• Tidak ada hasil yang ditemukan

11 DTL 2020 Mesin AC

N/A
N/A
Ant Dti

Academic year: 2022

Membagikan "11 DTL 2020 Mesin AC"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

MESIN AC

MK DASAR TENAGA LISTRIK 2020

(2)

AC Machine

AC sumber utama energi listrik

Mudah dan murah pada produksi dan mentransmisikan

Dapat berfungsi sebagai Generator dan Motor

(3)

DC Machine & AC machine

DC motor - ends of the coil connect to a mechanical rectifier called commutator to 'rectify' the emf

produced.

AC motor - No need rectification, so don’t need commutator, just need split rings.

(4)

AC Motor

(5)

AC Generator

(6)

Generator and Motor

(7)

Two major classes of machines;

(i) Synchronous machines.

(ii) Induction machines.

AC Machine

(8)

Synchronous Machine

• Synchronous machines are ac machine that have a field circuit supplied by an external dc source.

– DC field winding on the rotor,

– AC armature winding on the stator

• Origin of name: syn = equal, chronos = time

• Synchronous machines are called ‘synchronous’ because

their mechanical shaft speed is directly related to the power system’s line frequency.

(9)

Synchronous Machine

The frequency of the induced voltage is related to the rotor speed by:

where P is the number of magnetic poles fe is the power line frequency.

Typical machines have two-poles, four-poles, and six-poles

(10)

Example 1

• A hydraulic turbine turning at 200 r/min is connected to a synchronous generator. If the induced voltage has a frequency of 60 Hz, how many poles does the rotor have?

(11)

GENERATOR AC SEREMPAK /

SINKRON

(12)

Bagian utama 1. Stator

Bagian yang diam

Berfungsi sebagai tempat dililitkannya

kumparan (winding) a,b,c untuk menghasilkan

tegangan (ggl) dan arus AC tiga fasa

(13)

Bagian utama 2. Rotor

Bagian yang berputar

Berfungsi sebagai tempat dihasilkan kutub magnet (magnetic pole) U dan S

(14)

PRINSIP KERJA

GENERATOR AC

SEREMPAK

(15)

1. Pada stator terdapat 3 kumparan (a, b, c) yang letaknya terpisah 1200 satu sama lain, sementara pada rotor terdapat kutub U dan S

(16)

2. Berputarnya penggerak mula (turbin, motor bakar) akan menyebabkan terjadinya perputaran rotor sekaligus kutub U dan S.

(17)

1200

sin

E t

eb m

3. Putaran kutub U dan S rotor akan menginduksikan ggl ea, eb, dan ec pada kumparan stator dengan persamaan sesaat :

2400

sin

E t

ec m

00

sin

sin

E t E t

ea m m

(18)

4. Generator ac serempak telah menghasilkan tegangan (ggl) dengan 3 ‘fasa’ yang berbeda :

Fasa = sudut putaran rotor (ωt) = waktu putaran rotor (t)

(19)

MOTOR AC

TAK SEREMPAK

(20)

Bagian utama 1. Stator

Bagian yang diam

Berfungsi sebagai tempat untuk mengalirkan arus ac tiga fasa dan menghasilkan medan magnet tiga fasa

(21)

2. Rotor

Bagian yang berputar

Berfungsi sebagai tempat dihasilkannya gaya mekanik.

Konstruksinya menyerupai sangkar tupai (squirrel cage).

(22)

PRINSIP KERJA MOTOR AC TAK

SEREMPAK

(23)

PRINSIP KERJA

1. Kumparan a,b,c stator dihubungkan ke sumber tegangan AC 3 fasa (generator ac) sehingga mengalir arus AC 3 fasa dalam ketiga kumparan tsb.

(24)

PRINSIP KERJA MOTOR

2. Aliran arus dalam kumparan a,b,c akan menghasilkan fluks a,b,c yang akan saling berinteraksi membentuk 1 fluks magnet resultan (penjumlahan fluks a,b,c)

(25)

PRINSIP KERJA MOTOR

3. Fluks resultan (vektor) ini memiliki besaran tetap dengan arah tidak tetap (berputar terhadap rotor yang diam) = medan putar stator.

(26)

PRINSIP KERJA MOTOR

4. Tiap batang sangkar rotor akan merasakan dΦ/dt, sehingga akan terinduksi ggl (e = N dΦ/dt) pada tiap batang sangkar rotor.

(27)

PRINSIP KERJA MOTOR

5. Ggl (tegangan) pd batang-batang sangkar rotor ini dihubung singkat oleh cincin-cincin ujung shg mengalir arus (I) hubung singkat pada batang dan cincin rotor.

(28)

PRINSIP KERJA MOTOR

6. Timbul gaya Lorentz (gaya dorong) pada batang-batang sangkar :

FL = B I L (N) Dimana :

B = kerapatan fluks resultan stator (Tesla)

I = arus hubung singkat batang sangkar (A)

L = panjang tiap batang sangkar (m)

(29)

PRINSIP KERJA MOTOR

7. Gaya Lorentz yang timbul pada batang-batang sangkar akan mendorong inti besi dan poros rotor untuk berputar shg dpt memutar beban mekanis yang terhubung ke motor.

(30)

KETIDAKSEREMPAKAN MOTOR AC TAK SEREMPAK

Ggl pada batang sangkar = hasil

‘induksi’ fluks magnet resultan stator yang berputar (dΦ/dt) terhadap rotor yang :

a. diam (awal)

b. berputar lebih lambat dari putaran fluks stator (bekerja).

(31)

Diperlukan ke’tidakserempak’an (asinkron) kecepatan antara putaran fluks resultan stator dengan putaran rotor untuk tetap dirasakan adanya dΦ/dt ≠ 0 oleh batang sangkar rotor

(32)

SLIP

Ketidakserempakan kecepatan antara fluks resultan stator dengan rotor ini disebut juga sebagai ‘Slip’.

S = (Ns– Nr)/Ns

Ns = kecepatan putaran (fluks) stator Nr = kecepatan putaran rotor

(33)

SLIP

Ns dapat dihitung :

Ns = (120 x fs)/p

fs = frekuensi arus AC pada stator p = jumlah kutub tiap fasa stator

(34)

SLIP

Besarnya frekuensi ggl dan arus AC rotor dapat dihitung :

fr = S x fs

(35)

Soal 1

Suatu motor induksi 3 fasa berputar pada kecepatan 1440 rpm. Motor tersebut terhubung pada sumber tegangan dengan frekuensi 50 Hz. Jika kumparan stator memiliki 4 kutub pada tiap fasanya, hitunglah frekuensi ggl dan arus pada rotor.

(36)

Jawaban Soal 1 Diketahui :

Nr = 1440 rpm.

fs = 50 Hz.

p = 4 kutub Hitung : fr = ..?

(37)

Jawaban soal 1 fr = S x fs Sementara

S = (Ns– Nr)/Ns Ns harus dihitung :

Ns = (120 x fs)/p = (120 x 50)/4 = 1500 rpm

(38)

Jawaban soal 1

Maka Slip

S = (Ns– Nr)/Ns

= (1500 – 1440)/1500 = 0,04 (4%)

Sehingga

fr = S x fs

= 0,04 x 50 = 2 Hz.

(39)

Soal 2

Frekuensi rotor dari suatu motor induksi 3 fasa adalah 1,5 Hz. Jika jumlah kutub kumparan per fasa stator adalah 6 dan frekuensi stator sama dengan frekuensi jala-jala PLN (50 Hz), hitunglah kecepatan rotor.

(40)

Jawaban soal 2 Diketahui :

fr = 1,5 Hz.

p = 6

fs = 50 Hz

Hitung : Nr = ..?

(41)

Jawaban soal 2

fr = S x fs Maka

S = fr/fs

= 1,5/50

= 0,03 (3%)

(42)

Jawaban soal 2 Sementara Ns :

Ns = (120 x fs)/p = (120 x 50)/6 = 1000 rpm

(43)

Jawaban soal 2

Nr dapat dihitung : S = (Ns– Nr)/Ns S x Ns = Ns – Nr Nr = Ns – SNs

= (1 – S ) Ns

= (1 – 0,03 ) 1000 = 0,97 x 1000

= 970 rpm

(44)

Referensi

Dokumen terkait

Kyselytutkimukselle oli asetettu tavoitteeksi vastata kolmeen kysymykseen: millaista ruokakasvatusta varhaiskasvatuksessa tällä hetkellä toteutetaan (1), millaiset

Berdasarkan hal tersebut dapat disimpul- kan bahwa implementasi dari pembelajaran questioning& clarifying dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa untuk matakuliah

Orang Karo zaman sekarang, hanya melihat rumah adat khususnya simbol pengeret-ret sebagai peninggalan budaya yang bisa dimanfaatkan untuk mata pencaharian yang

Faktor lingkungan rumah secara tunggal tidak berhubungan dengan kejadian demam berdarah Dengue , namun interaksi antara lingkungan rumah yang berisiko dengan

Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara posttest kelompok eksperimen dan posttest kelompok kontrol, dan dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang

Metode pengajaran yang digunakan dalam mata ajaran Teori Akuntansi Keuangan (TAK) ini mengacu pada pembelajaran berorientasi peserta didik (mahasiswa) atau disebut sebagai

Banyaknya sukses terjadi dalam selang waktu atau daerah tertentu tidak terpengaruh oleh (bebas dari) apa yang terjadi pada selang waktu atau daerah lain

Alat yang dibuat memiliki kesalahan relatif maksimum pada Elux 4000 lux sebesar -3,53% dan minimum pada Elux 1500 lux dan 100 lux sebesar -0,07%, sehingga kesalahan relatif yang dapat