121
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN INSPIRATOR FILM KEPAHLAWANAN PADA SISWA
KELAS X MIPA 9 SMA NEGERI 5 DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2016/2017
Nita, IGA P Tuti Indrawati, Ni luh Sukanadi Universitas Mahasaraswati Denpasar
ABSTRAK
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi dengan menggunakan pembelajaran kontekstual dengan inspirator film kepahlawanan pada siswa kelas X MIPA 9 SMA Negeri 5 Denpasar Tahun Pelajaran 2016/2017. Adapun teori-teori yang dipakai acuan dalam penelitian ini adalah (1) pengertian menulis, (2) tujuan menulis, (3) pengertian puisi, (4) pengajaran puisi, (5) jenis puisi, (6) metode puisi, (7) hakikat puisi, (8) langkah-langkah menulis puisi, (9) pengertian metode pembelajaran kontekstual, (10) langkah-langkah metode pembelajaran kontekstual, (11) keunggulan dan kelemahan metode pembelajaran kontekstual, dan(12) media film kepahlawanan sebagai inspirator. Jenis penelitian ini menggunakan prosedur yang terdiri dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) Refleksi.Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah seluruh siswa-siswa kelas X MIPA 9 SMA Negeri 5 Denpasar tahun pelajaran 2016/2017yang berjumlah 36 orang siswa.Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode observasi,metode tes dan kuesioner.Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif.Bertitik tolak dari hasil penyajian penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) penerapan pembelajaran kontekstual dengan inspirator film kepahlawanan dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi pada siswa kelas X MIPA 9 SMA Negeri 5 Denpasar Tahun Ajaran 2016/2017, hal ini dapat dilihat berdasarkan peningkatan nilai rata-rata tes awal sebesar 4,63,siklus I sebesar 5,83 dan siklus II sebesar 7.00, serta pada siklus III sebesar 8,17. Pada siklus III menunjukkan pencapain KKM 75 telah terpenuhi dan tingkat ketuntasan 100% telah tercapai, (2) dengan menggunakan langkah-langkah yang tepat dalam penerapan pembelajaran kontekstual dengan inspirator film kepahlawanan maka terjadi peningkatan pada nilai rata-rata siswa, dan (3)siswa memberikan respon positif pada objek penelitian, sehingga dapat disimpulkan pembelajaran kontekstual dengan inspirator film kepahlawanan dalam menulis puisi memberikan pengaruh positif, meningkatkan aktivitas, motivasi, serta hasil belajar siswa.
Kata kunci: menulis puisi, pembelajaran kontekstual, film kepahlawanan
ABSTRACT
This study is a classroom action research that aims to improve the ability to write poetry by using contextual learning with the heroic film inspirator on the students of class X MIPA 9 SMA Negeri 5 Denpasar Lesson Year 2016/2017. The theories used in this study are (1) the sense of writing, (2) the purpose of writing, (3) the sense of poetry, (4) the teaching of poetry, (5) the type of poetry, (6) the method of poetry, (7) (9) understanding of contextual learning method, (10) steps of contextual learning method, (11) advantages and disadvantages of contextual learning method, and (12) film of heroic media as inspirator. This type of research uses a procedure consisting of (1) planning, (2) implementation, (3) observation, and (4) Reflection. The subject of this class action research is all students of class X MIPA 9 SMA Negeri 5 Denpasar academic year 2016/2017 which amounted to 36 students. Data in this research is obtained by using observation method, test method and questionnaire. The collected data was analyzed by using descriptive qualitative and quantitative descriptive method. Based on the result of research presentation, it can be concluded that: (1) the
122
application of contextual learning with the heroic film inspirator can improve the ability to write poetry on the students of class X MIPA 9 SMA Negeri 5 Denpasar Academic Year 2016/2017, this can be seen based on the increase of the average value Average initial test of 4.63, cycle I of 5.83 and cycle II of 7.00, and in the third cycle of 8.17. In cycle III, the achievement of KKM 75 has been fulfilled and the 100% completeness level has been achieved, (2) using appropriate steps in the application of contextual learning with the heroic film inspirator, there is an increase in the average score of the students, and (3) the students Give a positive response on the object of research, so it can be concluded that the contextual learning with the inspiration of heroic films in writing poetry gives a positive influence, increasing the activity, motivation, and student learning outcomes.
Keywords: writing poetry, contextual learning, movie heroism
PENDAHULUAN
Kemampuan menulis puisi merupakan salah satu kemampuan bersastra yang perlu dimiliki seseorang, apalagi seorang siswa.Memiliki kemampuan menulis puisi tidaklah semudah yang dibayangkan orang, kemampuan menulis puisi bukanlah kemampuan yang diwariskan secara turun temurun.Namun, kegiatan ini memerlukan latihan dan pengarahan atau bimbingan yang efektif.
Rendahnya kemampuan bersastra pada siswa khususnya menulis puisi pada pembelajaran bahasa Indonesia hingga kini masih terus menjadi perbincangan hangat di kalangan pelaksana dan pemerhati pendidikan. Berbagai upaya untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi pada siswa telah dilaksanakan dengan jalan peningkatan sumber daya manusia (SDM) guru, peningkatan menggunakan media pembelajaran, penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi, serta memperbanyak buku-buku referensi tentang sastra.
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap proses belajar mengajar di kelas X MIPA 9 SMA Negeri 5 Denpasar penulis menemukan beberapa permasalahan yang ditimbulkan. Pada saat proses belajar mengajar berlangsung guru kesulitan dalam
menjelaskan materi dan siswa sulit memahami materi yang disampaikan.
Kesulitan ini terjadi karena siswa yang menerima pelajaran kurang serius dalam memahami pelajaran sementara guru harus berpatokan pada waktu yang ditentukan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) serta metode yang digunakan dalam mengajar hanya terpaku pada metode ceramah dan penugasan. Dapat dikatakan pembelajaran tersebut dianggap kurang variatif sehingga berdampak pada minat siswa dalam menulis menjadi rendah dan secara tidak langsung akan mengakibatkan kemampuan menulis mereka pun menjadi rendah. Hal ini dibuktikan saat mereka diberi tugas menulis puisi, hasilnya kurang maksimal, sedikit yang mampu mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM), sehingga diperlukan perubahan dalam proses pembelajaran. Dari permasalahan tersebut peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi Melalui Pembelajaran Kontekstual Dengan Inspirator Film Kepahlawanan Pada Siswa Kelas X MIPA 9 SMA Negeri 5 Denpasar Tahun Pelajaran 2016/2017.
Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka permasalahan yang di bahas dalam penelitian, yakni: (1) Apakah pembelajaran kontekstual dengan
123 inspirator film kepahlawanan dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi pada siswa kelas X MIPA 9 SMA Negeri 5 Denpasar Tahun Pelajaran 2016/2017? (2) Bagaimanakah langkah-langkah penerapan pembelajaran kontekstual dengan ispirator film kepahlawanan untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi pada siswa kelas X MIPA 9 SMA Negeri 5 Denpasar Tahun Pelajaran 2016/2017? Dan (3) Bagaimanakah respon siswa kelas X MIPA 9 SMA Negeri 5 Denpasar Tahun Pelajaran 2016/2017 setelah diterapkan pembelajaran kontekstual dengan inspirator film kepahlawanan?
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk memberikan sumbangan pikiran dan meningkatkan wawasan menulis puisi melalui Pembelajaran kontekstual dengan inspirator film kepahlawanan dalam upaya membina serta pengembangan bahasa dan sastra Indonesia. Secara khusus penelitian ini bertujuan (1) Untuk mendapatkan data yang pasti dapatkah pembelajaran kontekstual dengan inspirator film kepahlawanan meningkatkan kemampuan menulis puisi pada siswa kelas X MIPA 9 SMA Negeri 5 Denpasar Tahun Pelajaran 2016/2017, (2) Untuk menentukan langkah-langkah pembelajaran kontekstual yang tepat dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi pada siswa kelas X MIPA 9 SMA Negeri 5 Denpasar Tahun pelajaran 2016/2017, (3) Untuk mengetahui respon siswa kelas X MIPA 9 SMA Negeri 5 Denpasar Tahun Pelajaran 2016/2017 setelah diterapkannya pembelajaran kontekstual dengan inspirator film kepahlawanan.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) karena penelitian ini dilakukan secara langsung di
dalam kelas yaitu pada pada siswa kelas X MIPA 9 SMA Negeri 5 Denpasar.
Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIPA 9 SMA Negeri 5 Denpasar tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 36 orang, 16 orang perempuan dan 20 orang laki-laki. Yang menjadi objek penelitian ini yaitupeningkatan kemampuan menulis puisi melalui pembelajaran kontekstual dengan inspirator film kepahlawanan pada siswa kelas X MIPA 9 SMA Negeri 5 Denpasar.Tempat penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 5 Denpasar.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan metode pembelajaran kontekstual dan Quasi Eksperimen. Dimana pendekatan metode kontekstual ini merupakan metode yang menggabungkan materi pelajaran dengan dunia nyata. Pendekatan Quasi Eksperimen merupakan pendekatan yang dilakukan dengan memberikan tindakan tertentu pada subjek tetapi tidak menggunakan kelompok, karena semua subjek dinyatakan sumber data.
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan bertahap atau multi siklus dengan menggunakan prosedur yang terdiri dari (a) perencanaan, (b) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah (a) Metode observasi, (b) metode tes, dan (3) kuesioner.Metode tes merupakan metode utama dalam pengumpulan data penelitian.Data yang dikumpulkan adalah data mengenai peningkatan kemampuan siswa dalam menulis puisi.
Data yang dianalisis adalah data yang didapat dari hasil observasi dan tes yaitu mengenai aktifitas menulis puisi dalam proses belajar mengajar. Analisis data merupakan data yang dikumpulkan pada setiap kegiatan observasi dari pelaksanaan
124 siklis penelitian tindakan kelas yang dianalisis secara deskriptif kualitataif yaitu merupakan sebuah analisis yang dilakukan dengan menggunakan angka.Analisis yang pertama, dilaksanakan untuk pelaksanaan tindakan, apakah pelaksanaanya sesuai atau
tidak dengan yang telah
direncanakan.Kedua, analisis terhadap kemampuan menulis puisi melalui pembelajaran kontekstual dengan inspirtor film kepahlawanan.
Refeksi awal dilakukan sebelum melakukan penelitian, hal ini bertujuan agar peneliti dapat melihat dan mengevaluasi proses belajar mengajar yang berlangsung di kelas untuk memudahkan peneliti dalam menentukan langkah- langkah selanjutnya.
Perencanaan adalah serangkaian tindakan yang terencana untuk memperbaiki dan meningkatkan apa yang menjadi kendala yang dialami oleh siswa.
Sebelum melaksanakan tindakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan penelitian ini yaitu: (a) mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, (b) mempersiapkan materi ajar, (c) mempersiapkan media pembelajaran, dan (d) mmpersiapkan tes.
Pelaksanan tindakan yang akan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi pada siswa kelas X MIPA 9 SMA Negeri 5 Denpasar dengan menggunakan pembelajaran kontekstual dengan inspirator film kepahlawanan. Pelaksanan tindakan ini harus dilakukan dengan hati-hati dan harus dilakukansesuai perencanaan.
Observasi merupakan kegiatan memperhatikan suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra dan dilakukan untuk mengetahui kemampuan menulis puisi selama proses belajar- mengajar berlangsung.
Refleksi merupakan upaya untuk melihat dan mempertimbangkan hasil tindakan yang telah diberikan dengan melakukan perbaikan terhadap rencana awal yang telah diberikan. Hasil refleksi pada siklus I digunakan sebagai dasar untuk menyerpurnakan langkah-langkah tindakan pada siklus selanjutnya hingga siklus ke-n.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Tindakan Awal
Hasil tes awal dalam pembelajaran menulis puisi yang diikuti 36 orang siwa, nilai rata- rata yang didapat siswa yaitu 4,63 dengan kategori kurang. Rincian siswa yang memperoleh nilai 6 sebanyak 6 orang (17%) , siswa yang memperoleh nilai 5 sebanyak 15 orang (42%), siswa yang memperoleh nilai 4 sebanyak 11 orang (30%), dan siswa yang memperoleh nilai 3 sebanyak 4 orang (11). Berdasarkan hasil yang dicapai oleh siswa, maka perlu dilakukan tindakan ketahap berikutnya.
Hasil Tindakan Siklus I
Berdasarkan hasil tes siklus I, nilai rata-rata kelas adalah 5,83 dengan rincian siswa yang memperoleh nilai 7 sebanyak 9 orang (25%), siswa yang memperoleh nilai 6 sebanyak 18 orang (50%) , siswa yang memperoleh nilai 5 sebanyak 3 orang (8%), siswa yang memperoleh nilai 4 sebanyak 6 orang (17%), dan siswa yang memperoleh nilai 3 sebanyak 4 orang (11).
Sehingga kemampuan siswa dalam menulis puisi pada siklus I dikelompokkan dengan kategori hampir cukup dan mengalami sedikit peningkatan hasil belajar dan harus melanjutkan ketahap berikutnya.
125 Hasil Tindakan Siklus II
Berdasarkan hasil tes siklus II, nilai rata-rata kelas adalah 7,00 dengan rincian siswa yang memperoleh nilai 8 sebanyak 10 orang (28%), siswa yang memperoleh nilai 7 sebanyak 18 orang (50%) , siswa yang memperoleh nilai 6 sebanyak 6 orang (17%), siswa yang memperoleh nilai 5 sebanyak 2 orang (5%) Sehingga kemampuan siswa dalam menulis puisi pada siklus II dikelompokkan dengan kategori lebih dari cukup.
Hasil Tindakan Siklus III
Berdasarkan hasil tes siklus III maka dapat diketahui bahwa siswa yang memperoleh nilai 9 sebanyak 12 orang (33%), siswa yang memperoleh nilai 8 sebanyak 15 orang (50%) , siswa yang memperoleh nilai 7 sebanyak 6 orang (17%).rata-rata nilai yang dicapai pada siklus III adalah 8,17. Maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis puisi pada siswa kelas X MIPA 9 SMA Negeri 5 Denpasar pada siklus III sudah menunjukkan target yang diinginkan atau sudah mengalami peningkatan. oleh karena penelitian ini hanya dilaksanakan sampai siklus III.
Dari hasil yang diperoleh pada penilaian, hasil tes awal sampai siklus III
semua siswa mengalami
peningkatan.Penigkatan yang diperoleh siswa dilihat dari hasil perbaikan langkah- langkah yang dilakuka peneliti selama penelitian berlangsung serta pemberian bimbingan yang rutin kepada siswa.
Berdasarkan pada observasi siswa selama mengikuti pembelajaran menulis puisi didalam kelas dari tes awal sampai siklus III menunjukkan peningkatan antara lain: (1) siswa sudah lancar menggunakan majas dalam menulis puisi dan sesuai dengan kriteria yang dinilai, (2) siswa merasa senang dan tertarik mengikuti pelajaran menulis puisi melalui metode pembelajaran kontekstual dengan inspirator film kepahlawanan, (3) judul pada puisi yang dibuat oleh siswa sudah sesuai antara judul dengan isi puisi, (4) secara keseluruhan daya imajinasi siswa sudah meningkat dan sudah aktif dalam mengikuti proses belajar mengajar. Dari data di atas menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual dengan inspirator film kepahlawanan dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi.
Grafik 1. Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi Melalui Pembelajaran Kontekstual dengan Inspirator Film Kepahlawanan Pada Siswa Kelas X MIPA 9 SMA Negeri 5 Denpasar Tahun Pelajaran 2016/2017 Pada tahap hasil tes awal, siklus I, siklus II, dan siklus.
0 5 10
Tes awal Siklus I Siklus II Siklus III
Nilai Rata-Rata
4,63
5,83 7,00
8,17
126 Adapun langkah-langkah penerapan pembelajaran kontekstual dengan inspirator film kepahlawanan adalah (1) Membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan mengabsen kehadiran siswa satu per satu, (3) menyiapkan media pembelajaran menghidupkan laptop dan proyektor, (4) Menginformasikan tujuan dan rencana pembelajaran serta menjelaskan secara rinci pengertian puisi dan langkah-langkah menulis puisi , (5) Menayangkan film kepahlawanan yang berdurasi pendek, (6) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya terkait film tersebut, (7) memberikan kesempatan kepada siswa untuk membayangkan objek yang ada di
dalam film, (8) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menuangkan ide-idenya keatas kertas serta saling sharing antar teman, (9) Guru menugaskan siswa membacakan puisi ciptannya serta memperbaiki jika ada yang kurang atau salah, (10) Guru memberikan arahan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam menuangkan ide-idenya serta memberikan umpan balik yang positif, (11) guru bersama-sama dengan siswa menyimpulkan dan merefleksi hasil serta pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan, (12) guru memberikan penilaian dari berbagai sumber penilaian, (13) menutup pelajaran dengan salam penutup .
Tabel 1. Hasil Angket Respon Siswa Kemampuan menulis Puisi Melalui Pembelajaran Kontekstual dengan Inspirator Film Kepahlawanan pada Siswa Kelas X MIPA 9 Negeri 5 Denpasar Tahun Pelajaran 2016/2017.
No Pernyataan Pilihan Sikap
STS TS S SS
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1
Pengalaman menonton film kepahlwanan, memberikan inspirasi untuk melahirkan ide baru dalam menulis puisi.
0 8 13 15
2
Saya merasa pembelajaran kontekstual dengan inspirator film kepahlawanan membuat kreativitas saya dalam menulis puisi berkembang.
0 6 18 12
3
Pembelajaran kontekstual dengan inspirator film kepahlawanan merupakan strategi yang tepat dan
membuat pembelajaran menulis puisi menjadi lebih menarik dan menyenangkan.
0 8 18 10
4
Saya lebih mudah menulis puisi pada pembelajaran menulis puisi dengan cara belajar seperti ini
0 8 10 18
5
Langkah-langkah pembelajaran menulis puisi melalui
pembelajaran kontekstual dengan inspirator film
0 6 10 20
127 kepahlawanan mudah untuk dipahami dan direalisasikan.
6
Apakah pembelajaran
kontekstual dengan inspirator film kepahlawanan efektif meningkatkan minat dan kreatifitas anda dalam menulis cerpen?
0 6 8 22
7
Apakah pembelajaran
kontekstual dengan inspirator film kepahlawanan dapat memotivasi anda dalam menulis cerpen?
0 9 15 12
8
Apakah pembelajaran menulis puisi melalui pembelajaran kontekstual dengan inspirator film kepahlawanan mampu meningkatkan prestasi anda dalam menulis puisi?
0 7 15 14
9
Apakah anda memahami dan mampu mengikuti langkah- langkah pembelajaran menulis puisi melalui pembelajaran kontekstual dengan inspirator film kepahlawanan?
0 8 10 18
10
Apakah anda menginginkan pembelajaran kontekstual dengan inspirator film kepahlawanan akan tetap digunakan dalam pembelaran menulis puisi di kemudian hari?
0 8 13 15
Rata-rata 0 7,4 13,0 15,6
Presentase 0% 21% 36% 43%
Keterangan:
STS : Sangat tidak setuju TS : Tidak setuju
S : Setuju
SS : Sangat setuju
Berdasarkan angket yang telah diisi oleh siswa, berhubungan dengan penggalian data respon siswa terhadap strategi pembelajaran kontekstual dengan inspirator film kepahlawanan dalam
pembelajaran menulis puisi secara keseluruhan mendapatkan tanggapan atau respon yang positif dari siswa kelas X MIPA 9, hal itu dapat dibuktikan hasil angket yang telah diisi oleh siswa
128 menunjukkan 21% siswa termasuk kategori tidak setuju, 36% termasuk kategori setuju, 43% termasuk kategori sangat setuju.
Dengan demikian secara umum siswa memberikan tanggapan sangat setuju terhadap penerapan model kontekstual dengan inspirator film kepahlawanan dalam pembelajaran menulis puisiserta sebagian besar siswa menginginkan pembelajaran kontekstual dengan inspirator film kepahlawanan akandigunakan untuk pembelajaran menulis puisi di kemudian hari.
PENUTUP SIMPULAN
Adapun simpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Metode kontekstual dengan inspirator film kepahlawanan dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi pada siswa kelas X MIPA 9 SMA Negeri 5 Denpasar tahun pelajaran 2016/2017. Hal ini ditunjukkan dari nilai rata-rata pre- tes (tes awal) 4,63 meningkat sebesar 1,2 menjadi 5,83 pada siklus I. pada siklus II meningkat sebesar 1,17 menjadi 7,00 dan tetap meningkat sebesar 1,17 menjadi 8.17 pada siklus III. Nilai yang diperoleh pada saat penelitian di kelas X MIPA 9 SMA Negeri 5 Denpasar melebihi target yang ditetapkan oleh peneliti yaitu sebesar 75, dengan demikian pelaksanaan penelitian dihentikan sampai pada siklus III.
2. Ada beberapa langkah penerapan pembelajaran kontekstual dengan inspirator film kepahlawanan untuk meningkatkan kemampuan siswa dakam menulis puisi yaitu: (1) memberikan penjelasan secara rinci
mengenai Puisi; (2) menberikan penjelasan tentang cara-cara menulis puisi dengan aturan yang ada; (3) menayangkan film kepahlawanan yang berdurasi pendek; (4) memberi kesempatan kepada siswa untuk terus berlatih menulis puisi berdasarkan objek yang terdapat dalam film 3. Respon siswa terhadap strategi
pembelajaran kontekstual dengan inspirator film kepahlawanan dalam pembelajaran menulis puisi secara keseluruhan mendapatkan tanggapan atau respon yang positif dari siswa kelas X MIPA 9, hal itu dapat dibuktikan hasil angket yang telah diisi oleh siswa menunjukkan 21%
siswa termasuk kategori tidak setuju, 36% termasuk kategori setuju, 43%
termasuk kategori sangat setuju.
Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka peneliti dapat mengemukakan beberapa saran sebagai berikut:
1. Untuk meningkatkan dan mencapai kemampuan siswa secara optimal hendaknya siswa tidak diberikan teori tentang puisi saja melainkan siswa semestinya lebih banyak diberikan metode, teknik dan dan praktik yang relavan.
2. Dalam proses pembelajaran hendaknya guru lebih kreatif memilih metode, teknik, model pembelajaran yang menarik dan sesuai sehingga siswa tidak jenuh dengan metode pembelajaran yang monoton.
3. Bagi peneliti dan calon guru hendaknya lebih mempelajari metode pembelajaran dan selalu berinovasi untuk menciptakan
129 pembelajaran yang menarik guna meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya dalam pembelajaran menulis puisi.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto. (1998). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara
Arikunto, S dkk. (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Nurkencana. (1983). Evaluasi Pendidikan.
Surabaya: Usaha Nasional.
Nurkencana.(1992). Evaluasi Pendidikan.
Surabaya: Usaha nasional.
Nurkencana, Sumartana. (1986). Evaluasi Pendidikan.Surabaya: Usaha Nasional.
Pendidikan Tesis. (2013).Film Pendidikan Karakte,http://tesispendidikan.com/fi lm-pendidikan-karakter (diunduh 1 Maret 2017)
Pusat Bahasa Depdiknas. (2012). Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta: Pt Gramedia Pustaka Utama.
Situmorang, B.P. (1974) Puisi dan Metodologi Pengajarannya. Medan:
Nusa Indah.
Tarigan, Henry Guntur. (1984). Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.Bandung: Angkasa.
Trianto. (2011). Panduan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:
Prestasi Pustaka.