BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis, Desain dan Lokasi Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang akan dilaksanakan adalah penelitian eksperimen semu (quasi research). Penelitian eksperimen semu menurut Wina Sanjaya (2013: 100) mengungkapkan bahwa penelitian yang kelompoknya (group) tidak dilaksanakan secara acak atau random. Eksperimen semu (quasi research) ini merupakan salah satu pengembangan dari penelitian murni (true-research) yang sulit untuk dilakukan oleh Sugiyono (2009: 114).
3.1.2 Desain Penelitian
Desain Penelitian merupakan bagian dari rancangan yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Desain penelitian merupakan pola serta cara-cara yang akan digunakan untuk menjadikan seluruh data penelitian di jadikan satu kemudian hasil penelitian dapat dibuktikan.
Menggunakan teknik merupakan cara untuk menganalisa data yang diperoleh dari hasil penelitian yang sudah dilaksanakan. Hal ini dimaksudkan untuk mendapat hasil data yang akurat serta sesuai dengan tujuan penelitian yang akan dilaksanakan serta untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi peserta didik dalam memahami materi belajar dengan prosedur kompleks dengan menggunakan model Snowball Throwing dan NHT. Pada penelitian ini kelas eksperimen dan kelompok kelas kontrol mendapatkan pelajaran yang sama pada mata pelajaran Matematika dengan pokok bahasan jaring-jaring dan bangun ruang namun menggunakan penerapan model yang berbeda. Berikut gambar desain penelitian Nonequivalent Control Group Design yang ditampilkan dalam tabel 3.1.
Tabel 3.1
Non equivalent Control Group Design
Group Pretest Tindakan Posttest
Kelompok Eksperimen 1 X1.2 X1.1 Y1
Kelompok Kontrol X2.2 X2.1 Y2
Keterangan :
X1.2 :Pemberian uji pretest kelompok eksperimen 1 model Number head Together.
X1.1 :Tindakan/perlakuan kelas eksperimen 1 menggunakan model Number head Together.
Y1 : Uji posttest kelas ekperimen 1 menggunakan model Number head Together.
X2.2 :Pemberian uji pretest kelompok kontrol menggunakan model Snowball Throwing.
X2.1 :Tindakan kelas kontrol menggunakan model Snowball Throwing.
Y2 :Pemberian posttest kelas kontrol menggunakan model Snowball
Throwing.
Desain penyusunan rancangan penelitian ini di susun baik kelompok eksperimen 1 dan eksperimen 2 atau kelas kontrol sama-sama di berikan uji pengukuran pretest (awal) dan posttest (akhir) selain itu menggunakan suatu tindakan yang berbeda. Pada kelompok penelitian eksperimen 1 atau kelompok penelitian 1 akan dilaksanakan menggunakan uji pretest dan posttest meski demikian, dalam pelaksanaannya menggunakan sebuah tindakan model yang berbeda, yaitu dapat dilihat pada kelompok penelitian eksperimen 1 akan menggunakan tindakan model Number Head Together sedangkan pada kelompok penelitian eksperimen 2 memakai model Snowball Throwing. Pada saat pemberian uji pengukuran pretest nantinya setiap dalam penelitian kelompok eksperimen memiliki tujuan, yaitu untuk mengetahui hasil nilai keadaan awal apakah ada perbedaan antara kelompok penelitian eksperimen 1 dan kelompok kontrol. Sedangkan uji pengukuran akhir postest diberikan pada peserta didik setelah diberikan tindakan. Pada
Y1 posttest kelompok penelitian 1 diberikan setelah mengikuti pembelajaran penerapan model Number Head Together. Pada Y2 posttest kelompok kontrol diberikan setelah mengikuti pembelajaran menggunakan penerpan model Snowball Throwing.
3.1.3 Lokasi Penelitian
Proses Penelitian ini dilaksanakan di Gugus Ki Hajar Dewantoro kabupaten Boyolali. Tepatnya dalam lingkup kecamatan Ngemplak pada SDN 01 Sobokerto, SDN Sobokerto 02 dan SDN Sobokerto 03 pada kelas V dengan jumlah peserta didik pada SDN 01 sebanyak 24 peserta didik, SDN 02 memiliki jumlah peserta didik sebanyak 31 anak, dan SDN 03 Sobokerto 03 memiliki jumlah 26 peserta didik. Jadi untuk jumlah seluruhnya total berjumlah 81 peserta didik
3.2 Variabel Penelitian
Sugiyono (2013: 3) menugkapkan bahwa variabel penelitian ialah suatu bagian atribut bersifat nilai dari seorang, objek, ataupun suatu kegiatan yang mempunyai varian tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipahami dan untuk ditarik hasil kesimpulannya. Variabel yang dipakai dalam penelitian ini adalah variabel bebas (X1), variabel terikat (Y) dan variabel kovariat (X2).
Penelitian ini disusun dengan maksud untuk meneliti perbedaan hasil belajar dari penerapan model Snowball Throwing dan Number head Together
a. Variabel Bebas (Independen)
Sugiyono (2013: 39) menyatakan bahwa variabel bebas (Independen) merupakan variabel yang dapat mempengaruhi serta dapat membuat perubahan atau menjadikan timbulnya variabel dependen (variabel terikat). penerapan model Snowball Throwing dan Number head Together merupakan variabel Bebas
b. Variabel Dependen (terikat)
Variabel Dependen (terikat) merupakan variabel dengan salah satu jenis yang dapat dipengaruhi atau terjadi akibat adanya variabel bebas.
Variabel terikat sendiri sering digunakan dalam penelitian ini merupakan hasil pembelajaran Matematika peserta didik yang akan di peroleh dari
penggunaan dua jenis model Snowball Throwing dan Number Head Together dalam pokok pikiran bangun ruang
c. Variabel Kovariat
Variabel kovariat dalam Sudjana (2012: 27) menyatakan variabel yang dipakai dalam mengontrol selama proses pembelajaran berdasarkan kelompok yang sudah dibentuk sebelumnya. Pada penelitian ini variabel kovariat adalah penggunaan uji pretest.
penerapan model Snowball Throwing dan Number head Together.
Definisi variabel operasional yang dipakai pada penelitian eksperimen ini diantaranya adalah :
1. Model Snowball Throwing merupakan model pada pelaksanaannya memadukan pembelajaran melalui suatu permainan imajinatif membentuk bola yang berisikan pertanyaan, kemudian, dengan cara melemparkan bola segumpalan kertas kepada salah satu peserta didik yang diharuskan peserta didik menjawab soal dan sebagai melatih peserta didik untuk lebih tanggap menerima pesan dari peserta didik lain.
2. Model Pembelajaran Number head Together merupakan model tipe model pada penerapannya pada kelompok melalui penyelesaian tugas dengan saling membagi ide yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi peserta didik untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang tepat.
3. Definisi hasil belajar matematikan merupakan dalam pembelajaran matematika merupakan pola yang dilakukan setelah proses pembelajaran dimana hal tersebut dilakukan untuk mengukur seberapa jauh pola penguasaan materi oleh peserta didik yang dibagi menjadi tiga aspek yaitu : Kognitif, Afektif, dan Psikomotor.
3. 3 Populasi, Sampel, dan Tekhnik Pengambilan Sampel 3.3.1 Populasi
Populasi merupakan bagian dari suatu wilayah yang terdiri dari obyek atau subjek yang memiliki kualitas serta pemahaman tertentu yang telah ditetapkan peneliti untuk dipelajari kemudian dapat ditarik kesimpulannya
(Sugiyono, 2013 : 61). Dalam hal ini yang dimaksud populasi adalah keseluruhan subjek yaitu peserta didik yang akan dilakukan eksperimen yang antara satu antar individu dengan yang lain memiliki karakteristik dan pemahaman sendiri yang bersifat unik. Kemudian rincian data populasi dapat diamati melalui tabel berikut.
Tabel 3.2
Daftar Jumlah Siswa Kelas 5 SD Gugus Ki Hajar Dewantoro
No Nama Sekolah Status Jumlah Kelas 5
1 SDN Sobokerto 01 SD Inti 24 Siswa
2 SDN Sobokerto 02 SD Imbas 31 Siswa 3 SDN Sobokerto 03 SD Imbas 26 Siswa
4 SDN Ngesrep 01 SD Imbas 20 Siswa
5 SDN Ngargorejo 01 SD Imbas 10 Siswa 6 SDN Ngargorejo 02 SD Imbas 29 Siswa
Jumlah Keseluruhan 128 Siswa
3.3.2 Sampel
Sampel adalah bagian dan jumlah yang dimiliki dari suatu populasi yang ada dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi Sugiyono (2013: 62).
Teknik pengambilan sampel merupakan cara yang digunakan dalam pengambilan data penelitian atau sampel yang sudah dipilih untuk sebuah penelitian. Terdapat berbagai teknik atau cara dalam pengambilan sampel yang dipilih serta dilakukan dalam penelitian. Pada penelitian ini teknik atau cara pengambilan sampel yang dipakai pada penelitian merupakan salah satu jenis dari Probability Sampling adalah Cluster Sampling (Area Sampling). Menurut Sugiyono (2009: 120) mengungkapkan Probability Sampling merupakan teknik pengambilan data sampel yanag dapat memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh responden atau peserta didik sedangkan Cluster Sampling( Area Sampling) merupakan bagian dari Probability Sampling dipakai sebagai menentukan sampel objek yang akan diteliti sumber data sangat besar. Kemudian alasan lain memilih
menggunakan teknik pengambilan sampling ini dikarenakan keterbatasan peneliti pada masalah biaya ekonomi, masalah waktu, serta masalah teknis penelitian lainnya. Selanjutnya pada rincian tentang sampel penelitian yang akan digunakan dapat dilihat dalam tabel 3.3 seperti berikut.
Tabel 3.3 Sampel Penelitian
NO Nama Sekolah Status Kelas Jumlah Siswa Kelompok 1. SD Negeri
Sobokerto 01
SD Inti 5 12 Eksperimen 1
5 12 Kelas Kontrol
2. SD Negeri Sobokerto 02
SD Imbas
5 15 Eksperimen 1
5 16 Kelas Kontrol
3. SD Negeri Sobokerto 03
SD Imbas
5 13 Eksperimen 1
5 13 Kelas Kontrol
Jumlah keseluruhan 81 Siswa
3.4 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 3.4.1 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data pada bagian penelitian ini yang digunakan untuk memperoleh data sampel dalam suatu penelitian. Adapun teknik dalam pengambilan atau pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, sebagai berikut :
1. Tes
Data yang diperoleh setelah melakukan penelitian berupa data hasil belajar Matematika SD kelas 5. Kemudian, untuk memperoleh data tersebut maka peneliti menggunakan teknik tes dalam metode pengumpulan data.
Tes merupakan sejumlah pertanyaan yang disusun kemudian dijawab oleh responden dengan tujuan mengukur tingkat kemampuan individu untuk mengungkap aspek tertentu dari orang yang diberi pertanyaan tes. Bentuk tes yang telah disusun dan akan dipakai adalah berbentuk pilihan ganda yang terdiri atas uji pengukuran pretest dan posttest. Bentuk tes yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengukur hasil belajar peserta didik dalam ranah kognitif. Selain hal tersebut sebelum membuat
instrumen pengumpulan data, maka terlebih dahulu membuat kisi-kisi instrumen.
2. Observasi
Kegiatan observasi ini adalah kegiatan yang dilaksanakan dengan harapan mendapatkan data sampel mengenai pencapaian guru dalam pemberian perlakuan di dalam kelas, maka dalam pelaksanaan pembelajaran benar-benar sesuai dengan kondisi dan proses yang diharapkan. Observasi ini dilaksanakan saat proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model Number Head Together pada kelas penelitian eksperimen 1 dan model Snowball Throwing pada kelas penelitian kelas kontrol, untuk melaksanakan kegiatan observasi tersebut dapat disusun sebuah instrumen observasi. Sebelum instrumen observasi disusun, maka seharusnya membuat kisi – kisi instrumen tentang observasi. Konsep dasar dari pembuatan instrument observasi ini yaitu model dan tata cara dalam pelaksanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam penelitian yaitu penggunaan model Number Head Together pada kelas eksperimen 1 sedangkan model Snowball Throwing pada penelitian kelas kontrol dalam kegiatan pembelajaran.
3. Dokumentasi
Kegiatan dokumentasi adalah merupakan bagian kegiatan dari pengumpulan data dan berupa arsip foto, dokumen dan File. Kegiatan dokumentasi ini dapat dilakukan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan penelitian telah dilakukan. Dokumentasi pada penelitian ini berupa foto kegiatan pembelajaran dan lampiran-lampiran kegiatan penelitian
3.4.2. Instrumen Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, peneliti menyusun 2 jenis instrumen pengumpulan data yaitu:
1. Tes
Pada penyusunan teknik pengumpulan data ini menggunakan cara teknik tes, instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data dalam penelitian ini menggunakan soal uji pengukuran pretest dan postest dengan
lembar tes model pilihan ganda. Selanjutnya dalam menjamin pada instrumen tes berupa lembar soal pilihan ganda ini layak digunakan maka penelitian, maka peneliti terlebih awal untuk melaksanakan uji coba pada instrumen yang telah disusun dengan melalui prosedur berupa: (1) menyusun kisi-kisi awal dari soal, 2) kemudian, uji instrumen soal, 3) selanjutnya,uji coba validitas dan tahap terakhir berupa 4) uji coba reliabilitas. Penyusunan kisi-kisi instrumen soal yang telah dilakukan uji coba nantinya akan dipakai sebagai soal uji pengukuran pretest (awal) dan posttest (akhir) pada penilaian. Kisi-kisi soal disusun berdasarkan pada kompetensi dasar yang telah dipilih untuk bahasan penelitian yaitu, Memahami dan jaring-jaring dan bangun ruang.
Tabel 3.4
Kisi-kisi Instrument Pretest dan Postest
- 3.8 Menjelaskan dan menemukan jaring-jaring bangun ruang sederhana (kubus dan balok)
- 4.8 Membuat jaring-jaring bangun ruang sederhana (kubus dan balok) Bentuk Soal/Jml : pilihan ganda/45
KD INDIKATOR Kategori Taksonomi
JML Butir Soal C1 C2 C3 C4 C5 C6
3.8
Menyebutkan sifat-sifat bangun ruang kubus
Mudah 4
4
1,9,11,12 Sedang
Sukar
Menyebutkan sifat-sifat
bangun ruang balok Mudah 2 7,14
Sedang Sukar
Menyebutkan nama benda yang berbentuk kubus dan balok
Mudah 3
4
6, 24, 29, Sedang 1 34
Sukar
Mengidentifikasi perbedaan sifat bangun ruang kubus dan balok
Mudah 1
1 38 Sedang
Sukar
Mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang balok
Mudah 1
5
2, 16, 17, 18, 37
Sedang 3
Sukar 1
Menentukan bentuk alas bangun ruang kubus
Mudah
1 3
Sedang 1
Sukar
Menunjukkan letak alas dan tutup pada jaring- jaring kubus
Mudah
3
5, 36, 39
Sedang 1
Sukar 2
Menentukan jaring-jaring bangun ruang kubus
Mudah
6
4,15, 22, 23, 25,
Sedang 4 33
Sukar 2
Menentukan jumlah sisi bangun ruang balok
Mudah
1 8
Sedang 1
Sukar
Menganalisis jaring-jaring bangun ruang balok
Mudah
5
10,13, 26, 27,
Sedang 3 32
Sukar 2
Mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang kubus
Mudah 1
3
19, 20, 21
Sedang 2
Sukar 4.8 Mengidentifikasi alat dan
bahan pembuatan jaring- jaring bangun ruang kubus dan balok
Mudah
1 28
Sedang 1
Sukar Mengurutkan langkah-
langkah membuat jarring- jaring kubus
Mudah
4
30, 31, 35, 40
Sedang 3
Sukar 1
Total 45
Keterangan
Kisi-kisi instrumen yang telah disusun, langkah selanjutnya adalah meyusun soal tes jenis pilihan ganda sebanyak 45 butir soal model pilihan ganda dengan tingkat kesukaran yang telah ditentukan yaitu dengan perbandingan 3 : 5 : 2. Dimana angka 3 adalah untuk soal dengan kategori mudah, 5 untuk kategori sedang dan 2 untuk kategori soal yang sukar. Dari perbandingan tersebut maka soal dengan kategori mudah dari soal sejumlah 45 adalah 12 soal mudah, 20 soal untuk kategori sedang dan soal sulit sebanyak 8 soal. Dengan waktu pengerjaan soal selama 60 menit. Kisi-kisi yang dibuat berdasarkan Kompetensi dasar yang sudah dipilih peneliti adalah jaring-jaring dan bangun ruang. Kisi-kisi instrumen yang disusun
langkah selanjutnya adalah diuji coba untuk mengetahui seberapa layak instrumen tes, sebelum pelaksanaan penelitian
2. observasi.
Teknik pengumpulan data yang kedua merupakan observasi, instrumen yang akan dipakai untuk mengumpulkan data sampel pada penelitian merupakan kisi-kisi lembar observasi untuk keterlaksanaan sintak model Snowball Throwing dan NHT, baik dalam kegiatan guru dan kegiatan peserta didik. Kisi-kisi observasi ini, berisi tentang gambaran sintak model yang akan digunakan dalam pembuatan lembar observasi. Berikut akan dipaparkan kisi-kisi lembar observasi dalam menerapkan model Snowball Throwing dan NHT
Tabel 3.5 Kisi-Kisi Lembar Observasi Kegiatan Guru Dalam Menerapkan Model Pembelajaran Snowball Throwing
No Kegiatan Guru Nomer
Item Pertemuan 1
1. Guru mengkondisikan seluruh peserta didik dan menyiapkan media
pembelajaran. 1
2. Guru memberikan soal pretest terhadap peserta didik 2 3. Guru memberikan apersepsi tentang jaring-jaring dan volume bangun
ruang 3
4. Guru menyampaikan materi tentang dan jaring-jaring dan volume
bangun ruang terhadap peserta didik 4
5. Guru mengarahkan peserta didik ntuk membuat kelompok dan
membrikan arahan 5
Pertemuan 2 1. Guru meminta peserta didik untuk kembali ke
Kelompoknya masing-masing 1
2. Guru memulai tahap permainan bersama siswa dan tanya jawab 2 3. Guru bersama peserta didik untuk memberikan kesimpulan dan
memberikan penghargaan 3
4. Guru diberikan pertanyaan oleh siswa apabila siswa belum paham 4
5. Guru melakukan Postest 5
Pada tabel 3.5 diatas sudah dipaparkan bagaimana sintak pelaksanaan model Snowball Throwing untuk kegiatan guru, pada pertemuan ke-1 terdapat tujuh langkah kegiatan guru,pada pertemuan ke-2 terdapat enam langkah kegiatan guru. Dibawah ini akan dipaparkan kisi- kisi lembar observasi untuk kegiatan peserta didik dalam penerapan model NHT pada tabel 3.6
Tabel 3.6 Kisi-Kisi Lembar Observasi Kegiatan Guru Dalam Menerapkan Model Pembelajaran Number Head Together
No Kegiatan Guru Nomer
Item Pertemuan 1
1. Guru mengkondisikan seluruh peserta didik dan menyiapkan alat
pembelajaran. 1
2. Guru menyampaikan materi dan tujuan pembelajaran 2 3. Guru memberikan soal pretest terhadap peserta didik 3 4. Guru memberikan apersepsi tentang dan jaring-jaring dan volume
bangun ruang 4
5. Guru menyampaikan materi tentang dan jaring-jaring dan volume
bangun ruang terhadap peserta didik 5
6. Guru mengarahkan peserta didik membuat kelompok dan arahan
permainan 6
Pertemuan 2
1. Guru meminta peserta didik untuk kembali ke
Kelompoknya masing-masing 1
2. Guru memulai tahap permainan dan tanya jawab 2 3. Guru bersama peserta didik untuk memberikan kesimpulan 3 4. Guru memberikan penghargaan kepada
kelompok yang menang. 4
5. Guru melakukan Postest 5
Selain dari tabel 3.5 dan 3.6 mengenai tabel observasi guru untuk peserta didik juga akan dikenai observasi, berikut adalah tabel 3.7 yang merupakan tabel dari observasi penerapan model Snowball Throwing berikut adalah rinciannya :
Tabel 3.7 Kisi-Kisi Lembar Lembar Observasi Kegiatan peserta didik Dalam Menerapkan Model Pembelajaran Snowball Throwing
Pada tabel 3.7 diatas merupakan pemaparan dari langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan saat penelitian nantinya.
Berbeda observasi model dari NHT, dalam penerapannya memiliki pelaksanaan, diantarnya :
Tabel 3.8 Kisi-Kisi Lembar Lembar Observasi Kegiatan peserta didik Dalam Menerapkan Model Pembelajaran NHT
No Kegiatan Peserta didik Nomer
Item Pertemuan 1
1. Peserta didik mempersiapkan diri mengikuti Pembelajaran
1 2. Peserta didik mendengarkan materi dan tujuan pembelajaran hari
ini dari guru
2 3. Peserta didik mengerjakan soal pretest secara
individu.
3 4. Peserta didik diberikan apersepsi tentang contoh jaring-jaring dan
volume bangun ruang yang berada di lingkungan
4 5. peserta didik berkelompok sesuai arahan guru yang beranggotakan
4-5 orang dan diberi arahan permainan
5 Pertemuan 2
1. Peserta didik kembali membentuk kelompok seperti masing-masing seperti pertemuan sebelumnya
1 2. Peserta didik memulai tahap permainan dan tanya jawab 2 3. Peserta didik diberi penghargaan dan membuat rangkuman
pembelajaran hari ini
3 4. Peserta didik melakukan tanya-jawab pada guru 4
5.. Peserta didik mengerjakan Postest 5
No Kegiatan Peserta didik Nomor
Item Pertemuan 1
1. Peserta didik memperhatikan penjelasan dan menyiapkan alat
pembelajaran 1
2. Peserta didik memperhatikan penjelasan dari guru mengenai materi
serta tujuan pembelajaran hari ini 2
3. Peserta didik mengerjakan soal pretest secara
individu. 3
4. Peserta didik diberikan pertanyaan tentang jaring-jaring dan volume
bangun ruang 4
5. Guru membentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 dan memberikan
arahan permainan 5
Pertemuan 2
1. Peserta didik kembali membentuk kelompok seperti semula. 1 2. Peserta didik dan guru memulai permainan dan bertanya jawab 2 3. peserta didik bersama guru memberikan kesimpulan 3
4. Guru memberikan penghargaan 4
5. Guru melakukan Postest 5
Pada tabel 3.5,3.6,3.7 dan 3.8 telah dijelaskan mengenai sintagmatik model model NHT dan model Snowball Throwing pada kegiatan peserta didik, pada pertemuan ke-1 terdapat 7 langkah kegiatan peserta didik, pada pertemuan ke-2 terdapat 5 langkah kegiatan peserta didik.
3.5 Validitas Reabilitas dan Butir Tes Daya Pembeda, Tingkat Kesukaran , dan Fungsi Pengecoh
3.5.1 Validitas
Uji instrumen validitas dalam pelaksanaannya nantinya dipakai untuk menguji dari instrumen setiap butir soal yang telah disusun nantinya akan dipakai dalam tes individu setelah pelaksanaan pembelajaran engan menggunakan model kooperatif tipe Snowball Throwing dan tipe Number Head Together. Menurut Sudjana (2010: 12) mengungkapkan bahwa uji coba Validitas adalah salah satu bagian yang bersangkutan dengan ketepatan alat yang akan digunakan pada saat penilaian terhadap konsep yang akan di teliti sehingga yang akan dinilai betul-betul apa yang seharusnya dinilai atau dapat bersifat objketif. Nantinya dalam uji validitas soal tes setelah dianalisis dengan menggunakan bantuan Anates for windows version 4.09.
Azwar (2013: 147) bahwa dapat dilihat koefisien validitas yang besarnya diantara berkisar 0,30 sampai dengan 0,50 telah dapat memberikan kontribusi yang baik terhadap efisiensi suatu lembaga pembelajaran. Soal yang telah di uji cobakan dan dianalisis dengan menggunakan Anates instrumen yang dapat digunakan adalah instrumen yang mempunyai validitas > 0,30.
Setelah melaksanakan uji validitas, peneliti mendapati beberapa soal yang telah disusun diantaranya dikatakan tidak valid, ditunjukan dengan menggunakan bantuan Anates for windows version 4.09 secara lebih jelasnya dalam uji tertera tidak signifikan, sedangkan soal yang valid akan menunjukan hasil yang signifikan atau sangat signifikan.
Tabel 3.9
Hasil Uji Validitas Instrumen
Kompetensi Dasar
Indikator Butir Soal Hasil Uji Validitas Valid Tidak
Valid 3.8 Menjelaskan
dan
menemukan jaring-jaring bangun ruang sederhana (kubus dan balok)
1. Menyebutkan sifat-sifat bangun ruang kubus
1,9,11,12 9,11,12 1
2. Menyebutkan sifat-sifat bangun ruang balok
7,14 7,14
3. Menyebutkan nama benda yang berbentuk kubus dan balok
6,24,29,3 4
24,29,34 6
4. Mengidentifikasi perbedaan sifat bangun ruang kubus dan balok
38 38
5. Mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang balok
12,16,17, 18,37
12,16,17 ,18,37 6. Menentukan bentuk alas
bangun ruang kubus
3 3
7. Menunjukkan letak alas dan tutup pada jaring-jaring kubus
5,36,39 36,39 5
8. Menentukan jaring-jaring bangun ruang kubus
4,15,22,2 3,25,33
4,22,23, 33
15,25
9. Menentukan jumlah sisi bangun ruang balok
1 8
10. Menganalisis jaring-jaring bangun ruang balok
10,13, 26,27, 32
10,13,26 ,27,32 11. Mengidentifikasi sifat-sifat
bangun ruang kubus
19,20,21 9,20,21
4.8 Membuat jaring-jaring bangun ruang sederhana (kubus dan balok)
1. Mengidentifikasi alat dan bahan pembuatan jaring- jaring bangun ruang kubus dan balok
28
2. Mengurutkan langkah- langkah membuat jaring- jaring kubus
30, 31, 35, 40
30,35,40 31
3.5.2 Reliabilitas
Setelah semua dinyatakan valid atau handal dalam mengukurapa yang hendak diukur, maka selanjutnya instrumen tersebut perlu dilihat konsistensinya yaitu dengan mengukur reliabilitas dari masing-masing variabel. Pengujian reliabilitas dilakukan dengan bantuan komputer menggunakan program Anates version 4.09. Djamari Mardapi (2011) mengungkapkan bahwa tingkat reliabilitas suatu instrumen menggunakan kriteria menurut Djamari Mardapi sebagai berikut :
Daya Reliabilitas Item Keterangan
Tidak dapat diterima
Dapat diterima
Realibilitas bagus
Realibilitas memuaskan
Arikunto (2013: 115) menyatakan bahwa instrumen yang telah di ujikan dan memiliki nilai reliabilitas > 0,7 dapat dikatakan reliabel.
Pengukuran uji reliabilitas pada penelitian ini memperoleh hasil korelasi 0,86 maka dengan hasil tersebut menunjukan bahwa instrumen yang telah diuji menunjukan reliabel
3.5.2 Daya Pembeda
Zainal Arifin (2014: 133) mengungkapkan bahwa daya pembeda adalah kemampuan dari sesuatu soal untuk membedakan antara peserta didikyang sudah menguasai materi dan peserta didik yang kurang menguasai materi.
3.5.3 Tingkat Kesukaran
Tingkat kesukaran soal merupakan angka yang dapat menunjukkan proposi dari peserta didik yang akan menjawab betul dari suatu butir soal semakin rendah tingkat kesukaran berarti soal itu semakin sukar. Selain itu, Tingkat kesukaran soal merupakan peluang menjawab benar suatu soal pada tingkat kemampuan tertentu yang biasanya dinyatakan dalam bentuk indeks.
Untuk mengukur tingkat kesukaran dalam penelitian ini menggunakan software Anates V4 for windows.
Hasil yang diperoleh dari penelitian uji valid yang telah dilaksanakan peneliti menunjukan bahwa terdapat 16 soal sangat mudah, 20 mudah dan 8 soal menunjukan sedang. Dari hasil uji tersebut akan digunakan 25 soal sebagai lemabar pretest dan postest yaitu 8 soal sedang dan 16 soal mudah.
3.5.3 Fungsi Pengecoh
Menganalisa fungsi dari pengecoh (distractor) atau dikenal dengan istilah menganalisa pola penyebaran jawaban pada butir soal. Soal bentuk pilihan ganda. Pola tersebut diperoleh dengan menghitung banyaknya tester memilih pada pilihan jawaban butir soal atau tidak memilih pilihan manapun (blangko). Dari pola penyebaran jawaban butir soal tersebut dapat ditentukan apakah pengecoh dapat berfungsi dengan baik atau tidaknya.
3.6 Prosedur Pemberian Perlakuan
Banyaknya faktor membuat pengaruh di dalam hasil belajar dalam suatu penelitian. Dalam sebuah penelitian, tidak semua variabel dalam suatu penelitian dapat dikontrol, maka untuk mengontrol variable-variable tersebut baik variabel internal ataupun variabel eksternal untuk dapat mempengaruhi hasil dalam perlakuan model pembelajaran. Validasi internal mengacu pada suatu kondisi bahwa hasil yang diperoleh dapat digeneralisasikan dan dapat diterapkan dalam baik kelompok maupun di luar setting penelitian, validitas internal yang dibuat mengacu pada kondisi bahwa perbedaan yang sedang diamati pada variabel bebasa yang merupakan hasil langsung dari variabel bebas yang dimanipulasi. Perlu adanya kelas kontrol upaya untuk mengontrol variabel eksternal dan variabel internal yang tidak dapat dikontrol sepenuhnya oleh peneliti melalui upaya pemberian kovarian dalam penelitian. Kovarian yang dipilih dalam penelitian eksperimen ini merupakan pemberian pretest sebelum pemberian perlakuan.
SDN Sobokerto 01 yang menjadi sampel penelitian dibagi ke dalam dua kelompok eksperimen yaitu eksperimen 1 dan ekperimen 2 atau kelas kontrol yang akan menjadi tempat engambilan sampel dengan menggunakan model
pembelajaran kooperatif. Eksperimen 1 menggunakan model Number Head Together (NHT) dan eksperimen 2 menggunakan model Snowball Throwing.
Kegiatan pember lakuan dilakukan secara kolaboratif bersama guru kelas untuk mengamati pelaksanaan pembelajaran di kelas, dan di harapkan langkah-langkah model berjalan secara sistematis. Kelompok kelas eksperimen 1 akan diberikan perlakuan menggunakan model yaitu Number Head Together (NHT) kelas 5A SDN Sobokerto 01, kelas 5B SDN Sobokerto 02, dan kelas 5A dan SDN Sobokerto 03. Sedangkan kelompok eksperimen 2 akan mendapatkan pembelajaran dengan model Snowball Throwing
3.6.1 Perlakuan Kelompok Eksperimen 1
Kelompok eksperimen 1 diberikan perlakuan dengan menggunakan model Number Head Together (NHT). Berikut merupakan paparan perlakuan yang dilakukan, diantaranya: (1) Peserta didik memperhatikan penjelasan guru. (2) peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil yang beranggotakan 5 orang. (3) Setiap peserta didik dalam kelompok mendapat nomor dengan tugas yang berbeda-beda. (4) Peserta didik diberikan pertanyaan dan tugas oleh guru. (5) Peserta didik diberikan waktu untuk diskusi untuk mengerjakan dan mengambil kesimpulan dari setiap pertanyaan. (6) Guru menunjuk salah satu peserta untuk mempresentasikan hasil diskusi bersama kelompoknya. (7) peserta didik dan guru saling mengkomunikasihasil diskusi. (8) Peserta didik dan guru membuat kesimpulan pembelajaran hari ini. (9) Peserta didik menerima penghargaan atau hadiah dari guru.
3.6.2 Perlakuan Kelompok Kontrol
Kelompok Kontrol diberikan perlakuan dengan menggunakan model Snowball Throwing. Berikut adalah sintagmatik perlakuan yang dilakukan diantarnya: (1) Peserta didik bekerja secara kelompok sesuai aba-aba yang diperintahkan oleh guru. (2) peserta didik berkelompok sesuai dengan kelompok belajar. (3) Salah satu peserta didik dipilih untuk menjadi ketua kelompok. (4) Ketua kelompok mendapat arahan dan aba-aba dari guru tentang materi dan menjelaskan kembali kepada anggota kelompoknya (5)
Peserta didik memberikan arahan dari guru untuk membuat pertanyaan dari materi yang sudah dijelaskan ketua kelompoknya. (6) Siwa mendapatkan lembar kertas untuk menuliskan pertanyaan sesuai dengan materi. (7) Peserta didik membuat bola dari kertas yang berisi pertanyaan yang telah dibuatnyaa. (8)Peserta didik setelah membuat bola, bola dilemparkan pada peserta didik yang lain agar dapat menjawab pertanyaan. (9) Peserta didik membuat rangkuman dari hasil kegiatan pembelajaran.
3.7 Teknik Analisis Data Deskriptif dan Statistik 3.7.1 Tekhnik Deskriptif
Teknik analisis data deskriptif terdiri atas 2 bagian, diantaranya adalah teknik analisis data deskriptif dan distribusi frekuensi. Teknik analisis data distribusi dipakai untuk mencari nilai minimum, nilai maksimum serta rata- rata dan standar deviasi pada penghitungan dalam suatu penelitian. Untuk penghitungan data distribusi dapat dilakukan menggunakan Software SPSS 20.0. software tersebut berguna untuk dapat mengetahui data distribusi frekuensi presentase frekuensi jumlah data pada kelas interval.
3.7.2 Tekhnik Statistik
Teknik analis data statistik terdiri dari Uji Prasyarat dan Uji Hipotesis.
Uji prasyarat terdiri dari uji normalitas untuk menentukan apakah data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak, uji homogenitas dan uji homogenitas regresi linier data untuk mengetahui tingkat kesetaraan subjek yang akan diteliti. Setelah dilakukan uji prasyarat kemudian dapat dilaksanakan uji menggunakan ANCOVA sebagai acuan untuk menguji hipotesis.
a. Uji Normalitas
Uji normalitas merupakan pengambilan data dengan fungsi untuk mengetahui apakah dalam setiap kelas menunjukkan distribusi data yang dikatakan normal atau tidak, apabila data sampel berdistribusi normal maka akan terlihat dapat digunakan dalam statistika parametrik sedangkan apabila data tidak berdistribusi normal maka akan terlihat data tersebut menujukan dalam hasilnya digunakan statistik nonparametrik.
Hasil pengukuran uji normalitas dilaksanakan dengan prosedur klik analyze kemudian descriptive statistic selanjutnya esplore dan memasukan data pada kolom dependent list pilih plots-pilih normality test with plots- continue dan pilih ok uji normalitas menggunakan kategori Kolmogorov- Smirnov, namun dengan kriteria data dapat berdistribusi normal apabila nilai signifikansi > 0,05. Hasil uji normalitas data-data yang digunakan diantaranya
Tabel 3.10
Hasil Uji Normalitas Nilai Pretest-Posttest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Pretest_Ek
sperimen1
Posttest_Ek sperimen1
Pretest_Ek sperimen2
Posttest_Ek sperimen2
N 40 40 41 41
Normal Parametersa
,b
Mean 41.9750 79.6000 37.3415 68.3415
Std.
Deviation 12.60543 15.96920 13.07213 19.05729 Most
Extreme Differences
Absolute .157 .106 .151 .120
Positive .157 .101 .151 .059
Negative -.114 -.106 -.092 -.120
Kolmogorov-Smirnov Z .995 .672 .964 .768
Asymp. Sig. (2-tailed) .276 .757 .310 .597
Pada tabel 3.10 memperlihatkan bahwa nilai signifikansi yang diperoleh dari hasil uji pengukuran pretest dan posttest pada Kolmogorov Smirnov melebihi signifikansi 0,05, maknanya bahwa hasil populasi data uji pretest-posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berdistribusi normal.
Uji pengukuran normalitas menunjukkan distribusi kenormalan atau dikatakan terpenuhi, selanjutnya peneliti melaksankan uji homogenitas dengan tujuan untuk mengetahui pada tingkat kesetaraan. Uji pengukuran normalitas dilakukan dengan prosedur klik analyze-noneparametric tests- kemudian pilih legacy dialogs- selanjutnya pilih 1 sample KS dan pretest dan posttest digeser kedalam test variable list kemudian klik normal dan OK.
b. Uji Homogenitas
Uji homogenitas varian dilakukan dengan tujuan apakah varian kedua kelompok homogen atau tidak. Acuan varian pada data kedua dalam kelompok homogen adalah apabila nilai yang diperoleh menunjukkan dalam sebuah uji probabilitas/signifikansi > 0,05. Analisis uji homogenitas varian dapat dilaksanakan menggunakan aplikasi software SPSS 20.0
Pengujian homogenitas menggunakan kategori Kolmogorov- Smirnov, dengan ketentuan data dikatakan berdistribusi normal apabila nilai signifikansi > 0,05. Hasil uji homogenitas data-data yang digunakan adalah sebagai berikut.
Tabel 3.11
Hasil Uji Homogenitas Uraian Nilai Pretest Kelompok Eksperimen dan Kontrol
Berdasarkan tabel 4.7 bahwa hasil yang diperoleh pada uji output test of homogeneity of variance nilai uji pretest memperlihatkan angka signifikansi pada probabilitaas based on mean sebesar 0,980, selanjutnya pada based on median diperoleh sebesar 0,882 kemudian untuk based on median and with adjusted df dengan hasil 0,882 dan probabilitas based on trimmed mean adalah 0,943. Kesimpulan dari data yang ditunjukkan adalah homogen, karena probabilitas populasi data > 0,05
Test of Homogeneity of Variance Levene
Statistic
df1 df2 Sig.
Pretest
Based on Mean .001 1 79 .980
Based on Median .022 1 79 .882
Based on Median and
with adjusted df .022 1 77.139 .882
Based on trimmed mean .005 1 79 .943
Tabel 3.12
Hasil Uji Homogenitas Uraian Nilai Posttest Kelompok Eksperimen dan Kontrol
Berdasarkan tabel 4.8 dapat diketahui bahwa nilai uji pengukuran posttest memperlihatkan angka signifikansi pada based on mean sebesar 0,114, Sedangkan based on median memeroleh hasil 0,164, Kemudian based on median and with adjusted df diperoleh hasil 0,164 dan probabilitaas based on trimmed mean sebesar 0,115. Nilai probabilitas keseluruhan menunjukkan angka signifikansi > 0,05, sehingga dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa populasi data nilai uji pengukuran posttest kelompok eksperimen dan kontrol memiliki varian yang sama atau homogen.
c. Analisis Ancova
Uji Ancova merupakan salah satu uji dengan membandingkan variabel yang tergantung (Y) yaitu hasil belajar ditinjau dari variabel bebas (X1) yaitu model yang dilaksanakan. Dalam penelitian eksperimen sendiri, peneliti melakukan uji perbedaan hasil dari dua model pembelajran yang berbeda perlakuan yang diberikan. Perlakuan dikatakan efektif apabila terdapat perubahan skor antara kelompok eksperimen dan kontrol. Acuan dalam analisis kovariat apabila nilai probabilitas atau signifikansi < 0,05.
Hal tersebut disampaikan oleh Sofyan yamin & Heri Kurniawan (2014: 53).
Uji ancova sendiri dilaksanakan dengan bantuan aplikasi SPSS 20. Langkah-langkah uji anakova yaitu analyze-general linear model- univariate- masukkan posttest pada dependent list-masukkan model pada
Test of Homogeneity of Variance Levene
Statistic
df1 df2 Sig.
Posttest
Based on Mean 2.552 1 79 .114
Based on Median 1.975 1 79 .164
Based on Median and
with adjusted df 1.975 1 77.434 .164
Based on trimmed
mean 2.537 1 79 .115
fixed factor-masukkan pretest pada covariat-plots-masukkan model ke horizontal axis-add-continue-options-masukkan overall ke sebelah kanan- centang kolom pada estimates of effect size, descriptive statistics, parameter estimates, dan homogenity test-continue-ok.
3.8 Uji Hipotesis Statistik dan Uji Hipotesis Penelitian 3.8.1 Uji Hipotesis Statistik
Setelah diperoleh hasil uji anakova kemudian dapat dilanjutkan untuk melakukan analisis uji hipotesis untuk mengetahui apakah H0 diterima atau ditolak:
H0: artinya, Hasil belajar peserta didik mata pelajaran matematika kelas 5 SD dengan menggunakan model Number Head Together (NHT) tidak lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan hasil belajar menggunakan model Snowball Throwing di Gugus Ki Hajar Dewantoro Kabupaten Boyolali.
Ha: artinya, Hasil belajar peserta didik mata pelajaran matematika kelas 5 SD dengan menggunakan model kooperatif tipe Number Head Together (NHT) lebih tinggi secara signifikan daripada model Snowball Throwing di Gugus Ki Hajar Dewantoro Kabupaten Boyolali.
3.8.2 Uji Hipotesis Penelitian
Uji hipotesis penelitian ini disusun sesuai dengan Sofyan yamin &
Heri Kurniawan (2014: 53) adalah sebagai berikut:
1. Jika nilai signifikansi pada ancova > 0,05, Maknanya H0 diterimadan Ha ditolak. Artinya hasil belajar matematika menunjukan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam penerapan model kooperatif tipe NHT daripada model pembelajran Snowball Throwing.
2. Jika nilai signifikansi pada ancova < 0,05, Maknanya H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya hasil belajar matematika menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam penerapan model kooperatif tipe NHT dan Snowball Throwing.