LAPORAN KINERJA BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN RIAU
Teks penuh
Dokumen terkait
Pada dasarnya lahan sawah sudah menyediakan berbagai unsur hara yang dibutuhkan tanaman, namun karena keberadaanya terbatas maka sangat diperlukan pemupukan tambahan
Takaran pupuk disusun berdasarkan kebutuhan hara tanaman, cadangan hara dalam tanah dan tingkat hasil realistis yang bisa dicapai di suatu lokasi dalam beberapa musim
Dukungan Badan Litbang dan BBP2TP terhadap target pencapaian sukses Kementerian Pertanian ditunjukkan dalam sasaran strategis, yang diantaranya berkaitan
Peran Perempuan Pekebun dalam Pengelolaan Usahatani Perkebunan Kelapa Sawit di Lahan Basah Kalimantan Selatan pada Tanaman Kelapa Sawit Menghasilkan (TM). Pengelolaan kebun
Sebagian besar perkebunan kelapa sawit di Indonesia telah menggunakan teknologi yang memadai dalam melakukan distribusi panen kelapa sawit.Diantara teknologi ini dengan
Penurunan penggunaan lahan sawah disebabkan terjadinya alih fungsi lahan sawah untuk untuk lahan perkebunan, seperti usaha kelapa sawit (56,6 %), tanaman kelapa (36,7
Sedangkan (Hamdan, 2012) melaporkan nilai PVNR usahatani kelapa sawit lebih tinggi sebesar 10,89% dari usahatani padi sawah. Berdasarkan uraian di atas, timbul pertanyaan
Berdasarkan Tabel 5 diketahui bahwa frekuensi penunasan pelepah (pruning) tanaman kelapa sawit belum menghasilkan yang dilakukan pada perkebunan bantuan pemerintah