UPAYA PENINGKATKAN KOMUNIKASI BIDAN EFEKTIF BERDASARKAN ANALISIS KOMUNIKASI PERSUASIF K4 BIDAN PADA IBU HAMIL LAYANAN ANC K1, K2, K3 DI POLINDES WILAYAH KABUPATEN JEMBER
SYAIFUL BAHRI*)
*) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya
Correspondence: Syaiful Bahri, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Program Studi Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
PENDAHULUAN
Indikator derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat salah satunya ditandai dengan tinggi atau rendahnya Angka Kematian Ibu (AKI). Berdasarkan SDKI Indonesia telah berhasil menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dari 334 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 1997, selanjutnya turun menjadi 307 per
100.000 kelahiran hidup tahun 2002 dan pada tahun 2007 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup. Namun pada tahun 2012 naik menjadi 359 per 100.000 kelahiran hidup (Depkes RI, 2013).
Angka Kematian Ibu (AKI) di kabupaten Jember yaitu sebesar 43 per 100.000 KH, menduduki peringkat kedua dari sepuluh Angka ABSTRACT
One of the most important indicator determine the quality the quality of antenatal care (ANC) in a region is the attainment of K4 scope. The Health Clinic Jember district achievement K4 coverage as much as 71.42% below the minimum achievement standards (MSS) Jember (95%) in 2012. The main cause of low achievement is the low K1 K4 coverage that does not reach the K4. The purpose of the study is an effort to improve communication midwife evektif based analysis of persuasive communication K4 midwife to pregnant women in the service K1, K2, K3. The method used is observational. Samples were pregnant women services K1, K2, K3 each of as many as 31 people, with a sampling multistage sampling technique. The variables of study include: 1). Characteristics of pregnant women consisted of: age, education, parity, employment, knowledge, motivation and attitude. 2). Persuasive communication midwives to pregnant women in the service K1, K2, K3 include: Delivery of messages, messages used, and the message channel response of pregnant women to midwives message. The research concluded that overall or 100% message exist from midwives in form of invitation to recheck pregnancy on trimester. Message style intensity was delivered in understandable and comprehendable way with mean of 70,96% and message attractiveness conveyed in convenient and humorous way had mean of 54,84%. All midwives conveyed messsage through face to face communication and message was either conveyed by writing or picture with mean of 61,28%. Overall or 100% showed attention response and almost all showed interested response from pregnant women on midwives K4 message. Whereas for responses:
understanding, comprehenson, getting desired message, receiving, remembering, able to perform and willing to perform message had mean below target of 80%. There are three strategic issues that consist of 12 sub strategic issues of the research result. Improvement effort on midwives persuasive communication on ANC can be done through on the job training and off the job training. And communication SOP need to be made that can be used by midwives particularly when performing ANC care and simultaneously with checklist for self evaluation.
Keywords: persuasive communication midwife antenatal care
Kematian Ibu (AKI) tertinggi di Jawa Timur pada tahun 2012. Keadaan tersebut tentu sudah lebih rendah dari target MDGs yaitu 102 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015, namun jika tidak ada upaya yang sungguh dimungkinkan akan terjadi peningkatan mengingat trend beberapa tahun sebelumnya.
Percepatan (Akselerasi) penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) untuk mempercepat pencapaian Millenium Developmen Goals (MDGs) tahun 2015, di Kabupaten Jember
dilakukan melalui kebijakan Peraturan Pemerintah tentang AKI yaitu pelayanan kesehatan ibu yang berkualitas dan dekat dengan masyarakat melalui 3 pesan kunci Making Pregnancy Safer (MPS).Upaya tersebut ternyata telah memberikan dampak terhadap percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI). Beberapa indikator percepatan penurunan AKI berupa pencapaian program kesehatan ibu dan anak telah memberikan hasil, dapat dilihat
pada Tabel di bawah ini
Tabel 1
Pencapaian Program Kesehatan Ibu dan Anak di Kab. Jember Tahun 2010 s/d 2012
Program 2010 2011 2012
Pencapaian (%) Target (%) Pencapaian (%) Target Pencapaian (%) Target (%)
K1 K4 Linakes Kn1 Kn2
100,12 82,55 94,51 100,74 99,97
99,00 94,00 92,00 100,00 99
112,49 94,48 106,42 104,46 103,40
99,00 95,00 92,00 100,00 99,00
107,30 85,16 106,20 105,33 104,54
99,00 95,00 92,00 100,00 99,00 Sumber : Data PWS KIA Dinas Kesehatan Kab. Jember Tahun 2010 s/d Tahun 2013
Tabel diatas secara umun terjadi peningkatan pencapaian program Kesehatan Ibu dan Anak dari tahun 2010 sd 2012. Namun untuk cakupan program K4 jika dibandingkan dengan cakupan program yang lain, ternyata paling rendah yaitu 94,48% tahun 2011 dan terjadi penurunan menjadi 85,15% pada tahun 2012 dan ini masih dibawah target SPM kabupaten Jember yaitu 95% pada tahun 2012.
Salah satu komponen penting yang berpengaruh pada kinerja tersebut adalah sumber daya manusia (SDM) yaitu bidan Polindes, di Puskesmas Wilayah Kabupaten Jember jumlah bidan sebanyak 554 dengan distribusi sebanyak 249 (44,94%) bidan berada di Puskesmas induk, sebanyak 156 (28,15%) bidan di Puskesmas Pembantu dan sebanyak 154 (27,29%) bidan di Polindes. Bidan Polindes
karena keberadaannya cukup banyak dan tersebar dihampir 62% desa total seluruh desa yaitu 237 desa di Kabupaten Jember, dan umumnya berada di desa cukup terpencil, serta mengharuskan tinggal di wilayahnya, sehingga cukup memberi kontribusi dalam memberikan layanan antenatal care (ANC).
Dari studi pendahuluan disimpulkan bahwa bidan Polindes belum sepenuhnya melakukan komunikasi persuasif K4 dengan ibu hamil layanan ANC pada K1, K2, K3. Menurut Mc Guire (1976) dengan teori model komunikasi persuasif dan matrik informasi persuasif dijelaskan bahwa untuk keberhasilan dari proses komunikasi persuasif sangat tergantung kepada faktor input antara lain komunikator (source), yaitu cara menyampaikan pesan dan daya tarik dalam menyampaikan pesan Kedua, pesan
(message) yaitu terkait dengan isi pesan, gaya pesan dan daya tarik pesan. Ketiga, saluran (chanel) yaitu bagaimana saluran atau media digunakan oleh bidan ketika menyampaikan pesan. Keempat, komunikan (receiver) yaitu respon ibu hamil ketika pesan disampaikan oleh bidan.
Berdasarkan data pada latar belakang diatas maka masalah penelitiannya adalah rendahnya cakupan K4 di Puskesmas Kabupaten Jember yang masih dibawah target SPM Kabupaten Jember yaitu sebesar 95% pada tahun 2011. Tujuan umum penelitian ini adalah Upaya peningkatkan komunikasi bidan yang efektif berdasarkan analisis komunikasi pesuasif K4 bidan pada ibu hamil layanan ANC pada K1, K2, K3 meliputi: penyampaian pesan, penggunaan pesan, penggunaan saluran pesan, dan respon ibu hamil pada pesan bidan di Polindes wilayah Kabupaten Jember
TINJAUAN PUSTAKA
Bidan sebagai tenaga profesional mempunyai standar pelayanan kebidanan yang berguna dalam penerapan kinerja yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diiginkan.
Bila setiap ibu diharapkan mempunyai akses terhadap pelayanan kebidanan, maka diperlukan status pelayanan kebidanan meliputi 25 standar yang dikelompokkan sebagai berikut: 1. standar pelayanan umum (2 standar); 2. Standar pelayanan antenatal (6 standar); 3. Standar pertolongan persalinan (4 standar); 4. Standar pelayanan nifas (4 standar); 5. Standar pelayanan kegawat daruratan obstetri-neonatal (10 standar).
Pelayanan kebidanan disuatu institusi pelayanan kesehatan, misalnya rumah sakit atau Puskesmas memiliki norma atau budaya pelayanan yang unik. Setiap institusi pelayanan
memiliki norma sendiri dalam memberikan pelayanan. Yang perlu diperhatikan oleh bidan adalah bahwa disuatu institusi pelayanan terdapat beberapa praktisi dan profesi pelayanan kesehatan. Walaupun ada beberapa pelayanan kesehatan, subyek pelayanan hanya satu yaitu manusia atau individu. Oleh karena itu, semua atau tiap profesi harus jelas batas dan wewenangnya.
Menurut beberapa ahli, komunikasi persuasif didefinisikan sebagai suatu usaha untuk meyakinkan orang lain agar berbuat dan bertingkah laku seperti yang diharapkan, komunikator dengan cara membujuk tanpa memaksa. Tujuan utama pendekatan persuasif adalah untuk mengubah sikap secara halus dengan cara membujuk. Sebagai salah satu teknik komunikasi, persuasi memiliki elemen yang tidak berbeda dengan komunikasi pada umumnya. Perbedaannya terletak pada tujuan dari komunikasi persuasi yaitu perubahan kognitif, afektif dan konatif.
Menurut Cangara (2013) ada beberapa cara yang dapat digunakan dalam menyusun pesan (execution message) yang memakai teknik persuasi antara lain:
1. Pesan yang menakutkan (fear appeal) Ialah metode penyusunan pesan yang dapat menimbulkan rasa ketakutan kepada khalayak.
2. Pesan yang penuh dengan emosi (emotional appeal) Ialah cara penyusunan pesan yang berusaha menggugah emosi khalayak, misalnya dengan mengungkapkan masalah agama, etnis, kesenjangan ekonomi, diskriminasi, dan semacamnya.
3. Pesan yang penuh dengan janji - janji (reward appeal) Ialah cara penyusunan pesan yang berisi janji - janji kepada khalayak.
4. Penyusunan pesan yang penuh dorongan (motivation appeal) Ialah teknik penyusunan pesan yang dibuat bukan karena janji - janji, tetapi disusun untuk menumbuhkan pengaruh internal psikologis khalayak sehingga
mereka dapat mengikuti pesan yang disampaikan itu.
Penyusunan pesan yang penuh humor (humorius appeal) Ialah teknik penyusunan pesan yang berusaha membawa khalayak tidak merasa jenuh.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini adalah obsevasional dengan rancang bangun penelitian ini adalah crossectional, variabel penelitian diukur dalam 1 (satu) kali sehingga diperoleh gambaran seluruh variabel penelitian pada waktu tersebut.
(Supriyanto S dan Djohan AJ, 2011)
Penelitian ini dilakukan di Polindes wilayah di Kabupaten Jember yang dilaksanakan selama dua bulan mulaii bulan Desember 2013 sampai dengan Pebruari 2014. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Polindes yang berada di wilayah Kabupaten Jember. Sampel penelitian ini ibu hamil layanan K1 sebanyak 31 orang, K2 sebanyak 31orang, K3 sebanyak 31orang.
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan probability sampling dengan jenis multistage sampling.
Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai
instrumen untuk pengumpulan data primer.
Setelah dilakukan pengumpulan data, kemudian data diolah dan dianalisis menggunakan Analisis Univariate (Analisis Deskriptif).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisis komunikasi persuasif bidan pada ibu hamil layanan ANC pada K1, K2, K3 ini bertujuan untuk mengkaji komunikasi persuasif bidan pada ibu hamil layanan ANC pada K1, K2, K3 meliputi: Penggunaan pesan, penyampaian pesan, saluran pesan dan respon ibu hamil pada pesan bidan.
Pesan Persuasif Bidan pada Ibu Hamil Layanan ANC pada K1, K2, K3 di Polindes Wilayah Kabupaten Jember
Analisis pesan persuasif bidan pada ibu hami layanan ANC pada K1, K2, K3 , didasarkan jawaban atas pertanyaan tentang persepsi ibu hamil terhadap pesan persuasif K4 bidan pada layanan ANC. Terdiri dari empat pertanyaan terkait dengan isi pesan, dan dua pertanyaan terkait gaya pesan dan daya tarik pesan, masing- masing pertanyaan diberi nilai 1 jika menjawab Ya dan nilai 0 jika menjawab Tidak. Analisis pesan persuasif bidan pada ibu hamil layanan ANC pada K1, K2, K3 sebagaimana pada tabel 2 sd tabel 7 berikut:
Tabel 2
Distribusi Isi Pesan Persuasif Berupa Ajakan untuk Periksa Ulang Pada trimester Berikutnya Oleh Bidan Pada Ibu Hamil Layanan ANC pada K1, K2, K3 di Polindes Wilayah Kabupaten Jember Tahun
2014
Pesan persuasif bidan pada Ibu Hamil layanan
Layanan K1 Layanan K2 Layanan K3 Rata k1, k2,
k3
Nilai Jawaban Nilai Jawaban Nilai Jawaban Nilai
Jawaban
1 0
n 1 0
n 1 0
n 1 0
F % f % F % f % f % f % % %
Isi pesan pada layanan Ada pesan
dari bidan berupa ajakan untuk periksa kehamilan ulang pada trimester berikutnya
31 100,00 0 0,00 31 31 100,00 0 0,00 31 31 100,00 0 0,00 31 100 100
Sumber : Data Primer
Pada tabel 2 diatas seluruh atau 100%
ada pesan berupa ajakan bidan untuk periksa kehamilan ulang pada trimester berikutnya, pada ibu hamil layanan ANC pada K1, K2 dan K3. Hal tersebut menunjukkan bidan telah melakukan upaya persuasif K4 secara inten terhadap ibu hamil pada setiap melakukan layanan ANC di Polindes. Kondisi tersebut akan dapat membangkitkan perhatian ibu hamil pada pesan
K4 dari bidan di Polindes. Hal tersebut merupakan pesan periksa minimal yang disampaikan bidan pada ibu hamil datang untuk periksa dalam satu periode kehamilan. Pesan ajakan untuk periksa ulang perlu disampaikan setidaknya sekali setiap bulan sehingga pencapaian cakupan K4 dapat dicapai jumlah frekwensi yang ideal.
Tabel 3
Distribusi Pesan Bidan Pentingnya Periksa Kehamilan Berikutnya Pada Ibu Hamil Layanan ANC K1, K2, K3 di Polindes Wilayah Kabupaten Jember Tahun 2014
Pesan persuasif bidan pada
Ibu Hamil layanan
Layanan K1 Layanan K2 Layanan K3 Rerata k1, k2,
k3
Nilai Jawaban Nilai Jawaban Nilai Jawaban Nilai Jawaban
1 0
n 1 0
n 1 0
n 1 0
F % F % F % F % F % F % % %
Isi pesan pada layanan Ada pesan
dari bidan akan pentingnya periksa kehamilan berikutnya
19 61,29 12 38,70 31 20 64,51 11 35,48 31 22 70,96 9 29,03 31 65,58 34,42
Sumber : Data Primer
Hasil penelitian pada tabel 3 diatas adanya pesan pentingnya periksa kehamilan berikutnya menunjukkan rerata pada ibu hamil layanan ANC pada K1,K2 dan K3 sebanyak 65,58% dengan target pesan yang disampaikan sebanyak 80%. Kemudian ada peningkatan
intensitas pesan pentingnya periksa kehamilan berikutnya dari bidan mulai ibu hamil layanan ANC dari K1 sampai K3. Peningkatan intensitas pesan pada K2 dan K3 tersebut dimungkinkan ada anggapan dari bidan pada kehamilan semakin tua semakin penting pesan pentingnya
periksa kehamilan berikutnya disampaikan.
Intensitas pesan perlu tetap sering dilakukan sekalipun pada K1. Pesan yang kurang inten
akan dapat mengurangi perhatian ibu hamil terhadap pesan yang disampaikan.
Tabel 4
Distribusi Pesan Ajakan Bidan Untuk Tempat Periksa Kehamilan Berikutnya Selain Di Polindes pada Ibu Hamil Layanan ANC pada K1, K2, K3 di Polindes Wilayah Kabupaten Jember Tahun 2014
Pesan persuasif bidan pada Ibu
Hamil layanan
Layanan K1 Layanan K2 Layanan K3 Rerata k1, k2,
k3 Nilai Jawaban Nilai Jawaban Nilai Jawaban Nilai Jawaban
1 0
n 1 0
N 1 0
n 1 0
F % f % f % f % f % f % % %
Isi pesan pada layanan Ada pesan dari
bidan untuk tempat periksa kehamilan berikutnya selain di Polindes
7 22,58 24 77,41 31 8 25,80 23 74,19 31 11 35,48 20 64,51 31 27,95 72,05
Sumber : Data primer
Pada tabel 4 diatas terhadap adanya pesan bidan untuk tempat periksa kehamilan berikutnya selain di Polindes, pada ibu hamil layanan ANC pada K1 intensitas pesan yang disampaikan sebanyak 22,58%, lebih sedikit dari intensitas pesan terhadap ibu hamil layanan ANC pada K2 yaitu sebanyak 25,80%. Selanjutnya intensitas pesan terhadap ibu hamil layanan ANC pada K3 sebanyak 35,48% lebih banyak dari ibu hamil layanan ANC pada K2. Rerata intensitas pesan pada ibu hamil layanan ANC pada K1,K2 dan K3 sebanyak 27,95%. Hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan intensitas pesan bidan terhadap ibu hamil layanan ANC pada K1 sampai pada K3, namun rata masih dibawah target 80%.
Kondisi tersebut akan dapat memberikan sedikit pemahaman pada ibu hamil untuk mencari alternatif pilihan tempat untuk periksa kehamilan selain di Polindes.
. Penyebab rendahnya intensitas pesan diatas dimungkinkan agar ibu hamil tidak periksa
ketempat lain selain di Polindes. Intensitas pesan tersebut akan dapat mempengaruhi kurangnya pemahaman ibu hamil akan alternatif tempat untuk periksa kehamilan selain di Polindes.
Pesan mengenai tempat periksa selain di Polindes tersebut penting disampaikan dan perlu ada intensitas pesan yang sama serta dengan inten yang banyak pada layanan K1,K2 dan K3 mengingat jadwal periksa ibu hamil belum tentu sesuai dengan kesempatan waktu ibu hamil periksa
Ada beberapa tempat yang bisa dijadikan pilihan oleh ibu hamil untuk tempat periksa antara lain di Puskesmas, bidan praktek swasta (BPS), klinik bersalin, dan rumah sakit dll. Ibu hamil bebas memilih sarana pemeriksaan kehamilan yang dikehendaki, yang perlu dipesankan adalah pada setiap kali periksa selalu membawa buku KIA sebagai bahan informasi untuk tempat periksa yang lain, selain sebagai informasi untuk bidan polindes.
Tabel 5
Distribusi Pesan Bidan Untuk Segera Periksa Kehamilan Jika Sewaktu Ada Masalah Dengan Kehamilannya pada Ibu Hamil Layanan ANC pada K1, K2, K3 di Polindes Wilayah Kabupaten
Jember Tahun 2014
Pesan persuasif bidan pada Ibu
Hamil layanan
Layanan K1 Layanan K2 Layanan K3 Rerata k1,
k2, k3
Nilai Jawaban Nilai Jawaban Nilai Jawaban Nilai
Jawaban
1 0
N 1 0
n 1 0
n 1 0
f % f % f % f % f % f % % %
Isi pesan pada layanan Adanya pesan dari
bidan untuk segera periksa jika sewaktu- waktu ada masalah dengan kehamilann ya
17 54,83 14 45,16 31 13 41,93 18 58,06 31 11 35,48 20 64,51 31 44,08 55,92
Sumber : Data primer
Pada tabel 5 diatas, terhadap adanya pesan bidan untuk segera periksa jika sewaktu-waktu ada masalah dengan kehamilannya, pada ibu hamil layanan ANC pada K1 intensitas pesan yang disampaikan sebanyak 54,83% lebih banyak dari pada ibu hamil layanan ANC pada K2 dengan intesitas pesan yang disampaikan sebanyak 41,93%. Selanjutnya pada ibu hamil layanan ANC pada K3 insitas pesan yang disampaikan sebanyak 35,48% lebih sedikit dari ibu hamil layanan ANC pada K2. Rerata intensitas pesan yang disampaikan terhadap ibu hamil layanan ANC pada K1,K2 dan K3 sebanyak 44,08%. Hall tersebut menunjukkan adanya penurunan intensitas pesan yang disampaikan bidan dari ibu
hamil layanan ANC pada K1 sampai K3, dan rerata intensitas pesan yang disampaikan dibawah target 80%. Kondisi tersebut akan dapat mengurangi perhatian ibu hamil untuk perlunya mengantisipasi masalah kehamilan yang mungkin dihadapi.
Penyebab rendahnya intensitas pesan bidan tersebut mungkin karena kehamilan ibu umumnya kondisi fisiologis sehingga tidak banyak menimbulkan masalah. Kondisi tersebut akan berpengaruh pada kurangnya pemahaman ibu hamil untuk mengantisipasi akan masalah kehamilan yang mungkin dihadapi. Ada beberapa masalah yang sering timbul akibat dari kehamilan diantaranya HPP, pre eklamsia, hiper emisis dll.
Tabel 6
Distribusi Gaya Pesan Bidan Berdasarkan Persepsi Ibu Hamil Layanan ANC pada K1, K2, K3 di Polindes Wilayah Kabupaten Jember Tahun 2014
Pesan persuasif bidan pada Ibu Hamil layanan
Layanan K1 Layanan K2 Layanan K3 Rerata k1,
k2, k3 Nilai Jawaban Nilai Jawaban Nilai Jawaban Nilai
Jawaban
1 0
n 1 0
N 1 0
n 1 0
f % f % f % f % f % f % % %
Gaya pesan Pesan disampaikan dengan
bahasa yang mudah dimengerti dan mudah dipahami
23 74,19 8 25,80 31 21 67,74 10 32,25 31 22 70,96 9 29,03 31 70,96 29,04
Sumber : Data primer
Pada tabel 6 diatas terhadap adanya gaya pesan bidan disampaikan dengan mudah dimengerti dan mudah diingat, pada ibu hamil layanan ANC pada K1 intensitas pesan yang disampaikan sebanyak 74,19%, lebih banyak dari ibu hamil layanan ANC pada K2 dengan intensitas pesan yang disampaikan sebanyak 67,74%. Sedangkan pada ibu hamil layanan ANC pada K3 intensitas pesan yang disampaikan sebanyak 70,96%, lebih sedikit dari ibu hamil layanan ANC pada K1. Rerata intensitas pesan yang disampaikan terhadap ibu hamil layanan ANC pada K1,K2 dan K3 sebanyak 70,96%.
Hal tersebut menunjukkan adanya penurunan intensitas pesan yang disampaikan bidan terhadap ibu hamil layanan ANC dari K1 sampai K3 dan rata dibawah target 80%. Kondisi tersebut akan menyulitkan ibu hamil layanan ANC untuk bisa memahami dan bisa mengingat
pada pesan K4 bidan.Intensitas pesan sebagaimana pada K2 tidak boleh terjadi, pesan yang mudah dimengerti dan mudah diingat tetap perlu dilakukan termasuk pada K2. Kondisi tersebut akan menyulitkan ibu hamil layanan ANC untuk bisa memahami dan bisa mengingat pada pesan K4 bidan.
Menurut Dominick (2002), pesan didefinisikan sebagai the actual physical product that the source encondes. (produk fisik actual yang telah dienconding sumber). Komunikasi persuasif berusaha mengubah pengetahuan, sikap dan tingkah laku seseorang atau public terhadap program yang diharapkan (Cangara 2013).Selanjutnya menurut Bator (2000) keberhasilan komunikasi sangat ditentukan kekuatan pesan. Pesan yang diorganisasikan secara baik lebih berpeluang untuk keberhasilan perubahan pengertian dan sikap komunikan.
Tabel 7
Distribusi Daya Tarik Pesan Bidan Berdasarkan Persepsi Ibu Hamil Layanan ANC pada K1, K2, K3 di Polindes Wilayah Kabupaten Jember Tahun 2014
Pesan persuasif bidan pada Ibu Hamil layanan
Layanan K1 Layanan K2 Layanan K3 Rerata k1, k2, k3 Nilai Jawaban Nilai Jawaban Nilai Jawaban Nilai
Jawaban
1 0
n 1 0
n 1 0
n 1 0
f % F % f % f % f % f % % %
Daya tarik pesan
Pesan bidan disampaikan dengan
jelas, enak didengar dan ada humor 17 54,83 14 45,16 31 16 51,61 15 48,38 31 18 58,06 13 41,93 31 54,84 45,16 Sumber : Data primer
Pada tabel 7 diatas terhadap adanya pesan bidan, disampaikan dengan jelas, enak didengar dan ada humor pada ibu hamil layanan ANC pada K1 intensitas pesan disampaikan sebanyak 54,83% lebih banyak dari pada ibu hamil layanan ANC pada K2 dengan intensitas pesan yang disampaikan sebanyak 51,61%.
Sedangkan pada ibu hamil layanan ANC pada K3 intensitas pesan yang disampaikan sebanyak 58,06% lebih banyak dari pada ibu hamil
layanan ANC pada K1. Rerata intensitas pesan yang disampaikan terhadap ibu hamil layanan ANC pada K1,K2 dan K3 sebanyak 54,84%. Hal tersebut menunjukkan adanya penurunan intensitas pesan yang disampaikan terhadap ibu hamil layanan ANC pada K2 dan rerata masih dibawah target 80%. Kondisi tersebut akan dapat mengurangi, ketertarikan, pengertian, dan pemahaman serta ketertarikan ibu hamil pada pesan K4 yang disampaikan bidan.
Penyampaian Pesan Persuasif K4 Bidan pada ibu Hamil layanan ANC K1, K2, K3 di Polindes Wilayah Kabupaten Jember tahun 2014
Analisis penyampaian pesan persuasif K4 bidan berdasarkan persepsi ibu hamil layanan ANC pada K1, K2, K3. Terdiri dari dua
pertanyaan terkait dengan cara penyampaian pesan, dan daya tarik penyampaian pesan, masing-masing pertanyaan diberi nilai 1 jika menjawab Ya dan nilai 0 jika menjawab Tidak.
Analisis penyampaian pesan persuasif bidan pada ibu hamil layanan K1, K2, K3 sebagaimana pada tabel 8 berikut:
Tabel 8
Distribusi Penyampaian Pesan Persuasif K4 Bidan Berdasarkan Persepsi Ibu Hamil Layanan ANC pada K1, K2, K3 di Polindes Wilayah Kabupaten Jember Tahun 2014
Penyampaian pesan bidan pada layanan
Layanan K1 Layanan K2
Layanan K3 Rerata K1, K2, K3 Nilai Jawaban Nilai Jawaban Nilai Jawaban Nilai
Jawaban
1 0
n 1 0
n 1 0
n 1 0
f % f % f % f % f % f % % %
Cara penyampaian pesan
Bidan dalam menyampaian pesan
secara jelas dan tegas 26 83,87 5 116,10 31 21 67,74 10 32,25 31 27 87,09 4 12,90 31 79,56 20,44 Sumber : Data primer
Dari tabel 8 diatas Cara bidan dalam menyampaikan pesan secara jelas dan tegas, sebagaimana pada hasil penelitian pada ibu hamil layanan ANC pada K2 lebih rendah dari ibu hamil layanan ANC pada K1 dan K3. Rata-rata cara penyampaian pesan bidan secara jelas dan tegas pada ibu hamil layanan ANC pada K1,K2 dan K3 sebanyak 79,56%. Kejelasan dan ketegasan dalam menyampaikan pesan bidan harus dilakukan dengan intensitas yang sama pada ibu hamil pada layanan ANC pada K1,K2 dan K3, karena hal tersebut akan dapat meningkatkan kepercayaan ibu hamil pada bidan
Penyampaian pesan persuasif perlu dengan cara yang jelas dan tegas, karena hal tersebut juga akan bisa menunjukkan pada ibu hamil bahwa bidan punya kemampuan sesuai dengan keahliannya. Ketegasan bidan dalam menyampaikan pesan perlu ditunjukkan sehingga, bidan punya integritas yang baik.
Terhadap apa yang dikatakan bidan harus sejalan dengan yang diperbuat. Kemampuan dan keahlian yang dimiliki bidan akan dapat
menumbuhkan kepercayaan bidan pada ibu hamil. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Domirdogen (2010), yang menyebutkan kepercayaan komunikator (souce credibility) ditentukan oleh keahlian dan dapat tidaknya dipercaya.
Hasil penelitian tersebut juga sesuai dengan pendapat salah satu ahli komunikasi yaitu Richared M Perloff (2003) yang menyebutkan bahwa komunikasi persuasif adalah proses simbolik dimana komunikator mencoba untuk meyakinkan orang lain untuk mengubah sikap atau perilaku mereka mengenai masalah melalui transmisi pesan dalam suasana bebas. Pesan persuasif yang hanya cukup terlebih kurang, tidak akan memberikan respon untuk ibu hamil bisa pengerti, memahami, mengingat. Keberhasilan proses komunikasi persuasi tidak terlepas dari kemampuan komunikator dalam mengolah pesan atau melakukan encoding, yaitu memformulasikan isi pikiran atau gagasan kedalam symbol atau kat dan sebagainya.
Tabel 9
Distribusi Daya Tarik Penyampaian PesanBidan pada Ibu Hamil Layanan ANC K1, K2, K3 di Polindes Wilayah Kabupaten Jember Tahun 2014
Penyampaian pesan bidan pada layanan
Layanan K1 Layanan K2 Layanan K3 Rerata K1,
K2, K3 Nilai Jawaban Nilai Jawaban Nilai Jawaban Nilai
Jawaban
1 0
n 1 0
n 1 0
n 1 0
f % f % f % f % f % f % % %
Daya tarik penyampaian pesan Bidan dalam menyampaian pesan dilakukan dengan senyum, salam, sapa dan santun
24 77,41 7 222,58 31 21 67,74 10 32,25 31 2 90,32 3 9,67 31 78,49 21,51
Sumber : Data primer
Pada tabel 9 diatas terhadap daya tarik bidan dengan cara senyum, salam dan santun dalam menyampaikan pesan, pada ibu hamil layanan ANC pada K1 hampir seluruh yaitu sebanyak 77,41%, lebih banyak dari pada ibu hamil layanan ANC pada K2 yaitu sebanyak 67,74%. Sedangkan pada ibu hamil layanan ANC pada K3 hampir seluruh yaitu sebanyak 90,32%
lebih banyak dari pada ibu hamil layanan ANC pada K1. Hal tersebut menunjukkan adanya penurunan daya tarik bidan dalam penyampaian pesan dengan cara senyum, salam dan santun dalam menyampaikan pesan pada ibu hamil layanan ANC pada K2. Rerata bidan menyampaikan pesan dengan cara senyum, salam dan santun pada ibu hamil layanan ANC pada K1,K2 dan K3 sebanyak 78,49%.dan dengan rata sesuai dengan target 80%. Kondisi tersebut akan lebih mengurangi ketertarikan ibu hamil pada bidan terutama pada K1 dan K2 ketika menyampaikan pesan K4 di Polindes
Sebagaimana hasil penelitian Little dan Perrett (2002), mengemukakan adanya orang yang yang memiliki daya tarik tinggi terlihat pada orang yang lebih ramah, lebih cerdas, terkenal,
menarik dan memiliki pendidikan tinggi.
Kedua sub variabel diatas yaitu sub variabel cara dalam menyampaikan pesan dan sub variabel daya tarik dalam menyampaikan pesan merupakan bagian yang paling penting yang mempengaruhi hasil dari proses pendekatan kealamiah komunikator, karena pendekatan ini memberikan keuntungan yang bisa meyakinkan kepada komunikan. Hargie and Dickson (1997), Saluran Pesan Persuasif Bidan pada Ibu Hamil Layanan ANC K1, K2, K3 di Polindes Wilayah Kabupaten Jember
Analisis saluran pesan persuasif K4 bidan Polindes layanan ANC pada ibu hamil K1, K2, K3, didasarkan jawaban atas persepsi ibu hamil terhadap saluran pesan persuasif K4 yang digunakan bidan pada penyampaian pesan K4.
Terdiri dari dua pertanyaan terkait dengan penyampaian pesan melalui tatap muka, dan penyampaian pesan melalui tulisan atau gambar, masing pertanyaan diberi nilai 1 jika menjawab Ya dan nilai 0 jika menjawab Tidak. Analisis penggunaan saluran persuasif bidan pada penyampaian pesan K4 layanan K1, K2, K3 sebagaimana pada tabel berikut:
Tabel 10
Distribusi Penggunaan Saluran Pesan Bidan Melalui Tatap Muka pada Ibu Hamil Layanan ANC Pada K1, K2, K3 di Polindes Wilayah Kabupaten Jember Tahun 2014
Penggunaan saluran pesan persuasif bidan pada layanan
Layanan K1 Layanan K2 Layanan K3 Rerata K1, K2, K3 Nilai Jawaban Nilai Jawaban
Nilai Jawaban Nilai Jawaban
1 0 n 1 0 N 1 0 n 1 0
f % f % f % f % f % f % % %
Pesan disampaikan melalui tatap muka
31 100,0 0
0 0,00 31 30 100,0 0
0 0,00 31 31 100,0 0
0 0,00 31 100,0 0
Sumber : Data primer
Pada tabel 10 diatas, berdasarkan saluran pesan tatap muka yang digunakan bidan pada penyampaian pesan, seluruh atau 100,00% bidan menyampaikan pesan melalui tatap muka pada ibu hamil layanan ANC pada K1, K2, K3 . Kondisi tersebut menunjukkan saluran pesan melalui tatap muka secara inten dilakukan oleh bidan mulai layanan ANC pada K1 sampai dengan K3, dan diatas target 80%. Hal tersebut akan dapat meningkatkan perhatian ibu hamil pada pesan persuasif K4 yang disampaiakan bidan di Polindes.
Hasil penelitian keseluruhan atau 100%
bidan menyampaikan pesan melalui tatap muka (face to face). Kondisii tersebut akan memungkinkan bidan melakukan penyampaian pesan secara lebih intens pada ibu hamil.
Komunikasi melalui tatap muka atau komunikasi diadik (dyadic communication) adalah komuniksi yang berlangsung antara dua orang yakni komunikator yang menyampaikan pesan dan komunikan yang menerima pesan. Oleh karena komunikasinya dua orang maka dialog yang berlangsung secara intens. Komunikator memusatkan perhatiannya hanya kepada diri komunikan (Cangara ).
Face to face merupakan saluran pesan yang kebanyakan digunakan oleh bidan pada saat menyampaikan pesan K4, oleh karena dilakukan secara tatap muka maka terjadi interaksi dua arah dan ini merupakan salah satu cirri-ciri komunikasi interpersonal. Sebagaimana disampaikan oleh Nazari (2012) bahwa komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang berbentuk tatap muka interaksi orang keorang dua arah,
Pada kebanyakan interaksi yang terjadi antara bidan dengan ibu hamil pada saat layanan K4 lebih banyak satu arah, bidan lebih banyak menyampaikan ide, hanya sedikit sekali untuk memberi kesempatan pada ibu hamil menyampaikan idenya. Ide atau gagasan ibu hamil perlu banyak didengar sehingga permasalahan yang dihadapi ibu hamil bisa diatasi bersama. Pada konteks komunikasi interpersonal bidan pada ibu hamil kedua saluran komunikasi diatas penting, namun dalam pelaksanaan belum dijalankan secara maksimal, kurang feedback, kurang partisipan dan kurang fleksibel.
Tabel 11
Distribusi Penggunaan Saluran Pesan Bidan Melalui Tulisan Atau Gambar Berdasarkan Persepsi Ibu Hamil Layanan ANC Pada K1, K2, K3 di Polindes Wilayah Kabupaten Jember Tahun 2014
Penggunaan saluran pesan persuasif bidan
pada layanan
Layanan K1 Layanan K2 Layanan K3 Rerata K1, K2, K3
Nilai Jawaban Nilai Jawaban Nilai Jawaban Nilai Jawaban
1 0 n 1 0 n 1 0 n 1 0
f % f % f % f % f % f % % %
Pesan disampaikan melalui tulisan atau dengan gambar
15 48,38 16 51,61 31 19 61,29 12 38,70 31 23 74,19 8 25,80 31 61,28 38,72
Sumber : Data primer
Pada tabel 11 diatas terhadap intensitas penggunaan saluran pesan oleh bidan melalui tulisan atau gambar, pada ibu hamil K1 sebanyak 48,38% lebih sedikit dari ibu hamil pada K2 yaitu sebanyak 61,29%. Sedangkan pada ibu hamil K3 sebanyak 74,19%. Rerata penggunaan saluran pesan melalui tulisan atau gambar pada ibu hamil layanan ANC pada K1,K2 K3 sebanyak 61,28%. Kondisis tersebut menunjukkan intensitas penggunaan saluran pesan yang digunakan bidan melalui tulisan atau gambar meningkat mulai ibu hamil K1 sampai K3, namun masih dibawah target 80%. Kondisi tersebut akan dapat menyulitkan ibu hamil untuk lebih pengertian dan lebih pemahaman serta lebih bisa mengingat pada pasan K4 yang disampaikan bidan.
Kurang maksimal buku KIA yang semestinya digunakan sebagai media dalam menyampaikan pesan bentuk tulisan maupun gambar cukup banyak yang tidak dipegang ibu hamil. Bidan perlu menunjukkan jadwal periksa berikutnya sebagaimana yang tertulis pada buku KIA, disamping menjelaskan pesan dalam bentuk gambar sebagaimana pada buku KIA sesuai dengan usia kehamilannya. Dengan menyampaikan pesan melalui tulisan dan gambar ibu hamil akan lebih mengerti, lebih
memahami dan lebih ingat terhadap pesan yang disampaikan.
Media tulisan dan gambar yang digunakan bidan dalam menyampaikan pesan, sering kurang dilakukan secara maksimal, buku KIA yang semestinya digunakan sebagai media pesan dalam bentuk tulisan maupun gambar cukup banyak yang tidak dipegang ibu hamil dengan alasan tertentu. Pesan melalui tulisan atau gambar akan banyak membantu ibu hamil untuk lebih mengingat dengan pesan yang disampaikan bidan.
Penting menggunakan banyak saluran pesan, mengingat semakin banyak saluran yang digunakan maka semakin banyak indra yang digunakan, sehingga akan semakin lebih tahu, semakin lebih mengerti, dan semakin lebih memahami serta semakin mudah untuk mengingat pesan yang disampaikan
Respon Ibu Hamil Terhadap Pesan Persuasif K4 Bidan Pada Layanan ANC K1, K2, K3 di Polindes Wilayah Kabupaten Jember
Analisis respon ibu hamil terhadap pesan persuasif K4 bidan pada layanan ANC K1, K2, K3 , didasarkan jawaban atas pertanyaan tentang respon ibu hamil terhadap pesan persuasif K4 bidan Polindes. Terdiri dari sembilan pertanyaan terkait dengan respon:
perhatian, ketertarikan, pengertian, pemahaman, memperoleh pesan yang sesuai harapan, bisa menerima pesan, bisa mengingat, bisa melaksanakan, bersedia melaksanakan pesan K4 yang disampaikan bidan. Masing-masing
pertanyaan diberi nilai 1 jika menjawab Ya dan nilai 0 jika menjawab Tidak. Analisis respon ibu hamil terhadap pesan persuasif K4 bidan pada layanan ANC K1, K2, K3 sebagaimana pada
tabel berikut:
Tabel 12
Distribusi Respon Perhatian Ibu Hamil Terhadap Pesan K4 Bidan Layanan ANC pada K1, K2, K3 di Polindes Wilayah Kabupaten Jember Tahun 2014
Respon ibu hamil terhadap pesan persuasif K4 bidan
Layanan K1 Layanan K2 Layanan K3 Rerata K1, K2, K3 Nilai Jawaban Nilai Jawaban Nilai Jawaban Nilai Jawaban
1 0 n 1 0 n 1 0 n 1 0
f % f % f % F % f % f % % %
Adanya perhatian dari ibu hamil dengan pesan yang disampaikan bidan
31 100 0 0,00 31 31 100 0 0,00 31 31 100 0 0,00 31 100 100
Sumber : Data primer
Pada tabel 12 diatas terhadap adanya respon perhatian ibu hamil pada pesan persuasif K4 bidan, seluruh atau 100% ada respon perhatian dari ibu hamil layanan ANC pada K1, K2, K3 terhadap pesan persuasif K4 bidan.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan ketertarikan ibu hamil layanan ANC pada K1, K2, K3 pada pesan K4 oleh bidan di Polindes.
Hasil penelitian terhadap adanya respon perhatian ibu hamil layanan ANC pada K1, K2, K3 terhadap pesan persuasif K4 bidan yaitu
keseluruhan atau 100%. Respon tersebut dapat dijadikan sebagai indikasi awal untuk menumbuhkan ketertarikan ibu hamil pada pesan persuasif K4 bidan. Tingginya perhatian ibu hamil terhadap pesan persuasif bidan antara lain dipengaruhi oleh cara penyampaian pesan yang menarik sebagaimana hasil penelitian.
Effendy (2003) mengemukakan bahwa dimulainya komunikasi dengan membangkitkan perhatian merupakan awal suksesnya
komunikasi persuasif.
Tabel 13
Distribusi Respon Ketertarikan Ibu Hamil Terhadap Pesan Persuasif K4 Bidan Layanan ANC pada K1, K2, K3 di Polindes Wilayah Kabupaten Jember Tahun 2014
Respon ibu hamil terhadap pesan persuasif K4 bidan
Layanan K1 Layanan K2 Layanan K3 Rerata K1,
K2, K3 Nilai Jawaban Nilai Jawaban
Nilai Jawaban Nilai Jawaban
1 0 n 1 0 n 1 0 n 1 0
f % f % f % f % f % f % % %
Adanya ketertarikan dari ibu hamil dengan pesan yang disampaikan bidan
26 83,87 5 16,12 31 27 87,09 4 12,90 31 25 80,64 6 19,35 31 83,86 16,14
Sumber : Data primer
Pada tabel 13 diatas terhadap adanya respon ketertarikan ibu hamil pada pesan persuasif K4 yang disampaikan bidan, pada ibu hamil layanan ANC pada K1 hampir seluruh yaitu sebanyak 83,87%, lebih sedikit pada ibu hamil layanan ANC pada K2 yaitu sebanyak 87,09%.
Selanjutnya pada ibu hamil layanan ANC pada K3 hampir seluruh yaitu sebanyak 80,64% lebih sedikit dari pada ibu hamil layanan ANC pada K1 dan K2. Rata ada respon tertarik pada ibu hamil layanan ANC pada K1,K2 dan K3 sebanyak 83,86%.Hal tersebut menunjukkan terjadi sedikit penurunan respon tertarik pada ibu hamil layanan ANC pada K3 namun rata secara keseluruhan diatas target 80%. Kondisi tersebut merupakan indikasi yang baik pada ibu hamil
layanan ANC pada K1,K2 dan K3 untuk bisa mengerti terhadap pesan persuasif K4 dari bidan di Polindes.
Tingginya respon tersebut diakibatkan ibu hamil melihat pesan K4 yang disampaikan oleh bidan telah sesuai dengan yang diharapkan sehingga dinilai menarik oleh ibu hamil. Respon tertarik terhadap pesan yang disampaikan bidan oleh ibu hamil akan mudah digugah ketika pesan yang disampaikan dan dengan penyampaian pesan dibuat secara menarik. Sebagaimana salah satu pendapat dari Wilber Sehramm yang dikutip Effendy (2003) bahwa pesan harus dirancang dan disampaikan sedemikian rupa, sehingga dapat nenarik perhatian komunikan.
Tabel 14
Distribusi Respon Pengertian Ibu Hamil Terhadap Pesan Persuasif K4 Bidan Layanan ANC pada K1, K2, K3 di Polindes Wilayah Kabupaten Jember Tahun 2014
Respon ibu hamil terhadap pesan persuasif K4 bidan
Layanan K1 Layanan K2 Layanan K3
Rerata K1, K2,
K3 Nilai Jawaban Nilai Jawaban
Nilai Jawaban Nilai Jawaban
1 0 n 1 0 n 1 0 n 1 0
F % F % F % F % F % F % % %
Adanya pengertian dari ibu hamil terhadap pesan K4 bidan
22 70,96 9 29,03 31 20 64,51 11 35,48 31 22 70,96 9 29,0
3 31 68,8 0
31,2 0
Sumber : Data primer
Pada tabel 14 diatas terhadap adanya respon pengertian pesan yang disampaikan bidan, pada ibu hamil layanan ANC pada K1sebagian besar yaitu sebanyak 70,93%, lebih banyak dari pada ibu hamil layanan ANC pada K2 yaitu sebanyak 64,51%. Selanjutnya pada ibu hamil layanan ANC pada K3 sebanyak 70,96%
sama dengan respon pengertian pada ibu hamil layanan ANC pada K2. Rerata ada respon tertarik pada ibu hamil layanan ANC pada K1,K2 dan K3 sebanyak 68,80%. Hal tersebut
menunjukkan ada respon pengertian yang rendah pada ibu hamil layanan ANC pada K2, dan rata secara keseluruhan masih dibawah target 80%. Hal tersebut merupakan indikasi yang tidak baik pada ibu hamil layanan ANC pada K1,K2 dan K3 untuk bisa memahami pesan persuasif K4 dari bidan di Polindes.
Kurang maksimalnya respon ibu hamil terhadap pesan yang disampaikan bidan, diakibatkan bidan menggunakan istilah-istilah kebidanan yang sulit dimenerti. Sebagaimana
salah satu pendapat dari Wilber Sehramm yang dikutip Effendy (2003) bahwa pesan harus menggunakan lambang-lambang tertuju kepada
pengalaman yang sama antara komunikator dan komunikan, sehingga sama-sama mengerti.
Tabel 15
Distribusi Respon Pemahaman Ibu Hamil Terhadap Pesan Persuasif K4 Bidan Layanan ANC pada K1, K2, K3 di Polindes Wilayah Kabupaten Jember Tahun 2014
Respon ibu hamil terhadap pesan persuasif bidan
Layanan K1 Layanan K2 Layanan K3
Rerata K1, K2,
K3 Nilai Jawaban Nilai Jawaban
Nilai Jawaban Nilai Jawaban
1 0 n 1 0 n 1 0 n 1 0
F % F % F % F % F % F % % %
Adanya pemahaman dari ibu hamil terhadap pesan yang disampaikan bidan
18 58,06 13 41,93 31 19 61,28 12 38,70 31 22 70,9
6 9 29,0
3 31 63,4 3
36,5 7 Sumber : Data primer
Pada tabel 15 diatas terhadap adanya respon pemahaman pesan yang disampaikan bidan, pada ibu hamil layanan ANC pada K1sebagian besar yaitu sebanyak 58,06% lebih sedikit dari pada ibu hamil layanan ANC pada K2 yaitu sebanyak 61,28%. Selanjutnya pada ibu hamil layanan ANC pada K3 sebagian besar yaitu sebanyak 70,96% lebih banyak dari pada ibu hamil layanan ANC pada K1 dan K2. Rata ada respon memahami pada ibu hamil layanan ANC pada K1,K2 dan K3 sebanyak 63,43%. Hal tersebut menunjukkan terjadi peningkatan respon pemahaman pada ibu hamil K3, namun rata secara keseluruhan masih dibawah target 80%.
Hal tersebut merupakan indikasi yang tidak baik
pada ibu hamil layanan ANC pada K1,K2 dan K3 untuk bisa memperoleh pesan sesuai harapan dari bidan di Polindes.
Beberapa faktor yang mempengaruhi pemahaman ibu hamil terhadap pesan K4 bidan Polindes adalah, faktor pendidikan, pengetahuan serta pengalaman sebagaimana pada hasil penelitian. Faktor untuk memahami pesan tersebut banyak berkaitan dengan kemampuan berfikir seseorang atau kemampuan melakukan decoding pesan. Sebagaimana yang disampaikan Suranto (2011) decoding adalah proses memahami pesan, komunikan menterjemahkan pesan dari komunikator dengan benar.
Tabel 16
Distribusi Respon Memperoleh Pesan Sesuai Harapan Ibu Hamil Terhadap Pesan Persuasif K4 Bidan Layanan ANC pada K1, K2, K3 di Polindes Wilayah Kabupaten Jember Tahun 2014
Respon ibu hamil terhadap pesan persuasif bidan
Layanan K1 Layanan K2 Layanan K3 Rerata K1,
K2, K3 Nilai Jawaban Nilai Jawaban
Nilai Jawaban Nilai Jawaban
1 0 n 1 0 n 1 0 n 1 0
f % f % f % f % f % f % % %
Ibu hamil
memperoleh pesan sesuai dengan yang diharapkan
18 58,06 13 41,93 31 19 61,28 12 38,70 31 20 64,51 11 35,48 31 61,28 38,72
Sumber : Data primer
Pada tabel 16 diatas terhadap adanya respon memperoleh pesan sesuai dengan harapan terhadap pesan yang disampaikan bidan, pada ibu hamil layanan ANC pada K1 sebagian besar yaitu sebanyak 58,06% ada respon memperoleh pesan sesuai harapan, lebih banyak dari pada ibu hamil layanan ANC pada K2 yaitu sebanyak 61,28%. Selanjutnya pada ibu hamil layanan ANC pada K3 sebagian besar sebanyak 64,51% lebih banyak dari pada ibu hamil layanan ANC pada K2. Rerata ada respon memperoleh pesan sesuai harapan pada ibu hamil layanan ANC pada K1,K2 dan K3 sebanya 61,28%. Hal tersebut menunjukkan terjadi
peningkatan respon memperoleh pesan sesuai dengan harapan pada ibu hamil K2, dan K3, namun secara keseluruhan rata masih dibawah target 80%. Kondisi tersebut merupakan indikasi yang tidak baik pada ibu hamil layanan ANC pada K1,K2 dan K3 untuk bisa menerima atas pesan dari bidan di Polindes.Salah satu penyebab banyak ibu hamil tidak memperoleh pesan sesuai dengan harapan adalah adanya persepsi ibu hamil terhadap tujuan atau keinginan periksa kehamilan periksa di polindes dipersepsikan hanya agar kehamilan menjadi sehat.
Tabel 17
Distribusi Respon Menerima Atas Pesan Bidan Ibu Hamil Layanan ANC pada K1, K2, K3 di Polindes Wilayah Kabupaten Jember Tahun 2014
Respon ibu hamil terhadap pesan persuasif bidan pada
layanan
Layanan K1 Layanan K2 Layanan K3
Rerata K1, K2,
K3 Nilai Jawaban Nilai Jawaban Nilai Jawaban Nilai
Jawaban
1 0 n 1 0 n 1 0 n 1 0
f % f % f % f % f % f % % %
Ibu hamil bisa menerima atas
pesan yang disampaikan bidan 18 58,06 13 41,93 31 19 61,28 12 38,70 31 18 58,06 13 41,93 31 59,13 40,87 Sumber : Data primer
Pada tabel 17 diatas terhadap adanya respon bisa menerima atas pesan yang disampaikan bidan, pada ibu hamil layanan ANC pada K1 sebagian besar yaitu sebanyak 58,06%
lebih banyak dari pada ibu hamil layanan ANC pada K2 yaitu sebanyak 61,28%. Selanjutnya pada ibu hamil layanan ANC pada K3 sebagian besar yaitu sebanyak 58,06% lebih sedikit dari pada ibu hamil layanan ANC pada K2. Rerata ada respon bisa menerima atas pesan yang disampaikan bidan pada ibu hamil layanan ANC pada K1, K2 dan K3 sebanya 59,13%. Hal
tersebut menunjukkan terjadi penurunan respon bisa menerima atas pesan yang disampaikan bidan pada ibu hamil layanan ANC pada K3, dan secara keseluruhan rata dibawah target 80%.
Kondisi tersebut merupakan indikasi yang tidak baik pada ibu hamil layanan ANC pada K1, K2 dan K3 untuk bisa mengingat atas pesan dari bidan di Polindes. Penyebab sulitnya ibu hamil menerima atas pesan yang disampaikan karena ibu hamil menganggap periksa ketika ada masalah.
Tabel 18
Distribusi Respon Mengingat Ibu Hamil Terhadap Pesan Persuasif K4 Bidan Layanan ANC pada K1, K2, K3 di Polindes Wilayah Kabupaten Jember Tahun 2014
Respon ibu hamil terhadap pesan persuasif K4 bidan
Layanan K1 Layanan K2 Layanan K3 Rerata K1,
K2, K3 Nilai Jawaban Nilai Jawaban
Nilai Jawaban Nilai Jawaban
1 0 n 1 0 n 1 0 n 1 0
f % f % f % f % f % f % % %
Ibu hamil bisa mengingat dengan pesan yang disampaikan bidan
17 54,83 14 44,16 31 16 51,61 15 48,38 31 17 54,83 14 44,16 31 53,75 46,25
Sumber : Data primer
Pada tabel 18 diatas terhadap adanya respon bisa mengingat pesan yang disampaikan bidan, pada ibu hamil K1 sebagian besar yaitu sebanyak 54,83% lebih banyak dari pada ibu hamil layanan ANC pada K2 yaitu sebanyak 51,61%. Selanjutnya pada ibu hamil layanan ANC pada K3 sebagian besar yaitu sebanyak 54,83% sama dengan respon pada ibu hamil layanan ANC pada K1. Rerata ada respon bisa mengingat pesan bidan pada ibu hamil layanan ANC pada K1,K2 dan K3 sebanyak 53,75%. Hal tersebut menunjukkan terjadi penurunan respon
bisa mengingat pada ibu hamil layanan ANC pada K2, dan secara keseluruhan rata masih dibawah target 80%. Kondisi tersebut merupakan indikasi yang tidak baik pada ibu hamil layanan ANC pada K1,K2 dan K3 untuk bisa melaksanakan pesan dari bidan di Polindes.
Salah satu faktor yang menjadi penyebab ibu hamil sulit mengingat pesan K4 bidan yaitu banyaknya pesan yang disampaikan tidak secara tertulis, sebagaimana pada hasil penelitian.
Tabel 19
Distribusi Respon Bisa Melaksanakan Pesan Terhadap Pesan Persuasif K4 Bidan Ibu Hamil Layanan ANC pada K1, K2, K3 di Polindes Wilayah Kabupaten Jember Tahun 2014
Respon ibu hamil terhadap pesan persuasif K4 bidan
Layanan K1 Layanan K2 Layanan K3 Rerata K1,
K2, K3 Nilai Jawaban Nilai Jawaban
Nilai Jawaban Nilai Jawaban
1 0 n 1 0 n 1 0 n 1 0
f % F % f % f % f % f % % %
Ibu hamil bisa melaksanaka n pesan persuasif K4 yang disampaikan bidan
15 48,38 16 51,61 31 15 48,38 16 51,61 31 14 44,16 17 54,83 31 46,97 53,03
Sumber : Data primer
Pada tabel 19 diatas tehadap respon bisa melaksanakan pesan persuasif K4 yang disampaikan bidan, pada ibu hamil layanan ANC pada K1 hampir setengahnya yaitu sebanyak 48,38%, lebih banyak dari pada ibu hamil layanan ANC pada K2 yaitu sebanyak 48,38%. Selanjutnya pada ibu hamil layanan ANC pada K3 hampir setengahnya yaitu sebanyak 44,16% lebih sedikit dari