ii
MODUL CETAK TEORI ORGANISASI DAN MANAJEMEN
Tim Penyusun:
Merry Moy Mita, S.E, M.Si
Halaman Judul
PROGRAM STUDI D-III PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN UNIVERSITAS IMELDA MEDAN
TAHUN 2020/2021
Program studi D-III Perekam Medis dan Informasi Kesehatan
iii
VISI DAN MISI UNIVERSITAS IMELDA MEDAN (UIM)
VISI
Menjadi pusat ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengembangan karakter kewirausahaan sehingga mampu menghasilkan produk-produk yang dapat bersaing di tingkat nasional pada tahun 2024
MISI
1. Menyelenggarakan pembelajaran yang efektif sesuai Standar Nasional Perguruan Tinggi (SNPT) dan KKNI, terintegrasi dengan hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat terkini untuk menghasilkan lulusan sesuai profil yang diharapkan
2. Melaksanakan penelitian ilmiah dan dipublikasikan secara nasional dan internasional.
3. Melaksanakan pengabdian masyarakat yang terstruktur dan mengacu pada hasil penelitian.
4. Membangun kerjasama produktif dengan berbagai institusi pendidikan dan industri di Kota Medan, Sumatera Utara dan provinsi lainnya dalam pelaksanaan praktek, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat
iv
VISI DAN MISI
PRODI D-III PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN
VISI
Menjadi prodi yang unggul dalam bidang manajemen rekam medis dan informasikesehatan (RMIK) berbasis teknologi infomasi yang mengedepankan karakter kewirausahaan sehingga mampu bersaing di tingkat nasional pada tahun 2024
MISI
1. Menyelenggarakan pendidikan RMIK berbasis teknologi informasi sesuai dengan standar nasional dan kompentensi yang dikeluarkan oleh organisasi profesi.
2. Mengembangkan ilmu pengetahuan teknologi RMIK melalui penelitian ilmiah yang dapat memberikan solusi dalam pelayanan rekam medik di insitusi pelayanan kesehatan.
3. Memanfaatkan ilmu RMIK melalui pelaksanaan pengabdian masyarakat untuk menjawab tantangan persoalan di berbagai insitusi pelayanan kesehatan.
4. Memperkuat peran sebagai penyelenggara pendidikan tinggi RMIK melalui kerja sama dengan asosiasi profesi, lembaga pendidikan dan institusi lainnya di dalam negeri.
v
KATA PENGANTAR
Puji Syukur tim penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Modul Cetak Bahan Ajar Organisasi dan Manajemen ini dengan baik. Modul ini disusun sebagai salah satu upaya untuk membantu mahasiswa program studi D-IIIPerekam dan Informasi Kesehatan UIM dalam mempelajari dan memahami mata kuliah Organisasi dan Manajemen.
Dalam penyusunan modul ini kami mendapat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada Dr, dr, Imelda Liana Ritonga, SKp, M.Pd, MN selaku Rektor Universitas Imelda Medan dan Sarida Surya manurung,S.Kep,Ns,M.Kes selaku Warek I.
Modul Bahan Ajar Organisasi dan Manajemen ini disusun berdasarkan pada Kurikulum D-IIIPerekam dan Informasi Kesehatan UIM, dengan memperhatikan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) program studi dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). Melalui pembelajaran pada modul ini diharapkan mahasiswa dapat mencapai CPMK yang telah ditentukan. Materi di dalam buku ini berisi bahan kajian yang dibutuhkan sesuai CPMK dan kompetensi yang diajarkan kepada mahasiswa sebagai salah satu referensi Organisasi dan Manajemen bagi Mahasiswa Perekam dan Informasi Kesehatan.
Penulis sepenuhnya menyadari bahwa modul ini belum sepenuhnya sempurna. Sehubung dengan itu, penulis sangat menantikan saran-saran yang bersifat konstruktif dari berbagai pihak. Penulis berharap modul ini dapat memberikan kontribusi yang bermkana bagi peningkatan efektifitas proses dan optimalisasi hasil pembelajaran dalam lingkup Universitas Imelda Medan, dan khususnya untuk ruang lingkup program studi D-IIIPerekam dan Informasi Kesehatan UIM, pada masa mendatang.
Medan, Agustus 2020
Merry Moy Mita, S.E, M.Si
vi
DAFTAR ISI Halaman
HALAMAN JUDUL ... ii
VISI DAN MISI UNIVERSITAS IMELDA MEDAN (UIM)Error! Bookmark not defined. VISI DAN MISI PROGRAM STUDI D-IV MIK . Error! Bookmark not defined. KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... v
GLOSARIUM ... xiii
BAB IKONSEP DASAR ORGANISASI DAN MANAJEMEN ... 1
PENDAHULUAN ... 1
A. Pengantar Pendahuluan ... 1
B. Deskripsi Materi ... 2
C. Kemampuan/Tujuan Akhir Yang Diharapkan ... 3
D. Uraian Materi ... 3
Topik 1 Pengantar Ilmu Kesehatan Masyarakat ... 4
I. Definisi Organisasi dan Manajemen ... 4
II. Manfaat Spesifik Organisasi ... 4
III. Tujuan Spesifik Manajemen ... 5
IV. Ruang Lingkup Manajemen ... 7
V. Fungsi dan Peran Manajemen Kinerja………...8
VI.Hambatan-hambatan dalam Penerapan Manajeme………9
Rangkuman ... 9
Tugas ... 12
1.Tugas Terstruktur ... 12
2.Kegiatan Mandiri ... 15
Topik 2 Budaya Organisasi dan Manajemen Kinerja ... 16
I. Definisi Budaya ... 17
II. Definisi Budaya Organisasi ... 17
III. Pengaruh Budaya dalam Pembentukan Manajemen Kinerja ... 17
IV. Karakteristik Budaya Organisasi ... 17
V. Fungsi Budaya Dalam Kehidupan Bermasyarakat ... 17
VI. Alasan Suatu Organisasi Harus Menerapkan Manajemen Kinerja Global .... 17
VII .Penerapan Organisasi dan Manajemen Kinerja dibidang Kesehatan 17 Rangkuman ... 24
Tugas ... 24
1.Tugas Terstruktur ... 25
2.Kegiatan Mandiri ... 24
DAFTAR PUSTAKA ... 30
vii
KUNCI JAWABAN ... 30
BAB IIPRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN ... 31
A. Pengantar Pendahuluan ... 34
B. Deskripsi Materi ... 36
C. Kemampuan/Tujuan Akhir Yang Diharapkan ... 36
D. Uraian Materi ... 36
Topik 1Konsep Sistem Kesehatan Nasional ... 37
I. Definisi Prinsip ... 37
II. Pembagian Kerja ... 38
III.Wewenang dan Tanggung Jawab ... 38
IV. Disiplin ... 39
V. Kesatuan Perintah ... 39
VI. Kesatuan Pengarahan ... 39
VII. Mengutamakan Kepentingan Organisasi ... 39
VII. Penggajian Pegawai ... 39
IX. Pemusatan ... 39
X. Hierarki ... 39
XI. Ketertiban ... 39
XII. Keadilan dan Kejujuran ... 39
XII. Stabilitas Kondisi Karyawan ... 39
XV. Semangat Kesatuan ... 39
Rangkuman ... 46
Tugas ... 46
1.Tugas Terstruktur ... 46
2.Kegiatan Mandiri ... 47
Topik 2Unsur-Unsur Manajemen ... 16
I. Human (Manusia) ... 17
II. Money (Uang) ... 17
III. Materials (Bahan) ... 17
IV. Machines (Mesin) ... 17
V. Methods (Metode) ... 17
VI. Market (Pasar) ... 17
Rangkuman ... 24
Tugas ... 24
1.Tugas Terstruktur ... 25
2.Kegiatan Mandiri ... 24
DAFTAR PUSTAKA ... 30
KUNCI JAWABAN ... 30
viii
BAB IIIMANAJEMEN DAN EVALUASI ... 206
A. Pengantar Pendahuluan ... 206
B. Deskripsi Materi ... 207
C. Kemampuan/Tujuan Akhir Yang Diharapkan ... 207
D. Uraian Materi ... 207
Topik 1 Manajemen dan Evaluasi ... 208
I. Definisi dan Evaluasi ... 208
II. Fungsi Dan Tujuan ... 209
III. Ruang LingKup ... 210
IV. Prinsip-Prinsip Supervisi ... 222
V. Teknik-Teknik Supervisi ... 223
VI. Jenis-Jenis Supervisi ... 223
Rangkuman ... 225
Tugas ... 227
1.Tugas Terstruktur ... 227
2.Kegiatan Mandiri ... 229
Topik 2Penilaian dan Evaluasi Kinerja ... 191
I. Definisi Evaluasi Kinerja dan Penilaian ... 191
II. PengukuranPenilaian Kinerja ... 197
III. Tujuan dan Manfaat Penilaian Kinerja ... 197
IV. Metode ... 197
V. Evaluasi Kinerja dan Mekanisme Penilaian... 197
Rangkuman ... 200
Tugas ... 201
1.Tugas Terstruktur ... 201
2.Kegiatan Mandiri ... 203
KUNCI JAWABAN ... 230
DAFTAR PUSTAKA ... 205
BAB IVPENGEMBANGAN PETUNJUK PENGORGANISASIAN RMIK ... 70
A. Pengantar Pendahuluan ... 70
B. Deskripsi Materi ... 73
C. Kemampuan/Tujuan Akhir Yang Diharapkan ... 73
D. Uraian Materi ... 73
Pengembangan Petunjuk Pengorganisasian RMIK ... 74
I. Definisi Rekam Medis ... 74
II. Jenis Rekam Medis ... 75
III. Fungsi Rekam Meis ... 76
IV. Kegunaan Rekam Medis ... 77
IV. Tujuan Utama Rekam Medis ... 77
ix
IV. Tujuan Sekunder Rekam Medis ... 78
IV. Tanggung Jawab Rekam Medis ... 79
Rangkuman ... 82
Tugas ... 82
1.Tugas Terstruktur ... 83
2.Kegiatan Mandiri ... 85
KUNCI JAWABAN ... 120
DAFTAR PUSTAKA ... 121
BAB VPRINSIP UMUM MANAJEMEN DALAM ADMINISTRASI PELAYANAN INFORMASI KESEHATAN ... 123
A. Pengantar Pendahuluan ... 123
B. Deskripsi Materi ... 124
C. Kemampuan/Tujuan Akhir Yang Diharapkan ... 124
D. Uraian Materi ... 124
Topik I Konsep Kepemimpinan ... 125
I. Prinsip fungsi dari informasi kesehatan ... 125
II. Manajemen Kesehatan Indonesia... 126
III. Sistem Manajemen Kesehatan dalam SKN ... 126
IV. Tujuan sub System Manajemen ... 126
V. Pembiayaan program Kesehatan ... 126
Rangkuman ... 130
Tugas ... 131
1.Tugas Terstruktur ... 131
2.Kegiatan Mandiri ... 134
Topik 2Rekam Medis dan Informasi Kesehatan ... 168
I. Definisi Rekam Medis ... 168
II. Arti dan Fungsi Rekam Medis ... 169
III. Hubungan Dokter dan pasien ... 169
IV. Informed Consent ... 169
V. Filosofi Informed Consent ... 169
VI. Kewajiban membuat Rekam Medis ... 169
V. Kepemilikan dan Pemanfaatan Rekam Medis ... 169
IV. Pencatatan data Rekam Medis ... 169
IV. Penyimpanan ... 169
IV. Retensi dan Pemusnahan dokumen rekam medis ... 169
Rangkuman ... 181
Tugas ... 182
1.Tugas Terstruktur ... 182
2.Kegiatan Mandiri ... 185
x
KUNCI JAWABAN ... 147
DAFTAR PUSTAKA ... 148
BAB VTIPE KARAKTER PEMIMPIN ... 149
A. Pengantar Pendahuluan ... 149
B. Deskripsi Materi ... 151
C. Kemampuan/Tujuan Akhir Yang Diharapkan ... 151
D. Uraian Materi ... 151
Topik 1 Tipe Karakter Pemimpin ... 153
I. Tipe Ototratisasi ... 153
II. Tipe Militerisasi ... 154
III. Tipe Paternalistis ... 157
IV. Tipe Laissez Faire ... 160
V. Tipe Demokratis ... 160
VI. Tipe Kharismatik ... 160
VII. Tipe Populistis ... 160
VII. Tipe Administrativ ... 160
IX. Tipe Birokrasi ... 160
Rangkuman ... 163
Tugas ... 164
1.Tugas Terstruktur ... 165
2.Kegiatan Mandiri ... 167
Topik 2Pendekatan-Pendekatan Kepemimpinan ... 168
I. Pendekatan Kesifatan ... 168
II. Pendekatan Keperilakuan ... 169
III. Pendekatan Kontingensi ... 169
IV. Pendekatan Keterpaduan ... 169
Rangkuman ... 181
Tugas ... 182
1.Tugas Terstruktur ... 182
2.Kegiatan Mandiri ... 185
KUNCI JAWABAN ... 186
DAFTAR PUSTAKA ... 187
BAB VIPENDELEGASIAN TUGAS DAN WEWENANG ... 189
A. Pengantar Pendahuluan ... 189
B. Deskripsi Materi ... 190
C. Kemampuan/Tujuan Akhir Yang Diharapkan ... 190
D. Uraian Materi ... 190
Pendelegasian Tugas dan Wewenang ... 191
I. Defenisi Wewenang ... 191
xi
II. Definisi pendelegasian wewenang ... 197
III. Dimensi pendelegasian wewenang ... 197
IV. Peranan Pendelegasian wewenang ... 197
V. Elemen-elemen Pendelegasian Tugas dan Wewenang ... 197
VI.Tahapan Pendelegasian wewenang ... 197
VI. Hambatan Pendelegasian ... 197
Rangkuman ... 200
Tugas ... 201
1.Tugas Terstruktur ... 201
2.Kegiatan Mandiri ... 203
KUNCI JAWABAN ... 204
DAFTAR PUSTAKA ... 205
BAB VIIANALISA DAN MODEL PENYELESAIAN MASALAH ... 206
A. Pengantar Pendahuluan ... 206
B. Deskripsi Materi ... 207
C. Kemampuan/Tujuan Akhir Yang Diharapkan ... 207
D. Uraian Materi ... 207
Topik 1 Analisa dan Model Penyelesai Masalah ... 208
I. Definisi ... 208
II. Model Penyelesaian Masalah ... 209
III. Tahapn-Tahapan Penyelesaian masalah... 210
IV. Strategi Pemecahan Masalah ... 217
V. Faktor yang Mempengaruhi Masalah ... 223
VI. Langkah-Langkah Pemecahan Masalah... 223
Rangkuman ... 225
Tugas ... 227
1.Tugas Terstruktur ... 227
2.Kegiatan Mandiri ... 229
Topik 2Manajemen Konflik dan Penyelesaian Masalah ... 191
I. Definisi Konflik ... 191
II. Definisi Manajemen Konflik ... 197
III. Transformasi Konflik ... 197
IV. Proses maajemen Konflik ... 197
V. Teori-Teori Utama Mengenai Sebab-Sebab Konflik ... 197
VI. Penyebab Konflik ... 197
VII Akibat Konflik ... 197
VIII Tahap-Tahap Berlangsungnya Konflik ... 197
IX Tingkatan Konflik ... 197
X. Tipe Pengelolaan Konflik ... 197
XI. Metode Menangani Konflik ... 197
XII. Strategi Mengatasi Konflik ... 197
xii
Rangkuman ... 200
Tugas ... 201
1.Tugas Terstruktur ... 201
2.Kegiatan Mandiri ... 203
KUNCI JAWABAN ... 230
DAFTAR PUSTAKA ... 205
BAB VIISUPERVISI DAN EVALUASI KERJA ... 206
A. Pengantar Pendahuluan ... 206
B. Deskripsi Materi ... 207
C. Kemampuan/Tujuan Akhir Yang Diharapkan ... 207
D. Uraian Materi ... 207
Topik 1 Supervisi dan Evaluasi Kerja ... 208
I. Definisi Supervisi dan Evaluasi Kerja ... 208
II. Fungsi Dan Tujuan ... 209
III. Ruang LingKup ... 210
IV. Prinsip-Prinsip Supervisi ... 222
V. Teknik-Teknik Supervisi ... 223
VI. Jenis-Jenis Supervisi ... 223
Rangkuman ... 225
Tugas ... 227
1.Tugas Terstruktur ... 227
2.Kegiatan Mandiri ... 229
Topik 2 Penilaian dan Evaluasi Kinerja ... 191
I. Definisi Evaluasi Kinerja dan Penilaian ... 191
II. PengukuranPenilaian Kinerja ... 197
III. Tujuan dan Manfaat Penilaian Kinerja ... 197
IV. Metode ... 197
V. Evaluasi Kinerja dan Mekanisme Penilaian... 197
Rangkuman ... 200
Tugas ... 201
1.Tugas Terstruktur ... 201
2.Kegiatan Mandiri ... 203
KUNCI JAWABAN ... 230
DAFTAR PUSTAKA ... 205
xiii GLOSARIUM
Objektif : data yang didapat pada observasi yang nyata bukan tafsiran pribadi
Yielding : (mengalah) yaitu menurunkan aspirasi sendiri dan bersedia menerima kurang dari apa yang sebetulnya diinginkan.
Inaction : (diam) tidak melakukan apapun, dimana masing-masing pihak saling menunggu langkah berikut dari pihak lain, entah sampai kapan Problem Solving : (pemecahan masalah) yaitu mencari alternatif
yang memuaskan aspirasi kedua belah pihak;
With Drawing : (menarik diri) yaitu memilih meninggalkan situasi konflik baik secara fisik maupun psikologis. With drawing melibatkan pengabaian terhadap kontroversi
Self Evaluation Check List
: Menilai diri sendiri.
Efektifitas : suatu keadaan yang menunjukkan tingkat keberhasilan atau pencapaian suatu tujuan Assesment : suatu penerapan dan penggunaan berbagai cara
dan alat untuk mendapatkan serangkaian informasi tentang hasil belajar dan pencapaian kompetensi dari peserta didik.
Appraisal : pemberian angka serta penilaian dari hasil penganalisaan terhadap sesuatu yang nyata Pelayanan Public : segala bentuk jasa pelayanan, baik dalam
bentuk barang publik maupun jasa publik yang pada prinsipnya menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan oleh Instansi Pemerintah di Pusat,
xiv
di Daerah, dan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah, dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan Operasional : Look Alike Sound Alike atau (Nama Obat Rupa
dan Ucapan Mirip/NORUM)
Inisiatif : bentuk kesadaran diri dari individu yang berpikir bahwa dia harus melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya atau memenuhi suatu hal.
Evaluasi : bagian yang berisi pandangan oleh pengulas terhadap kelebihan dan kekurangan dari karya yang akan diulas. Rangkuman, yaitu bagian yang berisi kesimpulan dari ulasan terhadap suatu karya, serta komentar penulis mengenai apakah hasil karya tersebut berkualitas atau tidak untuk ditonton atau dibaca
Classroom Observation : Obsevasi kelas
Promosi : upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa pada dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya. Dengan adanya promosi, produsen atau distributor mengharapkan kenaikannya angka penjualan..
Empati : Respons afektif dan kognitif yang kompleks pada distres emosional orang lain.Empati termasuk kemampuan untuk merasakan keadaan emosional orang lain, merasa simpatik dan mencoba menyelesaikan masalah, dan mengambil perspektif orang lain
Tangibles : kemampuan suatu perusahaan dalam
xv
menunjukkan eksistensinya kepada pihak eksternal. Penampilan dan kemampuan sarana dan prasarana fisik perusahaan dan keadaan lingkungan sekitarnya adalah bukti nyata dari pelayanan yang diberikan oleh pemberi jasa.
Etimologi : cabang ilmu linguistik yang mempelajari asal- usul suatu kata. Etimologi dalam bahasa Indonesia diserap dari bahasa Belandaetymologie yang berakar dari bahasa Yunani; étymos (arti sebenarnya adalah sebuah kata) dan lògos (ilmu).
Organisasi : suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama
xvi
1 BAB I
KONSEPDASAR ORGANISASI DAN MANAJEMEN Angelia Putriana, S.Kom, M.Ikom
A. Pengantar Pendahuluan
Secara etimologi, manajemen (bahasa Inggris) berasal dari kata to manage, dalam Webster‟s New cooleglate Dictionary, kata manage dijelaskan berasal dari bahasa Itali “Managlo” dari kata “Managlare” yang selanjutnya kata ini berasal dari bahasa Latin Manus yang berarti tangan (Hand). Kata manage dalam kamus tersebut diberi arti: membimbing dan mengawasi, memperlakukan dengan seksama, mengurus perniagaan atau urusan-urusan, mencapai urusan tertentu.
Sedangkan secara terminologi, ada beberapa definisi mengenai manajemen, diantaranya yang dikemukakan oleh George R. Terry, manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan organisasi atau maksud yang nyata.
Manajemen adalah proses dalam membuat
perencanaan,pengorganisasian, mengendalikan danmemimpinberbagai usaha dari anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran. Membahas tentang manajemen tak terlepas dari pembahasan tentang konsep manajemen. Manajemen merupakan kata serapan dari bahasa Inggris management yang berarti pengelolaan, penataan, pengurusan, pengaturan atau pengendalian.
Adapun pengertian organisasi menurut para ahli diantaranya dikemukakan oleh Siagian, dalam bukunya Filsafat Administrasi, menjelaskan organisasi seperti berikutsetiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam angka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang terdapat seorangatau beberapa orang yang disebut atasan dan seorang atau sekelompok orang yang disebut bawahan.
2
Definisi di atas menunjukkan bahwa orgaisasi dapat ditinjau dari dua segi pandangan, yaitu ebagai berikut :
1. Organisasi sebagai wadah di mana kegiatan-kegiatan administrasi dijalankan.
2. Organisasisebagai rangkaian hierarki dan interaksi antara orang –orang dalam suatu ikatan formal.
Menurut Dimock dalam Tangkilisan dengan bukunya Manajemen Publik, mendefinisikan organisasi sebagai berikut: Organisasi adalah suatu cara yang sistematis untuk memadukanbagian-bagianyangsaling tergantungmenjadi suatu kesatuan yang utuh di mana kewenangan, koordinasi, dan pengawasan dilatih untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Dari beberapa devinisi diatas dapat disimpulkan bahwa Manajemen organisasi adalah proses dalam membuat perencanaan, pengorganisasian, mengendalikan danmemimpinberbagai usaha dari anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran yang sistematis untuk memadukan bagian-bagian yang salingtergantungmenjadi suatu kesatuan yang utuh di mana kewenangan, koordinasi, dan pengawasan dilatih untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
B. Deskripsi Materi
Pertemuan ini membahas topik tentang: organisasi dan manajemen yang meliputi definisi oragnisasi, manfaat spesifik organisasi, tujuan spesifik manajemen, ruang lingkup manajemen, fungsi dan peran manajemen kinerja.
C. Kemampuan/Tujuan Akhir Yang Diharapkan
Pembelajaran pada bab ini bertujuan untuk membantu mahasiswa mencapai Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yaitu; dapat menjelaskan Konsep Dasar Organisasi dan Manajemen.
3 D. Uraian Materi
Kompetensi khusus dari BAB ini adalah mahasiswa mampu konsep dasar dan organisasi. BAB ini dibagi menjadi 2 Topik yaitu:
Topik 1: Konsep dasar Organisasi dan Manajemen.
Topik 2: Budaya Organisasi dan Manajemen Kinerja
4 TOPIK 1
KONSEP DASAR ILMU ORGANISASI DAN MANAJEMEN Angelia Putriana, S.Kom, M.Ikom
I. DEFINISI ORGANISASI DAN MANAJEMEN
Manajemen menjadi hal yang esensial dibutuhkan dalam setiap kerjasama karena manajemen mampumengoptimasi dan mengintegrasi setiap usaha-usaha individual menjadi usaha bersama untuk mencapai tujuan bersama. Keberhasilan kerjasama organisasional mencapai tujuan secara kuat dipengaruhi oleh aktivitas manajemen dari organisasi.Manajemen pada intinya upaya untuk mencapai tujuan organisasi yang dilakukan dengan memanfaatkan atau menggunakan sumber daya dalam organisasi secara terminologi, ada beberapa definisi mengenai manajemen, diantaranya yang dikemukakan oleh George R. Terry, manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan organisasi atau maksud yang nyata.
Manajemen menurut Hasibuan mengemukakan, bahwa :“Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.”Manajemen denganpenggunaan sumber-sumber menjadi efisien (low waste)dan pencapaian tujuan menjadi efektif (high attainment).
Karena masyarakat tidak lepas dari kerjasama dan kerjasama membutuhkan manajemen, maka kegiatan masyarakat yang selalu ada pada tiap waktu dalam banyak kegiatan pencapaian tujuan adalah kegiatan manajemen.
Manajemen menurut Siagian mengemukakan, bahwa :“Manajemen dapat didefinisikan dari dua sudut pandang, yaitu sebagai proses penyelenggaraan berbagai kegiatan dalam rangka penerapan tujuan dan sebagai kemampuan atau keterampilan orang yang menduduki jabatan manajerial untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain.”Manajemen pada hakikatnya berfungsi untuk melakukan semua kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan dalam batas-batas
5
kebijaksanaan umum yang telah ditentukan pada tingkat administrasi. Jelas hal ini tidak berarti bahwa manajemen tidak boleh menentukan tujuan, akan tetapi tujuan yang ditentukan pada tingkat manajemen hanya boleh bersifat departemental atau sektoral.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat.
Organisasi sebagai sarana sosialisasi dan sebagai wadah yang dibuat untuk menampung aspirasi masyarakat serta untuk mencapai tujuan bersama.Organisasi menurut Siagian mengemukakan:“Organisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang terdapat seorang/beberapa orang yang disebut atasan dan seorang/sekelompok orang yangdisebut bawahan.” Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah bagi orang-orang untuk berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terpimpin dan terkendali dalam memanfaatkan sumber daya, sarana- prasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
II. MANFAAT SPESIFIK ORGANISASI
Organisasi merupakan kegiatan atau pilihan yang penting untuk diikuti oleh mahasiswa selama studinya sehingga melengkapi hasil belajar secara utuh. manfaat kegiatan organisasi kemahasiswaan adalah:
a. Melatih berkerja sama dalam bentuk tim kerja multi disiplin
b. Membina sikap mandiri, percara diri, disiplin, dan bertanggung jawab c. Melatih berorganisasi
d. Melatih berkomunikasi dan menyatakan pendapat didepan umum e. Membina dan mengembangakan minat dan bakat
f. Menambah wawasan g.Meningkatkan rasa kepedulian dan kepekaan pada masyarakat dan lingkungan mahasiswa
g. Membina kemampuan kritis, produktif, kreatif, inovatif
6 Menurut Asmi manfaat organisasi yaitu:
a. Organisasi sebagai penuntun pencapaian tujuan.
Pencapaian tujuan akan lebih efektif dengan adanya organisasi yang baik.
b. Organisasi dapat mengubah kehidupan masyarakat.
Contoh dari manfaat ini ialah, jika organisasi bergerak di bidang kesehatan dapat membentuk masyarakat menjadi dan memiliki pola hidup sehat. Organisasi akan menciptakan generasi mudah yang tangguh dan ksatria.
c. Organisasi menawarkan karier.
Karier berhubungan dengan pengetahuan dan keterampilan. Jika kita menginginkan karier untuk kemajuan hidup, berorganisasi dapat menjadi solusi.
d. Organisasi sebagai cagar ilmu pengetahuan.
Organisasi selalu berkembang seiring dengn munculnya fenomena- fenomena organisasi tertentu. Peran penelitian dan pengembangan sangat dibutuhkan sebagai dokumentasi yang nanti akan mengukir sejarah ilmu pengetahuan.
III. TUJUAN SPESIFIK ORGANISASI
Dalam suatu organisasi yang ideal sebaiknya memiliki tujuan yang jelas. Tujuan inilah yang akan menjadi dasar kegiatan dari sebuah organisasi tersebut. Tanpa adanya tujuan yang jelas organisasi akan terhenti karena tidak adanya yang diperjuangkan. Dengan adanya sebuah tujuan diharapkan menjadi penyemangat kerja serta komitmen bagi para anggotanya.
Tujuan organisasi menurut salah satu pakar ahli yakni Simon bahwa pada tugas guna mewujudkan sasaran organisasi tersebut berada pada masing- masing individu yang ada pada tingkat paling bawah di struktur organisasi.
Demikian juga bagi individu yang paling bawah di struktur organisasi tersebut tidak boleh diabaikan, hal ini karena mereka ialah anggota level bawah yang dapat menentukan tentang keberlangsungan hidup serta untuk tercapainya tujuan organisasi.Tujuan organisasi mempunyai pengaruh dalam
7
mengembangkan organisasi baik itu untuk perekrutan anggota, serta pencapaian apa yang ingin dicapai dalam berjalannya organisasi. Tujuan organisasi tersebut sebagai berikut.
1. Untuk mengatasi terbatasnya kemandirian, kemampuan, serta sumber daya yang dimilikinya untuk mencapai sebuah tujuan.
2. Tempat untuk mencapai tujuan dengan efisien serta selektif karena dilakukan secara bersama-sama.
3. Tempat dalam mendapatkan pembagian kerja dan jabatan.
4. Tempat untuk mencari keuntungan dan pendapatan bersama-sama.
5. Tempat untuk mengelola lingkungan secara bersama-sama.
6. Tempat untuk mendapatkan penghargaan.
7. Tempat mendapatkan pengawasan dan kekuasaan.
8. Tempat untuk menambat pergaulan serta memanfaatkan adanya waktu luang.
IV. RUANG LINGKUP MANAJEMEN
a. Lingkungan Luar (Eksternal) terdiri dari :
1) Lingkungan Umum, meliputi ekonomi, politik, hukum, sosio cultural (budaya), teknologi, dimensi internasional (seperti globalisasi dan paham ekonomi), dan kondisi lingkungan alam 2) Lingkungan Khusus (Tugas), meliputi pemilik (stockholder),
customer, klien, pemasok (suplier), pesaing, suplai tenaga kerja, badan pemerintah, lembaga keuangan, media, dan serikat pekerja b. Lingkungan Dalam (Internal) terdiri dari :
1) Manusia (specialized dan manajerial personal).
2) Financial (sumber, alokasi, dan contol dana).
3) Fisik (gedung, kantor, dll).
4) Sistem dan Teknologi.
5) Sistem Nilai dan Budaya Organisasi
8
V. FUNGSI DAN PERAN MANAJEMEN KINERJA
Pengertian Manajemen Kinerja adalah suatu proses manajerial mengenai perencanaan, evaluasi dan penilaian kinerja perangkat organisasi untuk mewujudkan tujuan organisasi. Dengan penerapan manajemen kinerja kita dapat mengetahui apakah pekerjaan yang dilakukan selama ini sudah berada pada jalur yang seharusnya. Atau dengan kata lain, manajemen kinerja tidak hanya terkait dengan kinerja karyawan secara individu, tetapi juga kinerja organisasi secara keseluruhan.
Fungsi manajemen kinerja adalah untuk penentuan sasaran yang jelas dan terarah. Di dalamnya terdapat tujuan organisasi yang ingin dicapai, strategi, rencana kerja dan saluran komunikasi atasan dan bawahan untuk memastikan pencapaian kinerja yang diharapkan. Manajemen kinerja, pada kenyataannya ditentukan oleh atasan berupa strategi yang harus dilaksanakan oleh bawahan guna mencapai tujuan organisasi, tidak hanya bermanfaat bagi salah satu pihak saja namun juga akan bermanfaat bagi seluruh pihak terkait, antara lain:
1. Bagi atasan, manajemen kinerja mempermudah penyelesaian pekerjaan bawahan sehingga atasan tidak perlu lagi repot mengarahkan kegiatan sehari-hari karena bawahan sudah memahami apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dicapai serta mengantisipasi kemungkinan hambatan yang muncul
2. Bagi bawahan, manajemen kinerja membuka kesempatan diskusi dan dialog dengan atasan berkaitan dengan kemajuan pekerjaannya.
Adanya diskusi dan dialog memberikan umpan balik untuk memperbaiki kinerja sekaligus meningkatkan keahliannya dalam menyelesaikan pekerjaan. Selain itu, manajemen kinerja juga memberdayakan bawahan karena ia tidak harus selalu meminta arahan kepada atasan.
3. Bagi organisasi, manajemen kinerja memungkinkan timbulnya kejelasan keterkaitan antara tujuan organisasi dan tujuan pekerjaan masing-masing pegawai
9
VI. HAMBATAN-HAMBATAN DALAM PENERAPAN MANAJEMEN Secara garis besar dapat dikatakan manajemen kinerja merupakan cara pimpinan organisasi dalam melakukan komunikasi dengan bawahan guna pencapaian tujuan organisasi yang ditetapkan. Begitu bermanfaat dan powerful-nya peranan manajemen kinerja, namun dalam pelaksanaannya seringkali terdapat persoalan, baik dari sisi atasan maupun sisi bawahan.
Dari sisi atasan sebagai pejabat penilai ada keengganan menerapkannya karena faktor-faktor sebagai berikut :
a. Kesulitan dalam mengerti Formulir dan tata cara penilaian di mana kriteria-kriteria yang digunakan tidak jelas pengertiannya atau memiliki pengertian yang kabur, sehingga menimbulkan multi interpretasi, dan tata caranya berbelit-belit. Atasan tidak memiliki cukup waktu untuk menerapkan manajemen kinerja, karena persoalan pertama tadi,
b. Tidak ingin berkonfrontasi dengan bawahan, terutama mereka yang dinilai kinerjanya kurang baik. Sebab keengganan ini yaitu atasan tidak punya argumentasi yang kuat akibat tidak jelasnya kriteria penilaian yang digunakan. Selain itu atasan tidak ingin merusak hubungan baik dengan bawahan, misalnya karena satu nilai buruk, padahal hubungan baik sangat penting untuk bekerja sama dengan bawahan.
c. Atasan kurang mengetahui rincian pekerjaan sehingga tidak mengerti aspek-aspek apa yang harus diperhatikan ketikan melakukan penilaian dengan menggunakan kriteria yang telah ditetapkan. Hal ini berpengaruh pada kemampuan atasan memberikan umpan balik secara efektif guna perbaikan kinerja bawahan. Logikanya, bagaimana ia bisa memberikan masukan bila ia tidak mengerti betul liku-liku pekerjaan bawahan
Dari sisi bawahan sebagai pihak yang dinilai adalah :
a. Pengalaman buruk di masa lalu, di mana atasan memperlakukan kinerja bawahan yang kurang baik dengan sinis atau acuh sehingga bawahan tidak mendapatkan umpan balik yang bermanfaat bagi perbaikan kinerjanya.
10
b. Bawahan tidak suka dikritik, terutama bila dikaitkan dengan kinerjanya. Hal ini mungkin karena poin pertama, di mana atasan hanya bisa mengkritik tanpa memberikan jalan keluar yang jelas.
c. Ada rasa takut karena ketidakjelasan kriteria dan standar penilaian sehingga baik buruknya kinerja bawahan menjadi sangat subyektif (unsur suka atau tidak suka atasan terhadap bawahan amat dominan terhadap nilai kinerja bawahan), padahal hasil penilaian kinerja menentukan banyak hal penting bagi bawahan, di antaranya kenaikan pangkat, gaji dan perolehan bonus/insentif.
d. Bawahan tidak mengerti betul manfaat diterapkannya manajemen kinerja seperti yang telah diuraikan sebelumnya. Hal ini karena kurang sosialisasi peran penting manajemen kinerja bagi keberhasilan organisasi.
Rangkuman
Manajemen organisasi adalah proses dalam membuat perencanaan, pengorganisasian, mengendalikan danmemimpinberbagai usaha dari anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran yang sistematis untuk memadukan bagian-bagian yang salingtergantungmenjadi suatu kesatuan yang utuh di mana kewenangan, koordinasi, dan pengawasan dilatih untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Tujuan organisasi menurut salah satu pakar ahli yakni Simon bahwa pada tugas guna mewujudkan sasaran organisasi tersebut berada pada masing-masing oindividu yang ada pada tingkat paling bawah di struktur organisasi. Demikian juga bagi individu yang paling bawah di struktur organisasi tersebut tidak boleh diabaikan, hal ini karena mereka ialah anggota level bawah yang dapat menentukan tentang keberlangsungan hidup serta untuk tercapainya tujuan organisasi.
11 TUGAS
Tugas Terstruktur Topik 1 Petunjuk
• Jawablah Soal Pilihan Bergandatentang; Organisasi dan Manajemen yang meliputi definisi, manfaat organisasi dan tujuan manajemen
• Buat Pembahasan Soal
• Dikumpulkan Setelah Jam pertemuan Topik 1 Selesai
• Soal Pilihan Berganda
1. Menentukan sumber dana yang diperlukan, mengalokasikan sumber keuangan yang ada pada segala aktivitas perusahaan atau penyusunan anggaran pengeluaran, dan melakukan pengawasan terhadap penggunaan dan pemanfaatan keuangan, merupakan langkah yang ditempuh oleh manajemen ..
A. Personalia B. Produksi C. Keuangan D. Pemasaran E. Administrasi Pembahasan soal:
………
2. Salah satu fungsi organisasi adalah ...
A. Adanya tanggung jawab yang sinergi antara masing- masing bagian dalam perusahaan.
B. Membagi pekerjaan, menetapkan tugas dan tanggung jawab
C. Membentuk susunan jabatan dan peranan
D. Adanya pendelegasian wewenang dari manajemen puncak kepada manajemen pelaksana.
E. Adanya pembagian kekuasaan antar masing-masing departemen.
Pembahasan soal:
……….
12
3. Henry berpendapat bahwa di dalam manajemen diperlukan suatu sistem manajerial dan struktur organisasi yang jelas, sehingga manusia yang bekerja di dalamnya dapat diminta....
A. Dengan sistem deadline B. Saran dan pendapat
C. Rencana dan tujuan bekerja D. Laporan tertulis hasil kerjanya E. tanggung jawab kerja
Pembahasan soal:
……….
4. Definisi yang menolak bahwa manajemen adalah suatu seni untuk meiaksanakan pekerjaan melalui orang lain, merupakan buah pikiran dari ..
A. Follet B. Fayol C. Stoner D. Washington E. Siaglan Pembahasan soal:
……….
5. Follet berpendapat bahwa manajemen adalah suatu ....
A. Seni
B. Kemampuan C. Tujuan D. Keahlian E. Usaha Pembahasan soal:
……….
13
6. Salah satu alasan perlunya manusia belajar teori dan teknik manajemen adalah, kecuali ...
A. Teriadinya keteraturan dalam perusahaan B. Memperlancar aktivitas produksi
C. Mengetahui dan memahami manajemen
D. Meningkatkan kerja sama dengan perusahaan lain E. Menghibur dan menyenangkan hati
Pembahasan soal:
……….
7. Dalam suatu organisasi, elemen-elemen seperti teknologi, ekonomi, politik termasuk sebagai elemen ...
A. Perusahaan B. Aksi langsung C. Internal
D. Aksi tidak langsung E. Eksternal – aksi langsung Pembahasan soal:
……….
8. Suatu kejadian atau kecenderungan di dalam organisasi yang memengaruhi aktivitas organisasi disebut lingkungan ....
A. Eksternal B. Tidak langsung C. Internal
D. Perusahaan E. Langsung Pembahasan soal:
……….
9. Tokoh berikut ini memberikan kontribusi pada perkembangan teori manajemen yang beraliran pada hubungan manusiawi, yaitu ....
A. Henry Fayol B. Henry Gantt C. Abraham Maslow
14 D. Hugh Grant E. Elton Mayo Pembahasan soal:
……….
10. Berikut ini yang tidak termasuk kebaikan organisasi fungsional yaitu ....
A. Koordinasi terus menerus pada hanya di jenjang atas B. Tugas karyawan dapat dibagi secara tegas
C. Koordinasi bagi karyawan pada fungsi yang sama mudah karena terdapat persamaan tugas..
D. Produktivitas tinggi
E. Koordinasi secara menyeluruh sulit dilakukan Pembahasan soal:
……….
Tugas Mandiri Topik 1
Membuat bagan struktur organisasi didalam pelayanan rekam medis di rumah sakit
Petunjuk: bagan struktur organisasi didalam pelayanan rekam medis di rumah sakit diketik ke lembar HVS A4 menggunakan Ms.Word dengan font Times New Romans ukuran 10, spasi 1. Cover berisi judul tugas, nama, NIM dan program studi. Tugas dikumpulkan paling lambat minggu depan setelah materi ini ini dibahas dan dikerjakan secara mandiri
15 TOPIK 2
BUDAYA ORGANISASI DAN MANAJEMEN KINERJA
Angelia Putriana, S.Kom, M.Ikom
I. DEFINISI BUDAYA
Terdapat banyak definisi mengenai budaya atau kultur sebagaimana diadaptasi dari bahasa Inggris culture, colore dalam bahasa Latin. Secara harfiah budaya diartikan sebagai pikiran, akal budi, atau sejumlah pola sikap, keyakinan, dan perasaan tertentu yang mendasari, mengarahkan, dan memberi arti pada tingkah laku seseorang dalam suatu masyarakat (Kamus Besar BahasaIndonesia).
Sweeney & McFarlin mengemukakan bahwa budaya secara ideal mengkomunikasikan secara jelas pesan-pesan tentang bagaimana kita melakukan sesuatu atau bentindak, berperilaku di sekitar sini (“how we do things around here”). Dari pemikiran tersebut dapatlah diinterpretasikan bahwa budaya memberikan arahan mengenai bagaimana seseorang harus berperilaku, bersikap, bertindak dalam suatu komunitas, kata ‘here’ dalam pengertian di atasmengacu kepada suatu komunitas tertentu, baik itu berbentuk organisasi, perusahaan, atau masyarakat.
Pengertian lainnya menyatakan bahwa budaya merupakan pola asumsi- asumsi dasar yang oleh suatu kelompok tertentu telah ditemukan, dibuka, atau dikembangkan melalui pelajaran untuk memecahkan masalah-masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal, dan yang telah berjalan cukup lama untuk dipandang sahih, dan oleh sebab itu diajarkan kepadaanggota-anggotabarusebagai cara yang benar untuk memandang, berpikir, dan merasa dalam kaitannya dengan masalah-masalah tersebut.
Robert A. Nisbet mengemukakan bahwa budaya adalah segala sesuatu yang kita temukan dalam tingkah laku manusia dalam sebuah masyarakat yang bukan merupakan produk langsung dari struktur biologisnya. Dari berbagai pengertian yang telah dikemukakan tersebut, dapatlah dinyatakan bahwa budaya ini merupakan cara hidup termasuk didalamnya cara berpikir, bertindak dan sebagainya dalam suatu
16
komunitas tertentu (organisasi/perusahaan/masyarakat), sehingga membedakan karakteristik suatu komunitas dengan yang lainnya.
II. DEFINISI BUDAYA ORGANISASI
Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi- organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi. Budaya organisasi berkaitan dengan bagaimana karyawan memahami karakteristik budaya suatu organisasi, dan tidak terkait dengan apakah karyawan menyukai karakteristik itu atau tidak.
Secara tradisional, pendiri organisasi memiliki pengaruh besar terhadap budaya awal organisasi tersebut. Pendiri organisasi tidak memiliki kendala karena kebiasaan atau ideologi sebelumnya. Ukuran kecil yang biasanya mencirikan organisasi baru lebih jauh memudahkan pendiri memaksakan visi mereka pada seluruh anggota organisasi. Proses penyiptaan budaya terjadi dalam tiga cara. Pertama, pendiri hanya merekrut dan mempertahankan karyawan yang sepikiran dan seperasaan dengan mereka.Kedua, pendiri melakukan indoktrinasi dan menyosialisasikan cara pikir dan berperilakunya kepada karyawan.Terakhir, perilaku pendiri sendiri bertindak sebagai model peran yang mendorong karyawan untuk mengidentifikasi diri dan, dengan demikian, menginternalisasi keyakinan, nilai, dan asumsi pendiri tersebut.
Apabila organisasi mencapai kesuksesan, visi pendiri lalu dipandang sebagai faktor penentu utama keberhasilan itu. Di titik ini, seluruh kepribadian para pendiri jadi melekat dalam budaya organisasi.
17
III. PENGARUH BUDAYA DALAM MENDORONG PEMBENTUKAN MANAJEMEN KINERJA
1. Suatu organisasi menerapkan budaya kuat maka itu akan mendorong terjadinya peningkatan keefektifan pada organisasi tersebut
2. Membuat perubahan budaya organisasi maka sebaiknya dilakukan atas dasar konsep “representasif” dan “aspiratif” serta ditindaklanjuti dengan sosialisasi
3. Suatu organisasi memiliki karakteristiknya masing-masing, dan karakteristik tersebutlah yang membedakan suatu organisasi dengan prganisasi lainnya
IV. KARAKTERISTIK BUDAYA ORGANISASI Karakteristik budaya organisasi
1. Inovasi dan keberanian mengambil risiko. Sejauh mana karyawan didorong untuk bersikap inovatif dan berani mengambil risiko
2. Perhatian pada hal-hal rinci. Sejauh mana karyawan diharapkan menjalankan presisi, analisis, d perhatian pada hal-hal detail.
3. Orientasi hasil. Sejauh mana manajemen berfokus lebih pada hasil ketimbang pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut.
4. Orientasi orang. Sejauh mana keputusan-keputusan manajemen mempertimbangkan efek dari hasil tersebut atas orang yang ada di dalam organisasi.
5. Orientasi tim. Sejauh mana kegiatan-kegiatan kerja di organisasi pada tim ketimbang pada indvidu-individu.
6. Keagresifan. Sejauh mana orang bersikap agresif dan kompetitif ketimbang santai.
7. Stabilitas. Sejauh mana kegiatan-kegiatan organisasi menekankan dipertahankannya status quo dalam perbandingannya dengan pertumbuhan.
8. nisiatif individu, yaitu seberapa jauh inisiatif seseorang dikehendaki dalam perusahaan. Hal ini meliputi tanggung jawab, kebebasan, dan
18
independensi dan surasing-masing anggota organisasi, dalam artian seberapa besar seseorang diberi wewenang dalam melaksanakan tugassnya, betapa berat tanggungiawab yang harus dipikul sesuai dengan kewenanganaya dan seberapa luas kebebasan mengambil keputusan.
9. Tolenransi terhadap resiko, menggambarkan seberapa jauh sumber daya manusia didorong untuk lebih agresif, inovatif dan mau menghadapi risiko dalam pekerjaannya.
10. Pengarahan, berkenaan dengan kejelasan sebuah organisasi dalam menentukan objek dan harapan terhadap sumber daya manusia terhadap hasil kerjanya Harapan tersebut dapat dituangkan dalam bentuk kuantitas, kualitas, dan waktu.
11. Integritas, yaitu sebenp jauh keterkaitan dan kerja sama yang ditekankan dalam melaksanakan tugas dan masing-masing unit di dalam suatu organisasi dengan koordinasi yang baik.
12. Dukungan manajemen, dalam hal ini seberapa jauh para manajemen memberikan komunikasi yang jelas, bantuan, dan dukungan terhadap bawahannya dalam melaksanakan tugasnys.
13. Pengawasan, meliputi peraturan-peraturan dan supervisi langsung yang digunakan untuk melibat secara keseluruhan dari perilaku karyawan.
14. Identitas, .menggambarkan pemahaman anggota organisasi yang loyal kepada organisasi secara penuh dan seberapa jauh loyalitas karyawan tersebut terhadap organisasi.
15. Sistem penghargaanpun akan dilihat dalam budaya organisasi, dalam arti pengalokasian reward (kenaikan gaji, promosi berdasarkan kriteria hasil kerja karyawan yang telah ditentukan.
16. Tolerasi terhadap konflik, menggambarkan sejauh mana usaha untuk mendorong karyawan agar bersikap kritis terhadap konflik yang terjadi.
17. Pola komunikasi, yang terbatas pada hierarki formal dari setiap perusahaan.
19
V. FUNGSI BUDAYA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT
Menuut Robbins fungsi budaya organisasi terhadap organisasi secara umum sebagai berikut:
a. Budaya menciptakan perbedaan yang jelas antara satu organisasi dengan organisasi yang lain
b. Budaya membawa suatu identitas atau jati diri bagi anggota- anggota organisasi
c. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang.
d. Budaya merupakan perekat sosial yang menubantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
e. Budaya sebagai penuntun mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku kary dan motivasi kerja yang baik.
Sedangkan budaya organisasi menurut Noe dan Mondy berfungsi untuk a. Memberikan sense of identity kepada para anggota organisasi
untuk memahami visi, misi, serta menjadi bagian integral dari organisasi
b. Menghasilkan dan meningkatkan komitnuen terhadap misi organisasi,
c. Memberikan arah dan memperkuat standar perilaku untuk mengendalikan pelaku organisasi agar melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi yang telah disepakati bersama.
Sedangkan menurut John Re Schemerhorn dan James G.Hunt budaya organisasi berfungsi
a. Memberikan identitas organisasi kepada karyawan, sebagai contoh adalah mempromosikan inovasi yang memburu pengembangan produk baru. Identitas ini dldukung dengan mengadakan penghargaan yang mendorong inovasi.
20
b. Memudahkan konitmen kolektif di mana para karyawan bangga menjadi bagian dari organisasi Mempromosikan stabilitas sistem sosial, stabilitas sistem sosial mercerminkan taraf di mana ingkungan kerja dirasakan positi dan mendukung, dan konflik serta perubahan dlaturdengan efektif organisasi juga berusaha meningkatkan stabilitas melalui budayapromosi dari dalam.
VI. ALASAN SUATU ORGANISASI HARUS MENERAPKAN
MANAJEMEN KINERJA GLOBAL
1. Sebagai sarana mencapai langkah strategis
Tujuan yang pertama adalah sebagai salah satu sarana untuk mencapai tujuan yang telah dibuat. Dalam mencapai tujuan, memang dibutuhkan sebuah langkah strategis.Dengan adanya manajemen kinerja, pelaksanaan dan pencapaian target dapat dilakukan secara optimal.
Sebab, dalam manajemen perusahaan, langkah strategis ini bisa diukur dari mengetahui perilaku karyawan, manajemen, dan berbagai faktor lain. Dari sini, nantinya baik karyawan dan pimpinan perusahaan dapat melakukan evaluasi berdasarkan hasil umpan balik yang dilakukan.
2. Fungsi untuk tujuan administrative
Alasan perlu manajemen kinerja bagi sebuah perusahaan ialah untuk keperluan administratif. Bisa dibilang, permasalahan mengenai administratif ini memang bukanlah sesuatu yang mudah.Hal tersebut dikarenakan sistem administratif melibatkan banyak aspek yang saling berhubungan di perusahaan.Misalnya saja untuk mengkaji promosi yang dilakukan perusahaan atau isu penting lain seperti pemutusan hubungan kerja
3. Sebagai pengembangan perusahaan
Tujuan ketiga dan alasan perlu manajemen kinerja ialah sebagai sarana dalam meningkatkan kapasitas kayawan. Terutama untuk karyawan yang memiliki potensi dan prestasi di bidang yang sedang dijalaninya. Langkah ini bisa dilakukan dengan memberikan pelatihan untuk pegawai yang memiliki kinerja kurang baik. Adanya manajemen
21
kinerja ini dapat menjadi salah satu pedoman pengukuran pelaksanaan kinerja.
VII. PENERAPAN ORGANISASI DAN MANAJEMEN KINERJA DIBIDANG KESEHATAN
Dalam bidang kesehatan masyarakat – Manajemen kesehatan adalah suatu kegiatan atau suatu seni untuk mengatur para petugas kesehatan dan nonpetugas kesehatan guna meningkatkan kesehatan masyarakat melalui program kesehatan.” Dengan kata lain manajemen kesehatan masyarakat adalah penerapan manajemen umum dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat sehingga yang menjadi objek dan sasaran manajemen adalah sistem pelayanan kesehatan masyarakat.
Banyak pengertian sehat disampaikan para ahli, WHO, maupun menurut Undang-Undang, antara lain disebutkan bahwa sehat adalah suatu keadaan yang optimal, baik fisik, mental maupun sosial, dan tidak hanya terbatas pada keadaan bebas dari penyakit atau kelemahan saja.
Sesuai dengan tujuan sistem kesehatan tersebut, administrasi (manajemen) kesehatan tidak dapat disamakan dengan administrasi niaga (business adminstration) yang lebih banyak berorientasi pada upaya untuk mencari keuntungan finansial (profit oriented). Administrasi kesehatan lebih tepat digolongkan ke dalam administrasi umum/publik (public administration) oleh karena organisasi kesehatan lebih mementingkan pencapaian kesejahteraan masyarakat umum. Manajemen kesehatan harus dikembangkan di tiap-tiap organisasi kesehatan di Indonesia.
Rangkuman
Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya.
Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi. Budaya organisasi berkaitan dengan bagaimana karyawan memahami karakteristik budaya suatu organisasi, dan tidak terkait dengan apakah karyawan menyukai karakteristik itu atau tidak Karakteristik budaya organisasi :
22
Inovasi dan keberanian mengambil risiko. Sejauh mana karyawan didorong untuk bersikap inovatif dan berani mengambil risiko Perhatian pada hal-hal rinci. Sejauh mana karyawan diharapkan menjalankan presisi, analisis, d perhatian pada hal-hal detail. Orientasi hasil. Sejauh mana manajemen berfokus lebih pada hasil ketimbang pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut.
budaya organisasi berfungsi Memberikan identitas organisasi kepada karyawan, sebagai contoh adalah mempromosikan inovasi yang memburu pengembangan produk baru. Identitas ini dldukung dengan mengadakan penghargaan yang mendorong inovasi. Memudahkan konitmen kolektif di mana para karyawan bangga menjadi bagian dari organisasi Mempromosikan stabilitas system. sosial, stabilitas sistem sosial mercerminkan taraf di mana ingkungan kerja dirasakan positi dan mendukung, dan konflik serta perubahan dlaturdengan efektif organisasi juga berusaha meningkatkan stabilitas melalui budayapromosi dari dalam.
23 Tugas Terstruktur Topik 2
Petunjuk:
• Buatlah 3 Kelompok masing-masing kelompok dengan tema sebagai berikut :
• Kelompok 1 : Penerapan Manajemen Kesehatan di Puskesmas
• Kelompok 2 : Penerapan Manajemen di Kanwil Depkes
• Kelompok 3 : Tentang : Penerapan Manajemen di rumah Sakit
• Buat Laporan dari pembahasan tugas kelompokdalam bentuk makalah tersebut
• Dikumpulkan Paling Lambat Minggu Depan
1. Kelompok 1
Jelaskan bagaigamana penerapan manajemen kesehatan dan budaya kerja dikantor tersebut
Pembahasan soal:
……….
2. Kelompok 2
Jelaskan bagaimana penerapan manajemen kesehatan dan budaya dikantor tersebut.
Pembahasan soal:
……….
3. Kelompok 3
Jelaskan bagaimana penerapan manajemen kesehatan dan bagaimana budaya kerja dikantor
Pembahasan soal:
……….
24 Tugas Mandiri Topik 2
Soal:Menyusun resume dari hasil diskusi seluruh kelompok
Petunjuk: Resume dari hasil diskusi seluruh kelompokyang dibuat pada masing masing ke lembar HVS A4menggunakan Ms.Word dengan Times Nes Romans ukuran 10, spasi 1. Cover berisi judul tugas, nama, NIM dan program studi. Tugas dikumpulkan paling lambat minggu depan dan dikerjakan secara mandiri.
25
KUNCI JAWABAN Kunci Jawaban Topik 1
1. C
Pembahasan soal :anajemen keuangan sendiri memiliki tujuan untuk mengalokasikan dana juga mengelola aset perusahaan yang ada untuk tujuan tertentu. Kemudian untuk manajer keuangan merupakan seorang individu yang bekerja untuk menciptakan strategi tersebut, mengelola dan mengaplikasikannya. Selain manajer, tentu saja jalannya keuangan perusahaan banyak dipengaruhi oleh divisi khusus keuangannya yang ada. Dimana untuk pengertian dari divisi bidang pendanaan ini bertugas untuk merencanakan, melaksanakan, mengendalikan seluruh sumber daya perusahaan yang ada. Maksud dari sumber daya perusahaan itu seperti karyawan, produk yang dimiliki hingga lokasi bangunan kerjanya. Semua pengelolaan dan kegiatan ini digunakan untuk tujuan sebagai pendukung kemajuan kerja dengan efektif juga efisien.
2. C
Pembahasan soal :Misalnya pengorganisasian dilaksanakan dalam penentuan kewajiban yang perlu diselesaikan, siapa pelaksana dan penanggung jawab, dan bagaimana tugas tersebut dikelompokkan. Hal ini akan mempermudah manajer dalam melakukan pekerjaan dan pengawasan akan pekerjaan tersebut. Pada pengertian pengorganisasian dalam fungsi manajemen menurut Henry Fayol terdapat pemusatan wewenang pada level pimpinan suatu organisasi.
3. D
Pembahasan soal :Washington 4. C
Pembahasan soal :Mary Parker Follet, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. ... Definisi ini
26
berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
5. E
Pembahasan soal :Menghibur dan menyenangkan hati 6. A
Pembahasan soal :Perekonomian dapat memiliki pengaruh besar pada perusahaan. Orang cenderung memiliki lebih banyak pendapatan saat ekonomi meningkat. Sementara saat ekonomi sedang lesu, banyak orang kehilangan pendapatan membuat pasar cenderung lebih konservatif, sehingga aktivitas pembelian menurun. Beberapa perusahaan mungkin mempertimbangkan untuk menurunkan harga untuk tetap memacu penjualan. Namun pemimpin yang bijak tetap harus mempertimbangkan untuk mempertahankan kualitas
7. C
Pembahasan soal :Lingkungan internal adalah semua sumber daya manusia dan fisik yang mempengaruhi organisasi. Pihak yang berkepentingan internal yaitu organisasi itu sendiri. ... Semakin berkembangnya organisasi maka karyawan dituntut untuk lebih meningkatkan ketrampilan dan kemampuannya
8. E
Pembahasan soal :Elton Mayo 9. E
Pembahasan soal :Koordinasi secara menyeluruh sulit dilakukan 10. B
Pembahasan soal :Lingkungan eksternal organisasi adalah faktor-faktor dari luar yang mempengaruhi suatu organisasi, yang terdiri atas berbagai macam unsur, yang sebagian besar tidak dapat dikendalikan dan berpengaruh dalam pembuatan keputusan oleh manajer. Lingkungan eksternal memberikan informasi kepada suatu organisasi berupa masukan
27
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S dan Yuliana. 2008. Manajemen Pendidikan. Yogyakarta: Aditya Media.
Hamlin, Bob, et. all., 2010, Organizational Change and Development; A Reflective Guide for Managers, Trainers and Developers, Pearson Education Ltd.
Moekijat, 2015, Pengembangan Organisasi, Penerbit Mandar Maju, Bandung Siagian, Sondang P. 2012, Teori Pengembangan Organisasi, PT Bumi Aksara, Jakarta.
Thoha, Miftah.2011, Pembinaan Organisasi: Proses Diagnose dan Intervensi, Rajawali Press, Jakarta.
Fathoni, Abdurrahman,2016, Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Gomes, Faustino Cardoso, 2015, Manajemen Sumber Daya Manusia, Yogyakarta:
Andy Offset.
Handoko, T Hani, 2001, Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia, Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.
Mangkunegara, Anwar Prabu, 2018, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mulyono, 2010, Manajemen Administrasi & Organisasi Pendidikan, Yogyakarta:
Ar-Ruzz Media
Nurdin, Ali, dkk, 2006, Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: Faza Media.
28 BAB II
PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN Angelia Putriana, S.Kom, M.Ikom
A. PENDAHULUAN
Istilah manajemen berasal dari bahasa perancis kuno, management,yang memiliki artiseni melaksanakan dan mengatur.
Manajemen belummemiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Marry ParkerFollet misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikanpekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajerbertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuanorganisasi.
Para ahli memiliki pandangannya masing-masing dalam mendefinisikan manajemen, diantaranya James A.F. Stoner yang mendefinisikan manajemen sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, dan penggunaan sumber daya lainnya agar mencapai tujuan organisasiyang telah ditetapkan. Manajemen sebagai seni pencapaian tujuan melalui orang lain. Sedangkan dalam Encylopedia of the Social Science dikatakan bahwa manajemen adalah proses pelaksanaan program untuk mencapaitujuan tertentu yang diselenggarakan dan diawasi.
Manajemen dalam bahasa Indonesia mempunyai arti pengelolaan.
Secara etimologi, kata manajemen berasal dari bahasa inggris management yang berarti ketatalaksanaan, tatapimpinan, dan pengelolaan. Artinya, manajemen adalah sebagai suatu proses yang diterapkan oleh individu atau kelompok dalam upaya-upaya koordinasi untuk mencapai suatu tujuan.
29 B. Deskripsi Materi
Pertemuan ini membahas topik tentang: prinsip-prinsip manajemen, meliputi definsi prinsip, pembagian kerja, wewenang dan tanggung jawab, disiplin, kesatuan perintah.
C. Kemampuan/Tujuan Akhir Yang Diharapkan
Pembelajaran pada bab ini bertujuan untuk membantu mahasiswa mencapai Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yaitu dapat menjelaskan mengenai prinsip-prinsip manajemen
D. Uraian Materi
Kompetensi khusus dari BAB ini adalah mahasiswa mampu menjelaskan prinsip-prinsip manajemen. BAB ini dibagi menjadi 2 Topik yaitu:
Topik 1: Prinsip-Prinsip Manajemen Topik 2: Unsur-Unsur Manajemen
30
TOPIK 1
PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN
Angelia Putriana, S.Kom, M.Ikom
I. DEFINISI PRINSIP
Dalam manajemen terdapat prinsip-prinsip yang merupakan pedoman umum atau pegangan utama pelaksanaan aktifitas manajerial yang menentukan kesuksesan pengelolaan organisasiatau lembaga.
Douglas merumuskan prinsip-prinsip manajemen pendidikan sebagai berikut :
1. Memprioritaskan tujuan di atas kepentingan pribadi dan kepentingan mekanisme kerja.
2. Mengkoordinasikan wewenang dan tanggung jawab.
3. Memberikan tanggung jawab pada personil sekolah hendaknya sesuai dengan sifat-sifat dan kemampuannya.
4. Mengenal secara baik faktor-faktor psikologis manusia 5. Relativitas nilai-nilai.
Prinsip-prinsip di atas memiliki esensi bahwa manajemen dalam ilmu dan praktiknya harus memperhatikan tujuan, orang-orang, tugas- tugas, dan nilai-nilai. Tujuan dirumuskan dengan tepat sesuai dengan arah organisasi, tuntutan zaman, dan nilai-nilai yang berlaku. Tujuan suatu organisasi dapat dijabarkan dalam bentuk visi, misi dan sasaran- sasaran. Ketiga bentuk tujuan itu harus dirumuskan dalam satu kekuatan tim yang memiliki komitmen terhadap kemajuan dan masa depan organisasi.
II. PEMBAGIAN KERJA
Seorang manajer perlumenerapkan asas division of work.
Bekerja secara efektif dengan metode kerja yang terbaik untuk mencapai hasil yang optimal perlu dipahami dan diresapi.36Asas division of work(pembagian kerja) sangat penting diterapkan dalam
31
sebuah manajemen dengan alasan, setiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda-beda; setiap jenis lapangan kerja membutuhkan ahli yang berbeda-beda; mentalitas pekerja yang berbeda; penggunaan waktu yang berbeda; latar belakang kehidupan, sosial, ekonomi, kebudayaan yang berbeda; otak dan tingkat pendidikan yang berbeda.
Perlu diperhatikan juga bahwa asas ini mengandung arti bahwa harus senantiasa terdapat keseimbangan antara hak dan kewajiban, antara hak yang diperoleh seseorang dengan kewajiban yang harus ditunaikan. Dalam filsafat manajemen juga dijelaskan pentingnya kerjasama saling menguntungkan. Seorang pemimpin suatu lembaga atau sekolah perlu memiliki pengetahuan yang memadai tentang manajemen pendidikan dan prinsip-prinsipnya sebagai bekal kerja.
Prinsip division of work adalah sebuah prinsip untuk meningkatkan efisiensi melalui reduksi, hal-hal yang tidak perlu meningkatkan outputs, dan menyederhanakan pelatihan kerja. Efisiensi berkaitan dengan kuantitas hasil suatu kegiatan manajemen yang dihasilkan pada suatu periode tertentu. Jika effisiensi is characterized outputs, maka lembaga pendidikan harus mampu menghasilkan output yang besar dengan tetap berpegang pada prinsip efektivitas.
Pembagian kerja harus disesuaikan dengan kemampuan dan keahlian sehingga pelaksanaan kerja berjalan efektif. Penempatan karyawan harus menggunakan prinsip the right man in the right place.Pembagian kerja harus rasional atau objektif, bukan emosional subyektif yang didasarkan atas dasar like and dislike. Dengan adanya prinsip orang yang tepat ditempat yang tepat (the right man in the right place) akan memberikan jaminan erhadap kestabilan, kelancaran dan efesiensi kerja. Pembagian kerja yang baik merupakan kunci bagi penyelengaraan kerja. kecerobohan dalam pembagian kerja akan berpengaruh kurang baik dan mungkin menimbulkan kegagalan dalam penyelenggaraan pekerjaan, seorang manajer yang berpengalaman akan menempatkan pembagian kerja sebagai prinsip utama yang akan menjadi titik tolak bagi prinsip-prinsip lainnya.
32
III. WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB
Adanya otoritas atau wewenang memberikan pertanggungjawaban dalam melaksanakan tugas dan kewajiban. Setiap karyawan dilengkapi dengan wewenang untuk melakukan pekerjaan dan setiap wewenang melekat atau diikuti pertanggungjawaban.
Wewenang dan tanggung jawab harus seimbang. Setiap pekerjaan harus dapat memberikan pertanggungjawaban yang sesuai dengan wewenang. Makin kecil wewenang makin kecil pula pertanggungjawaban demikian pula sebaliknya.Apabila manajer puncak tidak mempunyai keahlian dan kepemimpinan, maka wewenang yang ada padanya merupakan sebuah masalah.
IV. DISIPLIN
Disiplin berakar pada proporsionalitas antara wewenang dan tanggung jawab yang dipikul oleh seluruh anggota organisasi. Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap pekerjaan yang menjadi tanggung jawab. Disiplin ini berhubungan erat dengan wewenang.
Apabila wewenang tidak berjalan dengan semestinya, maka disiplin akan hilang. Pemegang ewenang harus dapat menanamkan disiplin terhadap dirinya sendiri sehingga mempunyai tanggung jawab terhadap pekerajaan sesuai dengan wewenang yang ada padanya.Disiplin adalah pernyataan secara tidak langsung terhadap peraturan organisasi.
Kejelasan pernyataan persetujuan antara organisasi dan anggotanya sangat diperlukan, dan disiplin kelompok tergantung kualitas kepemimpinan
V. KESATUAN PERINTAH
Kesatuan perintah artinya perintah berada di tingkat pimpinan tertinggi kepada bawahannya. Dalam melakasanakan pekerjaan, karyawan harus memperhatikan prinsip kesatuan perintah sehingga pelaksanaan kerja dapat dijalankan dengan baik. Karyawan harus tahu
33
kepada siapa harus bertanggung jawab sesuai dengan wewenang yang diperolehnya. Perintah yang datang dari manajer lain kepada serorang karyawan akan merusak jalannya wewenang dan tanggung jawab serta pembagian kerja. Ketaatan terhadap prinsip ini menghindarkan pengaruh negatif pembagian otoritas dan disiplin.
VI. KESATUAN PENGARAHAN
Dalam melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawabnya, karyawan perlu diarahkan menuju sasarannya. Kesatuan pengarahan bertalian erat dengan pembagian kerja. Kesatuan pengarahan tergantung pula terhadap kesatuan perintah. Meskipun organisasi selalu terdiri atas berbagai bidang, wewenang dan tanggung jawab seluruh pelaksanaan kegiatan diarahkan pada satu tujuan organisasi.
Tujuan organisasi melingkupi seluruh tujuan bidang di dalamnya.
Dalam pelaksanaan kerja bisa saja terjadi adanya dua perintahsehingga menimbulkan arah yang berlawanan. Perlu alur yang jelas dari mana karyawan mendapat wewenang untuk pelaksanakan pekerjaan dan kepada siapa ia harus mengetahui batas wewenang dan tanggung jawabnya agar tidak terjadi kesalahan. Pelaksanaan kesatuanpengarahan (unity of direction) tidak dapat terlepas dari pembaguan kerja, wewenang dan tanggung jawab, disiplin, serta kesatuan perintah.Kegiatan yang sama yang diarahkan untuk mencapai satu tujuan harus dikelompokkan bersama oleh seorang manajer.
VII. MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN ORGANISASI DIATAS KEPENTINGAN SENDIRI
Prinsip ini berkaitan dengan kaidah kemaslahatan umum yang lebih diutamakan dari pada kemaslahatan pribadi.52Hal semacam itu merupakan suatu syarat yang sangat penting agar setiap kegiatan berjalandengan lancar sehingga tujuan dapat tercapai dengan baik.Setiap karyawan dapat mengabdikan kepentingan pribadi kepada kepentingan organisasi apabila memiliki kesadaran bahwa kepentingan pribadi sebenarnya tergantung kepada berhasil-tidaknya kepentingan