• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH PERALATAN DIAGNOSTIK DASAR (SPHYGMOMANOMETER)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MAKALAH PERALATAN DIAGNOSTIK DASAR (SPHYGMOMANOMETER)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

PERALATAN DIAGNOSTIK DASAR (SPHYGMOMANOMETER)

Disusun oleh :

Nama : Muhammad Geraldo NIM : 20153010064

Kelas : B

Dosen : Heri Purwoko, ST

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTROMEDIK PROGRAM VOKASI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

2016

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kesehatan menjadi kebutuhan mutlak bagi setiap manusia, baik kesehatan jasmani maupun kesehatan rohani. Hal itu pada dasarnya membutuhkan pengetahuan. Oleh karena itu, pengetahuan tentang kesehatan menjadi bagian yang sangat penting untuk mendukung proses kerja tensimeter digital dan fungsi-fungsi bagian dari tensimeter digital di dalam menghadapi perubahan situasi dan kondisi yang berkembang dengan cepat.

Salah satu sumber pengetahuan penting yang dapat menunjang proses kesehatan yang baik adalah tensimeter. Tensimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah pada manusia. Berdasarkan fungsi yang sangat penting tersebut maka harus ada pengetahuan yang benar tentang tensimeter agar berguna dengan baik dan digunakan secara tepat.

Menurut perkembangan era globalisasi tensimeter pun ikut berkembang, mulai dari tensimeter aneroid (jarum) kemudian tensimeter air raksa dan sekarang tensimeter digital. Tensimeter digital mempunyai keunggulan daripada tensimeter aneroid dan tensimeter air raksa. Tensimeter digital penggunannya lebih gampang daripada tensimeter yang lain. Tensimeter sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari , seperti dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

Dokter dan semua lembaga kesehatan sangat memerlukan tensimeter untuk mengukur tekanan darah pasien dan sebagai alat pembelajaran di bidang pendidikan.

Hipertensi atau darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Angka kematian yang di cetuskan oleh hipertensi juga sangat tinggi. stroke, gagal jantung adalah beberapa contoh penyakit yang penyebab awalnya adalah hipertensi.

Penyakit komplikasi diatas terjadi biasanya dikarenakan kurangnya kesadaran penderita hipertensi untuk secara rutin mengontrol tekanan darahnya, baik itu di puskesmas atau mengecek sendiri menggunakan tensimeter pribadi.

Peralatan kesehatan merupakan salah satu faktor penunjang yang sangat penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, baik

(3)

kondisi maupun fungsi alat kesehatan harus dalam keadaan baik agar dapat mendukung pelayanan medik prima pada sarana pelayanan kesehatan tersebut.

Untuk mencapai hal tersebut peralatan kesehatan perlu dikelola, dipelihara, diuji dan dikalibrasi dengan baik dan benar secara berkala dengan mendayagunakan teknisi elektromedis sebagai tenaga utama dalam upaya pemeliharaan, pengujian, dan kalibrasi peralatan kesehatan melalui pelayanan teknik elektromedik.

B. Rumusan Masalah

Dapatkah mahasiswa memahami prinsip kerja, teknik pemeliharaan, perbaikan, blok diagram alat tensimeter baik aneroid, raksa maupun digital?

C. Tujuan

1.

Dapat mengetahui kegunaan tensimeter digital.

2.

Mengetahui jenis-jenis tensimeter yang sering digunakan.

3.

Mengetahui cara kerja tensimeter digital

4.

Mengetahui cara pengoperasian dan pemeliharaan tensimeter digital.

5.

Mengetahui sejarah tensimeter digital

(4)

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian

Tensimeter merupakan salah satu alat paling vital dalam dunia kesehatan.

Hampir dalam setiap pemeriksaan awal, perawat akan menggunakan tensimeter untuk mengukur tekanan darah pasien.

Tensimeter adalah suatu alat medis yang digunakan untuk mengukur tekanan darah, tekanan darah atas (sistol) dan tekanan darah bawah (diastol).

Nilai normal dari tekanan darah atas adalah 120 mmHg dan tekanan darah bawah adalah 80 mmHg. Alat ini dapat diletakkan di ruang pemeriksaan atau klinik maupun di bangsal.

Pada umumnya, setelah dokter maupun perawat memeriksa tekanan darah kita, mereka akan memberitahukan kepada kita hasil pengukuran Tekanan Darah dengan menyebutkan Tekanan Sistolik dan Tekanan Diastoliknya baik secara lisan maupun tulisan. Contohnya 120/80. Dari contoh angka tersebut, maka kita dapat mengetahui bahwa Tekanan Sistolik adalah 120mmHg dan Tekanan Diastolik adalah 80mmHg.

Perkembangan teknologi yang semakin maju, menyebabkan bentuk dan ragam jenis tensimeter pun ikut berubah. Yang paling mencolok tentu saja, dari segi desain dan teknologi. Sehingga penggunaannya pun kian praktis tidak lagi dipompa, karena menggunakan metode digital. Dengan adanya perkembangan teknologi tensimeter membuat kita tidak perlu lagi pergi ke dokter hanya untuk sekedar mengukur tekanan darah. Pengukuran tekanan darah sekarang bisa dilakukan di rumah, di kantor atau bahkan di dalam mobil. Hasil pengukurannya pun cepat dan langsung mengetahui angka tekanan darah pada monitor tensimeter. Sementara pada model lama, pengguna harus mulai dengan mereka-reka dan merasakan denyutan nadi sebelum memasangkan tensimeter.

Tensimeter Digital Merupakan sebuah alat pengukur tensi darah secara digital/ elektronis. Alat kesehatan tersebut gunanya untuk mengukur tensi darah secara mudah dan langsung menunjukkan angka tensi darah dengan hasil yang akurat. Pengukur Tekanan darah Digital ini Beroperasi dengan menggunakan tenaga Baterai, hasil pengukurannya pun dapat langsung terlihat pada layar

(5)

digital lebih canggih dan praktis dipergunakan, namun harganya memang lebih mahal dibandingkan dengan yang konvensional.

Tensimeter ini sangat mudah digunakan sehingga siapapun dapat memakainya sendiri dan memperoleh hasil yang akurat tanpa harus repot-repot pergi ke pusat kesehatan atau dokter jika hanya untuk mengecek tensi darah.

Apalagi kalau sudah divonis penakit tekanan darah tinggi, alat ini mutlak adanya untuk mencegah kenaikan tekanan darah dan untuk memberikan peringatan dini jika tekanannya mulai bergerak naik.

Tekanan darah merupakan faktor yang amat penting pada system sirkulasi. Peningkatan atau penurunan tekanan darah akan mempengaruhi homeostatsis di dalam tubuh. Tekanan darah selalu diperlukan untuk daya dorong mengalirnya darah di dalam arteri, arteriola, kapiler dan sistem vena, sehingga terbentuklah suatu aliran darah yang menetap.1 Jika sirkulasi darah menjadi tidak memadai lagi, maka terjadilah gangguan pada system transportasi oksigen, karbondioksida, dan hasil-hasil metabolisme lainnya. Di lain pihak fungsi organ-organ tubuh akan mengalami gang uan sepertigangguan pada proses pembentukan air seni di dalam ginjal ataupun pembentukan cairan cerebrospinalis dan lainnya. Terdapat dua macamkelainan tekanan darah darah, antara lain yang dikenal sebagai hipertensiatau tekanan darah tinggi dan hipotensi atau tekanan darah rendah.1Hipertensi telah menjadi penyakit yang menjadi perhatian di banyak Negaradi dunia, karena hipertensi seringkali menjadi penyakit tidak menular nomor satu di banyak negara.

(6)

• Tekanan darah pada manusia :

1. Laki – laki : 100 – 120 (sistole) 80 – 100 (diastole) 2. Perempuan : 90 – 110 (sistole) 70 – 90 (diastole)

• Saat yang paling baik untuk mengukur tekanan darah adalah saat Anda istirahat dan dalam keadaan duduk atau berbaring.

• Tensimeter ada 3 macam : 1. Tensimeter Aneroid 2. Tensimeter Air Raksa 3. Tensimeter Digital

CARA MENGHINDARI KESALAHAN PENGUKURAN PADA TENSIMETER DIGITAL:

1. Jangan makan, merokok, dan berolah raga selama 30 menit sebelum dilakukan pengukuran.

2. Beristirahatlah selama 15 menit sebelum mengulang pengukuran berikutnya.

3. Hindari pengukuran tekanan darah pada saat pasien mengalami stress.

4. Singsingkan lengan baju pasien sebelum memulai pengukuran.

5. Pengukuran sebaiknya dilakukan di dalam ruangan yang tenang 6. Pasien dalam keadaan santai dan dalam posisi duduk.

7. Letakkan tangan kiri di atas meja atau di atas tangan kursi sedemikian rupa sehingga manset berada dalam posisi yang sejajar dengan jantung.

8. Tetap tenang dan tidak boleh berbicara selama pengukuran.

9. Jangan melakukan pengukuran setelah baru selesai mandi, minum alhokol atau setelah berolah raga.

(7)

B. Teknik Pengukuran Tekanan Darah

Secara garis besar ada 2 jenis teknik pengukuran tekanan darah, yaitu secara invasive dan non-invasive. Pengukuran secara invasive dilakukan dengan cara menusukkan jarum cannula ke pembuluh arteri. Kemudian cannula tersebut dihubungkan melalui selang ke sebuah sistem yang memiliki electronic pressure transducer, dimana sistem tersebut akan memonitor secara langsung tekanan dari darah yang mengalir pada selang. Keuntungan sistem invasive ini adalah keakuratan yang tinggi dan kemampuan alat untuk memonitor tekanan darah secara real-time. Kekurangannya adalah dibutuhkannya kemampuan yang memadai untuk melakukan teknik ini dengan baik dan benar, karena besar dan kompleksnya alat yang digunakan membuat teknik ini kurang sesuai untuk pemakaian yang mementingkan kepraktisan.

Teknik pengukuran secara non-invasive lebih mudah dan praktis bila dibandingkan dengan pengukuran secara invasive, karena itu teknik ini lebih sering digunakan walaupun memiliki tingkat keakuratan yang lebih rendah. Teknik pengukuran ini dibagi menjadi 2 metode, yaitu metode auscultatory dan oscilometric.

1. Metode Auscultatory

Metode ini menggunakan 2 buah alat, yaitu sphygmomanometer dan sebuah stetoskop. Pengukuran dilakukan dengan cara mengikat lengan dengan manset (cuff) yang tersedia pada sphygmomanometer dan mendengarkan suara aliran darah pada pembuluh arteri lengan dengan menggunakan stetoskop.

Pertama manset dilingkarkan di lengan atas pengguna dan dipompa hingga tekanan pada sphygmomanometer menunjukkan angka di atas 180 mmHg, hal ini mengakibatkan terhentinya aliran darah pada pembuluh arteri lengan. Kemudian cuff dikempeskan perlahan-lahan dengan cara memutar knob pada pompa (bulb).

Bila terdengar suara berdetak atau berdenyut (korotkoff sound) berarti darah sudah mulai sedikit mengalir pada pembuluh arteri. Nilai tekanan yang ditunjukkan oleh sphygmomanometer ketika suara detakan pertama terjadi adalah nilai tekanan sistolik. Bila tekanan pada manset sudah cukup rendah maka darah dapat mengalir lagi dengan lancar, dengan demikian suara berdetak tidak akan terdengar lagi.

Tekanan yang ditunjukkan oleh sphygmomanometer pertama kali suara menjadi tidak terdengar adalah tekanan diastolik.

Pengukuran dengan metode ini membutuhkan bantuan ahli seperti dokter atau perawat yng sudah terlatih untuk melakukan pengukuran ini, sehingga tingkat error dalam pengukuran kecil.

(8)

2. Metode Oscilometric

Metode ini mirip dengan metoda auscultatory namun yang digunakan untuk mendeteksi denyutan pembuluh darah bukan stetoskop tetapi sebuah sensor tekanan yang terubung dengan udara di dalam manset, sensor ini juga berfungsi untuk mengukur tekanan pada manset. Umumnya metode ini menggunakan sebuah sphtgmomanometer digital yang sudah dilengkapi dengan manset berikut sensornya, serta layar untuk menampilkan hasil pengukuran.

Grafik pengukuran tekanan darah metode oscilometric

(9)

Langkah - langkah yang dilakukan sama seperti metode auscultatory, ketika tidak ada darah yang mengalir didalam arteri, tekanan udara pada manset bernilai relatif konstan. Saat darah mulai mengalir, pembuluh arteri mulai berdenyut dan mengakibatkan perubahan tekanan udara pada manset. Kuatnya denyutan isolasi dari pelan menjadi semakin kuat kemudian memelan lagi sampai menjadi stabil ketika darah sudah mengalir dengan lancar. Perubahan tekanan udara pada manset yang disebabkan oleh denyutan ini diubah oleh sensor menjadi sinyal listrik dan dikalkulasi oleh sphygmomanometer digital untuk mendapatkan nilai sistolik dan diastolik.

Metode ini biasanya dilakukan secara otomatis oleh sphygmomanometer digital sehingga menjadikan metode ini lebih praktis dan pengguna dapat melakukannya sendiri di rumah. Namum kekurangannya adalah tingkat error yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode auscultatory, karena sphygmomanometer digital tidak dapat membedakan denyutan yang terjadi secara alami dengan denyutan yang terjadi karena pengguna bergerak ketika pengukuran dilakukan. Oleh sebab itu pengukuran dengan metode ini mengharuskan pengguna untuk diam selama pengukuran dilakukan.

C. Prinsip Kerja

Udara akan dipompa ke manset sekitar 20 mmHg di atas tekanan sistolik rata- rata ( sekitar 120 mmHg untuk rata-rata ). Setelah itu perlahan-lahan udara akan dilepaskan dari manset dengan mengendorkan knop pada tensimeter sehingga menyebabkan tekanan dalam manset akan menurun. Secara perlahan manset akan mengempes, kita akan mengukur osilasi kecil dalam tekanan udara dari manset lengan. Tekanan sistolik merupakan tekanan di mana denyut nadi mulai terjadi atau bisa dikatakan sebagai batas bawah. Kami akan menggunakan MCU untuk mendeteksi titik di mana osilasi ini terjadi dan kemudian merekam tekanan dalam manset. Kemudian tekanan dalam manset akan menurun lebih lanjut.

Tekanan diastolik akan diambil pada titik di mana osilasi mulai menghilang.

Tensimeter digital mempunyai 3 teori dasar, yaitu :

1) Metode Osilometri, yaitu Proses pengukuran perubahan tekanan udara yang berada didalam manset yang disebabkan oleh tekanan dari nadi.

2) Unit melakukan pengukuran MAP terlebih dahulu baru kemudian melakukan penghitungan tekanan Systolic dan Diastolic.

3) Hasil pengukuran biasanya ditampilkan pada display LED atau pada layar monitor.

(10)

D. Klasifikasi Tekanan Darah

Klasifikasi Tekanan Darah untuk Orang Dewasa

Kategori Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg)

Hipotensi < 90 < 60

Normal 90 - 119 60 – 79

Prehipertensi 120 - 139 80 – 89

Hipertensi Tingkat 1 140- 159 90 – 99

Hipertensi Tingkat 2 160 - 179 100 – 109

Hipertensi Tingkat Darurat ≥ 180 ≥ 110

Berdasarkan Tabel Klasifikasi Tekanan Darah diatas, Tekanan Darah yang Normal adalah berkisar antara 90mmHg sampai 119mmHg untuk Tekanan Sistolik, sedangkan untuk Tekanan Diastolik adalah sekitar 60mmHg sampai 79mmHg. Tekanan darah dibawah 90/60 mmHg dikategorikan sebagai Hipotensi (Hypotension) atau Tekanan Darah Rendah, sedangkan diatas 140/90mmHg sudah dikategorikan sebagai Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi (Hypertension).

E. Perbandingan Tensimeter Manual dan Tensimeter Digital

secara umum tensimeter ada dua jenis, 1. Tensimeter manual

 Tensimeter jarum atau jam

 Tensimeter raksa 2. Tensimeter digital

 Tensimeter digital di lengan

 Tensimeter digital di pergelangan

Tensimeter Jarum

 Harga lebih murah bila dibandingkan dengan jenis lain (tergantung merk)

 Mudah dibawa (biasanya diberikan juga tas/kantong untuk penyimpanannya)

 Akurasi tinggi hingga 2mmHg

 Tidak rewel

 Cocok untuk penderita hipertensi yang sangat tinggi > 250 mmHg

Referensi

Dokumen terkait

Syok yang ditandai dengan nadi lemah, cepat disertai tekanan darah menurun (tekanan sistolik menjadi 80 mmHg atau kurang dan diastolik 20 mmHg atau kurang) disertai kulit yang

Hasil penelitian Sundari (2014) menunjukkan bahwa cincau hijau dapat menurunkan tekanan darah sistolik dengan rata-rata penurunan sebesar 20-25 mmHg dan penurunan

Hal ini dibuktikan dengan penurunan tekanan darah sistolik pada penelitian ini, yakni rata-rata tekanan darah sistolik sebelum latihan stretching sebesar 156 mmHg

Hasil penelitian Sundari (2014) menunjukkan bahwa cincau hijau dapat menurunkan tekanan darah sistolik dengan rata-rata penurunan sebesar 20-25 mmHg dan penurunan

 Jika tekanan darah sistolik &lt; 220 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik &lt; 120 mmHg, terapi darurat harus ditunda kecuali adanya bukti perdarahan intraserebral,

Grafik hubungan antara tekanan darah terhadap waktu tersebut menggambarkan tekanan darah pada manusia normal yaitu tekanan sistolik &lt;120 mmHg dan tekanan

 Jika tekanan darah sistolik &lt; 220 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik &lt; 120 mmHg, terapi darurat harus ditunda kecuali adanya bukti perdarahan intraserebral,

Nilai tekanan darah diakhir post-test pada kelompok intervensi memiliki rata-rata tekanan darah 14110,025 mmHg pada tekanan sistolik dan 814,320 mmHg pada tekanan diastolik, sedangkan