DI BPRB TALI KASIH
SKRIPSI
Disusun Oleh :
WAHYU SUSETYO
NPM : 0935010087
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
J AWA TIMUR
SISTEM INFORMASI PELAYANAN PASIEN RAWAT INAP DAN
RAWAT J ALAN BERBASIS WEB
DI BPRB TALI KASIH
Oleh
WAHYU SUSETYO
NPM : 0935010087
Telah disetujui untuk mengikuti Ujian Negar a Lisan Gelombang IV Tahun Akademik 2013/2014
Menyetujui,
Mengetahui,
Ketua Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Industri
Univer sitas Pembangunan Nasional “Veteran” J awa Timur Pembimbing Utama
Dr. Ronny, S.Kom, M.Kom, M.H NPT. 3 7109 090 154 1
Nur Cahyo Wibowo, S.Kom, M.Kom NPT. 3 7903 040 197 1
Pembimbing Pendamping
SISTEM INFORMASI PELAYANAN PASIEN RAWAT INAP DAN
RAWAT J ALAN BERBASIS WEB
DI BPRB TALI KASIH
Oleh
WAHYU SUSETYO
NPM : 0935010087
Telah dipertahankan dihadapan dan diterima oleh Tim Penguji SKRIPSI Pr ogram Studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Industri
Univer sitas Pembangunan Nasional “Veteran” J awa Timur Pada Tanggal 22 J uli 2014
Pembimbing : Tim Penguji :
Nur Cahyo Wibowo, S.Kom, M.Kom NPT. 3 7903 040 197 1
Agung Brastama P., S.Kom, M.Kom
NPT. 3 8511 130 357 1
Mengetahui
Dekan Fakultas Teknologi Industri
Univer sitas Pembangunan Nasional “Veteran” J awa Timur
Rizka Hadiwiyanti, S.Kom, M.Kom NPT. 3 8607 130 350 1
Dr. Ronny, S.Kom, M.Kom, M.H NPT. 3 7109 090 154 1
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa mahasiswa berikut :
Nama : Wahyu Susetyo
NPM : 0935010087
Program Studi : SISTEM INFORMASI
Telah mengerjakan REVISI SKRIPSI Ujian Lisan gelombang V, TA 2013/2014 dengan judul :
“Sistem Infor masi Pelayanan Pasien Rawat Inap Dan Rawat J alan Di BPRB Tali Kasih”
Surabaya, 22 Juli 2014
Dosen Penguji yang memeriksa revisi
Mengetahui,
1) Nur Cahyo Wibowo, S.Kom, M.Kom { }
NPT. 3 7903 040 197 1
2) Rizka Hadiwiyanti, S.Kom, M.Kom { }
NPT. 3 8607 130 350 1
3) Agung Brastama P., S.Kom, M.Kom { }
NPT. 3 8511 130 357 1
Pembimbing Utama
Dr. Ronny, S.Kom, M.Kom, M.H NPT. 3 7109 090 154 1
Pembimbing Pendamping
ii
Syukur Alhamdulillaahi rabbil ‘alamin terucap ke hadirat Allah SWT atas
segala limpahan Kekuatan-Nya sehingga dengan segala keterbatasan waktu,
tenaga, pikiran dan keberuntungan yang dimiliki penyusun, akhirnya penyusun
dapat menyelesaikan Skripsi yang berjudul “Sistem Infor masi Pelayanan Pasien
Rawat Inap Dan Rawat J alan Berbasis Web Di BPRB Tali Kasih” tepat pada
waktunya. Skripsi dengan beban 4 SKS ini disusun guna diajukan sebagai salah
satu syarat untuk menyelesaikan program Strata Satu (S1) pada program studi
Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Industri, UPN ”VETERAN” Jawa Timur.
Dengan selesainya tugas akhir ini, tidak lupa penyusun mengucapkan
terima kasih yang sebesar – besarnya, pada :
1. Kedua Orang Tua yang selalu mensupport dalam hal pembuatan tugas
akhir ini.
2. Bapak Ir. Sutiyono, MT selaku dekan Fakultas Teknologi Industri UPN
“Veteran” JawaTimur.
3. Bapak Nur Cahyo Wibowo, S.Kom, M.Kom, selaku Ketua Program Studi
Sistem Informasi FTI Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa
Timur.
4. Bapak Dr.Ronny, S.Kom, M.Kom, MH, sebagai dosen pembimbing 1
dalam pengerjaan tugas akhir ini.
5. Bapak Priza Pandunata, S.Kom, M.Sc, sebagai dosen pembimbing 2 dalam
pengerjaan tugas akhir ini.
6. Ibu Sri Pinti Rahmawati S.Km, M.Kes yang sudah memberi izin untuk
iii untuk pengembangan aplikasi lebih lanjut.
Akhir kata semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi semua
pihak yang berkepentingan dan semoga Allah SWT memberikan balasan kepada
semua pihak yang telah memberikan bantuan.
Surabaya, Juli 2014
iv
ABSTRAKSI ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iv
DAFTAR GAMBAR ... vii
DAFTAR TABEL ... ix
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Rumusan Masalah... 2
1.3. Batasan Masalah ... 2
1.4. Tujuan ... 3
1.5. Manfaat ... 3
1.6. Metodologi Penelitian ... 4
1.7. Sistematika Pembahasan ... 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 7
2.1. Profil BPRB Tali Kasih ... 7
2.2. Sistem ... 10
2.3. Karakteristik Sistem... 11
2.4. Informasi ... 13
2.5. Sistem Informasi ... 14
2.6. Definisi Istilah Dalam Database ... 17
2.6.1. Database ... 17
2.6.2. Komponen – Komponen Database... 18
2.7. Perancangan Model Konseptual Database ... 18
v
2.9. DFD (Data Flow Diagram) ... 21
2.10. Server Side Language (PHP)... 24
2.11. CDM (Conceptual Data Model) ... 27
2.12. PDM (Physical Data Model)... 28
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM ... 29
3.1. Analisa Sitem ... 29
3.2. Analisa Masalah ... 29
3.3. Diagram Konteks ... 30
3.4. Diagram Level 0 ... 31
3.5. Conceptual Data Model ... 35
3.6. Physical Data Model ... 33
3.7. Struktur Tabel ... 32
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 44
4.1 Hasil Dan Pembahasan ... 44
4.2. Implementasi Aplikasi Antar Muka... 44
4.3. Implementasi Antar Muka Menu Utama ... 45
4.4. Uji coba sistem ... 58
BAB V PENUTUP………...70
5.1. Kesimpulan ... 70
5.2. Saran ... 70
Dosen Pembimbing I : Dr.Ronny, S.Kom, M.Kom, M.H
Dosen Pembimbing II : Priza Pandunata, S.Kom, M.Sc
ABSTRAK
Perkembangan teknologi informasi pada saat ini berkembang sangat pesat. Perkembangan inilah yang tidak akan dilewatkan oleh sebuah instansi dibidang kesehatan yang ingin dan butuh untuk mempermudah dalam membantu proses pencatatan data yang dijalankan oleh karyawan kesehatan. Salah satunya yaitu sistem informasi pelayanan rawat inap dan rawat jalan. Dimana sebelumnya BPRB ini secara keseluruhan masih menggunakan cara manual dalam hal penyajian laporan atau informasi. Dengan adanya sistem ini diharapkan dapat membantu dalam pencatatan pada BPRB Tali Kasih untuk meningkatkan kualitas instansi tersebut.
Dengan sistem komputerisasi yang cepat dan handal, pencatatan data akan dilakukan secara Realtime. Aplikasi ini dibangun dengan perangkat lunak php dan
Mqsql sebagai tempat penyimpanan data barang berupa database. Dan dengan
menggunakan Power Designer Versi 15.0 sebagai perangkat lunak yang
membantu dalam Desain database-nya yang berguna untuk mempermudah dalam
mendesain database yang sesuai kebutuhan dalam perusahaan.
Aplikasi ini untuk memberikan kemudahan kepada karyawan kesehatan sehingga dalam penyajian laporan atau informasi dapat diperoleh secara cepat dan akurat.
Kata kunci : Rawat inap, Rawat jalan, Php Mysql, Sistem Informasi, BPRB Tali
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang sedemikian pesat,
maka tidak hanya perusahaan-perusahaan besar saja yang telah memanfaatkan
jaringan internet, melainkan hampir semua lembaga dan instansi mulai dari
sekolah-sekolah, perguruan tinggi hingga instansi pemerintah kota telah
memanfaatkan internet, khususnya penggunaan aplikasi website sebagai sarana
penunjang kegiatan aktivitasnya.
Sektor kesehatan yang merupakan salah satu sektor pembangunan yang
sedang mendapat perhatian besar dari pemerintah, merupakan salah satu sektor
pembangunan yang sangat potensial untuk dapat diintegrasikan dengan kehadiran
teknologi informasi. Salah satu contoh aplikasi teknologi informasi di bidang
kesehatan adalah dengan mengimplementasikan suatu sistem jaringan kesehatan
global dalam satu komunitas. Dengan kemajuan perkembangan instansi kesehatan
di BPRB Tali Kasih, baik dari aspek administratif atau teknologi, maka proses
pelayanan kesehatan di BPRB Tali Kasih dapat berlangsung secara efektif dan
efisien. Sehingga untuk mewujudkam hal tersebut serta mengembangkan mutu
instansi kesehatan dibutuhkan beberapa fasilitas pendukung, yang sebelumnya di
intansi kesehatan secara keseluruhan masih menggunakan cara manual maka dari
itu sangat diperlukan teknologi informasi dibidang kesehatan.
Dengan pertimbangan tersebut dan pribadi penulis yang ingin menerapkan
sebuah aplikasi berbasis web yang berjudul “Sistem informasi pelayanan pasien
rawat inap dan rawat jalan berbasis web di BPRB (Balai Pengobatan Dan
Rumah Bersalin) Tali Kasih”
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, maka dapat dirumuskan
permasalahan dalam tugas akhir ini, yaitu :
1) Bagaimana merancang Sistem Informasi pelayanan terhadap pasien yang
dapat membantu proses pembuatan laporan pasien rawat inap, membantu
proses pengolahan data maupun administrasi di BPRB Tali Kasih,
mengefektifkan penyimpanan data, pencatatan dan pencarian data?
2) Bagaimana penyajian informasi data-data pasien rawat inap dan rawat
jalan yang sedang dirawat di BPRB Tali Kasih ?
1.3 Batasan Masalah
Agar pembahasan dan penyusunan tugas akhir ini dapat dilakukan secara
terarah dan tidak menyimpang serta sesuai dengan apa yang diharapkan, maka
perlu ditetapkan batasan – batasan dari permasalahan yang dihadapi, yaitu :
1) Data masukan dari sistem informasi pasien rawat inap ini yaitu : data
pasien rawat inap, data hasil perkembangan medis, data ruangan, data jenis
tindakan, data dokter, data kelas.
tidak membahas mengenai pembayaran biaya rawat inap pasien yang
menggunakan kartu askes.
3) Keluaran dari sistem sistem informasi pasien rawat inap ini yaitu : kartu
berobat, informasi ruangan, informasi bukti obat yang diberikan, daftar
rincian pembayaran pasien rawat inap, laporan data pasien, laporan
transaksi pembayaran pasien rawat inap.
1.4 Tujuan
Berdasarkan pada masalah yang telah didefinisikan di atas maka tujuan
skripsi ini adalah sebagai berikut :
1) Untuk mengetahui bagaimana sistem yang sedang berjalan di BPRB Tali
Kasih saat ini.
2) Untuk mengembangkan sistem informasi pelayanan rawat jalan dan rawat
inap pada di BPRB Tali Kasih.
1.5 Manfaat
Adapun skripsi ini diharapkan dapat bermanfaat:
1) Mampu memberikan informasi yang detail dan sistematis sehinggan
dapat mendukung dalam pembuatan laporan yang dibutuhkan.
2) Mempermudah dalam pencatatan pasien dan juga pencarian data pasien
jika diperlukan.
3) Untuk membantu meningkatkan kinerja pegawai di BPRB Tali Kasih
dan meningkatkan pelayanan rawat jalan dan rawat inap terhadap
4) Untuk mempercepat proses pembuatan laporan pasien rawat inap dan
rawat jalan sehingga menghasilkan infomasi yang tepat dan akurat.
1.6 Metedologi Penelitian
Adapun langkah - langkah metode penelitian yang dipergunakan dalam
pengerjaan Tugas Akhir ini adalah :
a. Studi Literatur
Mencari referensi dan bahan - bahan pustaka tentang teori-teori dan beberapa
informasi yang berhubungan atau memiliki manfaat dalam pemecahan
masalah berdasarkan permasalahan yang akan dikerjakan dalam tugas akhir
ini.
b. Pengumpulan Data Studi Kasus.
Mencari contoh-contoh kasus serupa yang berhubungan dengan permasalahan
yang dikerjakan dalam skripsi ini.
c. Analisis dan Perancangan :
Membuat analisa berdasarkan data-data yang sudah dimiliki, melakukan
analisa kebutuhan sistem. Membuat konsep perancangan aplikasi dimulai
dengan perancangan basis data dan desain antar muka aplikasi.
d. Implementasi Program :
Mengimplementasikan teknik dan metode yang akan digunakan. Detail
mengenai implementasi program dilakukan sesuai dengan hasil analisa dan
e. Pengujian Aplikasi
1) Melakukan pengujian pada aplikasi yang telah dibuat. Menguji ketepatan
data dan efektifitas sistem yang diterapkan pada aplikasi.
2) Evaluasi dan Penarikan kesimpulan.
3) Evaluasi dilakukan untuk mengetahui kinerja aplikasi apakah sudah sesuai
dengan rencana, dan selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan dari
hasil evaluasi tersebut.
1.7 Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan yang dibuat dalam skripsi ini disusun dalam
beberapa bab, yang dijelaskan sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Berisi tentang pendahuluan dimana dilakukannya pra-tugas akhir
dan latar belakang yang menjelaskan tentang informasi dari
instansi yang bersangkutan dimana berkaitan dengan permasalahan
yang sedang dihadapi serta solusi pemecahannya, rumusan
masalah, batasan masalah, tujuan, manfaat bagi pengguna serta
sistematika penulisan yang digunakan dalam laporan Tugas Akhir
ini.
BAB II TINJ AUAN PUSTAKA
Berisi landasan – landasan teori dan hal - hal yang bersifat
informatif yang akan digunakan sebagai data pendukung dalam
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
Berisi tentang analisa masalah dari model penelitian untuk
memperlihatkan keterkaitan antar variabel yang diteliti dan
beberapa penjelasan dari analisa permasalahan yang di teliti.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Berisi tentang hasil yang diperoleh dari skripsi beserta
pembahasan perancangan sistem dan pengimplementasian hasil
perancangan sistem yang telah dibuat ke dalam bentuk aplikasi
yang akan dibangun. Membahas uji coba aplikasi yang dibuat,
untuk mengetahui tingkat keberhasilan sistem dan ketepatan
datanya, kemudian melakukan evaluasi terhadap kinerja sistem.
BAB V PENUTUP
Berisi kesimpulan dan saran yang sudah diperoleh dari hasil
BAB II
TINJ AUAN PUSTAKA
2.1. Pr ofil BPRB Tali Kasih
Sebelum mempunyai izin sebagai Balai Pengobatan Dan Rumah Bersalin instansi ini masih berupa Yayasan yang bernama Tali Kasih yang beralamatkan di
Jalan Cepu kecamatan Jepon kabupaten Blora. Didirikan tanggal 22 Agustus 2005 dan diprakarsai oleh keluarga besar Bapak Suparno.
Yayasan Tali Kasih merupakan Yayasan Sosial dan berperan aktif dalam
bidang Kesehatan. Sebagai wujud nyata, maka Yayasan Tali Kasih mendirikan
Balai Pengobatan dan Rumah Bersalin yang bernama BPRB Tali Kasih.
2.1.1. Visi Dan Misi BPRB Tali Kasih VISI :
Menyehatkan masyarakat dan memasyarakatkan kesehatan.
MISI :
1. Sebagai tempat masyarakat untuk mengkonsultasikan masalah
kesehatan yang mereka alami.
2. Sebagai mitra pemerintah dalam memberikan pelayanan prefentif dan kuratif serta rehabilitatif.
3. Sebagai wujud pengabdian kepada masyarakatdengan ikut serta dalam usaha warga untuk meningkatkan derajad kesejahteraan melalui
peningkatan kesehatan.
2.1.2. Maksud Dan Tujuan
Maksud dan tujuan balai pengobatan dan rumah bersalin Tali Kasih adalah:
1. Meningkatkan derajat kesehatan jasmani dan rohani.
2. Meningkatkan dan memberdayakan potensi sumbar daya manusia (SDM) dalam bidang paramedik.
3. Meningkatkan kehidupan sosial ekonomi.
4. Memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam bidang kesehatan.
2.1.3. BPRB Tali Kasih Melayani 1. KB
2. Pemeriksaan umum 3. Persalinan
4. Konsultasi kesehatan
5. Laboratorium (gula darah,asam urat,kolesterol dan golongan darah)
6. Tindakan medis dasar
7. Pelayanan gawat darurat sederhana 8. Pemeriksaan kesehatan
9. USG
2.1.4. Alur Pelayanan
1. Pendaftaran/administrasi 2. Ruang periksa
3. Penerimaan obat
4. Konseling
5. Pembayaran adminsitrasi
2.1.5. FASILITAS 1. Kamar rawat inap 2. Ruang pemeriksaan
3. Ruang tindakan
4. Ruang tempat tunggu pasien
Gambar 2.2 Statistik Pasien BPRB Tali Kasih
2.2. Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma)
adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan
bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini
sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi,
di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat. menurut Andri
Kristanto (2008:1) adalah Sistem merupakan jaringan kerja dari prosedur –
prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama–sama untuk melakukan
suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Sistem dapat
didefinisikan dengan pendekatan prosedur dan dengan pendekatan komponen.
Dengan pendekatan prosedur, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur – prosedur yang mempunyai tujuan tertentu. Contoh sistem yang didefinisikan dengan pendekatan prosedur ini adalah sistem
Dengan pendekatan komponen, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan
dari komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain membentuk satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu. Contoh sistem yang didefinisikan dengan pendekatan ini misalnya sistem computer yang didefinisikan sebagai
kumpulan perangkat keras dan lunak.
2.3. Karakteristik sistem
Suatu sistem mempunyai suatu karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu sebagai berikut:
a. Komponen Sistem (component).
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen tersebut dapat berupa suatu sub-sistem atau bagian-bagian sistem.
Setiap sub-sistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
b. Batas Sistem (boundary).
Batasan sistem (boundary) adalah merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya ataupun dengan lingkungan
luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan.
c. Lingkungan Luar Sistem (environment).
bersifat menguntungkan dan merugikan sistem tersebut. Sifat menguntungkan
ini berarti energi dari sistem dan harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan agar tidak menganggu kelangsungan hidup sistem.
d. Penghubung Sistem (interface).
Penghubung Sistem (interface) adalah merupakan media penghubung
antara satu sub-sistem dengan sub-sistem yang lain sehingga memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu sub-sistem ke sub-sistem lainnya. Dengan penghubung satu sub-sistem dapat berintergrasi dengan sub-sistem
lainnya membentuk satu kesatuan. e. Masukan Sistem (input).
Masukan sistem (input) adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang
dimasukkan supaya sistem dapat beroperasi sedangkan signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.
f. Keluaran Sistem (output).
Keluaran sistem (output) adalah hasil dari energi yang diolah dan dikasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan keluaran
dapat merupakan masukan untuk sistem yang lain atau supra sistem. g. Pengolah Sistem (process).
lainnya untuk menghasilkan keluaran berupa laporan dan informasi yang
berguna.
h. Sasaran sistem (objective).
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective).
Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran maka operasi tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang
dibutuhkan dan keluaran sistem yang akan dihasilkan oleh sistem itu sendiri.
2.4. Infor masi
Informasi adalah data proses bisnis yang sudah diolah menjadi laporan yang bermanfaat bagi siapa saja yang menggunakannya. Pada bidang akutansi,
data adalah transaksi harian, sedangkan informasi adalah jurnal harian, dll. Menurut Jogiyanto HM (1990) Menurutnya Informasi adalah sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih
berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang
nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi memiliki
beberapa karakteristik sendiri apabila sebuah informasi tersebut dikatakan baik. Berikut beberapa karakteristik informasi yang baik :
Informasi yang tidak didukung oleh karakteristik diatas tidak dapt
dikatakan sebagai informasi yang berguna. Dijaman sekarang ini, perkembangan informasi sangatlah cepat. Semua informasi dapat diperoleh secara mudah.
2.5 Sistem Informasi.
Sistem Informasi memiliki beberapa definisi dan pandangan dari beberapa
ahli. Menurut Robert A. Leitch/K. Roscoe Davis ( 1983) mengemukakan bahwa
sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi,
bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan
pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. Namun, secara umum
sistem informasi merupakan suatu rangkaian yang memilki suatu keterkaitan satu
sama lain dalam pengolahan data sehingga nantinya hasil pengolahan data ini
memilki sesuatu informasi yang berguna dan terhubung antar satu sama lainnya
Dalam beberapa dekade terakhir ini, persepsi sistem informasi selalu
diidentikkan dengan hal-hal yang bersifat komputerisasi, karena memang sistem
informasi yang terkomputerisasi mampu mengkoordinasi beberapa subunit dari
organisasi dan mengarahkan bagian-bagian tersebut untuk mencapai tujuan dalam
hal penghematan waktu, penghematan biaya, peningkatan efektivitas,
pengembangan teknologi, pengembangan personel akuntansi dan lain sebagainya.
a) Komponen input
Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini
termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan,
yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
b) Komponen model
Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik
yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data
dengan cara yag sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang
diinginkan.
c) Komponen output
Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang
berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem.
d) Komponen teknologi
Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi, Teknologi
digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan
mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu
pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
e) Komponen hardware
Hardware atau perangkat keras berperan penting sebagai suatu media
penyimpanan vital bagi sistem informasi. Yang berfungsi sebagai tempat
untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data
dan informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem
f) Komponen software
Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah, menghitung dan
memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu
informasi.
g) Komponen basis data
Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan
berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di perangkat keras komputer
dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu
disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut.
Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya
informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga
berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau
dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS
(Database Management System).
h) Komponen kontrol
Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api,
temperatur, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem
itu sendiri, ketidak efisien, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa
pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa
hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau pun bila terlanjur terjadi
kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.
Pada prakteknya, tidak semua sistem informasi mencakup keseluruhan
hanya melibatkan sebuah pemakai dan sebuah komputer tidak melibatkan
fasillitas jaringan dan komunikasi. Kadir (2003) mengemukakan sistem informasi
grup kerja (workgroup information system) yang melibatkan sejumlah orang dan
sejumlah komputer, memerlukan sarana jaringan dan komunikasi.
2.6 Definisi Istilah Dalam Database 2.6.1 Database.
Suatu Database Management System (DBMS) berisi suatu koleksi data
yang saling berelasi dan satu set program pengelola untuk menambah data,
menghapus data, mengambil data dan membaca data.Menurut Kadir (2003:17)
pengertian DBMS adalah:” Suatu program komputer yang digunakan untuk
memasukkan, mengubah ,menghapu emanipulasi dan memperoleh
data/informasi dengan praktis dan efisien”.
Database adalah kumpulan dari file yang saling berelasi, relasi tersebut
bisa ditunjukkan dengan kunci tiap file yang ada. Suatu database menunjukkan
satu kumpulan data yang dipakai dalam satu lingkup perusahaan atau instansi.
Dalam suatu file terdapat record yang sejenis, sama besar, sama bentuk,
merupakan suatu kumpulan entity yang seragam. Satu record terdiri dari field
yang saling berhubungan untuk menunjukkan bahwa field tersebut dalam satu
pengertian lengkap dan direkam dalam satu record. Untuk menyebut isi dari
record digunakan atribut atau merupakan judul dari satu kelompok etity
tertentu. Entity adalah satu objek yang nyata dan akan direkam. Set program
mengefisiensikan pemasukan atau perekaman informasi dan pengambilan atau
pembacaan informasi ke dalam database.
2.6.2 Komponen – Komponen Database
Bagian ini memberikan pengantar mengenai komponen – komponen
yang dapat dipakai untuk membangun aplikasi database.
a. Komponen Table. Cara paling mudah untuk mengakses database adalah
menggunakan komponen Table dari page BDE. Komponen Table mengacu
ke sebuah tabel database. Pada saat memakai komponen tabel, harus
menyatakan nama database pada property Database Name. Anda dapat
memasukkan nama alias atau menyatakan direktorinya.
b. Komponen Query. Komponen ini lebih kompleks dibandingkan denagn
sebuah table, karena memerlukan perintah SQL. Namun komponen Query
lebih fleksibel dibandingkan dengan komponen Table.
c. Komponen StoredProc. Komponen ini mengacu ke stored procedure yang
disimpan di dalam sebuah SQL server. Anda dapat menjalankan procedure
– procedure ini dan hasilnya dimasukkan ke dalam sebuah tabel.
StoredProc hanya dapat dipakai pada SQL server.
d. Komponen Database. Komponen ini dipakai untuk mengontrol transaksi,
sekuritas, dan mengontrol koneksi. Biasanya dipakai untuk berhubungan
dengan database remote pada aplikasi client/ server.
2.7 Perancangan Model Konseptual Database.
Model konseptual database bukanlah pendekatan proses informasi
memproses data untuk beberapa aplikasi. Model konseptual tidak tergantung
pada aplikasi individual, juga tidak tergantung pada DBMS (Database Management System) yang digunakan, juga tidak tergantung pada hardware yang digunakan.
Pada perencanaan model konseptual penekanan tinjauan dilakukan pada struktur data dan relasi antar file. Pendekatan yang dilakukan pada perancangan
model konseptual adalah menggunakan model data relational. Terapat dua buah teknik, yaitu : Teknik Normalisasi, Teknik Entity Relationship.
2.8 Basis Data (MySQL)
Kusrini (2007:2) Basis data adalah kumpulan data yang saling berelasi,
basis data bertujuan untuk mengatur data sehingga diperoleh kemudahan,
ketepatan, dan kecepatan dalam pengambilan kembali data yang diperlukan.
Banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan menggunakan basis data
diantaranya adalah :
a) Kecepatan dan kemudahan (speed)
b) Kebersamaan pemakai (sharability)
c) Pemusatan kontrol data
d) Efisiensi ruang penyimpanan (space)
e) Keakuratan (accuracy)
f) Ketersediaan (availability)
g) Kelengkapan (Completeness)
h) Keamanan (security)
i) Kemudahan dalam pembuatan program aplikasi baru
k) Kebebasan data (Data Independence)
l) User View
Banyak sekali perangkat lunak yang digunakan untuk sistem manajemen
basis data atau yang lebih dikenal dengan DBMS (Database Management
System), diantaranya adalah MySQL. Menurut Bunafit Nugroho (2004:140),
MySQL merupakan pemrograman atau sistem manajemen database (kumpulan
data yang terstruktur) yang menggunakan basis bahasa SQL (Structured Query
Language). MySQL merupakan system manajemen database yang dapat
dihandalkan dan penggunaannya mudah untuk dipahami. MySQL didesain untuk
menangani database yang besar dengan cepat, memiliki tingkat keamanan dan
konektivitasyang tinggi
MySQL adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang
didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License).
Dimana setiap orang bebas untuk menggunakan MySQL, namun tidak boleh
dijadikan produk turunan yang bersifat komersial. MySQL sebenarnya merupakan
turunan salah satu konsep utama dalam database sejak lama, yaitu SQL
(Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian
database, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang
memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis.
Kehandalan suatu database (DBMS) dapat diketahui dari cara kerja optimizer-nya
dalam melakukan proses perintah-perintah SQL, yang dibuat oleh user maupun
2.9 DFD (Data Flow Diagram).
Data Flow Diagram (DFD) merupakan diagram yang mengunakan notasi-
notasi atau simbol-simbol untuk menggambarkan sistem jaringan kerja antar
fungsi-fungsi yang berhubungan satu sama lain dengan aliran dan penyimpanan
data (Adi Nugroho, 2011). Pada tahap analisis, penggunaan notasi ini sangat
membantu sekali di dalam komunikasi dengan pemakai sistem untuk memahami
sistem secara logika. DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem
yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa
mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir atau dimana
data tersebut akan disimpan. Salah satu keuntungan menggunakan diagram aliran
data adalah memudahkan pemakai (user) yang kurang menguasai bidang
komputer untuk mengerti sistem yang akan dikerjakan.
DFD terdiri dari diagram konteks (context diagram) dan diagram rinci
(level diagram). Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu
proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. Diagram konteks
merupakan level tertinggi dari DFD yang menggambarkan seluruh input ke
sistem atau output dari sistem. Dalam diagram konteks biasanya hanya ada satu
proses. Tidak boleh ada store atau penyimpanan dalam diagram konteks. Diagram
rinci adalah diagram yang menguraikan proses apa saja yang ada dalam diagram
level di atasnya. Jogiyanto (1990) beberapa simbol yang di digunakan di dalam
DFD dengan maksud mewakili :
1. External entity (kesatuan luar) atau boundary (batas sistem);
2. Data flow (arus data);
4. Data store (simpanan data).
1. External Entity (kesatuan luar)
Setiap sistem pasti mempunyai batas sistem (boundary) yang memisahkan
suatu sistem dengan lingkungan luarnya. Sistem akan menerima input dan
menghasilkan output kepada lingkungan luarnya. Kesatuan luar (external entity)
merupakan kesatuan (entity) dilingkungan luar sistem yang dapat berupa orang,
organisasi atau sistem lainnya yang berada dilingkungan luarnya yang akan
memberikan input atau menerima output dari sistem, simbol external entity
digambarkan dengan simbol persegi panjang (Gambar 2.1)
Gambar 2.3 Simbol External Entity
External entity ini kebanyakan adalah salah satu dari berikut ini (Jogiyanto
,1990).
a) Suatu kantor, departemen atau divisi dalam perusahaan tetapi di luar
sistem yang sedang dikembangkan.
b) Orang atau sekelompok orang diorganisasi tetapi di luar sistem yang
sedang dikembangkan.
c) Suatu organisasi atau orang yang berada di luar organisasi seperti misalnya
langganan, pemasok.
e) Sumber asli dari suatu transaksi.
f) Penerima akhir dari suatu laporan yang dihasilkan oleh sistem.
1. Arus Data
Arus data (data flow) di DFD diberi simbol suatu panah (gambar 2.8), arus
data ini mengalir diantara proses (process), simpanan data (data store) dan
kesatuan luar (external entity). Arus data menunjukan arus data yang dapat berupa
masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem dan dapat berbentuk sebagai
berikut ini (Jogiyanto ,1990).
a. Formulir atau dokumen yang digunakan di perpustakaan.
b. Laporan tercetak yang dihasilkan oleh sistem
c. Tampilan atau output di layar komputer yang dhasilkan oleh
sistem.
d. Masukan untuk komputer.
e. Komunikasi ucapan.
f. Surat-surat atau memo.
g. Data yang dibaca atau direkamkan ke suatu file
h. Suatu isian yang dicatat pada buku agenda
i. Transmisi data dari suatu komputer ke komputer yang lain.
2. Proses
Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin
atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk kedalam proses untuk
dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses. Suatu proses di tunjukkan
dengan simbol lingkaran (Yourdan dan DeMarco) atau dengan simbol empat
persegi panjang tegak dengan sudut-sudut tumpul (Gene dan Serson). Simbol
suatu proses dalam DFD dapt di lihat pada Gambar 2.3 dan 2.4.
3. Data Store (simpanan data)
Simpanan data (data store) merupakan simpanan dari data yang dapat
berupa file atau database di sistem komputer, arsip atau catatan manual, kotak
tempat data di meja seseorang, tabel acuan manual, agenda atau buku. Simpanan
data di DFD dapat disimbolkan dengan sepasang garis horizontal paralel yang
tertutup di salah satu ujungnya.
2.10 Server Side Language (PHP)
Server Side merupakan teknologi webpage yang menerapkan jenis
pemrograman web dimana semua sintaks dan perintah program yang diberikan
Gambar 2.5
Simbol Proses Menurut Yourdan dan DeMarco
Gambar 2.6
akan dijalankan/diproses di web server, kemudian hasilnya dikirimkan ke browser
pengguna dalam bentuk HTML biasa. Sehingga pengguna tidak dapat melihat
kode asli yang ditulis dalam bentuk server side programming salah satu contoh
bahasa pemrograman yang dijalankan di sisi server adalah PHP.
PHP adalah akronim dari Hypertext Preprocessor, yaitu suatu bahasa
pemrograman berbasiskan kode-kode (script) yang digunakan untuk mengelola
suatu data dan mengirimkannya kembali ke web browser menjadi kode HTML.
Kode PHP mempunyai ciri-ciri khusus, yaitu :
a. Hanya dapat dijalankan menggunakan web server, misal Apache.
b. Kode PHP diletakkan dan dijalankan di web server.
c. Kode PHP dapat digunakan untuk mengakses database, seperti MySQL,
PostgreSQL,Oracle, dan lain-lain.
d. Merupakan software yang bersifat open source.
e. Gratis untuk di-download dan digunakan.
f. Memiliki sifat multiplatform, artinya dapat dijalankan menggunakan
sistem operasi apapun, seperti : Linux, Unix, Windows, dan lain-lain.
PHP sendiri adalah tekhnologi yang diperkenalkan tahun 1994 oleh
Rusmus Lerdorf yaitu sebuah bahasa pemograman yang berjalan dalam sebuah
web-server (server side). PHP diciptakan oleh programmer unix dan Perl yang
bernama Rasmus Lerdoft pada bulan Agustus-September 1994. Pada awalnya,
Rasmus mencoba menciptakan sebuah script dalam wesite pribadinya dengan
tujuan untuk memonitor siapa saja yang pernah mengunjungi website-nya. Pada
awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (Situs personal).
menamakannya PHP/FI pada sekitar tahun 1995, dan diperkenalkan kepada
beberapa programmer pemula dengan alasan bahasa yang digunakan oleh PHP
cukup sederhana dan mudah dipahami. Selanjutnya Rasmus menulis ulang PHP
dengan bahsa C untuk meningkatkan kecepatan aksesnya.
Mulai bulan September sampai Oktober 1995, kode PHP ditulis ulang dan
digabungkan menjadi PHP/F1. Baru di akhir tahun 1995 dirilis bagi umum secara
gratis. Mengapa Rasmus membagikan ke publik secara gratis? Rasmus
berangapan apabila kode PHP ini berguna bagi dirinya, tentu juga akan
bermanfaat untuk orang lain. Dan pada akhirnya memang akan kembali
bermanfaat bagi dirinya sendiri.
Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini, interpreter PHP
sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga
modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.
Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang
interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada
Juni 1998, perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan
meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0 dan singkatan PHP dirubah menjadi
akronim berulang PHP: Hypertext Preprocessing.
Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis
tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak
dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai disebabkan
kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki
Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter
PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model
pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan
bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek. Script PHP adalah
bahasa program yang berjalan pada sebuah webserver, atau sering disebut
server-side. Oleh karena itu, PHP dapat melakukan apa saja yang bisa dilakukan program
CGI lain, yaitu mengolah data dengan tipe apapun, menciptakan halaman web
yang dinamis, serta menerima dan menciptakan cookies, arti script server-side
adalah, agar dapat menjalankan script ini dibutuhkan tiga program utama, yaitu
web-server (dapat berupa IIS dari windows atau apache), modul PHP dan juga
web browser.
2.11 CDM (Conceptual Data Model)
Menurut Wiwit Siswoutomo (2006:179) mendefinisikan bahwa CDM
merupakan representasi struktur logika database dimana ia tidak tergantung pada
software dan struktur penyimpanan data apapun. Model konseptual ini sering
berisi objek-objek yang belum diimplementasikan dalam database secara fisik. Ia
memberikan representasi formal dari kebutuhan data untuk aktivitas enterprise
dan bisnis. Aturan dalam CDM adalah sebagai berikut :
1. Mempresentasikan pengorganisasian data dalam format grafis
2. Memverifikasi validasi desain data
3. Menghasilkan PDM (Physical Data Model) dimana menspesifikasikan
implementasi secara fisik pada database
CDM (Conceptual Data Model) secara grafis mempresentasikan interaksi
Tabel 2.1 Objek-objek pada CDM
Objek Keterangan
Domain Set nilai-nilai dimana sebuah data item valid
Data item Potongan dasar infor masi
Entyty Per son,tempat,sesuatu, atau konsep yang mempunyai kar akter istik yang menar ik dan tentang sesuatu di tempat anda ingin menyimpan infor masi Entity attr ibute Potongan dasar infor masi yang melekat
pada entitas
Relationship Koneksi yang diber i nama atau asosiasi antar a entitas
Inher itance link Hubungan sepesial yang mendefinisikan sebuah entitas sebagai sebuah sepecial case
2.12 PDM (Physical Data Model)
PDM atau Physical Data Model merupakan gambaran secara detail
rancangan basis data dalam bentuk fisik. Penggambaran rancangan PDM
memperlihatkan struktur penyimpanan data pada database yang digunakan
sesungguhnya. Menurut Wiwit Siswoutomo (2006:180) juga menyatakan bahwa
PDM menspesifikasikan implementasi secara fisik pada database, dengan PDM
juga harus mempertimbangkan dan memperhitungkan implementasi fisik secara
detail dan target software maupun struktur data penyimpanannya.
PDM memiliki aturan-aturan sebagai berikut :
1. Mempresentasikan pengorganisasian data secara fisik dalam format grafis.
2. Menghasilkan script pembuat dan pemodifikasi database.
3. Mendefinisikan referential integrity triggers andconstrains.
4. Menghasilkan extended attributes
5. Reverse engineer existing database.
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
3.1. Analisa Sistem
Penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian
komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi
permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang
terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan
perbaikan-perbaikannya. Atau gambaran mudahnya adalah, analisa sistem adalah
penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang
baru atau diperbarui.
3.2. Analisa Masalah
Sistem informasi pelayanan pasien rawat inap dan rawat jalan terbilang
masih kurang efektif dalam melakukan kegiatan pencatatan laporan rawat inap
dan rawat jalan, hal ini di karenakan pengelolaan data - data laporan masih
menggunakan cara manual dan pencatatan data - data pasien masih
menggunakan aplikasi sederhana. Sebagai contoh : dalam pembuatan laporan
pasien masih harus membuat laporan dengan cara ditulis pada lembar laporan
begitu juga dengan pencatatan laporan rawat inap dan rawat jalan, karena
dilakukan secara manual maka hal ini dapat memperlambat beberapa kinerja
proses pembuatan laporan, selain pemrosesan data yang lama, permasalahan ini
3.3. Diagram Konteks
Konteks diagram adalah suatu level tertingi dalam perancangan suatu alur
sistem dimana di dalam konteks diagram tersebut menggambarkan semua
interaksi dari pelaku dan aliran data ( input / output ) yang terlibat dengan sistem
secara keseluruhan, dengan begini maka entitas apa saja yang terkait dengan
sistem dapat di ketahui tidak hanya itu dalam konteks diagram ini kita juga dapat
mengetahui dari mana saja asal data yang masuk kedalam sistem.
Informasi data laporan
Sismem informasi pelayanan rawat inap dan rawat jalan
+
Admin
Kasir
Gambar 3.1 Diagram Konteks Sistem informasi Pelayanan Pasien Rawat Inap
Dan Rawat Jalan Berbasis Web.
Pada Data Flow Diagram ( Gambar 3.1 ) menggambarkan bahwa pada
DFD level konteks Proses sistem informasi ini terdapat berbagai macam aliran-
1) Admin: Bertugas meninputkan data user dan data dokter.
2) Kasir : dapat menginputkan pasien, data obat, data kamar dan data laporan
rawat inap dan rawat jalan.
3.4 Diagram Level 0
Setelah secara keseluruhan alur data yang ada dalam diagram konteks di
gambarkan maka kita dapat menarik beberapa alur proses yang pada diagram level
konteks untuk di decompose menjadi beberapa alur proses inti.
Data kamar
Berdasarkan Gambar 3.2 maka dapat diketahui bahwa dalam pengelolaan
Sistem Informasi Pelayanan Pasien Rawat Inap Dan Rawat Jalan terdapat
beberapa proses inti yaitu:
1) Proses Data User
2) Proses Data Dokter.
3) Proses Data Pasien.
4) Proses Data Obat.
5) Proses Data Laporan.
6) Proses Data Kamar.
3.5 Conceptual Data Model
Conceptual Data Model atau yang sering di sebut dengan CDM
merupakan suatu tahap awal perancangan / pembuatan tabel – tabel apa saja
yang akan di buat berdasarkan kebutuhan-kebutuhan data yang di digunakan
dalam menjalankan suatu proses di dalam aplikasi, perancangan sistem database
ini juga di gunakan untuk mendukung kinerja dari aplikasi yang dibuat.
perancangan CDM ini bersumber dari beberapa analisa yang mpemiliki
keterkaitan dengan sistem dan data yang diolah dari hasil analisa tersebut maka
kita dapat membayangkan table apa saja yang harus dibuat bagai mana relasinya
dengan tabel lainnya, berikut ini merupakan rancangan tabel - tabel CDM untuk
Mempunyai
Mempunyai slip rawat inap
Menggunakan banyak obat Mempunyai slip gaji
Pemakaian banyak
Banyak biaya pemakaian
Mempunyai banyak ruang kamar Mepunyai banyak detail kamar
Mempunyai banyak pasien
Gambar 3.3 Conceptual Data Model Sistem Informasi Pelayanan Pasien Rawat
Inap Dan Rawat Jalan.
3.6 Physical Data Model
Physical Data Model adalah suatu tahap ke dua dari perancangan database
setelah pembuatan CDM, dalam perancangan tahap ke dua ini desain table akan
terlihat secara fisik dan tipe datanya bersifat lebih khusus dan spesifik tidak
seperti pada CDM yang hanya membuat struktur tabel secara mandiri pada PDM
setiap tabel yang memiliki hubungan akan di relasikan dengan tabel induk dengan
hubungan dengan tabel lainnya akan terlihat jelas. Perancangan PDM ini
merupakan representasi fisik / sebenarnya dari database yang di buat.
pasien
Gambar 3.4 Physical Data Model Informasi Pelayanan Pasien Rawat Inap Dan
3.7 Struktur Tabel
Berikut ini merupakan penjelasan dari beberapa struktur tabel data yang
digunakan berdasarkan Rancangan database yang ada pada Gambar 3.4 :
a. Tabel Kamar
Nama Tabel : Kamar
Isi Tabel : Berisi field untuk data - data kamar
Primary Key : Id_kamar
Tabel 3.1 Tabel Kamar
No Kolom Tipe Data Panjang PK FK
1 Id_kamar Int - -
2 Nama_kamar Varchar 25 - -
3 Kelas Varchar 25 - -
4 Tariff Int - - -
5 Status_kamar Varchar - - -
6 Kapasitas_kamar Int - - -
7 Fasilitas Long varchar - - -
b. Tabel User
Nama Tabel : User
Isi Tabel : Berisi field untuk data - data user.
Primary Key : Id_User
Tabel 3.2 Tabel User
No Kolom Tipe Data Panjang PK FK
1 Id_user Int - -
2 Nama_lengkap Varchar 50 - -
2 Username Varchar 50 - -
3 Password Varchar 50 - -
4 Status Varchar 50 - -
c. Tabel Pasien
Nama Tabel : Pasien
Isi Tabel : Berisi field untuk data - data pasien.
Primary Key : Id_Pasien
Foreign Key :Id_Jenis_Kamar,Id_Slip_Rawat_Inap,Id_Dokter,
Tabel 3.3 Tabel Pasien
No Kolom Tipe Data Panjang PK FK
1 Id_pasien Int - -
2 Id_kamar Int - -
2 Id_slip_rawat_jalan Int - -
3 Id_Dokter Int - -
4 Id_slip_rawat_inap In - -
5 Nama_pasien Varchar 50 - -
6 Alamat Long Varchar - -
7 Kota Varchar 50 - -
8 Jenis_kelamin Varchar 25
9 Tgl_lahir Date - - -
10 Umur Int
11 Alergi_obat Varchar 50 - -
12 Keterangan Long varchar 100 - -
d. Tabel Dokter
Nama Tabel : Dokter
Isi Tabel : Berisi field untuk data - data dokter
Tabel 3.4 Tabel Dokter
No Kolom Tipe Data Panjang Primary Key Foreign Key
1 Id_dokter Int - -
2 Nama_dokter Varchar 50 - -
3 Alamat Long Varchar - - -
4 No_tlp Int - - -
5 Jenis_kelamin Varchar 25 - -
5 Tempat_lahir Varchar 50 - -
7 Status_posisi Varchar 30 - -
8 Hari_tugas Varchar 23 - -
9 Jam_tugas Varchar 25 - -
10 Jam_mulai Varchar 25 - -
11 Jam_pulang Varchar 25 - -
12 Spesialis Varchar 50 - -
13 Pendidikan Varchar 50 - -
14 Keterangan Long varchar - - -
15 Tarif Int - - -
e. Tabel Slip Rawat Inap
Isi Tabel : Berisi field untuk data – data slip rawat inap
Primary Key : Id_slip_rawat_inap
Foreign Key : Id_pasien
Tabel 3.5 TabeL Slip Rawat Inap
No Kolom Tipe Data Panjang PK FK
1 Id_slip_rawat_inap Int -
2 Id_pasien Int - -
3 Tgl_masuk Date - - -
4 Tgl_keluar Date - - -
5 Penyakit_yang_diderita Varcah - - -
6 Hasil_diagnosa Varchar - - -
7 Biaya_kamar Int - - -
8 Honor_dokter Int - - -
9 Total_biaya_obat Int - - -
10 Total_biaya_lain_lain Int - - -
12 Potongan Int - - -
13 Keterangan Long varchsr - - -
14 Status_pembayaran Varchar - - -
f. Tabel obat
Nama Tabel : Obat
Isi Tabel : Berisi field untuk data – data Obat
Primary Key : Id_Obat
Foreign Key : Id_pasien
Tabel 3.6 Tabel Obat
No Kolom Tipe Data Panjang PK FK
1 Id_obat Int - -
2 Id_pasien Int - -
3 Nama_obat Varchar 50 - -
4 Jenis Varchar 25 - -
5 Jumlah Int - - -
6 Harga Int - - -
7 Produksi Varchar 50 - -
8 Alamat Long varchar - - -
9 Keterangan Long varchar - - -
11 Komposisi Long varchar - - -
12 Indikasi Long varchar - - -
13 Kontra_indikasi Long varchar - - -
14 Efek_samping Long varchar - - -
15 Dosis Varchar 50 - -
16 Peringatan Long varchar - - -
g. Tabel Slip Rawat J alan
Nama Tabel : Slip Rawat Jalan
Isi Tabel : Berisi field untuk data slip rawat jalan
Primary Key : Id_slip_rawat_jalan
Foreign Key : Id_pasien
Tabel 3.7 Tabel Slip Rawat Jalan
No Kolom Tipe Data Panjang PK FK
1 Id_slip_rawat_jalan Int -
2 Id_pasien Int - -
3 Tgl_kunjungan Date - - -
4 Penyakit_yang_diderita Varchar 50 - -
5 Hasil_diagnosa Varchar 50 -
6 Suntik_dan_obat Varchar 50- - -
7 Tgl_kunjungan_berikut Date - - -
h. Tabel Biaya Pemakaian Obat
Nama Tabel : Biaya Pemakain Obat
Isi Tabel : Berisi field untuk data – data Biaya Pemakaian Obat
Primary Key : Id_biaya_pemakaian_obat
Foreign Key : Id_pasien,id_obat
Tabel 3.8 Tabel Biaya Pemakaian Obat
No Kolom Tipe Data Panjang PK FK
1 Id_biaya_pemakaian_obat Int - -
2 Id_pasien Int - -
3 Id_obat Int - -
4 Tgl_masuk Date - - -
5 Tgl_pulang Date 25 - -
6 Jumlah Int - - -
7 Harga Int - - -
i. Tabel Detail Kamar
Nama Tabel : Tabel_Detail_Kamar
Isi Tabel : Berisi field Detail Kamar
Tabel 3.9 Tabel Detail Kamar
1 Id_detail_kamar Int - -
2 Kd_nama_kamar Int - -
3 Kode_pasien Int - -
4 Tanggal Date - - -
5 Status Int
j.Tabel Nama Kamar
Nama Tabel : Tabel_Nama_kamar
Isi Tabel : Berisi field nama nama kamar
Tabel 3.10 Tabel Nama Kamar
No Kolom Tipe Data Panjang PK FK
1 Kd_nama_kamar Int - -
2 Kode_kamar Int - -
3 Nama_kamar Varchar - -
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Dan Pembahasan
Tahap hasil dan pembahasan merupakan tahap penciptaan perangkat
lunak, tahap kelanjutan dari kegiatan perancangan sistem. Tahap ini merupakan
tahap meletakkan sistem supaya siap untuk di operasikan dan dapat dipandang
sebagai usaha untuk mewujudkan sistem yang telah dirancang.
Langkah - langkah dalam tahap implementasi ini adalah urutan kegiatan
awal perancangan sistem yang yang dibuat untuk membuat sebuah rancangan
sistem yang nantinya sistem tersebut dapat di jalankan pada saat sistem tersebut
dilakukan uji coba agar sistem tersebut dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan
yang di rancang sebelumnya dan sistem tersebut dapat di operasikan pada awal uji
coba sampai akhir uji coba sistem.
Untuk mewujudkan sistem yang telah dirancang adalah dengan mengetahui
lingkungan implementasi sistem agar sistem tersebut berjalan sesuai dengan
rancangan dan melakukan implementasi program.
4.2 Implementasi Aplikasi Antar Muka
Implementasi antar muka dilakukan pada setiap tampilan program yang
dibangun dan pengkodeannya dalam bentuk file program. Yang bertujuan untuk
mengetahui kegunaan setiap tampilan program karena setiap tampilan program
Setiap tampilan program pada aplikasi ini akan di jelaskan mengenai
kegunaan dan tujuan dari setiap tampilan program yang nantinya bertujuan agar
dapat mengetahui setiap tampilan program memiliki proses dan kegunaan yang
berbeda pada setiap.
Implementasi antarmuka program yang telah di buat merupakan media
bagi pengguna untuk menjalankan sistem yang telah dibuat, yang terdiri berbagai
menu yang berfungsi untuk melakukan setiap proses dari sistem sesuai dengan
kebutuhan dan rancangan pada tahap awal membuat program, diharapkan
implementasi antarmuka program pengguna dapat mengetahui lebih awal
kegunaan setiap antar muka program agar pengguna dapat melakukan proses dan
menjalankan sistem yang dibuat.
4.3 Implementasi Antar Muka Menu Utama
Implementasi antar muka merupakan tampilan dari suatu program aplikasi
yang berperan sebagai media komunikasi antara sistem dengan pengguna.
Implementasi interface untuk aplikasi BPRB yang terdiri dari antar muka menu
utama adalah sebagai berikut :
4.3.1 Form Login Admin
Halaman Login Admin merupakan pintu utama untuk memasuki sistem
ini. Admin yang sudah terdaftar harus mengisi Username dan Password pada
Gambar 4.1 Halaman Login Admin.
4.3.2 Halaman Utama Admin
Halaman Utama Admin adalah halaman dimana user sudah melakukan
login, selanjutya akan dibawa ke halaman utama admin.
Gambar 4.2 Halaman Utama.
Form Data Dokter merupakan halaman untuk melihat data dokter yang
sudah didaftarkan.
Gambar 4.3 Halaman Data Dokter.
4.3.4 Form Tambah Dokter
Form Tambah Dokter merupakan halaman untuk menambahkan dokter
yang baru.
Gambar 4.4 Form Tambah Dokter.
Form Kelola User merupakan halaman untuk melihat data user yang sudah
didaftarkan.
Gambar 4.5 Form Kelola DataUser.
4.3.6 Form Tambah User
Form Tambah User merupakan form untuk menambahkan user sebagai
admin atau kasir.
Gambar 4.6 Form Tambah User
Form Login Kasir merupakan form untuk masuk ke halaman kasir. Kasir
harus memasukan username dan password.
Gambar 4.7 Form Login Kasir.
4.3.8 Form Utama Kasir
Form Utama Kasir adalah halaman dimana kasir sudah memasukan
username dan password.
Gambar 4.8 Halaman Utama Kasir.
Form data pasien merupakan halaman untuk melihat data – data pasien
yang sudah terdaftar.
Gambar 4.9 Form Data Pasien.
4.3.10 Form Tambah Data Pasien
Form Tambah Data pasien merupakan menambahkan data data pasien ke
database.
Gambar 4.10 Form Tambah Data Pasien
Form Data Kamar merupakan form yang menyediakan informasi tentang
kamar yang tersedia di BPRB Tali Kasih.
Gambar 4.11 Form Data Kamar.
4.3.12 Form Tambah Data Kamar
Form Tambah Data Kamar adalah form untuk menambah kan kamar di
BPRB Tali Kasih.
Gambar 4.12 Form Tambah Data Kamar.
Form Data Ruang merupakan halaman untuk melihat nama ruang di
BPRB Tali Kasih
Gambar 4.13 Form Data Ruang
4.3.14 Tambah Data Ruang
Form Tambah Data Ruang adalah form untuk menambah kan Ruang di
BPRB Tali Kasih.
Gambar 4.14 Form Tambah Data Ruang
Form Detai Kamar merupakan halaman untuk melihat data jumlah kamar
yang masih tersedia..
Gambar 4.15 Form Detail Kamar.
4.3.16 Halaman Data Obat
Form Data Obat adalah Form yg meneydiakan informasi tentang obat yang
tersedia di BPRB Tali Kasih..
Gambar 4.16 Halaman Data Obat.
Form Tambah Data Obat digunakan untuk menambahkan data obat di
BPRB Tali Kasih.
Gambar 4.17 Form Tambah Data Obat.
4.3.18 Form Input Rawat J alan
Form Input Rawat Jalan merupakan form untuk menambahkan pasien
rawat jalan di BPRB Tali Kasih.
Gambar 4.18 Form Input Rawat Jalan.
Form Input Rawat Inap Rawat Jalan merupakan form untuk menambahkan
pasien rawat jalan di BPB Tali Kasih.
Gambar 4.19 Form Input Rawat Inap.
4.3.20 Form Laporan Rawat J alan
Form Laporan Rawat Jalan merupakan form untuk melihat pasien rawat
jalan di BPRB Tali Kasih.
Gambar 4.20 Form Laporan Rawat Jalan.
Form Detail Kunjungan Pasien merupakan form untuk melihat riwayat
tanggal kunjungan pasien.
Gambar 4.21 Form Detai Kunjungan Pasien.
4.3.22 Form Detail Laporan Pasien Rawat J alan
Form Detail Laporan Pasien Rawat Jalan merupakan form untuk melihat
dan mencetak laporan pasien.
Gambar 4.22 Form Detail Laporan Pasien.
Form Laporan Rawat Inap merupakan form untuk melihat pasien rawat
jalan di BPRB Tali Kasih.
Gambar 4.23 Form Laporan Rawat Inap
4.3.24 Form Detail kunjungan pasien r awat jalan
Form Detai Kunjungan Pasien Rawat Inap merupan form untuk melihat
tanggal kunjunagan pasien rawat inap.
Gambar 4.24 Form Detail Kunjungan Pasien Rawat Inap.
4.3.25 For m Detail Laporan Pasien Rawat Inap
Form Detail Laporan Pasien Rawat Inap merupakan form untuk melihat
Gambar 4.25 Form Laporan Rawat Inap
4.3.26 Uji Coba Sistem
Uji coba sistem berfungsi untuk mengetahui keberhasilan dan kekurangan
dari sistem yang telah dibuat. Uji coba dilakukan dengan menggambarkan alur
kerja sistem mengunakan tabel skenario berdasarkan tabel dibuat di BAB III,
berikut skenario uji coba sistem
4.4 Uji Coba Skenario
4.4.1 Uji Coba Skenario “Login”
Tabel 4.1 Skenario Uji Coba Login Admin
Aksi Admin
Kondisi
pasien raw at jalan dan raw at inap
Kondisi
Admin M emasukan Username Dan Passw ord Dan
Admin berhasil login
Skenario
Aksi aktor Reaksi sistem
1.Skenario Normal (Username dan Passw ord)
1.Adm in melakukan login t erlebih dahulu untuk mengelola w ebsit e.
2.klik login
3.Cek username dan passw ord
4.M enampilkan pesan selamat datang dan masuk halaman home
2. Skenario Alt ernat if (Username dan Passw ord t idak diisi)
1.t idak memasukan username at au passw ord
2.Klik login
3.Cek username dan passw ord
4.M enampilkan pesan “ login error”
3. Skenario Alt ernat if (Username salah dan Passw ord benar)
1.Memasukan username yang salah
2.klik menu login 3.cek username dan password
4. Skenario Alt ernat if (Username benar dan Passw ord salah)
1.Memasukan password yang salah
3.Cek username dan password
4.Menampilkan pesan “login error”
5. Skenario Alt ernat if (Username salah dan Passw ord salah)
1.Memasukan username salah dan password salah
2.Klik menu login
3.Cek username dan password
4.Menampilak pesan “login error”
Kesimpulan
Skenario Hasil
Skenario Nor mal (username dan password benar) Sukses
Skenario Alternatif (username dan password tidak diisi) Sukses
Skenario Alternatif (username salah dan password benar ) Sukses
Skenario Alternatif (username benar dan password salah) Sukses
Skenario Alternatif (username salah dan password salah) Sukses
4.4.2 Uji Coba Skenario “Login”
Tabel 4.2 Skenario Uji Coba Login Kasir
Aksi Kasir
resepsionis melakukan login terlebih dahulu untuk menggunakan website Sistem
Informasi Lembaga Bimbingan Belajar Rumah Cerdas Bums Surabaya
Kondisi
Resepsionis Memasukan Username Dan Password Dan pilih Hak Akses
Kondisi
Resepsionis berhasil login
Skenario
Aksi aktor Reaksi sistem
1.Skenario Nor mal (Username dan Password)
1.Resepsionis melakukan login terlebih dahulu untuk mengelola website.
2.Klik login
3.Cek Username Dan Password
4.Menampilkan pesan selamat
datang dan masuk ke halaman Home
2. Skenario Alternatif (Username dan Password tidak diisi)
1.Resepsioni tidak memasukan username atau password
2.klik login
3. Cek Username Dan Password
4.Menampilkan Pesan “Login Error”
3. Skenario Alternatif (Username salah dan Password benar )
1. Memasukan Username salah
2.klik login
4.Menampilkan Pesan “Login Error”
4. Skenario Alternatif (Username benar dan Password salah)
1. Memasukan password salah
2.klik login
3.Cek Username dan password
4.Menampilkan pesan “login error”
5 Skenario Alternatif (Username salah dan Password salah)
1.Memasukan Username dan password yang salah
2.Klik login
3.Cek username dan password
4.Menampilkan pesan “login error”
Kesimpulan
Skenario Hasil
Skenario Nor mal (username dan password benar) Sukses
Skenario Alternatif (username dan password tidak diisi) Sukses
Skenario Alternatif (username salah dan password benar ) Sukses
Skenario Alternatif (username benar dan password salah) Sukses
Skenario Alternatif (username salah dan password salah) Sukses
4.4.3 Skenario Uji Coba “Ganti Password Admin”
Tabel 4.3 Skenario Uji Coba Ganti Password Admin
Decription
Actor ini digunakan untuk mengubah data admin termasuk mengubah username
dan password
Precondition
Admin harus dalam keadaan login kedalam sistem
Kondisi
Data admin berhasil diubah
Skenario
Aksi aktor Reaksi sistem
1.Skenario Nor mal (Mengubah data admin)
1.Mengubah username, password
2.Klik ubah
3.mengubah data admin didalalam
database
4.Menampilkan data hasil di home
2. Skenario Alternatif (Username dan Password tidak diisi)
1.Admin mengubah username, password
2.klik ubah
Kesimpulan
Skenario Hasil
Skenario Nor mal (Mengubah data Admin) Sukses
Skenario Alternatif (Data tidak diisi) Sukses
4.4.4 Skenario Uji Coba “Tambah Data Dokter”
Tabel 4.4 Skenario Uji Coba Tambah Data Dokter
Aksi Admin dan kasir
Kondsisi
Admin melakukan tambah data terlebih dahulu
Kondisi
Admin mengisi form tambah data dokter
Kondisi
Admin berhasil menambahkan data dokter
Skenario
Aksi aktor Reaksi sistem
1.Skenario Nor mal (tambahkan data dokter)
1. Admin melakukan tambah data dokter terlebih dahulu
2.Klik tambah data
3.Mengisi form tambah data
4 Klik Simpan
5 data tersimpan kedalam database