88
LAMPIRAN
1. Formulir Konsultasi Skripsi 2. Dokumentasi Wawancara 3. Transkrip Wawancara
4.
Hasil Pemeriksaan Plagiarisme Dengan Turnitin 5. Riwayat Hidup (Curriculum Vitae)FORMULIR KONSULTASI SKRIPSI
Semester 11
Nama Mahasiswa : Rizqi Ramadhansyah
Nim 00000014536
Nama Dosen Pembimbing : Fakhriy Dinansyah, S.I.Kom., M.M
Tanggal Konsultasi Agenda / Pokok Bahasan
Saran Perbaikan Paraf Dosen Pembimbing 21-Agustus 2021 Briefing dan
pengarahan pembuatan skripsi
1. Baca panduan magang.
2. Cari referensi laporan magang.
3. Approach narsum
6 Oktober 2021 Revisi Bab dan bab II
1. Memperbaiki pola penulisan di latar belakang.
2. Memperbaiki isi Latar belakang.
3. Lanjut bikin bab III dan panduan
pertanyaan
Bab III penulisan Bab I- bab III
dan panduan
pertanyaan
2. Merapikan Bab II mengenai perbedaan antar peneliti dibikin narasi
18 Oktober 2021 Metode wawancara
1. Wawancara hanya
diperbolehkan wawancara langsung atau digital
conference
26 Oktober 2021 Ganti Narasumber
1. Langusng bikin proposal
2. Bikin pedoman wawancara
29 Oktober 2021 Revisi Bab I sampai bab III dan pedoman
wawancara
1. lanjut langsung wawancara
10 November 2021 Revisi bab 4.1 dan 4.2
Revisi transkrip wawancara
1. typo error 2. lanjut 4.3 3. bikin pedomana
wawancara narsum ahli 18 November 2021 Revisi bab 4.3 dan
bab 5
1. typo error 2. bab 3 pakai dari
Yin semua 3. lebih komprehensif
lagi kesimpulannya 25 November 2021 Revisi Typo eror
Font size
1. Typo error 2. Font size 3. baca lagi pelan-
pelan
4. Baca buku panduan umn
Tanda Tangan Pembimbing
Fakhriy Dinansyah, S.I.Kom., M.M
Lampiran 2: Dokumentasi Wawancara
wawancara dengan Fitra Eri
Lampiran 2: Dokumentasi Wawancara
wawancara Silih Agung Wasesa selaku informan ahli
Lampiran 4: Transkrip Wawancara Fitra Eri
TRANSKRIP WAWANCARA 1
Lokasi : Puspita Hill, Puspita Loka. BSD CITY Tanggal/Pukul : Senin, 01 November 2021/ 19.00
Jenis Wawancara : Wawancar online (zoom meeting)
P: Penanya N: Narasumber
P: Selamat sore Om Fitra, mungkin boleh memperkenalkan diri dulu?
N: Oke, Nama saya Fitra Eri saya bekerja di Otodriver, saya seorang jurnalis automotive dan pembalap.
P: Bagaimana awal mulai Om Fitra masuk kedalam dunia sosial media?
N: Awalnya saya itu seorang jurnalis media cetak dan sebenarnya yang dilakukan mirip dengan sekarang, review automotive, menulis artikel. Tapi pada saat itu kami memberikan gagasan dengan cara mengetik dan dicetak menjadi sebuah majalah. Nah awal perpindahaan ke media sosial itu pada saat media sosial itu mulai ramai di 2008 itu ada Facebook, nah itu awal perkenalan dengan media sosial, tadinya saya pikir media sosial Cuma buat main aja, Cuma buat gaul, ketemu teman lama reuni. Nah seiring bertambahnya waktu di atas tahun 2010 internet kita mulai kencang dan kita mulai melihat fenomena lah kok Youtube mudah sekali kita bikin video upload ke Youtube orang bisa nonton, gak perlu kita taruh di Website yang susah segala macam tinggal ke Youtube. Makanya waktu saya masih bekerja dimedia cetak, saya coba untuk membuat review mobil yang biasanya kita tulis itu kita buat dalam bentuk video, waktu ada pertentangan karena biasanya kita membuat artikel dimajalah orang membeli majalah baru dia mendapatkan informasinya, sedangkan di Youtube gratis orang dapatnya. tapi saya mulai melihat potensinya disitu bahwa tadinya orang butuh media untuk menyampaikan sesuatu sekarang tiba-tiba ada platform aplikasi yang semua orang dapat menyampaikan informasi apapun kedunia. Saya pikir wah ini masa depan dari media atau masa
depan dari orang-orang yang berpotensi, tidak perlu bergabung dimedia tapi bisa broadcast them self. nah dari situ saya mulai rajin bikin video Youtube, sampai akhirnya di 2014/2015 media cetak semakin mengalami penurunan dan saya disitu saya baru sadar bahwa oh ini waktu ini membuat perubahan yang drastic ini masa depan media. Instagram sebenernya sudah ada lama tapi kemudian saya liat Instagram memiliki potensial yang luar biasa, apalagi Instagram berkembang terus. Nah dari situ saya mulai berpindah dari media cetak ke digital dan basisnya sosial media Youtube dan Instagram, dan situ saya melihat bahwa jauh cepat berkembang ketika menggunakan sosial media ketimbang kita menggunakan media konfensional
P: Berarti itu diawali dengan insiatif dari Om Fitra untuk memajukan industry tempat Om bekerja sebelumnya?
N: Betul, Betul
P: Pertentangan menggunakan media sosial dilandasi oleh orang yang berpikiran maju kedepan ya om?
N: Belum, Namanya teknologi baru pasti ada pertentanggan dong, media itu hidupnya dari konten, konten itu dibeli oleh orang tapi kenapa sekarang konten diberikan gratis. pada saat itu saya bilang “sekarang sudah tidak zamannya lagi konten itu dijual, konten itu diberikan secara gratis dengan begitu kita mempunya banyak masa dan ketika masa kita banyak, disitulah kita mendapatkan revenue dari iklan”. Jadi model bisnisnya pun berubah
P: Hal apa yang mendorong Om Fitra untuk mendalami sosial media?
N: Tadinya saya pikir sosial media itu hanya cocoknya untuk media, sampai saya bertemu dengan teman saya Eka Gustiwana dia Youtuber sudah lama. Terus dia bilang kan sudah ada nih otodriver, jadi 2015 saya bikin sendiri Otodriver khusus review mobil baru satu tahun Otodriver jalan, Eka Gustiwana bilang “dijaman sekarang ini jangan cuma institusi yang punya channel coba Fitra Eri juga punya channel”. F: “Lah kan sama aja orang liat Otodriver”,
E: “jangan Otodriver khusus me-review mobil, Fitra Eri buat kesaharian”, F: “keseharian siapa yang mau nonton saya pikir gitukan”. yaudah coba buat aja iseng- iseng, saya pikir awal- awal pribadi itu untuk iseng-iseng, untuk kayak dokumentasi dari kegiatan-kegiatan kita, tapi
ternyata lah kok rame-rame, makin lama makin rame. s oh ya bisa jalan dua-duanya media bisa jalan personal bisa jalan.
P: Berarti yang mendorong om mendalamai sosial media itu Eka Gustiwana dan melihat future sosial media kedepan ya om?
N: Betul-betul, dari situ saya belajar bahwa kalau ada sesuatu yang baru jangan resistance lakukan saja dulu, abis itu liat
P: Bagaimana pandangan Om Fitra mengenai personal branding?
N: Oke personal branding itu sesuai namanya “brand” atau citra yang dimiliki seseorang.
Kalau dulu personal branding itu agak sulit karena orang untuk bisa bersuara harus lewat media, entah media cetak koran atau tv, radio baru dia bisa memiliki personal branding. Nah sekarang semua orang bisa memiliki akun Instagram, semua orang bisa punya akun Youtube.
Artinya personal branding itu sangat mudah, yang penting adalah kita punya kualitas karena tidak semua bisa membangu personal brandingnya dengan baik. jadi personal branding itu citra diri kita, kalau mau awet personal brandingnya jadilah diri kita sendiri jangan berusaha menjadi orang lain, walaupun dibeberapa kasus menjadi orang lain mampu meningkatkan personal branding. Tapi itu sebenarnya bukan personal branding yang murni, kalau yang murni itu bener-bener diri kita apa adanya, tapi kebetulan diri kita memiliki kualitas dan skil yang berguna buat orang dan orang suka sama kita, kita jadi popular semakin tinggi kepopuleran kita, semakin besar pengaruh dari personal branding kita.
P: Personal branding memiliki dampak dari value dari yang kita miliki dan lihat dari orang lain?
N: Pasti-pasti, nah masalah value itu juga ada yang positive ada yang negative. Kita bisa menjadi orang yang terkenal keran konten positive, kita juga bisa terkenal kerena konten negative. Jadi misalnya orang tanya ke saya, sebutlnya jadi KOL
(Key Opinion Leader) jadi Youtuber gampang gak sih? saya bilang sebenernya pertanyaan sama kaya jadi pengusaha itu gampang gak sih? gampang jadi pengusaha, ya wirausaha tapi untuk menjadi wirausaha yang sukses tidak semudah itu. Harus konsisten dan harus punya value apa yang dijual untuk konsumen, dalam hal ini berarti viewer kita, followers kita. Jadi personal branding bisa dilakukan oleh semua orang, tinggal tergantung orang itu mau memanfaatkan channel digital dan media sosial untuk dirinya seperti apa.
P: Sebagai pengguna sosial media khususnya Instagram, Apakah Om Fitra sudah menerapkan personal branding? Hal apa saja yang dilakukan?
N: Karena saya dari awal lahirnya sebagai jurnalis automotive jadi untuk personal branding Fitra Eri itu memang diri saya sendiri, yaitu pengemar automotive, reviuwer automotive, dan pembalap. Jadi tidak keluar dari siapa diri saya sebenarnya. cuman kalau dulu itu denger Fitra Eri itu harus lewat media, artinya saya harus menang balap dahulu baru diliput oleh media.
kalau sekarang anytime saya bisa menyiarkan apapun tetang diri saya di sosial media.
P: Sebelum memasukin kedalam media sosial Om Fitra sudah memiliki personal branding yang cukup kuat, sebagai pembalap dan jurnalis. untuk menentukan personal branding yang ingin lebih ditonjolkan dalam media sosial, Apakah Om memiliki strategi khusus dalam penerapannya?
N: Sebenarnya bukan ditentukan ya, tapi itu dirasakan, memang dari kecil saya suka automotive jadi misalnya orang mau menentukan personal brandingnya apa, lakukan apa yang memang disuka atau kita punya skil yang baik disitu. lebih bagus lagi melakukan yang kita suka dan kita punya skil yang baik disitu, kerena kalau kita menentukan oke kalau kita personal branding kita mau jadi orang yang lucu padahal saya gak lucu. Nah itu kita akan berusaha untuk menjadi fake person orang yang kita harapkan jadi citra kita, itu akan menjadi capek dan itu gak bisa langeng karena ada satu titik kita akan jenuh. Nah kejenuhan itu bisa di atasi atau dicengah kalau memang bidang yang kita jalani sesuai dengan passion kita, saya empat belas tahun kerja dimedia automotive dengan gaji tidak sampai seprlima puluh yang saya
dapatkan sekarang. tapi saya tidak pernah sekalipun mengeluh mengenai gaji, karena bidang yang saya jalani sesuai dengan apa yang saya suka. Bahwa sekarang saya menjadi influencer saya anggap bonus saja.
P: Apakah kita harus mengetahui terlebih dahulu value atau nilai apa yang akan menjadi personal branding kita?
N: Iya, kalau kita sudah bisa menumukan hal yang kita suka. kita tidak akan merasakan bekerja. Tapi kalau kita pengen terkenal di sosial media, saya liat ada channel gameing nih padahal kita gak suka main game tapi kita paksakan kita jadi gamer. Satu kita akan capek, kedua kita tidak akan lebih bagus dari orang yang memang sudah punya passion dibidang itu.
P: Dalam penerapan personal branding, Apakah Om Fitra memiliki team, atau merencanakan dan menyusunnya sendiri?
N: Jadi yang namanya team itu apalagi kalau udah scoup kerjanya itu sudah lumayan banyak itu dibutuhkan team. Tapi kunci pertama dari personal branding itu ada di personnya itu sendiri, kita tidak bisa mengharapkan orang lain untuk membentuk personal branding kita seperti apa. Tetap kuncinya dikita sendiri, sesolid apapun team kalau kitanya tidak konsiten dalam menerapkan personal branding percuma juga. Sebaliknya kalau kita sudah memiliki personal branding yang kuat dan tidak punya team yang solid ya kita akan jalan ditempat juga tidak akan kemana-mana. Dalam penerapan personal branding, Apakah Om Fitra memiliki team, atau merencanakan dan menyusunnya sendiri?
P: Apakah personal branding yang dimiliki itu dibikin atau direncanakan oleh team?
N: Justru team yang saya punya itu baru terbentuk ketika banyak kerjasama dengan brand tadinya saya enjoy sendiri, isi Instagram sendiri. jadi saya buka meng-hire team untuk membentuk personal branding saya, tapi lebih ke untuk menjaga flow pekerjaan, supaya semua pekerjaannya lancer gitu kan. Tapi personal branding harus kita jaga sendiri, karena saya lebih memilih semua yang saya tampilkan itu true apa adanya yang memang terjadi kebenarannya seperti itu. Karena jauh lebih gampang buatnya,
kalau saya lagi tidak ada yang menarik untuk bikin konten yaudah gak usah di videoin, nanti kalau misal ada yang menarik baru saya bikin video lagi.
P: Apakah personal branding yang dilakukan Om Fitra pada sosial media sesuai dengan gambaran diri Om Fitra sebenarnya? tidak direncanakan?
N: Itu terbentuk sendiri, saya ambil contoh punya teman kontennya bagus terus dia mulai tergoda diluar personal brandingnya, tiba ikut konten prank, konten settingan yang awalnya rame justru lama kelamaaan menghapus personal brandingnya. Jadi kaya kita strategi upload konten atau upload video kita gak bisa cuma asal kejar setoran, yang penting sehari harus ada video supaya addsense nya gede, gak bisa. Kita kalau ngejer kuantitas kualitas dari personal branding kita akan menurun, jadi kita tetap harus jaga, harus liat setiap posting konten yang kita buat jangan sampai melenceng dari personal branding dari kita.
P: Apakah ada kendala atau kesulitan yang dihadapi dalam menerapkan strategi personal branding? Jika ada, apa saja kesulitan itu dan bagaimana cara mengatasinnya?
N: Nah karena niat awalnya saya bukan membangun personal branding, jadi itu bener-bener berjalan normal aja with the flow. Jadi saya gak kerasa punya target ini, hambatannya ini.
Gak kerana saya jalaninya udah. Justru tantanggannya menjaga, kalau saya tidak punya target dalam bulan ini saya harus mempunyai 2juta 3 juta subscriber, tapi ketika saya sudah mendapatkannya disitu saya jaga, makin jaga bahasa saya, makin jaga konten saya supaya tidak berbalik kesaya. Karena semakin banyak followers makin popular justru lebih berat tanggung jawabnya.
P: Apakah Om Fitra telah merasakan atau menyadari adanya pengaruh setelah menerapkan strategi personal branding?
N: Ada tipikal influencer yang mencari sponsor mencari endoresan, ayo dong pasang iklan ditempat gw dapat duit dia. Nah kalau saya justru kebalikannya jadi ketika saya sudah membentuk team untuk bikin video ada team bisnisnya juga saya justru bilang gini saya paling anti ke sebuah merk terus minta iklan supaya saya mendapat pendapatan, terus apa yang kita lakukan? strategi kita adalah udah bikin konten yang
bagus, yang orang lain suka biar brand sendiri yang merasa kalau dia tidak iklan atau placement dikita dia rugi. jadi saya sudah menjalankan media sosial Fitra.eri tidak pernah sedikitpun semua endorse atau iklan yang ada divideo saya itu karena saya meminta. Itu semua mereka semua yang approach dan kita yang approvel kita mau atau tidak terima project itu. Nah itu bisa terbentuk kalau personal branding kita kuat, kalau personal branding kita gak kuat kita akan ngemis.
P: Dari semua konten Instagram yang sudah diunggah oleh Om Fitra, yang manakah yang paling merefleksikan personal branding Om Fitra sesungguhnya?
N: Sebenarnya hampir semuanya, tapi kalau mau liat saya yang benernya mungkin kayak vlog perjalanan, perjalanan sama keluarga, perjalanan sama teman, kayak gitu saya aslinya seperti yang ada divideo itu, kalau bisa dibilang, semua konten saya merefleksiksikan saya apa adanya, saya biarkan itu terbentuk sendiri, bukan saya yang membentuk.
P: Seberapa penting penerapan personal branding menurut Om Fitra?
N: Percaya kalau kita punya kualitas diri yang bagus itu pasti orang akan mengenali itu, mungkin prosesnya tidak capat bisa jadi seleb dalam satu hari, kecuali kita buat criminal. tapi kalau kita punya kualitas yang bagus lambat laun akan dikenal orang dan personal branding yang kuat bukan personal branding yang dibangun dalam sekejap, tapi dibangun secara natural biarkan waktu yang mengasah semuannya. Tapi kita tidak bisa membiarkan diri kita apa adanya kalau kita tidak punya kualitas, oke kita suka automotive kita punya skillnya gak? kalau kita gak punya skillnya kita asah skil kita disitu sampai kita bagus, kalau bisa yang jadi yang terbaik.
Bukannya hanya dikeluarga tapi kalau bisa terbaik seindonesia untuk skil kita itu. Nah kalau misalkan kita sudah tahu skil kita apa, kita tau kita yang terbaik tinggal gimana kita memanfaatkan skill kita untuk orang lain.
gunanya untuk orang lain, orang itu akan sangat senang kalau kita buat konten yang ada gunanya untuk mereka. Entah untuk membah pengetahuan dan hiburan.
P: Apakah menurut Om Fitra sosial media influencer sendiri?
N: Jadi influencer itu syarat yang pertama sudah pasti harus punya masa, karena dia mau meng influence siapa? kalau tidak punya masa. Kita tidak bisa anggap dia influencer kalau masanya Cuma dua puluh, tiga puluh, mau ngomong benerpun, mau ngomong hebatpun ya tidak tersebar. Kedua kualitas seorang influencer itu dipercaya pengikutnya, ada loh yang followersnya banyak, orang memfollow dia bukan karena ingin di influence oleh orang itu tapi ingin pengen hujat atau Cuma ingin tahu saja.
Jadi influencer itu mempengaruhi orang membeli sesuatu sesuai dengan sponsor, misal sponsornya A dia meng influence orang untuk membeli produk A.
P: Menurut Om Fitra hal yang apa harus dilakukan oleh seorang sosial media
influencer?
N: Seorang influecer harus memiliki tanggung jawab. kalau tidak punya tangguang jawab, barang jelek dibilang bagus terus orang terinfluence untuk beli akhirnya orang tidak percaya lagi ketika lihat barangnya jelek katanya bagus. Kepercayaan itu dibanggun terus menerus karena bisa jatuh dalam sesaat.
P: Pencapain terbesar apa saja yang pernah diraih oleh Om Fitra setelah menjadi sosial media influencer?
N: Pencapaiaan terbesar saya adalah ketika ada orang komentar yang berisi wah akhirnya saya beli mobilnya setelah liat video om Fitra ternyata kelebihan dan kekurangannya sama persis seperti yang diomongin. Menurur
saya itu pencapain terbesar seorang influencer ketika positive ke khalayak dan memberi manfaat untuk orang lain. Kebetulan saya menjadi jurnalis sudah emapat belas tahun jadi kepercayaan sudah sedikit terbentuk
P: Keuntungan atau hal postif apa yang yang didapatkan setalah melakukan personal branding sebagai sosial media influencer?
N: Pasti banyak kemudahaan yang didapat kemudian income pasti bertambah karena banyak kerja sama brand dan pernah dengar pepatah bekerja keraslah sampai kau tidak
perlu mengenalkan diri. jadi ketika kesuatu tempat tidak perlu memperkanlkan diri lagi, itu merupakan keuntungan ketika kita menjadi influencer, banyak orang kenal kita, banyak orang yang respect kita. Tapi satu sisi ada kelemahannya juga kita harus lebih menjaga sikap, karena yang Namanya orang bisa emosi, kadang-kadang khilaf itu yang harus dijaga bener-bener.
P: Dalam pembuatan konten apakah Om Fitra memiliki maksud untuk mempersuasi
followers?
N: Gak selalu konten untuk mempersuasi, kadang-kadang saya bikin konten untuk bercerita juga ada, ketika misalnya pengalaman saya naik first class, saya tidak mempersuasi atau meng-influence orang untuk naik first class, tapi saya certain didalamnya seperti apa. Ketika review mobil saya juga tidak meng-influence orang untuk membeli mobil itu, karena saya memberi plus dan minusnya, jadi orang itu yang menentukan.
P: Apakah ada goals yang masih ingin dicapai sebagai sosial media influencer?
N: Saya tidak pernah menetapi goal dari dulu, jadi saya agak berbeda ya.
Kalau dulu kita harus menetapkan goals diumur segini harus jadi apa-apa
yaitu goalsnya sudah tercapai bekerja sesuai dengan bidang yang saya suka, di mana dapat gaji sekecil apapun saya sudah tidak merasa rugi, saya gak merasa mengejar karir, saya gak mengejar uang. Tapi semua sudah merasa happy karena saya sudah bekerja dibidang yang sesuai dengan kemauan saya.
P: Apakah Om Fitra memiliki tips untuk pengikut om yang ingin menjadi seorang sosial media influencer?
N: Yaitu satu harus ketahui passion kita di mana, perdalam skil yang berkaitan dengan
passion kita, kemudian be your self dan yang penting jujur. Jujur itu mahal sekarang
P: Menurut Om Fitra apakah ada saran untuk followers untuk bisa menciptakan
personal branding yang baik dalam media sosial?
N: Ya jadi media sosial itu, namanya juga media sosial ya tidak hanya dilihat oleh kita atau teman kita. Semua orang bisa melihat, ini bisa jadi satu peluang buat orang-orang yang punya kualitas, karena tidak perlu media lagi untuk membanggun personal branding kita, tapi disatu sisi ini seperti pasau mata dua, bisa juga menjadi ancaman buat orang-orang yang tidak bisa menjaga sikapnya dan orang-orang berprilaku negative. Jadi kalau mau main sosial media dan mau jadi influencer kita harus pahami kekuatan dan ancaman dari sosial media itu sendiri. Banyak sekali orang yang sudah membanggun personal branding susah payah hancur hanya karena satu perbuatan yang viral.
Lampiran 4: Transkrip Wawancara
TRANSKRIP WAWANCARA 1
Lokasi : Puspita Hill, Puspita Loka. BSD CITY Tanggal/Pukul : Senin, 15 November 2021/ 16.30 Jenis Wawancara : Wawancar online (Google Meet)
P: Penanya N:
Narasumber P: Latar belakang bapa?
N: Saya Silih, usia 52 tahun, saat ini profesi saya sebagai konsultan branding.
P: Kalau boleh tahu bapak sudah berapa lama sebagai kunsultan branding?
N: Saya sudah dari tahun 2000, berarti sudah 21 tahun.
P: Pengalaman apa saja yang pernah bapak Kelola dalam personal branding?
(Paling siginfikan untuk bapak dalam personal branding?
N: Kalau yang berkaitan dengan personal branding ya saya sudah ngelola secara langsung dua Presiden Indonesia beserta istri, kemudian ada dua Gubernur, dan ada beberapa CEO sih, baik itu perusahaan BUMN dan perusahaan swasta.
P: Sebagai seorang ahli dalam personal branding, pengalaman apa yang yang paling berkesan?
N: Oke, sebetulnya yang paling berkesan pada saat bantu Presiden, karena sebetulnya siapa pun sama, namun ketika membantu Presiden kan yang harus saya pegang, yang harus keep kan rahasia klien. Sementara kalau kliennya Presiden itu rahasia klien itu rahasia negara tuh, nah itu yang bener-bener
harus dijaga gak boleh diomongin, bahkan sama keluarga gak boleh, sama lingkungan terdekat juga gak boleh. Itu sih sebetulnya seru juga
P: Untuk bapak Silih sendiri, Apakah bapak membangun personal branding?
N: Nah gak, jadi gini Riz personal branding itu ada dua, menjadi terkenal dan menjadi dikenal. kalau menjadi terkenal semua jadi tahu tuh, tentang kita kalau disebut nama sudah langsung top of mind nya muncul lah, itu Namanya terkenal tuh terjadi di selebriti, di politisi, anggota dewan meraka terkanal. Tapi ada juga yang dikenal , dikenal itu dia hanya dikenal oleh orang-orang yang berada disekelilingnya atau orang yang berkaitan dengan profesinya lah. Nah kalau saya kemudian memilih untuk dikenal jadi tidak terkenal.
P: Menurut Pak Silih personal branding itu seperti apa?
N: Ya, jadi sebetulnya personal branding itu kan, bagaimana menjadikan diri kita bisa memberikan solusi terhadap target khalayak kita. Basisnya sih itu, jadi profesi kita bukan profesi biasa. tapi profesi kita harus punya solusi apa sih yang kita berikan yang berkaitan dengan profesi kita nih, nah itu yang paling penting tuh, Kemudian yang kedua dari situ juga kita harus paham target khalayak kita siapa nih untuk di personal branding, karenakan sebetulnya yang perlu dipahami personal branding itu bukan hanya profesi secara materi dan diluar rumah, tapi yang paling penting bahwa setiap orang memiliki ragam profesi, jadi mulai dirumah aja itu udah komplit tuh, dirumah dia bisa jadi profesinya sebagai bapak, sebagai ibu, sebagai orang tua, atau sebagai anak itu sudah sebagai profesi sendiri, nah disitu personal branding dibutuhkan. Karena personal branding kan harus sesuai dengan karakter ya, dia tidak bisa cuma pencitraan, apa lagi cuma moles-moles, bukan itu yang dibicarakan oleh personal branding. Nah terus kemudian
saat dia keluar dari rumah, profesinya juga banyak, ada profesi yang utama gitu yang memang mencari penghasilan, tapi mungkin ada profesi-profesi pendukung tuh. Artinya katakana lah misalnya dia dokter gigi, tapi dirumah sakit profesi dia
bisa sebagai teman, sebagi teman sejawat dokter gitu, kemudian sebagai atasan atau bawahan. Jadi memang personal branding itu relative kompleks untuk dipahami.
P: Baik, personal branding itu cukup kompleks, dan bapak bilang dalam buku personal branding 2018, bahwa personal branding itu bukan menganai menjadikan seseorang menjadi terkenal, namun personal branding itu mengenai membangun reputasi diri sesuai dangan kompetensi dan kegemaran yang kita inginkan. Nah apakah kompetensi itu harus kita bangun atau mengalir saja?
N: Harus dibangun lah, personal branding itu sama seperti kita mau fitness kita punya target tuh, nah target apa yang harus dicapai ya harus kita latih, itu yang paling penting tuh. Jadi personal branding itu tidak mengalir, cuma yang penting adalah pada saat mencapai target basisnya itu harus sesuai dengan diri kita sendiri. Jadi bukan sesuatu yang direkayasa, bukan sesuatu yang dimanipulasi lah, jadi misalnya kita pemarah kemudian pura-pura menjadi orang baik, kemudian kita pelit terus kita pura-pura jadi orang yang dermawan gitu ya. Gak kayak gitu. Jadi personal branding itu sebetulnya memang kita memperkuat potensi yang ada di dalam diri kita sendiri, sehingga kita tidak manipulasi, rekayasa iya, kita merekayasa kapasita kita tapi kita tidak manipulative.
P: Sebagai seorang ahli dalam bidang personal branding, menurut Pak Silih bagaimana perkembangan personal branding saat ini?
N: sekarang orang udah lebih awerr ya, sekarang orang udah banyak yang
ada macam-macam tuh, ada yang memang package gitu, ada juga personal branding lewat buku, lewat tulisan, kemudian ada yang personal brandingnya lewat suara, suaranya dilatih atau bahkan ada yang sampai latihan nyanyi, ada personal branding khusus grooming makai bajunya seperti apa, ada yang lewat body shape, atau gesture bahasa tubuhnya seperti
ap aitu juga banyak dilatih. Jadi relative sudah banyak yang menggunakan personal branding, walaupun secara market memang masih gak banyak tuh.
Artinya orang yang belajar sendiri-sendiri lah atau secara retail ke ahli itu, ahli itu, ahli itu gitu sih.
P: Menurut Pak Silih pemahaman personal branding dalam media sosial itu seperti apa? Apakah seperti media konvensional?
N: Agak berbeda sih, kerena kan target khalayak nya lebih lebar dimedia sosial. Sehingga bahasanya juga lebih cair, narasinya lebih fun, terus juga gerakannya lebih personal sebetulnya itu. Agak beda, kalau media mainstream kan semua sudah diatur sama redakturnya, jadi kita harus ikuti redaktur. sementara kalau di sosial media kita lebih banyak mengikuti follower dan itu berbeda banget secara signifikan ya.
P: Jadi menurut bapak kalau kita di media sosial kita yang mengikuti followers bukan follower yang mengikuti kita?
N: Ya memang kita bisa menjadi trendceter, tapi memang harus dilihat bener- bener kapan follower suka konten kita, kapan follower tidak suka, gimana buat mereka marah, gimana buat mereka suka, gimana membuat mereka dukung itu bener-bener diukur disana tuh.
P: Apakah dalam media sosial kita tidak bisa pure menjadi diri kita sendiri?
N: Nah ini yang menarik nih, menarik tuh pertanyaannya. Arti Apakah kita harus menjadi diri sendiri? sebutulnya tetap ya, itu basic personal branding
ya bahwa kita harus menjadi diri kita sendiri, itu sudah tidak bisa ditawar- tawar tuh, nah bedanya adalah kalau kita muncul dimedia mainstream kita dengan etika yang kuat yang ditentukan oleh media gitu. Tapi kalau disosial media kita bisa lebih cair menjadi diri kita sendiri, bisa bicara sama follower gitu, tapi saya tidak menyarankan ikuti follower dalam konteks yang sesungguhnya. Itu banyak tuh terjadi, misalnya kemudian pada saat ada challenge banyak orang tuh ikuti, biar follower nya naik. Kalau saya sih tidak menyarankan itu, tapi bener-bener jadi diri sendiri cuma lebih cair saja kalau dimedia sosial.
P: Dalam media sosial batasanya lebih lebar dan abu-abu ya pak?
N: Lebih lebar benar, karena disitu ada haters ada lovers kan gitu. Banyak yang kemudian orang menjadikan kontroversi dimedia sosial biar hatersnya banyak, kan kalau hatersnya banyak followersnya juga jadi banyak tuh.
P: Apakah ada perbedaan antara membangun personal branding dalam media sosial dan media konvensional?
N: Kalau dimedia sosial itu bener-bener a…itu kenten yang receh yang fun gitu, tapi kalau dimedia konvensional itu sesuai dengan karakter media konvesionalnya, tv kayak apa, di tv juga beda-beda karakternya, kalau tv- nya TVONE acaranya ILC (Indonesia Lowyer Club) berarti kita harus yang lugas, tapi kalau kita di Metro TV acaranya talkshow kita harus santun. Kita menyesuaikan dengan media konvensionalnya dengan redakturnya tuh bukan dengan penonton, tapi kalau dimedia sosial kita menyesuaikan dengan penontonnya. Tetapi tetap sesuai dengan karakter basic kita ya.
P: Apakah personal branding dimedia sosial itu bisa semau kita pak?
N: Bisa-bisa kalau kita kuat bisa, tergantung, itu tergantung. Tapi kalau saya sarani seperti itu, kita punya value nanti follower yang harus ikut kita. Tapi tadi ya sekalipun punya value, kita nunjukinnya dengan cara yang receh dan fun namun tetap bermanfaat bagi khalayak cuma caranya lebih cair lah.
P: Menurut Bapak Silih bagaimana cara membangun personal branding
N: Yaa kalau tepat sasaran sebetulnya itu tadi sih, kalau yang personal branding yang bagus itu kalau sesuai dengan objective kita, artinya kalau kita
punya objective nah terus bagaimana kita menggunakan personal branding untuk mencapai tujuan kita itu yang paling penting itu. Nah jadi personal branding yang baik adalah personal branding yang bisa mendukung pencapaian objective kita.
P: Apakah Bapak tahu dan kenal dengan Fitra Eri
N: Kenal lah, saya kenal Fitra Eri waktu saya masih kerja di Toyota
P: Fitra Eri membangun personal branding dirinya sebagai seorang yang ahli dalam bidang automotive, ia mengaku bahwa ia tidak memiliki strategi khusus untuk membangun personal branding. Namun ia berusaha untuk membuat konten sebagus mungkin, menunjukkan kualitas dirinya sebagai seorang pencinta automotive, dan ia menyadari dengan bertambahnya populeritas ia mencoba untuk lebih menjaga gaya berbicara dan berperilaku.
Bagaimana pandangan Bapak Silih terhadap strategi yang diterapkan Fitra Eri dalam membangun personal brandingnya?
N: Saya sih setuju, bener kan secara khusus tidak pernah tuh. Jadi misal Fitra Eri tidak pernah belajar acting, karena dia Youtubers dia tidak pernah berlajar acting untuk menampilknan sesuatu menjadi lebih bagus, dia mungkin tidak pernah melatih suaranya. Tapi secara umum saya setuju tuh dia tidak pernah menggunakan strategi khusus, tapi kan dia juga bilang semakin popular, karena dia tahu dia semakin popular dia menjaga gaya berbicara dan berperilaku. Jadi saya pikir itu strategi walaupun tidak secara khusus mengundang coach personal gitu ya, gak undang khusus ahli
grooming yang kasih tau dia harus pakai baju apa. Jadi dia mengalir aja, itu strategi juga, cuma beda aja pendekatannya kan.
P: Bapak bilang bahwa personal branding ada yang dibanggun ada yang tidak, kalau personal branding apakah yang harus diperhatikan?
N: Sebetulnya apa yang dibilang oleh Fitra Eri sudah oke tuh jadi cara berbicara, cara berperilaku. Tapi yang paling penting dalam media sosial adalah tadi bagaimana cara membuat konten sebagus mungkin, untuk menjunkan kualitas dia itu yang paling penting. Nah artinya apa kalau dia nunjukin konten, artinya dia harus belajar, gak mungkin tuh kemudian dia mengalir gitu aja, dia pasti belajar tentang, seperti dia mau nampilin BMW pasti dia akan belaja itu BMW dari serie yang lama apa saja, kalau menampilkan Mercy misalnya Mercy mengeluarkan mobil listrik, nah dia pasti akan belajar mesin-mesin mobil electric. Nah baru dia baru bisa munculi konten yang sebagus mungkin. Jadi semua ada persiapan ada designnya.
P: Menurut Fitra Eri kepercayaan dari publik untuknya sangat penting, sehingga ia membuat konten yang sejujurnya dan apa adanya, menurut Bapak Apakah menurut sejujurnya memiliki batasan?
N: Ya itu pilihan ya, lagi-lagi strategi tuh, strateginya mau kayak apa tuh?
nah kalau Fitra Eri memilih untuk mengeluarkan konten sejujurnya dan apa adanya, gak pernah dia sembunyiin, itu pilihan. Sehingga kemudian orang kalau dengar Fitra Eri sudah pasti ulasannya yang bener nih tentang automotive.
P: Saya menggunakan 8 step dari Montoya yakin (1. The Law of Specialization, 2. The Law of Distinctivenes, 3. The Law of Personality, 4. The Law of Goodwill, 5. The Law of Leadership, 6. The Law of Unity, 7. The Law fo Visibility, 8. The Law of Persistence). Kemudian menurut bagaimana Apakah Fitra Eri sudah memperaktikan konsep ini dengan baik?
Law of Specialization dia udah automotive, 2. The Law of Distinctivenes dia berbeda karena dia ngomong apa adanya dan dia ahli dalam bidang tersebutkan, kemudian The Law of Personality dia juga baik, kalau ngomong juga etis, terus The Law of Goodwill, goodwill nya dia itu ngedalami banget tuh tentang teknik-teknik automotive, Leadershipnya dia juga kan suka duluan kalau ada barang-barang baru, Unitynya suka membaur dengan yang lainnya, Visibiltiynya dia ada di Youtube dan Instagram, Persistence dia dari dulu selalu di automotive gak pernah kemana-mana. jadi semuanya ada tuh dia. Dalam Unity pun dia membicarakan keselaran tuh, gak pernah tuh ngebas mobil itu mobil aja kan, dia berbicara mobil gayanya buat siapa, ketika Honda ngeluari heatcback dia cerita bagaimana trend yang terjadi dikalangan anak muda. Kan itu Namanya Unity tuh, nah itu dilakukan juga oleh Fitra Eri.
P: Konsep apa yang lebih tepat untuk membedah personal branding dan bagaimana seharusnya konsep tersebut diterapkan oleh seorang influencer?
N: Itu menggunakan konsep 5c yang ada dibuku saya itu, karena itu kan sudah terbukti di Indonesia ya. Kalau Montoya kan memang step umum tuh step secara umum, tapi itu belum ada case untuk Indonesia tuh. Kalau konsep yang saya buat berdasarkan dari klien-klien saya di Indonesia dan untuk penerapannya lima-limanya harus dipenuhi dahulukan, harus dibuat unik, kemudia konektivitynya dibanggun. Asal kelimanya dijalani insya Allah akan bagus deh.
P: Apakah Fitra Eri sudah menerapkan konsep 5c yang sudah bapak buat?
N: Menurut saya dalam skala terbatas, saya melihat Fitra Eri sudah menjalankan lima konsep yang saya buat. Terutama yang competency, Rizqi… keren tuh. Karena persistence dia mengikuti perkembangan teknologi khususnya automotive ya, dan dia tahu trend konsumen automotive saat ini.