• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user 33 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Tempat penelitian merupakan hal penting dalam suatu penelitian.

Menurut Purwanto dalam bukunya yang berjudul Instrumen Penelitian Sosial dan Pendidikan (2007: 219), tempat penelitian ialah wilayah geografis keberadaan populasi penelitian. Kegiatan sampling dilakukan atas populasi yang dibatasi wilayah geografi. Penelitian tidak bisa dilakukan tanpa adanya tempat yang dijadikan objek penelitian. Objek dalam penelitian ini ialah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS. Pemilihan objek penelitian berdasarkan alasan sebagai berikut:

a. Merupakan fakultas dengan jumlah program studi dan jumlah kegiatan terbanyak sehingga memiliki kompleksitas tersendiri dalam pengimplementasian budaya kerja ACTIVE UNS.

b. Adanya ketimpangan antara nilai-nilai ideal dalam budaya kerja ACTIVE dengan implementasinya di lingkungan sivitas akademika FKIP UNS c. Terdapat data yang diperlukan untuk kepentingan penelitian

d. Belum pernah dilakukan penelitian sejenis

e. Merupakan almamater tempat peneliti menempa diri selama studi di UNS.

Penelitian ini dimaksudkan sebagai persembahan atau wujud tanggung jawab seorang penimba ilmu kepada almamater yang selama ini mengucurinya air-air keilmuan yang tak terbilang nilainya.

2. Waktu Penelitian

Menurut Purwanto dalam bukunya yang berjudul Instrumen Penelitian Sosial dan Pendidikan (2007: 219), waktu penelitian ialah wilayah kronologis populasi penelitian. Kegiatan sampling yang dilakukan terhadap populasi dibatasi oleh waktu atau kronologinya. Rentang waktu penelitian mulai November 2017 sampai April 2018. Meliputi kegiatan penyusunan proposal, pengurusan surat ijin, pengumpulan data, analisis data, dan penyusunan

(2)

commit to user

laporan penelitian. Rincian waktu pelaksanaan penelitian dapat dilihat pada lampiran 51.

B. Metode dan Pendekatan Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Menurut Moleong (2014), penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami subjek penelitian secara holistik, dan cara deskripsi dengan bentuk kata- kata atau bahasa pada suatu konteks khusus, alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Beberapa pertimbangan penggunaan metode kualitatif ialah metode ini lebih mudah beradaptasi apabila berhadapan dengan kenyatan jamak, peneliti dan responden memiliki hubungan secara langsung, serta metode ini lebih peka dan dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama terhadap pola-pola nilai yang dihadapi. Menurut Moleong (2014: 15), istilah fenomenologi menunjuk pada pengalaman subjektif dari berbagai jenis dan tipe subjek yang ditemui. Peneliti dalam pandangan fenomenologis berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang yang berada dalam situasi-situasi tertentu. Peneliti berusaha untuk masuk ke dalam dunia konseptual para subjek yang ditelitinya sedemikian rupa sehingga peneliti mengerti apa dan bagaimana suatu pengertian yang dikembangkan di sekitar peristiwa yang diteliti.

Secara implisit, Bogdan dalam Moleong (2014: 166) mendefinisikan metode penelitian kualitatif bertujuan untuk mengembangkan pengertian tentang kerumitan latar situasi sosial dan hubungan-hubungan yang ada. Asumsinya ialah cara terbaik dan mungkin satu-satunya untuk memahami bidang kehidupan sosial ialah dengan membaurkan diri dalam kehidupan sosial yang bersangkutan.

Metode yang dipilih dalam penelitian ini melibatkan peran aktif peneliti bersama-sama dengan subjek yang diteliti dalam rangka pengumpulan data-data penelitian. Penelitian berperan serta bercirikan interaksi sosial yang membutuhkan waktu cukup lama antara peneliti dengan subjek dalam lingkungan subjek, dan selama itu data dalam bentuk catatan lapangan dikumpulkan secara sistematis.

(3)

commit to user

Hubungan sosial dengan temuan-temuan yang tak terduga selama penelitian dilakukan menjadi hal yang menarik minat peneliti. Metode ini dipilih karena kajian yang ingin diteliti dirasa lebih cocok bila dikaji secara kualitatif guna mengetahui permasalahan yang terjadi di lapangan secara lebih mendalam.

Peneliti mengumpulkan dan menafsirkan data dari hasil pengamatan dan studi dokumen berupa Panduan Pelaksanaan Budaya Kerja ACTIVE UNS, dokumen terkait capaian prestasi serta dokumen lain yang sesuai dengan tujuan penelitian. Data yang dimaksud berupa penuturan dan narasi terkait dengan implementasi budaya kerja ACTIVE di lingkungan FKIP UNS.

C. Data dan Sumber Data

Menurut Lofland dan Loftland dalam Moleong (2014: 157), data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata, tindakan, selebihnya data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata dan tindakan subjek yang diamati atau diwawancarai yang dicatat melalui catatan tertulis atau melalui perekam suara, pengambilan foto, arsip dan/atau dokumen.

Pengamatan dilakukan di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS. Wawancara kepada para tenaga kependidikan, tenaga pendidik dan mahasiswa FKIP UNS. Dokumen yang dimaksud adalah dokumen yang memuat indikator budaya kerja ACTIVE UNS, Rencana Pengembangan Jangka Panjang Universitas Sebelas Maret 2011-2031 dan data lain yang berkaitan dengan budaya kerja ACTIVE. Sumber data yang dimaksud ialah (1) informan yang terdiri dari dekan, kepala bagian tata usaha, para kepala sub bagian di FKIP UNS, para dosen dan mahasiswa yang pemilihannya ditentukan dengan teknik sampling bertujuan dan teknik sampling bola salju (2) lingkungan sosial sivitas akademika FKIP UNS serta (3) arsip atau dokumen terkait budaya kerja ACTIVE UNS.

(4)

commit to user

D. Teknik Pengambilan Subjek Penelitian

Teknik pengambilan subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling atau sampel bertujuan. Penelitian ini memanfaatkan pula snowball sampling atau teknik sampling bola salju guna melengkapi perkembangan data yang diperoleh peneliti setelah sebelumnya subjek penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling. Moleong dalam bukunya yang berjudul Metodologi Penelitian Kualitatif (2014: 224) menjelaskan letak pemanfaatan teknik sampling bola salju. Tujuan memperoleh variasi sebanyak- banyaknya hanya dapat dicapai apabila pemilihan satuan sampel dilakukan jika satuan sampel sebelumnya telah dijaring dan dianalisis. Penjaringan dan kemudian analisis terhadap sampel sebelumnya dilakukan dengan teknik sampling bertujuan. Maka, teknik sampling bola salju digunakan untuk memperoleh variasi sebanyak-banyaknya setelah sebelumnya digunakan teknik sampling bertujuan untuk menentukan subjek penelitian primer. Melalui teknik sampling bola salju, setiap satuan sampel berikutnya dapat dipilih untuk memperluas informasi yang diperoleh terlebih dahulu sehingga dapat dipertentangkan dengan informasi baru yang didapat.

Penggunaan purposive sampling bertujuan untuk mendapatkan sampel melalui pemilihan terhadap individu-individu yang menjadi subjek penelitian primer. Sementara snowball sampling diperlukan untuk mendapatkan data yang lengkap, maka pilihan informan berkembang mengikuti data yang dibutuhkan.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik yang digunakan dalam rencana penelitian ini adalah (1) pengamatan atau observasi, (2) analisis arsip atau dokumen, dan (3) wawancara mendalam atau indepth interview. Pengamatan atau observasi dilakukan di lingkungan sosial sivitas akademika FKIP UNS yang meliputi gedung A-F di mana terjadi proses pelaksanaan pembelajaran, pelayanan administratif, serta berbagai kegiatan kemahasiswaan dan kegiatan penunjang lainnya. Dokumen yang dianalisis adalah Panduan Pelaksanaan Budaya ACTIVE UNS, Rencana Pengembangan Jangka Panjang Universitas Sebelas Maret 2011-2031 dan data

(5)

commit to user

lain yang berkaitan dengan budaya kerja ACTIVE. Selain itu ditambah buku-buku, jurnal, serta hasil penelitian lain yang mendukung tujuan penelitian ini. Sementara wawancara dilakukan pada kepala bagian kepegawaian, tenaga kependidikan di gedung F, para dosen dan mahasiswa yang pemilihannya ditentukan dengan sampling bertujuan dan akan terus berkembang seiring perolehan data. Maka dalam menunjang kelengkapan data inilah dibutuhkan penggunaan teknik sampling bola salju.

F. Teknik Uji Validitas Data

Uji validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Menurut Moleong dalam bukunya yang berjudul Metodologi Penelitian Kualitatif (2014: 330), triangulasi ialah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan data lain. Patton dalam Moleong (2014: 330- 331), triangulasi sumber berarti membandingkan dan mengecek kembali derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat berbeda dalam penelitian kualitatif.

Triangulasi sumber data dilakukan dengan cara menggunakan satu metode yang sama untuk memperoleh data dari dua atau lebih sumber data. Dalam penelitian ini, triangulasi sumber data dilakukan dengan (1) membandingkan hasil wawancara antara pimpinan di lingkungan FKIP yang bersinggungan dengan pelaksanaan budaya kerja ACTIVE dengan hasil wawancara kepada tenaga kependidikan, dosen, dan mahasiswa, (2) membandingkan dokumen panduan pelaksanaan budaya kerja ACTIVE dan Rencana Pengembangan Jangka Panjang Universitas Sebelas Maret 2011-2031 yang memuat butir-butir budaya kerja ACTIVE dengan dokumen kinerja yang mencerminkan pencapaian kerja sehari- hari seperti data prestasi tenaga kependidikan, dosen, dan mahasiswa.

Triangulasi metode dapat dilakukan dengan dua macam strategi, (1) pengecekan derajat kepercayaan beberapa teknik pengumpulan data dan (2) pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama.

(Patton dalam Moleong, 2014: 331). Hal ini dilakukan untuk mengupayakan penyajian data yang valid.

(6)

commit to user

Triangulasi metode yang dilakukan dalam penelitian ini ialah dengan (1) membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara; (2) membandingkan apa yang dikatakan subjek penelitian tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakan sepanjang waktu; (3) membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat orang lain; serta (4) membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan dengan implementasi budaya kerja ACTIVE di FKIP UNS.

Triangulasi ialah cara terbaik untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan konstruksi kenyataan yang ada dalam konteks suatu studi sewaktu mengumpulkan data tentang berbagai kejadian dan hubungan dari berbagai pandangan.

Triangulasi membuat peneliti dapat melakukan pengecekan ulang atas temuannya dengan jalan membandingkannya dengan sumber data dan metode.

Terkait dengan hal di atas, dilakukan triangulasi sumber data dan metode sebagai berikut:

1. Mengajukan pertanyaan secara bervariasi, 2. Mengecek temuan dengan berbagai sumber data,

3. Memanfaatkan berbagai metode untuk memperoleh data yang valid atau dapat dipercaya.

G. Teknik Analisis Data

Analisis data kualitatif digunakan untuk memahami fakta melalui langkah- langkah analisis yang diawali dari pengorganisasian atau pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Teknik analisis data yang digunakan dalam rencana penelitian ini adalah teknik analisis data interaktif.

Analisis data interaktif ialah analisis data yang berlangsung bersamaan dengan proses pengumpulan data melalui tahap model air yang berupa reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Ketiga tahap ini berlangsung secara simultan.

(Miles & Huberman, 1994: 429).

(7)

commit to user Berikut tahapan-tahapan analisis interaktif:

Sumber: Miles & Huberman, 1992, terjemahan Tjetjep, 2007: 31 Gambar 3.1: Model Analisis Data Interaktif

1. Pengumpulan data dilakukan dengan mencatat hasil pengamatan terkait implementasi budaya kerja ACTIVE, mencatat hasil analisis dokumen Panduan Pelaksanaan Budaya Kerja ACTIVE UNS, Rencana Pengembangan Jangka Panjang Universitas Sebelas Maret 2011-2031 yang memuat butir-butir budaya kerja ACTIVE dan arsip atau dokumen lain terkait budaya kerja ACTIVE UNS. Selain itu, merekam wawancara dengan para informan di lingkungan FKIP UNS.

2. Selanjutnya dilakukan reduksi data. Reduksi data ialah proses seleksi, pemfokusan, dan penyederhanaan data mentah. Reduksi data dilakukan dengan abstraksi atau membuat rangkuman yang inti, proses, dan pernyataan-pernyataan yang perlu dijaga. (Moleong, 2014: 247).

Reduksi data ialah memilah data-data mana saja yang bermanfaat untuk dipertahankan dan data-data mana yang tidak diperlukan dalam focus penelitian. Data-data yang yang bermanfaat dalam penelitian kemudian dikelompokkan dalam kategori-kategori tertentu. Sebab dalam penelitian kualitatif, catatan-catatan lapangan sedemikian banyak dan terjadilah penumpukan data. (Miles & Huberman, 2007: 2). Di situlah

Pengumpulan Data

Reduksi Data Penyajian Data

Simpulan

(8)

commit to user

letak pentingnya dilakukan reduksi data. Reduksi dilakukan dengan mencatat hasil pengamatan dan analisis dokumen serta merumuskannya dalam fokus data yang lebih spesifik. Selain itu peneliti mencatat pokok-pokok hasil wawancara dengan para informan di lingkungan FKIP UNS. Proses ini berlangsung terus-menerus sampai laporan penelitian selesai disusun.

3. Penyajian data dilakukan dengan mengelompokkan data sesuai jenis dan tujuannya. Maksud dari penyajian data ialah supaya memudahkan peneliti untuk melihat gambaran secara keseluruhan atau bagian-bagian tertentu dari penelitian. Penyajian data ialah pengorganisasian data ke dalam bentuk-bentuk tertentu untuk memperoleh keseluruhan gambaran dalam penelitian. Data hasil reduksi yang dikelompokkan adalah implementasi, hambatan, dan solusi berkenaan dengan pelaksanaan budaya kerja Active di lingkungan FKIP UNS.

4. Penarikan simpulan dilakukan setelah penyajian data. Data yang tersaji setelah direduksi, kemudian ditarik simpulannya. Penarikan simpulan selalu disertai dengan verifikasi. Reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan dilakukan bersama-sama sebelum, selama, dan sesudah pengumpulan data. Ketiga komponen tersebut saling terkait seperti yang telah diuraikan di atas. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Penarikan simpulan didasarkan pada semua data yang ada dalam tahap reduksi data dan sajian data. Selanjutnya, penarikan simpulan perlu diverifikasi untuk kemudian dapat dipertanggungjawabkan.

H. Prosedur Penelitian

Prosedur rencana penelitian ini meliputi beberapa tahap. Tahap-tahap tersebut dirinci sebagai berikut.

1. Penyusunan proposal. Penyusunan proposal dilakukan untuk mengontrol rencana penelitian supaya sesuai dengan tujuan dan tenggat waktu yang telah direncanakan.

(9)

commit to user

2. Pengumpulan data. Pengumpulan data meliputi data-data dari pengamatan, studi dokumen Panduan Pelaksanaan Budaya ACTIVE UNS, Rencana Pengembangan Jangka Panjang Universitas Sebelas Maret 2011-2031 yang memuat butir-butir budaya kerja ACTIVE dan arsip atau dokumen lain yang terkait dengan budaya kerja ACTIVE UNS , serta wawancara dengan para informan.

3. Analisis data. Data yang sudah dikumpulkan dianalisis sesuai dengan fokus penelitian.

4. Penulisan hasil penelitian.

(10)

commit to user

Prosedur Penelitian

Gambar 3.2. Diagram Alir Prosedur Penelitian

Permulaan

Studi Pustaka

Arsip atau Dokumentasi 1. Foto dokumentasi

dari pihak FKIP UNS

2. Data-data tertulis dari pihak FKIP UNS

3. Foto tempat kerja dan suasana kerja di FKIP UNS Wawancara

1. Wawancara kepada tenaga kependidikan FKIP UNS 2. Wawancara

kepada tenaga pendidik FKIP UNS

3. Wawancara kepada mahasiswa FKIP UNS Pengamatan

1. Pengamatan tempat/ lingkungan FKIP UNS 2. Pengamatan terhadap sumber daya manusia di FKIP UNS

Reduksi Data

1. Seleksi data hasil pengamatan, wawancara, dan studi arsip atau dokumen

2. Pemusatan data 3. Penyederhanaan

4. Abstraksi data yang ada dalam catatan lapangan

Penyajian Data

Penarikan Simpulan

Selesai Pengumpulan

Data

Analisis Data

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan triangulasi sumber membandingkan data hasil pengamatan (observasi) dengan hasil wawancara..

Sebagai contoh pelaksanaan triangulasi dalam penelitian ini adalah membandingkan hasil wawancara atau informasi yang diperoleh dari kepala

Triangulasi dalam penelitian ini dilakukan dengan membandingkan data yang diperoleh di tempat penelitian melalui observasi dengan data yang diperoleh melalui wawancara dengan

Dimana dalam pengertiannya triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dalam membandingkan hasil wawancara terhadap

Teknik triangulasi sumber, dilakukan peneliti dengan membandingkan hasil wawancara yang diperoleh dari masing-masing sumber atau informan penelitian sebagai

Hal itu dapat dicapai dengan jalan: (1) membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara; (2) membandingkan apa yang dikatakannya secara

Triangulation dalam penelitian ini triangulasi dilakukan dalam tiga jenis yakni triangulasi metode dengan menerapkan gabungan antara wawancara, observasi dan studi

Triangulasi yang digunakan adalah Triangulasi Metode, dimana metodei ini adalah suatu yang dilakukan dengan pengecekkan hasil penelitian dengan teknik pengumpulan data yang berbeda