• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN PENDIDIKAN - Teori dan Aplikasinya - sipeg unj

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "MANAJEMEN PENDIDIKAN - Teori dan Aplikasinya - sipeg unj"

Copied!
183
0
0

Teks penuh

Kepemimpinan sekolah dasar memegang peranan penting dalam membantu guru, siswa dan seluruh komponen di sekolah. Bab ini akan membantu keberhasilan penerapan manajemen berbasis sekolah dalam pengelolaan dan pemberdayaan sumber daya yang tersedia untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dasar.

SEKOLAH SEBAGAI SISTEM SOSIAL

  • Pengertian Sistem Sosial
  • Elemen Kunci Sistem Sosial Sekolah
  • Sekolah sebagai Organisasi Belajar
  • Ringkasan
  • Latihan

Struktur mewakili dimensi formal sistem sosial sekolah dimana aspek personal dari sistem tersebut terwakili dalam diri individu. Sekolah sebagai suatu sistem sosial terdiri dari kumpulan orang-orang dimana guru bertindak berdasarkan….

Gambar 2.1. Elemen-elemen internal sistem.
Gambar 2.1. Elemen-elemen internal sistem.

EFEKTIVITAS SEKOLAH

  • Pengertian Efektivitas Sekolah
  • Klasifikasi Efektivitas Sekolah
  • Kriteria Input
  • Hasil Kinerja
  • Penelitian Input-Output
  • Kriteria Transformasi
  • Penelitian Input-Proses-Output
  • Model Input-Sumber Daya
  • Ringkasan
  • Latihan

Meskipun terdapat perbedaan tujuan yang diharapkan sekolah, prestasi siswa dalam ujian nasional seringkali dijadikan tolak ukur efektivitas sekolah. Selanjutnya, pertumbuhan prestasi siswa karena adanya nilai tambah termasuk dalam pengertian efektivitas sekolah.

Gambar 3.1. Struktur kurikulum sekolah dasar.
Gambar 3.1. Struktur kurikulum sekolah dasar.

PENGELOLAAN SEKOLAH DASAR

Pengertian Pengelolaan Sekolah Dasar

Peran kepemimpinan kepala sekolah akan memegang peranan penting dalam tugas-tugas berikut ini. Kepala sekolah bertanggung jawab atas organisasi internal dan manajemen sekolah, yang mencakup kewajiban berikut.

Gambar 4.1 Peran pengelolaan dari kepala sekolah.
Gambar 4.1 Peran pengelolaan dari kepala sekolah.

Kerangka Pengelolaan Sekolah Dasar

Kepemimpinan sekolah dasar yang efektif memainkan peran penting dalam memungkinkan guru memenuhi kebutuhan siswanya. Pengelolaan masing-masing sekolah dasar melibatkan sebagian besar seluruh pegawai di sekolah dasar yang bersangkutan.

Gambar 4.2 Kerangka manajemen sekolah dasar.
Gambar 4.2 Kerangka manajemen sekolah dasar.

Konteks Pengelolaan Sekolah Dasar

Saat ini, kurikulum nasional menjamin semua siswa mempunyai kompetensi yang sama dengan siswa sekolah dasar. Tujuan yang jelas dari kurikulum nasional, yang memberikan panduan kepada sekolah dasar dan orang tua dalam menilai kemajuan siswa sekolah dasar baik secara individu maupun kolektif.

Sekolah yang Efektif

Dua bentuk keterlibatan orang tua yang pertama mencakup interaksi antara orang tua dan anak-anaknya. Sedangkan dua bentuk keterlibatan orang tua yang terakhir meliputi interaksi antara orang tua dan sekolah.

Gambar 4.3. Model sekolah dasar yang efektif.
Gambar 4.3. Model sekolah dasar yang efektif.

Peran Kepala Sekolah

Tidak mungkin mempunyai sekolah yang baik jika tidak mempunyai kepala sekolah yang efektif. Hal ini disebabkan karena seorang pemimpin sekolah yang efektif dapat memberikan kekuasaan dan pengaruh kepada sekolahnya dalam kaitannya dengan administrasi sehari-hari.

Ringkasan

Sekolah dasar tidak lagi menjadi lembaga independen yang beroperasi secara independen satu sama lain. Kurikulum yang berisi isi dan proses penyampaian isi kepada siswa saat ini menjadi fokus utama kegiatan manajemen di sekolah dasar.

Latihan

Guru sekolah dasar yang mempunyai tanggung jawab kurikulum harus memantau efektivitas pekerjaan tertentu, yang meliputi: Adanya tujuan yang jelas dari kurikulum nasional dapat menjadi pedoman bagi sekolah dasar dan orang tua dalam penilaiannya.

KEPEMIMPINAN SEKOLAH DASAR

Pengertian Kepemimpinan

Manajemen secara umum dapat didefinisikan sebagai suatu proses sosial di mana anggota kelompok atau organisasi mempengaruhi interpretasi peristiwa internal dan eksternal, pemilihan tujuan atau hasil yang diinginkan, pengorganisasian aktivitas kerja, motivasi dan kemampuan individu, hubungan kekuasaan, dan petunjuk yang digunakan. Lebih lanjut, kepemimpinan sebagai suatu proses pengaruh sosial dan peran tertentu terdiri dari unsur-unsur rasional dan emosional tanpa mengandaikan maksud atau hasil dari pengaruh tersebut.

Karakteristik, Keterampilan, dan Kepemimpinan

Daftar faktor kepribadian yang terkait dengan kepemimpinan yang efektif sangat luas, namun yang paling penting adalah sebagai berikut. Namun, atribut dan keterampilan yang terkait dengan kepemimpinan yang efektif sangatlah banyak dan kompleks, serta pengembangannya memerlukan proses yang panjang.

Gambar 5.1 Kategori keterampilan yang berhubungan dengan efektivitas pemimpin.
Gambar 5.1 Kategori keterampilan yang berhubungan dengan efektivitas pemimpin.

Situasi dan Kepemimpinan

Sebagai seorang manajer, pada dasarnya penting untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan, mempelajari keterampilan baru dan terus mengembangkan keterampilan yang sudah Anda miliki, untuk mengimbangi kelemahan yang ada. Pergantian pemimpin menyebabkan ketidakstabilan dalam organisasi dan menghadirkan peluang yang menantang bagi individu.

Gambar 5.2 Variabel penentu situasional dari kepemimpinan.
Gambar 5.2 Variabel penentu situasional dari kepemimpinan.

Perilaku dan Kepemimpinan

Dalam lingkungan yang stabil, perilaku berorientasi tugas harus lebih sering digunakan daripada perilaku berorientasi perubahan. Perilaku berorientasi perubahan paling efektif dalam lingkungan yang tidak pasti.

Efektivitas Kepemimpinan

Perilaku berorientasi perubahan tertentu diperlukan untuk memantau lingkungan dan menyebarkan pengetahuan baru. Perilaku yang berorientasi pada hubungan lebih cocok dilakukan di lingkungan yang cukup stabil dibandingkan di lingkungan yang kompleks dan tidak stabil.

Model Kontingensi Kepemimpinan

Dalam situasi kontrol yang tinggi, pemimpin yang berorientasi pada tugas lebih efektif dibandingkan pemimpin yang berorientasi pada hubungan. Dalam situasi dengan kontrol yang rendah, pemimpin yang berorientasi pada tugas lebih efektif dibandingkan pemimpin yang berorientasi pada hubungan.

Gambar 5.6. Model-model kepemimpinan kontingensi.
Gambar 5.6. Model-model kepemimpinan kontingensi.

Kepemimpinan Pengajaran

Kepemimpinan adalah proses saling mempengaruhi dengan banyak faktor situasional yang menyebabkan kepala sekolah memainkan kepemimpinan pembelajaran dengan cara yang berbeda. Kepala sekolah harus memiliki fleksibilitas dalam kepribadiannya untuk menyesuaikan perilakunya dengan kebutuhan perubahan konteks, prestasi dan kekuatan motivasi untuk memulai perubahan, keterampilan komunikasi untuk mendefinisikan dan membentuk misi sekolah, serta kurikulum dan pengetahuan mengajar untuk membantu menghasilkan arah alternatif. dan mengevaluasi pelaksanaan program.

Teori Teman Sekerja yang Paling Disuka

  • Substitusi untuk Model Kepemimpinan

Peringkat Rekan Kerja yang Paling Disukai menunjukkan sejauh mana seseorang menempatkan prioritas atau nilai lebih tinggi dalam menyelesaikan tugas (bermotivasi tugas) atau menjaga hubungan antarpribadi yang baik (bermotivasi hubungan). Efektivitas teori kontributor yang paling populer adalah sejauh mana kelompok menyelesaikan tugas utamanya.

Gambar 5.7. Ciri-ciri model teori teman sekerja yang paling disuka.
Gambar 5.7. Ciri-ciri model teori teman sekerja yang paling disuka.

Kepemimpinan Terdistribusi

Dalam model ini, berbagai pemimpin seperti guru, administrator dan orang tua mengidentifikasi, memperoleh, mengetahui, mengoordinasikan dan menggunakan sumber daya sosial, materi dan budaya untuk mendorong kegiatan belajar mengajar. Contoh lainnya adalah untuk jenis sekolah negeri, sebaran dan jumlah pimpinannya lebih sedikit dibandingkan sekolah swasta.

Teori Path-Goal yang Diformulasikan Kembali

Perilaku kepemimpinan yang berorientasi pada prestasi akan efektif jika dilakukan oleh atasan yang mengelola bawahan yang mempunyai tanggung jawab individu dan mengendalikan pekerjaannya. Kepemimpinan bersama terjadi ketika seorang pemimpin yang ditunjuk secara formal berbagi perilaku kepemimpinan dengan anggota kelompok kerja lainnya.

Tipe-tipe Kepemimpinan

  • Kepemimpinan Laissez-Faire
  • Kepemimpinan transaksional
  • Kepemimpinan transformasional

Ketika pekerjaan dalam suatu unit kerja saling bergantung, maka dorongan pemimpin untuk berkolaborasi dan berbagi tanggung jawab atas perilaku pemimpin akan meningkatkan kekompakan dan kinerja unit kerja. Dalam rumusan saat ini, pengaruh idealis atau karismatik dibagi menjadi beberapa subtipe berikut.

Gambar 5.9. Tipe-tipe kepemimpinan.
Gambar 5.9. Tipe-tipe kepemimpinan.

Ringkasan

Manajemen pengajaran adalah suatu bentuk manajemen khusus yang menekankan pada peningkatan kegiatan belajar mengajar dalam inti teknis sekolah. Gaya kepemimpinan ditentukan oleh sistem motivasi pemimpin, dimana struktur kebutuhan yang mendasarinya memotivasi perilaku dalam berbagai situasi interpersonal.

Latihan

Faktor pribadi yang berhubungan dengan kepemimpinan yang tergolong dalam kategori tanggung jawab adalah. Keterampilan kepemimpinan berkaitan dengan pemahaman perasaan dan sikap orang lain, pengetahuan tentang cara bekerja dengan orang-orang dalam hubungan kerja individu dan kolaboratif.

IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR

Desentralisasi dalam Pendidikan

  • Dekonsentrasi
  • Delegasi
  • Devolusi
  • Privatisasi
  • Model redistributif
  • Model efektivitas
  • Model budaya belajar

Pengertian Manajemen Berbasis Sekolah

Kepemimpinan berbasis sekolah diterapkan dalam upaya pemberdayaan kepala sekolah dan guru. Dengan cara ini, manajemen berbasis sekolah dapat meningkatkan kecepatan dan relevansi pengambilan keputusan di tingkat sekolah.

Kondisi Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah di Sekolah Dasar

Penerapan pendekatan manajemen berbasis sekolah harus dilanjutkan karena terdapat kemajuan yang signifikan dalam menjamin kelanjutan upaya tersebut. Manajemen berbasis sekolah harus dilaksanakan di sekolah dengan kemampuan dan kemauan kepala sekolah dalam mendelegasikan tanggung jawabnya.

Keluasan Pembuatan Keputusan yang Dibagi di dalam Sekolah

Penerapan manajemen sekolah merupakan gerakan menuju manajemen partisipatif yang mana seluruh pegawai sekolah diajak berkontribusi dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. Asumsi dasar manajemen sekolah sama dengan desentralisasi, yaitu bahwa orang-orang yang terlibat dalam penyediaan layanan dapat mengidentifikasi dengan lebih baik permasalahan dan kebutuhan spesifik siswa dan siswa.

Keluasan Desentralisasi Penganggaran dan Keputusan Pengeluaran

  • Pengembangan perpustakaan
  • Penerimaan peserta didik baru
  • Pembelajaran dan ekstrakurikuler peserta didik
  • Kegiatan ulangan dan ujian
  • Pembelian bahan-bahan habis pakai
  • Langganan daya dan jasa
  • Perawatan sekolah
  • Pembayaran honorarium bulanan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer
  • Pengembangan profesi guru
  • Membantu peserta didik miskin
  • Pembiayaan pengelolaan BOS
  • Pembelian dan perawatan perangkat komputer
  • Biaya lainnya

Kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru meliputi pendanaan administrasi pendaftaran, penggandaan formulir data dasar pendidikan, pendaftaran ulang, biaya pemasukan data dasar pendidikan, pembuatan spanduk sekolah gratis, penyusunan RKS/RKAS berdasarkan hasil penilaian mandiri sekolah. , juga untuk pendanaan ATK. Kegiatan pembayaran iuran bulanan meliputi pendanaan guru honorer, tenaga administrasi termasuk pengurus BOS SD, pustakawan, penjaga sekolah, satpam, petugas kebersihan, dimana sekolah harus memperhitungkan batas maksimal penggunaan sumber daya BOS untuk belanja pegawai, serta serta kualifikasi guru honorer harus sesuai dengan bidang yang dibutuhkan.

Keluasan Desentralisasi Keputusan Personel

  • Latihan

Permasalahan utama dalam penerapan manajemen sekolah di sekolah dasar adalah peran dan tanggung jawab. Di sekolah, tanggung jawab anggaran biasanya diserahkan kepada kepala sekolah yang disumbangkan oleh komunitas sekolah.

PEMBUATAN KEPUTUSAN DI SEKOLAH

Model Klasikal melalui Strategi Optimisasi

Model Administratif melalui Strategi Memuaskan

Universalitas pengambilan keputusan rasional adalah sama dan tidak bergantung pada tugas spesifik yang dilakukan. Dalam praktiknya, pengambilan keputusan administratif merupakan penerapan rasionalitas dan penilaian yang berkelanjutan dalam kaitannya dengan aktivitas rasional dan etis.

Gambar 7.1. Asumsi model administratif.
Gambar 7.1. Asumsi model administratif.

Proses Pembuatan Keputusan dengan Siklus Tindakan

  • Mengenali dan mendefinisikan masalah
  • Menganalisis kesulitan di dalam situasi yang ada
  • Menetapkan kriteria untuk mendapatkan solusi yang memuaskan
  • Mengembangkan rencana atau strategi tindakan
  • Inisiasi rencana tindakan

Mengenali kesulitan atau ketidakharmonisan dalam sistem adalah langkah pertama dalam proses pengambilan keputusan. Permasalahan tersebut dapat dipecah menjadi submasalah, dimana setiap submasalah merupakan bagian dari siklus proses pengambilan keputusan.

Gambar 7.2. Siklus Tindakan Pembuatan Keputusan
Gambar 7.2. Siklus Tindakan Pembuatan Keputusan

Model Inkremental melalui Strategi Perbandingan Terbatas Suksesif

Dengan adanya perbandingan berurutan yang terbatas dalam situasi yang kompleks, pengambil keputusan membuat lebih banyak kemajuan dengan membandingkan alternatif-alternatif praktis yang konkrit secara berurutan daripada menekankan analisis teoritis yang lebih abstrak.

Model Scanning Campuran melalui Strategi Adaptif

Menurut aturan ini, keputusan diambil secara bertahap dan hasil dari setiap tahap dievaluasi sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Menurut aturan ini, tidak semua sumber daya diinvestasikan dalam pelaksanaan suatu keputusan, tetapi sebagian sumber daya digunakan sampai konsekuensinya memuaskan.

Model Kontingensi melalui Penyesuaian Strategi dan Situasi

Bergantung pada waktu dan pentingnya pengambilan keputusan, kepuasan adaptif dapat dimoderasi dengan pendekatan bertahap. Jika waktu dan informasi tidak mencukupi dan keputusan tidak bersifat kritis, pendekatan inkremental merupakan strategi pengambilan keputusan yang tepat.

Model Kaleng Sampah melalui Pembuatan Keputusan Non-Rasional

Jika terdapat cukup waktu untuk melakukan pencarian komprehensif, namun keputusan yang diambil tidak terlalu penting, maka strategi yang memuaskan adalah pilihan yang tepat. Peserta adalah anggota organisasi yang masuk dan keluar. Karena orang dapat berubah dengan cepat, masalah dan solusi dapat berubah dengan cepat.

Teori Konflik Janis-Mann dengan Stres dan Irasionalitas dalam Pembuatan Keputusan

  • Ringkasan

Pada saat terjadi ketidakpastian dan konflik dalam pengambilan keputusan administratif, strategi yang memuaskan adalah pilihan yang tepat. Orang-orang menghadapi stres psikologis dengan cara yang berbeda-beda ketika membuat keputusan penting.

Latihan Soal

Menganalisis masalah dalam situasi, menetapkan kriteria untuk solusi yang memuaskan, mengembangkan strategi tindakan, memulai rencana tindakan, mengevaluasi hasil, mengidentifikasi dan mendefinisikan masalah. Mengevaluasi hasil, menganalisis masalah dalam situasi, menentukan kriteria solusi yang memuaskan, mengembangkan strategi tindakan, memulai rencana tindakan, mengidentifikasi dan mendefinisikan masalah.

KEKUASAAN DAN POLITIK DI SEKOLAH

Sumber Kewenangan sebagai Kekuasaan Legitimasi

Otoritas formal berasal dari dalam organisasi dan secara hukum ditugaskan dalam posisi, peraturan dan regulasi. Kompetensi teknis dapat memberikan sumber legitimasi dan kendali komando dalam organisasi formal pada setiap posisi tertentu yang dipegang.

Kewenangan dan Perilaku Administratif di Sekolah

Meskipun posisi dan kontrak hukum melegitimasi otoritas formal, nilai-nilai umum muncul dalam kelompok kerja yang melegitimasi otoritas informal. Di sekolah, pemimpin sekolah yang diktator gagal meningkatkan kepercayaan dan loyalitas guru.

Gambar 8.1 Tipe-tipe posisi kewenangan.
Gambar 8.1 Tipe-tipe posisi kewenangan.

Sumber Kekuasaan

  • Kekuasaan reward
  • Kekuasaan koersif
  • Kekuasaan legitimasi
  • Kekuasaan referen
  • Kekuasaan ekspert

Kepala sekolah yang mengontrol alokasi tugas mengajar atau dana pengembangan inovasi pendidikan mempunyai kekuasaan penghargaan terhadap guru di sekolah. Guru akan menuruti permintaan kepala sekolah karena berharap mendapat imbalan atas kepatuhannya.

Kekuasaan dan Politik Organisasi

Kekuasaan ahli adalah kemampuan pemimpin untuk mempengaruhi perilaku bawahan berdasarkan pengetahuan dan keterampilan khusus mereka. Seperti halnya kekuasaan referensi, kekuasaan ahli adalah kualitas pribadi dan tidak bergantung pada posisi kekuasaan formal.

Koalisi Eksternal

Bawahan terpengaruh karena mereka yakin bahwa informasi dan keahlian yang dimiliki manajer relevan, berguna dan tidak dimiliki oleh bawahan. Koalisi eksternal pasif dicapai ketika jumlah kelompok luar (outgroup) dari partai-partai yang berpengaruh secara eksternal terus meningkat hingga pada titik di mana kekuatan masing-masing pihak tersebar dan terbatas.

Koalisi Internal

  • Koalisi internal personalisasi
  • Koalisi internal birokratis
  • Koalisi internal ideologi
  • Koalisi internal profesional
  • Koalisi internal politisasi

Otoritas tradisional didasarkan pada kepercayaan yang mapan terhadap status suci orang-orang yang menjalankan otoritas di masa lalu. Otoritas berdasarkan iman, yang dibangun dalam status suci orang yang menjalankan otoritas di masa lalu, adalah suatu jenis otoritas.

Gambar

Gambar 2.1. Elemen-elemen internal sistem.
Gambar 2.2. Kongruensi antara pasangan elemen kunci.
Gambar 2.3. Model sistem sosial sekolah.
Gambar 3.1. Struktur kurikulum sekolah dasar.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian ini tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana efektivitas benzil alkohol 1% v/v dapat mempertahankan sterilitas sediaan injeksi difenhidramin

Inovasi dan keberanian mengambil risiko. Sejauh mana karyawan didorong untuk bersikap inovatif dan berani mengambil risiko Perhatian pada hal-hal rinci. Sejauh mana

Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana siswa dapat menerapkan nilai-nilai positif yang terkandung dalam olahraga pada interaksi sosialnya di lingkungan

H1: Manfaat relatif berpengaruh positif terhadap adopsi media sosial oleh UMK 2.2.2 Pengaruh Efektivitas Biaya Pada Adopsi Media Sosial di UMK Efektivitas biaya merupakan sejauh mana

Evaluasi merupakan suatu komponen pengajaran yang tak dapat diabaikan. Tanpa evaluasi kita sulit untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan suatu pendidikan dan

Manfaat penelitian ini bagi perusahaan adalah agar manajemen dapat mengetahui sejauh mana efektivitas sumber daya manusia pada PT. Pinago Utama Palembang, serta

Learnability, sejauh mana produk atau sistem dapat digunakan oleh pengguna tertentu untuk mencapai tujuan tertentu dengan pembelajaran menggunakan produk atau sistem dengan efektivitas,

Ilmu adalah seperangkat pengetahuan yang tertata secara sistematis, yang disusun berdasarkan metode atau aturan tertentu, dan dapat digunakan untuk menjelaskan suatu gejala tertentu yang terdapat dalam suatu bidang ilmu