat dipandang

sebagai usaha untuk mewujudkan sistem yang telah dirancang.

Langkah - langkah dalam tahap implementasi ini adalah urutan kegiatan

awal perancangan sistem yang yang dibuat untuk membuat sebuah rancangan

sistem yang nantinya sistem tersebut dapat di jalankan pada saat sistem tersebut

dilakukan uji coba agar sistem tersebut dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan

yang di rancang sebelumnya dan sistem tersebut dapat di operasikan pada awal uji

coba sampai akhir uji coba sistem.

Untuk mewujudkan sistem yang telah dirancang adalah dengan mengetahui

lingkungan implementasi sistem agar sistem tersebut berjalan sesuai dengan

rancangan dan melakukan implementasi program.

4.2 Implementasi Aplikasi Antar Muka

Implementasi antar muka dilakukan pada setiap tampilan program yang

dibangun dan pengkodeannya dalam bentuk file program. Yang bertujuan untuk

mengetahui kegunaan setiap tampilan program karena setiap tampilan program

(54)

Setiap tampilan program pada aplikasi ini akan di jelaskan mengenai

kegunaan dan tujuan dari setiap tampilan program yang nantinya bertujuan agar

dapat mengetahui setiap tampilan program memiliki proses dan kegunaan yang

berbeda pada setiap.

Implementasi antarmuka program yang telah di buat merupakan media

bagi pengguna untuk menjalankan sistem yang telah dibuat, yang terdiri berbagai

menu yang berfungsi untuk melakukan setiap proses dari sistem sesuai dengan

kebutuhan dan rancangan pada tahap awal membuat program, diharapkan

implementasi antarmuka program pengguna dapat mengetahui lebih awal

kegunaan setiap antar muka program agar pengguna dapat melakukan proses dan

menjalankan sistem yang dibuat.

4.3 Implementasi Antar Muka Menu Utama

Implementasi antar muka merupakan tampilan dari suatu program aplikasi

yang berperan sebagai media komunikasi antara sistem dengan pengguna.

Implementasi interface untuk aplikasi BPRB yang terdiri dari antar muka menu

utama adalah sebagai berikut :

4.3.1 Form Login Admin

Halaman Login Admin merupakan pintu utama untuk memasuki sistem

ini. Admin yang sudah terdaftar harus mengisi Username dan Password pada

(55)

Gambar 4.1 Halaman Login Admin.

4.3.2 Halaman Utama Admin

Halaman Utama Admin adalah halaman dimana user sudah melakukan

login, selanjutya akan dibawa ke halaman utama admin.

Gambar 4.2 Halaman Utama.

(56)

Form Data Dokter merupakan halaman untuk melihat data dokter yang

sudah didaftarkan.

Gambar 4.3 Halaman Data Dokter.

4.3.4 Form Tambah Dokter

Form Tambah Dokter merupakan halaman untuk menambahkan dokter

yang baru.

Gambar 4.4 Form Tambah Dokter.

(57)

Form Kelola User merupakan halaman untuk melihat data user yang sudah

didaftarkan.

Gambar 4.5 Form Kelola DataUser.

4.3.6 Form Tambah User

Form Tambah User merupakan form untuk menambahkan user sebagai

admin atau kasir.

Gambar 4.6 Form Tambah User

(58)

Form Login Kasir merupakan form untuk masuk ke halaman kasir. Kasir

harus memasukan username dan password.

Gambar 4.7 Form Login Kasir.

4.3.8 Form Utama Kasir

Form Utama Kasir adalah halaman dimana kasir sudah memasukan

username dan password.

Gambar 4.8 Halaman Utama Kasir.

(59)

Form data pasien merupakan halaman untuk melihat data – data pasien

yang sudah terdaftar.

Gambar 4.9 Form Data Pasien.

4.3.10 Form Tambah Data Pasien

Form Tambah Data pasien merupakan menambahkan data data pasien ke

database.

Gambar 4.10 Form Tambah Data Pasien

(60)

Form Data Kamar merupakan form yang menyediakan informasi tentang

kamar yang tersedia di BPRB Tali Kasih.

Gambar 4.11 Form Data Kamar.

4.3.12 Form Tambah Data Kamar

Form Tambah Data Kamar adalah form untuk menambah kan kamar di

BPRB Tali Kasih.

Gambar 4.12 Form Tambah Data Kamar.

(61)

Form Data Ruang merupakan halaman untuk melihat nama ruang di

BPRB Tali Kasih

Gambar 4.13 Form Data Ruang

4.3.14 Tambah Data Ruang

Form Tambah Data Ruang adalah form untuk menambah kan Ruang di

BPRB Tali Kasih.

Gambar 4.14 Form Tambah Data Ruang

(62)

Form Detai Kamar merupakan halaman untuk melihat data jumlah kamar

yang masih tersedia..

Gambar 4.15 Form Detail Kamar.

4.3.16 Halaman Data Obat

Form Data Obat adalah Form yg meneydiakan informasi tentang obat yang

tersedia di BPRB Tali Kasih..

Gambar 4.16 Halaman Data Obat.

(63)

Form Tambah Data Obat digunakan untuk menambahkan data obat di

BPRB Tali Kasih.

Gambar 4.17 Form Tambah Data Obat.

4.3.18 Form Input Rawat J alan

Form Input Rawat Jalan merupakan form untuk menambahkan pasien

rawat jalan di BPRB Tali Kasih.

Gambar 4.18 Form Input Rawat Jalan.

(64)

Form Input Rawat Inap Rawat Jalan merupakan form untuk menambahkan

pasien rawat jalan di BPB Tali Kasih.

Gambar 4.19 Form Input Rawat Inap.

4.3.20 Form Laporan Rawat J alan

Form Laporan Rawat Jalan merupakan form untuk melihat pasien rawat

jalan di BPRB Tali Kasih.

Gambar 4.20 Form Laporan Rawat Jalan.

(65)

Form Detail Kunjungan Pasien merupakan form untuk melihat riwayat

tanggal kunjungan pasien.

Gambar 4.21 Form Detai Kunjungan Pasien.

4.3.22 Form Detail Laporan Pasien Rawat J alan

Form Detail Laporan Pasien Rawat Jalan merupakan form untuk melihat

dan mencetak laporan pasien.

Gambar 4.22 Form Detail Laporan Pasien.

(66)

Form Laporan Rawat Inap merupakan form untuk melihat pasien rawat

jalan di BPRB Tali Kasih.

Gambar 4.23 Form Laporan Rawat Inap

4.3.24 Form Detail kunjungan pasien r awat jalan

Form Detai Kunjungan Pasien Rawat Inap merupan form untuk melihat

tanggal kunjunagan pasien rawat inap.

Gambar 4.24 Form Detail Kunjungan Pasien Rawat Inap.

4.3.25 For m Detail Laporan Pasien Rawat Inap

Form Detail Laporan Pasien Rawat Inap merupakan form untuk melihat

(67)

Gambar 4.25 Form Laporan Rawat Inap

4.3.26 Uji Coba Sistem

Uji coba sistem berfungsi untuk mengetahui keberhasilan dan kekurangan

dari sistem yang telah dibuat. Uji coba dilakukan dengan menggambarkan alur

kerja sistem mengunakan tabel skenario berdasarkan tabel dibuat di BAB III,

berikut skenario uji coba sistem

4.4 Uji Coba Skenario

4.4.1 Uji Coba Skenario “Login”

Tabel 4.1 Skenario Uji Coba Login Admin

Aksi Admin

Kondisi

(68)

pasien raw at jalan dan raw at inap

Kondisi

Admin M emasukan Username Dan Passw ord Dan

Admin berhasil login

Skenario

Aksi aktor Reaksi sistem

1.Skenario Normal (Username dan Passw ord)

1.Adm in melakukan login t erlebih dahulu untuk mengelola w ebsit e.

2.klik login

3.Cek username dan passw ord

4.M enampilkan pesan selamat datang dan masuk halaman home

2. Skenario Alt ernat if (Username dan Passw ord t idak diisi)

1.t idak memasukan username at au passw ord

2.Klik login

3.Cek username dan passw ord

4.M enampilkan pesan “ login error”

3. Skenario Alt ernat if (Username salah dan Passw ord benar)

1.Memasukan username yang salah

2.klik menu login 3.cek username dan password

(69)

4. Skenario Alt ernat if (Username benar dan Passw ord salah)

1.Memasukan password yang salah

3.Cek username dan password

4.Menampilkan pesan “login error”

5. Skenario Alt ernat if (Username salah dan Passw ord salah)

1.Memasukan username salah dan password salah

2.Klik menu login

3.Cek username dan password

4.Menampilak pesan “login error”

Kesimpulan

Skenario Hasil

Skenario Nor mal (username dan password benar) Sukses

Skenario Alternatif (username dan password tidak diisi) Sukses

Skenario Alternatif (username salah dan password benar ) Sukses

Skenario Alternatif (username benar dan password salah) Sukses

Skenario Alternatif (username salah dan password salah) Sukses

4.4.2 Uji Coba Skenario “Login”

Tabel 4.2 Skenario Uji Coba Login Kasir

Aksi Kasir

(70)

resepsionis melakukan login terlebih dahulu untuk menggunakan website Sistem

Informasi Lembaga Bimbingan Belajar Rumah Cerdas Bums Surabaya

Kondisi

Resepsionis Memasukan Username Dan Password Dan pilih Hak Akses

Kondisi

Resepsionis berhasil login

Skenario

Aksi aktor Reaksi sistem

1.Skenario Nor mal (Username dan Password)

1.Resepsionis melakukan login terlebih dahulu untuk mengelola website.

2.Klik login

3.Cek Username Dan Password

4.Menampilkan pesan selamat

datang dan masuk ke halaman Home

2. Skenario Alternatif (Username dan Password tidak diisi)

1.Resepsioni tidak memasukan username atau password

2.klik login

3. Cek Username Dan Password

4.Menampilkan Pesan “Login Error”

3. Skenario Alternatif (Username salah dan Password benar )

1. Memasukan Username salah

2.klik login

(71)

4.Menampilkan Pesan “Login Error”

4. Skenario Alternatif (Username benar dan Password salah)

1. Memasukan password salah

2.klik login

3.Cek Username dan password

4.Menampilkan pesan “login error”

5 Skenario Alternatif (Username salah dan Password salah)

1.Memasukan Username dan password yang salah

2.Klik login

3.Cek username dan password

4.Menampilkan pesan “login error”

Kesimpulan

Skenario Hasil

Skenario Nor mal (username dan password benar) Sukses

Skenario Alternatif (username dan password tidak diisi) Sukses

Skenario Alternatif (username salah dan password benar ) Sukses

Skenario Alternatif (username benar dan password salah) Sukses

Skenario Alternatif (username salah dan password salah) Sukses

4.4.3 Skenario Uji Coba “Ganti Password Admin”

Tabel 4.3 Skenario Uji Coba Ganti Password Admin

(72)

Decription

Actor ini digunakan untuk mengubah data admin termasuk mengubah username

dan password

Precondition

Admin harus dalam keadaan login kedalam sistem

Kondisi

Data admin berhasil diubah

Skenario

Aksi aktor Reaksi sistem

1.Skenario Nor mal (Mengubah data admin)

1.Mengubah username, password

2.Klik ubah

3.mengubah data admin didalalam

database

4.Menampilkan data hasil di home

2. Skenario Alternatif (Username dan Password tidak diisi)

1.Admin mengubah username, password

2.klik ubah

(73)

Kesimpulan

Skenario Hasil

Skenario Nor mal (Mengubah data Admin) Sukses

Skenario Alternatif (Data tidak diisi) Sukses

4.4.4 Skenario Uji Coba “Tambah Data Dokter”

Tabel 4.4 Skenario Uji Coba Tambah Data Dokter

Aksi Admin dan kasir

Kondsisi

Admin melakukan tambah data terlebih dahulu

Kondisi

Admin mengisi form tambah data dokter

Kondisi

Admin berhasil menambahkan data dokter

Skenario

Aksi aktor Reaksi sistem

1.Skenario Nor mal (tambahkan data dokter)

1. Admin melakukan tambah data dokter terlebih dahulu

2.Klik tambah data

3.Mengisi form tambah data

4 Klik Simpan

5 data tersimpan kedalam database

Gambar

Tabel 2.1 Objek-objek pada CDM
Gambar 3.1 Diagram Konteks Sistem informasi Pelayanan Pasien Rawat Inap
Gambar 3.2 Diagram Level 0.
Gambar 3.3 Conceptual Data Model Sistem Informasi Pelayanan Pasien  Rawat
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian fungsi-fungsi yang terkait dalam pelayanan pendaftaran pasien rawat jalan adalah pasien, petugas pendaftaran, dan Kepala Puskesmas, data base dalam

Serta menu laporan yang terdiri dari laporan daftar user, laporan daftar pasien, laporan daftar obat, laporan daftar stok obat, laporan daftar dokter, laporan daftar

Hasil akhir yang diperoleh adalah sebuah Sistem Informasi Rawat Inap Berbasis Web yang mampu mengolah data-data pasien yang dirawat inap, meliputi pendaftaran pasien yang akan

Laporan yang dihasilkan : Laporan Data Pasien, Laporan Data Dokter, Laporan Data Obat, Laporan Kartu Pasien, Laporan Kunjungan Pasien, Laporan Diagnosa Pasien, Laporan

Sistem Informasi Apotek Admin Dokter Pasien Data Login Data User Data Obat Data Kategori Obat Data Periode Data Login Data Profil Data Resep Data Login Data Profil Informasi

Sistem informasi pengelolaan data pasien rawat jalan ini mempunyai beberapa sub menu yaitu : Menu login, merupakan menu yang dapat diakses oleh Admin, Petugas Pendaftaran,

admin login mengelola berita mengelola data pasien mengelola data dokter mengelola data peraw at mengelola master gigi mengelola rekam medis mengelola laporan mengelola

Menu input data dalam aplikasi sistem informasi rawat inpa ini antara lain menu data pasien, menu data dokter, data kamar, data obat dan biaya fasilitas perawatan..