• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user BAB III

METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Karanganyar yang beralamatkan di Jalan AW. Monginsidi No. 03 Karanganyar, Jawa Tengah.

Pemilihan lokasi penelitian berdasarkan pada pertimbangan berikut:

a. Memudahkan terciptanya kolaborasi antara peneliti dengan kepala sekolah dan guru-guru, serta subjek penelitian bersedia membantu peneliti dalam pelaksanaan penelitian.

b. Sekolah memiliki data dan informasi yang dibutuhkan peneliti, serta belum pernah diadakan penelitian yang sejenis.

2. Waktu

Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2013/2014. Adapun tahapan-tahap penelitian sebagai berikut:

a. Tahap pralapangan

Tahap pralapangan meliputi: pengajuan masalah, penyusunan proposal, penyusunan alat bantu, dan pengurusan ijin penelitian. Tahap ini dilaksanakan pada bulan Januari 2014 sampai April 2014.

b. Tahap kegiatan lapangan

Tahap kegiatan lapangan meliputi: melakukan penelitian pendahuluan, menyusun dan memvalidasi instrumen bantu penelitian, pengambilan data.

Tahap ini dilaksanakan pada bulan Februari 2014 sampai Mei 2014.

c. Tahap pascalapangan

Tahap pascalapangan meliputi: menganalisis data, menyimpulkan hasil analisis data, menyusun laporan penelitian, dan ujian skripsi. Tahap ini dilaksanakan pada bulan Mei 2014 sampai November 2014.

(2)

commit to user

B. Bentuk dan Strategi Penelitian

Berdasarkan masalah dan tujuan penelitian, bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Menurut Zainal Arifin (2012: 29), penelitian kualitatif adalah penelitian untuk menjawab permasalahan yang memerlukan pemahaman secara mendalam dalam konteks waktu dan situasi yang bersangkutan, dilakukan secara wajar dan alami sesuai dengan kondisi objektif lapangan tanpa adanya manipulasi, serta jenis data yang dikumpulkan terutama data kualitatif. Sedangkan menurut Bogdan dan Taylor dalam Zainal Arifin (2012: 140-141) penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.

Strategi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu menggambarkan keadaan subjek penelitian pada saat sekarang, berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Zainal Arifin (2012: 41) menyatakan bahwa penelitian deskriptif adalah penelitian yang digunakan untuk menggambarkan (to describe), menjelaskan, dan menjawab persoalan-persoalan tentang fenomena dan peristiwa yang terjadi saat ini, baik tantang fenomena sebagaimana adanya maupun analisis hubungan antara variabel dalam suatu fenomena.

C. Data dan Sumber Data 1. Data

Data dalam penelitian ini adalah profil kesulitan siswa dalam mempelajari materi limit fungsi aljabar ditinjau dari dimensi proses kognitif menurut Revisi Taksonomi Bloom.

2. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah subjek penelitian dan data pendukung. Subjek penelitian adalah siswa yang dipilih dari 36 siswa kelas XI IPA 4 SMA Negeri 1 Karanganyar. Data pendukung adalah hasil rekaman wawancara pada saat subjek memecahkan masalah limit fungsi aljabar.

(3)

commit to user D. Subjek Penelitian

Pada penelitian ini dalam menentukan subjek penelitian tidak dipilih secara acak, tetapi dengan teknik sampel bertujuan (purposive sampling). Zainal Arifin (2012: 221) mengemukakan bahwa purposive sampling adalah suatu cara pengambilan sampel berdasarkan pada pertimbangan dan atau tujuan tertentu, serta berdasarkan ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang sudah diketahui sebelumnya.

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 4 SMA Negeri 1 Karanganyar, dengan pertimbangan bahwa siswa tersebut telah mendapat pelajaran mengenai limit fungsi aljabar dan dimungkinkan mampu mengkomunikasikan pemikirannya baik secara tertulis maupun lisan. Pemilihan subjek penelitian didasarkan pada kriteria sebagai berikut:

a. Capaian proses kognitif siswa menurut Revisi Taksonomi Bloom pada materi limit fungsi aljabar.

b. Variasi kesalahan yang dilakukan siswa dalam menjawab soal tes tertulis.

c. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik (berdasarkan informasi yang diperoleh dari guru), karena pemilihan sampel difokuskan pada informan- informan yang dapat memberikan informasi yang bersifat mendalam.

E. Tes dan Instrumen Tes

Dalam penelitian ini, untuk menentukan subjek penelitian dilakukan tes terlebih dahulu. Menurut Zainal Arifin (2012: 226), tes adalah suatu teknik pengukuran yang didalamnya terdapat berbagai pertanyaan, pernyataan, atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan atau dijawab oleh responden. Hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan tes pada penelitian ini adalah tes yang dibuat harus mampu mengetahui capaian proses kognitif siswa menurut Revisi Taksonomi Bloom pada materi limit fungsi aljabar dan profil kesulitan siswa dalam mempelajari materi limit fungsi aljabar ditinjau dari dimensi proses kognitif menurut Revisi Taksonomi Bloom.

Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk tes diagnostik.

Menurut Suwarto (2013: 94), tes diagnostik adalah tes yang berguna untuk

(4)

commit to user

mengetahui kesulitan belajar yang dihadapi siswa, termasuk kesalahan pemahaman konsep. Menurut Syah dalam Suwarto (2013: 92) diagnostik kesulitan belajar merupakan upaya penentuan secara ilmiah jenis-jenis gangguan yang menyebabkan siswa gagal mencapai tujuan yang dipersyaratkan dalam proses pembelajaran, agar perbaikannya dapat dilakukan secara efektif. Sehingga dalam penyusunan tes diagostik perlu disesuaikan dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa. Langkah-langkah yang dilakukan dalam membuat tes pada penelitian ini adalah:

1. melakukan spesifikasi materi yang pernah diajarkan, 2. menyusun kisi-kisi instrumen,

3. menyusun soal-soal tes,

4. melakukan validasi terhadap butir-butir soal, 5. melakukan revisi soal-soal tes, dan

6. melaksanakan tes.

Butir-butir soal diuji terlebih dahulu validitasnya sebelum digunakan untuk penelitian. Menurut Zainal Arifin (2012: 245), validitas adalah suatu derajat ketepatan instrumen (alat ukur), maksudnya apakah instrumen yang digunakan betul-betul tepat untuk mengukur apa yang akan diukur.

Dalam penelitian ini, validitas instrumen yang digunakan adalah validitas isi. Hal ini didukung oleh pendapat Zainal Arifin (2012: 246) bahwa validitas isi sering digunakan dalam pengukuran hasil belajar. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui sejauh mana peserta didik menguasai materi pelajaran yang telah disampaikan, dan perubahan-perubahan psikologis yang timbul pada diri peserta didik tersebut setelah mengalami proses pembelajaran tertentu.

Uji validitas dilakukan dengan penelaahan atau pengkajian butir-butir tes oleh validator yang telah ditentukan tanpa pengujian statistik. Validator yang dipilih dalam penelitian ini adalah orang-orang yang ahli dalam bidang pendidikan matematika, diantaranya adalah:

1. Dr. Budi Usodo, M.Pd.

Dosen Pendidikan Matematika Universitas Sebelas Maret.

2. Getut Pramesti, S.Si, M.Si.

(5)

commit to user

Dosen Pendidikan Matematika Universitas Sebelas Maret.

3. Edi Purwanto, S.Pd, M.Pd.

Guru Mata Pelajaran Matematika SMA Negeri 1 Karanganyar.

F. Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data atau informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini, maka perlu dilakukan pengumpulan data. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara berbasis tugas. Metode wawancara digunakan untuk mengumpulkan data tentang profil kesulitan siswa dalam mempelajari materi limit fungsi aljabar ditinjau dari dimensi proses kognitif menurut Revisi Taksonomi Bloom.

Zainal Arifin (2012: 233) mengemukakan bahwa wawancara merupakan teknik pengumpulan data dan tanya-jawab, baik langsung maupun tidak langsung dengan responden untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam penelitian ini dilakukan wawancara langsung antara pewawancara (peneliti) dan orang yang diwawancarai tanpa melalui perantara. Siswa diminta untuk mengerjakan soal yang setipe dengan soal yang dikerjakan siswa pada tes tertulis sambil diwawancarai oleh peneliti.

Bentuk wawancara yang dilakukan peneliti adalah wawancara mendalam. Zainal Arifin (2012: 170) menjelaskan bahwa wawancara mendalam adalah proses tanya jawab secara mendalam antara pewawancara dengan subjek penelitian guna memperoleh informasi yang lebih terperinci sesuai dengan tujuan penelitian. Wawancara dilakukan setelah data hasil tes didapat. Wawancara dilakukan pada beberapa subjek yang dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.

G. Validitas Data

Dalam penelitian ini pemeriksaan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi. Zainal Arifin (2012: 164) mengemukakan bahwa triangulasi merupakan upaya pengecekan kebenaran data atau informasi yang diperoleh

(6)

commit to user

peneliti dari berbagai sudut pandang yang berbeda dengan cara mengurangi sebanyak mungkin bias yang terjadi pada saat pengumpulan dan analisis data.

Pada penelitian ini, triangulasi yang digunakan adalah triangulasi waktu.

Dalam penelitian ini, triangulasi dilakukan dengan membandingkan data hasil wawancara I dan II untuk mendapatkan data profil kesulitan siswa dalam mempelajari materi limit fungsi aljabar ditinjau dari dimensi proses kognitif menurut Revisi Taksonomi Bloom.

H. Analisis Data

Bogdan dan Biklen dalam Zainal Arifin (2012: 171-172) mengemukakan analisis data adalah proses yang dilakukan secara sistematis untuk mencari, menemukan, dan menyusun transkrip wawancara, catatan-catatan lapangan, dan bahan-bahan yang telah dikumpulkan peneliti dengan teknik pengumpulan data lainnya. Zainal Arifin (2012: 172) menambahkan bahwa analisis data dilakukan untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan penelitian berupa temuan penelitian.

Miles dan Huberman dalam Zainal Arifin (2012: 172) mengemukakan tahap kegiatan dalam menganalisis data kulaitatif yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan/ verifikasi.

1. Reduksi data

Reduksi data merupakan langkah awal dalam menganalisis data.

Tujuannya adalah untuk memudahkan pemahaman terhadap data yang diperoleh. Pada tahap ini peneliti memilih data mana yang relevan dan kurang relevan dengan tujuan dan masalah penelitian, kemudian meringkas, memberi kode, selanjutnya mengelompokkan (mengorganisir) sesuai dengan tema-tema yang ada.

2. Penyajian data

Penyajian data dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk menyusun sekumpulan informasi yang telah diperoleh di lapangan dengan menyajikan data tersebut secara jelas dan sistematis sehingga akan memudahkan peneliti dalam mengambil keputusan. Bentuk penyajian data yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah bentuk teks naratif. Hal ini didasarkan

(7)

commit to user

pertimbangan bahwa setiap data yang muncul selalu berkaitan erat dengan data yang lain.

3. Penarikan kesimpulan/ verifikasi

Penarikan kesimpulan merupakan pemaknaan terhadap data yang telah dikumpulkan. Kesimpulan-kesimpulan yang diperoleh juga perlu diverivikasi selama penelitian berlangsung. Dengan kata lain, makna-makna yang muncul dari data harus diuji kebenarannya, kekokohannya, dan kecocokannya, yakni yang merupakan validitasnya.

I. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian merupakan serangkaian langkah-langkah secara urut dari awal hingga akhir yang dilakukan dalam penelitian. Mudjia Rahardjo dalam Zainal Arifin (2012: 174) memberikan proses penelitian kualitatif yang disajikan menurut tahapan-tahapannya, yaitu tahap pralapangan, tahap kegiatan lapangan, tahap pascalapangan.

a. Tahap pralapangan

Tahap pralapangan meliputi: pengajuan masalah, penyusunan proposal, penyusunan alat bantu, dan pengurusan ijin penelitian.

b. Tahap kegiatan lapangan

Tahap kegiatan lapangan meliputi: melakukan penelitian pendahuluan, menyusun dan memvalidasi instrumen bantu penelitian, dan pengambilan data.

c. Tahap pascalapangan

Tahap pascalapangan meliputi: menganalisis data, menyimpulkan hasil analisis data, menyusun laporan penelitian, dan ujian skripsi.

Dalam penelitian ini siswa diberikan tes dimana soal disesuaikan dengan setiap indikator pada dimensi proses kognitif dalam kategori mengingat, memahami dan mengaplikasikan pada dimensi proses kognitif Revisi Taksonomi Bloom. Kategori mengingat terdiri dari mengenali dan mengingat kembali. Kategori memahami terdiri dari menafsirkan, mencontohkan, mengklasifikasikan, merangkum, menyimpulkan, membandingkan, dan

(8)

commit to user

menjelaskan. Sedangkan kategori mengaplikasikan terdiri dari mengeksekusi dan mengimplementasikan. Dari tes ini akan dilihat sampai pada kategori apa proses kognitif siswa menurut Revisi Taksonomi Bloom dalam mempelajari materi limit fungsi aljabar. Hasil tes tertulis siswa akan digunakan untuk menentukan subjek penelitian. Selanjutnya akan diadakan wawancara pada subjek yang terpilih untuk mengetahui profil kesulitan siswa dalam mempelajari limit fungsi aljabar ditinjau dari dimensi proses kognitif menurut Revisi Taksonomi Bloom. Dalam penelitian ini profil kesulitan siswa dalam mempelajari materi limit fungsi aljabar digolongkan berdasarkan objek dasar matematika menurut R. Soejadi, yaitu kesulitan fakta, kesulitan konsep, kesulitan operasi, dan kesulitan prinsip.

Referensi

Dokumen terkait

Paling tidak terdapat tiga macam bentuk pengendalian konflik, yakni : 1) Konsiliasi, iaitu pengendalian konflik yang dilakukan dengan melalui lembaga-lembaga tertentu

Para ulama terjadi saling menghasut satu sama lain dan mementingkan diri Para ulama terjadi saling menghasut satu sama lain dan mementingkan diri sendiri yang

Adapun judul tesis adalah “ Perbedaan Pengaruh Pemberian Infus HES dengan Berat Molekul 40 kD dan 200 kD Terhadap Plasma Prothrombin Time dan Partial Thromboplastin Time : Kajian

Selain mengajukan gugatan terhadap kelalaian produsen, ajaran hukum juga memperkenalkan konsumen untuk mengajukan gugatan atas wanprestasi. Tanggung jawab produsen yang dikenal

Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan keberanian

membukukan dana MAP dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta I pada Rekening KSP/USP Koperasi. menarik dan menerima angsuran jasa/bunga serta pembayaran angsuran

Pada hakikatnya orang Madura telah terbiasa dengan melakukan adat istiadat dan ritual-ritual yang sudah dianggap baik oleh sekelompok orang atau golongan saja, perbuatan ini

Penelitian dilakukan dengan pengukuran suhu ruangan dan suhu jamu , untuk mengetahui kualitas pengeringan dan laju pengeringan pada produk jamu , dan mencoba