• Tidak ada hasil yang ditemukan

Heny Marwati K. Waskitaningtyas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Heny Marwati K. Waskitaningtyas"

Copied!
240
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Heny Marwati K. Waskitaningtyas
  • Pengajar:
    • Maman Suryaman
    • Priscila Fitriasih Limbong
    • Supriyatno E.
    • Oos M. Anwas Anggraeni
    • Dian Permatasari
    • Firman Arapenta Bangun Yanuar
    • Adi Sutrasno
    • Deden Sopandi
    • R. Habibullah Ahmad
    • Ahid Hidayat
    • Indah Nur Juita
  • Sekolah: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  • Mata Pelajaran: Bahasa dan Sastra Indonesia
  • Topik: Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas XI
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2021
  • Kota: Jakarta

I. Mengenalkan dan Mempromosikan Produk Pangan Lokal Indonesia

Bagian ini memperkenalkan pentingnya produk pangan lokal Indonesia dan bagaimana cara mempromosikannya. Melalui pembelajaran ini, siswa diharapkan dapat memahami teks argumentasi dan persuasi. Mereka akan belajar untuk mengekspresikan ide dan gagasan mengenai ketahanan pangan lokal dengan cara yang menarik dan efektif. Dengan mempelajari berbagai jenis teks, siswa dapat mengembangkan keterampilan berbahasa yang lebih baik dan memahami pentingnya keberagaman pangan lokal.

1.1. Membaca Kritis Teks Argumentasi

Siswa diajak untuk membaca dan memahami teks argumentasi yang berkaitan dengan ketahanan pangan lokal. Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk menemukan ide pokok dan penjelas dalam teks, serta memberikan tanggapan kritis terhadap isu yang diangkat. Pembelajaran ini penting untuk membangun kemampuan berpikir kritis dan analitis siswa, yang merupakan keterampilan penting dalam dunia akademik.

1.2. Menemukan Ide Pokok dan Ide-Ide Pendukung dalam Teks Argumentasi

Di sini, siswa belajar untuk mengidentifikasi ide pokok dan pendukung dalam setiap paragraf. Ini membantu siswa memahami struktur teks dan cara menyampaikan pendapat dengan jelas. Keterampilan ini sangat berharga dalam menulis esai dan argumen yang efektif, serta dalam berpartisipasi dalam diskusi akademik.

1.3. Menemukan Kalimat Fakta dan Kalimat Opini yang Digunakan dalam Teks Argumentasi

Siswa diajarkan untuk membedakan antara fakta dan opini dalam teks argumentasi. Dengan memahami perbedaan ini, siswa dapat mengembangkan argumen yang lebih kuat dan berbasis data. Ini juga meningkatkan kemampuan mereka dalam menilai sumber informasi dan argumen yang mereka temui di luar kelas.

1.4. Menulis Teks Argumentasi dengan Tema Ketahanan Pangan Lokal

Siswa berlatih menulis teks argumentasi dengan tema ketahanan pangan lokal. Dalam proses ini, mereka belajar untuk menyusun argumen dengan baik, mendukungnya dengan fakta, serta menyusun kalimat yang kohesif dan koheren. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan menulis, tetapi juga kesadaran siswa tentang isu-isu pangan lokal yang penting.

1.5. Memahami Poster sebagai Jenis Teks Persuasi

Siswa diperkenalkan dengan poster sebagai media persuasi. Mereka belajar untuk menganalisis elemen-elemen yang terdapat dalam poster dan bagaimana cara membuat poster yang efektif. Ini mengajarkan siswa tentang pentingnya komunikasi visual dalam menyampaikan pesan dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam isu-isu penting.

II. Menyajikan Berita Inovasi yang Menghibur

Pada bagian ini, siswa diajarkan cara menyajikan berita yang menarik dan inovatif. Melalui pembelajaran ini, siswa diharapkan dapat menemukan informasi yang aktual dan akurat serta mengenali struktur dan unsur teks berita. Hal ini penting untuk membangun kemampuan jurnalistik siswa dan meningkatkan keterampilan komunikasi mereka.

2.1. Menemukan Informasi Aktual dan Akurat pada Teks Berita

Siswa berlatih mencari dan mengevaluasi informasi yang relevan dari berbagai sumber. Ini membantu mereka memahami pentingnya akurasi dalam penulisan berita dan bagaimana cara menyajikan informasi dengan cara yang menarik.

2.2. Mengenali Struktur dan Unsur Teks Berita

Di sini, siswa belajar tentang struktur dasar teks berita, termasuk judul, lead, dan isi. Memahami struktur ini sangat penting agar siswa dapat menyusun berita dengan jelas dan teratur, sehingga mudah dipahami oleh pembaca.

2.3. Memahami Penyajian Teks Berita dalam Bentuk Vlog

Siswa diajarkan cara menyajikan berita dalam format vlog. Ini memberikan mereka pengalaman praktis dalam penggunaan teknologi dan media digital, serta meningkatkan keterampilan presentasi mereka.

2.4. Proyek Membuat Vlog

Sebagai proyek, siswa diminta untuk membuat vlog berdasarkan berita yang mereka pilih. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis mereka, tetapi juga memberikan kesempatan untuk berkreasi dan mengekspresikan diri.

2.5. Jurnal Membaca

Siswa diminta untuk mencatat pengalaman dan pembelajaran mereka dalam jurnal. Ini membantu mereka merefleksikan proses belajar dan memperkuat pemahaman mereka tentang materi yang telah dipelajari.

III. Menggali Nilai Sejarah Bangsa Lewat Cerita Pendek

Bagian ini mengajak siswa untuk mengeksplorasi nilai-nilai sejarah melalui cerita pendek. Dengan mempelajari cerpen, siswa dapat memahami konteks sejarah dan budaya yang melatarbelakangi karya sastra, serta mengembangkan kemampuan analisis mereka.

3.1. Memahami Cerpen dengan Latar Belakang Beberapa Peristiwa Sejarah di Indonesia

Siswa belajar untuk mengaitkan cerita pendek dengan peristiwa sejarah yang relevan. Ini memperkaya pemahaman mereka tentang bagaimana sastra dapat mencerminkan realitas sosial dan sejarah.

3.2. Menganalisis Unsur-Unsur Intrinsik Pembangun Cerita Pendek

Di sini, siswa diajarkan untuk menganalisis unsur-unsur seperti tema, karakter, dan alur dalam cerita pendek. Keterampilan ini penting untuk meningkatkan kemampuan analisis sastra mereka.

3.3. Mengidentifikasi dan Mengaplikasikan Nilai-Nilai Kehidupan dalam Cerita Pendek

Siswa diajak untuk menggali nilai-nilai moral dan sosial yang terkandung dalam cerita pendek. Ini membantu mereka mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang etika dan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari.

3.4. Menulis Cerita Pendek Berdasarkan Kejadian Sehari-Hari

Siswa berlatih menulis cerita pendek dengan mengambil inspirasi dari pengalaman sehari-hari. Kegiatan ini mendorong kreativitas dan kemampuan menulis mereka.

3.5. Menulis Resensi Berdasarkan Cerpen yang Ditulis oleh Teman

Siswa diminta untuk membuat resensi dari cerpen yang ditulis oleh teman mereka. Ini meningkatkan kemampuan kritis mereka dalam mengevaluasi karya sastra.

IV. Menulis Puisi yang Menginspirasikan Adanya Kesempatan untuk Semua

Bagian ini mengajak siswa untuk menulis puisi yang terinspirasi dari cerpen. Melalui kegiatan ini, siswa belajar untuk mengekspresikan perasaan dan ide mereka dalam bentuk puisi, serta mengenal unsur-unsur puisi yang ada.

4.1. Menemukan Tema dan Pesan dalam Cerpen yang Menginspirasikan Penggubahan Puisi

Siswa diajarkan untuk menemukan tema dan pesan dalam cerpen yang mereka baca. Ini membantu mereka dalam proses kreatif menulis puisi.

4.2. Mengenal Unsur-Unsur Puisi

Di sini, siswa belajar tentang berbagai unsur puisi, seperti ritme, rima, dan imaji. Memahami unsur-unsur ini penting untuk menciptakan puisi yang menarik.

4.3. Menulis Puisi Berdasarkan Cerpen

Siswa berlatih menulis puisi yang terinspirasi dari cerpen. Kegiatan ini memperkaya keterampilan menulis kreatif mereka.

4.4. Mempersiapkan Musikalisasi Puisi

Siswa belajar untuk mempersiapkan musikalisasi puisi, yang mengajarkan mereka cara menggabungkan puisi dengan elemen musik. Ini meningkatkan apresiasi mereka terhadap seni.

4.5. Jurnal Membaca

Siswa diminta untuk mencatat pengalaman mereka dalam jurnal setelah menyelesaikan kegiatan ini. Ini membantu mereka dalam refleksi dan penguatan pemahaman.

V. Mengenal Keberagaman Indonesia Lewat Pertunjukan Drama

Bagian ini mengajak siswa untuk mengenal berbagai bentuk seni pertunjukan, khususnya drama. Melalui pembelajaran ini, siswa dapat memahami perbedaan antara drama, puisi, dan prosa, serta mengembangkan keterampilan kreatif mereka.

5.1. Menemukan Perbedaan antara Drama, Puisi, dan Prosa

Siswa diajarkan untuk membedakan antara ketiga bentuk sastra ini. Memahami perbedaan ini penting untuk menghargai setiap bentuk seni.

5.2. Unsur-Unsur Pembangun Pertunjukan Drama

Di sini, siswa belajar tentang unsur-unsur yang membangun sebuah pertunjukan drama, seperti naskah, akting, dan tata panggung. Ini penting untuk memahami proses produksi drama.

5.3. Menulis Naskah Drama Berdasarkan Cerita Pendek

Siswa berlatih menulis naskah drama berdasarkan cerita pendek yang telah mereka pelajari. Ini meningkatkan keterampilan menulis kreatif dan kolaborasi.

5.4. Mempersiapkan Pertunjukan Drama dengan Tema Tertentu

Siswa belajar untuk mempersiapkan pertunjukan drama, yang melibatkan perencanaan dan kolaborasi. Kegiatan ini mengajarkan mereka tentang kerja tim dan tanggung jawab.

5.5. Mempromosikan Pertunjukan Drama dengan Membuat Pamflet

Siswa diajarkan untuk membuat pamflet sebagai alat promosi untuk pertunjukan drama. Ini meningkatkan keterampilan komunikasi dan pemasaran mereka.

VI. Berperan dalam Konservasi Alam Indonesia Lewat Karya Ilmiah

Bagian ini mengajak siswa untuk memahami pentingnya konservasi alam melalui karya ilmiah. Dengan mempelajari karya ilmiah, siswa dapat mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang isu lingkungan dan cara-cara untuk berkontribusi.

6.1. Mengenal Karya Ilmiah tentang Konservasi Alam

Siswa diajarkan untuk memahami berbagai karya ilmiah yang berkaitan dengan konservasi alam. Ini penting untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang isu-isu lingkungan.

6.2. Memahami Struktur Karya Ilmiah

Di sini, siswa belajar tentang struktur dasar karya ilmiah, termasuk latar belakang, metode, dan kesimpulan. Memahami struktur ini penting untuk menulis karya ilmiah yang baik.

6.3. Menganalisis Ragam Bahasa Karya Ilmiah

Siswa diajarkan untuk menganalisis bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah. Ini membantu mereka memahami cara menyampaikan informasi secara formal dan akurat.

6.4. Menulis Karya Ilmiah

Siswa berlatih menulis karya ilmiah berdasarkan penelitian yang mereka lakukan. Kegiatan ini meningkatkan keterampilan penelitian dan penulisan akademis mereka.

6.5. Menyajikan Karya Ilmiah

Siswa belajar untuk menyajikan karya ilmiah mereka kepada audiens. Ini membantu mereka mengembangkan keterampilan presentasi dan komunikasi.

Referensi Dokumen

  • Terima Kasih, Allah Menciptakan Siang dan Malam ( Noura Books )
  • Sehari di Desa Sade ( Badan Pengembangan Bahasa dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud )
  • Hati hati dengan Prasangka ( Indiva Media Kreasi )
  • Kendaraan Superkuat dan Menakjubkan ( Penerbit Tiga Serangkai )
  • Hijau Kampungku di Tengah Kota; Aku dan Belimbing Wuluh ( Badan Pengembangan Bahasa dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud )

Gambar

Gambar 1.1 Peta Konsep Bab 1Memahami  Teks Argumentasi dan Persuasi dengan Tema
Gambar 1.2 Gambar Jenis-Jenis Produk Pangan Lokal Indonesia
Gambar 1.3 Jenis-Jenis Makanan Pokok di Indonesia
Gambar 1.4 Poster dengan Tema Potensi Pangan Lokal Indonesia 1.  Apa saja gambar yang kamu temui pada poster di atas?
+7

Referensi

Dokumen terkait

Ikan bandeng dipilih untuk dibudidayakan karena beberapa alasan, yaitu: cukup digemari masyarakat Indonesia sebagai bahan pangan bergizi tinggi; tcnnasuk jenis ikan

Pati termodifikasi sangat pros- pektif untuk dikembangkan lebih lanjut untuk memperbaiki kualitas bahan pangan dan produk makanan, terutama terkait dengan potensi Indonesia

Kearifan lokal yang berkembang di Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Hak Ulayat, didefinisikan sebagai “kewenangan yang menurut hukum adat dipunyai oleh

Jeruk merupakan buah yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, jenis jeruk cukup banyak diantaranya jeruk sunkist ( Citrus sinensis Osbeck), jeruk purut ( Citrus hystrix

Ikan asin merupakan produk yang cukup sering juga dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Restoran-restoran pun, terutama restoran khas Sunda sering menyediakan menu hidangan yang

Untuk menghasilkan produk-produk makanan sehat yang bermutu harus menggunakan beberapa jenis bahan tambahan pangan yang aman dikonsumsi dan telah diizinkan Depkes

Masyarakat Indonesia, terutama di Kota Bandung terbilang sudah cukup banyak mengenal produk keran air siap minum atau biasa dikenal secara global sebagai drinking

Salah satu produk pertanian Indonesia yang potensial untuk dijadikan alternatif pengganti terigu ialah ubi jalar. Keberadaan ubi jalar cukup dikenal oleh masyarakat